cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
jurnal_dimensi@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti Jl.Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 25275666     EISSN : 25497782     DOI : https://doi.org/10.25105/dim
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain diterbitkan oleh Fakultas seni Rupa dan Desain. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Februari dan September. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal bidang seni dan desain yang terbilang aktif sejak pertama kali diterbitkan dari tahun 2003 sampai sekarang. Menjadi salah satu jurnal seni dan desain yang banyak diminati oleh para penulis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
Articles 376 Documents
ILUSTRASI PADA MERCHANDISE SEBAGAI MEDIA UNTUK MEMBANGUN CULTURAL AWARENESS ANAK SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN SIDOARJO Syahnina, Naulia; Patria, Asidigisianti Surya
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 18 No. 1 (2021): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v18i1.10606

Abstract

Abstract.Sidoarjo has culture in the form of traditions, arts and cultural heritage that are still preserved. Indonesian children are increasingly distant from their local culture and are more interested in cultures that come from outside so that it can cause children to forget and even become unknown to their local culture. Cultural awareness or cultural awareness is the ability to recognize and understand the influence of culture on people's values and behavior. Local culture needs to be instilled in students because it has good values and minimizes the negative influence of outside culture. Through the design of merchandise with illustrations of Sidoarjo culture, it is hoped that it can increase the cultural awareness of elementary school children in the Sidoarjo area. The stages of the design process include data collection, data analysis, design concepts, design visualization, final design, and trial work using SWOT data analysis techniques. There are 5 kinds of culture that are illustrated, namely the Nyadran Tradition, the Bandeng Lelang Tradition, Banjar Kemuning Dance, Jaran Kepang Dance, and Candi Pari with explanatory texts which are then applied to 4 kinds of merchandise, namely t-shirts, pencil cases, drinking bottles, and key chains. Through testing the work on elementary school children in the Sidoarjo area, the children's response to merchandise is curiosity about culture while the benefits obtained include, they can find out the main elements of each culture displayed by merchandise.. Key word: culture, Sidoarjo, cultural awareness, children, merchandise  AbstrakSidoarjo memiliki kebudayaan dalam bentuk tradisi, kesenian maupun cagar budaya yang masih dilestarikan. Anak-anak Indonesia semakin jauh dari kebudayaan daerahnya dan lebih tertarik pada budaya yang berasal dari luar sehingga dapat menyebabkan anak lupa bahkan buta terhadap budaya daerahnya. Cultural awareness atau kesadaran budaya merupakan kemampuan untuk mengenali dan memahami pengaruh budaya pada nilai-nilai dan perilaku masyarakat. Kebudayaan lokal perlu ditanamkan pada peserta didik karena memiliki nilai-nilai yang baik serta meminimalisir pengaruh negatif  budaya luar. Melalui perancangan merchandise dengan ilustrasi kebudayaan Sidoarjo ini diharapkan mampu meningkatkan cultural awareness anak-anak SD di daerah Sidoarjo. Tahapan proses perancangan ini meliputi pengumpulan data, analisis data, konsep desain, visualisasi desain, final desain, dan uji coba karya dengan teknik analisis data SWOT. Terdapat 5 macam kebudayaan yang diilustrasikan, yakni Tradisi Nyadran, Tradisi Lelang Bandeng, Tari Banjar Kemuning, Tari Jaran Kepang, dan Candi Pari dengan dilengkapi teks penjelas yang kemudian diaplikasikan pada 4 macam barang merchandise yakni kaos, tempat pensil, botol minum, dan gantungan kunci. Melalui uji coba karya pada anak-anak SD di daerah Sidoarjo, respon anak-anak terhadap merchandise yakni rasa penasaran terhadap budaya sedangkan manfaat yang diperoleh diantaranya, mereka dapat mengetahui unsur pokok dari tiap-tiap kebudayaan yang ditampilkan merchandise. Kata Kunci Budaya, Sidoarjo, Cultural awareness, Anak, Merchandise. 
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER KECIMPRING SEBAGAI KOMODITAS UTAMA MASYARAKAT LEMBANG JAWA BARAT Dwisatrio, Muhammad Akbar; Rukiah, Yayah; Susanti, Khikmah
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 18 No. 1 (2021): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v18i1.10609

