Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain diterbitkan oleh Fakultas seni Rupa dan Desain. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Februari dan September. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal bidang seni dan desain yang terbilang aktif sejak pertama kali diterbitkan dari tahun 2003 sampai sekarang. Menjadi salah satu jurnal seni dan desain yang banyak diminati oleh para penulis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
Articles
376 Documents
LIMBAH FLEXY BANNER SEBAGAI IKATAN DAN ELEMEN ESTETIK PADA FURNITURE ROTAN
Sumitro, Handy Octoriawan S.
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/dim.v19i2.14622
Visual waste has become a scourge in urban areas because of the massive promotion using flexy banners as the print media. Flexy banners are made from polyvinyl chloride (PVC) which is a derivative of plastic material that is difficult to break down into a serious pile of waste if ignored. Flexy banner waste can turn into a product that has functional and aesthetic values. Utilization of flexy banner waste as a bond and aesthetic element in rattan furniture is the focus of this research. This research uses the design thinking method and the ATUMICS theoretical approach as a reference for modernizing a traditional work. Perform tensile testing on the flexy banner (China), to determine the degree of elongation. Flexy banner material can be folded 2 to 4 times, to minimized the elongation. The touch of a flexy banner as a knot and a aesthetic element on rattan furniture transforms products from classic styles into contemporary ones.Keywords: banner, rattan, product, furniture
TINJAUAN ERGONOMI PADA DESAIN SARANA PEMBUANGAN SAMPAH DI TAMAN TRIBECA, JAKARTA BARAT
Hatguina;
Vicky Juliet;
Ariani;
Krishna Hutama
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 19 No. 1 (2022): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/dim.v19i1.15150
Taman Tribeca merupakan sebuah taman di pusat perbelanjaan Central Park,Jakarta Barat. Salah satu sarana umum yang ada di area tersebut adalahtempat sampah untuk menampung sampah pengunjung. Berdasarkan hasilpengamatan pada desain tempat sampah yang ada, ditemukan masalahdalam proses pengeluaran sampah oleh petugas kebersihan di taman Tribeca.Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis terhadap desain tempatsampah, ditinjau dari aspek ergonomi dan kriteria desain yang sesuai. Metodepenelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif analisis. Pengumpulandata dilakukan dengan melakukan survei, observasi langsung, wawancara,kuesioner tertutup, kajian pustaka, dan landasan teoritis menurut para ahli.Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa dimensi, aspek visual,material, dan penempatan tempat sampah di taman Tribeca sudah sesuaidengan teori ergonomi dan desain. Namun, operasional pengeluaran sampaholeh petugas kebersihan belum memenuhi teori ergonomi yang ada. Kesimpulandari penelitian ini adalah desain tempat sampah di taman Tribeca sudah cukupbaik bagi pengunjung tetapi belum memenuhi kaidah ergonomi bagi petugaskebersihan taman Tribeca. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi desaintempat sampah yang ergonomis dalam pengoperasionalannya.
VISUALISASI WANITA PLUS SIZE DALAM ESTETIKA FOTOGRAFI
Eunike Desi Graceana br Ginting Suka;
Lasakajaya Sari;
Erlina Novianti
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 19 No. 1 (2022): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/dim.v19i1.15151
Citra tubuh adalah gambaran mental seseorang terhadap bentuk dan ukuran tubuhnyaserta bagaimana seseorang itu memberikan penilaian terhadap ukuran dan bentuktubuhnya. Di Indonesia, citra tubuh cenderung mengarah ke kurus sehingga wanitaplus size adalah bagian minoritas. Plus size adalah ukuran diatas standar pakaian biasaatau mempunyai berat badan berlebih. Hal ini membuat wanita plus size mendapatstigma yang kurang baik sehingga memberikan dampak yaitu rasa malu dan tidakpercaya diri. Penulis ingin menampilkan wanita plus size yang nyaman dengantubuh mereka dan tidak merasa malu dengan mengenakan wardrobe busana renang.Pemotretan dilakukan di studio yang dibuat dengan suasana pantai atau kolam renangdengan menggunakan properti yang mendukung. Warna-warna yang digunakanadalah warna cerah. Tujuan dari karya ini adalah mematahkan stigma masyarakat yangcenderung negatif terhadap wanita plus size. Metode yang digunakan adalah metodestudi pustaka dan observasi yang mendukung pengembangan karya foto dan teori-teoriharus bersumber dari literatur, jurnal dan artikel yang dapat dipertanggungjawabkan.Hasil penelitian dari karya tugas akhir ini yaitu 5 karya foto wanita plus size denganaktivitas di pantai atau kolam renang yang percaya diri dan nyaman dengan tubuhmereka dengan pendekatan estetika fotografi.
