cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcssb@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcssb@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Syariah Banking
ISSN : -     EISSN : 28282574     DOI : https://doi.org/10.29313/bcssb.v2i2
Core Subject : Religion, Economy,
Bandung Conference Series Syariah Banking (BCSSB) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta  berfokus pada Perbankan Syariah dengan ruang lingkup adalah Agreement,  Akad, Syirkah, Ba’i Salam,  Bank Syariah,  Etika Bisnis, Fatwa DSN-MUI, Fikih Muamalah,  Gharamah, Investment,  Inflation,  Jaminan, KPS MUI Fatwah,  Lelang, Mudharabah,  Penyelesaian Sengketa, Piutang, Modal, Qardh Pola konsumsi,  Sewa-Menyewa, Sukuk,  Tasir Al-jabari, Zakat Perdagangan, Surrogacy Sukuk Ritel, Mudharabah,  Fikih Muamalah.  Jurnal ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Unisba. Artikel yang dikirimkan ke jurnal ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 35 Documents
Kinerja Karyawan BPRS Amanah Ummah Melalui Pendekatan Budaya Organisasi Perusahaan Diandra Nur Afifah Azzahra; Popon Srisusilawati; Mohamad Andri Ibrahim
Bandung Conference Series: Syariah Banking Vol. 3 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Syariah Banking
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssb.v3i2.14398

Abstract

Abstract. BPRS Amanah Ummah, as one of the best BPRS in West Java, faces challenges in facing competition, especially with the emergence of digital banks. To overcome this challenge, this research evaluates the current and expected organizational culture using the Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) method. Recommended strategies include maintaining collaboration and family values, reducing formal structures, increasing focus on results and competition, and encouraging innovation and flexibility. Implementation of this strategy includes clear communication, investment in training, and regular evaluation. This research aims to improve the performance of BPRS Amanah Ummah employees through an organizational culture approach. The research results show that the organizational culture of BPRS Amanah Ummah is currently dominated by Clan culture (27.5), followed by Adhocracy (25.5), Market (23.5), and Hierarchy (23.5). Employees expect little change with the cultural values of Clan (27.25), Adhocracy (26.5), Market (24.25), and Hierarchy (22). In this way, BPRS Amanah Ummah can create an organizational culture that is balanced and in line with employee expectations, supporting the long-term growth and success of the organization. Abstrak. BPRS Amanah Ummah, sebagai salah satu BPRS terbaik di Jawa Barat, menghadapi tantangan dalam menghadapi persaingan, terutama dengan munculnya bank digital. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini mengevaluasi budaya organisasi saat ini dan yang diharapkan menggunakan metode Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI). Strategi yang direkomendasikan meliputi mempertahankan nilai kolaborasi dan kekeluargaan, mengurangi struktur formal, meningkatkan fokus pada hasil dan kompetisi, serta mendorong inovasi dan fleksibilitas. Implementasi strategi ini mencakup komunikasi yang jelas, investasi dalam pelatihan, dan evaluasi berkala. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja karyawan BPRS Amanah Ummah melalui pendekatan budaya organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi BPRS Amanah Ummah saat ini didominasi oleh budaya Clan (27.5), diikuti oleh Adhocracy (25.5), Market (23.5), dan Hierarchy (23.5). Karyawan mengharapkan sedikit perubahan dengan nilai-nilai budaya Clan (27.25), Adhocracy (26.5), Market (24.25), dan Hierarchy (22). Dengan demikian, BPRS Amanah Ummah dapat menciptakan budaya organisasi yang seimbang dan sesuai dengan harapan karyawan, mendukung pertumbuhan dan keberhasilan jangka panjang organisasi.
Pengaruh Literasi Keuangan Syariah terhadap Minat untuk Produk Deposito pada Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Garut Wanda Puspita Sari; Eprianti, Nanik; Nurrachmi, Intan
Bandung Conference Series: Syariah Banking Vol. 3 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Syariah Banking
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssb.v3i2.14407

