cover
Contact Name
Yuli Andriansyah
Contact Email
yuliandriansyah@uii.ac.id
Phone
+6281325445300
Journal Mail Official
thullab@uii.ac.id
Editorial Address
FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM Gedung K.H.A. Wahid Hasyim Kampus Terpadu UII Jl. Kaliurang KM 14.5 Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam
ISSN : 26858924     EISSN : 26858681     DOI : 10.20885/tullab
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam is published by the Faculty of Islamic Studies in the Islamic University of Indonesia in 2019 which is published twice a year as a journal which becomes a forum for students to improve their abilities in the fields of Islamic Law, Islamic Education and Islamic Economics into Indonesian, English and Arabic.
Articles 222 Documents
INTEGRATING ISLAMIC ENVIRONMENTAL ETHICS, STATE REGULATORY SYSTEMS, AND BEHAVIORAL GOVERNANCE TO STRENGTHEN WASTE MANAGEMENT PRACTICES Nur Kholis
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss1.art12

Abstract

This study examines poor waste management as an environmental, ethical, and governance challenge by integrating insights from Islamic jurisprudence, state regulations, and behavioral governance. The aim is to explain how ecological degradation arises from human behavior that contradicts religious principles and formal waste management laws, and to propose a conceptual model linking ethical norms to regulatory mechanisms and behavior. Using a qualitative conceptual methodology, the study analyzes scriptural sources, classical jurisprudential reasoning, national waste regulations, and descriptive evidence of environmental conditions to build an interdisciplinary understanding of this issue. The results show that Islamic jurisprudence establishes clear prohibitions against actions that result in environmental damage, framing waste pollution as a violation of ethical and legal obligations. National regulations also mandate responsible waste management practices, yet poor management persists because behavioral changes have not aligned with legal expectations. This analysis highlights the central role of human behavior as a determining factor in waste governance, illustrating how religious education, societal norms, and institutional policies shape or hinder responsible practices. The integrated model developed in this study demonstrates that effective waste governance requires the convergence of moral awareness, legal enforcement, and behavioral adaptation. This study concludes that sustainable environmental management in a Muslim-majority context depends on aligning internal ethical motivations with external regulatory frameworks. This conceptual integration offers a foundation for future empirical research and suggests new pathways for policy design, community engagement, and faith-based environmental education
SISTEM INFORMASI PENERIMAAN SISWA BARU (PSB) BERBASIS WEB PADA SDIT MTA SUKOHARJO Nuur Marfu'atus Sholikah; Deva Nur Syahroni; Aisyah Salsabila; Nuur Marfu’athus
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss1.art15

Abstract

Penerimaan siswa baru merupakan salah satu kegiatan strategis dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Seiring perkembangan teknologi informasi, proses penerimaan siswa baru dituntut untuk berjalan lebih efektif, efisien, dan transparan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan sistem informasi penerimaan siswa baru berbasis web di SDIT MTA Sukoharjo, meliputi proses pelaksanaan, keuntungan yang diperoleh, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi berbasis web mampu mempermudah pendataan calon siswa, meminimalisir kesalahan administrasi, serta meningkatkan efisiensi waktu dan biaya. Faktor pendukung utama meliputi ketersediaan jaringan internet, perangkat keras yang memadai, dan sumber daya manusia yang kompeten, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan literasi digital sebagian orang tua. Dengan demikian, sistem informasi penerimaan siswa baru berbasis web memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan administrasi di SDIT MTA Sukoharjo.
PERKEMBANGAN MAQASHID SYARIAH PADA PERIODE KLASIK: STUDI PEMIKIRAN AL-JUWAINI DAN AL-GHAZALI Pepy Marwinata; Wahyuni Danial Khotimah; Yusron Pahlevi; Tutik Hamidah
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss1.art18

