cover
Contact Name
masyhuri rifai
Contact Email
elmaqraiqt@gmail.com
Phone
+6282345133563
Journal Mail Official
elmaqra@iainkendari.ac.id
Editorial Address
Jl. Mekar. BTN Nur 4 Ranomeeto Konawe Selatan
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
El-Maqra' : Tafsir, Hadis dan Teologi
ISSN : 29633982     EISSN : 2829114X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Kajian jurnal meliputi berbagai hal yang berhubungan dengan al-Qur’an, tafsir, ilmu-ilmu al-Qur’an, ilmu-ilmu tafsir, living al-Qur’an, pemikiran tokoh tentang al-Qur’an, ilmu al-Qur’an, tafsir, ilmu tafsir dan seterusnya; demikian pula meliputi hal yang berhubungan dengan hadis, ilmu-ilmu hadis, living hadis, pemikiran tokoh tentang hadis dan sebagainya. Bahkan kajian berkaitan dengan theology seperti Perkembangan Teologi dan Keagamaan, sejarah, penelitian keagaamaan islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 139 Documents
MEMBONGKAR TEORI ANTI-SINONIMITAS AISYAH BINTU SYATIH’ DAN IMPLIKASINYA DALAM PENAFSIRAN AL-QUR'AN Wardania, Wardania; Nurhalisa, Siti; Gafur, Abdul; Mahmud, Basri
EL-MAQRA' Vol 3 No 1 (2023): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v3i1.6280

Abstract

Sinonim atau persamaan kata dalam bahasa Arab disebut sebagai muradif/taraduf. Dalam kaidah penafsiran al-qur’an, muradif memiliki peran tersendri. Salah satu bagian menarik dari persoalan ini adalah teori anti-sinonimitas yang diyakini oleh seorang mufassir perempuan, yakni Aisyah Abdurrahman bintu Syathi’. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang didasarkan pada buku dan juga jurnal (telaah pustaka). Fokus penelitian ini adalah pada tokoh Aisyah Abdurrahman bintu Syathi’ serta teori yang dikembangkannya tersebut. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa teori anti-sinonimitas memandang tidak ada persamaan makna pada lafadz-lafadz yang ada dalam al-qur’an, masing-masing memiliki makna tersendiri. Salah satu yang mempengaruhi pemikirannya adalah dosennya sendiri yang kemudian menjadi pendamping hidupnya yakni Amin al-Khulli yang juga menganut teori anti-sinonimitas. Karya Aisyah Abdurrahman bintu Syathi’ dalam bidang tafsir adalah Al-Bayan li Al-qur’an Al-Karim yang memuat empat belas surah-surah pendek dan terdiri dari dua jilid.
KONSEP PERBUATAN MANUSIA (TEOLOGI ISLAM DALAM KAJIAN TAFSIR AL-QUR’AN) Erwanto, Dian; Fakhruddin, Ahmad
EL-MAQRA' Vol 3 No 2 (2023): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v3i2.6467

Abstract

Pengertian tindakan manusia dalam Tafsir al-Maturidi dan Tafsir al-Kasyaf yang dimaksud di sini adalah upaya untuk mengkaji sosok Ahlu Sunah wal Jama'ah dan Mu'tazilah, dengan upaya yang dilakukan dengan mengambil ayat-ayat al-Qur'an yang digunakan sebagai analisis secara hati-hati dan mendalam dengan cara pemahaman ini tentang tindakan manusia yang dapat diketahui. Kajian ini bertujuan mengungkap aspirasi para ulama terdahulu terkait isu Tauhid atau Teologi Islam dalam pemahaman yang berbeda dengan sumber dasar al-Qur'an, yaitu: (1) Mengetahui bagaimana konsep yang dibawa oleh Abu al-Mansur al-Maturidi dan Zamakhshari. (2) Mengetahui persamaan dan perbedaan pemikiran dan tafsir Al-Qur'an.Untuk menjawab kedua permasalahan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Library Research.
Hadis tentang Bullying dan Relevansinya terhadap Kesehatan Mental Remaja (Imam Muslim 4650) Yasmin, Nazla Wildania; *, Andris Nurita
EL-MAQRA' Vol 3 No 2 (2023): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v3i2.6525

