cover
Contact Name
Fridarti
Contact Email
fridartifridarti69@gmail.com
Phone
+6281267330096
Journal Mail Official
fridartifridarti69@gmail.com
Editorial Address
Jln. Tamansiswa No. 9 Padang (25138), Sumatera Barat-Indonesia Telp. (0751) 40020 Faks. (0751) 444170
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Embrio
ISSN : 2085403X     EISSN : 28089766     DOI : 1031317
Jurnal Embrio adalah jurnal yang berfokus pada bidang Eksakta yang meliputi : 1. Pertanian (Agronomi, Hama & Penyakit Tanaman, Ilmu Tanah, Sosial Ekonomi Pertanian, Pertanian Organik, Bioteknologi Pertanian, Teknologi Pascapanen) , 2. Peternakan (Nutrisi Ternak Unggas, Nutrisi Ruminansia, Produksi Ternak, Teknologi Hasil Ternak, Bioteknologi peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan), 3. Biologi Umum, 4. Agribisnis
Articles 121 Documents
EFISIENSI PENGGUNAAN GELAS FILTER DAN KERTAS SARING PADA METODE WEENDE TERHADAP NILAI SERAT KASAR PADA RUMPUT LAPANGAN Desni Asrita
Jurnal Embrio Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.78 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v14i2.785

Abstract

Pengujian Serat Kasar adalah salah satu dari beberapa pengujian yang dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ruminansia oleh mahasiswa Fakultas Peternakan, mahasiswa dari luar Fakultas Peternakan, dosen dan instansi terkait. Metode analisa yang dipakai adalah metode Weende yaitu bahan makanan yang bebas air dan lemak direbus dengan asam kuat encer, setelah itu dengan basa kuat encer, dan bahan organik yang tertinggal disaring dengan cruisible (vakum), dan dipanaskan. Hilangnya berat setelah dipanaskan itulah yang disebut dengan serat kasar. Selama ini sampel disaring memakai kertas saring whatman 41. Berbagai masalah yang timbul seperti kehabisan kertas saring karena pesanan terlambat datang, harga enceran yang tinggi, kekurangan residu hasil in vitro, dan sebagainya. Untuk mencari solusinya penulis melakukan penelitian dengan judul, “Efisiensi Penggunaan Gelas Filter dan Kertas Saring pada Metode Weende Terhadap Nilai Serat Kasar pada Rumput Lapangan”. Percobaan ini dilakukan dengan membandingkan hasil analisis menyaring memakai gelas filter dan kertas saring whatman 41. Tabel 1. percobaan 1a, 2a, 3a, 4a dengan penyaringan memakai gelas filter secara berturut turut didapatkan hasil serat kasar yaitu 23,60 %; 24,01 %; 24,03 %; dan 24,06% dengan rata rata 23,92 %. Pada percobaan 1b , 2b, 3b, 4b dengan penyaringan memakai kertas saring whatman 41, secara berturut turut didapatkan hasil serat kasar yaitu 23,55 %; 23,97 %; 24,08 %; dan 24,18% dengan rata rata 23, 94 %. Dari kedua percobaan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan yaitu berselisih 0,02 %. Gelas filter lebih effsien digunakan karena pekerjannya lebih mudah dan bisa dipakai berulang-ulang dengan biaya yang lebih murah.
Respon Broiler Terhadap Pemanfaatan Bungkil Inti Sawit Fermentasi Dalam Ransum (Utilization fermented of palm kernel cake in broiler diet) Mirnawati Mirnawati
Jurnal Embrio Vol 5 No 01 (2012): Jurnal embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.691 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v5i01.129

