cover
Contact Name
Yuli Andriansyah
Contact Email
yuliandriansyah@uii.ac.id
Phone
+6285369607374
Journal Mail Official
editor.unisia@uii.ac.id
Editorial Address
Jl. Kaliurang KM 14,5, Besi, Sleman, DI Yogyakarta, Kode Pos 55584
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Unisia
ISSN : 02151421     EISSN : 28291573     DOI : 10.20885/unisia
Unisia publishes research articles devoted to social sciences and humanities. The journal publishes current research on a broad range of topics, including religion, law, political science, sociology, psychology, economics, history, language, social work, geography, international studies, and women studies. The journal features articles illustrating the use of quantitative or qualitative methods to empirically analyze current issues in social sciences and humanities to solve society problems. The journal emphasizes research articles concerned with multidisciplinary studies in social sciences and humanities.
Articles 785 Documents
Perencanaan Pembangunan Berwawasan HAM Menuju Pembangunan Berpusat Pada Rakyat Dardiri Hasyim
Unisia Vol. 31 No. 67 (2008)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unisia.v31i67.169

Abstract

Perencanaan pembangunan yang berwawasan HAM merupakan perencanaan pembangunan yang menjadikan nilai-nilai HAM sebagai rambu-rambu dalam perencanaan pembangunan. HAM harus dipatuhi oleh negara atau pemerintah dalam menjalankan misinya sehingga tidak menjadikan pembangunan sebagai tujuan dengan mengorbankan manusia demi pembangunan, melainkan sebagai alat untuk mencapai tujuan penegakkan hak atas pembangunan. Dari sisi pembangunan hukum, hukum yang relevan untuk dikembangkan sejalan dengan nilai-nilai HAM adalah model humanis partisipatoris. Manifestasi dari model pembangunan hukum ini adalah memberi perhatian pada aspek dan dimensi manusiawi sebagai tujuan utama pembangunan yang memberi akses kepada warga negara untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan di berbagai bidang kehidupan. Hukum memberi alokasi wewenang yang lebih besar kepada warga negara untuk menentukan realisasi dirinya sebagai subjek, bukan objek yang dibentuk dan dikontrol oleh subjek lain. Kata-kata kunci: Pembangunan, Hak asasi manusia, hukum, pendidikan.
Mensiasati Ideologi Neoliberal dalam Pendidikan Ilyya Muhsin
Unisia Vol. 31 No. 67 (2008)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unisia.v31i67.170

Abstract

When globalization put in education, cultural and economic, it was expansion to instile western ideology and brain washing for people in the underdeveloping countries like indonesai. Ironically, the goverment legitimed foreign higher education in Indonesia. There was dillemating choice that the present of foreign higher education in Indonesia, at the one hand make education more competitive riching quality, and the other hand, occure an indoctrination of ideology neoliberalism. Western life standart to be the complete opposite of produce civilization in the nation without balancing of local culture must be permanent. This article trais to discuse the fight of westren ideology wich developing in education, exacly for currents issues. Kata Kunci: Komersialisasi Pendidikan, Perguruan Tinggi Asing, Globalisasi
Industrialisasi Pendidikan Tinggi M. Imam Zamroni
Unisia Vol. 31 No. 67 (2008)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unisia.v31i67.171

Abstract

This article aims to decribes that the commercialization and industrialization of state of higher education are some dilemma of government policy’s in the liberalization era. There are challenges and opportunities. At the one hand, industrialization increasing education expenditure, so that the poor people can’t acces it, and the other hand, can deliver advantages in the form of welfare for civitas academics and several investors as conducted by developed countries. On the contrary, high education expenditure contrast with ambitions to realize of Education For All (EFA).Key word: education, industrialization, and commercialization,
Menuju Sistem Pendidikan Global Ananta Saputra
Unisia Vol. 31 No. 67 (2008)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unisia.v31i67.172

Abstract

The liberalization means as the application and cultivation of some strategic initiatives in the educational field, the writer believes that the majority of educational experts will agree with the purpose of the liberal paradigm. But, if it is intended as a free trade, and the cultural commodity of education is the same as the economic one, some of them will refuse it. In the field of education, there are still some centralistic and ceremonial practices, so that there wouldn't be any creativity. Consequently, the quality of Indonesian education is far from any other countries like Malaysia.  In order to catch up the backwardness in education, the experts are expected to bring about the process of autonomy, decentralization, to consider culture of excellence and social welfare as the most important by developing 4 intelligences. Finally, the social prosperity could be obtained under the frame of global education.Keywords: Education, globalization, liberalization, culture, challenge.
Perbandingan Ekspor Kopi Dua Pemasok Utama Dunia Indonesia dan Brazil: Sebuah Analisis Ekonomi Data Panel 2001 - 2006 Indah Sri Wulandari
Unisia Vol. 33 No. 73 (2010): Jurnal Unisia
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unisia.vol33.iss73.art1

