Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM)
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM) adalah jurnal yang dikelola oleh Unit Penelitian dan Publikasi Psikologi (UP3), Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, merupakan media diseminasi atas penelitian-penelitian yang dilakukan oleh civitas akademik Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM) menerima artikel ilmiah dengan topik penelitian Psikologi dalam konteks industri dan organisasi, klinis dan kesehatan mental, pendidikan dan perkembangan, serta sosial dan komunitas.
Articles
286 Documents
Pengaruh Kepribadian Proaktif dan Budaya Organisasi terhadap Perilaku Kerja Inovatif Pelaku Industri Pariwisata Jawa Timur
Firdaus, Muhammad Sabilul;
Handoyo, Seger
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 2 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (745.54 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v1i2.30906
Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya pengaruh kepribadian proaktif dan budaya organisasi terhadap perilaku kerja inovatif pelaku industri pariwisata Jawa Timur. Penelitian ini diikuti oleh 88 partisipan berusia 20-50 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survei dengan menyebarkan kuesioner secara daring dan luring. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Data dianalisis menggunakan bantuan program Jamovi 1.1.9.0. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada pengaruh positif kepribadian proaktif dan budaya organisasi terhadap pelaku industri pariwisata Jawa Timur dengan besar pengaruh R2 sebesar 0,469.
Pengaruh Resiliensi terhadap Psychological Well-Being dengan Dukungan Sosial sebagai Variabel Mediator pada Mahasiswa
Novianti, Lili Dwi;
Alfian, Ilham Nur
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (725.282 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.31020
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh resiliensi terhadap psychological well-being dengan dukungan sosial sebagai variabel mediator pada mahasiswa. Topik ini sebagai salah satu yang sering dibicarakan ketika peralihan masa dalam perkuliahan, stress akademik, tugas yang harus diselesaikan sehingga mahasiswa harus tetap resilien dan mencapai psychological well-being dengan adanya dukungan sosial dari teman, keluarga dan significant other. Data diperoleh dengan metode survei dan menggunakan skala Psychological Well-Being Flourishing Scale 8 item (α= 0,842), The Resilience Scales 14 item (α= 0,930), dan The Multidimensional Scale of Perceived Social Support 12 item (α= 0,760). Analisis dengan uji regresi sederhana dan teknik bootstrapping sebagai uji mediasi. Berdasarkan teknik bootstrapping menunjukkan bahwa terdapat pengaruh mediasi dukungan sosial dalam pengaruh resiliensi terhadap psychological well-being. Ditunjukkan bahwa dukungan sosial menjelaskan 25% dari total effect sehingga tergolong partial mediation. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh resiliensi terhadap psychological well-being dengan dimediasi oleh dukungan sosial dan jenis mediasi bersifat parsial.
Pengaruh Work Flexibility terhadap Job Insecurity pada Karyawan Terdampak Covid-19
Rozikin, Ahmad Fuad Koirul;
Hadi, Cholichul
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 2 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (255.816 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v1i2.31317
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh work flexibility terhadap job insecurity pada karyawan yang terdampak pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan salah satu tipe pendekatan kuantitatif dengan survei. Subjek pada penelitian ini adalah karyawan yang sedang terdampak pandemi, dengan kriteria sedang work from home. Total jumlah subjek pada penelitian ini adalah 92 orang. Hasil dari pada penelitian work flexibility memiliki korelasi negatif dengan job insecurity. Nilai korelasi R berdasarkan tabel di atas berada pada angka 0,500. Setelah melakukan pengambilan data dan menguji hipotesis, maka kesimpulan yang dapat simpulkan dari penulis adalah, variabel work flexibility dapat memprediksi variabel job insecurity pada karyawan yang terjadi pada masa pandemi.
