cover
Contact Name
Parwadi Moengin
Contact Email
parwadi@trisakti.ac.id
Phone
+628128210951
Journal Mail Official
jurnalti@trisakti.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri FTI Universitas Trisakti Gedung Heri Hartanto Lantai 5 JL. Kyai Tapa no 1, Grogol, Jakarta Barat-11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 14116340     EISSN : 26225131     DOI : https://doi.org/10.25105/jti
Jurnal Teknik Industri (JTI) mainly focuses on industrial engineering scientific essays in the form of research results, surveys and literature review that are closely related to the Field of Industrial Engineering
Articles 389 Documents
PENYEIMBANGAN LINI PERAKITAN MENGGUNAKAN METODE GENETIC ALGORITHM UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI Sumiharni Batubara; Fikri Nuradhi
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 7 No. 2 (2017): Volume 7 Nomor 2 Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.637 KB) | DOI: 10.25105/jti.v7i2.2214

Abstract

Pesatnya pertumbuhan industri di Indonesia membuat tingkat persaingan yang sangat tinggi, sehingga perusahaan harus mampu memenuhi keinginan pelanggannya. Ketepatan jumlah dan waktu pengiriman produk merupakan tuntutan yang harus dipenuhi oleh setiap perusahaan.PT. Braja Mukti Cakra merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di industri komponen otomotif. Permasalahan yang terjadi pada lini produksi adalah kapasitas produksi tidak dapat memenuhi target produksi. Setelah dilakukan penelitian awal, faktor penyebab tidak terpenuhinya target produksi adalah terdapat ketidakseimbangan pada lini perakitan produk. Untuk menyelesaikan masalah, langkah pertama yang dilakukan adalah membuat klasifikasi skill dari operator. Pada lini perakitan terdapat 22 elemen kerja dan dikelompokkan dalam 2 kelas, yaitu, kelas 0 & 1. Dalam seluruh elemen, elemen 10 & 21 dikategorikan sebagai kelas 1, elemen lainnya masuk kelas 0. Elemen yang termasuk kelas 0 adalah elemen yang dapat digabung dengan elemen lain dalam satu stasiun kerja, sedangkan elemen kelas 1 adalah elemen yang tidak dapat digabung dengan elemen lain dalam satu stasiun kerja. Setelah itu dilakukan perbaikan waktu elemen dengan menggunakan peta proses tangan kiri & tangan kanan menghasilkan penghematan sebanyak 70 detik/produk. Penyeimbangan lini dengan menggunakan metode genetic algorithm menghasilkan completion time sebesar 1032 detik/unit, jumlah stasiun kerja 7 dan kapasitas produksi sebanyak 28 unit/hari, sehingga metode genetic algorithm menghasilkan penghematan waktu sebesar 13.85% dan meningkatkan efisiensi lini sebesar 16%. Berdasarkan hasil perhitungan penyeimbangan lini dengan metode genetic algorithm , target produksi belum tercapai akan tetapi terjadi peningkatan produksi sebesar 4 unit/hari.
LEAN SUPPLY CHAIN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI SISTEM MANUFAKTUR PADA PT. XYZ Iveline Anne Marie; Dedy Sugiarto; Dara Mustika
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 7 No. 2 (2017): Volume 7 Nomor 2 Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.472 KB) | DOI: 10.25105/jti.v7i2.2215

Abstract

There were wastes in the supply chain flow of PT. XYZ which leads to long lead time in the delivery of customer orders. The result is that the company's planned delivery targets are not fulfilled. The objective of this research is to identify waste and cause of waste and to propose improvement to eliminate waste in PT XYZ supply chain so as to reduce lead time and achieve delivery target as an effort to improve company performance with Lean Supply Chain approach. In this research we use VALSAT to minimize waste and non value added activities in supply chain flow. Based on Value Stream Mapping and analysis of waste we proposed improvements that is application of acceptance sampling method on raw material inspection, application of p control chart on assembling process and store warehouse, 2 days battery storage time limit with kanban card proposed and also change of process sequence of lead part casting. Based on the projection, we got the decrease of manufacturing lead time and the increase of process cycle efficiency from 51.47% to 73.69%.
PERANCANGAN MODEL KINERJA PENGOLAHAN LIMBAH COOLANT DENGAN PENDEKATAN SYSTEM DYNAMICS ( STUDI KASUS : SEKSI MACHINING –PLANT PEGANGSAAN PT ASTRA HONDA MOTOR ) Rusman Kosasih
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 6 No. 3 (2016): Volume 6 No 3 November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.296 KB) | DOI: 10.25105/jti.v6i3.2236

