cover
Contact Name
Parwadi Moengin
Contact Email
parwadi@trisakti.ac.id
Phone
+628128210951
Journal Mail Official
jurnalti@trisakti.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri FTI Universitas Trisakti Gedung Heri Hartanto Lantai 5 JL. Kyai Tapa no 1, Grogol, Jakarta Barat-11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 14116340     EISSN : 26225131     DOI : https://doi.org/10.25105/jti
Jurnal Teknik Industri (JTI) mainly focuses on industrial engineering scientific essays in the form of research results, surveys and literature review that are closely related to the Field of Industrial Engineering
Articles 390 Documents
PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT. BATARASURA MULIA Rafly Dwinanto; Parwadi Moengin; Sucipto Adisuwiryo
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 7 No. 3 (2017): Volume 7 No 3 November 2017
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.036 KB) | DOI: 10.25105/jti.v7i3.3140

Abstract

PT. Batarasura Mulia adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur. Perusahaan ini memproduksi berbagai macam jenis filter (penyaring) yang biasa digunakan didalam sebuah kendaraan bermotor seperti Fuel Filter, Oil Filter, dan Air Filter. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah belum adanya sistem yang dapat mencatat pemesanan pelanggan dan mencatat pembiayaan pembelian bahan baku. PT. Batarasura Mulia masih menggunakan sistem yang manual. Perusahaan ini melakukan proses pembelian material dengan memperkirakan jumlah unit material berdasarkan jumlah unit material yang tersedia di gudang tanpa adanya proses perhitungan pembelian material terlebih dahulu. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya keterlambatan proses produksi karena perusahan harus membeli sisa jumlah unit material yang kurang yang berada di gudang. Tujuan pada penelitian ini adalah merancang suatu sistem pendukung keputusan untuk pengendalian persediaan bahan baku yang dapat memberikan perhitungan berupa jumlah unit material yang dibutuhkan dan frekuensi pemesanan materialnya dengan menggunakan metode perhitungan Economic Order Quantity (EOQ) dan Period Order Quantity (POQ) serta menentukan metode yang terbaik yang akan digunakan berdasarkan biaya persediaan paling minimum. Perancangan sistem pendukung keputusan dimulai dengan melakukan analisis sistem yang sedang terjadi dengan menggunakan kerangka analisis PIECES (Performance, Information, Economics, Control, Efficiency, Services). Analisis dilakukan untuk mengetahui kebutuhan dari pengguna sistem. Kemudian langkah selanjutnya adalah melakukan perancangan komponen pengelolaan data dengan membuat diagram konteks, Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD), dan Physical Data Model (PDM). Perancangan sistem selanjutnya adalah merancang komponen pengelolaan model. Model yang digunakan dalam perancangan sistem pendukung keputusan adalah EOQ (Economic Order Quantity) dan POQ (Period Order Quantity). Perhitungan menggunakan model EOQ (Economic Order Quantity) dan POQ (Period Order Quantity) menghasilkan perhitungan jumlah unit pemesanan material yang dibutuhkan dan menghasilkan frekuensi pemesanannya. Langkah terakhir adalah perancangan user interface dengan menggunakan bahasa pemograman PHP. Hasil dari perancangan sistem pendukung keputusan menunjukkan bahwa sistem dapat memberikan perhitungan jumlah unit pemesanan material yang dibutuhkan dan frekuensi pemesanan setiap material berdasarkan model EOQ dan POQ serta dapat menentukan metode yang terbaik berdasarkan biaya persediaan yang paling minimum. Hasil dari penelitian ini adalah untuk model EOQ biaya total untuk seluruh bahan baku sebesar Rp257.333.000 dan untuk model POQ biaya total untuk seluruh bahan baku sebesar Rp132.756.200. Perancangan sistem pendukung keputusan ini ditujukan kepada departemen purchasing dan departemen inventory.
PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PENGENDALIAN KUALITAS PADA DEPARTEMEN BLOW PT. D Parwadi Moengin1), Rina Fitriana2),), Buana Ramadhan3) Parwadi Moengin; Rina Fitriana; Buana Ramadhan
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 7 No. 3 (2017): Volume 7 No 3 November 2017
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.166 KB) | DOI: 10.25105/jti.v7i3.3141

