cover
Contact Name
masyhuri rifai
Contact Email
elmaqraiqt@gmail.com
Phone
+6282345133563
Journal Mail Official
elmaqra@iainkendari.ac.id
Editorial Address
Jl. Mekar. BTN Nur 4 Ranomeeto Konawe Selatan
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
El-Maqra' : Tafsir, Hadis dan Teologi
ISSN : 29633982     EISSN : 2829114X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Kajian jurnal meliputi berbagai hal yang berhubungan dengan al-Qur’an, tafsir, ilmu-ilmu al-Qur’an, ilmu-ilmu tafsir, living al-Qur’an, pemikiran tokoh tentang al-Qur’an, ilmu al-Qur’an, tafsir, ilmu tafsir dan seterusnya; demikian pula meliputi hal yang berhubungan dengan hadis, ilmu-ilmu hadis, living hadis, pemikiran tokoh tentang hadis dan sebagainya. Bahkan kajian berkaitan dengan theology seperti Perkembangan Teologi dan Keagamaan, sejarah, penelitian keagaamaan islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 139 Documents
IMPLEMENTASI LAFADZ INSYA ALLAH DALAM QS. AL-KAHFI AYAT 23-24 PADA MAHASISWA FUAD IAIN KENDARI (Kajian Living Qur’an) Utami, Lilis Anshoriyah; Akib, Nasri
EL-MAQRA' Vol 2 No 1 (2022): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i1.3987

Abstract

AbstrakPenelitian ini berjudul Implementasi Lafaz Insya Allah dalam QS. al-Kahfi ayat 23-24 pada Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Kendari (Kajian Living Qur’an). Dengan tujuan untuk mengetahui penafsiran insya Allah dalam surah al-Kahfi ayat 23-24 dan untuk mengetahui pemahaman mahasiswa serta pengamalan lafaz insya Allah pada mahasiswa Fuad. Penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara  reduksi data (Data Reduction), penyajian data (Data Display), dan verifikasi data (Conclusion Data). Adapun Pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi, yaitu: (1) Triangulasi Waktu, (2)Triangulasi Sumber, (3) Triangulasi Teknik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Insya Allah dimaknai sebagai kesanggupan seorang hamba dalam melakukan sesuatu dengan tetap bersandarkepada kehendak Allah Swt. Kedua, Pada mahasiswa Fuad sudah lebih banyak yang memahami makna insya Allah yaitu menyatakan kesanggupan dengan tetap bersandar kepada kehendak Allah Swt. Ketiga, Pada  pengamalannya, 10 informan telah memahami dan menerapkan makna insya Allah dengan benar sesuai dengan maksud dari Q.S al-Kahfi:23-24, 7 yang belum memahami dengan baik dan ada 3 informan yang tidak sejalan antara pemahaman dan pengamalan.Kata Kunci: Implementasi, insya Allah, Mahasiswa Fuad 
KAJIAN INTERTEKTUALITAS AYAT AHL AL-KITAB DALAM TAFSIR AL-MISBAH KARYA QURAISH SHIHAB DENGAN TAFSIR AL-MIZAN KARYA HUSEIN THATHABA’I Yanti, Ziska
EL-MAQRA' Vol 2 No 1 (2022): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i1.3988

