cover
Contact Name
I Putu Udiyana Wasista
Contact Email
udiyanawasista@isi-dps.ac.id
Phone
+628123970292
Journal Mail Official
igel_journal@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Jalan Nusa Indah, Banjar Abiankapas Tengah, Denpasar, Bali, 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Igel: Journal of Dance
ISSN : -     EISSN : 28023245     DOI : https://doi.org/10.59997/journalofdance
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal IGEL : Journal Of Dance memiliki makna kolaboratif berbagai elemen serta usaha kerja keras dalam membangun ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni tari secara luas, baik dalam matra lokal, regional, nasional maupun global.
Articles 173 Documents
Tari Bayu Sutha Karya Anak Agung Anom Putra Nayunda Nayunda; Anak Agung Ayu Mayun Artati; I Wayan Sutirtha
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 2 No 1 (2022): Terbitan Pertama Bulan Juni tahun 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/journalofdance.v2i1.1602

Abstract

Bayu Sutha Dance by Anak Agung Anom Putra The title of this study is Tari Bayu Sutha Karya Anak Agung Anom Putra. The purpose of this study is to find out the beginning of the creation, form and function of Bayu Sutha dance, to measure how far the author's ability to research or study a dance work, and provide information related to the beginning of the creation, shape and function of Bayu Sutha dance. In this study qualitative methods are used, to obtain complete data. The stages of data collection in this study, namely observation, interview, literature study, documentation study. The overall results of the data are processed and analyzed neatly and structured in order to get good results and appropriate conclusions from the research. Bayu Sutha dance is a dance creation that is danced singleally, created by Anak Agung Anom Putra. The dance was created as a request from the organizers of the International Gamelan Festival Amsterdam (IGFA) in the 100th anniversary event of the Tropen Museum Amsterdam on 9-11 September 2010. This Bayu Sutha dance tells the story of Hanoman's mercurial youth and has a sincere heart. Hanoman is the protagonist in the Ramayana story. Anak Agung Anom Putra was also inspired by his name "Anom", therefore a dance was created that depicted the character of Hanoman. In general Hanoman dance is displayed in ramayana sendratari. However, it is different from Bayu Sutha dance that is danced single-handedly. Accompaniment music in Bayu Sutha dance using the semarandhana gong. Keywords: bayu sutha, creation dance, Ramayana.
TARI AMERTA SRI BUMI: REPRESENTASI UPACARA PERANG TIPAT DALAM MERDEKA BELAJAR-KAMPUS MERDEKA BERSAMA SANGGAR SENI PANCER LANGIIT Ni Kadek Ary Apriyani; Ida Ayu Trisnawati; A.A Ketut Oka Adnyana
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 2 No 1 (2022): Terbitan Pertama Bulan Juni tahun 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/journalofdance.v2i1.1603

Abstract

This article is the result of research from the Amerta Sri Bumi Dance: Representation of the Tipat War Ceremony as a new dance creation symbolized as Purusa and Pradana as well as the depiction of Dewi Sri as the Goddess of fertility.This research focuses on the creative process and the form of the Amerta Sri Bumi Dance presentation. This research was structured based on postmodern theory, creativetheoryand the theory of group choreography elements by using qualitative research methods through interview techniques, literature study techniques and documentation techniques.Data analysis has shown that Amerta Sri Bumi Dance is either a welcome dance or an inspired creation of cultural attractions which are the hay hairier and more commonly known as the tipat wars and pillows that are in the Kapal village, Badung distric. By means of the concept of interpreting tipat and the pillows that lifted the essence by bringing together the two symbolic elements of the source of affluence, Purusa and Pradana, fertility, described as goddess Sri.The method employed in the creation of Amerta Sri Bumi dance is the langon method stemming from lontar Purwadigama that states that there are three concepts such as (1) concepts control called ungon, (2) concepts reinforcement called ingon, (3) concepts the mastery called angon.The Amerta Sri Bumi dance uses seven dancers, namely three women symbolized as Pradana, three men symbolized as Purusa. Then one woman as the character of Dewi Sri who wears a magnificent sling.
Pembelajaran Tari Legong Lasem Di Sanggar Tari Warini Ni Komang Putri Cahyanthi; Ni Made Arshiniwati; I Gusti Lanang Oka Ardhika
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 2 No 1 (2022): Terbitan Pertama Bulan Juni tahun 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/journalofdance.v2i1.1611

