cover
Contact Name
Muh. Sudirman
Contact Email
ashshahabah2015@gmail.com
Phone
+6281355035326
Journal Mail Official
ashshahabah2015@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM) Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 9 No. 29 Telp. 0411-589 063 Fax. 0411-589 063
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
ISSN : 2460688X     EISSN : 26568292     DOI : -
Jurnal Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universita Islam Makassar (UIM) dengan fokus dan ruang lingkup kajian Ilmu Pendidikan, Pendidikan Islam, Manajemen Pendidikan, Media Pembelajaran, Pemikiran Islam, Hukum Islam dan Sejarah dan Peradaban Islam.
Articles 244 Documents
PENDIDIKAN ISLAM: KONSEP, IMPLEMENTASI, DAN TANTANGAN DI ERA MODERN Andi Abdul Hamzah
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2025): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v11i2.1862

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep, implementasi, dan tantangan pendidikan Islam di era modern. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep dasar pendidikan Islam, menganalisis implementasinya di berbagai tingkat pendidikan, dan menggali tantangan yang dihadapi serta strategi untuk mengatasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki konsep yang komprehensif dan holistik, berlandaskan tauhid dan bertujuan untuk membentuk insan kamil. Implementasi pendidikan Islam menunjukkan keragaman model dan pendekatan, mulai dari sekolah Islam terpadu, madrasah, pesantren, hingga perguruan tinggi Islam. Tantangan yang dihadapi pendidikan Islam di era modern meliputi globalisasi, dikotomi keilmuan, kualitas dan relevansi, revolusi industri 4.0, serta ekstremisme dan radikalisme. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan rekonstruksi epistemologi pendidikan Islam, reformasi kurikulum dan metodologi, penguatan kapasitas pendidik, pengembangan literasi digital Islami, serta penguatan jaringan dan kolaborasi. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya pengembangan paradigma pendidikan Islam yang integratif, penguatan literasi digital dan keterampilan abad 21, pengembangan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam, penguatan riset dan inovasi, serta pengembangan jaringan dan kolaborasi global.
ASPEK SOSIOLOGIS DALAM PENGEMBANGAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA Amiruddin Aminullah; Muh. Sudirman
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2025): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v11i2.1885

Abstract

Pengembangan hukum Islam khususnya di Indonesia, tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial dan budaya masyarakat. Aspek sosiologis memainkan peran penting dalam memahami bagaimana hukum Islam diterapkan dan diterima dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek sosiologis dalam pengembangan hukum Islam di Indonesia, termasuk pengaruh struktur sosial, nilai-nilai budaya dan dinamika masyarakat terhadap penafsiran dan penerapan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek sosiologi memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan hukum Islam dan dapat membantu meningkatkan pemahaman tetang bagaimana hukum Islam dapat diterapkan daalam konteks masyarakat yang beragam. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan hukum Islam yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan masyarakat
KONDISI SOSIO-HISTORIS JAZIRAH ARAB PRA-ISLAM: Sebuah Analisis Komprehensif Menjelang Turunnya Al-Qur'an Aguspian; Andi Miswar; Sohrah Sohrah
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2025): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v11i2.1900

Abstract

This article presents a comprehensive socio-historical analysis of the Arabian Peninsula before the advent of Islam and the revelation of the Qur'an in the 630s CE. Based on a synthesis of archaeological evidence, ancient external records, and early Islamic historical texts, this research aims to delineate the complex and diverse social, economic, political, and religious landscape of the Arabian Peninsula. In contrast to simplified narratives that often portray this period as a monolithic "Age of Ignorance," this analysis highlights sophisticated tribal structures, dynamic economic activities including long-distance trade and established financial practices, political fragmentation marked by inter-tribal conflicts, and a broad spectrum of religious beliefs ranging from polytheism to evolving monotheism. By shedding light on regional variations in key centers such as Mecca, Medina (Yathrib), Hijaz, and Yemen, this report demonstrates how these multifaceted conditions collectively set the stage for the profound transformation brought about by Islam. Keywords: Socio-Historical, Social Structure, Economy, Politics, Religion, Culture
KONSEP AL-DÎN DALAM AL-QUR’AN: Kajian Tematik terhadap Makna, Konteks, dan Implikasinya Idah Suaidah
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2025): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v11i2.1902

