cover
Contact Name
Arief Yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+622476740287
Journal Mail Official
hnca@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu raya no.18 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Holistic Nursing Care Approach
ISSN : -     EISSN : 28082095     DOI : https://doi.org/10.26714/hnca
Core Subject : Health,
The holistic Nursing Care Approach is intended to be the university journal for publishing articles reporting research and case study results in nursing. Holistic Nursing Care Approach invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2022)" : 6 Documents clear
Aplikasi baby massage pada asuhan keperawatan bayi sehat untuk meningkatkan kualitas tidur dan kelancaran buang air besar Dera Alfiyanti; Amin Samiasih; Harvina Sindy Prastiwi
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.434 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v2i1.8776

Abstract

Pijat bayi sebagai salah satu bentuk bahasa sentuhan ternyata memiliki efek yang positif untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pelaksanaan pijat bayi oleh dukun bayi banyak yang tidak sesuai dengan teknik pijat bayi yang terdapat dalam pedoman pijat bayi menurut kesehatan. Dalam rangka meningkatkan sentuhan fisik seperti belaian, pelukan, dan pijatan lembut yang akan meningkatkan ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui efektifitas pijat bayi terhadap peningkatan lama waktu tidur dan kelancaran buang air besar (BAB) pada bayi. Jenis studi kasus ini merupakan descriptif study yaitu menerapkan studi kasus dengan proses tindakan keperawatan berupa intervensi, implementasi, dan evaluasi. Sample berjumlah 4 bayi dengan 2 bayi mengalami gangguan tidur dan 2 bayi mengalami gangguan buang air besar (konstipasi). Tempat studi kasus di lakukan di wilayah kerja puskesmas Kedungmundu. Hasil penerapan pijat bayi yang diterapkan selama 6 hari/pasien tersebut terbukti sangat efektif untuk diaplikasikan di wilayah kerja puskesmas Kedungmundu, dari ke empat bayi tersebut lebih tenang, tidak rewel, kebutuhan tidur terpenuhi dan BAB lancar
Aplikasi pemberian teh bunga Rosella terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi Radika Zulfikha Isnaen; Warsono Warsono
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.802 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v2i1.8956

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas batas normal. Dimana tekanan sistolik diatas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg, dan itu terjadi secara terus menerus lebih dari 1 periode. Menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi tidak hanya dengan terapi farmakologi, dapat juga menggunakan terapi non farmakologi. Banyak terapi non farmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah, salah satunya pemberian seduhan teh bunga rosella. Tujuan dilakukan aplikasi tersebut untuk menurunkan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi. Metode yang dilaksanakan pada penelitian ini adalah Descriptive study. Jumlah responden 2 orang menderita hipertensi, berjenis kelamin perempuan, berumur 35-60 tahun. Diberikan seduhan teh bunga rosella selama 7 hari setiap pagi hari sebelum sarapan sebanyak 3 kuntum bunga dalam 200 ml air. Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan tekanan darah setelah responden diberikan terapi seduhan teh bunga rosella. Sehingga dapat disimpulkan bahwa seduhan teh bunga rosella dapat menurunkan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi.
Pengaruh kombinasi perawatan luka dan latihan Range of Motion ekstremitas bawah terhadap penyembuhan ulkus diabetik pada pasien Diabetes Mellitus Maya Lailasari; Arief Yanto; Akhmad Mustofa
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.581 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v2i1.8477

Abstract

Pasien DM beresiko terjadi kerusakan pada pembuluh darah. Ulkus diabetik merupakan salah satu gangguan pada ekstermitas bawah dari komplikasi makrovaskuler yang dapat berakhir dengan amputasi. Perawatan luka dan latihan range of motion (ROM) ekstermitas bawah mampu menyembuhkan ulkus diabetik. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi perawatan luka dan latihan range of motion (ROM) ekstermitas bawah untuk penyembuhan ulkus diabetik pada pasien diabetes mellitus. Studi kasus ini menggunakan desain studi deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subyek studi kasus adalah pasien DM yang terdapat ulkus diabetik. Subjek studi didapatkan melalui tehnik purposive sampling. Hasil studi kasus menunjukan pengaruh tindakan perawatan luka dan ROM terhadap proses granulasi luka ulkus diabetikum. Hasil observasi ulkus diabetikum menunjukkan penurunan skor dari 32 pada hari pertama menjadi 27 pada observasi hari kedua. Pada hari ketiga pengukuran diketahui skor 20 turun menjadi 18 pada observasi hari berikutnya. Berdasarkan hasil studi kasus ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kombinasi tindakan perawatan luka dan latihan range of motion (ROM) ekstermitas bawah terhadap penyembuhan ulkus diabetik pada pasien diabetes melitus.
Terapi kompres hangat untuk menurunkan nyeri sendi pada lansia Heryanto Adi Nugroho; Sunarsih Sunarsih
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.087 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v2i1.9214