Abstract

International trading plays an important role in driving the economy of a country. The international trading through export activity enables a country to gain benefi ts such as foreign exchange, broader in house product market and also other benefi ts. Therefore, it represent one of he backbones of he economy of a country. One of the sectors that play an important part in the export activity of Indonesia is agriculture.  Coffee is one of the important commodities of the sector. It is necessary to conduct a study of the Indonesian coffee export in order to improve it. The study of the internal factors infl uencing the Indonesian coffee export performance is required by examining the demand function of the Indonesian coffee export by the importing countries. Additionally, it is also necessary to study the competition between Indonesia and its competitor countries in international market and Brazil is determined as the competitor because the country is constantly on the fi rs rank as the coffee suppliers in the international market. It is expected that such a comparison enables Indonesia to gain more knowledge in developing and improving its coffee export.
Pelaksanaan Usahatani Tebu Pasca Pencabutan Inpres Nomor 5 Tahun 1997 (Program Pengembangan Tri) Di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Unggul Priyadi
Unisia Vol. 33 No. 73 (2010): Jurnal Unisia
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unisia.vol33.iss73.art2

Abstract

Tujuan penelitian yang akan dicapai adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhipeluang petani menentukan pilihan kelembagaan usahatani tebu, menganlisis secara deskriptifvariabel-variabel yang mempengaruhinya serta mengkaji variabel yang mendorong keberlangsunganeksistensi usaha PG Maduksimo. Temuan penelitian yang diperoleh antara lain peluang petanimenentukan pilihan kelembagaan usahatani tebu secara serempak dipengaruhi oleh luas lahan,rendemen, pendidikan responden, pengalaman responden dan biaya menjalankan usahatanitebu. Disamping itu, ternyata pasokan tebu dari luar wilayah Propinsi DIY mempunyai perananyang signifi kan untuk keberlangsungan giling PG. Implikasi kebijakan yang dapat dapat ditempuhuntuk mendorong petani menjalankan usahtani tebu, tidak cukup hanya memberi insentif kepadapara pemilik lahan tetapi juga diperlukan dorongan semua pihak dalam pengembangan usahatanitebu serta dorngan dalam menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam menyediakan arealusahatani tebu.
Islam, Gender, dan HAM Muntoha Muntoha
Unisia Vol. 33 No. 73 (2010): Jurnal Unisia
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unisia.vol33.iss73.art3

Abstract

Hak konstitusional warga negara yang meliputi HAM dan hak warga negara yang telah dijamin dalam UUD 1945 berlaku bagi setiap warga negara Indonesia. Artinya, hak konstitusional itu dimiliki oleh setiap individu warga negara tanpa pembedaan, baik berdasarkan suku, agama, keyakinan politik, atau pun jenis kelamin. Hak-hak tersebut diakui dan dijamin oleh konstitusi untuk setiap warga negara bagi laki-laki maupun perempuan. Penegasan UUD 1945 sangat jelas bahwa “Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu”. Bahkan, pentingnya menghapuskan diskriminasi terhadap perempuan diupayakan melalui perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan juga telah dijamin oleh UUD 1945 dalam Pasal 28 H ayat (2) yang menyatakan “Setiap rang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan”. Hal ini juga telah diakui secara internasional yang diwujudkan dalam konvensi tersendiri, yaitu Convention on The Elimination of All Forms of Discrimination Againts Women (Cedaw) sebagaimana telah disebutkan dalam daftar table konvensi internasional di atas.  Kata kunci: Hak asasi manusia, Gender, Konstitusi, Diskriminasi
Sikap Muslim Fundamentalis Indonesia terhadap NKRI Antara Penolakan dan Penerimaan Setengah Hati Abd A'la
Unisia Vol. 33 No. 73 (2010): Jurnal Unisia
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unisia.vol33.iss73.art4