Abstract

Abstract The design of a documentary film kecimpring as the main commodity of the people of Lembang, West Java, as well as an effort to be able to provide understanding to the wider community and also to tourists who often visit the West Java area. The research method used is a descriptive qualitative analysis approach, because this study aims to obtain an authentic understanding in other words to understand the phenomenon of what is experienced by research subjects in a special natural context. This descriptive qualitative method is used to produce descriptive data in the form of words and writings on the medium of the kecimpring documentary film. The data obtained is the result of a search for literature studies in the form of books, journals, observations, and interviews with competent sources in their fields. With the data collected, it shows that kecimpring is one of the traditional snacks typical of West Java that must be preserved and preserved, and this kecimpring documentary is an effective medium for an introduction to history, how to make kecimpring, and how to preserve traditional snacks. typical of West Java.Keywords: Kecimpring, main commodity, traditional food, West Java Abstrak Perancangan film dokumenter Kecimpring sebagai komoditas utama masyarakat Lembang Jawa Barat, serta sebagai upaya untuk dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat luas dan juga para turis yang sering kali berkunjung ke daerah Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan analisis kualitatif deskriptif, karena penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman otentik dengan kata lain memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian pada konteks khusus yang alamiah. Metode kualitatif deskriptif ini digunakan untuk menghasilkan data secara deskriptif dalam bentuk kata-kata maupun tulisan mengenai media film dokumenter     kecimpring. Data yang didapat adalah hasil dari pencarian studi literatur berupa      buku, jurnal, observasi, dan wawancara dengan narasumber yang berkompeten dibidangnya. Dengan data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa kecimpring       adalah salah satu makanan ringan tradisional khas Jawa Barat yang wajib dijaga      dan dilestarikan keberadaannya dan film dokumenter kecimpring ini merupakan salah satu media yang efektif untuk pengenalan mengenai sejarah, bagaimana cara pembuatan kecimpring, dan cara untuk melestarikan makanan ringan tradisional khas Jawa Barat.Kata kunci: Kecimpring, komoditas utama, makanan tradisional, Jawa Barat 
PERANCANGAN MOTIF KAIN DAN POLA MASKER NON MEDIS BERBASIS NILAI ESTETIKA DAN FUNGSIONAL Tjandrawibawa, Paulina; Tahalele, Yoanita Kartika Sari; Tanzil, Marini Yunita
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 18 No. 2 (2022): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v18i2.10858

Abstract

Merebaknya virus corona di berbagai penjuru dunia telah membuat para pemimpin negara mengambil langkah strategis untuk mencegah penyebaran dan jatuhnya korban jiwa lebih luas lagi. Berbagai langkah telah diterapkan mulai dari social distancing hingga pemakaian masker. Karena permintaan yang cukup tinggi dalam waktu yang singkat, masker sekali pakai sempat menjadi salah satu produk langka yang dicari oleh banyak orang. Oleh karena keterbatasan dan melambungnya harga masker sekali pakai, masker kain menjadi pilihan bagi banyak orang karena sifatnya yang reusable dan harga yang lebih terjangkau. Penelitian ini dilakukan untuk merumuskan dan menciptakan masker kain non-medis yang mempunyai standar fungsional yang optimal dan memiliki nilai estetika yang baik. Pembuatan prototipe masker akan dilakukan untuk diuji coba ke responden untuk menilai apakah bentuk masker sudah melindungi wajah secara optimal serta memiliki motif yang menarik minat orang untuk mengenakan masker pada kesehariannya.
PERENCANAAN DESAIN INTERIOR PUSAT INFORMASI GEOLOGI BELITUNG TIMUR DENGAN PENERAPAN IDENTITAS BUDAYA LOKAL Firdaus, Boyke Arief Taufik
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 18 No. 2 (2022): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v18i2.12673