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kajian intertektualitas ayat Ahl-Kitab dalam tafsir al-Misbah karya Quraish Shihab dengan tafsir al Mizan karya Husein Thathaba’i. Tafsir al Misbah adalah tafsir yang ditulis oleh Quraish Shihab  pada tahun 1999 H. Tafsir ini  menjadi kontroversi karena menjadikan Husein Thabathaba’i menjadi salah satu sumber untuk memperkuat penafsirannya. Hal ini disebabkan  Husein Thabathaba’i dikenal sebagai ulama syiah.  Sedangkan Indonesia sebagai tempat tafsir  ini diterbitkan  mayoritas penduduknya berpaham Sunni. Dalam tulisan ini akan meneliti bagaimana pengaruh pemikiran Husein Thabathaba’i dalam memaknai Ahl-Kitab yang akan menggunakan metode intertekstualitas yang di populerkan oleh Julia Kristeva. Kajian intertekstualitas ayat Ahl-Kitab dalam tafsir al Misbah karya Quraish shihab dengan tafsir al-Mizan karya Husein Thabathaba’i tidak dapat dibuktikan secara jelas. Meskipun demikian dapat dilihat ada pengaruh pemikiran Husein Thabathaba’i dalam tafsiran QS. Al-Baqarah ayat 221. Dalam menafsirkan Qs : al –Imran ayat 64 dan QS : al-Baqarah ayat 221, Quraish Shihab tidak ada mengatakan bahwa beliau mengutip pendapat Husein Thabathaba’i.
LARANGAN MENDEKATI ZINA DALAM Q.S. AL-ISRA‘/17:32 (ANALISIS KAJIAN TAHLILI) Wiranto, Muhammad; Akib, Nasri
EL-MAQRA' Vol 2 No 1 (2022): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i1.3989

Abstract

AbstrakPenelitian ini berjudul “larangan mendekati zina dalam QS. al-Isra>‘ /17:32 (Suatu Kajian Tahlili). Dengan tujuan untuk mengetahui penafsiran larangan mendekati zina dalam QS. al-Isra>‘ /17:32 dan juga untuk mengetahui batasan-batasan zina serta mengetahui dampak buruk yang diakibatkan perbuatan zina tersebut. Penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan teknik studi kepustakaan. Sumber data dalam penelitian yakni data primer dan skunder. Teknik interpretasi data yang digunakan yaitu interpretasi tekstual, kontekstual dan interkontekstual. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode Tah}lili> yaitu menjelaskan gambaran umum surah, asbabun nuzul, I’rab, balagah, tafsir mufrada, munasabah, penafsiran ulama terkait QS.al-Isra>‘. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zina ialah perbuatan terlarang jadi mendekati zina saja sudah dilarang apa lagi melakukannya, dan menurut para ulama sebagian ulama berpendapat bahwa perbuatan zina itu ialah perbuatan keji dan jalan yang buruk, serta mengetahui dampak buruk yang dilakukan akibat perbuatan zina tersebut.Kata Kunci : Zina, QS.al-Isra>', Tahlili.
PENDEKATAN MA’NA CUM MAGHZA TENTANG ARRIJALU QOWWAMUNA ‘ALA AN - NISA’ Yanti, Ziska
EL-MAQRA' Vol 2 No 1 (2022): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i1.3990

Abstract

AbstrakArrijalu Qowwamuna ala an-nisa adalah kalimat yang mendapat berbagai macam penafsiran. Banyak pro dan kontra mengenai pesan dan tujuan dari Q.S An-Nisa ayat 34 ini. Di antara penafsiran tersebut ada yang memfokuskan pada kata qowwam yang bermakna pemimpin dimana laki-laki harus menjadi pemimpin bagi wanita dalam semua asfek, baik dalam lingkungan keluarga maupun pemerintahan dan publik. Akan tetapi, ada juga yang mengatakan bahwa ayat ini mengacu kepada pemimpin dalam keluarga. Hal ini menjadikan seorang laki-laki harus menjadi pemimpin dalam keluarga, bertanggungjawab dalam mendidik, dan menjamin ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan magna cum maghza,  pendekatan ini dalam penafsiran menggunakan makna asal literal (makna historis, yang tersurat) sebagai landasan awal untuk memahami pesan utama teks  (makna yang tersirat). Pendekatan ma’na cum maghza terdiri dari ma’na (makna) teks al-Qur’an yang dipahami oleh pendengar pertama dan dikembangkan menjadi signifikansi (maghza) untuk situasi kontemporer. Oleh demikian, menemukan makna tersirat dari kalimat arrijalu qowwamuna ala an-Nisa akan menjadi tujuan dari penelitian ini. Setelah diteliti menggunakan pendekatan ma’na cum maghza tidak ada larangan mutlak dalam agama yang melarang perempuan ikut terlibat dan berperan aktif dalam kegiatan sosial dan menjadi pemimpin, akan tetapi menurut ulama klasik dan kontemporer ada beberapa jabatan agama yang tidak bisa dilakukan oleh wanitaKata Kunci: Rijal, Qowwam, , an-Nisa, Ma’na cum Maghza
PERSPEKTIF AL-QUR’AN TENTANG MUKAAN DAN TASDIYAH (SUATU KAJIAN MAUDU’I) Zulkarnain, Zulkarnain; Mubarak, Syahrul
EL-MAQRA' Vol 2 No 1 (2022): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i1.3993

