cover
Contact Name
masyhuri rifai
Contact Email
elmaqraiqt@gmail.com
Phone
+6282345133563
Journal Mail Official
elmaqra@iainkendari.ac.id
Editorial Address
Jl. Mekar. BTN Nur 4 Ranomeeto Konawe Selatan
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
El-Maqra' : Tafsir, Hadis dan Teologi
ISSN : 29633982     EISSN : 2829114X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Kajian jurnal meliputi berbagai hal yang berhubungan dengan al-Qur’an, tafsir, ilmu-ilmu al-Qur’an, ilmu-ilmu tafsir, living al-Qur’an, pemikiran tokoh tentang al-Qur’an, ilmu al-Qur’an, tafsir, ilmu tafsir dan seterusnya; demikian pula meliputi hal yang berhubungan dengan hadis, ilmu-ilmu hadis, living hadis, pemikiran tokoh tentang hadis dan sebagainya. Bahkan kajian berkaitan dengan theology seperti Perkembangan Teologi dan Keagamaan, sejarah, penelitian keagaamaan islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 139 Documents
PERSEPSI PENGHAFAL TERHADAP KEBERKAHAN AL-QUR’AN (STUDI KASUS TERHADAP MAHASISWA IQT IAIN KENDARI) Hasnani, Hasnani; Gaffar, Abdul; Hasdin Has, Muh.; Basri, Hasan
EL-MAQRA' Vol 2 No 2 (2022): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i2.5265

Abstract

Penelitian ini tentang persepsi penghafal terhadap keberkahan al-Qur’an (studi kasus terhadap mahasiswa IQT IAIN Kendari). Yang bertujuan untuk: (1) untuk mengetahui hakikat berkah menurut ulama. (2) untuk mengetahui bagaimana persepsi penghafal terhadap keberkahan al-Qur’an. (3) untuk mengetahui bagaimana manfaat yang menunjukkan keberkahan al-Qur’an. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara yang mana peneliti mewawancara 10 mahasiswa IQT penghafal al-Qur’an, dan dokumentasi. Adapun teknis analisis data yang di gunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Penegcekan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama Berkah adalah sesuatu yang memiliki kebaikan yang banyak, manfaat baik di dunia maupun akhirat, kenikmatan, yang bersifat tetap dan selalu bertambah dan tidak memilki batasan, memberikan petunjuk, keselamatan dan kemenangan dan beraneka ragam serta bersinambung. kedua Persepsi penghafal mahasiswa IQT terhadap keberkahan al-Qur’an adalah dimudahkan segala sesuatunnya, bertambah kebaikan, ilmu yang bermanfaat, hubungan guru dan murid, hati menjadi tenang dan pengingat, dan al-Qur’an adalah keberkahan. ketiga Manfaat dari keberkahan al-Qur’an yang dirasakan berupa meninggikan derajat, banyaknya kebaikan, ketenangan jiwa dan bermanfaat di masyarakat.
PRAKTIK ZIKIR DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZ AL-JANNAH KONDA KABUPATEN KONAWE SELATAN (STUDI LIVING QUR’AN) Jannah, Nur; Akib, Nasri; Ikhsan, Muh.; Samsu, Samsu
EL-MAQRA' Vol 2 No 2 (2022): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i2.5266