Abstract

Abstract. The deposit product at Bank Syariah Indonesia Garut Branch Office, judging by the number of customers, is the lowest compared to other funding products. This is what makes researchers interested in research because they want to know the lack of sharia financial literacy or lack of interest. The aim of this research is to determine the simultaneous and significant influence of Islamic financial literacy on interest in deposit products at the Indonesian Islamic Bank, Garut branch office. The research method used in this research is quantitative with a descriptive approach with a Likert scale and the Slovin formula, with linear regression analysis techniques. Based on the results of the partial test for Sharia Financial Literacy, t count < t table 1,921 > 2.365 with a significance value of 0.05 = 0.05, meaning that Sharia financial literacy has a significant effect on interest in deposit products. Simultaneous test analysis shows that the Sharia Financial Literacy variable has a value The calculated F is 3,692, which exceeds the F table value of 3.09 (calculated F > F table). These results indicate that the independents together have a significant effect on the dependent. These findings confirm the significance of the influence of the variable of interest, so the null hypothesis (H₀) is rejected and the alternative hypothesis (H₁) is accepted Abstrak. Produk deposito pada Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Garut dilihat dari jumlah nasabah merupakan yang paling rendah dibandingkan produk Funding lainnya. Hal ini yang menjadikan peneliti tertarik untuk meneliti dikarenakan ingin mengetahui kurangnya literasi keuangan syariah atau kurangnya minat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan signifikan literasi keuangan syariah terhadap minat untuk produk deposito pada bank syariah indonesia kantor cabang garut. Metode penelitian ini digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan skala likert serta rumus slovin, dengan teknik analisis analisis regresi linier. Berdasarkan hasil Uji parsial untuk Literasi Keuangan Syariah t hitung < t tabel 1.921 < 2,365 dengan nilai signifikasi 0,05 = 0,05, artinya literasi keuangan syariah berpengaruh secara signifikan terhadap Minat untuk produk Deposito Analisis uji simultan menunjukkan bahwa variabel Literasi Keuangan Syariah memiliki nilai F hitung sebesar 3.692, yang melebihi nilai F tabel 3,09 (F hitung > F tabel). Hasil ini mengindikasikan independen bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap dependen. Temuan ini mengonfirmasi signifikansi pengaruh variabel minat, sehingga hipotesis nol (H₀) ditolak dan hipotesis alternatif (H₁) diterima. Kata Kunci: Literasi Keuangan Syariah, Deposito, Minat
Studi Komparasi pada Program dan Layanan Nasabah antara Bank BJB dengan Bank BJB Syariah Alfariedza Vania Zhafira; Popon Srisusilawati; Intan Manggala Wijayanti
Bandung Conference Series: Syariah Banking Vol. 3 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Syariah Banking
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssb.v3i2.14473

Abstract

Abstract. This research aims to analyze the programs and services of bank bjb and bank bjb syariah. This research uses quantitative and qualitative data with a descriptive analytical research approach, where the type of data used is secondary data obtained from the annual reports of bank bjb and bank bjb syariah for the period of 2010-2023 and a questionnaire to bank customers, primary data obtained from interviews with bank officials. The data is from the official websites of bank bjb and bank bjb syariah and other literature. The population in this research is 687 bank bjb customers and 538 bank bjb syariah customers. After using purposive sampling, there were 100 customers who became respondents in this study. The analysis methods used in this research are variability analysis, reliability analysis, and descriptive analysis using SPSS23 software. The findings of the research show that bank bjb and bank bjb syariah have almost the same programs and services, the difference between these two banks is that Islamic banks have Sharia principles. Islamic banks have advantages in transaction security and understanding specific customer needs. While bank bjb gets the advantage of modern and attractive physical facilities and prioritizing customer interests. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program dan layanan pada bank bjb dan bank bjb syariah. Penelitian ini menggunakan data kuantiatif dan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif analisis, dimana jenis data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan bank bjb dan bank bjb syariah periode 2010-2023 dan kuesioner kepada nasabah bank, data primer yang diperoleh dari wawancara kepada pihak bank. Data tersebut dari website resmi bank bjb dan bank bjb syariah dan literatur lainnya. Populasi dalam penelitian ini adalah 687 nasabah bank bjb dan 538 nasabah bank bjb syariah. Setelah melewati purposive sampling, terdapat 100 nasabah yang menjadi responden penelitian ini. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis variabilitas, analisis realibilitas, dan analisis deskriptif dengan perangkat lunak SPSS23. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa bank bjb dan bank bjb syariah memiliki program dan layanan yang hampir sama, perbedaan antara kedua bank ini yaitu bank syariah memiliki prinsip syariah. Bank syariah memiliki keunggulan dalam keamanan dalam bertransaksi dan memahami kebutuhan nasabah secara spesifik. Sedangkan bank bjb mendapatkan keunggulan dari hal fasilitas fisik yang terlihat modern dan menarik dan mengutanakan kepentingan nasabah. Saran peneliti antara lain melakukan perbaikan dari sisi kualitas layanan dan lebih mengembangkan program menarik bagi nasabah.
Strategi Peningkatan Inklusi Fintech P2P Financing Syariah dengan Metode Analytical Hierarchi Process Nuni Shilami; Zaini Abdul Malik; Mohamad Andri Ibrahim
Bandung Conference Series: Syariah Banking Vol. 3 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Syariah Banking
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssb.v3i2.14561

