cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcses@unisba.ac.id
Phone
+6285776688054
Journal Mail Official
bcses@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Economics Studies
ISSN : -     EISSN : 28282558     DOI : https://doi.org/10.29313/bcses.v2i2
Core Subject : Economy,
Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data Envelopment Analysis. Demand, Efisiensi, Ekspektasi Inflasi, Era Digital UMKM, Etika bisnis islam, Faktor Penarik dan Migrasi Internasional, Faktor Pendorong, fathanah, FDR, Frontier Stokastik, Fungsi Produksi, Good Coorporate Governance (GCG), Hearing, Inflasi, IPM Maqashid syariah, istiqamah, Jumlah Uang Beredar, Kecukupan Modal, Konfeksi, Kualitas Aset, Lembaga Pengelola Zakat, Likuiditas. Mudharabah, NOM, NPF, Output Nasional, Nilai Tukar Jumlah, Penduduk Miskin, PAD, PDRB, Pegawai, Mudharabah, Pendayagunaan Zakat, Pengelola, Perspektif Masyarakat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Profitabilitas, Program Edukasi, Rentabilitas, RGEC, ROA, shiddiq, tabligh, Upah Minimum, Upah Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Mikro, Zakat. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 267 Documents
Pengaruh Laju Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi, dan Jumlah Peserta Dana Pensiun terhadap Penghimpunan Dana Pensiun di Indonesia Tahun 2013-2022 Nazri Nasier; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11154

Abstract

Abstract. This research was conducted with the aim of determining the influence of the rate of economic growth, inflation and the number of pension fund participants on the collection of pension funds in 2013-2022 and to determine the magnitude of variations in the rate of economic growth, inflation and the number of pension fund participants on the collection of pension funds in 2013-2022. In this research the author used descriptive quantitative and verification research. The definition of quantitative is that quantitative research methods can be interpreted as research methods that are based on the philosophy of positivism, using quantitative or statistical data analysis with the aim of testing predetermined hypotheses. The results of the research show that there is no partial influence of the Economic Growth Rate on Pension Fund Collection, there is no partial influence of inflation on Pension Fund Collection and there is no partial influence of the Number of Pension Fund Participants on Pension Fund Collection. Meanwhile, simultaneously the rate of economic growth, inflation and the number of pension fund participants influence the collection of pension funds. Abstrak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Pengaruh Laju Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi dan Jumlah Peserta Dana Pensiun Terhadap Penghimpunan Dana Pensiun tahun 2013-2022 dan untuk mengetahui Besarnya variasi Laju Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi dan Jumlah Peserta Dana Pensiun Terhadap Penghimpunan Dana Pensiun tahun 2013-2022. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dan verifikatif. Pengertian kuantitatif adalah Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang belandaskan pada filsafat positivisme, dengan menggunakan analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menujukkan bahwa secara parsial tidak adanya pengaruh secara Parsial dari Laju Pertumbuhan Ekonomi terhadap Penghimpunan Dana Pensiun, tidak adanya pengaruh secara Parsial dari inflasi terhadap Penghimpunan Dana Pensiun dan tidak adanya pengaruh secara Parsial dari Jumlah Peserta Dana Pensiun Terhadap Penghimpunan Dana Pensiun. Sedangkan secara simultan laju pertumbuhan ekonomi, Inflasi dan Jumlah Peserta Dana Pensiun berpengaruh terhadap Penghimpunan Dana Pensiun.
Pengaruh PDRB, Jumlah Sektor Industri & Upah Minimum terhadap Kesempatan Kerja di 10 Kabupaten/Kota Jawa Barat Periode 2017-2021 Ratih Trisnawati; Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11174

Abstract

Abstract. The problems currently facing Indonesia, such as the lack of employment prospects, are complex problems involving elements of the welfare state, economy, society and politics. The number of workers in Indonesia is still greater than the number of open jobs. One indicator of how well economic development is going, labor plays an important role in it. The aim of this research is to determine the effect of the number of industries, GRDP, and minimum wages on employment opportunities in ten districts and cities in West Java from 2017 to 2021. The fixed effect model is an estimate used in a quantitative research approach. which uses panel data as a regression analysis model. . Secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) website was used in this research. The findings of this research show how the number of industries, GDP, and minimum wages influence employment opportunities simultaneously. Meanwhile, the minimum wage has a positive and large influence on job prospects, the number of industries has a small influence on employment opportunities, and partially GRDP has a negative and large influence. Suggestions for other research that uses this research as a reference, can expand the objects and variables used. Abstrak. Permasalahan yang dihadapi Indonesia saat ini, seperti kurangnya prospek lapangan kerja , merupakan permasalahan rumit yang melibatkan unsur - unsur negara kesejahteraan , ekonomi , masyarakat , dan politik. Jumlah tenaga kerja di Indonesia masih lebih besar dibandingkan dengan jumlah lapangan kerja yang terbuka . Salah satu indikator seberapa baik pembangunan ekonomi berjalan , tenaga kerja memainkan peranan penting di dalamnya . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah industri , PDRB , dan upah minimum terhadap kesempatan kerja di sepuluh kabupaten dan kota di Jawa Barat pada tahun 2017 hingga 2021. Model fixed effect merupakan estimasi yang digunakan dalam pendekatan penelitian kuantitatif yang menggunakan data panel model analisis regresi. Data sekunder didapatkan dari website Badan Pusat Statistik ( BPS ) digunakan dalam penelitian ini. Temuan studi ini menunjukkan bagaimana jumlah industri , PDRB , dan upah minimum mempengaruhi peluang kerja secara bersamaan. Sementara itu , upah minimum mempunyai pengaruh yang positif dan besar terhadap prospek kerja , jumlah industri mempunyai pengaruh yang kecil terhadap kesempatan kerja , dan secara parsial PDRB mempunyai pengaruh yang negatif dan besar. Saran untuk penelitian lainnya yang menggunakan penelitian ini sebagai referensi, dapat meluaskan kembali objek dan variabel yang digunakan.
Pengaruh Upah Minimum Regional, IPM dan LPE terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia Tahun 2010-2022 Muhammad Rizqy Pratama; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11231