Abstract

This research is an Interior Design Planning process for the Geological Information Center (GIC) Building in East Belitung, which applies the characteristics of East Belitung's cultural identity. This research was motivated by a plan from the Geological Survey Center, Geological Agency of the Ministry of Energy and Mineral Resources in 2019, which was the need for the availability of GIC Buildings and Interiors specifically for the East Belitung district. The facility will later function as an Information Center regarding the diversity of rock types contained in the earth of Belitung, which will become one of the geotourism destinations. The purpose of this research is to produce an Interior design of the East Belitung GIC that applies the cultural characteristics of Belitung, with a form that combines modern style in Modern Facilities with elements of local culture as a distinctive feature. The design process is carried out through an interior design planning approach.
RAGAM HIAS DAN WARNA TRADISI MINANGKABAU PADA DESAIN INTERIOR RESTORAN PADANG DI JAKARTA Adisurya, Susy Irma; Jasjfi, Elda Franzia; Damayanti, Resky Annisa; Nisa, Mukamilatun
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 18 No. 2 (2022): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v18i2.12772

Abstract

AbstractRestaurants with Indonesian cuisine commonly exist in Jakarta, one of them is Padang restaurant that comes from Minangkabau culture and tradition in West Sumatra. Padang restaurant visited by various consumers, including Jakarta residents, local and international travelers. To be recognized by consumers and prospective consumers, Padang restaurants have a unique characteristic in their design. This research focused on three restaurants as research objects which are Sederhana Padang Restaurant, Pagi Sore Restaurant, and Padang Merdeka Restaurant. The research was conducted to understand how Minangkabau ornaments and colors can be applied in Padang restaurants in Jakarta. The research method is qualitative descriptive. Data was collected through field research and photo documentation. Analysis was conducted by triangulated data from observation with visual data and references about Minangkabau tradition, including (1) architectural facade design, (2) applied ornaments in the interior, (3) applied colors in the interior. The result concluded that not all restaurants applied Minangkabau ornaments and colors in the restaurant’s interior. The architectural facade had a unique and interesting form to attract consumers to come to the restaurant. Minangkabau ornaments, motives, and colors in restaurants were not shown explicitly but conveyed through the adaptation process by modern architectural and interior style inlined with restaurant’s concept so every restaurant had a different approach applying Minangkabau’s culture in the interior design. Keyword: padang restaurant, interior design, restaurant interior, Minangkabau cuisine   AbstrakRestoran dengan menu makanan selera nusantara banyak ditemui di kota Jakarta, salah satu di antaranya adalah restoran dengan menu masakan Padang yang berasal dari tradisi budaya Minangkabau, di Sumatra Barat. Restoran Padang dikunjungi oleh konsumen yang beragam, termasuk penduduk Jakarta, wisatawan nusantara dan mancanegara. Agar mudah dikenali oleh konsumen dan calon konsumennya, Restoran Padang memiliki karakteristik tertentu pada desainnya. Penelitian ini terbatas pada tiga restoran yang menjadi objek penelitian, yaitu Restoran Padang Sederhana, Restoran Pagi Sore dan Padang Merdeka. Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan ragam hias dan warna tradisi Minangkabau pada interior Restoran Padang di Jakarta. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi lapangan dan dokumentasi foto. Analisis dilakukan pada data hasil observasi secara triangulasi terhadap data visual dan kepustakaan terkait tradisi budaya Minangkabau, meliputi (1) desain fasad bangunan, (2)  penerapan ragam hias dalam interior, (3) penerapan warna dalam interior. Hasil dari penelitian ini memaparkan bahwa tidak semua restoran menerapkan ragam hias, motif dan warna Minangkabau di dalam interior restorannya. Fasad arsitektur yang memiliki bentuk unik dan menarik dapat dikenali dan menarik minat masyarakat untuk datang ke restoran tersebut. Penerapan ragam hias, motif dan warna Minangkabau di restoran tidak ditampilkan secara eksplisit, namun telah mengalami proses adaptasi dengan gaya arsitektural dan interior modern sesuai dengan konsep restoran tersebut sehingga setiap restoran memiliki perbedaan dalam penerapan budaya Minangkabau dalam desain interiornya. Kata Kunci: restoran padang, desain interior, interior restoran, kuliner Minangkabau
FASILITAS BREAKOUT AREA SEBAGAI UPAYA TERCIPTANYA SOCIAL SUSTAINABILITY PADA KARYAWAN BANK BUMN Fajriani, Mediva Dyah; Ratri Wulandari
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 19 No. 1 (2022): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v19i1.12845