Abstract

An experiment was conducted to know utilization fermented of palm kernel cake (FPKC) by A. niger as a substitute for soybean meal in the broiler ration. The experiment used a complete randomize design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. The treatments were arranged as follows: 1) 0% basic ration (0% FPKC), 2) 25% substitution of soybean meal with FPKC, 3) 50% substitution of soybean meal with FPKC, 4) 75% substitution of soybean meal with FPKC, 5) 100% substitution of soybean meal with FPKC. The ration were formulated in iso protein 22% and iso caloric 3000 kkal /kg ration. The parameters of this study were feed intake, body weight gained, feed conversion and percentage of carcas. The results of this study showed that feed intake, body weight gained, feed conversion and percentage of carcas were not significantly affected (P>0,05) by any treatment. The conclusion fermented of palm kernel cake (FPKC) by A. niger as a substitute for soybean meal in the broiler ration can be 100% a substitute of soybean meal or 18% in broiler ration.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM DAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) PADA ULTISOL Fatimah Fatimah; Zahanis Zahanis; Darman Darman
Jurnal Embrio Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.391 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v12i1.523

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan dilahan ultisol Di Kelurahan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji Sumatera Barat dengan ketinggian tempat 10 m dpl dari bulan Januari 2019 sampai dengan bulan April 2019. Tujuan dari percobaan ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang ayam dan kapur tehadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah.Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor.Faktor pertama adalah pupuk kandang ayam terdiri dari 3 taraf yakni, 0 ton/ha, 5 ton/ha, dan 10 ton/ha. Faktor kedua adalah Kapur terdiri dari 3 taraf yakni, 0 ton/ha, 0,5 ton/ha, dan 1 ton/ha. Hasil percobaan menunjukkan pemberian 5 ton/ha pupuk kandang ayam berpengaruh terhadap parameter bobot 100 biji dan kapur tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah.
KARAKTERISTIK DADIH SUSU SAPI YANG DI FERMENTASI DENGAN Lactobacillus casei MENGGUNAKAN WADAH YANG BERBEDA Nita - Yessirita; Darsono - Saogo; Leffy - Hermalena
Jurnal Embrio Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.346 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengembangan dadih dengan mengganti susu kerbau sebagai bahan baku utama perlu dilakukan mengingat ketersediaan susu kerbau terbatas saat ini mulai terbatas. Wadah/tempat dalam pembuatan dadih seperti tabung bambu atau gelas kaca ataupun plastik polipylen memegang peranan penting dalam mempertahankan kualitas dadih khususnya sifat organoleptik dadih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dadih susu sapi dan sifat fisik, kimia dan uji organoleptik ( Rasa, aroma, tekstur dan warna) pada dadih susu sapi yang difermentasi dengan menggunakan wadah yang berbeda. Parameter yang diamati adalah kadar protein, lemak, pH, total plate count dan uji organoleptik. Rancangan yang digunakan dalam penetian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil data pengamatan di analisis menggunakan ANOVA dengan uji F dan uji lanjut DNMRT pada taraf 1% . Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan wadah yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein, kadar lemak, pH, dan total plate count. Semua perlakuan memenuhi syarat mutu yoghurt yang ditetapkan oleh SNI (produk dengan karakter yang sama seperti dadih). Wadah fermentasi terbaik adalah bambu dari semua wadah fermentasi yang di gunakan dalam penelitian ini. Kata Kunci :dadih, susu sapi, Lactobacillus casei, bambu
Fermentasi Limbah Kebun Sayuran Menggunakan Feses Sapi Dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas Gizi Neli Definiati
Jurnal Embrio Vol 8 No 02 (2015): Jurnal embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.607 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v8i02.111