Abstract

Maqashid syariah sebagai tujuan pokok hukum Islam menempati posisi sentral dalam perkembangan ilmu ushul fiqh. Periode klasik, khususnya melalui pemikiran al-Juwaini (w. 478 H) dan al-Ghazali (w. 505 H), memberikan fondasi konseptual yang kemudian disempurnakan oleh generasi sesudahnya. Artikel ini menelaah secara komprehensif gagasan maqashid syariah dalam pemikiran kedua tokoh tersebut. Al-Juwaini menekankan pentingnya maslahat dan membaginya dalam tingkatan dharuriyyat, hajiyyat, dan tahsiniyyat. Al-Ghazali kemudian menyusun secara sistematis lima tujuan pokok syariah (al-dharuriyyat al-khams), yaitu hifz al-din, hifz al-nafs, hifz al-‘aql, hifz al-nasl, dan hifz al-mal. Melalui perbandingan dan analisis, artikel ini menunjukkan bahwa al-Juwaini adalah konseptor awal, sedangkan al-Ghazali merupakan formulator maqashid syariah. Keduanya menjadi landasan teoritis yang mempengaruhi pemikiran ulama sesudahnya, seperti al-Syatibi pada periode pertengahan, hingga teori maqashid kontemporer.
MAQASHID SYARIAH PADA PERIODE MODERN ALAL AL-FASHI DAN AR-RAISUNI Wahyuni Danial Khotimah; Radifa Isnain Nafila; Yusron Pahlevi; Tutik Hamidah; Ahmad Izzuddin
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss1.art17

Abstract

Artikel ini membahas pemikiran maqāṣid al-syarī‘ah pada periode modern melalui perspektif dua tokoh penting, yaitu Alal al-Fasi dan Ahmad al-Raisuni. Kajian maqāṣid al-syarī‘ah memiliki peran strategis dalam pengembangan hukum Islam agar tetap relevan dalam merespons dinamika sosial dan tantangan modernitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep maqāṣid al-syarī‘ah menurut Alal al-Fasi, menganalisis teori maqāṣid al-syarī‘ah dan maqāṣid al-Qur’an menurut Ahmad al-Raisuni, serta membandingkan pemikiran keduanya dalam konteks hukum Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari karya-karya primer kedua tokoh serta literatur sekunder yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alal al-Fasi menekankan maqāṣid al-syarī‘ah sebagai ruh syariat yang harus diwujudkan dalam kehidupan sosial melalui ijtihad, pendidikan, dan pembaruan pemikiran Islam. Sementara itu, Ahmad al-Raisuni mengembangkan maqāṣid secara lebih sistematis dan metodologis dengan membagi maqāṣid ke dalam maqāṣid umum, khusus, dan parsial, serta mengaitkannya dengan maqāṣid al-Qur’an. Perbandingan kedua pemikiran ini menunjukkan adanya kesinambungan antara dimensi praksis dan metodologis maqāṣid al-syarī‘ah, yang berkontribusi dalam memperluas cakrawala hukum Islam agar lebih kontekstual dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Penguatan Ketahanan Keluarga di Kabupaten Kediri Perspektif Teori Resilience Walsh: Studi di KUA, DP3A, dan BIKKSA Nafila, Radifa; Cholil, Mufidah
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art1

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang penguatan ketahanan keluarga di Kabupaten Kediri perspektif Teori Resilience Walsh (Studi di KUA, DP3A, dan BIKKSA). Ketiga sinergi yang diberikan oleh KUA, DP3A, dan BIKKSA akan membantu mewujudkan ketahanan keluarga di Kabupaten Kediri. Teori Ketahanan Keluarga (Family Resilience Theory, Walsh) sangat relevan untuk lembaga ini karena berperan dalam pencegahan, pendampingan, dan pemulihan keluarga khususnya terkait pernikahan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kerentanan perempuan dan anak, konflik suami-istri, kesiapan menjadi orang tua, pemenuhan hak anak. Pada tahun 2024 data perceraian mencapai 399.921 kasus. Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya angka perceraian adalah kurangnya literasi dan kesiapan para calon pengantin tentang materi kuliah pra nikah atau yang kita kenal dengan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. Dalam hal ini Aisyiyah hadir dengan BIKKSA (Biro Konsultasi Keluarga Sakinah Aisyiyah) Kota Malang mempersembahkan kurikulum Kuliah Pra Nikah yang komprehensif selama 3 hari dengan diakhiri dengan wisuda sebagai apresiasi bagi peserta atas ketekunannya dalam mengikuti kuliah pra nikah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kurikulum kuliah pra nikah dalam upaya membentuk keluarga sakinah di masyarakat luas. Metode penelitian merupakan penelitian lapangan dimana peneliti merupakan salah satu peserta dalam kuliah pra nikah ini. Hasil penelitian sinergi ketiga lembaga dapat mewujudkan ketahanan keluarga. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Organisasi masyarakat dapat menjadi perpanjangan tangan bagi pemerintah setempat, KUA, dan pengadilan dalam rangka menekan angka perceraian dengan penguatan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. Hal yang positif ini telah dicanangkan Pimpinan Pusat hingga ditularkan pada akar rumput setingkat ranting atau dalam lingkup desa.
Dinamika Penyebaran Dan Respon Masyarakat Terhadap Syiah Di Solo Refki Nouval; Umair, Musa Abu; Ainun Imaluddin; Ridwan Maulana Saputra
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art2