Abstract

Bullying is closely related to a person's mental health. Mental health is a branch of science that studies mental health that focuses on a healthy spirit by looking at human behavior as a complex psychophysical form. Mental health is the formation of compatibility and harmony between one psychological role and another so as to produce a balanced adjustment between humans and the surrounding environment. The result of mental health can be seen from psychological distress, which is a negative impact of bullying. Based on this research, it can be seen that victims of bullying have negative dispositions in themselves including anxiety, antisocial mental distress, and in the long term it has an impact on their future spouses and their children. and in the long term, it has an impact on their future spouse as well as their school life or future career. future career. Not only psychological distress, victims of bullying are generally affected by psychological well-being stating that they feel less happy than people who are not affected by bullying. less happy than people who are not affected by bullying. 
IMPLEMENTASI PENGAJIAN TAFSIR TEMATIK DI MASJID MARDHIYYAH MAKASSAR (STUDI TERHADAP PERSEPSI JEMAAH MASJID MARDHIYYAH KOMPLEK P & K PEMDA TALASALAPANG MAKASSAR TAHUN 2021-2023) Hilmi MD, Luthfia
EL-MAQRA' Vol 3 No 2 (2023): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v3i2.6778

Abstract

Mengkaji Al-Qur’an sangat penting dilakukan oleh umat muslim. Spirit dalam mengkaji Al-Qur’an penting untuk diperhatikan dengan baik oleh seluruh elemen. Memahami serta mengkaji Al-Qur’an bisa belajar langsung dengan guru yang ahli di bidangnya yakni dengan mengikuti kegiatan pengajian yang diadakan di masjid-masjid, di antaranya mengikuti pengajian tafsir Tematik yang dilaksanakan secara rutin di Masjid Mardhiyyah Makassar. Kegiatan rutin ini dapat menjadi jembatan bagi umat masyarakat untuk memahami serta mengkaji Al-Qur’an yang menjadi pegangan pokok umat Muslim. Tujuan penelitian ini adalah untuk : melihat bagaimana eksistensi, persepsi, serta dampak bagi jemaah yang diadakan secara rutin di masjid Mardhiyyah Komplek P & K Pemda Talasalapang Makassar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengajian rutin dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan pemahaman jemaah Masjid Mardhiyyah dalam rangkaian  mantap  iman, takwa dan akhlak mulia. Pengajian salah satu wadah bagi jemaah untuk memenuhi kebutuhan ilmu agama. Secara strategis pengajian menjadi sarana dakwah yang berperan meningkatkan kualitas hidup umat. Tanggapan para jemaah memberikan kesan yang positif, apalagi mengenai tafsir Al-Qur’an. Biasanya para jemaah hanya membaca Al-Qur’an saja sambil sesekali membaca terjemahannya. Akan tetapi, dengan mengikuti pengajian ini mereka dapat memahami bahwa ayat yang dibaca ternyata memiliki makna dan hikmah yang lebih mendalam. Melalui pengajian ini mereka dapat mengetahui tujuan diperintahkannya suatu amalan. Dengan memperdalam ilmu aqidah, ibadah serta akhlak para jemaah akan memiliki kepribadian yang teguh dalam beragama. Ketiga nilai ini merupakan hal mendasar yang wajib dimiliki oleh setiap muslim. Dampak positif yang dihasilkan dari pengajian tafsir tematik ini adalah bahwa  menambah wawasan terkait iman, islam dan ihsan serta dapat memberikan kesejahteraan spiritual bagi jemaah.
SIKAP IBNU KATSIR TERHADAP NARASI ISRAILIYAT: STUDI KASUS KISAH NABI ILYAS AS DAN RELEVANSINYA DALAM TAFSIR AL-QURAN AL-AZIM Syabil, Zafran; Akbar, Ali; M, Afrizal; Hakim, Lukmanul; Amin, Saidul
EL-MAQRA' Vol 6 No 2 (2026): November (In Progress)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v6i2.14807

Abstract

Penelitian ini mengkaji riwayat Israiliyyat dalam kisah Nabi Ilyas pada Tafsir al-Qur’an al-‘Aẓīm karya Ibn Katsir dengan fokus pada sumber transmisi dan respons epistemik mufasir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research. Data dianalisis melalui identifikasi narasi, penelusuran sumber dan atribusi riwayat, serta analisis terhadap cara Ibn Katsir menyampaikan dan merespons setiap riwayat. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima narasi Israiliyyat yang berkaitan dengan identifikasi Ilyas dengan Idris, silsilah Ilyas, identitas Ba‘l, pengangkatan Ilyas dengan kendaraan dari api, dan penahanan hujan selama tiga tahun. Riwayat-riwayat tersebut dinisbahkan kepada Qatadah, Muhammad ibn Ishaq, Ibn Mas‘ud, al-Dhahhak, Wahb ibn Munabbih, dan Ahl al-Kitab. Empat riwayat ditransmisikan tanpa afirmasi atau validasi eksplisit terhadap substansinya, sedangkan riwayat pengangkatan Ilyas memperoleh tawaqquf eksplisit melalui ungkapan wallāhu a‘lamu bi ṣiḥḥatihi yang menunjukkan penangguhan penilaian terhadap validitasnya. Dengan demikian, respons Ibn Katsir terhadap Israiliyyat dalam kisah Nabi Ilyas tidak bersifat biner antara penerimaan dan penolakan, tetapi menunjukkan diferensiasi epistemik melalui atribusi, transmisi, dan penanda ketidakpastian. Temuan ini menegaskan bahwa keberadaan suatu riwayat dalam tafsir tidak secara otomatis menunjukkan penerimaan mufasir terhadap kebenaran substansinya.
Konsep Musyawarah Dalam QS. Ali Imran [3]: 159: Studi Penafsiran Moh. E. Hasim Dalam Tafsir Ayat Suci Lenyepaneun Izzatul Afifah, Najwa; Al Hakim, Abdullah Kafabih
EL-MAQRA' Vol 6 No 2 (2026): November (In Progress)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v6i2.15025