Abstract

This study aims to determine the effect of fermentation on the nutritional quality of waste vegetable farming. The benefits of research to determine the nutrient content of animal feed derived from waste vegetable farming that has been fermented. This study was conducted from June 2013 to August 2013 in The Laboratory of Agriculture, University of Muhammadiyah Bengkulu and proximate analysis in The Laboratory Livestock Research Institute (Balitnak) Ciawi Bogor. This study was an experimental study using a completely randomized design (CRD) with five treatments and four replications. Treatment in the form of vegetable waste types namely A (carrots waste), B (sweet potatoes waste), C (Collards waste), D (chicory waste) E (cabbage waste). Waste vegetable fermented cow feces using 5%, 10%, fine bran, 1% urea and 1% sugar as an ingredient additive. Variable is observed organic matter content, crude protein, crude fat and crude fibber. The results showed that the treatment effect was significantly different (p>0.01) to the decline of Organic Matter, Crude Fat, Crude Fibber and Crude Protein content and an increase in fermentation waste vegetable farming. The results of this study concluded that the fermentation of waste vegetable garden with cow feces can improve the nutritional value of feed from waste vegetable farming.
Pengaruh Penggunaan Beberapa Macam Feses Ternak Pada Lahan Bera Terhadap Kualitas Fraksi Serat (NDF, ADF, Selulosa, Hemiselulosa dan Lignin) Rumput Lapangan nofrizal nofrizal; syafrizal syafrizal; sri mulyani
Jurnal Embrio Vol 11 No 01 (2019): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.123 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v11i01.428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fraksi serat (NDF, ADF, Selulosa, Hemiselulosadan Lignin)rumput lapanganpada lahan bera yang menggunakan beberapa macam feses ternak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan May sampai bulan Agustus 2016 di Korong Kp. Jawi-jawi Nagari Balai Baiak Malai III Koto Kecamatan IV Koto Aur Malintang Kabupaten Padang Pariaman dan Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan A tanpa menggunakan feses ternak sebagai kontrol, perlakuan B menggunakan feses kerbau, perlakuan C menggunakan feses sapi, perlakuan D menggunakan feses domba dan perakuan E menggunakan feses kambing. Kualitas fraksi serat (ADF, NDF, Selulosa, Hemiselulosa dan Lignin) diukur dengan analisa Van Soest. Data yang diperoleh diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian didapatkualitas fraksi serat (NDF, ADF, Selulosa, Hemiselulosa dan Lignin)rumput lapangan pada lahan bera yang menggunakan beberapa macam feses ternak adalah 58,53%-62,64% NDF, 35,23%-40,06% ADF, 29,97%-31,16% Selulosa, 22,58%-23,30% Hemiselulosa dan 3,63%-4,21% Lignin. Hasil uji lanjut DMRT menunjukkan penggunaan beberapa macam feses ternak berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan penurunan 7,64% NDF, 14,55% ADF, 28,07% Lignin, dan peningkatan 6,78% Selulosa, 5,23% Hemiselulosa rumput lapangan pada lahan bera yang menggunakan feses kambing. Saran perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap kecernaan fraksi serat (NDF, ADF, Selulosa, Hemiselulosa dan Lignin) secara in vitro.
PENERAPAN ASPEK TEKNIS USAHA SAPI POTONG DI KECAMATAN KINALI KABUPATEN PASAMAN BARAT ferry lismanto
Jurnal Embrio Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.205 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v13i1.696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan aspek teknis usaha sapi potong di Kinali, Pasaman Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei/kuisioner. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 164 peternak. Adapun variabel yang diamati yaitu karakteristik peternak dan aspek teknik pemeliharaan sapi potong. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh yaitu: peternak di Kinali, Pasaman Barat memiliki usia produktif (96,95%). Sebagian besar tingkat pendidikan peternak berpendidikan SD (39,63%). Hal ini menandakan masih rendahnya pendidikan peternak di Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Jumlah kepemilikan ternak 1-5 ekor (87,80%), kepemilikan ternak 6-10 ekor (11,58%), dan kepemilikan ternak >10 ekor (0,60%). Pengalaman peternak tertinggi berada pada rentang waktu 6-10 tahun yaitu 68 orang (41,46%). Dimana sebagian besar pekerjaan utama dari responden adalah petani 49,39%. Selanjutnya perolehan aspek teknis bibit sebesar 59,40%, aspek pakan 57,67%, perkandangan 68,39% dan pengetahuan penyakit & kesehatan 43,15%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aspek teknis pemeliharaan sapi potong di Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat dikategorikan kurang dengan perolehan skor hanya 55,20%.
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN DAN ANTIBIOTIK PASCA PARTUM TERHADAP ANGKA S/C PADA SAPI PERAH DI KOTA PADANG PANJANG Roni Novrizal; devi dianti; syafrizal syafrizal
Jurnal Embrio Vol 10 No 2 (2018): jurnal embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.731 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v10i2.372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian vitamin dan antibiotik pasca partum terhadap angka S/C pada sapi perah di kota Padang Panjang. Penelitian ini dilaksanakan dikelompok peternak sapi perah di kota Padang Panjang selama 6 bulan dari bulan Mai sampai dengan Oktober 2017. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan 24 ekor sapi Peranakan Friesian Holstein (PFH). Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. P1(Tanpa perlakuan), P2 (Pemberian Vitamin ADE), P3 (Pemberian Antibiotik), P4 (Pemberian Vitamin + Antibiotik). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata S/C P1 (3,67), P2 (2,50), P3 (2,67), dan P4 (1,33). Sedangkan rata-rata birahi kembali setelah melahirkan P1 (24,17), P2 (21,00), P3 (20,50) dan P4 (19,17). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan (P1, P2, P3 dan P4) berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap angka S/C dan birahi kembali setelah melahirkan.
Kontribusi Usaha Ternak Sapi Terhadap Pendapatan Anggota Kelompok Tani Suka Mulia pada Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Fitrini Fitrini
Jurnal Embrio Vol 5 No 02 (2012): Jurnal embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.589 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v5i02.135