Abstract

Salah satu masalah fisiologis yang sering dialami oleh lansia adalah penya  kit sendi. Penyakit sendi merupakan gangguan nyeri pada persendian yang disertai kekakuan,merah,dan pembengkakan yang bukan disebabkan karena benturan/ kecelakaan. Tujuan dari karya ilmiah ini adalah menerapkan  terapi kompres hangat  untuk menurunankan nyeri sendi pada lansia. Metode penulisan karya tulis ilmiah ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang mengambil 2 subyek lansia dengan keluhan nyeri sendi skala sedang yaitu nyeri skala VAS 4 sampai skala VAS 6. Intervensi keperawatan kedua subjek studi kasus dengan memberikan terapi kompres hangat mengunakan buli – buli yang diisi  air hangat dengan suhu 40 – 42 derajat celcius selama 20 – 30 menit .  Setelah dilakukan kompres hangat kemudian dilakukan evaluasi pengukuran skala nyeri dengan pengukuran skala nyeri VAS. Hasil yang didapatkan adalah adanya penurunan nyeri subjek 1 sebanyak 2 skala dan subjek 2 sebanyak 3 skala. Rata - rata penurunan skala nyeri kedua subjek studi adalah 2,5 setelah diberikan terapi kompres hangat. Kesimpulanya adalah pemberian terapi kompres hangat terbukti efektif dalam menurunkan nyeri sendi pada lansia.
Penurunan frekuensi buang air besar dan konsistensi feses dengan menggunakan madu Sylvi Novia Nur’aini; Erna Sulistyawati
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.597 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v2i1.8627

Abstract

Diare merupakan kondisi dimana konsistensi feses lembek atau cair dan frekuensinya lebih dari 3 kali dalam sehari. Diare dapat menyebabkan dehidrasi dan bahkan kematian jika dehidrasi tidak segera ditangani. Penanganan diare non farmakologi salah satunya dengan menggunakan madu. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan frekuensi BAB dan konsistensi feses setelah diberikan. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Subyek studi kasus berjumlah 3 balita yang menderita diare. Pemberian madu dilakukan 3 kali sehari sebanyak 5 cc setiap pemberian selama 5 hari berturut-turut. Penilaian konsistensi feses dan frekuensi BAB dilakukan setiap hari menggunakan skala feses Bristol. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa frekuensi BAB pada ketiga responden awal sebelum menggunakan terapi madu adalah ≥3x/hari dan setelah pemberian terapi madu menjadi ≤3x/hari. Sedangkan konsistensi feses awal sebelum menggunakkan terapi madu adalah berbentuk cair (tipe 7) dan sesudah menggunakan terapi madu menjadi normal (tipe 3 dan 4). Kesimpulan dari studi kasus ini adalah madu bisa digunakan untuk mengatasi diare karena madu memiliki pH yang rendah dibuktikan dengan keasaman yang menghambat bakteri patogen dalam usus dan lambung. Madu dapat digunakan sebagai salah satu terapi komplementer dalam menangani diare karena madu tidak memiliki efek samping sehingga aman digunakan pada balita.
Penerapan pencucian luka menggunakan air rebusan daun jambu biji terhadap tingkat malodor pasien luka kaki diabetik Arief Shofyan Baidhowy; Yunie Armiyati; Jazil Imandarri
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.69 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v2i1.8758

Abstract

Pasien Diabetes Mellitus memiliki masalah yang serius terkait komplikasi Ulkus kaki diabetik. Dampak dari ulkus kaki diabetik meliputi malodor (bau), gangguan integritas kulit dan jaringan serta nyeri akut. Pencucian luka menggunakan air rebusan daun Jambu biji mampu menurunkan malodor dan membantu memperbaiki integritas jaringan. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun Jambu biji terhadap tingkat malodor pasien ulkus kaki diabetik. Studi kasus menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Subyek studi kasus adalah pasien penyakit Diabetes Mellitus yang mengalami komplikasi ulkus kaki diabetik dengan malodor berjumlah 2 orang. Hasil studi kasus menunjukan bahwa pasien mengalami penurunan rata-rata skor malodor sebanyak 3 poin setelah dilakukan tindakan pencucian luka menggunakan air rebusan daun jambu biji 3 hari sekali selama dua pekan. Tindakan pencucian luka menggunakan air rebusan daun jambu biji mampu menurunkan tingkat malodor pasien ulkus kaki diabetik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6