Abstract

Abstract. Sharia Fintech P2P Financing in Indonesia has experienced rapid growth since being regulated by POJK in 2016. However, the level of fintech inclusion in Indonesia is still low, reaching only 2.56%. This study aims to formulate a strategy to increase the inclusion of Sharia Fintech P2P Financing and identify its priority targets. Using qualitative methods and a case study approach, this study involved experts from various sharia fintech sectors. Data analysis was carried out using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method supported by the Super Decisions application. The results of the study show that: 1) the results of the study show that the Strategy to increase the inclusion of Sharia Fintech P2P Financing includes an in-depth information campaign for education and awareness, with an expert value of 0.338947, and focuses on direct involvement through effective education for prospective borrowers and investors. In addition, the strategy involves partnerships with financial institutions, especially Sharia Commercial Banks, with an expert value of 0.378623. Product Development prioritizes financing for certain communities, with an expert value of 0.427811429, while still paying attention to compliance with sharia principles. Socialization of market literacy and branding is also needed to form a positive perception of sharia finance, with an expert value of 0.29678. In an effort to expand access in villages, a comprehensive strategy is needed with an expert value of 0.317335714, while partnerships with social and educational institutions, especially at the secondary education level, require a structured approach to strengthen cooperation and understanding of sharia finance, with an expert value of 0.388875714. 2) The results of the study show that funders are the main priority in socializing sharia P2P Fintech financing products, with a respondent approval rate reaching 39% (W = 0.39) and a consistent inconsistency value (0.015953429), supporting the strategy to increase FinTech inclusion. Abstrak. Fintech P2P Financing Syariah di Indonesia yang telah mengalami pertumbuhan pesat sejak diatur oleh POJK pada tahun 2016. Meskipun demikian, tingkat inklusi fintech di Indonesia masih rendah, hanya mencapai 2,56%. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan inklusi Fintech P2P Financing Syariah dan mengidentifikasi target prioritasnya. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus, penelitian ini melibatkan pakar dari berbagai sektor fintech syariah. Analisis data dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang didukung oleh aplikasi Super Decisions.Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) hasil penelitin menunjukkan bahwa strategi untuk meningkatkan inklusi Fintech P2P financing syariah mencakup kampanye informasi yang mendalam untuk pendidikan dan kesadaran, dengan nilai pakar 0,338947, serta fokus pada keterlibatan langsung melalui edukasi efektif bagi calon peminjam dan investor. Selain itu, strategi melibatkan kemitraan dengan lembaga keuangan, terutama Bank Umum Syariah, dengan nilai pakar 0,378623. Pengembangan Produk lebih memprioritaskan pada pembiayaan komunitas tertentu, dengan nilai pakar 0,427811429, sambil memastikan kesesuaian dengan prinsip-prinsip syariah. Sosialisasi literasi pasar dan branding juga diperlukan untuk membentuk persepsi positif terhadap keuangan syariah, dengan nilai pakar 0,29678. Dalam upaya perluasan akses di desa, strategi komprehensif diperlukan dengan nilai pakar 0,317335714, sementara kemitraan dengan lembaga sosial dan pendidikan, terutama di tingkat pendidikan menengah, membutuhkan pendekatan terstruktur untuk memperkuat kerjasama dan pemahaman tentang keuangan syariah, dengan nilai pakar 0,388875714. 2) hasil penelitian menunjukkan bahwa pendana menjadi prioritas utama dalam mensosialisasikan produk-produk Fintech P2P financing syariah, dengan tingkat kesepakatan para responden mencapai 39% (W=0,39) dan nilai inconsistency yang konsisten (0,015953429), mendukung strategi peningkatan inklusi FinTech tersebut.
Pengaruh Variabel Makroekonomi terhadap Reksadana Syariah di Indonesia Luni Nur Rahmah; Eva Misfah Bayuni; Irma Yulita Silviany
Bandung Conference Series: Syariah Banking Vol. 3 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Syariah Banking
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssb.v3i2.14655

