cover
Contact Name
Muh. Sudirman
Contact Email
ashshahabah2015@gmail.com
Phone
+6281355035326
Journal Mail Official
ashshahabah2015@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM) Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 9 No. 29 Telp. 0411-589 063 Fax. 0411-589 063
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
ISSN : 2460688X     EISSN : 26568292     DOI : -
Jurnal Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universita Islam Makassar (UIM) dengan fokus dan ruang lingkup kajian Ilmu Pendidikan, Pendidikan Islam, Manajemen Pendidikan, Media Pembelajaran, Pemikiran Islam, Hukum Islam dan Sejarah dan Peradaban Islam.
Articles 244 Documents
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN PROGRAM HAFALAN AL-QUR’AN DI SMP IT AL BINA MASOHI Ani Rehan Sopaheluwakan; Sutia Sutia
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v12i1.2134

Abstract

Kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam mengelola dan mengembangkan program hafalan Al-Qur’an di sekolah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan kemampuan peserta didik dalam menghafal Al-Qur’an di SMP IT Al Bina Masohi, baik dari segi kelancaran hafalan maupun kemampuan membaca dan ketepatan makharijul huruf. Sebagian siswa mampu menghafal beberapa juz Al-Qur’an dengan baik, sementara sebagian lainnya belum dapat mencapai target hafalan yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah, pelaksanaan program hafalan Al-Qur’an, serta metode hafalan yang diterapkan di SMP IT Al Bina Masohi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah dan dua guru pembina tahfidz. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sangat penting dalam pengelolaan program hafalan Al-Qur’an, yaitu sebagai pendidik, pelaksana program, motivator, dan supervisor. Program hafalan Al-Qur’an di SMP IT Al Bina Masohi telah berjalan dengan baik melalui perencanaan yang terstruktur, pelaksanaan kelas tahfidz yang terjadwal, serta dukungan guru yang memiliki kompetensi membaca dan menghafal Al-Qur’an. Metode hafalan yang digunakan bervariasi, meliputi metode setor, taqrir (pengulangan) dengan muraja’ah, wahdah, tes, dan metode juz, yang disesuaikan dengan tingkat kelas dan kemampuan siswa. Variasi metode ini mendukung pencapaian visi dan misi sekolah dalam meningkatkan keberhasilan program hafalan Al-Qur’an.
Pluralisme Hukum Waris Indonesia: Ketegangan Antara Adat, Islam, Dan Hukum Perdata Muh. Sudirman; Andi Herawati
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v12i1.2150

Abstract

Penelitian ini membahas pluralisme hukum waris di Indonesia yang ditandai oleh keberlakuan hukum waris Islam, hukum waris adat, dan hukum waris perdata (KUHPerdata/BW) dalam satu sistem hukum nasional. Kondisi tersebut melahirkan ketegangan norma dan praktik, terutama pada perbedaan konsep keadilan, legitimasi sosial, prosedur administratif, serta kewenangan lembaga peradilan dalam penyelesaian sengketa waris. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, komparatif, dan kasus melalui analisis literatur serta putusan pengadilan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pluralisme hukum waris mendorong masyarakat memilih sistem hukum berdasarkan kebutuhan sosial dan kepentingan praktis, sehingga memunculkan ketidakpastian hukum, potensi konflik keluarga yang berkepanjangan, serta praktik pemilihan forum (forum shopping) antara Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi melalui penguatan regulasi dan standardisasi prosedur, peningkatan literasi hukum waris, penguatan mediasi, serta penegasan batas kewenangan peradilan agar tercapai kepastian hukum dan keadilan sosial dalam pembagian warisan.
HAK ASASI MANUSIA DALAM PERSPEKTIF ISLAM: KEBEBASAN BERAGAMA, PERLINDUNGAN MINORITAS, DAN KESETARAAN GENDER DALAM BINGKAI HUKUM ISLAM Ahmad Fauzi Sudirman; Nurlina Nurlina; Andi Ilham Maulana Ahmad
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v12i1.2156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Hak Asasi Manusia (HAM) dalam perspektif Islam dengan fokus pada kebebasan beragama, perlindungan minoritas, dan kesetaraan gender dalam bingkai hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif, melalui kajian terhadap Al-Qur’an, Hadis, maqāṣid al-syarī‘ah, serta literatur ilmiah klasik dan kontemporer yang relevan. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara deskriptif-analitis untuk memahami kesesuaian prinsip-prinsip hukum Islam dengan nilai-nilai HAM kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam telah memiliki sistem perlindungan HAM yang komprehensif sejak awal kemunculannya, yang berlandaskan pada prinsip martabat manusia (karāmah al-insān), keadilan (‘adl), dan persamaan (musāwah). Kebebasan beragama ditegaskan melalui larangan pemaksaan keyakinan, hak minoritas dijamin melalui konsep ahl al-dzimmah dan praktik historis Islam, sementara kesetaraan gender diwujudkan melalui perlindungan hak-hak perempuan dalam aspek spiritual, sosial, dan hukum. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah sebagai kerangka reinterpretasi HAM dalam Islam yang responsif terhadap tantangan modern, sekaligus menegaskan bahwa prinsip HAM universal memiliki keselarasan substansial dengan nilai-nilai hukum Islam.
PERNIKAHAN SIRI’ DAN KERENTANAN HAK PEREMPUAN: Analisis Maqashid Syariah Terhadap Perlindungan Perempuan Muh. Haras Rasyid; Ahmad Badwi
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v12i1.2158

Abstract

Pernikahan siri merupakan fenomena sosial-keagamaan yang masih bertahan dalam masyarakat Muslim Indonesia. Praktik ini sering dianggap sah secara agama karena terpenuhinya rukun dan syarat nikah, tetapi tidak memiliki kekuatan administratif karena tidak dicatatkan pada lembaga negara. Akibatnya, perempuan dalam pernikahan siri berada pada posisi rentan dalam pemenuhan nafkah, perlindungan hukum, akses terhadap hak ekonomi, serta perlindungan martabat dan status sosial. Artikel ini bertujuan menganalisis kerentanan hak perempuan dalam pernikahan siri melalui perspektif maqashid syariah, khususnya pada aspek perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs), harta (ḥifẓ al-māl), keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan kehormatan (ḥifẓ al-‘irdh). Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan pendekatan konseptual dan maqashid syariah, menggunakan studi kepustakaan terhadap literatur fiqh, karya maqashid (al-Syatibi dan Ibn ‘Ashur), serta regulasi perkawinan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan siri cenderung melahirkan mafsadah yang bertentangan dengan tujuan syariah karena memperlemah perlindungan perempuan secara struktural. Penelitian ini merekomendasikan pencatatan perkawinan sebagai instrumen maslahat yang sejalan dengan maqashid syariah, serta penguatan literasi hukum keluarga Islam dan akses pemulihan melalui mekanisme isbat nikah.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2026): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2025): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2025): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2024): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 1 (2024): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 9 No. 2 (2023): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2023): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2022): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2022): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 7 No. 2 (2021): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 7 No. 1 (2021): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 6 No. 2 (2020): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 6 No. 1 (2020): Adh-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 5 No. 2 (2019): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 5 No. 1 (2019): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 4 No. 2 (2018): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 4 No. 1 (2018): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2017): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2017): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 1 No. 2 (2015): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam More Issue