cover
Contact Name
Mohammad Syaikhul Ulum
Contact Email
ulum2014@gmail.com
Phone
+6282257501449
Journal Mail Official
ulum2014@gmail.com
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Tlogomas 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dedikasi
ISSN : 16933214     EISSN : 27210111     DOI : 10.22219
Dedikasi adalah jurnal Pengabdian kepada Masyarakat yang diterbitkan oleh Direktorat Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Universitas MUhammadiyah Malang. Jurnal dengan tulisan ilmiah populer ini dimaksudkan sebagai media informasi, komunikasi dan sosialisasi hasil-hasil pengabdian masyarakat sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang dan pihak lain. Redaksi menerima tulisan yang berkaitan dengan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat, ide-ide yang berkaitan dengan itu, bersifat interdisipliner atau ide-ide kreatif lainnya yang bersifat konstruktif.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 493 Documents
PREV PREVALENSI ALENSI PENY PENYAKIT AKIT CACING MA MATA (OXYSPIRURIASIS) PADA AY AYAM AM BURAS DI MALANG DAN UP UPAYA PENGOBA PENGOBATANNY ANNY ANNYA Drh. Lili Zalizar, MS; Ir. Listiari Hendraningsih, MP; Ir. Suyatno, M.Si
Jurnal Dedikasi Vol. 1 No. 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.913

Abstract

Kegiatan dilaksanakan di 5 desa dan 2 tempat pemotongan ayam di KabupatenMalang. Kegiatan ini meliputi penyuluhan baik secara individual dan komunal,pengamatan pengobatan pada ayam yang terinfeksi dan monitoring.Jenis ayam yang diamati terdiri dari beberapa ayam buras yaitu: ayam jawa,arab, kate, kedu dan Bangkok dengan jumlah 488 ekor.Respon peternak terhadap penyuluhan cukup baik, karena merupakan informasibaru dan juga obat yang dibutuhkan murah.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa angka prevalensi oksispiruriasis diKabupaten Malang adalah 4,71 % (23 dari 488 ekor ayam). Prevalensi tertinggiterjadi pada ayam jawa 95,65 % (22 dari 23 ekor ayam), dan pada umur 3-12 bulan95,65 % (22 dari 23 ekor ayam).Rendahnya nilai prevalensi oksispiruriasis di Kabupaten Malang erat kaitannyadengan sanitasi kandang yang sudah baik dan pengamatan pada musim kemarau.
PENINGKA PENINGKATAN AN KUALIT KUALITAS AS P PAKAN AKAN JANGKERIK DENGAN SISTEM EKSTRUKSI Wahyu Widodo,; Adi Sutanto
Jurnal Dedikasi Vol. 1 No. 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.914