Pengaruh Kepemimpinan Melayani dan Regulasi Emosi terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Pekerja yang Terdampak Pandemi
Syahda, Fajariadi Rahadifa;
Handoyo, Seger
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (725.918 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.31704
terhadap kesejahteraan psikologis pada karyawan yang terdampak pandemi covid-19. Penelitian ini memakai salah satu tipe pendekatan kuantitatif yang merupakan survei. Partisipan penelitian ini merupakan karyawan yang terdampak pandemi, dengan kriteria sedang work from home dan menerapkan program kerja baru. Total jumlah partisipan pada penelitian ini adalah 66 orang. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan secara bersamaan antara kepemimpinan melayani dan regulasi emosi terhadap kesejahteraan psikologis, dengan arah pengaruh (p = 0,060), dan adanya pengaruh yang signifikan antara regulasi emosi terhadap kesejahteraan psikologis, dengan arah pengaruh (p = 0,049). Penemuan lain dalam penelitian adalah tidak adanya pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan melayani dan kesejahteraan psikologis, dengan arah pengaruh (p = 0,470).
Pengaruh Perceived Parental Expectation terhadap Psychological Distress pada Emerging Adulthood di Indonesia
Ningtias, Retno Putri;
Andriani, Fitri
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (310.748 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.31744
Emerging adulthood atau individu usia 18-25 tahun kerap kali dihadapkan dengan tuntutan dari diri sendiri, orang tua, maupun masyarakat. Tuntutan tersebut berkaitan dengan keputusan pendidikan, pekerjaan, pasangan, dan prinsip hidup. Kondisi tersebut dapat menimbulkan respon negatif dari emerging adulthood, yaitu psychological distress. Tingkat psychological distress pada emerging adulthood terus mengalami peningkatan yang signifikan di Indonesia. Salah satu yang menyebabkan peningkatan fenomena tersebut adalah perceived parental expectation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perceived parental expectation terhadap psychological distress pada emerging adulthood dengan menyebarkan kuesioner secara daring kepada 132 partisipan penelitian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana melalui aplikasi SPSS versi 22 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived parental expectation memiliki pengaruh positif terhadap psychological distress pada emerging adulthood di Indonesia dengan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,050 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,181.
Peran Kecerdasan Emosional terhadap Kesehatan Mental pada Emerging Adulthood
Rizkyanti, Adrifa Dhiyaa;
Mastuti, Endah
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (269.31 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.31822
Kesehatan mental merupakan salah satu bentuk kesehatan yang berkaitan dengan kesejahteraan individu. Meski penting, adanya masalah kesehatan mental masih sering ditemukan, salah satunya pada individu yang mengalami transisi dari masa remaja menuju dewasa atau periode emerging adulthood. Dalam mengoperasionalisasikan kesehatan mental, terdapat salah satu bentuk yang bisa ditinjau yaitu melalui emosi, dimana emosi merupakan dasar dari kecerdasan emosional. Oleh karena itu, tujuan penelitian merujuk bagaimana pengaruh yang diberikan pada kecerdasan emosional terhadap kesehatan mental pada emerging adulthood. Penelitian dilakukan melalui survei dengan total 344 partisipan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat jika kecerdasan emosional memiliki pengaruh yang signifikan (F(1)342=6,833; p=0,009; R2=0,020) terhadap kesehatan mental pada emerging adulthood sebesar 2%. Hal tersebut menjelaskan mengenai peningkatan kecerdasan emosional, dapat berperan dalam peningkatan kesehatan mental pada individu.
Hubungan Pola Asuh Otoriter dengan Pengendalian Diri Anak yang Memiliki Orang Tua Berprofesi Militer
Yalendri, Irena Oseana;
Cahyono, Rudi
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (720.789 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.31859
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pola asuh otoriter dengan pengendalian diri anak yang memiliki orang tua berprofesi militer. Pengendalian diri merupakan kemampuan individu dalam menahan diri dari melakukan tindakan tidak diinginkan. Budaya dalam militer yang tegas cenderung memiliki kesamaan karakteristik dengan pola asuh otoriter yang didominasi oleh tingginya kontrol dan rendahnya kehangatan. Terdapat 50 partisipan dengan kriteria anak yang memiliki orang tua berprofesi militer (TNI-AD, TNI-AL, atau TNI-AU) dengan rentang usia 14-24 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat ukur "Parental Authority Questionnaire” oleh Buri dan "Skala Pengendalian Diri” oleh Tagney. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik parametrik Pearson Product-Moment Correlation. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar (r(50)=0,264) dan nilai signifikansi sebesar (p=0,064). Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi antara pola asuh otoriter dengan pengendalian diri anak yang memiliki orang tua berprofesi militer.