Abstract

The aims of study is to determine the income of beef cattle’s farm enterprises and the contribution of beef cattle’s farm enterprises to members’ income of Suka Mulia farmer group in palm oil plantations. The research was conducted in the Bukit Harapan village, Merlung Sub District, from 10 November to December 2011 with a survey method. Respondents of this study are all members of Suka Mulia farmer groups. The data collected is primary data which is obtained from questionnaires and secondary data which is taken from related government institution. Data analysis was using qualitative and quantitative descriptive analysis. The results showed that the average of income of beef cattle’s farm enterprises is Rp 2.409.801/farmer/year and its contribution to group member’s income is 4.36%. This shows that the beef cattle’s farm enterprises is still a side job, however the writers recommends that beef cattle’s farm enterprises should be developed because of the integration system between beef cattle and palm oil plantations be profitable for farmers.
GAMBARAN DAN STRUKTUR POPULASI TERNAK KERBAU PADA PETERNAKAN RAKYAT DI SIJUNJUNG, SUMATERA BARAT ferry lismanto; Mangku Mundana; Fauzani Hurriya Revar
Jurnal Embrio Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.307 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v12i2.616

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan struktur populasi ternak kerbau di daerah Sijunjung, Sumatera Barat. Penelitian ini dilaksanakan Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Sedangkan teknik pengampilan sampel adalah simple random sampling. Selanjutnya teknik penetapan sampel menggunakan snowball sampling. Responden yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 145 responden. Variabel yang diamati adalah karakteristik peternak, gambaran dan struktur populasi kerbau. Data dianalisis secara deskriptif.Perolehan hasil penelitian yaitu jumlah kerbau jantan pada umur 0-1 tahun ;>1-2,5 tahun; jantan dewasa ≥ 3,5 tahun yakni sebesar 73 ekor (6,2%); 123 ekor (10,4%) dan 116 ekor (9,9%). Namun jumlah kerbau betina berumur 0-1 tahun; >1-2,5 tahun; betina dewasa ≥ 3,5 tahun yakni sebesar 73 ekor (6,2%); 2015 ekor (17,5%) dan 585 ekor (49,7%). Sedangkan imbangan/rasio jantan dan betina sebesar 1:6. Sedangkan tingkat iput kerbau sebesar 179 ekor(15,1%), sedangkan output kerbau sebesar 166 wkor (14,1%). Dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa populasi kerbau terbanyak di daerah Sijunjung adalah kerbau betina sebanyak 73,4% dengan angka kelahiran sebesar 14,6% dan namun tingkat kematian lebih tinggi sebesar 15,1% yang terdapat pada gudel. Tingginya tingkat kematian gudel dibandingkan kelahiran menyebabkan rendahnya perkembangan populasi kerbau di daerah Sijunjung.

Page 8 of 13 | Total Record : 121