Abstract

Penelitian ini tentang suatu pengamalan zikir di Ponpes Tahfidz al-Jannah, tujuan penelitian ini untuk mengetahui teks dan deskripsi zikir, mengetahui pemaknaan ayat-ayat yang dijadikan zikir dalam kitab-kitab tafsir,  juga untuk mengetahui dampak pemakain ayat-ayat al-Qur’an yang dijadikan zikir oleh masyarakat Ponpes Tahfidz al-Jannah. Penelitian ini menggunakan dua jenis penelitian di antaranya penelitian kualitatif atau kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research). Sumber utama dari penelitian ini yaitu ayat-ayat al-Qur’an yang dibaca pada saat zikir. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Zikir yang diamalkan di Ponpes Tahfidz al-Jannah merupakan zikir yang bersambung sanadnya kepada K.H.Fakrur al-Razi. Isi zikir dikelompokkan menjadi tiga: pertama, ayat al-Qur’an yang memiliki kandungan makna doa dan renungan untuk introfeksi diri. Kedua, bacaan yang dibaca oleh Rasulullah Saw setelah Salat dan ketiga, bacaan yang memiliki manfaat terhadap pembacanya tetapi tidak dibaca Rasulullah Saw setelah salat. (2) Pemaknaan Ayat yang dijadikan zikir terbagi pada tiga klasifikasi: pertama, sebagai peringatan akan siksa Allah Swt kedua, mengingatkan untuk senantiasa berzikir dengan memohon ampun kepada Allah Swt ketiga, tentang harapan dan do’a kepada Allah Swt. (3) Zikir bagi masyarakat Ponpes Tahfidz al-Jannah selaku pengamal zikir berampak cukup beragam,  seperti ketenangan hati, rezeki yang dimudahkan, integritas yang baik dan menjadi kebiasaan baik bagi pengamal yang serius. Namun, terdapat pula beberapa santri yang tidak memperoleh manfaat zikir kecuali sedikit. Hal ini dialami oleh santri yang tidak serius dalam menjalankan zikir .Dan menurut hasil observasi peneliti, dampak secara psikologis juga terjadi pada sebagian pelaku zikir.
PERAN IMAM AS-SYAFI’I TERHADAP PERKEMBANGAN HADIS Rifai, Masyhuri; Hasniran, Hasniran
EL-MAQRA' Vol 2 No 2 (2022): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i2.5267

Abstract

Artikel ini membahas seorang tokoh hadis, yang tergolong sebagai ulama mutaqaddimin, yakni Imam al-Syafi’i (wafat 206 H/820 M). Ulama  mutaqaddimin dalam istilah ilmu hadis adalah ulama hadis yang hidup sampai abad ketiga hijriyah. Pembahasan ini mengarah pada tinjauan historis dan sosiologis, obyeknya dioprasionalkan sebagai suatu upaya mengungkap keterlibatan Imam al-Syafi’i terhadap usaha pengembangan hadis. Dengan menggunakan Oleh karena penelitian ini termasuk dalam kategori kajian kepustakaan (library research), maka secara otomatis pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan merujuk pada buku-buku literatur atau kepustakaan yang penulis anggap relevan dengan permasalahan penelitian, hasilnya menyimpulkan bahwa ternyata kontribusi Iman al-Syafi’i bagi kemajuan hadis Nabi sangat kuat, oleh karena itu Imam al-Syafi’i disebut sebagai Nashir al-Sunnah  sehingga kredibilitas Imam al-Syafi’i dalam bidang hadis sudah tidak diragukan lagi.
SEJARAH HIJRAH DALAM KAJIAN PEMIKIRAN ISLAM MODERN Alimina, Siti Farrohah; Pratama, Finsa Adhi; Ridho, Ahmad
EL-MAQRA' Vol 3 No 1 (2023): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v3i1.6272

Abstract

Pasca baiat Aqabah kedua para kafir Mekah dan sekutunya bersepakat untuk menghabisi Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam hingga turun izin hijrah. Hijrah kemudian menjadi simbol  gerakan perubahan. Hijrah mengajarkan tentang perubahan besar yang syarat akan nilai teladan. Penelitian bertujuan menkaji pristiwa hijrah dari sudut pemikiran Islam modern dalam kajian nilai (filosofis). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi pustaka. Penelitian ini menghasilkan satu kesimpulan bahwa hijrah mengajarkan nilai kerelaan dalam meninggalkan kesenangan dunia, menghindari praktik politik tak sehat, mengahdirkan model interaksi yang sehat.
GENEALOGI PEMAKNAAN TAJASSUS Q.S AL-HUJURAT/49:12 Iwan, Irwansya Iwan; Gaffar, Abdul; Has, Hasdin; Akib, Nasri
EL-MAQRA' Vol 3 No 2 (2023): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v3i2.6274