Abstract

Al-Din dalam al-Qur'an merupakan sebuah konsep yang fundamental dan komprehensif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam hakikat al-din berdasarkan perspektif al-Qur'an dengan membedah tiga pilar utama, yakni konsep, fungsi, dan kedudukannya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode tafsir tematik (tafsīr mawḍū‘ī), penelitian ini menganalisis dan mensintesiskan ayat-ayat kunci yang berkaitan dengan term al-din. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep al-din dalam al-Qur'an bersifat holistik melampaui sekadar teologi dan ritual. Al-Din yang dimaksud adalah agama Islam yang biasa juga disebut dengan nama dīnullāh, dīnulhaq, dīnulqayyim. Selanjutnya, fungsi al-din yakni sebagai pembimbing, (litukhrija al-nās min al-zulumāt ilā al-nūr), sebagai petunjuk, (lā raeba fīhi hudan li al-Muttaqin) yang bertujuan untuk memberi keselamatan, kesejahteraan, dan kedamaian yang abadi kepada penganutnya, sehingga hidupnya menjadi tenteram (al-amn), baik di dunia maupun di akhirat kelak. Adapun kedudukan al-din dalam al-Qur'an yakni din al-Islam merupakan satu-satunya agama di sisi Allah swt. (QS. Ali ‘Imrān/3: 19, 85). Sementara agama selainnya terutama dalam aspek monoteisme telah mengalami distrorsi yang sangat signifikan (QS al-Māidah/5: 13-16 dan QS al-Tawbah/9: 30.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ISTRI YANG DINIKAHI SECARA SIRI (Studi pada Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep) Citra Ramadani; Mustaring Mustaring; Nurharsya Khaer Hanafie
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2025): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bentuk dan efektivitas perlindungan hukum terhadap istri yang dinikahi secara siri, dengan fokus studi kasus di Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep. Pernikahan siri adalah pernikahan yang dilakukan secara sah menurut agama tetapi tidak dicatatkan secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA), sehingga tidak memiliki kekuatan hukum administratif. Kondisi ini menyebabkan istri dalam pernikahan siri berada dalam posisi yang rentan, terutama dalam memperoleh hak-haknya seperti nafkah, warisan, pengakuan anak, dan perlindungan dari kekerasan rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Kepala KUA, Staf KUA, Tokoh agama, dan Istri yang berada dalam pernikahan siri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap istri siri masih sangat terbatas. Kendala utama berasal dari tidak adanya akta nikah, kurangnya pengetahuan hukum masyarakat, serta belum maksimalnya peran lembaga formal dan tokoh agama dalam mendorong pencatatan nikah dan sosialisasi terkait isbat nikah. Meskipun terdapat upaya-upaya seperti pengajuan sidang isbat nikah, proses tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi hukum yang massif terkait pentingnya pencatatan pernikahan dan terkait isbat nikah, sosialisasi pemberdayaan perempuan agar sebagai istri dapat lebih memahami hak-haknya, serta kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan lembaga hukum untuk memberikan perlindungan yang lebih menyeluruh.
PERAN KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI KELURAHAN KARUNRUNG, KECAMATAN RAPPOCCINI, KOTA MAKASSAR Risda Susantri; Andi Aco Agus; Imam Suyitno
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2025): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v11i2.1926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tanggung jawab orang tua dalam pembentukan karakter anak. (1) kendala yang dihadapi orang tua dalam pembentukan karakter anak di Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappoccini, Kota Makassar. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara langsung dengan orang tua serta dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis data secara deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Orang tua memiliki peran sentral dalam pembentukan karakter anak sejak usia dini. Pemahaman orang tua mengenai pentingnya nilai moral seperti kejujuran, sopan santun, rasa hormat, tanggung jawab, dan kepedulian tercermin dalam pola asuh yang mereka terapkan. Strategi yang digunakan umumnya bersifat edukatif, positif, dan berbasis pengalaman, seperti pemberian pujian, komunikasi terbuka, serta pelibatan anak dalam kegiatan sehari-hari dan pengambilan keputusan. Strategi ini sejalan dengan konsep karakter menurut Lickona, yang menekankan pentingnya moral knowing, moral feeling, dan moral action. (2) Pembentukan karakter anak tidak terlepas dari berbagai kendala yang dihadapi oleh orang tua. Kendala internal meliputi kurangnya kesabaran, emosi yang tidak stabil, keterbatasan waktu, rasa tidak percaya diri, dan minimnya wawasan tentang pola asuh yang tepat. Sementara itu, kendala eksternal datang dari lingkungan sekitar anak, seperti pengaruh negatif teman sebaya, konten media sosial, dan pergaulan bebas. Faktor-faktor ini dapat melemahkan fungsi keluarga sebagai kontrol sosial dan lingkungan pembentukan karakter.
INTERNALISASI NILAI MORAL DALAM KELUARGA SEBAGAI BASIS PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK Muhammad Fauzan Supardin; Muh. Sudirman; Imam Suyitno
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v12i1.1893