Abstract

PT. D merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan salah satu supplier kemasan plastik terbaik di Asia. Plastik yang diproduksi adalah jenis plastik kemasan siap pakai seperti botol minuman dan botol kemasan obat. Permasalahan yang terjadi di departemen blow PT. D adalah sistem pengendalian kualitas dini yang kurang efektif pada Inline 1.Hal tersebut disebabkan oleh petugas QC yang telah menemukan cacat pada produk botol harus mencari supervisor agar dapat menindaklanjuti permasalahan yang ada di mesin agar tidak terus menerus menghasilkan produk yang memiliki kecacatan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sistem pendukung keputusan untuk mengendalikan kualitas pada departemen blow PT. D. Perancangan sistem pendukung keputusan dimulai dengan melakukan analisa sistem yang sedang terjadi menggunakan kerangka PIECES. Analisa tersebut dilakukan untuk mengetahui kebutuhan dari pengguna sistem. Selanjutnya adalah melakukan perancangan komponen pengolahan data dengan membuat diagram konteks, Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD), Physical Data Model (PDM) dan pembuatan database menggunakan software MySQL. Model yang digunakan dalam perancangan sistem pendukung keputusan ini adalah model peta kendali untuk melihat apakah data tersebut out of control atau tidak dan model FMEA digunakan untuk melihat tindakan yang harus dilakukan bedasarkan RPN tertinggi. Langkah yang terakhir adalah perancangan user interface dengan menggunakan bahasa pemograman PHP. Sistem Pendukung Keputusan yang dibuat dapat menghitung peta kendali dan menganalisis kecacatan menggunakan FMEA. Dari sistem yang telah dibuat bedasarkan hasil perhitungan peta kendali, data yang didapat dalam kategori in control karena penyebaran data tidak ada yang melebihi UCL dan LCL. Bedasarkan analisis menggunakan FMEA, perhitungan RPN tertinggi sebesar 324. Jenis kegagalan dengan RPN sebesar 324 adalah flashing. Hasil dari analisis menggunakan FMEA tersebut adalah dibuat usulan instruksi kerja untuk perbaikan pisau didalam mesin. Dalam proses verifikasi dan validasi, sistem yang telah dibuat valid.
PENERAPAN VENDOR MANAGED INVENTORY (VMI) DAN GENETIC ALGORITHM (GA) DALAM MENENTUKAN UKURAN LOT OPTIMAL ANTARA PEMASOK TUNGGAL DAN MULTI PEMBELI UNTUK MULTI PRODUK Sumiharni Batubara; Zasqia Rahmirda
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 7 No. 3 (2017): Volume 7 No 3 November 2017
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.295 KB) | DOI: 10.25105/jti.v7i3.3142

Abstract

PT. Armstrong Industri Indonesia merupakan produsen komponen elektronik dan otomotif. Bahan baku yang digunakan adalah plastic film, tape, foam, felt, cork, papper, non woven fabric, dan rubber. Permasalahan yang dihadapi saat ini, tidak ada kepastian jumlah permintaan dari pihak pembeli dan belum ada sistem manajemen persediaan dari kedua belah pihak. Hal ini menyebabkan perusahaan harus menyediakan persediaan dalam jumlah yang tidak terencana dengan baik, mengakibatkan pemborosan biaya persediaan.  Tujuan  penelitian, menentukan ukuran lot optimal antara pemasok tunggal dan multi pembeli untuk multi produk dengan menggunakan Vendor Managed Inventory (VMI) dan Genetic Algorithm (GA) berdasarkan total biaya persediaan minimum.Penelitian, dilakukan terhadap dua pihak pembeli PT.X dan PT.Y, dan dua buah produk, yaitu   LL Flush With 4 Folding (LLFW4F) dan LL Flush Without Folding (LLFWOF) dan PT. Amstrong Indonesia pihak pemasok.Penerapan Metode Vendor Managed Inventory (VMI) dan Genetic Algorithm (GA), untuk memecahkan permasalahan persediaan multi-buyer multi-produkdan pemasok tunggal, untuk menentukan lot optimal. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh untuk ukuran lot optimal, total biaya persediaan kondisi awal sebesar Rp 61.855.631,- menggunakan VMI, sebesar Rp. 54.955.334,- menggunakan GA sebesar Rp. 27.762.125,- yang berarti, terjadi penghematan masing masing sebesar 11,16% dengan metode VMI dan 44,88% dengan menggunakan GA dibandingkan kondisi awal.
PENGEMBANGAN MODEL DETEKSI PELANGGARAN HUKUM DI LAUT Wahyu Sigit; Dadan Umar Daihani; Dadang Surjasa
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 7 No. 3 (2017): Volume 7 No 3 November 2017
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.676 KB) | DOI: 10.25105/jti.v7i3.3144

