cover
Contact Name
Yuli Andriansyah
Contact Email
yuliandriansyah@uii.ac.id
Phone
+6285369607374
Journal Mail Official
millah@uii.ac.id
Editorial Address
Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang KM 14,5, Besi, Sleman, DI Yogyakarta, Kode Pos 55584
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Millah: Journal of Religious Studies
ISSN : 14120992     EISSN : 2527922X     DOI : 10.20885/millah
Core Subject : Religion,
Millah: Journal of Religious Studies (E-ISSN: 2527-922X) is an international double-blind peer-review journal focusing on original research articles related to religious studies. The journal welcomes contributions on the following topics: Religious studies Islamic studies Christian studies Hindu studies Buddhist studies other relevant religious studies.
Articles 628 Documents
PENJUALAN OBYEK AKAD MURABAHAH DI BMT ASYAFI’IYAH KOTA METRO PERSPEKTIF KOMPILASI HUKUM EKONOMI SYARI’AH (KHES) Aprina Chintya; Masriah Masriah
Millah: Journal of Religious Studies Vol. XVII, No. 1, Agustus 2017 Sistem Moral dan Keadilan Ekonomi Islam Untuk Kesejahteraan
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol17.iss1.art3

Abstract

This study aims to describe the sale of murabahah contract objects in BMT Asy-Syafiiyah Metro City Perspectives Compilation of Sharia Economic Law (KHES). This research is a qualitative descriptive field research. The were collected by interview and documentation. The data analyzed by qualitative with deductive thinking method. The results showed that the sale of murabahah contract objects in BMT Asy-Syafi'iyah Metro City  has been in accordance with the provisions in the Compilation of Sharia Economic Law, although the provisions regarding the length of time the sale of objects of contract in BMT Asy-Syafi'iyah has not matured is less than 270 day or  9 months. Although members sometimes feel aggrieved because the sale price of the object of the contract is down, but BMT has attempted to offer the contract conversion to the member. –(Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penjualan obyek akad murabahah di BMT Asy-Syafiiyah Kota Metro  Perspektif Kompilasi Hukum Ekonomi Syari’ah (KHES). Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Analisa data dilakukan dengan analisa data kualitatif dengan metode berfikir deduktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pelaksanaan penjualan obyek akad murabahah di BMT Asy-Syafi’iyah Kota Metro telah sesuai dengan ketentuan dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syari’ah, meskipun ketentuan mengenai lamanya waktu penjualan obyek akad di BMT Asy-Syafi’iyah belum jatuh tempo yaitu kurang dari 270 hari atau 9 bulan. Meskipun anggota terkadang merasa dirugikan karena harga jual obyek akadnya menjadi turun, namun BMT telah berusaha untuk menawarkan konversi akad kepada pihak anggota.)-- Keywords: Murabahah, sales, contract object, Compilation of Sharia Economic Law (KHES). 
PENERAPAN MANAJEMEN ZAKAT PRODUKTIF DALAM MENINGKATKAN EKONOMI UMAT DI PKPU (POS KEADILAN PEDULI UMAT) KOTA MAKASSAR Rachmat Hidajat
Millah: Journal of Religious Studies Vol. XVII, No. 1, Agustus 2017 Sistem Moral dan Keadilan Ekonomi Islam Untuk Kesejahteraan
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol17.iss1.art4

