cover
Contact Name
Hendra Rustiawan
Contact Email
jurnal_keolahragaan@unigal.ac.id
Phone
+6282214951874
Journal Mail Official
jurnal_keolahragaan@unigal.ac.id
Editorial Address
Jl. RE. Martadinata No.150 Kabupaten Ciamis - Jawa Barat - Indonesia
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keolahragaan
Published by Universitas Galuh
ISSN : 24432075     EISSN : 27150062     DOI : http://dx.doi.org/10.25157/jkor.v8i2.7362
Jurnal Keolahragaan merupakan jurnal saintifik yang terbit setiap bulan April dan Oktober. Untuk versi cetak mulai terbit bulan April tahun 2015 dan pada tahun 2019 Jurnal Keolahragaan menerbitkan versi online. Misi Jurnal Keolahragaan adalah menjadi publisher artikel dalam bidang pendidikan jasmani dan keolahragaan yang memiliki reputasi baik nasional maupun internasional. Jurnal Keolahragaan mempublikasikan artikel terkait bidang: 1. Ilmu keolahragaan termasuk biomekanika olahraga 2. Fisiologi Olahraga 3. Sosiologi Olahraga 4. Psikologi Olahraga 5. Aktivitas Fisik 6. Pendidikan Jasmani
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2024): April" : 8 Documents clear
Analisis Peran Orang Tua Dalam Mendukung Prestasi Cabang Olahraga Bola Basket di Sekolah MA Jakarta Pusat Wijaya, Habibi Hadi; Muhammad Rzky, Muhammad Rizky; Nurhadi, Maha Dewi Afifah; Bima Sentana, Bima Sentana; Alkautsar, Fata Azima
Jurnal Keolahragaan Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v10i1.13821

Abstract

This study aims to analyze the role of parents in supporting basketball in achievement in Central Jakarta MA schools. The research method used is data collection with a distributed questionnaire questionnaire. This type of research approach uses quantitative. The entire population studied was sampled with a total of 16 basketball athletes, where the total population was female-dominated 11 (68.8%) samples, while the male population was only 5 (31.3%) samples. Data collection was carried out using a goggle form questionnaire consisting of 29 detailed statement items with the answers using a Likert scale, namely; STS, TS, S and SS, then the data was processed using SPSS 23 statistics. The number of statements is 29 item items, of which 17 are positive and 12 are negative. Of the total score there is an amount of 1,440, the average value obtained is 3,103, for the minimum value is 1 and the maximum value is 4, then the overall variant value generated is 0.086, the standard deviation value obtained as a whole is 0.186. . The results of the data show that the education of athletes includes the most 12th grade high school with a total of 10 (62.5%), while the least is in 11th grade high school with a total of 2 (12.5%). In addition, there are 100% age characteristics of athletes, they started basketball from the age of 15 to 19 years. In conclusion, the role of parents in achieving an athlete's achievement is very important and varied. First, the emotional and motivational support provided by parents can be a major driver of athlete achievement.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam mendukung cabang olahraga bola basket dalam prestasi di sekolah MA Jakarta Pusat. Metode penelitian yang digunakan adalah pengumpulan data dengan angket kuesioner yang disebarluaskan. Jenis pendekatan penelitian ini menggunakan kuantitatif. Seluruh populasi yang diteliti dijadikan sampel dengan jumlah 16 atlet bola basket, dimana total populasi berdominan perempuan 11 (68,8%) sampel, sedangkan populasi laki-laki hanya 5 (31,3%) sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket kuesioner goggle form yang terdiri dari 29 item pernyataan terperinci dengan jawaban tersebut menggunakan skala likert yaitu ; STS, TS, S dan SS, kemudian data tersebut diolah menggunakan statistic SPSS 23. Jumlah pernyataan 29 item butir soal, diantaranya terdapat 17 dinyatakan positif dan 12 dinyatakan negatif. Dari keseluruhan skor terdapat jumlah sebesar 1.440, nilai rata-rata didapatkan berjumlah 3.103, untuk nilai minimum berjumlah 1 dan nilai maksimum berjumlah 4, kemudian nilai varian keseluruhan yang dihasilkan berjumlah 0.086, nilai simpangan baku yang diperoleh keseluruhan sebesar 0.186. Hasil dari data tersebut terdapat Pendidikan atlet diantarannya paling banyak SMA kelas 12 dengan total 10 (62,5%), sedangkan paling sedikit berada di SMA kelas 11 dengan total 2 (12,5%). Selain itu terdapat karakteristik usia atlet 100% mereka memulai bola basket sejak usia 15 sampai 19 tahun. Kesimpulannya eran orang tua dalam mencapai prestasi seorang atlet sangat penting dan beragam. Pertama, dukungan emosional dan motivasional yang diberikan oleh orang tua dapat menjadi pendorong utama bagi prestasi atlet. 
Pengaruh Latihan Medicine-ball Push Throw and Sprint dengan Rotational Medicine-ball Throw and Sprint Terhadap Peningkatan Sprint dan Power Lengan Ramdan, Mochamad Faisal; Rustiawan, Hendra; Sudrazat, Adang
Jurnal Keolahragaan Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v10i1.14516