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 17.499 pulau, 5,9 juta km2 wilayah pesisir dan laut 81.000 km. Besarnya potensi sumber daya laut sangat melimpah sehingga terjadi eksploitasi dan kerugian lebih. Terdaftar sebagai sebuah kejahatan pada tahun 2015 dan sebanyak 235 negara berpenduduk 35 miliar kerugian pada tahun 2016. Sinergi Bakamla di era baru operasi keamanan maritim didukung oleh metode deteksi dan aktivitas intelijen. Penelitian ini difokuskan pada model pengembangan deteksi kejahatan di laut. Tujuan penelitian diperoleh model pendeteksian yang tepat untuk kelemahan dalam deteksi model saat ini. Deteksi aktivitas siklus intelijen terdiri dari pengumpulan data, pengolahan data, analisis, dan diseminasi. Sistem analisis saat ini belum menghasilkan identifikasi, pemetaan dan pemantauan kejahatan dan masih belum terintegrasi dengan sumber daya lainnya. Untuk mengetahui, pengembangan model deteksi akan menggunakan analisis tulang ikan untuk mengungkap penyebab tantangan analitis, organisasi dan birokrasi, bias informasi, kepemimpinan dan kebijakan inferior. Fokus penelitian dalam tantangan analitis adalah pendekatan sistem informasi geografis dalam fitur analisis spasial. Data awal akan dikonversi menjadi data spasial dalam pengumpulan data dan pengolahan data. Dengan menggunakan teknik visualisasi, kerapatan data kejahatan di laut akan diterapkan pada tahap analisis spasial. Untuk pendeteksian itu sendiri, pihaknya akan melakukan pemetaan kejahatan, kepadatan dan Voronoi. Skala kerapatan diilustrasikan dengan nuansa kuning (rendah) hingga merah (tinggi). Dengan demikian, chloropleth diperoleh (peta berwarna yang bervariasi sesuai skala kerapatan) berupa deteksi kejahatan merah (tinggi) di sektor 1B, 1E, 1F, 1G, 2H, 2J dan 2K pada tahun 2015. Model pendeteksian ini dilakukan. sebagai solusi dari masalah itu sebagai model pengembangan deteksi kejahatan di laut.
PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU DALAM RANGKA MENGINTEGRASIKAN SISTEM PERSEDIAAN DAN PRODUKSI STUDI KASUS DI PT. SUCACO TBK Parwadi Moengin; Sucipto Adisuwiryo; Amelia Ayuningtyas
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 7 No. 2 (2017): Volume 7 Nomor 2 Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.259 KB) | DOI: 10.25105/jti.v7i2.4206