Abstract

This study examines the dynamics of the spread of Shia preaching in Gumuk, Surakarta, and the responses of the predominantly Sunni community to it. Focusing on the development of Shia dakwah within a Sunni-majority society, the research explores the emergence of social tensions due to theological differences and ritual practices. A qualitative approach is employed through a case study method, with data collected via in-depth interviews, participant observation, and document analysis. Key informants include local figures such as Pak Wanto (mosque takmir chairman) and participants in Shia study sessions. The findings reveal that although Shia dakwah is conducted cautiously and adaptively, social tensions persist, particularly regarding the practice of Taqiyah and the commemoration of Ashura rituals, which are deemed controversial. Rejection from Sunni groups is reinforced by anti-Shia narratives from organizations like the National Alliance Against Shia (ANNAS) and the Indonesian Ulema Council's (MUI) vigilance recommendations since 1984. Nevertheless, some individuals, such as Pak Sapto, attend Shia study sessions solely to deepen religious knowledge without fully adopting Shia teachings. The Shia preaching strategy in Solo applies the concept of surface conformity, starting with Sunni reference texts to build trust before introducing doctrinal differences. The study concludes that resistance to Shia can be mitigated through inter-group dialogue and inclusive religious education, thereby strengthening religious tolerance in a plural society.
أثر فكرة مستشرق يونبول على الدراسات الحديثية المعاصرة في إندونسيا Mulyadi, Ari; Fatihunnada; Mohd Rushdan
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art5

Abstract

Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan yang Dapat Diandalkan Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan الباحثون الإندونيسيون في مجال الحديث تجاه أفكاره. Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan الصادرة في إندونيسيا. Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan تحليليا للدراسة. وتشير نتائج الدراسة إلى أن هناك 27 Juli 2017 علميا تناولت أفكار يونبول، مما يدل على Apa yang Harus Dilakukan Saat Ini? دراسات الحديث المعاصرة في إندونيسيا. Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan Nilai tambah yang dapat diterima oleh pelanggan: وصفي-استكشافي (15 bulan)، وصفي-مقارن (8 bulan)، ووصفي-مقارن-سلبي (4 bulan). Cara Mengoperasikan Perangkat Lunak untuk Mengelola Perangkat Lunak Anda الأعظمي، ونبيا أبوت. Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan yang Dapat Diandalkan الجودة والكمية. Perlindungan Lingkungan yang Tidak Dapat Dihindarkan dari Peralatan Rumah Tangga Ini adalah hal yang baik.
Transformasi Peran Ekonomi Istri Pekerja WFH Dan Implikasinya Terhadap Kesejahteraan Keluarga: Analisis Hukum Keluarga Islam Di Kota Bogor Nur Hafiz Wijaya; Muhammad Hidayat; Fachri Fachrudin
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art3