Abstract

Indonesian manufacturing industries have to comply with good responsibilites ofmanagement of the environtment. Strategically, the limitation standard for quality of industrial wastewater, the document of Environmental Impact Assessment, Environmental Management Effort -Environmental Monitoring is some evidence of the Government's efforts to set a good environmentalmanagement. Technically, the engineering processes to 6R (Refine - Reduce - Reuse - Recycle -Recovery - Retrieve energy) into one of the flagship activities to help realize environmentalmanagement in accordance with Government Regulation. PT Astra Honda Motor is a companyengaged in manufacturing Honda motorcycles. Motorcycle production increases seizing with thegrowth of market needs. This results in increased production of liquid waste coolant from themachining process, exceeding the capacity of Inplant Waste Water Treatment System. Machiningsection develop Recycle Instalation to process waste coolant to be used again in the machiningprocess. This research aims to design Recycle installation processing performance models with systemdynamics approach. Desired processing performance indicators are indicators of quality andproductivity of coolant Recycle process. The research method carried out by conducting a preliminarystudy, design of Causal Loop Diagram, Model design based on system dynamics approach.Verification of the model is done by determining whether the interaction variable models can reflectreal events. Model validation is done by comparing the results of model performance indicator withthe results performance indicator of actual processing. Several alternative processing strategies andpolicies expected to be made to anticipate fluctuations in production in the future while maintainingthe performance indicators of quality standards of coolant recycle and productivity of Recycleprocess.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PRODUKSI PADA PT. SELECTRIX INDONESIA Bustomi Romdhon; Amal Witonohadi; Sucipto Adisuwiryo
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 6 No. 3 (2016): Volume 6 No 3 November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.71 KB) | DOI: 10.25105/jti.v6i3.2237

Abstract

PT Selectrix Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang locking equipment, denganproduk yang dihasilkan antara lain adalah kunci, engsel, pengait, dan penyegel berbahan karet yangdigunakan pada kabinet yang terbuat dari lembaran logam. Perusahaan ini masih menerapkan sisteminformasi produksi dalam bentuk pertukaran informasi antara departemen satu dengan lainnyamenggunakan laporan manual berupa laporan kertas/dokumen sebagai alat untuk bertukar informasiyang dibutuhkan antar departemen. Hal ini menjadi masalah pada perusahaan ketika informasi tersebutterlambat didistribusikan akibat berbagai macam faktor teknis seperti mencari data di tumpukan file,human error, sehingga ada waktu yang terbuang sia-sia. Untuk menyelesaikan masalah yang ada, makaakan diusulkan perancangan sistem informasi produksi yang dapat menyimpan dan menyajikanrekapitulasi data yang dibutuhkan pada proses produksi. Perancangan sistem yang diusulkan mencakupproses pemesanan produk, proses penanganan persediaan bahan baku pada gudang, proses pembuatanproduk, proses penanganan kerusakan mesin dan proses registrasi karyawann. Tahapan dalamperancangan sistem informasi usulan menggunakan pendekatan terstruktur yaitu membuat diagramkonteks, diagram arus data, entity relationship diagram, dan phisycal data model. Sistem informasiproduksi usulan yang dirancang dapat merubah kegiatan proses produksi yang awalnya serba manualmenjadi terintegrasi dengan komputer, sehingga semua masalah kesalahan data dan keterlambatanpenyebaran informasi dapat diperbaiki dan memiliki tingkat kinerja yang lebih baik dari sistemperusahaan saat ini. Penilaian tersebut didapatkan dari hasil evaluasi kinerja sistem informasi produksiusulan memiliki nilai 4,60 sedangkan sistem saat ini hanya memperoleh nilai 2,66. Sistem informasiproduksi usulan dapat membuat komunikasi yang baik antar departemen yang terkait dalam prosesproduksi. Aplikasi dalam sistem seperti multiple chat dapat memberi kesempatan bagi setiap bagianuntuk lebih cepat memberikan, meminta, dan bertanya seputar proses produksi dan terekam didalamsistem sehingga setiap bagian dapat melihat kembali percakapannya untuk meminimasi kesalahan.
PENGARUH WARNA DAN GAMBAR TERHADAP TINGKAT RECOGNIZING DAN MATCHING SIMBOL VISUAL DI AREA PUBLIK Lenka R. Peruba; Vivi Triyanti
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 6 No. 3 (2016): Volume 6 No 3 November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.979 KB) | DOI: 10.25105/jti.v6i3.2238

