cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
senirekarancang@trisakti.ac.id
Editorial Address
Magister Desain Produk Fakultas Seni Rupa dan Desain Unversitas Trisakti Jln. Kyai Tapa No.1,Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 26566346     EISSN : 26544725     DOI : https://doi.org/10.25105/jsrr
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Seni dan Reka Rancang Jurnal Ilmiah Magister Desain Produk Universitas Trisakti terbit pertama terbit bulan Nopember 2018. Jurnal ini akan diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan April dan Nopember oleh Pusat Studi Reka Rancang Visual dan Lingkungan Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti. Jurnal ini berisi artikel memuat artukel ilmiah bidang pengetahuan, kajian pendapat, dan gagasan intelektual yang berkaitan dengan bidang studi: Desain Komunikasi Visual, Desain Interior, Desain Produk, Fotografi dan ilmu-ilmu terkait.
Articles 179 Documents
AKULTURASI DAN ASIMILASI ORNAMEN GORGA BATAK TOBA DALAM ARSITEKTUR GEREJA KATOLIK ST MIKAEL, PANGURURAN Polin Marsahala Simanjuntak; Yusuf Affendi; Sangayu Ketut Laksemi
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.301 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v1i2.6736

Abstract

AbstractHumans as dynamic creatures who have the creativity, taste and intention in their lives. Therefore, humans always try to interact by using the natural environment as a source to meet certain needs. From this interaction the emergence of culture in society can be seen from the production of cultural artifacts such as cutlery, homes and decoration or ornaments. North Sumatra is an area in Indonesia which has many ethnic groups in the region, one of them is Batak. The Toba Batak ethnic is known for his diversity of skills as a medium for expressing people's ideas in a visual form. This visual form plays a role in the development of culture and communicates the values of the beliefs and customs of the people. Ornaments or ornaments on the Toba Batak traditional house are often referred to as Gorga. Gorga is a message of desire and advice that comes from knowledge, hope, thoughts, behavioral attitudes, and beauty to be communicated. The entry of Christianity became one of the new cultural elements of the Toba Batak customs. The Toba Batak experienced a social process characterized by efforts to reduce these differences. This process of assimilation and acculturation allows cultures and ethnic groups to adapt to other cultures. This change can refer to attitudes, values, and identity, even the Gorga ornament itself in the Toba Batak architecture. Gorga ornaments undergo a process of acculturation and assimilation so that it starts to be widely applied to modern public buildings. The church as a symbol of the relationship with the creator needs ornaments to carry implied meanings. The meaning of ornament that was understood before, from the understanding of Toba Batak cultural traditions experienced a constructive shift in meaning towards the understanding of church tradition. This gives enthusiasm, as well as an opportunity to preserve and develop local wisdom and values of the Toba Batak community in the life of modern society.  AbstrakManusia sebagai mahluk yang dinamis yang memiliki cipta, rasa dan karsa dalam kehidupannya. Oleh karena itu, manusia senantiasa berupaya berinteraksi dengan menggunakan alam lingkungan sebagai salah satu sumber untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Dari interaksi inilah munculnya kebudayaan dalam masyarakat yang dapat dilihat dari dihasilkannya artefak artefak budaya seperti peralatan makan, rumah tinggal dan ragam hias atau ornamen. Sumatera Utara merupakan daerah di Indonesia yang memiliki banyak etnis suku di wilayahnya salah satunya suku Batak. Etnis Batak Toba dikenal dengan keaneka ragaman keterampilan sebagai suatu media ungkapan ide masyarakat dalam bentuk visual. Bentuk visual inilah yang berperan dalam pengembangan kebudayaan serta mengkomunikasikan nilai-nilai kepercayaan dan adat istiadat masyarakatnya. Ornamen atau ragam hias pada rumah adat Batak Toba sering disebut dengan istilah Gorga. Gorga merupakan suatu pesan hasrat dan nasehat yang bersumber dari pengetahuan, harapan, buah pikiran, sikap perilaku, dan keindahan yang hendak dikomunikasikan. Masuknya agama Kristen menjadi salah satu unsur kebudayaan baru pada adat istiadat Batak Toba. Batak Toba mengalami suatu proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan tersebut. Proses  asimilasi dan akulturasi ini memungkinkan budaya dan kelompok etnis menyesuaikan diri dengan budaya yang lain. Perubahan ini dapat merujuk kepada sikap,nilai, dan jati diri, bahkan ornamen  Gorga itu sendiri  pada  arsitektur Batak Toba. Ornamen Gorga mengalami proses akulturasi dan asimilasi sehingga mulai banyak diterapkan pada bangunan publik modern. Gereja sebagai simbol hubungan dengan pencipta membutuhkan ornamen untuk membawa makna-makna yang tersirat. Makna ornamen yang dipahami sebelumnya, dari pemahaman tradisi budaya Batak Toba mengalami pergeseran makna yang konstruktif terhadap pemahaman tradisi gereja. Hal tersebut memberikan semangat, serta kesempatan untuk melestarikan serta mengembangkan kearifan lokal dan nilai-nilai masyarakat Batak Toba ke dalam kehidupan masyarakat modern.
KAJIAN DAMPAK ELEMEN INTERIOR PADA FASILITAS RUANG BELAJAR TAMAN KANAK-KANAK TERHADAP PERKEMBANGAN KREATIFITAS ANAK Hilda Priskila Thenius; Ahadiat Joedawinata; Diah Asmarandani
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.673 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v1i2.6738