Abstract

Changes for the better in sprinting and arm power are the goals resulting from treatment of medicine-ball push throw and sprint exercises with rotational medicine-ball throw and sprint. Research method of pre-experiment. The location was at the Bared FC football field in Banjar City. The selection of players used all 20 players aged 16-17 years. The test given was throwing a medicine ball over the head. The data processing process uses SPSS series 24. The results: 1. There was a positive influence on medicine-ball push throw and sprint as a result of sprint speed and arm power in Bared FC football players in Banjar City. 2. There was a positive influence on rotational medicine-ball throw and sprint as a result of sprint speed and arm power in Bared FC football players in Banjar City. 3. There was a better difference between medicine-ball push throw and sprint training and rotational medicine-ball throw and sprint training on the results of sprint speed and arm power in Bared FC football players in Banjar City. Conclusion: Medicine-ball push throw and sprint training with rotational medicine-ball throw and sprint training increases sprint speed and arm power in Bared FC football players in Banjar City. Suggestion: When carrying out training or teaching medicine-ball push throw and sprint movements with rotational medicine-ball throw and sprint movements at the beginner level, they must be closely supervised by a football coach who really knows the rules of good and correct training.Perubahan menjadi lebih baik untuk lari sprint dan power lengan adalah tujuan hasil dari perlakuan latihan medicine-ball push throw and sprint dengan rotational medicine-ball throw and sprint. Pre-eksperimen yang digunakan sebagai metode penelitian studi ini. Lokasinya di lapangan sepakbola Bared FC Kota Banjar. Pemilihan pemain menggunakan seluruh pemain yang berusia 16-17 tahun sebanyak 20 orang. Tes yang diberikan yaitu lemparan bola medicine di atas kepala. Proses pengolahan data menggunakan SPSS serie 24. Hasil studi yaitu: 1. Adanya pengaruh yang positif untuk medicine-ball push throw and sprint  hasil dari kecepatan sprint dan power lengan pada pemain sepakbola Bared FC Kota Banjar. 2. Adanya pengaruh yang positif untuk rotational medicine-ball throw and sprint hasil dari kecepatan sprint dan power lengan pada pemain sepakbola Bared FC Kota Banjar. 3. Ada perbedaan yang lebih baik antara latihan medicine-ball push throw and sprint  dan latihan rotational medicine-ball throw and sprint hasil dari kecepatan sprint dan power lengan pada pemain sepakbola Bared FC Kota Banjar. Kesimpulan: Medicine-ball push throw and sprint dan rotational medicine-ball throw and sprint hasil dari kecepatan sprint dan power lengan pada pemain sepakbola Bared FC Kota Banjar. Saran: medicine-ball push throw and sprint  dengan gerakan rotational medicine-ball throw and sprint dapat dijadikan sebagai latihan lari cepat dan lemparan bola dengan tujuan memiliki lemparan bola yang masimal serta kecepatan lari yang baik.
Perbandingan Pengaruh Latihan Zig-zag Cross-over Shuffle dengan Latihan Bag weaves Terhadap Peningkatan Kelincahan Husna, Nurul; Risma, Risma; Rustiawan, Hendra
Jurnal Keolahragaan Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v10i1.14480