Abstract

Abstract. Poverty is a popular issue in developing countries, including Indonesia. Poverty is measured by how people have income that will be used for consumption of goods and services. The purpose of this study is to identify and analyze the effect of regional minimum wages, HDI and LPE on the poverty rate in Indonesia in 2010-2022. This research uses a descriptive and verification quantitative approach. The data used is secondary data in the form of Regional Minimum Wage, Human Development Index, and Economic Growth Rate. Methods of data analysis using Ordinary Least Square. The results of this study found that the variables that partially influence the level of poverty in Indonesia are UMR and HDI. Meanwhile, the LPE data partially has no effect on the level of poverty in Indonesia. This indicates that the developed sectors are less able to absorb a large number of workers or are more capital intensive, so that an increase in the LPE does not drive a reduction in the poverty rate in Indonesia. Abstrak. Kemiskinan menjadi isu populer di negara terkembang, termasuk Indonesia. Kemiskinan diukur dari bagaimana masyarakat memiliki pendapatan yang akan digunakan untuk konsumsi barang dan jasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh upah minimum regional, IPM dan LPE terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia tahun 2010-2022. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa upah Minimum Regional, Indeks Pembangunan Manusia, dan Laju Pertumbuhan Ekonomi. Metode analisis data menggunakan Ordinary Least Square. Hasil penelitian ini menemukan bahwa variabel yang secara parsial berpengaruh terhadap ktingkat kemiskinan di Indonesia adalah UMR dan IPM. Sedangkan data LPE secara parsial tidak berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Ini mengindikasikan sektor-sektor yang dikembangkan kurang mampu menyerap banyak tenaga kerja atau lebih padat modal, sehingga kenaikan LPE tidak mendorong penurunan tingkat kemiskinan di Indonesia.
Pengaruh Inflasi Human Capital Pengeluaran Konsumsi dan Teknologi terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jawa Barat Tahun 2008 - 2022 Muhammad Rifqi Sadulloh; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11335

Abstract

Abstract. Economic growth is a process of improving and increasing total production and giving consumers more choices and helping to improve the quality of life through freedom of choice. In this research, there are four independent variables which are considered to have an influence on the rate of economic growth in West Java Province. The four variables are Inflation, Human Resources, Consumption Expenditures, and Technology. The method used in this research is a quantitative regression method. The data used is secondary data obtained from BPS. The data analysis method uses Ordinary Least Square. The results of this research are, Inflation, consumption expenditure, and technology are significant to the rate of economic growth in West Java in 2008-2022, while human capital does not have a significant effect on the rate of economic growth in West Java in 2008-2022. Abstrak. Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses perbaikan dan peningkatan total produksi dan memberi konsumen lebih banyak pilihan serta membantu dalam meningkatkan kualitas hidup melalui kebebasan memilih. Pada penelitian ini terdapat empat variabel independen yang dianggap memberikan pengaruh terhadap laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Barat. Empat variabel tersebut adalah Inflasi, Human Capital, Pengeluaran konsumsi, dan Teknologi Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif regresi. Data yang digunakan adalah data sekunder, yang diperoleh dari BPS. Metode analisis data menggunakan Ordinary Least Square. Hasil penelitian ini yaitu, Inflasi, pengeluaran konsumsi, dan teknologi signifikan terhadap tingkat laju pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat pada tahun 2008-2022, sedangkan human capital tidak berpengaruh signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat tahun 2008-2022.
Strategi Pengelolaan Wakaf Uang pada Pasar Keuangan Syari’ah Zahra Khairunnisa; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11344