Abstract

AbstractChildren are prospective future generations of nations and countries where children must be creative and have potential intellectual abilities. In this paper we will discuss more about the impact of interior elements in kindergarten learning spaces, where at this age Children spend a lot of time in their classrooms. Kindergarten study rooms should be full of fun, not make children depressed, and increase children's creativity. Factors that play a role in supporting child development in kindergartens are the quality of the teacher, the program of activities and the physical environment. So that the program of activities can run well and optimal child development, it needs to be supported by the classroom as part of the physical environment, which is in accordance with the needs and development of children. The general objective of this study is to examine the impact of both positive and negative interior elements for the kindergarten learning space, which analyzed what needs to be added or subtracted in order to help achieve the curriculum targets of each school. The specific objective is to create education that provides a sense of security and fun for children aged 4-6 years, given that kindergarten is one of the early forms of school education known to children and is considered to be their second home. In this paper the authors analyze the interior elements in the kindergarten study room, namely on the floor, walls, ceiling, and furniture. The problem found is the lack of space for children to imagine and design learning spaces that are related to the needs of children or students. And the suggestion from the writer is that a good kindergarten classroom is to minimize items or furniture that are lacking in multifunctionality. So that the room can have a part that can provide opportunities for children to imagine creatively.   AbstrakAnak adalah calon generasi penerus bangsa dan negara dimana anak haruslah kreatif serta memiliki potensi kemampuan intelektual. Dalam makalah ini akan dibahas lebih dalam mengenai dampak elemen interior di ruang belajar taman kanak-kanak, dimana pada usia tersebut anak-anak banyak menghabiskan waktunya di ruang belajar/kelas mereka. Ruang belajar taman kanak-kanak haruslah penuh keceriaan, tidak membuat anak tertekan, dan meningkatkan kreatifitas anak. Faktor-faktor yang berperan dalam menunjang perkembangan anak di taman kanak-kanak adalah kualitas guru, program kegiatan dan lingkungan fisik. Agar program kegiatan dapat berjalan dengan baik dan perkembangan anak optimal, maka perlu didukung oleh ruang kelas sebagai bagian dari lingkungan fisik, yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak. Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dampak elemen interior baik yang positif maupun negatif untuk ruang belajar taman kanak-kanak yang dianalisis apa saja yang harus ditambahkan atau dikurangkan agar dapat membantu mencapai target kurikulum dari setiap sekolah. Tujuan khususnya adalah untuk menciptakan pendidikan yang  memberikan rasa aman dan menyenangkan bagi anak usia 4-6 tahun, mengingat taman kanak-kanak merupakan salah satu bentuk awal pendidikan sekolah yang dikenal anak dan dianggap menjadi rumah keduanya. Dalam makalah ini penulis menganalisis elemenelemen interior dalam ruang belajar taman kanak-kanak, yaitu pada lantai, dinding, ceiling, dan furniture. Masalah yang ditemukan ialah kurangnya ruang bagi anak-anak untuk berimajinasi dan desain ruang belajar yang dihubungkan dengan kebutuhan anak atau murid. Dan saran dari penulis ialah ruang kelas taman belajar kanak-kanak yang baik adalah dengan meminimalisir barang-barang atau furniture yang ada dan yang kurang multifungsi. Agar ruangan tersebut memiliki bagian yang dapat memberikan peluang untuk anak-anak berimajinasi kreatif. Kata kunci: anak, taman kanak-kanak, ruang belajar, elemen interior
PENGEMBANGAN VIDEO MOTION GRAPHICSSENI TARI JAIPONG KREASI Rifki Risandhy; Achmad Syarief; Elda Franzia Jasjfi
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.685 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v1i2.6739