Abstract

Transformasi peran ekonomi istri dalam keluarga semakin menguat seiring berkembangnya sistem kerja Work From Home (WFH) di era digital. Perubahan ini tidak hanya menggeser peran domestik tradisional perempuan, tetapi juga menempatkan istri sebagai kontributor aktif dalam ekonomi keluarga, sehingga menimbulkan implikasi terhadap kesejahteraan keluarga dan perspektif hukum keluarga Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi peran ekonomi istri pekerja WFH serta implikasinya terhadap kesejahteraan keluarga dalam perspektif hukum keluarga Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, menggunakan data sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WFH memberikan peluang bagi istri untuk berkontribusi secara ekonomi melalui pekerjaan fleksibel seperti freelance, usaha digital, dan pekerjaan jarak jauh, yang berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan ketahanan ekonomi keluarga. Namun, kondisi ini juga memunculkan tantangan berupa beban ganda dan konflik peran. Dalam perspektif hukum Islam, peran ekonomi istri diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan tidak menggugurkan kewajiban nafkah suami. Kesimpulannya, transformasi ini merupakan respons adaptif sekaligus perubahan struktural yang memerlukan keseimbangan, keadilan, dan musyawarah dalam keluarga
A Systematic Literature Review: Problematika Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Dalam Pendidikan Islam Mustaqbal, Nur Hassan; Herawan, Rizal Saepulloh
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art6

Abstract

This study aims to identify, classify, and systematically analyze various problems in the utilization of Artificial Intelligence (AI) in Islamic education in Indonesia, as well as to formulate preventive and remedial solutions. The study employs a qualitative approach with a combined design, using the Systematic Literature Review (SLR) method based on PRISMA guidelines, integrated with a narrative-conceptual literature study. Data were obtained from 14 field research articles indexed in Scholar, Sinta, and Scopus within the 2020–2026 period, and were analyzed using content analysis techniques and issue trees. The findings indicate that the primary problems lie in two domains: cognitive-affective psychological impacts and violations of academic ethics and privacy. In the cognitive-affective aspect, the study identifies symptoms such as bias in religious understanding, a decline in critical thinking skills, a tendency to accept AI-generated outputs dogmatically, and the weakening of pedagogical-spiritual relationships between teachers and students. In the ethical domain, issues include AI-assisted plagiarism and the misuse of deepfake technology in religious content. The contributing factors include the epistemic limitations of AI systems, the lack of comprehensive regulation, academic pressure, and increasing user dependency. This study recommends an epistemological reconstruction based on maqasid al-shari‘ah, positioning AI as a supporting instrument (wasilah), supported by pentahelix synergy and the implementation of the ADDIE instructional design model, so that AI integration can be carried out ethically, accountably, and in alignment with the objectives of Islamic education.
Pesantren, Politik, dan Persatuan: Kontribusi Islam dalam Membangun Indonesia dari Masa Kolonial hingga Reformasi Munawwar, Muhammad Agil; Ahmad Jamin
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art12

Abstract

Penelitian ini menganalisis kontribusi Islam dalam pembangunan bangsa Indonesia dari masa kolonial hingga era reformasi melalui pendekatan kualitatif dan analisis historis-dokumenter. Fokus penelitian meliputi tiga aspek utama: (1) peran politik Islam dalam perjuangan kemerdekaan dan pembentukan dasar negara, termasuk kompromi Piagam Jakarta yang memengaruhi Pancasila; (2) kontribusi pendidikan Islam melalui integrasi sistem pesantren-madrasah dengan kurikulum nasional; serta (3) praktik moderasi beragama sebagai landasan kerukunan sosial di masyarakat multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam yang inklusif dan adaptif berperan sentral dalam pembentukan identitas kebangsaan, sekaligus menjadi pilar penting dalam memajukan Indonesia yang berkeadilan dan beradab. Organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah tidak hanya berperan dalam pergerakan politik, tetapi juga aktif dalam memajukan pendidikan, kesetaraan gender, dan harmoni sosial melalui pendekatan wasathiyah (moderasi). Studi ini juga mengungkap bagaimana Islam Nusantara menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas, dengan bukti konkret seperti pembangunan Terowongan Silaturahmi antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral sebagai simbol toleransi. Secara holistik, penelitian ini menegaskan bahwa Islam telah memberikan kontribusi multidimensi spiritual, intelektual, sosial, dan politik dalam lintasan sejarah Indonesia, dengan prinsip moderasi sebagai kunci integrasi nasional..