Abstract

Symbol is diagram or shape that represents an idea. Symbol should match to values with the intention to viewers can recognize it with no mistaken in interpretation. Therefore, recognizing and matching in interpreting symbol should be considered Conducting experimental designs, this researchconcerns on 2 factors that predicted have certain relationship to recognizing and matching value of the symbol in public area, which are color and shape. The results showed the difference of colors and shape had significant effect in matching value. Mean while, only shape that had effect in recognizing value.Symbol wirh color green had the highest matching value (1), where as symbol with white in black color has least matching value (0.525) Moreover, regression linear analysis using dummy variable indicates that person with lower age tend to have less recognizing capability than the younger one and malegenerally had higher recognizing and matching value than female.
PENGEMBANGAN PRODUK JENANG PACITAN DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DI INTEGRASIKAN DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) GUNA MENDUKUNG PERKEMBANGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DI KABUPATEN PACITAN” Popy Yuliarty; Agus Fadhilah
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 6 No. 3 (2016): Volume 6 No 3 November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.351 KB) | DOI: 10.25105/jti.v6i3.2239

Abstract

Pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Pacitan saat ini membuat para produsen oleh-olehdi Pacitan bersaing untuk menempatkan produknya sebagai produk unggulan di KabupatenPacitan. Sehingga setiap produsen dituntut untuk terus berinovasi terhadap produknya untuk bisamemenangkan persaingan tersebut sehingga bisa unggul dari produk yang dihasilkan olehprodusen lainnya. CV. Sari Rasa adalah sebuah produsen Jenang asli Pacitan. Rumusan masalahdalam penelitian ini adalah bagaimana mengetahui atribut – atribut sebagai landasan upayaperbaikan produk Jenang Pacitan sebagai produk yang sesuai dengan selera konsumen danbagaimana mengetahui pilihan rasa produk jenang yang sesuai dengan perspsi konsumen. Metodepenelitian dalam penelitian ini adalah Quality Function Deployment dan Analytical HierarchyProcess (AHP) untuk mencari alternatif pilihan rasa yang sesuai dengan persepsi konsumen. Hasildari penelitian ini adalah Jenang Pacitan produksi CV. Sari Rasa lebih disukai oleh konsumendaripada yang diproduksi oleh produsen lainnya. Hal ini dapat dilihat dari total rata-rata padapengujian 171 responden menunjukkan produk Sari Rasa mendapat respon yang Agak Suka (4),sedangkan produsen lain mendapatkan respon biasa (3). Berdasarkan metode AHP yangdilakukan untuk mencapai Produk Jenang yang sesuai dengan persepsi konsumen maka jenangrasa pisang bisa dijadikan alternative pilihan rasa yaitu dengan nilai vektor prioritas sebesar 0.354,jenang rasa asli 0.344, dan jenang rasa durian 0.302
Cover Jurnal Edisi November 2016 Parwadi Moengin
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 6 No. 3 (2016): Volume 6 No 3 November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.078 KB) | DOI: 10.25105/jti.v6i3.2240

