Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) | ISSN (e): 2963-8690 merupakan jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel bidang psikologi dan kesehatan. Jurnal ini terbit setiap tiga bulanan, yakni bulan Januari, April, Juli, dan Oktober. Adapun cakupan dari jurnal ini antara lain: Bidang Psikologi: Psikologi Pendidikan, Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, dan Psikologi Sosial. Bidang Kesehatan: Ilmu kedokteran, ilmu keperawatan, ilmu kebidanan, farmasi, dan ilmu gizi.
Articles
92 Documents
EFEKTIVITAS TERAPI RELAKSASI NAFAS DALAM DAN AROMA TERAPI LEMON TERHADAP INTENSITAS NYERI DISMINORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI KELAS VII DAN VIII DI SMP 1 BARUNA WATI TAHUN 2022
Novitri, Ana Yulita;
Herliana, Irma;
Yuliza, Emi
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 1 No. 4 (2023): Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Publisher : Lafadz Jaya Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47353/sikontan.v1i4.768
Biological changes occur during adolescence in females, marked by menstruation. Menstruation can cause pain in the abdominal and pelvic areas known as primary dysmenorrhea. However, the pain can be relieved through various methods, including deep breathing relaxation therapy and lemon aroma therapy. Therefore, this study aims to investigate the effect of deep breathing relaxation therapy and lemon aroma therapy in relieving pain during menstruation. This study is a Quasi-experimental research using the Two Group Pretest Posttest design with a total of 88 female students from grade VII and VIII at SMP Balrunal Walti Jakarta. Data collection technique uses a questionnaire that has been tested for validity. Data analysis in this study uses univariate and bivariate analysis to obtain the correlation or influence of deep breathing relaxation therapy and lemon aroma therapy on the intensity of primary dysmenorrhea in adolescent females. The results of the study, through the Wilcoxon Signed Rank Test, obtained a p-value of 0.000 which is less than the value of α = 0.05. It can be concluded that the use of lemon aroma therapy has an effect on the intensity of primary dysmenorrhea pain in female students of grade VII and VIII at SMP 1 Barunal Wati.
PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN STRUCTURAL EMPOWERMENT TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN MILENIAL
Khoiriyah, Siti Azzahrotul;
Puspita Adiati, Rosatyani
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Publisher : Lafadz Jaya Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47353/sikontan.v2i1.852
Penelitian dilakukan untuk memprediksi loyalitas karyawan milenial melalui kepuasan kerja dan structural empowerment. Hipotesis penelitian adalah (1) kepuasan kerja berpengaruh parsial terhadap loyalitas karyawan milenial, (2) structural empowerment berpengaruh parsial terhadap loyalitas karyawan milenial, dan (3) kepuasan kerja dan structural empowerment berpengaruh simultan terhadap loyalitas karyawan milenial. Penelitian menggunakan tipe asosiatif kausal dengan pendekatan cross sectional. Metode penarikan sampel ialah accidental sampling. Jumlah subjek yaitu 116 orang karyawan milenial. Instrumen yang digunakan adalah job satisfaction scale, structural empowerment scale, dan employee loyalty scale. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menjelaskan bahwa kepuasan kerja secara parsial memiliki pengaruh terhadap loyalitas karyawan milenial dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan nilai thitung sebesar 4,530; structural empowerment memiliki pengaruh parsial terhadap loyalitas karyawan milenial sebesar 0,002 (p < 0.05) dan nilai thitung 3,158; kepuasan kerja dan structural empowerment berpengaruh secara simultan terhadap loyalitas karyawan milenial 0,000 (p < 0,05) dan nilai Fhitung 17,962 dengan kontribusi pengaruh kepuasan kerja dan structural empowerment terhadap loyalitas karyawan milenial sebesar Adjusted R Square 0,228.
PENGARUH PSYCHOLOGICAL CAPITAL TERHADAP KESIAPAN KERJA PADA MAHASISWA MAGANG MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA
Khoirun Nisa’, Aulia’
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Publisher : Lafadz Jaya Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47353/sikontan.v2i1.1119
Permasalahan yang biasa muncul saat mahasiswa sudah mencapai akhir masa perkuliahan adalah menyangkut siap atau tidaknya para mahasiswa dalam memasuki dunia kerja atau dikenal dengan istilah kesiapan kerja. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja mahasiswa diantaranya adalah faktor dari dalam diri dan faktor dari luar diri. Salah satu faktor internal adalah kondisi perkembangan psikologis individu yang positif yang disebut sebagai psychological capital. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengkaji pengaruh psychological capital terhadap kesiapan kerja pada mahasiswa magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Metode yang digunakan adalah narrative review yang merangkum berbagai hasil penelitian dan mengomparasikannya satu sama lain sehingga dapat menghasilkan interpretasi holistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing aspek psychological capital yang terdiri dari self-efficacy, harapan, optimisme, dan ketahanan diketahui berpengaruh pada kesiapan kerja mahasiswa dengan sumbangan penelitian terbesar pada aspek self-efficacy dan optimisme.