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi dengan praktek tepuk tangan di Baitullah yang secara nyata disebutkan dalam al-Qur’an, namun dengan penekanan yang negatif. Kemudian rumusan masalah ini yaitu: pertama, Hakikat muka>an dan tas}diyah. kedua, Wujud muka>an dan tas}diyah. ketiga, Dampak bagi pelaku dan penerima muka>an dan tas}diyah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau (library research). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir, Psikologis, dan Antropologis dengan menggunakan data primer berupa al-Qur’an dan data sekunder berupa kitab-kitab tafsir. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir Maud}u>’i. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ayat yang serupa dengan Muka>an dan Tas}diyah terdapat dalam al-Qur’an sebanyak 28 ayat, kemudian yang peneliti jadikan bahan penafsiran yaitu QS. al-Anfa>l/8:35, QS. al-Hujurat/49:11, Hud/11:38, Luqman/31 6 dan al-Hajj/22: 25. Dari beberapa ayat di dalam al-Qur’an terdapat kata mengejek, mengganggu, mengolok-olok dan menghalangi. Hakikat muka>an dan tas}diyah dari berbagai penafsiran, bahwasanya ada beberapa kata yang berbeda mengenai muka>an dan tas}diyah, tetapi memiliki hakikat yang sama yaitu mengejek dengan berbagai jenis ejekan perkataan atau perbuatan. Kemudian wujud muka>an dan tas}diyah mengejek dengan perkataan dan perbuatan. Adapun dampak muka>an dan tas}diyah yaitu kepada pelaku, penerima, dan masyarakat yang dapat merugikan dan bersifat negatif.Kata Kunci: Muka>an, Tas}diyah and al-Qur’an.
HAFIDZ AL-QUR’AN PERSPEKTIF Q.S AL-HIJR/15:9 (SUATU KAJIAN TAHLILI) Yunus, Muhammad; Trisnawati, Ira
EL-MAQRA' Vol 2 No 1 (2022): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i1.3995

Abstract

AbstrakPenulisan ini berjudul H{afiz} Al-Qur’an Perspektif Q.S Al-H}ijr/15:9 (Suatu Kajian Tah}lili>). Al-Qur’an adalah teks suci yang telah di turunkan Allah kepada Nabi Muhammad dengan perantara Jibril. Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang di dalamnya Allah nyatakan akan memberikan penjagaan kepadanya agar tidak terkontaminasi oleh selain daripadanya. Sebagaimana Allah telah berfirman pada Q.S al-H}ijr/15:9. Akan tetapi, yang kerap menjadi perbincangan adalah apakah kalimat nahnu paa ayat itu bermakna untuk membesarkan nama Allah ataukah memang ada andil makhluk dalam penjagaan teks al-Qur’an dalam ha ini penghafal al-Qur’an, dan metode apa saja yang digunaka oleh penghafal al-Qur’an saat akan menghafal. Penulisan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penafsiran kata nahnu dalam Q.S al-H}ijr/15:9.  dan untuk mengetahui metode dalam menghafal al-Qur’an. Penulis menggunakan jenis penulisan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan teknik studi kepustakaan. Sumber data dalam penulisan yakni primer dan sekunder.Teknik interpretasi data yang digunakan yaitu interpretasi tekstual, kontekstual, dan interkontekstual. Teknik analisis data yang digunakan adalah tafsir Tah}lili>.Hasil penulisan ini menunjukan bahwa: Pertama, kata nahnu dalam al-Qur’an memiliki makna terdapat keterlibatan makhluk Allah dalam menjaga otensitas al-Qur’an diantaranya yakni malaiskat Jibril, Nabi Muhammad, H{afiz} (penghafal) al-Qur’an serta umat muslim lainnya. Kedua, terdapat beberapa metode dalam menghafal al-Qur’an yakni dengan menggunkan metode talqin,tikrar, talqin dan mendengar rekaman, gerakan dan isyarat, sima’i, wahdah, kitabah, jama, dan gabungan.  Kata Kunci : H{afiz}, Q.S Al-H}ijr/15:9, Metode
PANDANGAN NASR HAMID ABU ZAYD TERHADAP AL-QURAN DAN INTERPRETASINYA Niamullah, Alvita
EL-MAQRA' Vol 2 No 2 (2022): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i2.5260

