cover
Contact Name
Admin PBN
Contact Email
pbnsby87@gmail.com
Phone
+6285101486780
Journal Mail Official
pbnsby87@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Gunung Anyar Emas Blok AA No.26 Lt.2 RT 01/RW.08 Surabaya Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
jurnal penelitian multidisiplin
ISSN : 29640466     EISSN : 29640466     DOI : -
Jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 91 Documents
PERIHAL PUTUSAN DAN UPAYA HUKUM DI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA: Putusan, Upaya Hukum, Pengadilan Tata Usaha Negara Masrufah; Arif Wibowo
Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Multidisiplin
Publisher : Jurnal Penelitian Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58705/jpm.v2i1.109

Abstract

Indonesia as a rule of law requires all actions or deeds of the authorities, therefore Indonesia has an independent judiciary in administering judicial power to uphold the law. In Indonesia, the State Administrative Court was formed with the aim of realizing the nation's and state's life order which guarantees the equality of citizens in the law. The research method used at this writing is to use normative legal research methods. where normative legal research here can be interpreted as research aimed at examining the quality of the legal norms themselves. In the state administrative court, of course, there are matters regarding decisions and legal remedies. Therefore it can be defined that a decision according to the legal dictionary is the result of examining a case. Meanwhile, the implementation of decisions in law is a determinant of the success of the judicial control system on government attitudes and actions in the system of public protection against government actions. In addition to the existence of a decision, it is also accompanied by legal remedies where legal remedies are the right of the defeated party not to accept the court's decision, in the form of resistance or appeal or cassation or the right to submit a request for review in the case of demanding the method stipulated in the law.
KEDUDUKAN MAHKAMAH KONSTITUSI DI INDONESIA DAN PENERAPAN YURISPRUDENSI DALAM KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI: Kewenangan, Mahkamah Konstitusi, Yurisprudensi Ahmat Yusuf Al Amin; Arif Wibowo
Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Multidisiplin
Publisher : Jurnal Penelitian Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58705/jpm.v2i1.110

Abstract

Indonesia is a constitutional democracy that bases its democracy on a rule of law, with the understanding that the Constitution is the highest law and must be the basis for all state administration. The Constitutional Court is necessary to serve as the guardian of the constitution and to fulfill Indonesia's aspirations to be a democratic nation because of its function in the country's constitutional framework and the effectiveness of its mechanism for reviewing laws. country depending on the law. The following findings can be reached through the use of normative legal research techniques: 1. In accordance with the provisions of Article 24C paragraphs (1) and (2), the Constitutional Court has the power to hear cases at the first and final levels in relation to constitutional law violations, disputes over the legitimacy of state institutions, the dissolution of political parties, and cases involving the outcome of general elections. With this authority, it is clear that the Constitutional Court cooperates with all state institutions, especially when there is a dispute between state institutions or when a procedure for reviewing a law occurs and the institution wants the involvement of the Constitutional Court, 2. The Supreme Court and other courts within its scope is not obliged to accept the authority of the Constitutional Court, and the Constitutional Court itself is also free to exercise its own jurisdiction.
PENYELESAIAN SENGKETA DI PERADILAN TATA USAHA NEGARA MELALUI UPAYA ADMINISTRATIF: Prosedur, Sengketa Tata Usaha Negara, Administrasi Pemerintahan Ahmat Yusuf Al Amin; Arif Wibowo
Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Multidisiplin
Publisher : Jurnal Penelitian Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58705/jpm.v2i1.111