Abstract

The study was conducted to examine agility as a dependent variable. The method uses pre-experimentation. Pretest-posttest two group design is the design used. The research location is SMP Negeri 2 Sukaraja, Tasikmalaya Regency. The number of subjects was 30 people. Subject selection applied total sampling method. Data analysis applies SPSS 24. The measuring tool is the zig zag run test. The results of the study are: 1. The zig-zag cross-over shuffle exercise has an effective role in positive changes in the agility of students at SMP Negeri 2 Sukaraja, Tasikmalaya Regency. Bag weaves training has an effective role in positive changes in the agility of students at SMP Negeri 2 Sukaraja, Tasikmalaya Regency. 3. It can be seen that there is a difference between the zig-zag cross-over shuffle exercise and bag weaves which are effective for positive changes in the agility of students at SMP Negeri 2 Sukaraja, Tasikmalaya Regency. Conclusion: Data shows that group A (zig-zag cross-over shuffle) and group B (bag weaves) play an effective role in positive changes in student agility at SMP Negeri 2 Sukaraja, Tasikmalaya Regency.Studi yang dilakukan untuk meneliti kelincahan sebagai variabel terikat. Metode menggunakan pre-eksperimen. Pretest-postest two group design merupakan desain yg dipakai. Lokasi penelitian di SMP Negeri 2 Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. Jumlah subjek yaitu 30 orang. Pemilihan subjek menerapkan cara total sampling. Analisis  data menerapkan SPSS 24. Alat ukurnya adalah zig zag run test. Hasil studi yaitu: 1. Latihan zig-zag cross-over shuffle  memiliki peran yang efektif untuk perubahan positif kelincahan siswa SMP Negeri 2 Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. Latihan bag weaves memiliki peran yang efektif untuk perubahan positif kelincahan siswa SMP Negeri 2 Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. 3. Terlihat adanya ketidaksamaan antara latihan zig-zag cross-over shuffle  dengan bag weaves yang efektif untuk perubahan positif kelincahan siswa SMP Negeri 2 Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. Kesimpulan: Kelompok A (zig-zag cross-over shuffle ) dan kelompok B (bag weaves) secara data adanya peran yang efektif untuk perubahan positif kelincahan siswa SMP Negeri 2 Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. 
Karakteristik Antopometrik Pemain Sepakbola SMK YPIA Cimanggu Kabupaten Cilacap Tobroni, Ahmad; Nursasih, Isna Daniyati; Rohendi, Andang
Jurnal Keolahragaan Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v10i1.14485

Abstract

Antopometric characteristics in the somatotype section are studies that are researched using the ex post facto method applying survey techniques, namely administering tests and measurements. The subjects involved were 15 soccer players from the YPAI Cimanggu Vocational School team, Cilacap Regency. The total sampling was used this research. Data analysis uses percentages. The measuring tool used is the somatotype test. The results prove that 15 students fall into the category of mesomorph and ectomomorph (M.Ec.) 6.67%, balanced ectomorph (B.M.) 40%, mesomorph endomorph (M.En.) 6.67%, endomorph ectomorph (En.Ec .) 20%, ectomorph mesomorph (Ec.M.) 20%, ectomorph mesomorph (M.Ec.) 6.67%. Conclusion. The difference in somatotype index as a benchmark for adjusting mobility based on sport, in this case is the position of a football player.Karakteristik antopometrik pada bagian somatotype adalah studi yang diteliti dengan menggunakan metode expost facto menerapkan teknik survei yaitu pemberian tes dan pengukuran. Subjek yang terlibat adalah pemain sepakbola tim SMK YPAI Cimanggu Kabupaten Cilacap 15 orang. Penerapan teknik sampel yaitu total sampling. Analisis data memakai persentase. Alat ukur yang dipaki yaitu tes somatotype. Hasilnya membuktikan bahwa siswa yang berjumlah 15 orang masuk pada kategori mesomorf dan ectomomorf  (M.Ec.) 6.67 %, balanced ectomorp (B.M.) 40%, mesomorp endomorp (M.En.) 6,67%, endomorp ectomorp (En.Ec.) 20%, ectomorp mesomorp (Ec.M.) 20%, mesomorp ectomorp (M.Ec.) 6,67%. Kesimpulan. Perbedaan indeks somatotype sebagai tolak ukur untuk menyesuaikan mobilitas berdasarkan olahraga dalam hal ini adalah posisi pemain sepakbola
Perbandingan Pengaruh Latihan Colorado Experiment dengan Burn out Terhadap Peningkatan Volume Otot Dada Setiawan, Tedi; Hartono, Tony; Ropi, Ucu Abdul
Jurnal Keolahragaan Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v10i1.14570