Abstract

AbstractThe development of traditional dance 'Jaipong Kreasi' as one of the performing arts is still pretty good in the public. Any kinds of event in many regions still often stage it, but the development of Jaipong Kreasi dance in digital media is still slow due to little appreciation. Therefore, a development of motion graphic video is required for the traditional dance Jaipong Kreasi in order to provide an interesting spectacle for the public and as one of efforts to maintain the existence of local culture, in this case, Jaipong Kreasi dance art. Research is conducted by using qualitative approach with data collection technique through interview and observation. Subsequently, the data is analyzed under several phases, namely data reduction, data presentation, and conclusion. Motion graphics videos are designed with a modern and dynamic concept. giving the appearance of traditional dance to be fresher and up-to-date, but remain to consider the principles of Indonesian culture. AbstrakPerkembangan tari tradisional Jaipong Kreasi sebagai salah satu seni pertunjukkan masih cukup baik di masyarakat, namun pada media digital perkembangan taxi Jaipong Kreasi masih kurang mendapat apresiasi. Maka dari itu dibutuhkan suatu pengembangan video motion graphics pada taxi tradisional Jaipong Kreasi. Untuk memberikan sebuah tontonan yang menarik bagi masyarakat sebagai salah satu upaya dalam menjaga eksistensi budaya lokal seni tari Jaipong Kreasi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil tersebut video motion graphics kemudian dirancang dengan konsep modern dan dinamis. Sehingga tampilan taxi tradisional menjadi lebih fresh dan kekinian, namun tetap memperhatikan kaidah-kaidah budaya Indonesia.
PRODUK KARYA ANDRE SURYAMAN DI YOGYAKARTA DALAM KONTEKS UPCYCLE Widasapta Sutapa; Yan Yan Sunarya; Krishna Hutama
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.989 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v1i2.6740

Abstract

AbstractThe concept of upcycle regeneration of a product is a creative activity to reuse products that are discarded, with the aim of becoming a sustainable and durable product. This research tries to study Natural House products by Andre Suryaman in Yogyakarta; it’s a retail that sells furniture products that use used bicycle components as the main ingredient. The research aims to identify whether Andre Suryaman's products have run the upcycle design regeneration concept. With qualitative research methods, the results of the analysis show that Andre Suryaman's products have fulfilled several points of the upcycle concept even though the results are not yet optimal, due to finishing factors that are not yet environmentally friendly. AbstrakKonsep regenerasi suatu produk secara upcycle merupakan kegiatan kreatif penggunaan kembali barang bekas dalam mengurangi produk yang dibuang dengan tujuan menjadi produk yang berkelanjutan dan tahan lama. Penelitian ini mencoba mempelajari produk Natural House karya Andre Suryaman di Yogyakarta; yaitu produk furnitur yang menggunakan komponen sepeda bekas sebagai bahan utamanya. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi apakah produk karya Andre Suryaman sudah menjalankan konsep regenerasi desain secara upcycle. Dengan penelitian metode kualitatif, hasil analisis menunjukkan bahwa produk karya Andre Suryaman sudah memenuhi beberapa poin dari konsep upcycle walaupun hasilnya belum maksimal, dikarenakan faktor finishing yang belum ramah lingkungan.          
ANALISIS SEMIOTIKA VISUAL DALAM DESAIN SITUS PERNIKAHAN THE BRIDE DEPT Firdyanza Pramono; Yan Yan Sunarya; Acep Iwan Saidi
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.674 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v1i2.6741