Abstract

Implementation of the December 4, 2018-issued Republic of Indonesia Supreme Court Regulation (PERMA) Number: 6 of 2018 concerning Guidelines for Settlement of State Administrative Disputes After Pursuing Administrative Actions, which is an additional regulation of the provisions of Articles 75, 76, and 77 of Law Number 30 In Indonesia, a change was made to the state administrative justice system in 2014. The question of whether administrative effort is necessary before bringing state administrative problems before the State Administrative Court is inevitably raised by this change in governance. Second, how do administrative complaints to PTUN get resolved?
Dampak Pemecatan Sewenang-Wenang Hakim Konstitusi Terhadap Masa Depan Konstitusi Nasional Indonesia: Kesewenangan, Mahkamah Konstitusi, Hakim Sabila Riri
Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Multidisiplin
Publisher : Jurnal Penelitian Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58705/jpm.v2i1.112

Abstract

At present, constitutional institutions have efforts to be politicized by the exact same institution, namely the legislative body. According to Kurnia Ramadhana, ICW's Political Corruption Division, in a seminar organized by Sahabat ICW, there was a haphazard and authoritarian practice of the DPR RI towards the Constitutional Court which was very clearly seen, both from the actions after the plenary session of the DPR RI and from the statements of DPR members. Qualitative method . In this case, it can be said that what was done by the DPR was contrary to the 1945 Constitution which should not have been carried out because it was contrary to the principle of constitutional supremacy. What was done by the DPR considered attacking the independence of power at the heart of the country, namely the Constitutional Court by legal experts, one of whom was Palguna I Dewa Gede, a former constitutional judge According to legal experts and former constitutional judges, that the Constitutional Court is an institution that is considered the heart of the country, constitutional supremacy that must stand upright. If an independent constitution is intervened by another power institution, it will have an impact on the supremacy of the constitution itself. This also causes constitutional institutions to lose their independence, and what is done by the DPR is considered contrary to the 1945 Constitution. This will have an impact on the supremacy of the constitution itself. This also causes constitutional institutions to lose their independence, and what is done by the DPR is considered contrary to the 1945 Constitution. This will have an impact on the supremacy of the constitution itself. This also makes constitutional institutions lose their independence, and what is done by the DPR is considered contrary to the 1945 Constitution.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI MATERI BERTOLERANSI DALAM KEBERAGAMAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN MENGGUNAKAN METODE PENEMUAN TERBIMBING PADA SISWA KELAS VII E DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 2 JOMBANG : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Metode Terbimbing Tri Sugiarto
Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Multidisiplin
Publisher : Jurnal Penelitian Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58705/jpm.v2i1.114

Abstract

Menunjang kesuksesan penyelenggaraan pendidikan, perlu menyediakan lingkungan yang memungkinkan peserta didik atau siswa dapat mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya, sesuai dengan kebutuhan pribadinya dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang tertera dalam Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3, yaitu berbunyi untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Hasil kemampuan pemahaman siswa dalam belajar dari setiap siklusnya mengalami peningkatan. Pada pencapaian rata-rata tampak jelas adanya peningkatan dari 79,35 pada siklus I menjadi 80,35 pada siklus II dan 81,87 pada siklus III. Sementara itu dari pencapaian ketuntasan belajar siswa tampak juga terjadi peningkatan dari 69,57% pada siklus pertama dan menunjukkan pembelajaran tuntas menjadi 78,26% pada siklus kedua dan pada siklus ketiga adalah 86,96% menunjukkan pembelajaran telah tuntas. Setelah itu guru mengevaluasi pembelajaran PPKn yang diajarkan pada siswa, sehingga dengan mengevaluasi dapat mengetahui seberapa dalam siswa mampu menyerap pembelajaran dalam meningkatkan prestasi belajar pada siswa. Pemanfaatan Metode Penemuan Terbimbing dilihat dari jumlah penggunaannya, yakni secara perorangan, kelompok, dan massal. Pemanfaatan Metode Penemuan Terbimbing secara perongan biasanya dilengkapi dengan petunjuk penggunaannya, sehingga pengguna dapat memanfaatkannya secara mandiri, seperti modul. Metode Penemuan Terbimbing untuk kelompok  ini biasanya dilengkapi buku petunjuk bagi pemimpin kelompoknya. Setelah atau sebelum memanfaatkan Metode Penemuan Terbimbing, kelompok dapat melakukan diskusi.
PARADIGMA PENDIDIKAN GEOGRAFI DAN TANTANGAN GLOBAL PADA MASA KINI : Pendidikan Geografi, Dimensi Ruang, Nasional, Global Titin Retno Sari
Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Multidisiplin
Publisher : Jurnal Penelitian Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58705/jpm.v2i1.115