TINJAUAN ERGONOMI WASTAFEL PORTABEL DI PASAR TEBET TIMUR, JAKARTA SELATAN
Carissa Nuryasmin Putri;
Ariani;
Krishna Hutama
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 19 No. 1 (2022): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/dim.v19i1.15152
Sejak pandemi Covid-19 merebak, banyak instansi yang menempatkanwastafel portabel di ruang terbuka agar pengunjung dapat mencuci tangansebelum dan sesudah memasuki suatu area untuk mencegah penyebaran virusmelalui sentuhan. Pasar Tebet Timur di Jakarta Selatan adalah tempat jual-beliyang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Akibat sibuknya aktivitasyang terjadi di pasar ini, kekhawatiran tentang penyebaran virus tidak dapatdiabaikan. Oleh karena itu, Pasar Tebet Timur memerlukan wastafel portabelyang layak dari sisi ergonomi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifuntuk mengkaji kondisi wastafel yang sekarang ada. Data-data yang sudahdikumpulkan kemudian diproses dan dianalisis menggunakan task analysisdan gap analysis. Hasil penelitian memberikan beberapa usulan untukmemperbaiki ergonomi wastafel portabel di Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan.
PERAN SEMIOTIK DALAM CYBERCULTURE FOTOGRAFI PADA MASYARAKAT MASA KINI
Ibrahim, Muhammad Malik;
Maya Purnama Sari
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 19 No. 1 (2022): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/dim.v19i1.15153
Pada masa kini, fotografi telah menjadi budaya pada masyarakat luas.Seiring perkembangan teknologi yang global dan membentuk sebuahbudaya komunikasi visual yang baru membuat perubahan budaya tersebutsemakin kentara. Melalui jaringan media sosial, masyarakat semakin pandaimengekspresikan dirinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatifdeskriptif dengan observasi. Kegiatan analisis dimulai dari pengumpulan data,penggolongan data, dan analisis data. Dapat disimpulkan bahwa cyberculturefotografi pada masyarakat masa kini adalah selfie (swafoto) sebagai upayamembangun eksistensi diri. fotografi smartphone yang menjadi pilihan selainkamera, dan media fotografi sebagai bentuk semiotika konvesional.
FASHION CAMPAIGN LIMBAH TEKSTIL DALAM FOTOGRAFI ILUSTRASI
Malcheni Sangrawati;
Pongky Adhi Purnama;
Ratih Candrastuti
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 19 No. 1 (2022): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/dim.v19i1.15154
Industri fashion berkembang secara signifikan, terutama selama 20 tahun terakhir.Meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam berbusana membuat peningkatandalam produksi pakaian yang menimbulkan industri fast fashion. Fast fashionadalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan desain pakaian yang cepatdan mengikuti trend. Fast fashion sangat mengikuti trend pakaian diproduksisecara massal dan cepat akibat maraknya fast fashion menyebabkan produksidan konsumsi berlebih, sehingga menimbulkan tumpukan limbah tekstil yangdapat menyebabkan emisi berbahaya ke udara, air, dan tanah. Limbah fashionmerupakan limbah terbesar urutan kedua setelah sampah plastik. Sebanyak92 juta sampah industri tekstil berakhir di tempat pembuangan sampah setiaptahun. Pewarna kain dibuang ke sungai tanpa pengolahan sebanyak 40.000-50.000 ton per tahun. Tingginya dampak Industri fashion pada lingkungansehingga menjadi latar belakang dalam pembuatan karya. Perkembanganmode juga dipengaruhi oleh media promosi terutama pada foto. Foto dianggapsebagai media yang dapat merepresentasikan dan mempromosikan dengan baik. Fotografi sangat berpengaruh pada perkembangan trend fashion. Penulismenggunakan Fotografi Ilustrasi dengan tujuan mengampanyekan dampaklimbah tekstil kepada masyarakat dan menghasilkan sebuah pergerakan. Metodepenelitian yang dipilih secara kualitatif meliputi observasi, menganalisis visualdan studi data dan studi literatur yang sudah ada. Observasi yang dilakukanpenulis berupa wawancara dan acuan pada buku yang membahas mengenailimbah fashion. Pada pembuatan foto menggunakan artificial lighting sebagaisumber cahaya yang digunakan. Hasil pada penelitian foto dengan tujuanCampaign limbah tekstil dapat diilustrasikan dan dibuat agar dapat mengajakmasyarakat dan penggiat fashion memperhatikan dampak lingkungan limbahtekstil.