Abstract

Penelitian ini menganalisis konstruksi etika musyawarah dalam penafsiran Mohammad Emon Hasim terhadap QS. Āli 'Imrān [3]:159 serta menjelaskan fungsi babasan dan paribasa Sunda sebagai strategi interpretasi dalam Tafsir Ayat Suci Lenyepaneun. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan, data dianalisis melalui Qualitative Content Analysis model Philipp Mayring yang mencakup tahapan pengodean, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasim mengonstruksi musyawarah sebagai sistem etika yang bertumpu pada lima prinsip utama: kelembutan, sikap pemaaf, kebijaksanaan, partisipasi, serta keseimbangan antara tawakkal dan qana'ah. Temuan lain menunjukkan bahwa babasan dan paribasa Sunda tidak sekadar berfungsi sebagai ornamen bahasa, melainkan sebagai perangkat hermeneutik yang menghubungkan nilai-nilai universal Al-Qur'an dengan pengalaman budaya masyarakat Sunda. Dalam perbandingannya dengan penafsiran Ibn Kathir, Hamka, dan M. Quraish Shihab, Hasim tetap mempertahankan prinsip-prinsip dasar musyawarah, namun menghadirkan kekhasan melalui pemanfaatan budaya lokal sebagai instrumen interpretasi. Penelitian ini memperkaya kajian tafsir Nusantara dengan menunjukkan bahwa vernakularisasi bukan sekadar alih bahasa, melainkan proses transformasi makna melalui perangkat budaya lokal yang hidup dalam masyarakat. Dengan demikian, Tafsir Ayat Suci Lenyepaneun merepresentasikan dialog kreatif antara teks suci dan kearifan lokal tanpa mengurangi universalitas pesan Al-Qur'an.
Fasting; Marriage; Thematic Hadi REINTERPRETASI HADIS ANJURAN PUASA SEBAGAI SOLUSI KETIDAKMAMPUAN MENIKAH (STUDI HADIS TEMATIK) Setiawan, Ahmad Siddiq; Ahmad, Arifuddin; Hamid, Azizah Fauziyah
EL-MAQRA' Vol 6 No 2 (2026): November (In Progress)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v6i2.15074

Abstract

Hadis tentang anjuran puasa bagi orang yang belum mampu menikah selama ini lebih banyak dipahami secara tekstual sebagai solusi utama untuk mengendalikan syahwat. Sejumlah penelitian terdahulu umumnya berfokus pada anjuran menikah atau menjelaskan keutamaan puasa sebagai pengendali hawa nafsu, sementara hubungan hadis tersebut dengan riwayat-riwayat lain yang membahas tema serupa belum banyak dianalisis melalui pendekatan intertekstual. Penelitian ini bertujuan mereinterpretasi hadis anjuran puasa bagi orang yang belum mampu menikah melalui studi ma‘ānī al-ḥadīṡ dengan menggunakan pendekatan intertekstual Julia Kristeva terhadap hadis-hadis yang memiliki keterkaitan tema. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Analisis dilakukan melalui tahapan takhrīj hadis, penilaian autentisitas riwayat, identifikasi hubungan intertekstual antarhadis, serta reinterpretasi makna berdasarkan kerangka ma‘ānī al-ḥadīṡ. Hubungan intertekstual dianalisis dalam bentuk elaborasi, pengkhususan, dan saling melengkapi antarteks hadis sehingga diperoleh konstruksi makna yang lebih utuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis riwayat Abdullah bin Mas‘ud tidak menempatkan puasa sebagai satu-satunya solusi bagi orang yang belum mampu menikah. Pembacaan intertekstual terhadap riwayat Abu Hurairah dan Abdullah bin ‘Amr menunjukkan bahwa Nabi memberikan solusi yang berbeda sesuai dengan kondisi masing-masing sahabat. Puasa dipahami sebagai salah satu instrumen pembinaan spiritual yang dapat dipadukan dengan qiyām al-lail, pengendalian diri, dan berbagai aktivitas produktif yang mengarahkan hati serta pikiran kepada kebaikan. Penelitian ini berkontribusi memperluas pemahaman terhadap hadis anjuran puasa melalui pembacaan intertekstual sehingga menghasilkan interpretasi yang lebih kontekstual, komprehensif, dan relevan dengan problem pengendalian syahwat pada masyarakat Muslim kontemporer.
Rekontekstualisasi Hadis Nafkah Era Ekonomi Platform: Studi Tematik Atas Praktik Live Streaming Sebagai Kerja Azzahidi, Azzahidi; Ristiana, Nur Vita; Syaputra, Hendri Eka
EL-MAQRA' Vol 6 No 2 (2026): November (In Progress)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v6i2.15596