Hubungan antara Kepribadian Big Five dengan Pemaafan pada Remaja yang Memiliki Orang Tua Bercerai
Kusuma Nugroho, Halimaha Bagas;
Hartini, Nurul
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (778.813 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.31895
Mengetahui hubungan antara kepribadian big five dengan pemaafan pada remaja yang memiliki orang tua bercerai merupakan tujuan dari penelitian ini. Pemaafan menjadi salah satu hal yang penting bagi remaja khususnya untuk mengurangi dampak negatif dari perceraian orang tua yang terjadi. Kepribadian big five menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan pemaafan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan partisipan dalam penelitian ini adalah 101 remaja dengan rentang umur 15-22 tahun yang memiliki orang tua bercerai. Uji hipotesis menunjukan terdapat hubungan yang positif pada dimensi conscientiousness, extraversion, agreeableness dengan pemaafan dan hubungan negatif pada dimensi neuroticism dengan pemaafan, sedangkan pada dimensi openness tidak menunjukan hubungan dengan pemaafan.
Hubungan Perceived Social Support dengan Perilaku Non-suicidal Self-Injury pada Remaja
Izzah, Fathiyya Nurul;
Ariana, Atika Dian
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (738.109 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.31904
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived social support dengan perilaku non-suicidal self-injury pada remaja. Perceived social support adalah bentuk dukungan sosial yang dipercaya tersedia oleh individu dan memiliki tiga dimensi, yaitu keluarga, teman sebaya, serta significant others. Sementara itu, perilaku non-suicidal self-injury merupakan perilaku menyakiti diri sendiri tanpa maksud bunuh diri. Penelitian ini dilakukan pada 146 remaja yang pernah menyakiti diri sendiri tanpa berniat untuk bunuh diri. Alat ukur yang digunakan adalah Multidimensional Scale of Perceived Social Support oleh Zimet dan Inventory of Statements about Self-Injury milik Klonsky dan Glenn. Analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman's rho dengan bantuan program Jamovi 1.2.27 for Windows. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perceived social support dengan perilaku non-suicidal self-injury pada remaja (p=0.715; r=0.030).
Academic Resilience, Subjective Well-being, Online Learning, dan COVID-19
Iskandar, Mochammad Marvellharsyah;
Mastuti, Endah
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (747.995 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.31906
Online learning menjadi sebuah istilah yang tidak lagi asing bagi mahasiswa selama pandemi COVID-19, pada masa ini mahasiswa sendiri menghadapi berbagai macam hal baru yang biasanya mereka tidak hadapi sebelum pandemi. Academic resilience dan subjective well-being merupakan dua variabel yang dapat membantu memahami kondisi mahasiswa dalam rentang waktu dimana mahasiswa mengikuti online learning. Artikel ini memuat data mengenai academic resilience dan subjective well-being dari 129 mahasiswa Indonesia berusia 18 – 23 tahun yang mengikuti online learning selama pandemi COVID-19. Topik ini dipilih karena penulis ingin mengetahui dampak yang diberikan oleh academic resilience terhadap subjective well-being mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa academic resilience memiliki pengaruh signifikan sebesar (F(1)127= 42.6; p= < .001; R2= 0.251) terhadap subjective well-being. Hasil juga menunjukkan bahwa academic resilience memiliki pengaruh sebesar 25% terhadap tingkat subjective well-being.