Abstract

Terbukanya kran kebebasan di Indonesia pasca runtuhnya rezim orde baru mengantarkan pemikiran dan gerakan Islam ke dalam dinamika yang –sampai batas tertentu –berbeda dengan masa-masa sebelumnya. Beragam pemikiran, dan aneka gerakan muncul ke pentas publik dengan intensitas yang cukup kuat dan penyebaran yang relatif massif. Salah satu fenomena dari hal itu adalah menguatnya pemikiran radikalisme di kalangan Muslim Indonesia. Pemikiran mereka tampak tersebar di mana-mana, dan gerakan mereka tampak terlihat di berbagai tempat. Isu yang dimunculkan pun terkadang merupakan isu yang sensitif yang tidak mungkin disuarakan atau dibawa ke ruang publik pada masa rezim orde baru. Sejatinya jumlah kelompok mereka relatif kecil dibandingkan dengan keseluruhan umat Islam di Indonesia. Namun sama seperti di berbagai belahan dunia Muslim lain, Muslim fundamentalis di Indonesia terbukti demikian cepat dan memiliki ketrampilan dalam penggunaan teknologi komunikasi modern untuk memropagandakan pesan (Eliraz,2007) dan pemikiran mereka. Dengan demikian, fenomena yang tampak ke luar terlihat relatif besar. Terlepas dari banyaknya penelitian yang memfokuskan kajiannya pada fenomena tersebut, gejala ini tetap menarik untuk ditelusuri dan terus dikaji. Selain ada beberapa aspek yang masih belum dicermati secara tuntas dan kritis, persoalan tersebut diasumsikan memiliki implikasi yang sangat besar bagi keberadaan Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI) dan kehidupan bangsa di masa-masa depan. Di antara persoalan tersisa yang perlu diangkat terkait dengan pandangan kelompok radikal terhadap NKRI. Masalah ini sangat menggugat untuk dibincang dan dikaji secara mendalam karena pada satu sisi sejumlah besar (kalau tidak semuanya) kelompok muslim fundamentalis memiliki pemikiran politik yang tampak berseberangan dengan dasar negara Pancasila, dan pada sisi yang lain NKRI merupakan realitas sosiologis, historis, dan politik yang intrinsik dengan keberadaan negara dan bangsa Indonesia.
Perkembangan Filsafat Ilmu serta Kaitannya dengan Teori Hukum Sobirin Malian
Unisia Vol. 33 No. 73 (2010): Jurnal Unisia
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unisia.vol33.iss73.art5

Abstract

Filsafat ilmu merupakan cabang ilmu fi lsafat yang sangat berguna untuk menjelaskan apa tujuan ilmu bagi manusia. Secara garis besar, fi lsafat ilmu mengemukakan alasan yang mendasar mengapa pengetahuan diperlukan bagi keteraturan dalam hidup manusia. Dalam hubungannya dengan antara fi lsafat ilmu dan teori hukum saling berhubungan erat. Di satu sisi, fi lsafat ilmu adalah bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuat teori hukum. Dalam hal ini, teori hukum memang sengaja dirancang untuk lebih bersifat aplikatif dan mampu mmenjawab persoalan keadilan di tengah-tengah masyarakat. Filsafat ilmu bisa menjadi dasar bagi suatu perenungan atau pemikiran secara ketat, secara mendalam tentang pertimbangan nilai-nilai di balik gejala-gejala hukum sebagaimana dapat diamati oleh pancaindera manusia mengenai perbuatan-perbuatan manusia dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat. Mengingat objek fi lsafat ilmu adalah pengetahuan, maka masalah atau pertanyaan yang dibahas oleh fi lsafat ilmu itupun antara lain berkaitan dengan manfaat dari pengetahuan itu sendiri. Kata kunci: Hukum, Filsafat, ilmu pengetahuan, manusia
Persoalan Pangan dan Keamanan Pangan Dalam Perspektif Ormas K eagamaan di Indonesia (Studi Kasus di NTB dan Yogyakarta) Edi Safitri
Unisia Vol. 33 No. 73 (2010): Jurnal Unisia
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unisia.vol33.iss73.art7

