cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsibc@unisba.ac.id
Phone
+6282118320445
Journal Mail Official
bcsibc@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Islamic Broadcast Communication
ISSN : -     EISSN : 28282485     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsibc.v2i2
Core Subject : Religion, Education,
Bandung Conference Series Islamic Broadcast Communication (BCSIBC) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Komunikasi Penyiaran Islam dengan ruang lingkup Akhlak Komunikasi Dakwah, Aqidah Komunikasi Dakwah, Beribadah Dakwah, Bulletin Dakwah, Dakwah Media Sosial, Dasar-dasar Islam, Keagamaan, Nilai Dakwah Islam, Nilai-nilai Tauhid, Pengajian, Perilaku Keagamaan, Pesan Dakwah, Pesantren Mahasiswa, Media dakwah, Program Radio dakwah, Sikap. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 1 Documents
Search results for , issue "207-216" : 1 Documents clear
Nilai Ketauhidan dalam Lirik Lagu Sandaran Hati Karya Letto Fikry Maulana Yusuf; Parihat Kamil; Ahmad Muttaqin
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 207-216
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.24832

Abstract

Abstract. This study examines the representation of tawhid (monotheism) values in the lyrics of the song “Sandaran Hati” by Letto through the perspective of dakwah bil hikmah (preaching with wisdom). The background of this research is the growing role of popular music as a medium of meaning production for young digital-native audiences, whose engagement with religious values increasingly occurs through cultural texts rather than formal religious instruction. Using a qualitative approach and Roland Barthes’s semiotic analysis, this study dissects the lyrics through a two-order system of signification (denotation and connotation) up to the level of myth or theological ideology. Data were collected through documentation of the song lyrics and literature study of relevant theoretical sources, then analyzed by identifying signs, interpreting their connotative meaning, and abstracting the underlying myth. The results show that at the denotative level, the lyrics depict human limitation, fragility, and existential alienation within the material world. At the connotative level, the metaphor “sandaran hati” (heart’s resting place) is deconstructed from its conventional romantic meaning into a symbol of an absolute and eternal source of dependence, namely Allah SWT. At the mythical level, the song represents the value of tawhid integratively, covering the dimensions of aqidah (awareness of God’s constant presence), syariat (commitment to primordial obedience), and akhlak (tawakal, khauf, and raja’). This study concludes that popular music can function as an effective medium of soft, contemporary dakwah that reaches broad audiences without provoking psychological resistance. Abstrak. Penelitian ini mengkaji representasi nilai ketauhidan dalam lirik lagu “Sandaran Hati” karya Letto melalui perspektif komunikasi dakwah bil hikmah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari semakin besarnya peran musik populer sebagai ruang produksi makna bagi generasi muda digital, yang internalisasi nilai keagamaannya kini banyak berlangsung melalui teks budaya dan bukan semata melalui pengajaran agama yang formal. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis semiotika Roland Barthes, penelitian ini membedah lirik lagu melalui sistem signifikasi dua tahap, yaitu denotasi dan konotasi, hingga menyentuh tataran mitos atau ideologi teologis. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi terhadap teks lirik lagu dan studi kepustakaan terhadap sumber-sumber teoretis yang relevan, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi tanda, menafsirkan makna konotatifnya, lalu mengabstraksi mitos yang melatarinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tataran denotatif, lirik lagu ini menggambarkan keterbatasan, kerapuhan, dan alienasi eksistensial manusia di dunia materi. Pada tataran konotatif, metafora “sandaran hati” didekonstruksi dari makna romantis konvensional menjadi simbol tempat bergantung yang absolut dan abadi, yaitu Allah Swt. Pada tataran mitos, lagu ini merepresentasikan nilai ketauhidan secara integratif yang mencakup aspek akidah (kesadaran akan kemahahadiran Ilahi), syariat (komitmen ketaatan primordial), dan akhlak (tawakal, khauf, dan raja’). Penelitian ini menyimpulkan bahwa musik populer dapat menjadi medium dakwah kontemporer yang halus (soft-selling) dan mampu menjangkau khalayak luas tanpa memunculkan resistensi psikologis.

Page 1 of 1 | Total Record : 1