Abstract

Peternakan jangkrik di Desa Mulyo Agung Kabupaten Malang berkembang pesatmenjadi 20 peternak ini dikarenakan modal awal yang murah yaitu Rp. 55.000,-dengan perincian pembelian bibit (telur) satu sendok (2.000 butir) dan pakan sampaipanen sebesar Rp. 15.000,- dan investasi kandang Rp. 40.000,-. Sementara hasilpanen pemeliharaan jangkrik clondo selama 45 – 50 hari memperoleh hasil Rp. 45,-- Rp. 50,- per clondo.Tujuan dari kegiatan ini memberikan rekayasa teknologi berupa penerapansistem ekstruksi dalam penanganan pemanasan biji-bijian, bungkil-bungkilan, limbahpertanian, peternakan dan industri sebagai bahan baku konsentrat berkualitas tinggiyang berguna untuk pertumbuhan dan umur panen clondo.Kegiatan yang dilakukan adalah membuat konsentrat dari bahan baku konsentratdengan sistem ekstruksi. Alat yang digunakan adalah oven yang mempunyai alatpengatur suhu. Bahan baku dimasukkan oven dengan suhu 120 0 C selama 20 detiklalu dikeluarkan, kemudian digiling dan dicampur menjadi konsentrat. Sebagaitempat percontohan dan uji coba adalah jangkrik milik Bapak Dahlan Musa.Evaluasi dilakukan dengan melihat umur panen setelah diberi pakan yang sudahdiolah dengan sistem ekstruksi, dan pada umur 45 – 50 hari dipanen pada waktumenjadi clondo yaitu jangkrik yang belum punya sayap yang keras sehingga dapatmengerik. Diharapkan panen dapt dipercepat sampai dengan umur 30 – 38 hari.Peningkatan kualitas pakan metode ekstruksi dapat meningkatkan bobot badanjangkrik. Kualitas pakan dengan sistem ini belum tepat diberikan pada jangkrik umurlebih 20 hari. Sistem ini berdampak positif pada jangkrik sampai pada umur 20 hariyang meliputi efisiensi penggunaan pakan tinggi (konsumsi rendah) dan konversipakan yang rendah.
PENERAP PENERAPAN AN TEKNOLOGI INOKULASI RHIZOBAKTERI T TAHAN AHAN KEKERINGAN P PADA ADA TANAMAN ANAMAN JAGUNG DI LAHAN KERING, KEC. KARANGPLOSO, KAB.MALANG Ir. Ali Ikhwan,MP.,; Endro Susilo
Jurnal Dedikasi Vol. 1 No. 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.915

Abstract

Penerapan teknologi inokulasi rhizobakteri tahan kekeringan bertujuan untukintroduksi dan transfer teknologi pupuk hayati (Biofertilizer) yang mampumeningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman kekeringan, sehingga produksijagung dan skala usaha tani dilahan kering dapat ditingkatkan. Selain itu, dapatmengefisiensi penggunaan air pada sistem pertanaman jagung dilahan kering.Metode kegiatan yang digunakan meliputi : Penyuluhan, Demplot dan sistemperdampingan secara terpadu yang dilakukan di desa Karangploso.Dari desa tersebutdipilih 3 kelompok tani untuk dijadikan obyek sasaran demplot dan sistemperdampingan. Penerapan teknologi ini dilapangan dilakukan dengan menginokulasirhizobakteri dengan kerapatan 108 cfu/ml dengan cara memberikan inokulum cairpada tanaman jagung umur 2 minggu.Inokulum campuran rhizobakteri (isolat A119, A82, dan M7b) ternyata efektifdalam meningkatkan produksi jagung sampai 8,1% pada arah kekeringan tinggi(lengas 50% kapasitas lapang) sedangkan pada kondisi kapasitas lapangan bakteriasli tanah lebih efektif dan pada aras kekeringan sedang (75% kapasitas lapang)pengaruhnya relatif sama. Dengan demikian teknologi ini dapat menghematpenggunaan air mencapai 50% dan juga dapat meningkatkan skala usaha tanimenjadi 2 kali tanam atau tahun. Sedangkan respon petani di Desa Karangploso(tempat demplot) cukup baik dan petani merasa ada teknologi alternatif yang dapatdigunakan untuk mengatasi dampak kekeringan yang membatasi sistem usahataninya.
APLIKASI TEKNOLOGI PUPUK ORGANIK AZOLLA PADA ADA BUDIDA BUDIDAYA PADI ADI SA SAWAH AH DIDESA TEGAL GONDO KECAMA KECAMATAN AN KARANGPLOSO KABUP KABUPATEN TEN MALANG Ir. Ikip Laily Kuncarawati,; Ir. Syarif Husen, MP.,; Ir. Misbah Rukhiyat, MP
Jurnal Dedikasi Vol. 1 No. 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.916