Abstract

In managing productive zakāt, management is important methods to increase prosperity and work ethics of the people. The existence of amil zakāt (BAZ) and the institute amil zakāt (LAZ) have an important role to accelerate the economic growth from mustahīq to muzakki. LAZ POS KEADILAN PEDULI UMAT (PKPU) Makassar presents as social institution which not only implements the distribution of consumptive zakāt but also productive zakāt. But in his activity, it is not known the effectiveness in terms of management and its impact on mustahīq. This study aims to determine the management system and resulting distribution of productive zakāt applied LAZ PKPU Makassar. This research was done in the office and target location of PKPU with qualitative research approaches. Data were collected by interview, observation, and study documents. The results of this study indicate the LAZ PKPU Makassar implementing the management functions that are program planning is done by making an assessment to see the needs of mustahīq and to make the work program, organizing program created an organizational structures and task divisions, implementation of the productive zakāt program is used by qardhul hasan, and the supervision of mustahīq is done by meeting one month. Productive zakat is managing by LAZ PKPU Makassar that can improve the mustahīq economy, train independence, and increase religion knowledge for mustahīq. –(Dalam mengelola zakat produktif dibutuhkan sebuah manajemen guna mencapai kesejahteraan dan meningkatkan etos kerja umat. Keberadaan Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) mempunyai peran penting dalam menyalurkan zakat produktif sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi umat yang awalnya adalah golongan mustahiq kemudian menjadi seorang muzakki. LAZ Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) kota Makassar hadir sebagai lembaga sosial yang tidak hanya menerapkan distribusi dana zakat yang bersifat komsumtif tapi juga bersifat produktif. Akan tetapi dalam aktifitasnya belum diketahui sejauh mana keefektifan dalam hal manajemen pengelolaan zakat produktif dan dampaknya terhadap mustahiq. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem manajemen dan hasil distribusi zakat produktif yang diterapkan LAZ PKPU kota Makassar. Penelitian ini lakukan di kantor PKPU dan lokasi binaan program zakat produktif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen yang kemudian diolah dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pihak LAZ PKPU kota Makassar berupaya melaksanakan program zakat produktif dengan menerapkan fungsi manajemen yang terdiri dari: Perencanaan program ini dilakukan terlebih dahulu membuat assessment untuk melihat kebutuhan para mustahiq dilanjutkan dengan pembuatan program kerja. Pengorganisasian program ini dengan membuat struktur organisasi dan pembagian tugas. Pelaksanaan program zakat produktif menggunakan sistem dana bergulir yakni menyalurkan pinjaman modal kepada mustahiq secara qardhul hasan. Adapun pengawasan kepada mustahiq dilakukan dengan cara pertemuan 1 bulan sekali terhadap kelompok binaan. Zakat produktif yang dikelola Lembaga Amil Zakat PKPU kota Makassar mampu meningkatkan ekonomi mustahiq, melatih kemandirian, dan meningkatkan pengetahuan mustahiq tentang ilmu agama.)-- Keywords: Management, productive zakāt, and economic mustahīq.
ANALISIS PERBANDINGAN PEMIKIRAN ABU ‘UBAID AL-QASIM DAN ADAM SMITH MENGENAI PERDAGANGAN INTERNASIONAL Junaidi Safitri; Abdulmuhaimin Fakhri
Millah: Journal of Religious Studies Vol. XVII, No. 1, Agustus 2017 Sistem Moral dan Keadilan Ekonomi Islam Untuk Kesejahteraan
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol17.iss1.art5