Abstract

AbstractMarriage is an important moment in a person’s life. In order to make the dream wedding come true, many bride-to-be take a lot of references from the internet, especially a wedding site, such as The Bride Dept. The visual elements of the Bride Dept's wedding site design such as colors, layouts, logos, typography, and images can communicate certain meanings to the reader. To find out the meaning production behind the visual elements of the site design of The Bride Dept, the researcher uses semiotics analysis from Roland Barthes with a two-stage significance approach to explore the connotation and denotation meanings. The study was conducted using semantic level visual semiotics. The results of semiotic analysis in this study implies the phenomenon of the millennial generation that prepares marriage to the fullest. Not only to be remembered, but also can inspire or amaze others who seen it. Websites design that offer many images of wedding themes, invite the bride and groom to be more active in preparing the wedding. AbstrakPernikahan adalah momen penting dalam perjalanan hidup seseorang. Demi mewujudkan pernikahan impian, calon pengantin masa kini banyak mengambil referensi dari internet, khususnya sebuah situs pernikahan, seperti The Bride Dept. Elemenelemen visual pada desain situs pernikahan The Bride Dept seperti warna, layout, logo, tipografi, dan gambar dapat mengkomunikasikan makna-makna tertentu bagi pembaca. Untuk mengetahui produksi makna di balik elemen visual desain situs The Bride Dept, peneliti menggunakan analisis semiotika dari Roland Barthes dengan pendekatan signifikasi dua tahap untuk mengupas makna konotasi dan denotasinya. Penelitian dilakukan menggunakan semiotika visual level semantik. Hasil analisis semiotika dalam penelitian ini menyiratkan fenomena dari generasi millennial yang mempersiapkan pernikahan dengan total. Tidak hanya untuk dikenang sendiri, tapi juga dapat menginspirasi atau membuat kagum orang lain yang melihatnya. Desain situs yang banyak menawarkan gambar-gambar tema pernikahan, mengajak calon pengantin lebih aktif dalam mempersiapkan pernikahan     
PERANCANGAN STATION ID RTV Henry Wijaya; Agung Eko Budiwaspada Eko Budiwaspada; Agus Nugroho Ujianto
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.568 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v1i2.6742

Abstract

AbstractIn the era of a very limited television industry, television stations need a strategy to seize a selective audience in accordance with the target audience to reach the various audience structures in the community. Rajawali Television as a television company that was established in 2014 and has been airing for 3 years, until now Rajawali has reached the fifth position in Nielsen share rating. In reaching the highest position and able to survive is not easy, a television requires a reminder of identity to the target audience known as station identity. Problems that occur until now RTV has not had id station that aired and aired as a step to maintain and increase sales of this television company. The design of a station identity also requires deep thinking in order to create a station identity that is able to answer the problem. Designing the appropriate station identity, requires several platforms as a reference in the design tailored to the needs. Positioning and differentiation are the foundations used in designing this work, the selection of the two foundations has been adapted to the needs of RTV through the data already obtained. The foundation is applied with appropriate design methods in designing station identity, MDLC (Multimedia Development Life Cycle) becomes an option in designing RTV station identity. The resulting station identity will be distributed to several output media as needed, so that more can be maximized its useAbstrakPada era industi televisi yang sangat ketat menyebabkan stasiun televisi membutuhkan strategi merebut penonton yang selektif sesuai dengan target audiens demi menjangkau struktur-struktur penonton yang beragam dalam masyarakat. Rajawali Televisi sebagai sebuah perusahaan televisi yang berdiri pada tahun 2014 dan telah mengudara selama 3 tahun, hingga saat ini Rajawali telah mencapai posisi ke-6 dalam share rating Nielsen. Dalam mencapai posisi tertinggi dan mampu bertahan tidaklah mudah, sebuah televisi memerlukan pengingat identitas kepada target audiens yang dikenal sebagai station identity. Permasalahan yang terjadi hingga saat ini RTV belum memiliki stasiun id yang tayang dan mengudara sebagai langkah menjaga dan meningkatkan penjualan perusahaan televisi ini. Perancangan sebuah station identity juga memerlukan pemikiran yang dalam demi menciptakan sebuah station identity yang mampu menjawab permasalahan tersebut. Merancang station identity yang tepat guna, memerlukan beberapa landasan sebagai acuan dalam perancangan yang disesuaikan dengan kebutuhan. Positioning dan diferensiasi merupakan landasan yang digunakan dalam merancang karya ini, pemilihan dua landasan tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan RTV melalui data yang telah didapat. Landasan tersebut diaplikasikan dengan metode perancangan yang sesuai dalam merancang station identity, MDLC (Multimedia Development Life Cycle) menjadi pilihan dalam merancang station identity RTV. Adapun station identity yang dihasilkan akan didistribusikan kepada beberapa output media sesuai kebutuhan, sehingga semakin dapat dimaksimalkan penggunaannya.  
KAJIAN MAKNA PADA FOTO KARYA ANTON ISMAEL RESEARCH STUDI OF MEANING ON PHOTOS BY MR. ANTON ISMAEL Candra Prayogi; Agung Eko Budiwaspada; Yan Yan Sunarya
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.797 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v1i2.6744