Abstract

Penerapan teknologi pupuk organik Azolla pada padi sawah bertujuan untukmengurangi penggunaan pupuk organik (urea), meningkatkan produksi tanamanpadi dilahan sawah. Selain itu dapat mengurangi biaya produksi pengolahan tanahdan penggunaan pupuk .Metode yang di gunakan meliputi: penyuluhan, Demplot dan Sistempendampingan maha siswa PKL (Praktek Kerja Lapang). Ketiga kegiatan tersebutdilakukan secara terpadu. Pada penerapan teknologi ini sebagai khalayak sasaranuntuk penyuluhan adalah warga tani Desa Tegalgondo, untuk obyek dijadikandemplot dan pendampingan adalah petani maju dari kelompok tani dengan harapanteknologi yang mereka kuasai diinformasikan dan diterapkan petani lain. Dengandemikian penerapan teknologi tersebut secara beratai dapat di adopsi oleh seluruhpetani di Tegalgondo .Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa pemakaian pupuk organik Azollapada budidaya padi sawah telah memberikan beberapa keuntungan : 1) Mengurangipenggunaan pupuk kimia khususnya pupuk N. 2) Meningkatkan pendapatan petanikarena lebih efisien dalam biaya pengolahan budidaya padi sawah .3) Meningkatkankualitas mutu gabah. 4) Dalam jangka panjang akan menguntungkan kondisi tanahmenuju sistem pertanian berkelanjutan . Telah terbentuk tani kelompok tani yangtelah mengadopsi teknologi dan bersikap pro aktif dalam penggunaan pupuk organikAzolla pada budidaya padi sawah didesa tegalgondo kabupaten malang.Implikasi dari kegiatan penerapan IPTEK ini yaitu, perlu afdanya suatugerakan pemberdayaan penggunaan pupuk organik Azolla pada petani untuk wilayahyang lebih luas, serta perlu adanya penghargaan yang lebih tinggi terhadap mutuproduk organik yang dihasilkan sehingga dapat meningkatkan pendapat petani.
PEMANF PEMANFAA AA AATAN AN RA RAWA GLODOK UNTUK USAHA BUDIDA BUDIDAYA IKAN KOAN ( Ctenopharyngodon idella VALL ALL ) DALAM JARING T TANCAP ANCAP DENGAN RANSUM MAKANAN GULMA ECENG GONDOK ( Eichornia ceassipes MARI ) Ir. Muhammad Musa, MS.,; Drs. Ichsan Ansory, M.Pd.
Jurnal Dedikasi Vol. 1 No. 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.917

Abstract

RingkasanDesa Pojok Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung mempunyai rawaseluas 25 ha, Ini merupakan potensi perikanan yang dapat dikembangkan, terutamauntuk usaha budidaya ikan di karamba jaring tancap. Selama ini, rawa tersebutbelum banyak dimanfaatkan. Berdasarkan survei dapat diidentifikasi hambatanpengembangan usaha budidaya ikan dalam Keramba disebabkan oleh (1) kurangadanya pengetahuan tentang usaha budidaya ikan dalam keramba jaring tancap, (2)kultur masyarakat pertanian yang lebih mempercayai keberhasilan usaha sehinggatidak mudah beralih profesi menjadi perikan, (3) modal usaha, terutama untukusaha budidaya perikanan sangat terbatas. Berdasarkan permasalahan tersebutmaka untuk meningkatkan taraf hidup penduduk Desa Pojok dilakukan denganmemberikan pengetahuan tentang usaha budidaya ikan koan dalam keramba jaringtancap.Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pendapatan penduduk danmenciptakan lapangan kerja baru dengan usaha budidaya ikan koan dalam Kerambajaring tancap. Manfaat dari kegiatan ini untuk menambah pengetahuan,keterampilan, pendapatan, mecukupi kebutuhan gizi dan membuka lapangan kerja.Berdasarkan pengkajian faktor–faktor penunjang dan penghambat yang ada,pemecahan masalah dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan praktek langsungke khalayak sasaran meliputi anggota karang taruna dan kelompok tani Desa Pojok.Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah melalui tatap muka yangdilakukan beberapa tahap antara lain peninjauan ke lokasi, penyuluhan, pembinaan,pencontohan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan dalam waktu tigabulan mulai bulan Mei sampai Juli 2002.Dari kegiatan penyuluhan, yang dihadiri sekitar 20 peserta, diketahui bahwapeminat usaha budidaya ikan koan dalam jaring tancap ini cukup tinggi. Hasilpercontohan dengan kepadatan ikan 20 ekor dan ukuran ikan 7-9 cm, diketahuiperkembangan ikan koan di dalam Keramba jaring tancap cukup bagus. Selamasatu bulan pemeliharaan sudah mencapai ukuran 15-17 cm, dengan jumlah kematiankurang dari 5 %.Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa peserta penyuluhan cukup banyakdan antusias, dan Rawa Glodok cocok untuk usaha keramba jaring tancap.Saran yang dapat diberikan adalah perlu adanya bantuan kredit, pembagian tataruang pemanfaatan rawa dan diversifikasi usaha budidaya dengan memanfaatkanikan nila.
PENINGKA PENINGKATAN AN PRODUKSI BIBIT AYAM AM LURIK MELALUI PENERAP PENERAPAN AN INSEMINASI BUA BUATAN Ir. Suyatno, M.Si
Jurnal Dedikasi Vol. 1 No. 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.919

