cover
Contact Name
Diah Ika Putri
Contact Email
jurnallifescience@gmail.com
Phone
+628112118750
Journal Mail Official
jurnallifescience@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pahlawan No.32, RW.01, Sukagalih, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Life Science
ISSN : 2655688X     EISSN : 29644704     DOI : -
Jurnal Life Science (JLS) adalah jurnal yang menerbitkan dan mempromosikan penelitian pendidikan sains ilmiah. Jurnal ini mengkaji pendidikan dasar, menengah, tinggi, dan informal yang berkaitan dengan pendidikan sains. Dalam menerbitkan artikel ilmiah, JLS mencari artikulasi prinsip dan praktik yang digunakan oleh para peneliti untuk membuat klaim yang valid tentang dunia dan kritik mereka terhadap pendidikan sains. Penelitian dapat mengambil banyak bentuk, metode kuantitatif, kualitatif dan mixed method. JLS tertarik untuk menghasilkan penelitian yang valid dan dapat dipercaya yang mengambil berbagai bentuk dan mencakup kemampuan baru yang ada, terutama seputar teknologi. Praktik inovatif dan bagaimana hal ini berhubungan dengan pendidikan sains. Karya ilmiah yang menarik yang diterbitkan dalam JLS perlu mencerminkan keragaman. Selain itu, karya tersebut juga harus mencakup keragaman bentuk. Beberapa kajian dalam jurnal ini meliputi: kajian kurikulum pendidikan sains, penerapan dan pengembangan model pembelajaran, pengintegrasian teknologi kedalam pembelajaran sains, dan temuan biologi murni.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2023)" : 5 Documents clear
Pengaruh Media Berbasis Limbah Organik terhadap Pertumbuhan Maggot (Hermetia illucens) Gina Ayu Hanifah Amini; Asep Rohayat
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jls.v5i1.2677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media berbasis limbah organik terhadap pertumbuhan maggot (Hermetia illucens) serta untuk mengetahui media yang paling optimal terhadap pertumbuhan maggot (Hermetia illucens). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan untuk setiap perlakuannya. Media yang digunakan pada penelitian ini diantaranya limbah pisang, limbah sawi putih, limbah ampas kelapa dan limbah ampas tahu. Pemeliharaan dilakukan selama 18 hari kemudian diamati pertumbuhannya. Parameter yang diukur pada penelitian ini adalah berat dan panjang maggot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang terbaik adalah perlakuan limbah ampas tahu dengan nilai rata – rata berat maggot 98.85 gram dan panjang maggot 1.703 cm. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media limbah ampas tahu memiliki potensi untuk digunakan sebagai media pertumbuhan maggot.Kata Kunci: Maggot, Pertumbuhan, Limbah Pisang, Limbah Sawi Putih, Limbah Ampas Kelapa, Limbah Ampas Tahu
Pengaruh Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Bonita yunpayani; Leni Sri Mulyani
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jls.v5i1.2680

Abstract

Jahe merah memiliki kandungan minyak atsiri dan oleoresin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan manakah konsentrasi ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) yang paling efektif terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 6 perlakuan. Penelitian ini menggunakan 24 sampel dengan uji  hipotesis yang digunakan yaitu Uji Kruskal-wallis dan Uji Schefee. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah diameter zona hambat. Hasil penelitian ini menunjukan jika ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Konsentrasi ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) yang paling efektif terhadapat daya hambat bakteri staphylococcus aureus adalah 100% dengan daya hambat rata-rata 24mm. Kata Kunci: Ekstrak jahe, jahe merah, daya hambat, Staphylococcus aureus
Perbandingan Hasil Belajar yang Menggunakan Model Pembelajaran Crossword Puzzle Dengan Word Square Pada Materi Ekosistem Siswa Kelas X Shalma Nurrul Khotimah; Sri Mulyaningsih; Siti Nurkamilah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jls.v5i1.2608

