Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies
Jurnal Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies (2622-6022) well-known as Adjektiva is an forum for original research on linguistics, literature, eduaction an international forum for original research focused on identities as local contexts, like an identity in linguistics, identity in literature, and identity in language education in global and local contexts, especially in Indonesia. These may include but are not limited to various fields, such as we are interested in interdisciplinary studies examining how issues of linguistics, literature, and education in language influence individual and community identities. In order to publish in Adjektiva, a study must have an overview of previous research or theoretical concepts that are packaged to justify the novelty/uniqueness of this study and central focus on local, foreign, minority, heritage, or indigenous languages (or non-standard dialects) and their intersection with either identity and/or education in language, linguistics and literature. We welcome a variety of topics, theoretical orientations, and methodological approaches (both qualitative and quantitative). Studies that highlight the potential of Linguistics and Applied Linguistics (e.g. Phonology, Morphology, Syntax, Sociolinguistics, Psycholinguistics, Anthropolinguistics, Ethnolinguistics, Stylistics, Dialectology, LHK, Psychopragmatics, etc.). Critical studies of Literature (e.g. Digitizing literature, new literary theories, applied literature). Identity in language and literature(e.g. Ethnic Identity, vocational identity, job identity, religious identity, moral identity, political identity, etc.). Research on innovations or on the effectiveness of various language education program models (e.g. Learning Curriculum, Learning Strategies, Learning Assessment, BIPA, International Language Coaching).
Articles
5 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 5 No. 2 (2022)"
:
5 Documents
clear
Sosiolinguistik pada Proses Kegiatan Belajar Mengajar dalam Materi Cerita Pendek Melalui Skema Komunikatif
Derana, Ganes Tegar;
Waryanti, Endang;
Muarifin, Moch.;
Zahra, Alifarose Syahda;
Darmawan, Agung Dwi
Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.009 KB)
|
DOI: 10.30872/adjektiva.v5i2.1614
Target pelaksanaan penelitian berikut ini ialah guna memperhatikan bagaimana peran sosiolinguistik pada kegiatan belajar mengajar di dalam materi cerpen dengan menggunakan skema komunikatif yang diterapkan di kelas XI SMAN 7 Kediri. Metodologi yang diterapkan pada penelitian berikut yakni deskriptif kualitatif. Sumber pemerolehan data pada penelitian berikut ialah proses pemerolehan materi cerpen melalui skema komunikatif. Pada proses pengumpulan data teknik yang dipakai ialah observasi serta wawancara dengan guru dan siswa, hal tersebut dilakukan mengingat keterbatasan akses dan ruang gerak pasca masa pandemi saat ini. Adapun hasil yang diperoleh ialah dalam kegiatan belajar mengajar pada materi cerpen, kelas XI baik MIPA dan IPS, SMAN 7 Kediri dapat diaplikasikan melalui skema komunikatif dengan baik. Kegiatan belajar mengajar tersebut diawali dari apersepsi, inti, serta penutup yang kesemua tahapan tersebut merujuk pada prinsip skema komunikatif. Pada pembelajaran dengan skema komunikatif tersebut juga terdapat adanya peranan sosiolinguistik di dalamnya, dimulai pada proses pembuatan perangkat pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, sampai pengaplikasian bahasa pada proses kegiatan belajar mengajar. Dari berbagai ulasan dan proses penelitian dapat ditarik kesimpuan bahwa pada pembelajaran cerpen memiliki kontribusi kajian sosiolinguistik dalam menerapkan skema komunikatif.
Campur Kode Bahasa Bugis Ke Dalam Bahasa Indonesia di Sekolah MI DDI Al-Irsyad Long Iram Seberang Kutai Barat
Ahmad, M. Rusydi;
Dulyana, Dulyana;
Balfas, Anwar
Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.709 KB)
|
DOI: 10.30872/adjektiva.v5i2.1615
This research is focused on mixing Bugis language codes into Indonesian at MI DDI Al-Irsyad Long Iram Seberang Kutai Barat School. The purpose of this study was to find out the forms of code mixing and to describe the factors for the formation of code mixing in Bugis and Indonesian in conversations at MI DDI Al-Irsyad Long Iram Seberang Kutai Barat. This study uses the method of observation, with techniques direct observation and notes. Then the results of the analysis are presented in the form of a description which contains code mixing, code mixing forms, and the factors that occur code mixing at MI DDI Al-Irsyad Long Iram Seberang Kutai Barat. The results of the study of mixing the Bugis language code into Indonesian at MI DDI Al-Irsyad Long Iram Seberang Kutai Barat, are as follows. First, there are 13 data found in the form of code mixing of Bugis language into Indonesian in speech events. Mix the code in the form of words as much as 6 data. There are 3 phrases. Second, the researchers found that the factors that cause code mixing are speaker factor 1, language factor 1, and familiarity factor 2. From the results of this study it can be concluded that in the conversation that took place at MI DDI Al-Irsyad Long Iram Seberang there was a form code mixing in the form of words and phrases. The cause of code mixing is the speaker factor and the language factor in the occurrence of code mixing as an interaction.