Abstract

Social sustainability is now often known as an important strategy in the running of a corporation in developing its human resources, including Bank BUMN. This banking company is currently still facing problems in the form of an overworked culture for its employees which causes stress and decreases work productivity. This study analyzes the needs and activities of Bank BUMN employees to provide work facilities that can be a way out of these problems. The research method used is a mix-method that tends to be descriptive with analysis showing that breakout area facilities can be a step in fulfilling employee job satisfaction and creating social sustainability in the work environment of Bank BUMN.
Tinjauan Abjection dalam Penciptaan Ulang Produk: Sebuah Perspektif menuju Periode Antroposen Chadijah, Siti
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 18 No. 2 (2022): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v18i2.13001

Abstract

Produk industri yang kerap kita konsumsi sebagai perabot rumah tangga dan benda keseharian memiliki beragam fungsi guna dalam aktivitas manusia. Usia pakai produk industri yang tidak panjang membuat beragam produk itu berkontribusi dalam peningkatan kuantitas sampah rumah tangga, meskipun dari segi kualitas material memiliki durabilitas yang sangat lama, terutama pada benda yang menggunakan bahan dasar plastik, metal, dan bahan lain yang tidak dapat diurai secara alami. Berkaitan dengan dimulainya periode watu geologis baru, Antroposen, penciptaan produk yang dihasilkan dari benda-benda bekas, sampah dan limbah rumah tangga dengan mengangkat konsep daur ulang dianggap mampu mengatasi berbagai permasalah tersebut. Hal ini menjadi tren yang banyak digunakan dalam menghasilkan produk yang berorientasi terhadap kampanye pola hidup zero waste. Penelitian ini membahas bagaimana konsep penciptaan berbasis material daur ulang dapat diterima secara luas. Untuk itu studi kasus dibandingkan dan ditelusuri dengan membongkar ulang konsepsi abjection yang muncul pada produk yang telah habis masa pakainya melalui studi komparatif dan analisis pada studi literatur. Pada tahapan selanjutnya,  studi kasus juga digunakan untuk membantu mengkonstruksi ulang fungsi yang masih terdapat pada material penyusun komponen sebuah produk. Pola yang ditangkap dapat dijadikan acuan bagi pengembangan produk daur ulang di masa depan.
EKSPLORASI GAYA DE STIJL PADA LIVING ROOM FURNITURE Athena, Audrey; Suminto, Sekartaji; Jayadi, Nor; Prasetya, Rahmawan Dwi
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 19 No. 1 (2022): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v19i1.13341

Abstract

Masyarakat masa kini memiliki kesulitan dalam mencari hunian yang relatif luas, hal ini disebabkan harga lahan yang semakin melonjak akibat keterbatasan lahan. Maka dari itu, masyarakat urban lebih memilih tinggal di hunian sempit seperti apartemen. Namun, ditemukannya masalah akibat tinggal di hunian dengan area yang sempit. Salah satunya yaitu sempitnya lahan menyebabkan masyarakat kesulitan untuk menggunakan beberapa jenis furnitur untuk mendukung berbagai aktivitas kesehariannya. Demi mengatasi keterbatasan tersebut, muncul ide untuk merancang mebel dengan konsep hemat ruang dan konvertibel. Hemat ruang berarti merancang mebel yang dapat memiliki banyak fungsi sehingga menghemat area gerak pada lantai. Sedangkan konvertibel berarti mebel dapat diubah bentuknya sesuai dengan sistem yang dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan user. Sifatnya yang konvertibel ini menyebabkan mebel menjadi lebih efisien, fleksibel, dan praktis dalam penggunaannya sehingga dapat mendukung aktivitas masyarakat hanya dalam satu mebel.
PENERAPAN BATIK NITIK PADA MEDIA ALTERNATIF Dewanti, Asih Retno
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 18 No. 2 (2022): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v18i2.13363