Abstract

The independent variables consist of the Colorado experiment and burn out. The aim of this study is to change the appearance of chest muscle volume. The research uses a pre-experimental method. Pretest-posttest two group design as the research design. The location of this study is Diamond Fitness. The total research subjects were 14 men divided into two research groups. The measuring tool used is circumference measurements only on the chest circumference. The statistical data processing process applies the SPSS 25 application. The results of this study are 1. Exercise using the Colorado Experiment system has a significant effect on increasing chest muscle volume. 2. Training using the burnout system has a significant effect on increasing chest muscle volume. 3. There is no significant difference between training using the Colorado Experiment system and burn out on increasing chest muscle volume. Conclusion: The independent variables consisting of the Colorado experiment and burnout showed better changes in chest muscle volume in Diamond Fitness members. Suggestion: A variety of exercise variations must be used so that the right training method can be found for each individual Diamond Fitness member.Variabel bebas terdiri dari colorado experiment dan burn out adalah tujuan dari studi ini untuk merubah penampilan pada volume otot dada. Penelitian menggunakan metode pre-experimen. Pretest-postest two group design sebagai desain penelitian. Lokasi studi ini adalah di Diamond Fitness. Subjek penelitian keseluruhan berjumlah 14 orang putra dibagi menjadi dua kelompok penelitian. Alat ukur yang digunakan yaitu circumference measurements hanya pada bagian lingkar dada. Proses pengolahan data statistik menerapkan aplikasi SPSS 25. Hasil studi ini adalah 1. Latihan menggunakan sistem colorado experiment memperlihatkan hasil yang lebih baik pada volume otot dada. 2. Menggunakan sistem burnout memperlihatkan hasil yang lebih baik pada massa otot dada. 3. Ke-dua metode tersebut tidak terlihat keunggulan atau sebaliknya ke-dua variabel bebas tersebut mempunyai perubahan positif yang lebih baik pada volume otot dada. Kesimpulan: Variabel bebas yang terdiri dari colorado experiment dan burnout adanya perubahan yang lebih baik untuk volume otot dada pada anggota Diamond Fitness. Saran: Berbagai variasi latihan harus digunakan agar dapat ditemukan metode latihan yang tepat bagi setiap masing-masing individu anggota Diamond Fitness.
Pengaruh Latihan Single-Arm Push Pass Dengan Single-Leg Standing Push Pass Terhadap Peningkatan Power Lengan Saputra, Oki Pratama; Sutisna, Nana; Sugiawardana, Ruli; Erlina, Terra
Jurnal Keolahragaan Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v10i1.14479

Abstract

Arm power is the discussion and also the dependent variable that will be revealed here. The method used is pre-experimental pretest-posttest group design. The location used for research is SMK Komputama Majenang, Cilacap Regency. The subjects used were a group of 30 men, meaning that all students as volleyball players were involved in this research. Two hand medicine ball put is used as a measuring tool. The analysis used was the SPSS series 24 application. Research results: The single-arm push pass exercise had a very good effect on improving eye and hand coordination in students at Komputama Majenang Vocational School, Cilacap Regency. The single-leg standing push pass exercise has a very good effect on improving eye and hand coordination in students at Komputama Majenang Vocational School, Cilacap Regency. There is a good difference between the single-arm push pass exercise and the single-leg standing push pass in positive changes for eye and hand coordination in students at Komputama Majenang Vocational School, Cilacap Regency. The recommendation from the research results is that carrying out exercises or doing arm power training at upper intermediate to advanced levels requires a variety of movements that lead to arm power because there are many other forms of exercise apart from the single-arm push pass and the single-leg standing push pass.Explosive otot lengan adalah pembahasan dan sekaligus variabel terikat yang akan diungkapkan di sini. Metode yang dipakai yaitu pre-experimental pretest-postest group design. Lokasi yang dijadikan penelitian yaitu SMK Komputama Majenang Kabupaten Cilacap. Subjek yang dipakai yaitu kelompok putra 30 orang, artinya seluruh siswa sebagai pemain bolavoli terlibat dalam penelitian ini. Tes melempar bola medicine dengan ke-dua lengan digunakan sebagai alat ukur. Analisis menggunakan aplikasi SPSS seri 24. Hasil penelitian: Latihan single-arm push pass berpengaruh sangat baik pada peningkatan koordinasi mata dan tangan pada siswa SMK Komputama Majenang Kabupaten Cilacap. Latihan single-leg standing push pass berpengaruh sangat baik pada peningkatan koordinasi mata dan tangan pada siswa SMK Komputama Majenang Kabupaten Cilacap. Terlihat perbedaan yang baik antara latihan single-arm push pass dengan single-leg standing push pass pada perubahan positif untuk koordinasi mata dan tangan pada siswa SMK Komputama Majenang Kabupaten Cilacap. Rekomendasi hasil penelitian bahwa melakukan latihan ataupun dalam melakukan pelatihan power lengan pada tingkat menengah atas sampai mahir diperlukan berbagai macam variasi gerakan yang mengarah kepada power lengan karena bentuk latihan masih banyak selain single-arm push pass dengan single-leg standing push pass.
Pengembangan Instrument Test Akurasi Tendangan Long Pass Pada Cabang Olahraga Sepakbola Rustiawan, Hendra; Sutisna, Nana; Risma, Risma; Rohendi, Andang
Jurnal Keolahragaan Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v10i1.14644

