cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsibc@unisba.ac.id
Phone
+6282118320445
Journal Mail Official
bcsibc@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Islamic Broadcast Communication
ISSN : -     EISSN : 28282485     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsibc.v2i2
Core Subject : Religion, Education,
Bandung Conference Series Islamic Broadcast Communication (BCSIBC) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Komunikasi Penyiaran Islam dengan ruang lingkup Akhlak Komunikasi Dakwah, Aqidah Komunikasi Dakwah, Beribadah Dakwah, Bulletin Dakwah, Dakwah Media Sosial, Dasar-dasar Islam, Keagamaan, Nilai Dakwah Islam, Nilai-nilai Tauhid, Pengajian, Perilaku Keagamaan, Pesan Dakwah, Pesantren Mahasiswa, Media dakwah, Program Radio dakwah, Sikap. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 1 Documents
Search results for , issue "189-198" : 1 Documents clear
Analisis Semiotika Nilai Spiritual pada Lirik Lagu “Apa yang Tak Bisa” Karya Band Rumah Sakit (Analisis Roland Barthes) Imam Taufik; Chairiawaty; Bambang Saiful Ma'arif
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 189-198
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.24636

Abstract

Abstract. This study is motivated by a phenomenon in which university students consume the song “Apa Yang Tak Bisa” by Rumahsakit as emotional relief without connecting it to spiritual reflection. YouTube comments confirm deep resonance: one listener reported renewed gratitude after fourteen childless years of marriage; another cited the song as a reason to keep living. This indicates the song functions as psychospiritual catharsis whose theological content has not been academically examined. Using qualitative descriptive research with Roland Barthes’s semiotic approach, this study analyzes the lyrics through three levels: denotation, connotation, and myth. Results show the song builds a coherent narrative from unfulfilled effort and prayer, through emotional release, to religious surrender. At the myth level, the lyrics dismantle two urban assumptions that sincere effort yields instant results, and that letting go equals defeat replacing them with a theological frame in which every unattained outcome conceals hidden wisdom. Three Islamic spiritual values emerge: tawakal (trust in God after maximal effort), qada (acceptance of present reality), and qadar (confidence in a divinely ordained future). The findings demonstrate that independent popular music can serve as an effective medium of cultural da’wah, conveying Islamic values inclusively without explicit religious jargon. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena konsumsi lagu “Apa Yang Tak Bisa” karya Rumahsakit di kalangan mahasiswa yang menggunakannya sebagai pelarian emosional, namun jarang menautkannya dengan kesadaran spiritual. Komentar pendengar di YouTube resmi band mengonfirmasi resonansi mendalam: seorang pendengar 14 tahun tanpa anak mengaku syukurnya makin kuat, pendengar lain menyebutnya alasan bertahan hidup. Fenomena ini menunjukkan lagu berfungsi sebagai medium katarsis psikospiritual yang belum dikaji secara akademis. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes, membedah lirik melalui tiga tataran: denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil menunjukkan lagu membangun narasi runtut dari ikhtiar yang belum berbuah, pelepasan emosi, hingga penyerahan diri religius. Pada tataran mitos, lagu membongkar dua mitos urban bahwa usaha keras pasti berbuah instan dan melepaskan berarti kalah dan menggantinya dengan bingkai teologis bahwa setiap ketetapan yang tidak tercapai menyimpan hikmah. Tiga nilai spiritual Islam teridentifikasi: tawakal (berserah setelah ikhtiar maksimal), qada (penerimaan realitas), dan qadar (keyakinan pada skenario masa depan yang baik). Temuan membuktikan musik indie dapat menjadi medium dakwah kultural efektif yang menyampaikan nilai Islam secara inklusif tanpa jargon keagamaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 1