Abstract

Selama ini peternak pembibit ayam lurik belum mengetahui teknologi inseminasibuatan. Hal ini menyebabkan usaha yang dikelolah kurang efisien. Denganmenerapkan perkawinan alam, maka peternak harus menambah jumlah pejantanuntuk mempertahankan fertilitas telur yang tinggi. Peternak biasanya memeliharaayam jantan dan betina dengan rasio 1 : 4,5 sampai 1 : 5. Hal ini jelas tidak efisiendan mengalami pemborosan.Untuk itu perlu inofasi teknologi, khususnya yang terkait dengan efisiensidalam usaha pembibitan ayam. Salah teknologi yang mungkin dapat diterapkanadalah inseminasi buatan. Teknologi ini termasuk sederhana, karena hanya perlumemperbanyak latihan. Cara pelaksanaan mudah dipelajari, bahkan bagi peternakyang belum tahu sekalipun.Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan 2 peternak diwilayah Batu, yaituP. Suhadi (Pendem) dan P. Rusdiyanto (Kajang). Kedua peternak ini memangmemelihara ayam lurik untuk tujuan menghasilkan DOC yang akan dijual. Selamaini mereka menerapkan kawin alami pada ayamnya. Peternak ini selanjutnyadilatih IB dengan materi : manajemen pemeliharaan ayam lurik, manajemenReproduksi ayam lurik, teori IB dan praktek IB. Pelatihan dilaksanakan selama 4bulan efektif dengan metode ceramah, demo dan praktek langsung (Learning bydoing). Pemberian materi yang bersifat teori dilakukan dengan metode ceramahinformal. Peternak sebelumnya diberi modul untuk dipelajari sebelumnya. Teoriyang diberikan ini diharapkan memberi bekal sebelum melakukan praktek IB.Khusus untuk materi inseminasi buatan dilakukan dengan urutan sebagai berikut:pembekalan teori, demo oleh pelakasana, praktek langsung oleh peternak danmonitoring.Setelah mengikuti program ini, peternak memperoleh beberapa pengetahuanpenting yang berkaitan dengan usaha pembibitan ayam lurik. Beberapa pengetahuanyang diperoleh oleh peternak adalah : cara mengelolah (manajemen ) pemeliharaanayam lurik yang benar, cara meningkatkan fertilitas dan daya tetas telur sertameningkatkan jumlah DOC hidup hingga siap jual, Pengetahuan tentang inseminasibuatan, serta ketrampilan melakukan inseminasi buatan pada ayam. Sebelummengikuti program, peternak tidak tahu dan tidak mampu melaksanakan inseminasibuatan pada ayam. Tetapi setelah dilakukan pelatihan, peternak akhirnya mampumendapatkan pengetahuan dan sekaligus mampu melaksanakan inseminasi buatanpada ayam. Tahap yang paling sulit dalam melaksanakan inseminsi buatan menurutpeternak adalah cara mengeluarkan semen ayam jantan. Kesulitan kedua yangdirasakan peternak adalah memasukkan semen kedalam saluran reproduksi ayambetina. Melalui latihan yang terus – menerus, akhirnya sekarang peternak mampumelakukan inseminasi buatan dengan baik. Peternak memang belum dapatmenerapkan langsung diusahanya, tetapi setidaknya mereka akan menerapkaninseminasi buatan ayam ini pada waktu yang akan datang setelah merka mampumengerjakan ide dengan sempurna.Kesimpulan yang diperoleh dari program ini adalah bahwa peternak terbuka danmau menerima masukan teknologi untuk meningkatkan efisiensi usaha ayamluriknya. Peternak juga berhasil memperoleh pengetahuan baru, baik yang terkaitdengan inseminasi buatan maupun pengetahuan dasar lain yang terkait denganpengelolaan usaha pembibitan ayam lurik. Oleh karena peternak belum menerapkanteknologi IB, maka kami sarankan agar peternak segera menerapkan teknologiinseminasi buatan yang diperolehnya untuk meningkatkan efisiensi usaha.
PENGOLAHAN P PASCA ASCA PANEN ANEN SUSU MENJADI YOGURT Di PERUSAHAAN SAPI PERAH “MUL MULYA JA JATI” Dr. Ir. Wahyu Widodo, MS.,; Ir. Ikip Laily K.
Jurnal Dedikasi Vol. 1 No. 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.920