Abstract

Abstract: The formation of children's morals within the family environment is a crucial process involving the inculcation of noble values, ethics, and good behavior from an early age. The family serves as the primary foundation in developing a child's character and personality, establishing a moral basis that will guide them in social life. This study aims to analyze and describe how children's morals are formed within the family environment in Kareloe Village, Bontoramba District, Jeneponto Regency. This research employed a qualitative approach with a descriptive research type. The research location was Kareloe Village, Bontoramba District, Jeneponto Regency. The research subjects were families in Kareloe Village selected through purposive sampling. Data collection techniques used were observation, in-depth interviews, and documentation. The collected data were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing.  Based on the research findings, it was discovered that the formation of children's morals in Kareloe Village is carried out through various methods, including: (1) examples from parents and other family members, (2) religious education and religious values, (3) habituation of good and polite behavior, (4) giving advice and reprimands, and (5) involving children in social and religious activities in the community. Nevertheless, challenges in children's moral formation were still found, such as the negative influence of social media and peer environment. The results of this study indicate that the family's role is highly dominant in the formation of children's morals in Kareloe Village. Cooperation among parents, the community, and educational institutions is expected to further strengthen the formation of children's morals to become individuals with good character and morality.
KEBEBASAN BERAGAMA DAN ETIKA BERPAKAIAN DI TEMPAT KERJA (Analisis Asas Kebebasan dan Tanggung Jawab Menurut Hukum Islam) Dr. Mustaring Mustaring; Zahra Salsabilla; Firdausyah Ramadani
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v12i1.2127

Abstract

Penelitian ini mengkaji isu kebebasan beragama dan etika berpakaian (dress code) di tempat kerja dengan menitikberatkan pada asas kebebasan dan tanggung jawab dalam hukum Islam. Konflik muncul ketika kebijakan institusi yang menuntut profesionalitas berbenturan dengan ekspresi keagamaan pekerja melalui simbol berpakaian, khususnya hijab. Penelitian ini bertujuan menganalisis batas kebebasan beragama di ruang kerja serta merumuskan solusi normatif berdasarkan prinsip hurriyyah (kebebasan) dan mas’uliyyah (tanggung jawab). Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan hukum Islam, melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatasan simbol agama melalui dress code sering kali tidak netral dan berpotensi diskriminatif, sehingga harus diuji dengan prinsip proporsionalitas dan non-diskriminasi. Dalam perspektif Islam, kebebasan beragama diakui namun dibatasi oleh tanggung jawab sosial dan kemaslahatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan berpakaian yang ideal adalah kebijakan yang inklusif, proporsional, serta berbasis dialog untuk menjaga profesionalitas tanpa meniadakan hak keberagamaan pekerja.
PERAN QIYAS DALAM DINAMIKA PENGEMBANGAN FIQIH DI ERA MODERN Amir Aminullah
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v12i1.2128