Abstract

AbstractThis research aims to describe Anton Ismael's photography works seen from the study of semiotics. The research subject was a photographic work related to social issues around an attractive environment by Anton Ismael. While the object of research is in the form of material objects and formal objects (objects that are invisible, which are in the work of Anton Ismael which can be studied using semiotics). The research focused on the problems related to Anton Ismael's photographic works seen from the study of semiotics Charles Sander Peirce and Roland Barthes. The results of the study show that: (1) Anton Ismael's photographic works are based on Charles Sanders Peirce's theories such as icons, indices and symbols. The iconic forms in the work include high school students, high school uniforms, roses, mountains, places to eat, instant noodles and others. The index on photo works contains the life of school children, problems that often arise in school, school environment. (2) Analysis of Anton Ismael's photo works seen from the study of semiotics. From the analysis that has been done, in Anton Ismael's photo work always shows the existence of a relationship or relationship between signs. Icons, indexes, and symbols are good in form, print collage, paint and are always related and explain more or less the meaning contained in each work. In other words, photos can describe the contents implied in each work so that the information delivered will be more easily captured. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karya-karya fotografi Anton Ismael dilihat dari kajian semiotika. Subjek penelitian adalah karya foto yang berhubungan dengan isu sosial di sekitar lingkungan yang menarik oleh Anton Ismael. Sedangkan objek penelitian adalah berupa objek material dan objek formal (objek yang tidak kasat mata, yang ada di dalam karya Anton Ismael yang dapat dikaji menggunakan semiotika). Penelitian difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan karya-karya foto Anton Ismael dilihat dari kajian semiotika Charles Sander Peirce dan Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) karya-karya foto Anton Ismael berdasarkan teori Charles Sanders Peirce seperti, ikon, indeks, dan symbol. Bentuk Ikon dalam karya antara lain berupa siswa-siswi SMA, Seragam SMA, Mawar, Gunung, Tempat makan, Mie Instan dan lain-lain. Indeks pada karya foto berisi tentang kehidupan anak sekolah, permasalahan yang sering timbul di sekolah, lingkungan sekolah., (2) Analisis karya-karya foto Anton Ismael dilihat dari kajian semiotika. Dari analisis yang telah dilakukan, dalam karya foto Anton Ismael selalu menunjukan adanya hubungan atau relasi antar tanda. Ikon, indeks, dan symbol baik pada bentuk, kolase print, cat dan selalu berkaitan dan sedikit banyak menjelaskan makna yang terkandung dalam setiap karya. Dengan kata lain, foto dapat menggambarkan isi yang tersirat di dalam setiap karya sehingga informasi yang disampaikan akan lebih mudah ditangkap. 
PERANCANGAN MEDIA INTERAKTIF DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN PARIWISATA RUMAH GADANG ISTANO BASA PAGARUYUNG MENGGUNAKAN QR CODE Tedy Wiraseptya; Agung Eko Budiwaspada; Ganal Rudiyanto
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.537 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v1i2.6745