HUBUNGAN SENSATION SEEKING TERHADAP RISKY DRIVING BEHAVIOR PADA EMERGING ADULTHOOD DI JAWA TIMUR
Anggun Sari, Meta;
Kesuma Dewi, Triana
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Publisher : Lafadz Jaya Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47353/sikontan.v2i1.1120
Kecelakaan lalu lintas masih menjadi permasalahan kesehatan publik utama di seluruh dunia. Di Indonesia, Jawa Timur merupakan provinsi dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi. Sebagian besar kecelakaan yang terjadi disebabkan oleh faktor manusia, yaitu perilaku mengemudi yang berisiko. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan antara pencarian sensasi terhadap perilaku mengemudi berisiko pada pengemudi emerging adulthood di Jawa Timur. Sebanyak 101 pengemudi mobil pada rentang usia 18-24 tahun di Jawa Timur mengisi kuesioner daring mencakup skala sensation seeking dan risky driving behavior. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan analisis korelasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara sensation seeking dengan risky driving behavior. Lebih lanjut, dimensi sensation seeking yang memiliki hubungan positif dengan risky driving behavior adalah disinhibition dan boredom susceptibility.
EMPLOYEE ENGAGEMENT IN ORGANIZATIONAL: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS
Claudia Apriwanti, Erdyavika
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Publisher : Lafadz Jaya Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47353/sikontan.v2i1.1121
Tantangan persaingan tengah dihadapi perusahaan di seluruh dunia. Maka diperlukan adanya bekal agar perusahaan dapat meneruskan bisnisnya, salah satunya adalah sumber daya manusia. Perusahaan memerlukan karyawan yang tidak hanya baik dalam kompetensinya namun juga mampu berkontribusi besar pada perusahaan. Hal tersebut sering disebut dengan employee engagement yang merupakan bentuk kesetiaan karyawan pada perusahaan yang dilihat dengan kerja keras dan ketahanan yang diberikan pada pekerjaannya. Namun, nyatanya presentase employee engagement masih terbilang rendah. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan rendahnya employee engagement. Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan pendekatan sistematis yang akan membahas mengenai faktor-faktor dari employee engagement. Sehingga, perusahaan dapat mengetahui bagaimana cara meningkatkan employee engagement. Adapun hasil dari studi ini menjelaskan bahwa beberapa faktor employee engagement adalah komunikasi internal perusahaan, adanya media untuk berbagi pengetahuan, pembelajaran yang berkelanjutan, intrapreneurship, kepuasan komunikasi, harapan, efikasi, ketahanan, optimisme, dan kepemimpinan yang positif. Kesimpulan dari studi ini adalah faktor-faktor tersebut yang memengaruhi employee engagement perlu diperhatikan oleh perusahaan dan karyawan agar tercipta kolaborasi yang baik antar keduanya sehingga performa perusahaan pun dapat berkembang ke arah yang positif.
HUBUNGAN KECEMASAN KARIR TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS MAHASISWA TINGKAT AKHIR
Futichatul Maghfiroh, Frischa;
Kesuma Dewi, Triana
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Publisher : Lafadz Jaya Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47353/sikontan.v2i1.1122
Masalah kecemasan karir kerap kali dirasakan mahasiswa tingkat akhir. Dalam hal ini, mulai bermunculan amanat tanggung jawab baru yang mengharuskan untuk berpikir dan bersiap ke tahapan persiapan membangun karir. Hal ini menimbulkan permasalahan kecemasan karir jika tidak diimbangi dengan persiapan karir yang matang. Timbulnya kecemasan karir ini dimungkinkan memiliki hubungan dengan keenam dimensi kesejahteraan psikologis sebagai gambaran aspek kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kecemasan karir dan kesejahteraan psikologis mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan metode data survei yang disebarkan secara online. Responden dalam penelitian ini berjumlah 136 orang dengan rentang usia 21-25 tahun. Alat ukur yang digunakan menggunakan Career Anxiety Scale dan Psychological Well-Being Scale adaptasi Bahasa Indonesia. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara kecemasan karir dengan keenam dimensi kesejahteraan psikologis dengan kekuatan hubungan cukup kuat sampai kuat, yakni kecemasan karir dan autonomy (ρ = -0,400**), kecemasan karir dan environmental mastery (r = -0,538**), kecemasan karir dan personal growth (r = -0,345), kecemasan karir dan positive relationship with others (ρ = -0,375**), kecemasan karir dan purpose in life (r = -0,327**) dan kecemasan karir dan self-acceptance (r = -0,322**).
CAREER SEARCH EFFICACY SCALE: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR NARATIF
Nahdatur Ramadhani, Nadia
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Publisher : Lafadz Jaya Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47353/sikontan.v2i1.1123
Dunia kerja yang berubah dan ketidakstabilan karir menyebabkan adanya tuntutan baru mengenai kesiapan karir di perguruan tinggi. Salah satu faktor yang berpengaruh positif terhadap kesiapan kerja adalah self-efficacy. Self-efficacy merupakan konsep mengenai keyakinan atas kemampuan diri yang digagas oleh Bandura. Studi ini merupakan sebuah tinjauan naratif mengenai alat ukur yang dikembangkan dari teori self-efficacy Bandura, yakni Career Search Efficacy Scale yang dikembangkan oleh Solberg dkk. Tujuan dari studi literatur ini adalah meningkatkan literasi mengenai CSES terkait dengan faktor yang termuat dalam alat ukur, validitas dan reliabilitas serta penggunaan praktis alat ukur ini untuk mengukur variabel yang memiliki keterkaitan atau hubungan. Alat ukur ini memiliki 35 item yang terbagi dalam empat faktor, yakni personal exploration, career exploration dan job exploration. CSES telah mengalami uji validitas diskriminan dan konvergen, selain itu alat ukur ini juga telah mengalami uji reliabilitas internal dengan hasil mencapai .87 sampai .95.