Abstract

Abstract. Sharia mutual funds are presented as an investment option in the capital market, particularly appealing to novice and small-scale investors. The performance of sharia mutual funds is often measured using the Net Asset Value (NAV) indicator. The development of this investment instrument is influenced by various factors that change from year to year. The growth of NAV in sharia mutual funds is frequently affected by various macroeconomic indicators, including the BI Rate, Inflation, Rupiah Exchange Rate, Money Supply, and others. This research aims to analyze the impact of these macroeconomic variables on the NAV of Sharia Mutual Funds. It uses a quantitative research methodology with secondary time series data, covering the period from January 2018 to April 2024. The data collected is monthly data, analyzed using the VAR VECM technique. Based on the results of the VECM estimation test, it is shown that the BI Rate and Money Supply do not have a significant influence on the NAV of Sharia Mutual Funds, both in the short and long term, as the t-statistic values are smaller than the t-table. Inflation only has an effect in the short term, with the t-statistic value exceeding the t-table. Meanwhile, the Rupiah Exchange Rate shows a significant influence in both the short and long term. And simultaneously (together) in the long term, only the Rupiah Exchange Rate is proven to have a significant influence on the NAV of Sharia Mutual Funds. Abstrak. Reksadana syariah hadir sebagai opsi investasi di pasar modal, terutama menarik bagi investor pemula dan berskala kecil. Kinerja reksadana syariah sering diukur menggunakan indikator Nilai Aktiva Bersih (NAB). Perkembangan instrumen investasi ini dipengaruhi oleh beragam faktor yang berubah dari tahun ke tahun. Pertumbuhan NAB reksadana syariah kerap dipengaruhi oleh berbagai indikator ekonomi makro, termasuk BI Rate, Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, Jumlah Uang Beredar dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel makroekonomi tersebut terhadap NAB Reksadana Syariah. Mengunakan metodologi penelitian kuantitatif data sekunder time series, selama periode Januari 2018 sampai April 2024 data yang diambil adalah data bulanan dengan teknik analisis VAR VECM. Berdasarkan hasil penelitian uji estimasi VECM menunjukkan bahwa BI Rate dan Jumlah Uang Beredar tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap NAB Reksadana Syariah, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, karena nilai t-statistik lebih kecil dari t-tabel. Inflasi hanya berpengaruh dalam jangka pendek, dengan nilai t-statistik melebihi t-tabel. Sementara itu, Nilai Tukar Rupiah menunjukkan pengaruh signifikan baik jangka pendek maupun panjang. Dan secara simultan (bersama-sama) dalam jangka panjang, hanya Nilai Tukar Rupiah yang terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap NAB Reksadana Syariah.
Pengaruh Program Microfinance terhadap Pengembangan Usaha Mikro Mustahik pada BAZNAS Kabupaten Lebak Muhammad Danu Attaraya; Zaini Abdul Malik; Ifa Hanifia Senjiati
Bandung Conference Series: Syariah Banking Vol. 3 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Syariah Banking
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssb.v3i2.15291