Abstract

This article compares Abu 'Ubaid Al-Qasim and Adam Smith’s thought on international trade. Abu ‘Ubaid argued that the role government in international trade is needed to ensure that the laws in Holy Qur'an and Sunnah are implemented. According to Adam Smith, the roles government  is not necessary. Trade capitalism in Smith's thought of improving a country's economy in trade between nations, by removing tariffs and non-tariffs to increase aggregate sales without concern for its own economic goals, that is to achieve prosperity for society. In contrary, Abu 'Ubaid argued the importance of a fair economy for society. This article shows that Abu 'Ubaid's thought provides more certainty for realizing the goals of economic development and creating social welfare. –(Artikel ini membandingkan pandangan Abu ‘Ubaid Al-Qasim dan Adam Smith berkaitan dengan perdagangan internasional. Abu ‘Ubaid Al-Qasim berpandangan bahwa intervensi pemerintah dalam perdagangan internasional  sangat dibutuhkan untuk memastikan hukum-hukum dalam Al-Qur'an dan Sunnah dijalankan.  Sedangkan menurut Adam Smith, peran pemerintah dalam konsep ekspor dan impor di dalam perdagangan internasional harus diminimalisir bahkan sampai pada posisi tidak diperlukan. Kapitalisme perdagangan dalam pemikiran Smith untuk meningkatkan perekonomian suatu negara dalam perdagangan antar bangsa, dengan menghapus berbagai hambatan tarif dan non tarif untuk meningkatkan penjualan yang agregat tanpa memperhatikan tujuan ekonomi itu sendiri, yaitu mencapai kesejahteraan bagi masyarakat. Pandangan ini berbeda dengan Abu ‘Ubaid yang mengarahkan perdagangan international untuk menciptakan sistem ekonomi yang adil bagi masyarakat. Artikel ini menunjukkan bahwa pemikiran Abu ‘Ubaid Al-Qasim lebih memberikan kepastian untuk mewujudkan tujuan pembangunan ekonomi dan menciptakan kesejahteraan sosial.)— Keywords: International trade, export and import, Abu ‘Ubaid Al-Qasim, Adam Smith
THE WELFARE OF FEMALE WORKER FAMILY FROM MAQÂSHID ASY- SYARÎʻAH PERSPECTIVE (Labor Case Study in CV. Kausar Jaya, Gresik) Anwarul Sholihin; Muhammad Ghafur Wibowo
Millah: Journal of Religious Studies Vol. XVII, No. 1, Agustus 2017 Sistem Moral dan Keadilan Ekonomi Islam Untuk Kesejahteraan
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol17.iss1.art6

Abstract

The impetus of women plunging into labor is to improve the quality of life and their families welfare from the wages allocated to the needs of their families. The facts on the field show that many female workers who work in large industries are not prosperous because they are not entitled as a labor, including the right to worship in accordance with their respective religions and the obligations of employers to prepare adequate praying space. The purpose of this research is to know and measure the level of welfare of female workers in CV Kausar Jaya based on the perspective of maqâshid asy-syarî'ah. The research approach used in this research is qualitative approach. Data sources were taken from interviews with workers and leaders of CV Kausar Jaya. The research results found that CV Kausar Jaya workers were given places and times to pray, timely wages, and holidays, but the workers of CV Kausar Jaya did not get the vitamins for the eyes and social security of labor. –( Dorongan perempuan terjun menjadi tenaga buruh adalah untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga mereka dari upah yang dialokasikan untuk kebutuhan keluarganya. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak pekerja perempuan yang bekerja di industri besar ternyata tidak sejahtera, karena mereka tidak diberi hak sebagai buruh, termasuk hak beribadah sesuai dengan agama masing-masing dan kewajiban pengusaha untuk menyiapkan ruang sholat yang memadai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengukur tingkat kesejahteraan pekerja wanita di CV Kausar Jaya berdasarkan perspektif maqâshid asy-syarî'ah. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sumber data diambil dari wawancara dengan pekerja dan pimpinan CV Kausar Jaya. Hasil penelitian menemukan bahwa pekerja CV Kausar Jaya diberi tempat dan waktu sholat, upah tepat waktu, dan hari libur, tetapi para pekerja CV Kausar Jaya tidak mendapatkan vitamin untuk mata dan jaminan sosial tenaga kerja.)—Keywords: Labor Welfare, Labor family welfare,  Maqâshid Asy-Syarîʻah.
PERAN DAN PENGARUH FATWA MUI DALAM ARUS TRANSFORMASI SOSIAL BUDAYA DI INDONESIA Muhammad Maulana Hamzah
Millah: Journal of Religious Studies Vol. XVII, No. 1, Agustus 2017 Sistem Moral dan Keadilan Ekonomi Islam Untuk Kesejahteraan
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol17.iss1.art7