Abstract

Kelas geografi harus menyadari semua dimensi dan masalah ruang. Karena di lingkungan sekolah dan rumah, siswa terbiasa mengatur, menggunakan dan mencintai ruang di sekitar mereka. Namun, dengan kemajuan zaman yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), sikap masyarakat terhadap alam dan lingkungan juga berubah. Sebaliknya, tugas pendidikan geografi adalah untuk melengkapi dan membuat peka ruang dalam konteks kehidupan budaya global. Pada saat yang sama, pelajaran geografi memberikan penyediaan ruang dan kesadaran  dalam konteks budaya nasional dan daerah. Dengan demikian, siswa yang masih mampu berpikir dan berpikir global, berbangsa, dan bertindak dalam konteks lokal dalam kehidupan sehari-hari, patut disambut, diapresiasi, dan dimutakhirkan dalam konteks kehidupan  nasional dan budaya lokal  Indonesia.
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI ERA GLOBALISASI : Era Globalisasi, E-learning, Pembelajaran Biologi Isnanik Muhazaroh
Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Multidisiplin
Publisher : Jurnal Penelitian Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58705/jpm.v2i1.116

Abstract

Kegiatan belajar dan mengajar yang dilakukan oleh guru dengan siswa di sekolahan dikenal dengan istilah pembelajaran. Kualitas pembelajaran akan optimal apabila proses pembelajaran berpusat pada siswa (student centered instruction), bukan berpusat pada guru (teacher centered instruction). Proses pembelajaran sebaiknya juga dilakukan dengan cara-cara yang menyenangkan, termasuk pada pembelajaran biologi. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa tidak jarang pembelajaran biologi dilakukan dengan metode-metode konvensional (tradisional) yang cenderung monoton. Metode konvensional di sini berarti masih mengandalkan ceramah dan bersifat tekstual. Metode konvensional bukan berarti tidak boleh dilakukan, namun perlu dikombinasikan dengan metode lain agar tidak timbul paradigma bahwa biologi hanyalah pelajaran hafalan. Di era digitital seperti sekarang ini, guru sebaiknya mempunyai paradigma yang baru terhadap pembelajaran biologi. Sudah saatnya guru memanfaatkan kemajuan teknologi dan internet sebagai sarana pembelajaran biologi (e-learning). Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana mengubah paradigma lama menuju paradigma baru dalam pembelajaran biologi di era digital? Bagaimana menerapkan pembelajaran biologi di era digital? Bagaimana kelebihan dan kekurangannya menggunakan pembelajaran digital (elearning)? Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan benang merah yang akan dibahas dalam jurnal ini.
PENGGUNAAN DAN PEMAKNAAN BAHASA INDONESIA PADA ERA GLOBALISASI : Globalisasi, Bahasa Indonesia, Bahasa Asing Wahyuni Rahayu
Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Multidisiplin
Publisher : Jurnal Penelitian Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58705/jpm.v2i1.117