Abstract

This research is about tajassu>s actions where these actions are strictly prohibited by Allah but nowadays these actions are used as a tool in defending an area or a threat that is certain to occur. So that this study aims to find out how the genealogy of the meaning of tajassu>s in classical, modern and contemporary interpretations in Q.s al-Hujura/49:12. In this case, we want to know how changes have occurred in the meaning of tajassu>s from the time of the Prophet to today's modern times. This research is a literature review or library research. The approach used in this study is an interpretive approach. the primary data used was Q.s al-Hujurat/49:12, while the secondary data used included commentary books, hadith books and articles related to the research title. While the data collection technique is collecting data from various existing references regarding this research, then analyzing the data with descriptive analysis. In analyzing the data using contextual interpretation, intertextual. From the results of this study it was discovered how the meaning of tajassu>s that occurs from classic, modern and contemporary commentary books, namely the act of tajassu>s will change its meaning in various circumstances and times. At the time of the Prophet, the act of tajassu>s was strictly prohibited because the prohibition was very clearly explained in the Koran. However, nowadays tajassu>s or now known as espionage or intelligence has become a tool that aims to prevent danger or to avoid threats that will occur. In the current espionage process, espionage or intelligence agents are sometimes used to directly search for information, but with the development of the era, espionage is also carried out using technological tools, such as wiretapping by telephone or by CCTV. 
JAMINAN REZEKI ANAK PERSPEKTIF AL- QUR’AN (KAJIAN TAFSIR TEMATIK) Vetasleni, Vera; Danial, Danial
EL-MAQRA' Vol 3 No 1 (2023): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v3i1.6275

Abstract

Kajian ini berkhaitan dengan pengungkapan makna jaminan rezeki anak di dalam al- qur’an terhadap asumsi yang telah menyebar bahwa berdasarkan fakta yang dirasakan setiap orangtua mengenai kebutuhan anak di dalam rumah tangga baik dalam jumlah yang relatif kecil maupun besar menjadi semakin terpuruk s@ebab pembiayaan dari segi ekonomi yang semakin meningkat. Penelitian ini dirancang dengan metode kualitatif (library research). Pengumpulan data menggunakan metode tematik dengan mengumpulkan ayat-ayat yang setema berdasarkan kata kunci rezeki dan anak. Prosedur interpretasi data dilakukan melalui tahapan penemuan makna yakni secara tekstual, lingusitik, dan sosio-historis. Rezeki anak dijelaskan dalam al- qur’an mencakup materi yang berupa sandang, pangan, dan papan serta non materi diantaranya timbul perasaan kasih sayang, diberikan pemahaman dan ilmu pengetahuan serta segala bentuk pemberian. Pencapaian rezeki tersebut dapat diraih dengan ketentuan dalam tiga hal, yakni bekerja, kepedulian orang lain, dan ketakwaan kepada Allah Swt. Temuan dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa perspektif banyak anak banyak rezeki menjadi konsep yang dibenarkan dengan beberapa persyaratan untuk memperoleh rezeki.
ANALISIS PENGAMALAN KALIMAH HIJAB QS AL-AHZAB/33:53 PADA MAHASISWA IAIN KENDARI (STUDI LIVING QUR’AN) Mudzakkir, Mudzakkir; Aminuddin, Aminuddin; Fatirawahidah, Fatirawahidah; Fauziah, Sitti
EL-MAQRA' Vol 3 No 1 (2023): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v3i1.6276