Abstract

Permasalahan yang sering dihadapi perusahaan adalah terjadinya keterlambatan kedatangan bahan baku dan kualitas bahan baku yang tidak memenuhi standar perusahaan, sehingga perlu dilakukan pengembalian atau pemesanan ulang kepada supplier baru, yang menyebabkan bertambahnya waktu yang dibutuhkan dalam proses pengadaan bahan baku. Selain itu sering dijumpai tidak adanya sistem yang terintegrasi dalam penyimpanan data yang berhubungan dengan proses pengadaan bahan baku, seperti data supplier, dan data bahan baku. Kurang efektifnya sistem pengadaan bahan baku saat ini, dikarenakan pemilihan supplier yang masih secara subjektif. Tujuan dari makalah ini adalah merancang sistem pendukung keputusan untuk usulan pemilihan alternatif supplier secara objektif sehingga dapat mengintegrasikan sistem persediaan dan sistem produksi. Perancangan sistem ini mengambil studi kasus di PT. Sucaco Tbk. Perancangan sistem pendukung keputusan dimulai dengan menganalisasi kekurangan sistem saat ini dengan menggunakan kerangka PIECES, membuat matriks masalah, sebab, akibat, dan tujuan perbaikan sistem, dan mengamati aliran dokumen dari sistem pengadaan bahan baku saat ini. Selain itu, analisa dilakukan untuk mengetahui kebutuhan dari pengguna sistem. Setelah melakukan analisa, tahapan perancangan sistem selanjutnya adalah merancang komponen data management dengan membuat diagram konteks, Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD), Physical Data Model (PDM), dan Data Dictionary (Kamus Data). Selanjutnya adalah pembuatan database dengan menggunakan MySQL berdasarkan komponen data management. Perancangan sistem selanjutnya adalah merancang komponen model management. Model yang digunakan dalam perancangan sistem pendukung keputusan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). Perhitungan menggunakan model AHP menghasilkan urutan supplier terbaik yang kemudian digunakan untuk mempertimbangkan supplier yang akan dipilih dalam pembelian bahan baku. Tahap terakhir adalah perancangan komponen dialogue management atau user interface menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic. Hasil dari  perancangan sistem pendukung keputusan menunjukkan bahwa sistem dapat menentukan supplier terbaik. Selain itu, sistem pendukung keputusan yang dirancang memiliki sistem database yang terorganisir dan terintegrasi dalam penyimpanan data yang berkaitan dengan pengadaan bahan baku, seperti data supplier, data bahan baku, data purchase order, dan data sample bahan baku, sehingga sistem memudahkan pendistribusian data antar departemen. Perancanga sistem pendukung keputusan ini ditujukan kepada departemen purchasing, departemen finance, departemen inventory, departemen QA (Quality Assurance) dan departemen manufacturing
Pemanfaatan Metode Conjoint Analysis untuk Peningkatan Rancangan Layanan Berbasis Sistem Aplikasi Vanya Louisa; Dyah Lestari Widaningrum
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 8 No. 1 (2018): Volume 8 No 1 Maret 2018
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.605 KB) | DOI: 10.25105/jti.v8i1.4716

Abstract

The development of information technology is very rapid. This has caused many business processes in the industry to change. One of them is in the service industry that has synergy of information technology. Provision of services is currently being developed with many application systems. It is thus important for application technology companies to define, design and realize their applications as the company's products. This research was conducted to examine the use of the Conjoint Analysis method in the application system based service industry. The assessment was conducted based on the results of research on the provision of online health services. In this study, the consumer perceptions of the service products provided by the company were examined, to determine the important factors of the design of services provided, as well as the design that became consumer preferences.
Perbaikan Proses Produksi Produk Paper Pallet Berdasarkan Analisis Waste Assessment Model dan Value Stream Analysis Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing pada PT. Kaloka Binangun Meli Amanda; Sumiharni Batubara
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 8 No. 1 (2018): Volume 8 No 1 Maret 2018
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.823 KB) | DOI: 10.25105/jti.v8i1.4717