Abstract

Abstract. Abstract. Baznas Microfinance is a program that utilizes zakat funds to empower the economy, and this is done through providing microfinance for business capital to mustahik. Zakat distribution is divided into two areas: distribution and utilization. In fact, even though they have received assistance from the BAZNAS microfinance program in Lebak Regency, the poverty level is still increasing. This research aims to determine the influence of the Microfinance program on the development of mustahik micro businesses at BAZNAS Lebak Regency. This research uses the theory of the effectiveness of mustahiq empowerment in managing productive zakat funds according to Kasis and Siswanto, namely increasing income and independence. This research uses quantitative research methods in the form of numeric data that can be measured. Research data collection was based on questionnaires, interviews and literature study. The data processing method in this research is structural equation modeling (SEM) with a quantitative analysis approach that adopts Partial Least Square (PLS). Based on the results of the research that has been carried out, it can be concluded that the Business Feasibility Study variable (X1), the Counseling variable (X2), the Supervision variable (X3), and the Capital variable (X5) do not have a significant effect on the Income Increase (Y1) and Independence (X2) variables. ), only the Evaluation variable (X4) has an effect on the Income Increase (Y1) and Independence (X2) variables. The conclusion that can be drawn is that the microfinance program has no effect on the development of mustahik micro businesses at Baznas Lebak Regency. Abstrak. Baznas Microfinance merupakan program yang memanfaatkan dana zakat untuk memberdayakan ekonomi, dan ini dilakukan melalui penyediaan pembiayaan mikro untuk modal usaha kepada mustahik. Penyaluran zakat dibagi menjadi dua bidang: pendistribusian dan pendayagunaan. Faktanya, meskipun mereka sudah mendapatkan bantuan dari program microfinance BAZNAS Kabupaten Lebak namun tingkat kemiskinannya masih mengalami kenaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program Microfinance terhadap pengembangan usaha mikro mustahik pada BAZNAS Kabupaten Lebak. Penelitian ini menggunakan teori efektivitas pemberdayaan mustahiq dalam mengelola dana zakat produktif menurut Kasis dan Siswanto yaitu Peningkatan Pendapatan dan Kemandirian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif berupa data angka yang dapat diukur. Pengumpulan data penelitian berdasarkan kuisioner, wawancara dan studi pustaka. Metode pengolahan data dalam penelitian ini adalah dengan persamaan permodelan structural equation modeling (SEM) dengan pendekatan analisis kuantitatif yang mengadopsi Partial Least Square (PLS). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa variabel Studi Kelayakan Bisnis (X1), variabel Penyuluhan (X2), variabel Pengawasan (X3), dan variabel Permodalan (X5) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Peningkatan Pendapatan (Y1) dan Kemandirian (X2), hanya variabel Evaluasi (X4) yang berpengaruh terhadap variabel Peningkatan Pendapatan (Y1) dan Kemandirian (X2). Kesimpulan yang dapat diambil yaitu program microfinance tidak berpengaruh terhadap pengembangan usaha mikro mustahik pada Baznas Kabupaten Lebak.
Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), NPF dan NOM Terhadap Return On Assets (ROA) Bank Panin Dubai Syariah Periode 2018-2023 10010320024, Maisa Ulfa; Zaini Abdul Malik; Intan Manggala Wijayanti
Bandung Conference Series: Syariah Banking Vol. 5 No. 1 (2025): Bandung Conference Series: Syariah Banking
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssb.v5i1.18625

Abstract

Abstract. Bank Panin Dubai Syariah has experienced significant fluctuations in its Return on Assets (ROA), even reaching negative values in several periods. This indicates an imbalance in asset management and operational efficiency. ROA is influenced by several factors, such as Third Party Funds (DPK), Non-performing Financing (NPF), and Net Operating Margin (NOM). However, previous research has shown inconsistent results. This study aims to analyze the effect of DPK, NPF, and NOM on ROA at Bank Panin Dubai Syariah. This research uses a quantitative method with secondary data in the form of quarterly financial reports from 2018 to 2023. The analysis was conducted using multiple linear regression with the help of EViews 12 software. The results show that, partially, DPK and NOM have a positive and significant effect on ROA, with significance values of 0.0306 and 0.0000 respectively (less than 0.05). Meanwhile, NPF has no significant effect on ROA, as indicated by a significance value of 0.0617 (greater than 0.05). Simultaneously, DPK, NPF, and NOM significantly influence ROA with an F-statistic value of 4.015393 (greater than the F-table value of 3.10) and a significance level of 0.0000. Abstrak. Bank Panin Dubai Syariah mengalami fluktuasi signifkan pada Return On Asset (ROA), bahkan mencapai angka negative pada beberapa periode, yang mencerminkan ketidakseimbangan dalam pengelolaan asset dan efisiensi operasional. ROA di pengaruhi bebebrapa faktor, seperti Dana Pihak Ketiga (DPK), Non-performing Financing (NPF), dan Net Operating Margin (NOM), namun hasil penelitiansebelumnya menunjukan perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh DPK, NPF, dan NOM terhadap ROA pada Bank Panin Dubai Syariah. metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keungan triwulanan periode 2018- 2023. Analisis dilakukan mengunakan regresi liner berganda dengan bantuan software Eviews 12. Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, DPK dan NOM berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA dengan signifikansi masing-masing 0.0306 dan 0.0000 (lebih kecil dari 0,05). Sementara itu, NPF tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA karena nilai signifikansi sebesar 0.0617 (lebih besar dari 0,05). Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap ROA dengan nilai F-hitung 4.015393 (lebih besar dari F-tabel 3.10) dan nilai signifikansi 0.0000.
Pengaruh Strategi Layanan Digital Perbankan Syariah Terhadap Minat Generasi Z (Studi Kasus BSI KC Bandung Suniaraja) 10010321047, Lala Kartika; Zaini Abdul Malik; Irma Yulita Silviany
Bandung Conference Series: Syariah Banking Vol. 5 No. 1 (2025): Bandung Conference Series: Syariah Banking
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssb.v5i1.18647