Abstract

Artikel ini mengkaji Peran Qiyas dalam Dinamika Pengembangan Fiqih di Era Modern dengan menyoroti relevansi dan urgensi qiyas sebagai instrumen ijtihad dalam menghadapi kompleksitas persoalan kontemporer. Qiyas, sebagai metode analogi hukum dalam tradisi ushul fikih, sejak masa klasik berfungsi untuk memperluas cakupan hukum syariat terhadap kasus-kasus baru yang tidak memiliki ketentuan eksplisit dalam nash. Di era modern, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, bioetika, dan sosial politik melahirkan problem-problem baru yang menuntut respons hukum yang adaptif dan tetap berakar pada prinsip maqāṣid al-syarī‘ah. Melalui pendekatan analitis dan normatif, artikel ini menegaskan bahwa qiyas memiliki posisi strategis dalam pembaruan hukum Islam, terutama dalam mengisi ruang-ruang ijtihad pada isu-isu seperti fintech, rekayasa genetika, kedokteran modern, transaksi digital, dan tata kelola publik. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan qiyas secara metodologis harus dilakukan melalui analisis ‘illah yang akurat, serta pemahaman mendalam terhadap konteks sosial. Dengan demikian, qiyas bukan sekedar metode analogi tradisional, tetapi sebuah mekanisme epistemologis yang dinamis dalam menjembatani ketentuan syariat dengan realitas kontemporer.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KESISWAAN DALAM JALUR PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU DI SMA NEGERI 25 MALUKU TENGAH Muhammad Ali Holle; Suryati Sanaky; Irayani Saimima; Sitna Rahel Toisuta
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v12i1.2133

Abstract

Penerimaan peserta didik baru merupakan kebutuhan sekolah yang dilaksanakan pada setiap awal tahun ajaran. Sesuai dengan regulasi dan kebijakan pemerintah, penerimaan peserta didik baru dilakukan melalui empat jalur, yaitu jalur domisili sebesar 30%, jalur prestasi sebesar 30%, jalur afirmasi sebesar 30%, dan jalur mutasi sebesar 5%. Pelaksanaan penerimaan melalui jalur-jalur tersebut memerlukan manajemen kesiswaan yang efektif dan efisien agar proses penerimaan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, dalam penelitian ini peneliti meninjau aspek manajemen sekolah dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru melalui keempat jalur tersebut, sehingga dapat terlaksana secara baik, tertib, dan sesuai regulasi yang berlaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi secara mendalam mengenai manajemen penerimaan peserta didik baru yang meliputi jalur Domisili, Afirmasi, Prestasi, dan Mutasi di SMA Negeri 25 Maluku Tengah. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, Kepala Urusan Humas, Kepala Urusan Kesiswaan, serta operator sekolah. Para subjek tersebut dipilih karena memiliki peran strategis dalam pengelolaan manajemen sekolah, khususnya dalam pengambilan keputusan terkait penerimaan peserta didik baru. Pada Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Implementasi Manajemen Siswa Baru yang dilakukan oleh SMA Negeri 25 Maluku Tengah telah dilakukan secara professional oleh berbagai pihak termasuk Kepala Sekolah, Kaur Kesiswaan, Kaur Humas dan Opertator sekolah. Semua komponen melakukan tugasnya sesuai rencana kerja dalam persiapan penerimaan siswa baru. 2) Jalur Penerimaan Siswa Baru di SMA Negeri 25 Maluku Tengah dilakukan melalui empat jaluar sesuai ketentuan yang berlaku yakni Jaluar Domisili, Afirmasi Jaluar Prestasi, dan Jaluar Prestasi. Jalur tersebut masih memenuhi standar persyaratan presentase sesuai Permendikbud Nomor 3 tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid baru.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2026): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2025): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2025): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2024): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 1 (2024): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 9 No. 2 (2023): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2023): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2022): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2022): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 7 No. 2 (2021): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 7 No. 1 (2021): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 6 No. 2 (2020): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 6 No. 1 (2020): Adh-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 5 No. 2 (2019): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 5 No. 1 (2019): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 4 No. 2 (2018): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 4 No. 1 (2018): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2017): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2017): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 1 No. 2 (2015): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam More Issue