Abstract

Legong Lasem Dance Lesson at Warini Dance Studio Legong Lasem dance is danced by 3 female dancers including 1 Condong dancer and 2 Legong dancers. Legong Lasem dance tells the love did not reach Prabu Lasem to Princess Rangkesari. Legong Lasem dance prioritiez aesthetic movements, and there are also elements of expression or drama. This studi examines how the Legong Lasem dance learning method is at the Warini Studio, how the Legong Lasem dances enthusiasts are at the Warini Studio, and how are the Legong Lasem dance learning outcomes at the Warini Studio as an effort to increase students understanding of Legong Lasem dance. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation, uses 2 methods, namely demonstration and imitation. Legong Lasem dance is one of the mandatory materials taught at the Warini dance studio, because this dance is the basis of other dances. The results obtained from this study are able to know the process of learning the Legong Lasem dance in the Warini dance studio as a basis for training dance, thus giving birth to dancers who have strong qualities and techniques due to the will of dancer and the most important thing is the perseverance and patience of a dance maestro, Ms. Arini. Keywords : Legong Lasen dance, method, results
Tari Bidak Isolasi, Sebuah Refleksi Diri Terhadap Kehendak Berkuasa I Gede Adi Mahendra; Ni Nyoman Manik Suryani; I Wayan Adi Gunarta
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 2 No 2 (2022): Terbitan Kedua Bulan November tahun 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/journalofdance.v2i2.1875

Abstract

Tari Bidak Isolasi adalah sebuah karya tari baru dengan wujud kontemporer yang terinspirasi dari permainan catur. Dalam realitas kehidupan, penata merasakan perilaku banyak orang yang “haus” kekuasaan dikehidupan duniawi dan saling berebut atau beradu, layaknya seperti bidak dalam permainan catur. Tujuan penciptaan karya tari ini adalah untuk mengkomunikasikan pesan bahwa pentingnya suatu pengendalian diri agar tidak terlena terhadap kekuasaan duniawi sehingga pesan pada karya ini diharapkan dapat diterima oleh masyarakat. Tari Bidak Isolasi tercipta melalui proses penciptaan dengan menggunakan metode penciptaan oleh Alma M. Hawkins dengan tiga tahapannya, yaitu tahap eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Karya tari Bidak Isolasi berbentuk kelompok besar, ditarikan oleh delapan orang penari putra, dengan wujud kontemporer, yang strukturnya terdiri dari bagian satu, bagian dua, dan bagian tiga. Beberapa gerak yang digunakan yaitu gerak dari langkah-langkah bidak yang terdapat pada permaianan catur serta gestur orang bermain catur yang distilirisasikan sesuai kebutuhan koreografi sehingga menjadi wujud baru. Musik karya tari ini digarap menggunakan aplikasi musik FL Studio 2020 bernuansa Bali-Modern. Tata rias yang digunakan yaitu tata rias yang difantasikan disesuaikan dengan konsep estetika karya penata terhadap sebuah obyek permainan catur. Sedangkan tata busana yang digunakan berupa busana baju lengan pendek, celana panjang serta pada badan penari berisikan uang koin dengan tato di bagian hulu hati. Karya Bidak Isolasi dipentaskan secara daring (dalam jaringan) melalui live streming Youtube dengan konsep pemanggungan proscenium.   Kata kunci : Bidak Isolasi, Catur, Kekuasaan, Kontemporer
Ki Mina Ayung I Ketut Ari Susana; I Kt. Suteja; Anak Agung Ketut Oka Adnyana
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 2 No 2 (2022): Terbitan Kedua Bulan November tahun 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/journalofdance.v2i2.1876