Abstract

Abstract. The development of digital technology has brought significant changes in the Islamic banking industry. Generation Z as a potential market segment in the development of Islamic banking services in the digital era is known for its digital-native characteristics that have a high preference for fast services. The research aims to identify the digital service strategy implemented, measure the level of interest, and analyze the effect of Islamic banking digital service strategy on Gen Z interest at BSI KC Bandung Suniaraja partially. This research uses quantitative methods with a field research approach. The collection technique used a questionnaire to 100 respondents. The data analysis technique used simple linear regression analysis with SPSS version 23. The results of the study were the level of application of digital service strategies in Islamic banking of 64.8%, the level of interest of 60.31%, and partially the digital service strategy of Islamic banking had a significant effect on Gen Z's interest in BSI KC Bandung Suniaraja. This means that improvements in service quality, convenience, and service innovation have a direct impact on increasing Gen Z interest. Following up on the research findings, Islamic banks need to improve digital service strategies, especially in terms of technological innovation. Keywords: Digital Service Strategy, Interest, Generation Z, Islamic Banking Abstrak. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan di industri perbankan syariah. Generasi Z sebagai segmen pasar potensial dalam perkembangan layanan perbankan syariah di era digital dikenal dengan karakteristik digital-native yang memiliki preferensi tinggi terhadap layanan cepat. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi strategi layanan digital yang diterapkan, mengukur tingkat minat, serta menganalisis pengaruh strategi layanan digital perbankan syariah terhadap minat Gen Z di BSI KC Bandung Suniaraja secara parsial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan field research. Teknik pengumpulan menggunakan kuesioner pada 100 responden. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan SPSS versi 23. Hasil penelitiannya adalah tingkat penerapan strategi layanan digital pada perbankan syariah sebesar 64,8%, tingkat minat sebesar 60,31%, serta secara parsial strategi layanan digital perbankan syariah berpengaruh signifikan terhadap minat Gen Z di BSI KC Bandung Suniaraja. Artinya peningkatan dalam kualitas layanan, kemudahan, dan inovasi layanan berdampak langsung pada meningkatnya minat Gen Z. Menindaklanjuti temuan penelitian bank syariah perlu meningkatkan strategi layanan digital khususnya dalam hal inovasi teknologi. Kata Kunci: Strategi Layanan Digital, Minat, Generasi Z, Perbankan Syariah
Pengaruh CAR, NPF, NOM, ROA, dan FDR Terhadap Pembayaran Bagi Hasil Mudharabah ke Nasabah (Studi Kasus Bank Jabar Banten Syariah Periode 2015-2023) 10010321006, Ajeng Abril Azahra; Nanik Eprianti; Intan Manggala Wijayanti
Bandung Conference Series: Syariah Banking Vol. 5 No. 1 (2025): Bandung Conference Series: Syariah Banking
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssb.v5i1.18654