Abstract

Dalam era globalisasi saat ini bahasa merupakan aspek utama untuk menunjang sebuah komunikasi antarnegara. Melalui bahasa kerjasama dan program-program dapat terlaksana dengan baik. antarnegara juga dapat bertukar pikiran mengenai ilmu pengetahuan, sosial budaya, ekonomi dan lain sebagainya bila saling mengerti bahasa masing-masing. Untuk mengatasi perbedaan bahasa maka diadakan Bahasa Internasional yang disetujui oleh semua pihak, bahasa tersebut ialah Bahasa Inggris. Penggunaan Bahasa Inggris di Indonesia tentunya mempengaruhi kaidah maupun kosakata Bahasa Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bila kosakata Bahasa Inggris banyak digunakan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam bidang ekonomi dan sosial budaya juga sudah dimasuki Bahasa Inggris. Untuk itu keeksistensian Bahasa Indonesia harus dijaga agar tidak termakan keganasan globalisasi, bahkan bisa menjadi salah satu bahasa internasional di kemudian hari nanti.
Upaya Peningkatan Keterampilan Menulis Siswa Melalui Teks Anekdot Dalam Bentuk Dialog Berbasis Karikatur (Studi Kasus MAN 6 Jombang): Karikatur, Peningkatan Keterampilan Menulis, Teks Anekdot Wadlihah Nawaningsih
Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Multidisiplin
Publisher : Jurnal Penelitian Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58705/jpm.v2i1.118

Abstract

Penelitian ini termasuk katagori jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang ingin mengungkap upaya peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks anekdot dalam bentuk dialog melalui media karikatur. Melalui media karikatur yang unik dan lucu, maka siswa akan tertarik untuk belajar. Dengan media ini akan mempengaruhi siswa dalam menyerap inrformasi secara maksimal karena berhubungan dengan gambar yang khas dan melebih-lebihkan. Penelitian ini dilaksanakan di MAN 6 Jombang pada pada bulan Agustus sampai bulan Oktober 2019. hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan media karikatur dapat diterapkan dalam menulis karangan teks anekdot dengan bentuk dialog siswa kelas X IPA-1 MAN 6 Jombang, karena sangat mempengaruhi peningkatan keterampilan siswa dalam menulisa teks anekdot. Penerapan media karikatur ini dapat merangsang siswa sehingga termotivasi dalam pembelajaran menulis teks anekdot, dan mampu meningkatkan kemampuan menulis teks anekdot siswa kelas X IPA-1 MAN 6 Jombang. Peningkatan kemampuan siswa ini ditandai dengan terlihatnya saat pembelajaran menulis teks anekdot, siswa lebih semangat dan antusias mengikuti pembelajaran, dan siswa mampu menulis teks anekdot dalam bentuk dialog dengan baik, dengan memerhatikan struktur dan kaidah kebahasaan, baik lisan maupun tulis. Kreativitas guru dalam memilih media pembelajaran sangat diperlukan, sehingga ketepatan dalam memilih media pembelajaran sangat mempengaruhi terhadap peningkatan keterampilan siswa dalam menulis teks anekdot dalam bentuk dialog melalui media karikatur.
POLICY PAPER KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI PROVINSI BALI: PROBLEMATIKA DAN SOLUSI: Pengelolaan Sampah Bali, Kebijakan Pengelolan Sampah, Good Environmental Governance (GEG) I Putu Wira Utama
Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Multidisiplin
Publisher : Jurnal Penelitian Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58705/jpm.v2i1.121

Abstract

Policy Paper ini bertujuan untuk memberikan gambaran kebijakan pengelolaan sampah di Provinsi Bali, dan dari problematika yang terjadi di lapangan dapat dirumuskan solusi sekaligus rekomendasi kebijakan dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah di Bali. Metode yang digunakan dalam penyusunan policy papar ini adalah pendekatan kualitatif, dimana proses pengumpulan data diperoleh melalui kajian pustaka,  observasi, dan  Focus Group Disscusion (FGD) antar  pemangku kepentingan (stakeholder). Dari hasil dan pembahasan maka dapat ditemukan alternatif solusi dan rekomendasi kebijakan didalam optimalisasi pengelolaan sampah di Provinsi Bali. Diharapkan pengelolaan sampah di Provinsi Bali dapat tertangani secara cepat dan tepat serta terintegrasi antar komponen.

Page 6 of 10 | Total Record : 91