Abstract

Cover Jurnal Edisi November 2016
PENGUKURAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN HUMAN RESOURCE SCORECARD DI PT. TRIO JAYA STEEL Carina Lorisa; Carla Olyvia Doaly
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 7 No. 3 (2017): Volume 7 No 3 November 2017
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.001 KB) | DOI: 10.25105/jti.v7i3.3136

Abstract

Kecakapan dan keterampilan karyawan di perusahaan dapat diketahui dengan adanya pengukuran kinerja. PT. Trio Jaya Steel merupakan perusahaan pembuatan logam berlubang yang memiliki segmen pasar cukup luas. Dimana selama ini, perusahaan belum pernah melakukan pengukuran kinerja dan belum memiliki SOP. Selain itu, tingkat pendidikan karyawan yang belum mencapai target yang ditetapkan perusahaan. Oleh karena itu, pada penelitian ini pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan metode HR Scorecard yang mengacu pada keempat perspektif. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner dimana penilaian menggunakan Skala Likert menghasilkan 11 tujuan strategis. Pengukuran kinerja dilakukan dengan menentukan lag indicator dan lead indicator serta dilakukan pembobotan dengan menggunakan AHP untuk mengetahui bobot prioritas pada setiap kriteria dan sub kriteria pada masing-masing perspektif. Selanjutnya, dilakukan pengukuran kinerja dengan menggunakan Traffic Light System dengan mengukur pencapaian target perusahaan. Berdasarkan 11 indikator terdapat 6 indikator kinerja belum mencapai target, 1 indikator jauh di bawah target dan 4 indikator sudah mencapai target. Oleh karena itu, dalam upaya peningkatan kinerja diperlukan analisis SWOT untuk menentukan startegi atau usulan perbaikan berupa SOP dan rancangan HR Scorecard.
SISTEM INFORMASI PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DI PT X Christia Christia; Dadang Surjasa
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 7 No. 3 (2017): Volume 7 No 3 November 2017
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.22 KB) | DOI: 10.25105/jti.v7i3.3138

Abstract

PT X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur kapur barus atau kamper. Dalam pelaksanaan perusahaannya, diketahui di PT X belum memiliki metode terstandar dalam mengatur perencanaan, pengendalian serta penjadwalan tingkat kedatangan bahan baku, perencanaan dan penjadwalan biasanya dilakukan berdasarkan pengalaman dan perkiraan kepala bagian PPC saja sehingga perusahaan saat ini masih mengalami kendala dalam pengelolaan persediaannya, dimana bahan baku seringkali mengalami penumpukan di gudang. PT X juga masih menerapkan sistem manual dalam melakukan penjadwalan produksi dan pemesanan bahan bakunya. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan perancangan sistem informasi untuk merencanakan dan mengendalikan persediaan bahan baku di PT. X dengan menggunakan metode MRP (Material Requirement Planning). Serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam metode MRP adalah melakukan peramalan penjualan, membuat MPS (Master Production Schedule), membuat BOM (Bill Of Material), menghitung kebutuhan bahan baku dengan metode lot sizing. Dengan adanya program aplikasi, maka akan mempermudah dan membantu pekerjaan Marketing, PPC dan gudang serta dapat membuat proses bisnis berjalan lebih cepat dan efisien.
USULAN PENERAPAN LEAN MANUFACTURING UNTUK MENGIDENTIFIKASI DAN MENGURANGI WASTE (STUDI KASUS PADA PT.X) Fenny Joyanti Amanda; Carla Olyvia Doaly
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 7 No. 3 (2017): Volume 7 No 3 November 2017
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1669.86 KB) | DOI: 10.25105/jti.v7i3.3139