Abstract

Social change as a result of cultural dynamics often leads to friction in society. Islam as a universal religion with specific guidance based on the Quran and hadith has the role of scholars to translate the socio-cultural transformation in the form of fatwa. This research explains the role and influence of fatwa MUI on socio-cultural change in Indonesia refers to 47 fatwa MUI in socio-cultural field. Descriptive-qualitative method with deepening of literature study on socio-historical approach is used to answer the questions above. The result, there are 8 causes of socio-cultural change in Indonesia, namely the way of thinking, population growth, interaction with other communities and nations, new discoveries, technology, disasters and conflicts in the community. Although the law position of fatwa is not binding, some of its influence are quite significant such as the people involvement in the program KB, the development of sharia financial, and the correction to aqidah of ummah in the face of Christmas. –(Perubahan sosial sebagai hasil dinamika budaya sering menimbulkan gesekan di masyarakat. Islam sebagai agama universal dengan panduan spesifik berdasarkan Quran dan hadis memerlukan peran ulama untuk menerjemahkan transformasi sosio-kultural dalam bentuk fatwa. Penelitian ini menjelaskan peran dan pengaruh fatwa MUI terhadap perubahan sosio-kultural di Indonesia mengacu pada 47 fatwa MUI di bidang sosio-kultural. Metode deskriptif-kualitatif dengan memperdalam studi literatur tentang pendekatan sosio-historis digunakan untuk menjawab pertanyaan di atas. Hasilnya, ada 8 penyebab perubahan sosio-kultural di Indonesia, yaitu cara berfikir, pertumbuhan penduduk, interaksi dengan masyarakat dan bangsa lain, penemuan baru, teknologi, bencana dan konflik di masyarakat. Meski posisi hukum fatwa tidak mengikat, beberapa pengaruhnya cukup signifikan seperti keterlibatan masyarakat dalam program KB, pengembangan keuangan syariah, dan koreksi terhadap aqidah ummat saat menghadapi natal.)--
Pengembangan Pendidikan Agama Islam Berbasis Sosial Profetik (Analisis Terhadap Pemikiran Kuntowijoyo) Khusni Arum
Millah: Journal of Religious Studies Vol. 17, No. 2, Februari 2018 Pendidikan Karakter untuk Pengembangan Kurikulum dan Pembangunan Berke
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol17.iss2.art2

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang formulasi dan pengembangan Pendidikan Agama Islam berbasis sosial profetik yang di gagas oleh Kuntowijoyo. Pokok masalah yang diteliti di identifikasikan ke dalam beberapa pertanyaan sebagai berikut: pertama, Bagaimana konsep pendidikan Islam berbasis sosial profetik Kuntowijoyo. Kedua, Bagaimana implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam. Ketiga, Bagaimana pengembangan Pendidikan Agama Islam berbasis sosial profetik ala Kuntowijoyo. Penelitian kepustakaan (library research) ini menggunakan data kualitatif dari sumber data primer maupun sekunder, kemudian pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ada dua:Pertama, pendekatan filosofi (philosophical approach), kedua, pendekatan sosiologis (sociological approach). Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut : Pertama, konsep pendidikan agama Islam berbasis sosial profetik Kuntowijoyo merupakan Pendidikan Agama Islam yang terinspirasi dari kandungan Q.S. Ali-Imran/3: 110 mencakup humanisasi, liberasi dan transendensi. Kedua, implikasi dari pendidikan Islam berbasis sosial profetik, akan menuntut perubahan metode pengajaran dari tekstual-ferbalistik menuju kontekstual-dialogis. Ketiga, pengembangan Pendidikan Agama Islam berbasis sosial profetik di aplikasikan pada perubahan sebagai upaya perbaikan pada problem-problem pendidikan Islam selama ini.
Resiliensi Aqidah Komponen Pendidikan dalam Rekonstruksi Eksistensi Pendidikan Inklusi di Perguruan Tinggi Siska Sulistyorini
Millah: Journal of Religious Studies Vol. 17, No. 2, Februari 2018 Pendidikan Karakter untuk Pengembangan Kurikulum dan Pembangunan Berke
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol17.iss2.art1