Abstract

Nasr Hamid Abu Zayd merupakan salah satu tokoh hermeneutika berpengaruh di antara sederet tokoh hermeneutika lainnya. Beberapa buah pemikirannya melahirkan pro dan kontra di kalangan umat Islam, di antaranya yang paling terkenal Al-Quran sebagai muntaj ats-tsaqafy (poduk budaya) dan muntij atstsaqafy (produsen budaya). Nasr juga berupaya memberikan penafsiran baru tentang konsep jin yang selama ini dipahami oleh masyarakat Arab umumnya. Artikel ini berupaya menyajikan pemikiran Nasr dengan mengenal terlebih dahulu latar belakang pendidikannya. Ternyata, hasil pemikirannya tidak terlepas dari pengaruh latar belakang pendidikannya di dunia bahasa dan kesastraan Arab sehingga ia berupaya menelisik Al-Quran dengan mengulik aspek kebahasaannya.
KISAH NABI YUNUS DALAM AL-QUR’AN DAN AL-KITAB; PENDEKATAN INTERTEKSTUAL JULIA KRISTEVA Aini, Samratul
EL-MAQRA' Vol 2 No 2 (2022): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i2.5262

Abstract

Penulis akan membahas kisah Nabi dalam al-Qur’an dan Alkitab yaitu kisah Nabi Yunus, yang memiliki peran sangat penting untuk dibahas sehingga dapat ditemukan perbedaan dan persamaan antara al-Qur’an dan Alkitab. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan adalah intertekstual yang digagas oleh Julia Kristeva dengan tujuan untuk membandingkan keduanya. Sehingga dengan menggunakan pendekatan ini ditemukan beberapa perbedaan antara keduanya. Dari segi struktur, al-Qur’an ada melakukan beberapa penyederhanaan, sehingga teori haplologi menjadi yang tepat dalam fragmen tersebut. Dalam fragmen lain juga ditemukan prinsip konversi dan modifikasi. Dalam prinsip ini terdapat perbedaan yang mendasar yaitu jumlah perhitungan waktu dan jumlah orang dalam kisah tersebut. Sehingga analisis kisah Yunus dalam al-Qur’an bertemakan monoteisme atau berkenaan dengan ajaran tauhid, sedangkan dalam Alkitab hampir sama dengan al-Qur’an yang berisi seruan dan ajakan kepada kaumnya.
ANAK SEBAGAI UJIAN DAN MUSUH KAJIAN TAFSIR KONTEKSTUAL Fitriani, Fitriani; Mubarak, Muh. Syahrul; Akbar, Akbar; Danial, Danial
EL-MAQRA' Vol 2 No 2 (2022): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i2.5263