Abstract

Abstract The strength in conveying messages to communicants is a form of media activity. There are many things and forms of media that are developing in the digital era today. Surely the development of the media to be more friendly and closer to the community will make it easier to deliver messages. The media is also an important part in supporting the tourism sector. Especially in the cultural tourism sector that we know as cultural heritage or historical heritage. one of them is the Rumah Gadang Istano Basa as a relic of the history of West Sumatra. QR Code or quick response created in Japan by Denso Wave provides technological updates. This makes it easier to share information through digital technology such as smartphones. This interactive media design method will adapt the Waterfall design method created by Pahl and Beitz. In the design process will go through the requirements stage analysis, design, implementation, integration testing and end with maintenance. Of course interactive design that uses the QR Code must follow a structured stage of the Waterfall method. Then, the design that becomes an important point in this design is the concept of infographics that is clear and has strength in readability.  AbstrakKekuatan dalam menyampaikan pesan kepada komunikan ialah suatu bentuk keaktifan sebuah media. Ada banyak hal dan bentuk media yang berkembang dalam era digital saat ini. Tentunya perkembangan media menjadi lebih ramah dan dekat dengan masyarakat akan mempermudah menyampaikan pesan. Media juga menjadi bagian terpenting dalam mendukung sektor pariwisata. Apalagi dalam sektor wisata budaya yang kita kenal dengan warisan budaya atau peninggalan sejarah. salah satunya ialah Rumah Gadang Istano Basa sebagai peninggalan sejarah sumatera barat.  QR Code atau quick respon yang diciptakan di Jepang oleh Denso Wave memberikan pembaharuan teknologi. Hal ini mempermudah membagikan informasi melalui teknologi digital seperti smartphone. Metode perancangan media interaktif ini akan mengadaptasi metode perancangan Waterfall yang ciptakan oleh Pahl dan Beitz. Dalam proses perancangan akan melalui tahap requirement analisis, design, implementation, integration testing dan diakhiri dengan maintenance. Tentunya perancangan interaktif yang menggunakan QR Code ini harus mengikuti tahap yang terstruktur dari metode Waterfall. Kemudian, desain yang menjadi poin penting dalam perancangan ini ialah konsep infografis yang jelas dan mempunyai kekuatan dalam keterbacaan. 
FENOMENA DESAIN USER INTERFACE GOJEK MENURUT PERSEPSI PENGGUNA GENERASI X Roland Ananda Ananda; Agung Eko Budi Waspada; R. Drajatno Widi Utomo
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Seni & Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.221 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v2i2.8225

