cover
Contact Name
Ari Purnomo Endah Aflahani
Contact Email
lenteraanak@unisnu.ac.id
Phone
+628122558271
Journal Mail Official
lenteraanak@unisnu.ac.id
Editorial Address
Jalan Taman Siswa No. 09 Tahunan, Kab. Jepara, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kab. jepara,
Jawa tengah
INDONESIA
Lentera Anak : Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak Usia Dini
ISSN : 27464121     EISSN : 29627605     DOI : https://doi.org/10.34001/jdc
Core Subject : Education,
Jurnal Lentera Anak merupakan jurnal ilmiah pendidikan anak usia dini yang diterbitkan berkala setiap 6 bulan sekali oleh Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. jurnal ini berisikan tentang hasil penelitian, hasil kajian konseptual serta pengabdian pada masyarakat di bidang pendidikan anak usia dini.
Articles 84 Documents
PERAN GURU PAUD DI ERA PENDIDIKAN MODERN: TANTANGAN DAN STRATEGI Muhammad Nawir; Miftahurrizkyanti Ramadani; Nur Amaliyah; Fadhilah Latief
LENTERA ANAK Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026 : Lentera Anak
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/2dgp5v10

Abstract

Paradigma pendidikan di era modern menuntut transformasi peran guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari sekadar penyampai materi menjadi fasilitator pembelajaran, pembimbing perkembangan, dan agen inovasi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis peran guru PAUD, mengidentifikasi tantangan profesional yang dihadapi, serta merumuskan strategi penguatan kompetensi guru berdasarkan temuan empiris dari kajian literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan menelaah 32 artikel jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada rentang tahun 2015–2024. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi, yaitu relevansi dengan topik peran guru PAUD, kualitas akademik, dan ketersediaan data empiris, serta kriteria eksklusi berupa artikel yang tidak fokus pada konteks PAUD atau tidak memiliki dasar metodologis yang jelas. Hasil analisis menunjukkan bahwa peran guru PAUD mengalami perluasan pada aspek pedagogis, sosial-emosional, dan digital, sementara tantangan utama meliputi keterbatasan kompetensi teknologi, kompleksitas karakteristik peserta didik, dan tuntutan kebijakan pendidikan yang dinamis. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada penyusunan kerangka konseptual peran guru PAUD di era modern serta formulasi strategi penguatan profesionalisme guru yang berbasis bukti literatur. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan kebijakan, program pelatihan, dan praktik pembelajaran yang lebih adaptif dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
STUDI KASUS BIMBINGAN KONSELING DALAM MENANGANI PERMASALAHAN PERILAKU DAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN PAUD Hizbul Wathoni; Nurhayati
LENTERA ANAK Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026 : Lentera Anak
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/zhe0kr02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas layanan bimbingan konseling dalam menangani permasalahan perilaku serta mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia dini di lingkungan PAUD Lombok Timur. Kajian ini berfokus pada pemahaman konsep efektivitas layanan, perubahan perilaku anak setelah memperoleh layanan, capaian perkembangan sosial-emosional, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya dalam konteks lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi berkelanjutan, wawancara mendalam dengan pendidik dan orang tua, serta analisis dokumentasi layanan bimbingan konseling di beberapa lembaga PAUD. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menekankan keterkaitan antara proses layanan, respons anak, dan dinamika lingkungan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas layanan bimbingan konseling pada anak usia dini tidak hanya ditandai oleh berkurangnya perilaku bermasalah, tetapi juga oleh meningkatnya regulasi emosi, keterampilan sosial, rasa percaya diri, dan kesiapan sekolah anak. Perubahan perilaku terjadi secara bertahap dan memerlukan konsistensi layanan serta dukungan keluarga agar berkelanjutan. Efektivitas layanan dipengaruhi oleh kompetensi pendidik, keterlibatan orang tua, iklim lembaga PAUD, serta keterbatasan struktural dan kultural di Lombok Timur. Penelitian ini menegaskan pentingnya layanan bimbingan konseling sebagai bagian integral pendidikan anak usia dini dalam membangun fondasi sosial-emosional yang sehat dan adaptif.
Model Pembelajaran Digital Integratif Berbasis Literasi Kesehatan dalam Peningkatan Literasi dan Kemandirian Belajar Anak Usia Dini Prima Trisna Aji; Elinda Rizkasari
LENTERA ANAK Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026 : Lentera Anak
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/sqqz5t55

Abstract

Abstract. This study is motivated by the low level of literacy and learning independence among early childhood learners, as well as the limited use of digital educational media integrated with health literacy. Health literacy plays an important role in shaping healthy behavior from an early age, yet it is still rarely incorporated into early childhood learning processes. This study aims to analyze the effectiveness of interactive digital learning media based on health literacy in improving literacy and learning independence among early childhood learners. This study employed a quasi-experimental design using a pretest and posttest approach with a control group. The subjects were early childhood learners divided into experimental and control groups. Data were collected through observation instruments and assessment sheets that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using parametric statistical tests to determine differences between groups. The results showed that interactive digital learning media based on health literacy significantly improved literacy and learning independence among early childhood learners. These findings indicate that integrating health literacy into digital learning media can serve as an innovative approach to support optimal child development.  
DUALITAS DAMPAK DAN FAKTOR MODERATOR MEDIA DIGITAL TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI : TINJAUAN SISTEMATIS Muhammad Rifki Anggana; Silvia Febrianti
LENTERA ANAK Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026 : Lentera Anak
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/hs4bsy59

Abstract

Pesatnya penggunaan media digital pada anak usia dini tidak selalu diikuti dengan pemahaman yang komprehensif mengenai dampaknya terhadap perkembangan bahasa, sementara kajian sebelumnya masih bersifat parsial dan belum menyoroti secara sistematis pola dampak serta faktor yang memoderasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis dualitas dampak media digital serta mengidentifikasi faktor-faktor moderator yang memengaruhi perkembangan bahasa anak usia dini melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Studi ini mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan proses identifikasi, screening, eligibility, dan inklusi terhadap artikel yang diperoleh dari Google Scholar, Sinta, dan Garuda pada rentang tahun 2021–2026. Analisis data dilakukan menggunakan sintesis tematik untuk mengkategorikan pola dampak negatif dan positif serta variabel moderator yang muncul dalam studi terpilih. Hasil menunjukkan bahwa paparan media digital secara berlebihan dan tidak terkontrol berkorelasi dengan keterlambatan bahasa, penurunan interaksi verbal, serta munculnya perilaku bahasa agresif. Sebaliknya, penggunaan yang terarah melalui konten edukatif dan pendampingan aktif orang tua terbukti dapat meningkatkan kosakata, pemahaman struktur kalimat, dan kemampuan komunikasi anak. Faktor moderator utama yang diidentifikasi meliputi durasi screen time, jenis konten, serta pola pengasuhan. Selain itu, penelitian ini menemukan kesenjangan berupa keterbatasan studi longitudinal dan minimnya intervensi berbasis konteks budaya lokal. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya regulasi penggunaan media digital serta penguatan literasi digital bagi orang tua dan pendidik PAUD untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak usia dini secara kontekstual dan berkelanjutan.