Abstract

Akar masalah pada penelitian ini yaitu salah satunya belajar siswa yang belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) sehingga dapat mempengaruhi pada hasil belajar siswa. Kondisi belajar siswa di MAN 1 Garut dapat dikatakan efektif tetapi alangkah lebih baiknya menggunakan model pembelajaran yang lebih bervariatif sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang memuaskan/sesuai dengan harapan. Faktor penyebab timbulnya akar masalah dibagi menjadi dua, yaitu Faktor Internal dan Faktor eksternal. Faktor Internal yaitu terdapat beberapa siswa yang kurang fokus pada saat diberikan materi pelajaran Biologi dikarenakan kurang bervariatifnya model pembelajaran yang digunakan sehingga membuat siswa mejadi bosan maka dengan hal ini dapat berpengaruh besar terhadap hasil belajar siswa, sedangkan untuk Faktor Eksternal yaitu salah satunya Lingkungan yang membuat siswa kurang termotivasi dalam mempelajari materi yang sebelumnya sudah diberikan oleh guru. Berdasarkan hasil observasi tersebut diperlukan salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan cara menggunakan pembaharuan model pembelajaran yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar berlangsung diantaranya menggunakan model pembelajaran Crossword Puzzle dengan model pembelajaran Word Square. Kata kunci: Crossword Puzzle, Word Square dan Hasil Belajar
Perbandingan Kemampuan Koagulasi Empat Macam Biji Polong-Polongan (Famili Fabaceae) Wida Silfia; Lida Amalia; Chevi Ardiana
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jls.v5i1.2694

Abstract

Banyak sumber air yang tingkat kekeruhannya melebihi standar baku mutu yang telah ditetapkan, sehingga memerlukan usaha penjernihan. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan cara koagulasi menggunakan koagulan alami dari biji polong-polongan. Oleh karena itu dilakukan penelitian tentang kemampuan koagulasi empat macam biji polong-polongan, yaitu biji kelor (Moringa oleifera), biji asam jawa (Tamarindus indica L.), biji kacang babi (Vicia faba), dan biji kacang merah (Phaseolus vulgaris). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) kemampuan koagulasi dari empat macam biji polong-polongan (Famili Fabaceae), 2) perbedaan kemampuan koagulasi dari empat macam biji polong-polongan (Famili Fabaceae), dan 3) kemampuan koagulasi yang lebih efektif dan efisien dari empat macam biji polong-polongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  adalah metode eksperimen dengan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan melakukan pengukuran terhadap kadar kekeruhan, DO, pH, suhu, dan waktu penggumpalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan koagulasi dari empat macam biji polong-polongan (Famili Fabaceae). Biji kacang babi tidak mempunyai kemampuan koagulasi dalam proses menjernihkan air. Biji kelor mempunyai kemampuan paling efektif dan efisien dalam proses penjernihan air dengan rata-rata penurunan kekeruhan sebesar 90,75%, penambahan oksigen terlarut 16,47, suhu , pH 6,06 dan waktu penggumpalan selama 106 menit. Kata Kunci: Famili Fabaceae; Kekeruhan; Koagulas
Analisis Miskonsepsi Siswa Pada Sub Konsep Sistem Sirkulasi Dengan Menggunakan Instrumen Four-Tier Diagnostic Test Alda Nurfadillah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jls.v5i1.2466

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan profil miskonsepsi siswa pada sub konsep sistem sirkulasi dengan menggunakan instrumen four-tier diagnostic test. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa yang dipilih secara purposive sampling dari siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 26 Garut tahun ajaran 2019/2020. Metode pengambilan data berupa tes dan non tes, tes dalam penelitian ini yaitu tes tulis four-tier diagnostic test yang dikembangkan oleh Qisthi Fariyani, dk., sedangkan teknik non tes berupa dokumentasi, wawancara, dan angket. Four-tier diagnostic test adalah tes yang terdiri atas 4 tingkatan, yaitu soal dengan pilihan jawaban, pilihan tingkat keyakinan jawaban, pilihan alasan dan pilihan tingkat keyakinan alasan. Hasil interpretasi four-tier diagnostic test menunjukkan terdapat 25 profil miskonsepsi siswa ditemukan pada materi Sistem Sirkulasi, persentase siswa yang mengalami miskonsepsi pada konsep sistem sirkulasi sebesar 68,06% dengan kategori tinggi. Sub materi apa yang persentase miskonsepsinya terbesar pada materi sistem sirkulasi dengan menggunakan instrumen four-tier diagnostic test ditemukan pada sub konsep sistem limfa sebesar 75%. Faktor-faktor yang menyebabkan miskonsepsi yaitu pemikiran asosiatif, instuisi siswa yang salah, buku teks, pemahaman siswa dari guru, dan internet. Kata Kunci: Four-Tier Diagnostic Test, Miskonsepsi, Sistem Sirkulasi

Page 1 of 1 | Total Record : 5