Abstract

PT. Kaloka Binangun is a packaging company that produces paper pallet products. In the production process of PT. Kaloka Binangun applies a production strategy to make to order. The problem faced by the company today is not achieving production targets. In the production process there are found several waste so that manufacturing lead time is greater than the company's takt time. The process of identifying waste begins using the Waste Relationship Matrix (WRM) and Waste Assessment Questionnaire (WAQ) to determine the percentage of waste that occurs. The results of identification of waste are waste with the 3 biggest ranks, namely, motion (22.96%), transportation (17.53%), and inventory (13.35%). Then the selection of detailed mapping tools is done using Value Stream Analysis Tools (VALSAT). The selected tools are the highest ranking tools, namely Process Activity Mapping (PAM). Implementation of proposed improvements given based on waste analysis is to implement U-Shape Layout, apply 5S, and improve work methods with a map of the right hand and left hand. After implementing improvements, the value of the process cycle efficiency increased from 18.15% to 21.36%. While production output increased from 1425 units to 1724 units.
Intervensi Ergonomi untuk Menurunkan Beban Kerja pada Operator Lantai Produksi Bisnis Unit South Copper Rod Kevin Salsia; Dian Mardi Safitri; Ranny Dwi Anggraini
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 8 No. 1 (2018): Volume 8 No 1 Maret 2018
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.263 KB) | DOI: 10.25105/jti.v8i1.4718

Abstract

Workload is a set or number of work activities that must be completed by an organizational unit. Activities carried out by humans will cause physical fatigue and psychological (mental) fatigue. Workload measurement is used to refine the size of the workload experienced by someone in carrying out activities, and to increase the level of productivity in work. This study aims to reduce the workload on the production floor. Based on research conducted by interviews and (surveys) found symptoms of excessive workload. The workload found is in the form of work stress and fatigue due to excessive physical activity. Measurement of mental workload using the NASA-TLX method and measurement of physical workload using the cardiovascular load method. The stages of the study were continued by finding the correlation between workload and reaction time. The results of the correlation of physical workload get a value of 0.334 which means "sufficient correlation" while the results of mental workload with reaction time get a value of 0.141 which means "very weak correlation". Based on the correlation results, the physical workload was chosen for ergonomic intervention because the coefficient of physical workload was higher than the mental workload. The proposed improvements provided were in the form of working time arrangements of 54.81 minutes and rest periods of 13.12 minutes for 20 production floor operators and carried out for 30 working days. The results of the next improvement proposal will be implemented to the company with% CVL before implementation of 33.75% with the category "needed improvement" and after implementation with% CVL of 27.1% with the category "no fatigue occurs"
Pengukuran Kinerja Supply Chain Management Menggunakan Metode SCOR (Supply Chain Operation Reference), AHP (Analytical Hierarchy Process) dan OMAX (Objective Matrix) di PT. X Inggitana Widya Kumala Putri; Dadang Surjasa
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 8 No. 1 (2018): Volume 8 No 1 Maret 2018
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.4 KB) | DOI: 10.25105/jti.v8i1.4719

Abstract

PT. X is a company that manufactures electronic equipment such as refrigerators, washing machines, televisions, and other products. This research was conducted only focusing on the refrigerator division. The refrigerator division has problems in the upstream supply chain. Therefore, companies need a measurement of the performance of Supply Chain Management (SCM). The purpose of this study is to measure the performance of SCM to find out indicators that are still far below the target and provide recommendations for improvement. SCM performance measurement is done by SCOR method for process decomposition, AHP for KPI hierarchy weighting, and OMAX for scoring system. The results of the research that have been analyzed with the Traffic Light System indicate that there are 9 KPIs from 22 valid KPIs that have never been in the green category. The total index results of the overall supply chain performance show that the lowest performance is in December 2017 with a total index of 3.5934 and the highest is in March 2018 with a total index of 7.002. There are 10 KPIs in the red and yellow categories in December which should be given more attention. Improvement recommendations are given to indicators that have never been in the green category. For example recommendations, DRS 2.3 KPI (supplier response speed in response to late arrival of raw materials at the factory) in improving its performance needs to do tracking of raw material shipments and additional shipping fleets or suppliers from suppliers.
Perbaikan Tata Letak Lantai Produksi untuk Meminimasi Waktu Produksi dengan Menggunakan Metode Simulasi Pada PT. Argha Karya Prima Industry, Tbk Indira Larasati; Parwadi Moengin; Sucipto Adisuwiryo
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 8 No. 1 (2018): Volume 8 No 1 Maret 2018
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.512 KB) | DOI: 10.25105/jti.v8i1.4720