Abstract

Sumber kreatif berasal dari Purana Bendesa Gerih, Kecamatan Abiansemal, Badung. DalamPurana Bendesa Gerih terdapat kisah tentang Ki Jagul Tua, merupakan raja wongsamar dengan wujud ikan jeleg putih (ikan gabus putih), yang memiliki kesaktian bernama mustika maniksekecapatausinonim dari kepala ikan jeleg putih yang dapat memenuhi segala keinginan. Ki Jagul Tua yang hidup di Sungai Ayung memiliki makna bagi kehidupan manusia untuk melestarikan keberadaan sungai beserta isinya.Berarti kaitan Purana Bendesa Gerih dengan sungai ayung tujuannya melestarikan keberadaan sungai, namun pada kehidupan sekarang ini, sungai ayung banyak yang membuang sampah sembarangan, meracuni ikan, dan pencemaran limbah pabrik. Fenomena alam ini perlu mendapat perhatian dari kehidupan masyarakat jaman sekarang, karena sungai merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk yang memerlukan air. Maka dari itu, pencipta berkeinginan untuk menuangkan inspirasi tersebut ke dalam sebuah karya tari kontemporer berjudul Ki Mina Ayung. Pada proses penciptaan karya ini penata bekerjasama dengan mitra kerja Sanggar Seni Pancer Langiit dalam program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, dengan mengambil bentuk pembelajaran studi/proyek independen. Penciptaan karya Ki Mina Ayung menggunakan metode Anggripta Sasolahan yang terdiri dari ngarancana(eksplorasi), nuasen(upacar mengawali penciptaan), makalin(improvisasi), nelesin (pembentukan), dan ngebah(pertunjukan perdana untuk evaluasi karya).Teori yang digunakan dalam penciptaan ini adalah teori Imaji dan Imajinasi yang menunjang daya imajinasi penata dalam memunculkan gambaran mental seputar konsep karya. Karya Tari Ki Mina Ayung adalah karya tari berbentuk kontemporer yang ditarikan oleh tujuh orang penari. Tari ini dikemas secara dramatik dan menggunakan gerak-gerak simbolik sebagai implementasi imajinasi penata. Tata rias yang digunakan adalah tata rias fantasi dengan tata busana yang dikembangkan. Harapan penata dengan terciptanya karya ini adalah dapat mengenalkan kisah lokal tradisi kemasyarakat, guna meningkatkan kreativitas berkarya lewat kisah-kisah lokal.   Kata kunci : Ki Jagul Tua, Purana Bendesa Gerih, Kontemporer, Proses Penciptaan
Karya Tari Virtual Njek-njek Ti I Komang Manik Juliartana Yasa; Gusti Ayu Ketut Suandewi; Kompiang Gede Widnyana
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 2 No 2 (2022): Terbitan Kedua Bulan November tahun 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/journalofdance.v2i2.1877

Abstract

Karya tari Njek-njek Ti merupakan sebuah karya tari berwujud kontemporer yang disajikan secara virtual.Penyajian karya tari virtual ini mengkolaborasikan antara teknik pengolahan gerak (koreografi) dan teknikpengambilan gambar (sinematografi). Karya tari ini terinspirasi dari esensi gerak kaki pada permainantradisional Donal Bebek, sehingga pengembangan gerak yang digunakan bersumber dari gerak menyerang danmenghindar yang ada pada permainan Donal Bebek. Pada proses perwujudannya, pencipta menggunakanmetode yang dikemukakan oleh Alma Hawkins. Metode ini meliputi tiga tahapan yaitu tahap penjajagan(eksplorasi), tahap percobaan (improvisasi), dan tahap pembentukan (forming). Tari Njek-njek Ti merupakantari kontemporer yang ditarikan oleh enam orang penari putra dan lima orang penari putri. Karya tari inimenggunakan teknik MIDI pada FL Studio 20 sebagai iringan tari dengan durasi 15 menit. Selanjutnya, tari inimenggunakan kostum bergaya kasual yakni penggunaan baju kaos polos berwarna pastel, celana pendekberbahan tight, dan dilengkapi kaos kaki berwarna hitam. Penciptaan karya tari Njek-njek Ti diharapkan mampumemberikan pemahaman bahwa sebuah karya seni yang berbasis seni dan budaya dapat dikolaborasikan denganpemanfaatan teknologi modern masa kini.Kata kunci: Njek-njek Ti, Donal Bebek, Virtual
Tari Kreasi Ghni Petak I Made Adhi Wiguna; I Ketut Sariada; I Gede Oka Surya Negara
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 2 No 2 (2022): Terbitan Kedua Bulan November tahun 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/journalofdance.v2i2.1878