Abstract

Penelitian ini membahas tentang anak sebagai ujian dan musuh kajian tafsir kontekstual. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis makna anak sebagai ujian dan musuh, mengeplorasi penafsiran al-Qur’an tentang anak sebagai ujian dan musuh dan mengetahui relevansi al-Qur’an tentang anak dalam merespon fenomena childfree. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka, dengan data primer berupa kitab-kitab tafsir dan al-Qur’an di dukung dengan beberapa data sekunder. Data tersebut menggunakan metode kontekstual. Berdasarkan penelitian ini, diketahui bahwa makna anak sebaga ujian dan musuh yang berarti cobaan buruk atau cobaan yang menyusahkan seperti bencana dan kelaparan termasuk juga perbuatan-perbuatan yang menyimpang dan menentang kebenaran, fitnah yang berarti cobaan baik yaitu cobaan melalui kenikmatan dan kesenangan, fitnah yang berarti cobaan secara umum. Artinya, secara umum dijelaskan bahwa dalam kehidupan ini pasti ada ujian baik maupun buruk. Adapun makna musuh musuh merujuk kepada syaitan, lebih khusus lagi bahwa kata aduww atau musuh memiliki dua bentuk kata yaitu jin dan manusia. Adapun Penafsiran al-Qur’an anak sebagai ujian dan musuh peneliti menemukan beberapa ayat di dalam al-Qur’an tentang ujian dan musuh yaitu berjumlah 13, kemudian peneliti mengambil dua ayat yang penafsiran kontekstualnya secara tegas menjaskan Anak sebagai ujian dan musuh dalam al-Qur’an QS. al-Anfal/28 dan QS. at-Taghabun/14 jika diklasifikasikan menurut penafsiran kontekstual, anak sebagai ujian sudah ada pada zaman Rasulullah Saw, yang pada saat itu suatu kaum ahli Mekkah yang masuk Islam. Akan tetapi istri dan anak-anaknya menolak untuk hijrah ke Madinah untuk beribadah kepada Allah Swt. Terkait dengan konteks masa kini, ketika orangtua bekerja membanting tulang tak kenal lelah demi sang anak mencurahkan segenap upaya demi kebahagiaan anak, tetapi melalaikan kewajiban sebagai hamba untuk beribadah kepada Allah Swt. Terkait Relevansi penafsiran al-Qur’an tentang anak dalam merespon fenomena childfree. Peneliti, tidak menyalahkan orang yang melakukan childfree hanya saja dari segi pemikiran, dimana pemikiran tersebut tidak ingin mempunyai anak. Sementara didalam al-Qur’an secara tegas menyebutkan bahwa anak merupakan penyambung keturunan, harapan untuk menjadi sandaran di kala usia lanjut
BULLYING DALAM PENAFSIRAN QS. AL-ḤUJURĀT [49]:11 PERSPEKTIF MA’NA-CUM-MAGZA Sumiati, Sumiati; Danial, Danial
EL-MAQRA' Vol 2 No 2 (2022): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i2.5264

Abstract

Tulisan ini adalah kajian tentang bullying yang berdasar dari penafsiran QS. al- Ḥujurāt [49]:11. Pada ayat ini terdapat tiga perilaku yang relevan dengan perilaku bullying. Oleh karena itu, peneliti menggunakan QS. al-Ḥujurāt [49]:11 sebagai teks yang menjadi fokus kajian ini untuk mengungkap signifikansi bullying serta relevansinya di era kontemporer. Untuk menjawab tujuan tersebut maka jenis penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah penelitian kualitatif berbasis library search (kepustakaan) dan menggunakan pendekatan teks dan konteks melalui kerangka ma’na-cum-maghza yaitu dengan mendeskripsikan bullying pada abad ke 7, intertekstual dan intretekstual (analisis linguistik), melihat historis baik secara mikro maupun makro dan mengungkap signifikansi ayat. Adapun hasil temuan dengan analisis tekstual mengungkap karateristik bullying seperti adanya sifat sombong, pengumpat dan penggibah. Dengan tinjauan analisis historis pada QS. al-Ḥujurāt [49]:11 menunjukkan motif utama timbulnya tindakan bullying yaitu sebab adanya rasa ketidaksukaan seseorang kepada kepada orang lain. Motif ini muncul karena adanya kebencian kepada pelaku maupun karena adanya perbedaan status sosial. Kemudian melalui analisis tekstual dan konteks historis sesuai dengan tindakan bullying yang terjadi di era perkembangan teknologi, perilaku tersebut mulai dilakukan dengan mudah melalui alat elektronik seperti handphone yaitu melakukan tindakan intimidasi melalui media sosial. Bullying pada QS. al-Ḥujurāt [49]:11 di era kontemporer saat ini, dengan upaya untuk mencegah perilaku tersebut maka ditetapkanlah hukum pidana nasional terhadap pelaku untuk membuatnya merasa jera atas tindakannya