MOTIF BATIK MEGA MENDUNG SEBAGAI KEARIFAN LOKAL DALAM INSPIRASI RANCANGAN BAHAN FABRIC PADA DESAIN KURSI MOBIL MICROCAR
Rully Soeriaatmadja;
Erick Teguh Leksono;
Hendi Rosadi
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 19 No. 1 (2022): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/dim.v19i1.15156
Batik merupakan warisan tradisi budaya Indonesia yang sudah mendapatpengakuan dari Unesco sebagai Intagible Cultural Heritage (ICH) atau WarisanBudaya Takbenda pada sidang Unesco di Abu Dhabi. Batik merupakan teknikmenghias kain yang mengandung nilai, makna, dan simbol-simbol budayakarena sejatinya batik adalah sebuah proses dan memiliki nilai lebih dariselembar kain bermotif. Batik sebagai warisan budaya yang memiliki nilaikearifan lokal kurang dimanfaatkan sebagai karya seni yang diaplikasikankedalam produk inovasi dari suatu bagian komponen desain transportasi,khususnya pada bagaian doortrim. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatifyang disampaikan secara deskriptif analisis. Pengumpulan data dilakukandengan melakukan survei, observasi langsung, kajian pustaka, dan landasan teoritis menurut para ahli. Bentuk analisis yang dilakukan berupa pengolahanbeberapa desain pada motif batik. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkanbahwa dimensi, aspek visual, material, dan penempatan bahan batik padakomponon kendaraan sudah sesuai dengan teori ergonomi, estetika, dandesain. Namun, dalam praktiknya penggunaan batik pada bagian komponenbelum optimal dalam penempatan pada bagian komponen-komponenya.Dengan demikian, kesimpulan dari penelitian ini memberikan rekomendasiuntuk mengembangkan sebuah desain doortrim sebagai komponen desainkendaraan. Doortrim tersebut didesain dengan menggunakan bahan batiksebagai suatu unsur estetika dengan menggunakan konsep kearifan lokal didalama rancangan desainnya.
PERANCANGAN ILUSTRASI RUMAH BERTEMA “NURSE” UNTUK KARAKTER OCTALAND IP DI OCTAGON STUDIO BANDUNG
Muhamad Nizar Al Muizzy;
Maria Saraswati Bijakbestari
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/dim.v19i2.15762
Learning media using technology is currently very influential in the world of education. With the development of technology, education is easy to obtain. Technology media in the form of 3D illustrations, makes it easier for children aged 4-6 years to understand the lessons. Octaland is an exploratory IP aimed primarily at children who want to get to know the types of work that exist with an interesting illustrative approach. The making illustrations of Nadia’s house is made using objects that are correlated with the medical world to make it easier for children to get to know Nadia as a nurse. The process of making this house illustration with the theme of a nurse is made using a simple and easy-to-recognize illustration. The selection of shapes that tend to be oval and curved lines are deliberately used because the target market is children and also represents Nadia’s gentle character.Keyword: 3D illustrations, Octaland IP characters
PERANCANGAN BUSANA BERKELANJUTAN BAGI MARKET URBAN SEBAGAI UPAYA REVITALISASI TENUN SUMBA TIMUR
Fiona Nathania Elfrida;
Sri Ningsih, Yosepin
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/dim.v19i2.15824
The local product of the Sumba region, namely woven cloth, is widely known to the public thanks to various efforts done by various agencies. However, from the various existing weaves, only ikat weaving that is wellknown for the wider community, while there is another woven, namely Lau Pahikung, which is also a specialty of the region. This research presents revitalization process of Lau Pahikung weaving through fashion design products aimed for urban communities. The research process uses a qualitative research approach with the ATUMICS and Trend Forecasting methods that being done in sustainable way. The product uses the main material of Lau Pahikung weaving which is processed in ecofriendly way so that the selection of material combinations also considered sustainable materials, namely denim material from the Badjatex label which already has an environmentally friendly fabric production certificate. The process resulting ready-to-wear fashion collection titled Denim Revolution, a collection which inspired from the basic form of Sumbanese traditional cloth using Lau Pahikung and other sustainable material for the preservation of Lau Pahikung woven. Keywords: ATUMICS, fashion, Lau Pahikung, Sumba, sustainability
“DARI LUCU MENUJU KOMERSIAL” SEBUAH TINJAUAN SEMIOTIKA VISUAL KOMIK IKLAN TAHI LALATS
Hendrawan, Faldi
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/dim.v19i2.16024
The Tahilalats advertising comics are a differentiator from works that only aim to convey humorous messages on Instagram. An overview of advertising comics with commercial purposes is interesting because the contents of commercial advertisements for a product become a new pattern of creativity for Tahilalats creators. The object of the problem taken from the work entitled “Surprise” offers a form of negotiation between the aim of being funny and commercial advertising The Ponds Men advertisement is a promotional idea for men’s skin care products which is humorously visualized in ten comic strip panels. The series of panels is a sign structure that will be dissected in order to find the right meaning to show the persuasion message of a commercial product. The accuracy of meaning can be seen from the visualization of the text or aspects of form and context or content as part of the marking system. The marking system will be reviewed based on the sign structure of Barthes’s semiotic theory, namely lexia. The meaning analysis begins by re-reading the nine comic panels into four lexias by naming them based on the logic of meaning, not chronology. In the lexia you will find code categories used as sign dynamic rules according to Barthes based on the perception and culture of the users as interpreters including hermeneutic codes, semimic or semantic codes, symbolic codes, proairetic or action codes, and cultural codes. The code becomes the main reference showing the context in the form of a persuasive message from a Ponds Men commercial advertisement. The context of being funny can be visualized with aspects of character shape, cartoon-style expressions that are simple and simple. The supporting theory is in the form of relays and intertextuality from Julia Kristeva to review the performance of the tagging system based on caption text in the form of titles and descriptions in the Instagram Tahilalats column. In this case, it can show that the commercial message of Ponds Men’s products can be combined appropriately according to Tahilalats’ cute characterization.Keyword: advertising, comic, tahilalats, visual semiotics