Abstract

Studi ini mengeksplorasi tentang bagaimana resiliensi aqidah sebuah perguruan tinggi dapat menjadi akar setiap aktualisasi kebijakan perguruan tinggi terutama dibidang implementasi undang-undang tentang penyelenggaraan pendidikan inklusi untuk peserta didik berkebutuhan khusus. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggabungkan konsep kualitatif literer dengan analisis di lapangan dimana prinsip evaluasi efektifitas komponen satuan pendidikan (madrasah) dijadikan sebagai landasan teori untuk menganalisisnya. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa (1)Aqidah yang kuat seharusnya mampu menumbuhkan tata nilai yang menunjukkan kesalihan sosial di perguruan tinggi. Memulai sebuah layanan bagi para peserta didik difabel di perguruan tinggi tidak harus memiliki fasilitas yang mewah dan mahal. Justru komponen awal utama terwujudnya sebuah perguruan tinggi yang berbasis inklusi adalah ketahanan mental, ketahanan keyakinan yang akan terus memupuk komponen pendidikan di dalam perguruan tinggi tersebut untuk berlapang dada, penuh syukur dan keyakinan dalam melayani dan memberikan fasilitas terbaik bagi calon peserta didik berkebutuhan khusus berdasarkan surat Abasa. (2) Adapun Rekonstruksi Pendidikan inklusi di Perguruan Tinggi dapat dimulai dari internalisasi pemahaman civitas akademika terhadap landasan dan seluk beluk pendidikan inklusi. Pemahaman ini juga termasuk pemahaman komponen pendidikan ini terhadap keutamaan, jaminan dan janji-janji Allah yang menjalankan sunnah Rasulullah dengan tidak membeda-bedakan dalam melayani peserta didik.
Paradigma Baru Pendidikan Salafi: Negosiasi Perenialisme, Pragmatisme, dan Progresifisme pada SDIT di Langsa, Aceh Mahyiddin Mahyiddin; Mustamar Iqbal Siregar; Muhammad Affan
Millah: Journal of Religious Studies Vol. 17, No. 2, Februari 2018 Pendidikan Karakter untuk Pengembangan Kurikulum dan Pembangunan Berke
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol17.iss2.art3

Abstract

Setidaknya ada dua corak tulisan tentang pendidikan salafi yang kerap muncul di permukaan. Pertama, mencoba untuk memosisikan secara apologis akan relevansi fungsional antara pendidikan salafi dengan ideologi negara, modernitas, dan realitas kemajemukan bangsa. Sedangkan yang kedua malah sebaliknya, justru melakukan kritik dan otokritik terhadap konsep pendidikan salafi, yang karena konservatismenya, dipandang kurang bersahabat dengan ideologi negara dan realitas kebangsaan. Sementara, tulisan ini sedikit lebih unik. Di dalamnya membahas tentang adanya fakta-fakta operasional yang menimbulkan dilema antara pendidikan salafi yang notabene bersifat perenialis dengan paradigma pragmatisme dan progresifisme. Uniknya lagi, ketiga paradigma yang dianggap kontras ini justru “bernegosiasi”, koersif atau tidak, dalam pengoperasionalisasian pendidikan pada SDIT di Langsa, Aceh. Sehingga mendorong lahirnya kemungkinan bermetamorfosisnya pendidikan salafi ke arah paradigma baru bernama “salafi progresif”. Kreasi metodologis yang berbasis pada data fenomenologis ini diharapkan akan mampu menjadi top model rumusan dasar filosofis bagi pendidikan salafi di Indonesia.
Model Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Karakter di SMPN 2 Koba Kabupaten Bangka Tengah Kepulauan Bangka Belitung Suparta Suparta
Millah: Journal of Religious Studies Vol. 17, No. 2, Februari 2018 Pendidikan Karakter untuk Pengembangan Kurikulum dan Pembangunan Berke
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol17.iss2.art5