Abstract

Interface Design Super App Gojek in Perception of Generation X. The GoJek Online Transportation Application is one of the technology-based companies included in the start-up business company as Unicorn Indonesia. Changes in visual identity and additional application services, growing along with the development of user needs to update the user interface on the Gojek application which is certainly intended for various generations. Generation-X is a generation born in the early years of technological and information development, even today it is still experiencing developments in the field of technology and information so it needs to adapt to the appropriate interface design in an application that is GoJek that has more than 20 services and can help each user’s activity. The purpose of this study is to understand the application of User Interface elements on the Gojek and to understand the Gojek UserInterface Design on generation-x perceptions. This research uses descriptive qualitative methodology with the perception of phenomenology and other theoretical approaches. The results showed that theapplication of User Interface elements on Gojek has been utilized by making the Gojek’s User Interface is simple and efficient, this can be seen in the arrangement and application of layout, typography,color, imagery, and control and affordance elements that are arranged consistently so that it is easy for the user to understand. In addition, based on the experiences, interests and needs of generation x,generation x’s perception of the Gojek user interface is influenced by aspects of design elements, graphic use, icon design, layout, functionality, menu control and navigation, use of text and language. This isrelated to the user interface elements in the Gojek application. AbstrakDesain Antar Muka (Interface) Super App Gojek Dalam Persepsi Generasi X. Aplikasi transportasi Online GoJek merupakan salah satu perusahaan berbasis teknologi yang masuk dalam perusahaan bisnis start-up sebagai Unicorn Indonesia. Perubahan identitas visual dan tambahan layanan aplikasi, tumbuh seiring dengan perkembangan kebutuhan pengguna hingga pembaruan user interface pada aplikasi Gojek yang tentu ditujukan untuk berbagai kalangan generasi. Generasi-X merupakan generasi yang lahir pada tahun awal dari perkembangan teknologi dan informasi, bahkan hingga saat ini masih merasakan perkembangan dalam biang teknologi dan informasi sehingga perlu beradaptasi pada desain interface yang sesuai pada sebuah aplikasi yaitu GoJek yang memiliki lebih dari 20layanan dan dapat membantu aktivitas setiap pengguna. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memahami penerapan elemen-elemen User Interface pada Gojek dan memahami Desain User Interface Gojek terhadap persepsi generasi-x. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan metodologi fenomenologi persepsi dan pendekatan teori lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan elemen-elemen User Interface pada gojek telah dimanfaatkan dengan membuat User Interface gojek menjadi sederhana dan efisien, hal ini terlihat dalampenyusunan dan penerapan elemen layout, tipografi, warna, imagery, dan control andaffordance yang tersusun secara konsisten sehingga mudah untuk dipahami pengguna. Selain itu, berdasarkan pengalaman, minat dan kebutuhan dari generasi x, maka persepsi generasix terhadap user interface gojek tersebut dipengaruhi oleh aspek elemen desain, penggunaan grafis, desain ikon, tata letak, fungsional, kontrol menu dan navigasi, penggunaan teks dan bahasa. Hal tersebut terkait dengan elemen user interface pada aplikasi gojek. 
PERANCANGAN MOTIF BATIK KONTEMPORER BERBASIS ESTETIKA BUDAYA MOTIF BATIK LASEM Enrico Enrico; Yan Yan Sunarya; Krishna Hutama
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Seni & Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1153.16 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v2i2.8226

Abstract

Contemporary Design of Batik Patterns Based on Aesthetic Culture Lasem Batik Patterns. Broadly speaking, batik is classified into two types namely batik pedalaman and batik pesisir, one type of batik pesisir known in Central Java is the Lasem batik pattern. Lasem is one of the coastal areas where there are many immigrants from China, and there is an acculturation of Javanese and Chinese culture. One of the character of batik pesisir that looks visually is more varied color and brighter than batik pedalamantypes, such as green, yellow, orange, red, light blue, even pink or pink. This design uses a qualitative method with a phenomenological approach, supported by the application of the FRANGIPANI creative method for the design stage. It is expected that from this design it can foster creative ideas related to the preservation of Indonesia’s cultural heritage, such as batik, without forgetting or losing the philosophical meaning in each of its patterns. AbstrakPerancangang Motif Batik Kontemporer Berbasis Estetika Budaya Motif Batik Lasem. Secara garis besar, batik digolongkan menjadi dua jenis yaitu batik pedalaman dan batik pesisir, salah satu jenis batik pesisir yang dikenal di Jawa Tengah adalah motif batik Lasem. Daerah Lasemmerupakan salah satu daerah pesisir dimana banyak dan berkembangnya pendatang atau imigran dari negara Cina, dan terjadi akulturasi budaya Jawa dan Cina. Salah satu karakter jenis batik pesisir yang terlihat visual adalah warna yang lebih bervariasi dan perpaduan yang lebih cerah dibandingkan jenis batik pedalaman, seperti hijau, kuning, oranye, merah, biru muda, bahkan merah muda atau pink. Perancangan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dengan didukung penerapan metode kreatif FRANGIPANI untuk tahapan perancangan. Diharapkan dari perancangan ini dapat menumbuhkan ide-ide kreatifterkait dengan pelestarian warisan budaya Indonesia yaitu batik, tanpa melupakan atau menghilangkan makna filosofi yang terkandung di setiap bentuk motifnya.  3 Staf Pengajar Magister Usakti, e-mail: krishutsoes@gmail.com

Page 2 of 18 | Total Record : 179