Abstract

Produksi susu merupakan bahan minuman yang tidak awet dan hanya bertahanmaksimal satu hari sehingga apabila ada kelebihan yang tidak terjual akan tebuang,akibatnya kelebihan tersebut dijual murah ke KUD Pacet atau disimpan dan dijualmurah keesokannya. Sementara itu Perusahaan sapi perah “Mulya Jati” belummempunyai pengetahuan dan teknologi pasca panen susu, maka dijalinlah kerjasamadengan Pusat Pengembangan Bioteknologi Universitas Muhammadiyah Malanguntuk mengatasi permasalahan yang ada, yaitu Perusahaan mempunyai produksusu dan Pusat Bioteknologi mempunyai teknologi pasca panen susu menjadiyogurt.Yogurt merupakan hasil fermentasi dari susu. Pengolahan susu menjadi yogurtdapat memperlama masa pemasaran sehingga dapat meningkatkan nilai jual.Khalayak sasaran adalah pemilik dan karyawan “Mulya Jati” serta masyarakatdesa Tropodo.Tujuan dari program ini 1) mengatasi kelebihan produksi susu yang tidakterjual, 2) pembuatan yogurt dapat meningkatkan waktu pemasaran, 3) meningkatkankualitas kandungan zat makanan susu sehingga akan menjadi bahan makanan yangbaik bagi manusia 4) dapat menambah pendapatan peternak.Langkah yang dilakukan 1) melakukan penelitian awal untuk memperolehstarter unggul yang diperoleh dari Universitas Gadjah Mada yang terdiri daristarter Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus serta hasil inokulasisendiri di laboratorium bioteknologi Universitas Muhammadiyah Malang yangterdiri dari starter Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Starteryang unggul digunakan untuk mengetahui seberapa besar starter tersebut dapatdiandalkan untuk diimplementasikan pada masyarakat, 2) pelatihan, penyuluhandan pendampingan, 3) mulai proses produksi yogurt yang layak untuk dipasarkan.Kesimpulan setelah melaksanakan kegiatan program a.l. Perusahaan Sapi Perah“Mulya Jati” telah dapat melaksakan pengolahan pasca panen susu menjadi yogurtyang layak untuk dipasarkan dan dapat ditindaklanjuti menjadi industri rumahtangga yang dikoordinasi oleh PKK Desa Tropodo Kecamatan Krian KabupatenSidoarjo dan dibiayai oleh pemilik Perusahaan sapi perah “Mulya Jati” Bpk. H.Umar Amin. Namun demikian proses pendampingan perlu dilakukan terus krenamsih adanya kecenderungan langsung menjual susu segar daripada mengolahkembali susu tersebut biarpun mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi.
PEMANFAA AA AATAN AN SERIT DAN MEJA HITUNG DALAM SELEKTIVIT SELEKTIVITAS AS BENIH IKAN LELE DUMBO ( CLARIAS GARIEPINUS GARIEPINUS) ) UNTUK PET PETANI ANI IKAN DI DESA PULOTONDO KECAMA KECAMATAN AN NGUNUT KABUP KABUPATEN TEN TULUNGAGUNG. Ir. Maheno Sri Widodo, MS.,; Ir. Mulyanto, MS
Jurnal Dedikasi Vol. 1 No. 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.921