Abstract

PT. X adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi kapur barus, anti bau, dan serap air. Dalam pelaksanaannya, perusahaan perlu untuk terus meningkatkan kinerja produktivitas, kualitas, ketepatan waktu dalam pengiriman, serta berusaha menurunkan biaya. Untuk mencapai tujuan tersebut perusahaan perlu mengetahui aktivitas apa saja yang memberikan value added bagi produk, serta pemborosan apa saja yang sering terjadi dalam proses produksi. Oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan lean manufacturing. Dengan strategi lean, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan rasio value added produk serta mengurangi pemborosan. Pemahaman kondisi aktual perusahaan digambarkan dalam Current State Mapping. Pemborosan diidentifikasikan dengan delapan waste, kemudian dilakukan pembobotan secara detail dengan waste relationhip matrix (WRM) dan waste assessment quetionaire (WAQ). Setelah didapatkan hasil, dilakukan pemilihat tools dengan bantuan VALSAT dan dianalisa akar penyebab permasalahannya. Berdasarkan pengolahan data didapatkan 2 skor rata-rata tertinggi yaitu motion (21%), Defect (17.93%). Skor rata-rata pemborosan tersebut dikalikan dengan faktor pengali detail mapping, sehingga didapatkan detail mapping tools yang dominan adalah Process Activity Mapping (35.23%). Lead time dalam produksi kapur barus adalah 5127.36 menit, setelah usulan perbaikan dilaksanakan didapatkan lead time sebesar 1832.77 menit, dengan cara mengurangi waktu gerakan pada proses produksi dan pada defect dilakukan perbaikan SOP.

Page 10 of 39 | Total Record : 389


Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 15 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 15 No. 2 (2025): July 2025 Vol. 15 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 14 No. 3 (2024): November 2024 Vol. 14 No. 2 (2024): July 2024 Vol. 14 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 3 (2023): VOLUME 13 NO 3 NOVEMBER 2023 Vol. 13 No. 2 (2023): VOLUME 13 NO 2 JULI 2023 Vol. 13 No. 1 (2023): VOLUME 13 NO 1 MARET 2023 Vol. 12 No. 3 (2022): VOLUME 12 NO 3 NOVEMBER 2022 Vol. 12 No. 2 (2022): VOLUME 12 NO 2 JULI 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): VOLUME 12 NO 1 MARET 2022 Vol. 11 No. 3 (2021): VOLUME 11 NO 3 NOVEMBER 2021 Vol. 11 No. 2 (2021): VOLUME 11 NO 2 JULI 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): VOLUME 11 NO 1 MARET 2021 Vol. 10 No. 3 (2020): Volume 10 No 3 November 2020 Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 No 2 Juli 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): VOLUME 10 NO 1 MARET 2020 Vol. 9 No. 3 (2019): Volume 9 No 3 November 2019 Vol. 9 No. 2 (2019): VOLUME 9 NO 2 JULI 2019 Vol. 9 No. 1 (2019): Volume 9 No 1 Maret 2019 Vol. 8 No. 2 (2018): Volume 8 N0 2 Juli 2018 Vol. 8 No. 3 (2018): Volume 8 No 3 November 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): Volume 8 No 1 Maret 2018 Vol. 7 No. 3 (2017): Volume 7 No 3 November 2017 Vol. 7 No. 2 (2017): Volume 7 Nomor 2 Juli 2017 Vol. 7 No. 1 (2017): Volume 7 Nomor 1 Maret 2017 Vol. 6 No. 3 (2016): Volume 6 No 3 November 2016 Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 No 2 Juli 2016 Vol. 6 No. 1 (2016): Volume 6 No 1 Maret 2016 Vol. 5 No. 3 (2015): Volume 5 No 3 Novemberi 2015 Vol. 4 No. 3 (2014): Volume 4 No. 3 November 2014 Vol. 4 No. 2 (2014): Volume 4 No 2 Juli 2014 Vol. 4 No. 1 (2014): Volume 4 No 1 Maret 2014 Vol. 3 No. 3 (2013): Volume 3 No 3 November 2013 Vol. 3 No. 2 (2013): Volume 3 No 2 Juli 2013 Vol. 3 No. 1 (2013): Volume 3 No 1 Maret 2013 Vol. 2 No. 3 (2012): Volume 2 No 3 November 2012 Vol. 2 No. 2 (2012): Volume 2 No 2 Juli 2012 Vol. 2 No. 1 (2012): Volume 2 No 1 Maret 2012 Vol. 1 No. 2 (2011): Volume 1 No 2 Juli 2011 Vol. 1 No. 1 (2011): Volume 1 No 1 Maret 2011 More Issue