Abstract

AbstractNitik Batik is one of the well-known batik motifs that developed in the Yogyakarta Region, precisely in the Trimulya, Kembangsongo, Blawong - Bantul districts. It has a characteristic nitik pattern from the unique canting shape which ends in 4 (four) splits with a geometric pattern. The nitik motif is thought to be from the pattern of Patola cloth - India. The detailed manufacture of Nitik batik and a long manufacturing process make the price of Nitik batik expensive. Monotonous colors and motifs make it unpopular among young people, for that effort and innovation are needed in its application. One of the efforts to maintain Nitik batik, it is necessary to innovate its application to alternative media with patterns and colors that contain the symbolic meaning of 'ban batik nitik motif' and make 'development of the nitik batik motif' one of the ‘icons’ of Yogyakarta batik. This research method is a descriptive qualitative approach, the result of which is the application of the development of the Nitik batik motif as an innovation in alternative media. The results of the research are in the form of innovative development of the Nitik batik motif with its application to alternative media, as an effort to preserve it and be recognized as the batik icon of Nitik Yogyakarta for present and future generations. Keywords: Nitik batik, colors and motifs, innovation, alternative media AbstrakBatik nitik adalah salah satu motif dikenal batik yang berkembang di Wilayah Yogyakarta, tepatnya diwilayah Trimulya, Kembangsongo, Blawong – Kabupaten Bantul. Mempunyai ciri khas pola nitik dari bentuk canting uniknya yang ujungnya membelah 4 (empat) dengan pola geometrisnya. Motif nitik diduga dari pola kain Patola – India. Pembuatannya batik tulis nitik yang detil dan proses pembuatan yang lama menjadikan harga batik nitik menjadi mahal. Warna dan motifnya yang monoton menjadikan tidak popular dikalangan kaum muda, untuk itu diperlukan usaha dan inovasi dalam penerapannya. Salah satu usaha untuk mempertahankan batik nitik, diperlukan inovasi penerapannya pada media alternatif dengan pola dan warna yang mengandung makna simbolis ‘motif batik nitik larangan’ serta menjadikan ‘pengembangan motif batik nitik’ menjadi salah satu ‘Ikon’ batik Yogyakarta.  Metode penelitian ini dengan pendekatan metode penelitian kualitatif deskriptif, yang hasil akhirnya penerapan pengembangan motif batik nitik sebagai inovavasi pada media alternatif. Hasil penelitian berupa inovasi pengembangan motif batik nitik dengan penerapannya pada media alternatif, sebagai usaha untuk melestarikannya serta dikenali sebagai Ikon batik nitik Yogyakarta bagi generasi sekarang dan di masa mendatang. Kata kunci: batik nitik, warna dan motif, inovasi, media alternatif
DESAIN DAN APLIKASI MARKA GRAFIS BERBASIS KAWASAN PROTOKOL KESEHATAN PENCEGAHAN COVID 19 DI SMA DAARUT TAUHIID BOARDING SCHOOL Gema Arifrahara; Didit Widyatmoko
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v19i2.13632

Abstract

Health protocols in order to prevent the spread of covid 19 is part of the government’s program to reduce the spread of the corona virus in community. It has been more than a year since the outbreak of the corona virus in Indonesia, this country has implemented a policy so that people carry out all their activities from home, including teaching and learning activities. Daarut Tauhiid Boarding School has implemented a distance learning policy since 2020 until now. In July 2021, Daarut Tauhiid Boarding School has carried out face-to-face learning which requires some preparation, especially in implementing health protocols in schools. Graphic marking is one of the technical tools supporting the implementation of health protocols. The design of graphic markings supporting health protocols should also pay attention to the area whereit is embedded because it is related to the activities of the user population of the place. This design aims to conceptualize and apply graphic markings of health protocols at Daarut Tauhiid Boarding School which refers to the character of the area. Analysis of existing problems is carried out using qualitative data, based on observations, interviews, and literature searches related to the problems faced by Daarut Tauhiid Boarding School. The results of the analysis are then realized in the form of design implementation and application at Daarut Tauhiid Boarding School. Area-based graphic markings that support the enforcement of health protocols are one of the pioneering tools for maintaining the face-to-face teaching and learning process at Daarut Tauhoid High School.Keywords: graphical markings, region-based, health protocols