Abstract

Purana Pura Dalem Ped Nusa Penida mengisahkan tentang kesaktian dan kekuasaan dari seorang raja bernama Dalem Dukut yang memiliki api putih api putih atau Ghni Petak dalam dirinya. Makna dari cerita ini adalah perwujudan nyata dari kesaktian Gnhi Petak yakni berupa wong samar. Fenomena cerita ini sangat unik dan menarik untuk dituangkan ke dalam bentuk tari kreasi baru, karena pada dasarnya seorang pemimpin yang berkuasa seperti Dalem Dukut bukanlah apa-apa tanpa adanya dukungan berupa kekuatan yang besar dari para rencangnya (wong samar). Berangkat dari hal tersebut, maka diciptakanlah tarian kreasi baru berjudul Ghni Petak.Proses penciptaan karya tari Ghni Petak, menggunakan metode penciptaan Mencipta Lewat Tari oleh Y. Sumandiyo Hadi yang menjelaskan tentang penjajagan, percobaan dan pembentukan. Untuk memperkuat dan memperjelas hasil karya ciptaan ini digunakan teori imajinasi, yaitu mengimajinasikan karakter Dalem Dukut dengan kekuatannya yang luar biasa sesuai dengan interpretasi pencipta namun tetap berpedoman pada purana yang digunakan sebagai sumber kreatif. Karya tari. Ghni Petak adalah sebuah karya tari kreasi yang menginterpretasikan tentang kesaktian dari seorang raja bergelar Dalem Dukut yang memiliki kesaktian Ghni Petak atau api putih dalam dirinya dan apabila diwujudkan secara nyata berupa wong samar. Karya tari Ghni Petak ditarikan oleh tujuh orang penari putra dan diiringi dengan perpaduan instrumen Gong Kebyar dan Semara Pagulingan menggunakan style babonangan. Kata kunci : Ghni Petak, kesaktian, wong samar
Tari Cakrângga, Mengkaitkan Bentuk Chakrasana Dengan Cakra Manggilingan Ke Tari Kontemporer Ni Komang Sri Wahyuni; Dyah Kustiyanti; Ni Wayan Suartini
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 2 No 2 (2022): Terbitan Kedua Bulan November tahun 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/journalofdance.v2i2.1880

Abstract

Karya Tari Cakrângga merupakan karya tari kontemporer dengan tipe tari studi gerak dan berawal dari pengalaman pribadi pencipta pada tahun 2018. Karya tari ini memfokuskan pada bentuk dari Chakrasana dengan istilah lain disebut dengan kayang, bentuk lengkungan tersebut dikembangkan oleh pencipta dengan kreativitas dan imajinasinya. Terbentuknya karya tari ini dalam kurikulum baru yakni MBKM (Merdeka Belajar-Kampus Merdeka) yang bekerja sama dengan Mitra Bumi Bajra Sandhi. Proses penciptaan karya tari menggunakan metode konstruksi Jacqueline Smith, yang terdiri dari lima metode konstruksi yaitu metode konstruksi I sampai dengan metode konstruksi V, berbentuk karya kelompok berjumlah lima orang penari, yaitu tiga penari pria dan dua penari wanita dengan durasi karya kurang lebih 11 menit. Bentuk gerak pada chakrasana yang merupakan bahan yang dijadikan konsep pada karya tari ini, difokuskan pada bentuk dari lengkungan yang dihasilkan oleh pencipta, merupakan tantangan dalam bereksperimen mengunakan tubuh manusia sebagai medianya. Fleksibelitas, ketuntasan dalam bergerak menjadi basic pada karya ini, sehingga terbentuk suatu karya tari yang bernuansa kebaharuan. Harapan dari pencipta melalui karya ini agar dapat dijadikan inspirasi dan panutan bagi generasi muda di dalam berkesenian.    
Tari Legong Suddhamala Di Sanggar Semara Ratih Ubud Ni Nyoman Gek Ayu Indah Lestari; Ida Ayu Wimba Ruspawati; Suminto Suminto
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 2 No 2 (2022): Terbitan Kedua Bulan November tahun 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/journalofdance.v2i2.1881