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif dengan metode Living Qur’an ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengamalan mahasiswa terhadap kalimah hijab pada QS. al- Ah}zab /33:53 Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field), sumber data berupa hasil wawancara, daftar kegiatan, kitab rujukan tafsi>r Al-Muni>r, Ibnu> Kas\ir, Al-Qurtubi>, At-T{abari>,. Data yang dikumpulkan melalui tehnik observasi, wawancara, dokumentasi. Data kemudian di analisis berdasarkan kesamaan kategori kemudian disimpulkan dengan metode perbandingan literatur. Dari hasil analisis peneliti menemukan 3 poin sebagai hasil dari penelitian, yaitu: 1) Mayoritas ulama mamaknai h}ija>b pada QS. al Ah}za>b/33:53 memberikan definisi bahwa hijab merupakan tirai atau kain pembatas yang pada dasarnya di peruntukan sebagai media terbaik untuk menghidarkan wanita dari pandangan lelaki yang tidak memiliki hak atasnya, walaupun media-media yang lain telah terpenuhi seperti pakaian yang telah disyariatkan untuk seorang wanita. 2). Pemahaman mahasiswa IAIN Kendari terhadap makna hijab dalam QS al-Ah}zab/33:53 tidak jauh berbeda   memaknai kata hijab itu sebagai kain atau tirai pembatas antara laki-laki dan perempuan agar terhindar dari hal-hal yang buruk. Adapula yang memaknainya dengan penutup kepala hingga dada, dan adapula yang memaknainya sebagai pakaian yang tidak memperlihatkan lekuk tubuh. 3) Pengamalan ayat, mahasiswa IAIN Kendari mempunyai beberapa cara untuk mengamalkan QS al-Ah}zab/33:53 yaitu memakai cadar, duduk dengan terpisah dan menjaga interaksi sosial
PERILAKU SOMBONG DALAM MASYARAKAT DESA LANGGOMALI KEC. WOLO, KAB. KOLAKA (PERSPEKTIF QS LUQMAN/31:18) Husna, Asmaul; Fatirawahidah, Fatirawahidah; Syamsu, Syamsu; Has, Muhammad Hasdin
EL-MAQRA' Vol 3 No 1 (2023): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v3i1.6277

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui Ayat-ayat al-Qur’an Tentang Perilaku Sombong dan tafsirannya (2) Persepsi Tentang Perilaku Sombong dalam Masyarakat Desa Langgomali (3) Untuk Mengetahui Perilaku Sombong Menurut Al-Qur’an Surah Luqman/31:18 di Desa Langgomali. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, teknik wawancara dengan 7 informan yang terdiri dari aparat desa 1 orang, perlemen desa 1 orang, tokoh agama 1 orang, 4 tokoh masyarakat dan menggunakan teknik dokumentasi. Sebagai informannya adalah masyarakat desa Langgomali Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu: (1) Reduksi Data (Data Reduction), (2) Penyajian Data (Data Display), (3) Verifikasi Data (Conclusion Data). Pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah tringulasi, yaitu: (1) Tringulasi Waktu. (2) Tringulasi Sumber. (3) Tringulasi Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama tentang ayat-ayat al-Qur’an tentang perilaku sombong yang menunjukkan kesesuaian antara perilaku sombong dengan keadaan masyarakat. Kedua persepsi tentang perilaku sombong dalam masyarakat Desa Langgomali mudah untuk merendahkan orang, tidak mau menerima kebenaran, selalu ingin dipuji, tidak saling bertegur sapa, tidak menghargai, merasa cantik dan merasa tinggi hati. Ketiga perilaku sombong menurut al-Qur’an surah Luqma>n/31:18 di Desa Langgomali ialah adanya perilaku-perilaku memalingkan muka, berjalan dengan perasaan angkuh, merendahkan orang lain serta berlaku pamer.
SHALAT SEBAGAI PENCEGAH PERBUATAN FAHSYA’ DAN MUNKAR (ANALISIS MUQARAN TAFSIR AL-QURTUBI DAN TAFSIR AL-AZHAR TERHADAP Q.S. AL ‘ANKABUT/29:45) Algifari, Muhammad Shabrun; Zuhra, Ni’matuz
EL-MAQRA' Vol 3 No 1 (2023): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v3i1.6278