Abstract

This research aims to produce a long pass test instrument product, namely using a 3x3 meter box in which 1x1 meter has varying values while comparing it with old test instruments. The research method used is R & D (Research and Development). The results obtained have a correlation value (r) of 0.4. based on the strength of the relationship it can be said to be "Enough." Implications: Based on the level of use, the new long pass kick test instrument is better used at the amateur player or Football School (SSB) level, while the old long pass kick test instrument is better given to the professional football player level.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk instrumen tes long pass yaitu menggunakan kotak 3x3 meter yang di dalamnya berukuran 1x1 meter memiliki nilai yang bervariasi sekaligus membandingkan dengan instrumen tes lama Metode penelitian yang digunakan adalah R & D (Research and Development). Hasil yang diperoleh nilai korelasi (r) 0.4. berdasarkan kekuatan hubungan dapat dikatakan “Cukup.” Implikasi : Berdasarkan pada tingkatan penggunaannya bahwa instrumen tes tendangan long pass baru lebih baik digunakan pada tingkatan pemain amatir atau tingkatan Sekolah Sepak Bola (SSB), sedangkan untuk instrumen tes tendangan long pass lama lebih baik diberikan pada tingkatan pemain sepak bola professional.
Perbandingan Pengaruh Latihan Standing Rotation dengan Seated Rotation Terhadap Peningkatan Daya Tahan Otot Perut dan Core Tyas, Karinaning; Maryati, Sri; Rezha, Mohamad
Jurnal Keolahragaan Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v10i1.11562

Abstract

This activity was carried out to obtain data on changes in muscle endurance and abdominal circumference for Yos Sudarso Kawungaten Middle School students, Cilacap Regency. The number of students involved in the sample was 30 boys. The method was applied in this research was total sampling, with a pre-experimental design procedure. Plank is used as a test measuring tool. The results of SPSS series 24 can be interpreted as follows: 1. There are good changes in the results of standing rotation for the dependent variables, namely muscle endurance and waist circumference. 2. There are good changes in the results of seated rotation for the dependent variables, namely muscle endurance and waist circumference. 3. Likewise with the two variables, from standing rotation to the dependent variable, namely muscle endurance and waist circumference. Suggestion: The physical condition component of power is applied in the form of standing rotation and seated rotation exercises because there is leg movement by jumping, this is supported in sports that contain elements of jumping or jumping, such as in volleyball, football, several athletic events, and many more.Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan data perubahan muscle endurance dan lingkar perut untuk siswa SMP Yos Sudarso Kawungaten Kabupaten Cilacap. Jumlah siswa yang terlibat sebagai sampel yaitu 30 orang putra. Metode total sampling diterapkan pada penelitian ini, dengan prosedur pre eksperimental design. Plank digunakan sebagai alat ukur tes. Hasil dari SPSS serie 24 dapat diinterpretasikan yaitu: 1. Adanya perubahan yang baik hasil dari standing rotation untuk variabel terikatnya yaitu muscle endurance dan lingkat pinggang. 2. Adanya perubahan yang baik hasil dari seated rotation untuk variabel terikatnya yaitu muscle endurance dan lingkat pinggang. 3. Begitu pula dengan kedua variabel, dari standing rotation untuk variabel terikatnya yaitu muscle endurance dan lingkat pinggang. Saran: Komponen kondisi fisik power merupakan penerapan pada bentuk latihan standing rotation  dan seated rotation   karena terdapat gerakan tungkai dengan cara melakukan lompatan, hal ini menunjang dalam olahraga yang mengandung unsur lompatan atau loncatan seperti pada olahraga bolavoli, sepakbola, beberapa nomor atletik, dan banyak lagi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8