Abstract

Merdeka Belajar-Kampus Merdeka merupakan program belajar di luar program studi kurikulum baru yang dibuat oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Nadiem makarim) diterapkan pada 24 Januari 2020 guna untuk mencetak lulusan yang unggul dan menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Tari Legong Suddhamala merupakan tari hiburan yang diciptakan oleh Prof. Dr. I Wayan Dibia, SST., MA. pada tahun 2012 dengan musik iringan yakni gamelan Semarandana yang diciptakan oleh I Ketut Cater, S.Sn. Legong adalah tari klasik Bali yang memiliki perbendaharaan gerak yang sangat kompleks. Sedangkan Suddhamala adalah kata dalam Bahasa Sanskerta yang mengandung arti penyucian atau peleburan. Tari Legong Suddhamala memiliki keunikannya tersendiri yakni memiliki gerakan yang murni dari tarian legong dan mengangkat sebuah kisah dari cerita Kunti Sraya mengenai pengeruwatan (penyucian). Dengan menggunakan metode kualitatif, maka akan mengacu pada teori estetika dan teori kontekstual. Dari hasil analisis data dan hasil temuan menunjukan struktur pertunjukan dalam membuat karya, sehingga terwujud suatu karya yang dihasilkan melalui proses penelitian.    Kata Kunci : Semara Ratih, Legong Suddhamala, Penyucian
Tari Bebotoh Dari Karakter Seorang Pejudi Sabung Ayam Dalam Bentuk Tari Rakyat Putu Widia Widnyana; Tjok Istri Putra Padmini; Ni Komang Sri Wahyuni
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 2 No 2 (2022): Terbitan Kedua Bulan November tahun 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/journalofdance.v2i2.1882

Abstract

Tari Bebotoh adalah karya tari kerakyatan yang mengambil tema kehidupan sosial yang terinspirasi dari karakter seorang pejudi sabung ayam, dengan karakter tegas dan selalu ingin kemenangan. Penata tertarik untuk mengangkat karakter bebotoh. Karya tari ini ditarikan oleh tujuh orang penari putra dengan postur tubuh yang tidak sama. Tujuan penciptaan karya tari ini adalah untuk mengingatkan semua orang agar tidak menjadi seorang bebotoh yang dikenal sebagai penjudi sabung ayam. Metode penciptaan yang digunakan dalam penciptaan karya ini menggunakan metode Alma M. Hawkins yang mencakup penjajagan, percobaan, pembentukan, karena metode tersebut lebih mudah penata pahami untuk digunakan sebagai metode dalam penciptaan karya seni. Karya tari ini menggunakan tata rias wajah dan busana berupa celana hitam, baju hitam, kamen prada, sabuk pinggang, udeng prada yang ditata sesederhana mungkin. Diharapkan karya tari ini menjadi sebuah karya seni pertunjukan yang dapat dinikmati oleh masyarakat dari semua golongan dan mampu memberikan pesan di dalam sebuah perjudian itu tidak baik.   Kata kunci : Bebotoh, kerakyatan, karya tari, tradisi

Page 8 of 18 | Total Record : 173