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelaah hadis-hadis yang berkaitan dengan nafkah secara tematik dan menafsirkan kesesuaianya terhadap era ekonomi platform, lebih khusus dalam praktik live streaming sebagai mata pencaharian. Fenomena ini dinilai penting untuk menjadi kajian karena live streaming saat ini telah berevolusi menjadi bentuk kerja digital yang mampu menghasilkan uang serta penopang ekonomi suatu keluarga Muslim, demikian hal ini sekaligus menciptakan pertanyaan baru terkait dengan makna dan batasan daripada nafkah dalam perspektif hadis. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan memakai metode studi kepustakaan (library research) dan analisis hadis tematik (maudhu‘i). Adapun pengumpulan data melalui penelusuran hadis-hadis nafkah di dalam kitab-kitab hadis primer, syarah hadis, serta literatur-literatur kontemporer yang membahas nafkah, ekonomi digital, live streaming, dan perubahan peran keluarga. Hasil penelitian menjelaskan bahwa hadis-hadis nafkah memuat beberapa tema penting, yakni kewajiban seorang suami menafkahi keluarganya sesuai kesanggupan, Prinsip al-Ma'rūf dalam Pemenuhan Nafkah, serta Dimensi etis dan spiritual nafkah. Temuan ini memaparkan bahwa praktik live streaming dapat dipahami sebagai bentuk upaya untuk mencari nafkah yang sah secara etis selama dijalankan dalam koridor nilai-nilai Islam. Penelitian memberi kontribusi terhadap pengembangan studi hadis kontekstual serta dapat menjadi dasar bagi pembacaan yang lebih fleksibel terhadap fenomena kerja digital dalam kehidupan keluarga Muslim
TRADISI ZIKIR AL-MA’TSURAT DI PONDOK MODERN AL-ISLAM NGANJUK: STUDI LIVING HADIS ‘Afafi, Fikri Labib; Harahap, Alfa Munayah; Nida, Maula
EL-MAQRA' Vol 6 No 2 (2026): November (In Progress)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v6i2.14730

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik pembacaan Al-Ma’tsurat sebagai fenomena Living Hadith di Pondok Modern “Al-Islam” Kapas, Sukomoro, Nganjuk. Kajian terdahulu umumnya menyoroti resepsi, pembentukan karakter, kedisiplinan, dan pengalaman spiritual, sementara proses pelembagaan, transmisi, pembiasaan, dan keberlanjutan praktik ketika kontrol institusional berkurang masih relatif kurang dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme organisasional pelaksanaan, transmisi melalui manhaj al-talaqqi, serta strategi santriwati mempertahankan praktik di dalam dan di luar pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap enam informan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan perspektif Living Hadith dan teori habitus Pierre Bourdieu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ma’tsurat telah terinstitusionalisasi sejak 2017 melalui pengelolaan OPPM, pembagian tugas, pengawasan, dan evaluasi. Transmisi berlangsung melalui talaqqi yang lebih menekankan ketepatan lafal dan pembiasaan daripada pemahaman makna. Namun, pengulangan rutin, pengalaman spiritual, dukungan teman sebaya, dan strategi pengaturan diri memungkinkan sebagian santriwati mempertahankan praktik ketika berada di luar pesantren. Novelty penelitian terletak pada penjelasan integratif mengenai perpindahan praktik dari struktur institusional menuju agensi santri melalui pembentukan disposisi keagamaan. Dengan demikian, penelitian ini memperlihatkan bahwa praktik tidak sekadar diwariskan, tetapi direproduksi secara adaptif.