Abstract

Pendidikan karakter merupakan usaha sadar dan terencana untuk membangun atau membentuk kepribadian yang baik yang bercirikan kejujuran, tangguh, cerdas, kepedulian, bertanggung jawab, kerja keras, pantang putus asa, tanggap, percaya diri, suka menolong, mampu bersaing, profesional, ikhlas bergotong royong, cinta tanah air, amanah, disiplin, toleransi dan taat. Untuk menilai ketercapaian pendidikan karakter melalui implementasi kebijakan kurikulum muatan lokal PAI inilah maka penelitian ini menjadi penting. Penelitian ini mencoba menjawan pertanyaan seputar implementasi kebijakan kurikulum muatan lokal PAI berbasis karakterdi SMPN 2 Koba Bangka Tengah. Temuan penelitian ini adalah bahwa Model kurikulum muatan lokal berbasis karakter yang dilakukan di Bangka Tengah merupakan salah satu kebijakan Bupati Bangka Tengah untuk mengatasi kekurangan jam bagi mata pelajaran agama islam. Model kurikulum muatan lokal (kearifan local) berbasis Karakter akan terlaksana dengan baik jika dalam pelaksanaannya disepakati oleh seluruh kalangan yang meliputi birokrat, para praktisi yaitu para tokoh agama dan tokoh masyarakat, juga oleh para profesi yaitu para Guru PAI, Kepala sekolah dan guru-guru yang lainnya.
Towards Islamic Maqasidi Education Philosophy For Sustainable Development: Quranic Perspective With Special Attention To Indonesia Aly Abdel Moneim
Millah: Journal of Religious Studies Vol. 17, No. 2, Februari 2018 Pendidikan Karakter untuk Pengembangan Kurikulum dan Pembangunan Berke
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol17.iss2.art4

Abstract

Maqasid are the ultimate ends of life (worldly and afterlife) from Islamic perspective. This article tries to extract those Maqasid from the Sublime Quran. The effort done here constitutes the philosophical base needed for grand project interested in comprehend, criticize and transcend Sustainable Development (SD); the mainstream discourse in nowadays development policies, especially education development policies. Maqasid, as philosophy, offer an integrated mode of Islamic-based sustainable development, which can be applied in many field of SD. Ontologically, Maqasid propose systematic view of the universe that gathers the Creator and the creature, and gathers natural, psychological, social and man-made environments. In this regard, Maqasid propose an integrated network of relations among elements of universe system it propose, like ʻibādah, ʻimārah, tazkiyah, khilāfah, and istikhdām maqaṣidī. Epistemologically, Maqasid suggest a signs-based, systematic, developmental, purified and Arabic proof base for the ontological and axiological theses suggested. Axiologically, Maqasid introduce three principle values that govern all relations within Maqasidi system, namely truth, balance, and dynamic-based rights (al-ḥaq), patience (al-ṣabr) and mercy (al-marḥamah). The central domain of Islamic-based Sustainable Development (ISD) is the epistemological one, where Muslim is asked to make knowledge for sustainability based on signs, radical-encompassing (systematic) collection and operation of signs, developmental and purified signs and Arabic conception. ISD has many applications, one of them is its applications into education development planning, where standards of competencies and content are redefined, mainly, based on Makasid ontological model and standards of process are redefined, mainly, based on Makasid epistemological and axiological model.