Abstract

PT. Argha Prima Karya Industry is a company engaged in the field of flexible packaging. Problems found on the production floor of PT. Argha Karya Prima Industry is a delay in production time due to the engine distance that is too far and the availability of material handling is lacking. The product studied in this study is polyester plastic film with a production capacity of 1 unit within 11 hours equivalent to 2 days, while the production target set is 1 unit within 8 hours equivalent to 1 day. Layout the initial model of PT. Argha Karya Prima Industry was analyzed by simulation using ProModel software. Then after the initial layout was declared valid, improvements were made to the problems of the production floor layout using the Systematic Layout Planning method. From this method, two alternative layouts are obtained. The difference from the two proposed layouts is in the initial model, the slitter unwinder machine adjacent to the waste trimming area, while in the proposed layout 1, the slitter unwinder machine is located adjacent to the temporary storage rack. Then in the proposed layout 2, the slitter rewinder machine is adjacent to the finishing good area, while in the initial layout, the rewinder machine is adjacent to the temporary storage rack.

Page 11 of 39 | Total Record : 390


Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 15 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 15 No. 2 (2025): July 2025 Vol. 15 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 14 No. 3 (2024): November 2024 Vol. 14 No. 2 (2024): July 2024 Vol. 14 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 3 (2023): VOLUME 13 NO 3 NOVEMBER 2023 Vol. 13 No. 2 (2023): VOLUME 13 NO 2 JULI 2023 Vol. 13 No. 1 (2023): VOLUME 13 NO 1 MARET 2023 Vol. 12 No. 3 (2022): VOLUME 12 NO 3 NOVEMBER 2022 Vol. 12 No. 2 (2022): VOLUME 12 NO 2 JULI 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): VOLUME 12 NO 1 MARET 2022 Vol. 11 No. 3 (2021): VOLUME 11 NO 3 NOVEMBER 2021 Vol. 11 No. 2 (2021): VOLUME 11 NO 2 JULI 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): VOLUME 11 NO 1 MARET 2021 Vol. 10 No. 3 (2020): Volume 10 No 3 November 2020 Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 No 2 Juli 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): VOLUME 10 NO 1 MARET 2020 Vol. 9 No. 3 (2019): Volume 9 No 3 November 2019 Vol. 9 No. 2 (2019): VOLUME 9 NO 2 JULI 2019 Vol. 9 No. 1 (2019): Volume 9 No 1 Maret 2019 Vol. 8 No. 2 (2018): Volume 8 N0 2 Juli 2018 Vol. 8 No. 3 (2018): Volume 8 No 3 November 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): Volume 8 No 1 Maret 2018 Vol. 7 No. 3 (2017): Volume 7 No 3 November 2017 Vol. 7 No. 2 (2017): Volume 7 Nomor 2 Juli 2017 Vol. 7 No. 1 (2017): Volume 7 Nomor 1 Maret 2017 Vol. 6 No. 3 (2016): Volume 6 No 3 November 2016 Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 No 2 Juli 2016 Vol. 6 No. 1 (2016): Volume 6 No 1 Maret 2016 Vol. 5 No. 3 (2015): Volume 5 No 3 Novemberi 2015 Vol. 4 No. 3 (2014): Volume 4 No. 3 November 2014 Vol. 4 No. 2 (2014): Volume 4 No 2 Juli 2014 Vol. 4 No. 1 (2014): Volume 4 No 1 Maret 2014 Vol. 3 No. 3 (2013): Volume 3 No 3 November 2013 Vol. 3 No. 2 (2013): Volume 3 No 2 Juli 2013 Vol. 3 No. 1 (2013): Volume 3 No 1 Maret 2013 Vol. 2 No. 3 (2012): Volume 2 No 3 November 2012 Vol. 2 No. 2 (2012): Volume 2 No 2 Juli 2012 Vol. 2 No. 1 (2012): Volume 2 No 1 Maret 2012 Vol. 1 No. 2 (2011): Volume 1 No 2 Juli 2011 Vol. 1 No. 1 (2011): Volume 1 No 1 Maret 2011 More Issue