Abstract

Penelitian ini ingin menemukan dan menawarkan suatu yang baru tentang cara melihat isu keamanan pangan nasional. Yang ditawarkan penelitian ini adalah melakukan reformulasi fi qh pangan untuk mendukung food safety education program. Kekhasan dari penelitian ini adalah melihat isu kemanan pangan berbasiskan legitimasi agama. Di tengah masyarakat Indonesia yang masih kental dengan tradisi agama, pendekatan berbasis agama untuk memecahkan problem-problem riil di masyarakat sangatlah penting, termasuk dalam hal isu keamanan pangan ini. Sebab, masyarakat selalu dan masih menoleh agama sebagai inspirasi sikap dan gerakannya setiap hari. Kebaruan yang ditawarkan oleh penelitian ini, melihat respon fi qh dan kalangan agama (dengan mengambil wilayah NTB, dan Yogyakarta) menyikapi isu keamanan pangan, dengan memakai pendekatan yang melampaui konsep halal-haram. Pendekatan interdisipliner dipilih untuk mereformulasi fi qh pangan ini, dengan pertimbangan bahwa dalam melihat problem sosial, agama (termasuk fi qh) tidak boleh melepaskan diri dari disiplin ilmu yang lain, seperti kesehatan, gizi, kimia dan lain-alin; dan di sisi lain agama harus bisa memecahkan dan menjawab problem riil di masyarakat dengan arif dan kontekstual. Berdasarkan temuan, respon fi qh dan kalangan agamawan yang berada di Ormas keagamaan( NU, Muhamdaiyah, Nahdlatul Wathan dan MUI) ternyata masih belum beranjak dari paradigma halal-haram sebagaimana terumuskan dalam fi qh klasik. Pendekatan semacam ini jelas kurang memadai menjawab persoalan pangan dan keamanan pangan yang kian komplek sekarang ini.

Page 2 of 79 | Total Record : 785


Filter by Year

1988 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 43 No. 1 (2025) Vol. 42 No. 2 (2024) Vol. 42 No. 1 (2024) Vol. 41 No. 2 (2023) Vol. 41 No. 1 (2023) Vol. 40 No. 2 (2022) Vol. 40 No. 1 (2022) Vol. 39 No. 2 (2021) Vol. 39 No. 1 (2021) Vol. 38 No. 84 (2016) Vol. 37 No. 82 (2015) Vol. 36 No. 81 (2014): Jurnal Unisia Vol. 35 No. 78: Januari 2013 No. 77: Volume XXXIV Nomor 77 Juli 2012 No. 76: Tahun XXXIV Triwulan I 2012 Vol. 33, No. 74, 2011 No. 75: Tahun XXXIII Triwulan VII 2011 Vol. 33 No. 73 (2010): Jurnal Unisia Vol. 32 No. 72 (2009): Jurnal Unisia Vol. 32 No. 71 (2009): Jurnal Unisia Vol. 31 No. 70 (2008): Jurnal Unisia Vol. 31 No. 69 (2008): Jurnal Unisia Vol. 31 No. 68 (2008) Vol. 31 No. 67 (2008) Vol 31, No 67 Maret 2008 Vol. 30 No. 66 (2007): Jurnal Unisia Vol. 30 No. 65 (2007): Jurnal Unisia Vol. 30 No. 64 (2007): Jurnal Unisia Volume XXX Nomor 64 Juni 2007 No. 63: Tahun XXX Triwulan I 2007 No. 61: Tahun XXIX Triwulan III 2006 No. 60: Tahun XXIX Triwulan II 2006 No. 59: Tahun XXIX Triwulan I 2006 No. 58: Tahun XXVIII Triwulan IV 2005 No. 57: Tahun XXVIII Triwulan III 2005 No. 56: XXVIII Triwulan II 2005 No 55/XXVIII/I/2005 No 54/XXVII/IV/2004 No 53/XXVII/III/2004 No. 52: Tahun XXVII Triwulan II 2004 No 51/XXVII/I/2004 No 50/XXVI/IV/2003 No. 49: Tahun XXVI Triwulan III 2003 No. 48: Tahun XXVI Triwulan II 2003 No. 47: Tahun XXVI Triwulan I 2003 No 46/XXV/III/2002 No 45/XXV/II/2002 No 44/XXV/I/2002 No 43/XXIV/I/2001 No 41/XXII/IV/2000 No 39/XXII/III/1999 No 36/XXI/IV/1998 No 33/XVIII/I/1997 No 32/XVII/IV/1997 No 31 Tahun 1996 No 30 Tahun 1996 No. 29: Tahun XVI Triwulan I 1996 No. 27: Tahun XV Triwulan III 1995 No. 26: Tahun XV Triwulan II 1995 No. 24: Tahun XIV Triwulan IV 1994 No. 23: Tahun XIV Triwulan III 1994 No. 22: Tahun XIV Triwulan II 1994 No. 21: Tahun XIV Triwulan I 1994 No. 19: Tahun XIII Triwulan 4 1993 No. 20: Tahun XIII Triwulan IV 1993 No. 17: Tahun XIII Triwulan VI 1993 No. 13: Tahun XIII Triwulan 2 1992 No. 16: Tahun XIII Triwulan V 1992 No. 15: Tahun XIII Triwulan IV 1992 No. 11: Tahun XII Triwulan I 1991 No. 10: Tahun XI Triwulan IV 1991 No. 9: Tahun XI Triwulan III 1991 Vol. 10 No. 2 (1988) More Issue