Filter by Year

2001 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 25, No. 1, February 2026 Vol. 24, No. 2, August 2025 Vol. 24, No. 1, February 2025 Vol. 23, No. 2, August 2024 Vol. 23, No. 1, February 2024 Vol. 22, No. 2, August 2023 Vol. 22, No. 1, February 2023 Vol. 21, No. 3, August 2022 Vol. 21, No. 2, February 2022 Vol. 21, No. 1, August 2021 Vol. 20, No. 2, Februari 2021 Vol. 20, No. 1, Agustus 2020 Pendidikan Islam Berkemajuan di Tengah Entitas Kultural Vol. 19, No. 2, Februari 2020 Dinamika Pemikiran Moderasi Islam Vol. 19, No. 1, Agustus 2019 Penegakan Hukum Ekonomi Syariah dalam Pergeseran Paradigma Akad Perbank Vol. 18, No. 2, Februari 2019 Aktualisasi Mashlahah pada Ranah Domestik, Muamalah, Budaya, dan Dasar Vol. 18, No. 1, Agustus 2018 Paham Keagamaan Multikultural Antara Kekerasan dan Resolusi Vol. 17, No. 2, Februari 2018 Pendidikan Karakter untuk Pengembangan Kurikulum dan Pembangunan Berke Vol. XVI, No. 2, Februari 2017 Mendialogkan Kembali Relasi Gerakan Keagamaan dan Negara Vol. XVII, No. 1, Agustus 2017 Sistem Moral dan Keadilan Ekonomi Islam Untuk Kesejahteraan Vol. XV, No. 2, Februari 2016 Dialektika Agama Dan Realitas Sosial Masyarakat Vol. XVI, No. 1, Agustus 2016 Pembelajaran Partisipatif Vol. XIV, No. 2, Februari 2015 Profesionalisme Guru Agama, Tuntutan Model Dan Media Pembelajaran Vol. XV, No. 1, Agustus 2015 Keuangan Islam dan Peran Kesejahteraan Vol. XIII, No. 2, Februari 2014 Pendidikan Karakter Multikultur Vol. XIV, No. 1, Agustus 2014 Agama, Etos Kerja dan Pemberdayaan Ekonomi Vol. XII, No. 2, Februari 2013 Islam dan Dinamika Politik Kenegaraan Vol. XIII, No. 1, Agustus 2013 Politik dan Agama dalam Bingkai Multikulturalisme Vol. XI, No. 2, Februari 2012 Agama dan Keadaban Publik Vol. XII, No. 1, Agustus 2012 Islam dan Hak Asasi Manusia Vol. X, No. 2, Februari 2011 Reformulasi Relasi Agama-Negara Vol. XI, No. 1, Agustus 2011 Pesantren dalam Dinamika Islam Indonesia Vol. IX, No. 2, Februari 2010 Menggugat Pendidikan Nirketeladanan Vol. X, No. 1, Agustus 2010 Islam dalam Bingkai Sastra Edisi Khusus Desember 2010 Studi Islam dalam Multiperspektif Vol. VIII, No. 2, Februari 2009 Islam dan Lokalitas Keindonesiaan Vol. IX, No. 1, Agustus 2009 Islam Dan New Media Vol. VII, No. 2, Februari 2008 Aliran Sempalan Agama di Indonesia Vol. VII, No. 2, February 2008: English Version Vol. VIII, No. 1, August 2008: English Version Vol. VIII, No. 1, Agustus 2008 Pertumbuhan Ekonomi Islam di Indonesia Vol. VI, No. 2, Februari 2007 Ekologi Perspekstif Agama Vol. VII, No. 1, August 2007: English Version Vol. VII, No. 1, Agustus 2007 Agama dan Good Corporate Governance Vol. V, No. 2, Februari 2006 Pemberantasan Korupsi dan Dekonstruksi Budaya Vol. VI, No. 1, Agustus 2006 Kejahatan Terorisme antara Isu dan Praktik Vol. IV, No.2, Januari 2005 Ekonomi Islam Vol. V, No.1 Agustus 2005 Pendidikan Berwajah Insani dan Menajamkan Nurani Vol. III, No. 2, Januari 2004 Spiritualitas Islam Vol. IV, No.1, Agustus 2004 Pluralisme Agama Vol. II, No. 2, Januari 2003 Agama Sumber Kekerasan? Vol. III, No. 1, Agustus 2003 Islam Lokal Vol. I, No. 2, Januari 2002 Vol. II, No.1, Agustus 2002 Vol. I, No. 1, Agustus 2001 More Issue