Abstract

Abstract. Islamic banks have a strategic role in channeling public funds through financing based on mudharabah contracts. In this scheme, the bank as shahibul maal channels funds to mudharib, with a profit-sharing system for business profits. This study aims to analyze the effect of CAR, NPF, NOM, ROA, and FDR on mudharabah profit-sharing payments at Bank Jabar Banten Syariah for the period 2015–2023. The study used a quantitative method with time series data from quarterly financial reports processed using multiple linear regression through Eviews 12. Data collection techniques were carried out through documentation and literature studies. The results of the study showed that partially, NOM and ROA had a significant effect on profit-sharing payments. ROA had a positive effect, while NOM had a negative effect. Meanwhile, CAR, NPF, and FDR did not have a significant effect. However, simultaneously, the five variables had a significant effect with a contribution of 44,40%. The limitation of this study lies in the scope of variables that only involve financial ratios. The novelty of this study lies in the use of the NOM ratio as an efficiency indicator analyzed against mudharabah profit sharing payments, offering a new perspective in the study of Islamic finance. Keywords: Financial performance, Mudharabah Profit Sharing, Customers. Abstrak. Bank syariah memiliki peran strategis dalam menyalurkan dana masyarakat melalui pembiayaan berbasis akad mudharabah. Dalam skema ini, bank sebagai shahibul maal menyalurkan dana kepada mudharib, dengan sistem bagi hasil atas keuntungan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh CAR, NPF, NOM, ROA, dan FDR terhadap pembayaran bagi hasil mudharabah pada Bank Jabar Banten Syariah periode 2015–2023. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan data time series dari laporan keuangan triwulanan yang diolah menggunakan analisis regresi linier berganda melalui Eviews 12. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, NOM dan ROA berpengaruh signifikan terhadap pembayaran bagi hasil. ROA berpengaruh positif, sedangkan NOM berpengaruh negatif. Sementara itu, CAR, NPF, dan FDR tidak berpengaruh signifikan. Namun, secara simultan, kelima variabel berpengaruh signifikan dengan kontribusi sebesar 44,40%. Keterbatasan penelitian ini terletak pada cakupan variabel yang hanya melibatkan rasio keuangan. Kebaruan penelitian ini terdapat pada penggunaan rasio NOM sebagai indikator efisiensi yang dianalisis terhadap pembayaran bagi hasil mudharabah, menawarkan perspektif baru dalam kajian keuangan syariah. Kata Kunci: Kinerja keuangan, Bagi Hasil Mudharabah, Nasabah
Pengaruh Promosi, Keterjangkauan, dan Reputasi BSI terhadap Pemahaman Nasabah dalam Menggunakan Pembiayaan Syariah Muhammad Rifqi Suhana; Eva Misfah Bayuni; Akhmad Yusup
Bandung Conference Series: Syaria Banking Vol. 4 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Syariah Banking
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssb.v4i2.18677

Abstract

Abstract. The lack of public understanding of Islamic financing products remains a major obstacle in the development of Islamic finance in Indonesia. This study aims to analyze the influence of social media promotion, product affordability, and the reputation of Bank Syariah Indonesia (BSI) on customers’ understanding in using Islamic financing products. A quantitative approach with survey techniques was employed by distributing questionnaires to 77 respondents in Kampung Babakan Village, Ciburial Village Subdistrict, Cimenyan District, Bandung Regency. Data analysis was conducted using multiple linear regression assisted by SPSS version 23. The results indicate that both simultaneously and partially, social media promotion,the affordability of products,and BSI’s reputation significantly affect customer understanding. The simultaneous test significance value of 0.000 shows that all three independent variables have a real impact on the dependent variable. Furthermore, the Adjusted R Square value of 0.812 indicates that 81.2% of variations in customer understanding can be explained by these three variables while the remaining 18.8% is influenced by other factors outside this research model. These findings emphasize the importance of effective promotional strategies through social media, easy access to affordable financing products,and a positive reputation from Islamic financial institutions as key factors shaping public understanding. These three aspects complement each other and can serve as a foundation for enhancing literacy and expanding the useof Islamic financing products more broadly among society. Abstrak. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap produk pembiayaan syariah masih menjadi kendala utama dalam pengembangan keuangan syariah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi melalui media sosial, keterjangkauan produk, dan reputasi Bank Syariah Indonesia (BSI) terhadap tingkat pemahaman nasabah dalam menggunakan produk pembiayaan syariah. Pendekatan kuantitatif dengan teknik survei digunakan, dimana kuesioner dibagikan kepada 77 responden di Kampung Babakan, Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan aplikasi SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi media sosial, keterjangkauan produk, dan reputasi Bank BSI berpengaruh signifikan terhadap pemahaman nasabah. Nilai signifikansi uji simultan sebesar 0,000 mengindikasikan bahwa ketiga variabel independen memiliki pengaruh nyata terhadap variabel dependen. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,812 menunjukkan bahwa 81,2% variasi pemahaman nasabah dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut; sisanya sebesar 18,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi promosi yang efektif melalui media sosial, kemudahan akses terhadap produk pembiayaan yang terjangkau serta reputasi positif lembaga keuangan syariah sebagai faktor kunci dalam membentuk pemahaman masyarakat. Ketiga aspek tersebut saling melengkapi dan dapat dijadikan dasar untuk meningkatkan literasi serta memperluas penggunaan produk pembiayaan syariah secara lebih luas di kalangan masyarakat.

Page 3 of 4 | Total Record : 35