Tuturan Tradisi Lisan Mandi Tolak Bala Suku Bajau Pulau Balikukup Kecamatan Batu Putih Kabupaten Berau Ditinjau Dari Puisi Lama
Setyawati, Meita;
Suwilta, Waode
Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (148.677 KB)
|
DOI: 10.30872/adjektiva.v5i2.1616
This study aim to describe the form of the oral tradition of bathing rejects reinforcements from the Bajau tribe, Batu Putih District, Berau Regency in terms of old poetry. the oral tradition of bathing rejects reinforcements from the Bajau tribe, Batu Putih District, Berau Regency in terms of old poetry. This type of research is qualitative using descriptive method. Data collection techniques used are observation techniques, reading and note-taking techniques, and interview techniques. The steps used are as follows as data analysis in this study, namely collecting data to be analyzed relating to the bathing reject bala tradition, reducing relevant data, analyzing the tradition, namely describing the oral tradition of bathing tolak bala, describing the process of the oral tradition of bathing tolak bala, describe the meaning of the oral tradition of bathing reject reinforcements of the Bajau tribe, Batu Putih District, Berau Regency. From the results of the study, it was found that the form of oral tradition speech was in the form of an old poem with n-n-n-n rhymes, namely poetry, the process and meaning of taking a bath for the Bajau tribe, including making calls using musical instruments, namely gongs, separating men and women, here the first session for women (after all the series is carried out followed by men with the same process).
Analisis Peribahasa (Pajaaq) Suku Dayak Benuaq Di Desa Intu Lingau Kecamatan Nyuatan Kabupaten Kutai Barat
Fitriani, Noor;
Arifin, Syaiful;
Sulistyowati, Endang Dwi
Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.265 KB)
|
DOI: 10.30872/adjektiva.v5i2.1617
Target pelaksanaan penelitian berikut ini ialah guna memperhatikan bagaimana peran Peribahasa adalah kalimat atau kelompok perkataan yang mempunyai susunan yang tetap dan mengiaskan maksud tertentu. Peribahasa sebagai bagian dari sastra lisan dan kajian folklor yang keberadaanya perlu dipertahankan dan dilestarikan karena mengandung nilai-nilai sastra yang tinggi. Peribahasa juga merupakan bagian dari sastra lisan Suku Dayak Benuaq yang mereka kenal sebagai Pajaaq. “Analisis Peribahasa (Pajaaq) Suku Dayak Benuaq di Desa Intu Lingau Kecamatan Nyuatan Kabupaten Kutai Barat” merupakan upaya akan kemungkinan terjadinya kepunahan peribahasa atau pajaaq Suku Dayak Benuaq sebagai salah satu bahasa dan suku asli di Kalimantan Timur. Tujuan penelitian ini untuk menggali dan mempelajari nilai-nilai budaya yang terdapat di dalam peribahasa (pajaaq) serta membukukan kebudayaan lisan Suku Dayak Benuaq di Desa Intu Lingau Kecamatan Nyuatan Kabupaten Kutai Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 35 data peribahasa (pajaaq) yang terbagi menjadi tiga bentuk yaitu 1) ungkapan 7 data, 2) pepatah 18 data, dan 3) perumpamaan 10 data tidak terdapat bentuk pameo. Lalu makna yang terdapat dalam peribahasa (pajaaq) terbagi menjadi dua yaitu, 1) makna leksikal dan 2) makna kias. Fungsi peribahasa Suku Dayak Benuaq sebagai 1) nasihat 13 data, 2) sindiran 15 data, 3) ejekan 3 data, dan 4) penyampai informasi 2 data.
Analisis Kesantunan Berbahasa Pada Grup Whatsapp Wali Kelas MI Al-Hikmah Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat
Widyasari, Selvia Noor;
Indrahastuti, Tri;
Elyana, Kukuh
Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (390.116 KB)
|
DOI: 10.30872/adjektiva.v5i2.1618
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan metode simak, dokumentasi, dan kemudian disalin ke dalam kartu data. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis berdasarkan maksim-maksim kesantunan Leech yang terdiri atas maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahatian, maksim kesepakatan, dan maksim simpati, yang digunakan untuk memperoleh pematuhan dan pelanggaran kesantunan berbahasa. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat beberapa anggota dalam grup whatsapp yang melakukan pematuhan dan pelanggaran kesantunan berbahasa dengan pematuhan kesantunan berbahasa lebih dominan dibandingkan pelanggaran kesantunan berbahasa. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, saran yang dapat diberikan adalah (1) Semakin banyak penelitian-penelitian berikutnya yang melakukan kajian mengenai kesantunan berbahasa dalam berbagai bentuk komunikasi baik langsung maupun melalui sosial media, mengingat kesantunan berbahasa merupakan aspek penting dalam berkomunikasi. (2) Sebagai mahasiswa yang berpendidikan, tentu diharapkan mampu menjunjung tinggi nilai-nilai kesantunan dan mengimplementasikannya dalam berkomunikasi. (3) Hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi referensi dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak yang tertarik untuk mendalami kajian yang berkenaan dengan kesantunan berbahasa.