BEBAN PENGASUHAN BAGI KELUARGA YANG MERAWAT LANSIA DENGAN SINDROM GERIATRI
Kamila, Syifa;
Kesuma Dewi, Triana
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Publisher : Lafadz Jaya Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47353/sikontan.v2i1.1124
Sindrom geriatri merupakan serangkaian kondisi klinis pada orang tua yang mempengaruhi kualitas hidup dan dikaitkan dengan kecacatan atau disfungsi status fungsional. Lansia dengan sindrom geriatri biasanya diasuh oleh keluarganya di rumah, dimana hal ini seringkali memunculkan beban pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran beban pengasuhan bagi keluarga yang merawat lansia dengan sindrom geriatri. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang yang merupakan keluarga dari lansia dengan sindrom geriatri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus intrinsik. Teknik penggalian data menggunakan wawancara semi tertsruktur dan kuesioner data sosial demografi. Pengorganisasian dan analisis data menggunakan analisis tematik dengan pendekatan theory driven. Triangulasi data menggunakan member check. Hasil penelitian menunjukkan ketiga partisipan memiliki masalah kesehatan, masalah finansial, masalah hubungan dengan keluarga, masalah waktu dan mengalami perilaku mengganggu dari care recipients sebagai beban objektif. Sementara beban subjektif hanya dirasakan partisipan pada kondisi tertentu saja saat merasa terbebani dengan tugas perawatan. Pengalaman partisipan dalam merawat lansia ditemukan mempengaruhi beban yang dirasakan karena membantu dalam beradaptasi dengan kesulitan tugas perawatan.
PERAN CITRA TUBUH DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP TINGKAT STRES PENDERITA LUPUS
Alama Gladini, Radik
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Publisher : Lafadz Jaya Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47353/sikontan.v2i1.1125
Lupus adalah penyakit autoimun yang memengaruhi banyak sistem tubuh dalam periode yang berbeda. Penderita lupus akan mengalami dua kondisi flare dan remission. Risiko odapus mengalamai flare akan meningkat dan diperparah dengan kehadiran stres. Penderita lupus mengalami perubahan fisik akibat gejala penyakit serta efek pengobatan. Hal ini menyebabkan perubahan citra tubuh pada penderita lupus. Dukungan sosial dapat mengurangi tekanan psikologis yang dialami karena dapat meningkatkan kemampuan coping seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran citra tubuh dan dukungan sosial terhadap tingkat stres. Penelitian ini dilakukan pada 158 penderita lupus yang berusia 18-60 tahun dan telah mendapat diagnosis lupus minimal 1,5 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah Perceived Stress Scale (PSS), Multidimensional Body Self Relations Questionnaire-Appearance Scales (MBSRQ-AS), dan Social Provision Scale (SPS). Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan bantuan Jamovi 1.6.21. Hasil analisis data menunjukkan citra tubuh dan dukungan sosial memiliki peran yang signifikan negatif terhadap tingkat stres pada penderita lupus. Variabel dukungan sosial diketahui lebih memiliki peran terhadap tingkat stres.
ALAT UKUR GRIT DALAM BIDANG PSIKOLOGI: LITERATUR REVIEW
Tamba, Wenny Fransiska;
Wicaksono, Dimas Aryo
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 1 No. 4 (2023): Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Publisher : Lafadz Jaya Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47353/sikontan.v1i4.681
Penelitian tentang alat ukur grit akhir-akhir ini menjadi topik perhatian banyak peneliti khususnya di bidang psikologi. Hal ini disebabkan grit telah banyak dikembangkan dalam berbagai aspek kehidupan, karena grit dianggap penting untuk diterapkan dalam mencapai kesuksesan dalam hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perkembangan alat ukur grit di Indonesia dan wilayah barat. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan mengambil 10 jurnal, yang terdiri dari 4 jurnal nasional dan 6 jurnal internasional, yang berasal dari Google Scholar, ScienceDirect, SpringerLink, dan Sage Journals. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan alat ukur grit di Indonesia masih sangat minim. Penelitian menggunakan konstruk grit masih hanya sebatas penelitian korelasional dan deskriptif. Sementara itu, penelitian grit berfokus pada wilayah barat. Di Indonesia belum terdapat penelitian yang melaporkan properti psikometri dari alat ukur grit. Berdasarkan artikel yang dikumpulkan didapatkan hasil bahwa grit memiliki dua jenis skala yaitu skala versi panjang (Grit-O) 12 item dan skala versi pendek (Grit-S) 8 item.