Abstract

Pembenihan ikan Lele Dumbo ( Clarias Gariepinus ) di Desa Pulotondo telahberkembang dengan baik. Produksi benih yang dicapai berkisar antara 400. 000 –500.000 ekor benih perminggu dimusim penghujan.Kendala yang terjadi selama ini adalah tentang kesulitan dalam selektifitas benihdan penghitungan benih. Dengan adanya bantuan teknologi alat selektif dan mejahitung maka kesulitan itu telah dapat diatasi. Dengan peralatan ini maka waktuseleksi dapat diperpendek, demikian pula dengan meja hitung dan alat hitungmaka waktu yang dibutuhkan untuk penghitungan sangat cepat yaitu 100 ekor permenit. Kedua peralatan ini mudah dipahami dan dikembangkan oleh masyarakatdesa pulotondo dan sekitarnya.
STRA STRATEGI TEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KOMODIT KOMODITAS AS TERNAK KELINCI DI DAERAH WISA WISATA MALANG Imron Arifianto; Ir. A. Wahyudi, M.Kes,; Drh. Imbang DR,M.Kes
Jurnal Dedikasi Vol. 1 No. 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.922

Abstract

Komoditas ternak merupakan bahan pakan yang kaya gizi dan digemari olehmasyarakat. Produk-produk peternakan merupakan bahan penting dalam agribisnisindustri pangan dan industri non pangan.Ternak kelinci merupakan salah satu komoditas peternakan yang dapatmenghasilkan daging secara cepat dan berkualitas tinggi. Daging kelinci jugasemakin digemari orang, terutama didaerah pariwisata Batu, hal ini karena rasadan aroma daging kelinci yang khas serta kadar lemak yang rendah.Keunggulan ternak kelinci antara lain, kandang tidak terlalu luas, bahan pakanmudah didapat, harga jual yang menguntungkan dan pemeliharaan yang mudah.
BUDIDA BUDIDAYA CACING TANAH SEBAGAI USAHA AL ALTERNA TERNA TERNATIF TIF DI MASA KRISIS EKONOMI Drh. Lili Zalizar, MS; Achmad Mubarok
Jurnal Dedikasi Vol. 1 No. 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.923

Abstract

Cacing tanah yang digolongkan sebagai hewan invertebrata. Kemampuan danpotensi cacing tanah prospektif bisa untuk bermacam-macam tujuan a.l; kemampuanmenjaga keseimbangan lingkungan sebagai dekomposer sampah karena cacingdapat mempercepat proses penguraian sampah organik, pengganti tepung ikan,sumber protein hewani, bahan obat-obatan, kosmetik dan campuran bahan panganuntuk konsumsi manusia.Peluang usaha yang berhubungan dengan budidaya cacing tanah berupa produksikascing (bekas cacing) untuk pupuk tanaman yang mempunyai kandungan bahanorganik yang tinggi terutama N, P dan K (Maskana, 1996), pembibitan cacing danbiomassa cacing untuk pemenuhan kebutuhan pakan ternak dan ikan serta bahanbaku obat-obatan.