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan yang terdapat pada Q.S. Al-‘Ankabu>t/29:45 dalam memahami maksud shalat yang dapat mencegah perbuatan fah{sya>’ dan munkar. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan antara penafsiran Al-Qurt}ubi> dalam Tafsi>r al-Jami’ Li Ah}kam al-Qur’an dan penafsiran Hamka dalam Tafsir al-Azhar yang merupakan dua ulama dari bidang keilmuan tafsir yang berbeda. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif melalui riset kepustakaan (library research). Dan menggunakan metode muqa>ran untuk membandingkan kedua kitab tafsir tersebut. Hasil yang ditemukan mengungkapkan bahwa Al-Qurt}ubi> memahami shalat yang dapat mencegah perbuatan fah}sya> dan munkar adalah yang di dalam setiap gerakan pergerakan atau setiap amalan yang dikerjakan baik dari niat untuk wudhu, niat melaksanakan shalat, masuk ke mihrab, takbiratul ihram, sampai salam, masing-masing terdapat zikir di dalamnya. Sehingga zikir yang diulang-ulangi tersebut menjadi kekuatan yang memberikan efek hingga di luar shalat dan menjadikan pelaku yang mengerjakan shalat tersebut terhindar dari perbuatan fah}sya> dan munkar. Sedangkan Hamka tidak memahami ayat ini dari hal tersebut, beliau memaknai shalat yang mencegah perbuatan fah}sya> dan munkar yang dimaksud adalah shalat secara keseluruhan, yakni gerakan dan zikir mencakup suatu kesatuan yang utuh. Kemudian hal itulah yang memberikan dampak pada aktifitas diluar shalat dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikan pelaku shalat tersebut terhindar dari perbuatan-perbuatan fah}sya> dan munkar. Perbedaan penafsiran keduanya dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan dan bidang keilmuan kedua mufassir. Sehingga mempengaruhi cara penafsiran mereka dalam memaknai Q.S. al-‘Ankabu>t/29:45, yang mana Al-Qurt}ubi> merupakan ulama pada Era klasik yang terkenal dengan keilmuan fiqihnya dan kitabnya yang bercorak Fiqih, sedangkan Hamka merupakan ulama pada Era kontemporer yang terkenal dengan tasawuf modernnya dan kitabnya yang bercorak al-Adab al-Ijtima’i.
PEMAHAMAN TABZIR DAN ETIKA KONSUMSI MASYARAKAT SORUE JAYA KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE Saputra, Resky Esa
EL-MAQRA' Vol 3 No 1 (2023): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v3i1.6279

Abstract

Riset ini bertujuan untuk mencermati bagaimana pemahaman masyarakat muslim konsumtif  Sorue   Jaya   terhadap   ayat  Tabz|i>r serta   korelasinya   terhadap   perilaku konsumsi mereka sertamengidentifikasi apa yang mempengaruhi ragam pemahaman ayat masyarakat dan pola konsumsi mereka yang tidak proporsional dan bagaimana formulasi Al-Qur’an dalam mengatasi kesenjangan pemahaman perilaku konsumsi masyarakat muslim. penelitian ini adalah berjenis field research dengan menggunakan metode kualitatif yang berbasis pendekatan Sosiologi Qurani. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini yakni masyarakat terdampak yang terindikasi mengalami problem ekonomi dan sosial pasca ganti rugi. Adapun teknik yang digunakan dalam menganalisa data yaitu: Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pemahaman terkait mubazir masyarakat sekedar menyiakan makanan dan membeli barang tak berguna dan ditemukanlah korelasi antara pemahaman serta praktek mubazir. Pemahaman tersebut ditunjang oleh beberapa diantaranya kurangnyaliterasi agama, faktor lingkungan sekitar serta literasi ekonomidan kontrol diri yang kurang. Maka untuk mengatasi perilaku tersebut dikemukakan konsep Al-Qur’an dalam mengatasi kesenjangan pemahaman dan perilaku konsumsi masyarakat muslim yaitu senantiasa memberikan kepada kerabat keluarga haknya, senantiasa mengeluarkan zakat dan sedekah serta menjauhi perilaku mubazir dan berlebihan.