Abstract

Abstract. Amid the burgeoning phenomenon of cash waqf as a social financial instrument in Indonesia, this study aims to evaluate the management process of cash waqf at Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Itqan, considering aspects of accumulation, management, development, and utilization. The research method used is descriptive qualitative with SWOT analysis to identify factors influencing the company's strategy in maximizing opportunities and overcoming existing challenges. Data were collected through interviews and questionnaires. The findings indicate that the prioritized strategy involves leveraging internal strengths to capitalize on external opportunities, known as the SO (Strength Opportunity) Strategy. SWOT analysis demonstrates the dominance of internal factors (strengths and opportunities) over external factors (opportunities and threats), with EFI scores of 3.17 and EFE scores of 2.78. This strategy includes managing cash waqf bookkeeping, compiling annual reports, and expanding partnership networks. In conclusion, the study reveals internal and external factors affecting cash waqf management at BMT Itqan. The proposed priority strategy through SWOT analysis is to leverage internal strengths to seize external opportunities, focusing on maintaining bookkeeping, developing partnership networks, and implementing an integrated information management system based on information technology to support cash waqf growth. Abstrak. Di tengah berkembangnya wakaf uang sebagai instrumen keuangan sosial di Indonesia, studi ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pengelolaan wakaf uang di Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Itqan, dengan mempertimbangkan aspek penghimpunan, pengelolaan, pengembangan, dan pendayagunaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi strategi perusahaan dalam memaksimalkan peluang dan mengatasi tantangan yang ada. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang perlu diprioritaskan adalah memanfaatkan kekuatan internal untuk mengambil peluang eksternal, dikenal sebagai Strategi SO (Strength Opportunity). Analisis SWOT menunjukkan dominasi faktor internal (kekuatan dan peluang) terhadap faktor eksternal (peluang dan ancaman), dengan skor EFI sebesar 3,17 dan skor EFE sebesar 2,78. Strategi ini mencakup pengelolaan pembukuan wakaf uang, penyusunan laporan tahunan, dan pengembangan jaringan mitra. Dalam kesimpulan, studi ini menunjukkan adanya faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengelolaan wakaf uang di BMT Itqan. Prioritas strategi yang diusulkan melalui analisis SWOT adalah memanfaatkan kekuatan internal untuk mengambil peluang eksternal, dengan fokus pada pemeliharaan pembukuan, pengembangan jaringan mitra, dan penerapan sistem informasi manajemen terpadu berbasis teknologi informasi untuk mendukung pertumbuhan wakaf uang.
Faktor-Faktor Dominan Penentu Kepatuhan Pajak Pelaku UMKM Studi Kasus KPP Bandung Cicadas Rida Rahmawati Hidayat; Ade Yunita Mafruhat
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11374

Abstract

Abstract. Indonesia is a country with an open economic system that consists of four sectors: the government sector, household sector, corporate sector, and foreign sector. Each sector maintains a close relationship with taxation, which is a mandatory contribution for all sectors. These four sectors are closely related to taxation. Taxpayer compliance is necessary to enhance the country's economy. Cicadas Bandung Primary Tax Office (KPP Pratama Bandung Cicadas) stands out as the tax branch with the highest compliance rate compared to other branches in the city of Bandung. The purpose of this research is to identify and analyze the determining factors of compliance among MSME actors in paying taxes and to analyze the dominant factor in determining tax compliance among MSME taxpayers at KPP Pratama Bandung Cicadas. The method used in this research is quantitative descriptive, and the model utilized is Principal Components Analysis. The data source involves the distribution of 100 questionnaires containing a total of 62 statements. The sampling technique used is non-probability sampling with purposive sampling. The results of this study indicate that the factors determining taxpayer compliance at KPP Pratama Bandung Cicadas consist of 15 factors, with the most dominant factor being tax service quality. The eigenvalue value of 22.777 is the highest compared to other factors. This means that the most dominant taxpayer decisions are influenced by indicators of responsive, transparent, and fair tax service quality. The findings of this research are expected to provide insights for other tax service offices to enhance taxpayer compliance in paying taxes. Abstrak. Indonesia menganut system ekonomi terbuka yang melibatkan sektor pemerintah, rumah tangga, perusahaan, dan luar negeri. Setiap sektor mempunyai hubungan yang erat terkait perpajakan yang merupakan kontribusi wajib bagi semua sektor. Keempat sektor tersebut berkaitan erat dengan pajak. Kepatuhan wajib pajak dibutuhkan guna untuk meningkatkan perekonomian negara. Kepatuhan KPP Pratama Bandung Cicadas merupakan kantor cabang pajak dengan kepatuhan terbanyak dibandingkan kantor cabang yang lainya di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan yaitu untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor – faktor yang menentukan kepatuhan pelaku UMKM untuk membayar pajak dan menganalisis faktor dominan dalam menentukan kepatuhan pelaku Wajib Pajak UMKM di KPP Pratama Bandung Cicadas. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitatif dan menerapkan model Principal Components Analysis. umber Sumber data yang digunakan yaitu penyebaran 100 kuesioner dengan total pernyataan 62 pernyataan. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sample yaitu teknik non-probability sampling khususnya purposive sampling. Hasil penelitian ini mengindikasi bahwa terdapat 15 faktor yang menentukan kepatuhan Wajib Pajak di KPP Pratama Bandung Cicadas dengan faktor yang paling dominan yaitu faktor kualitas pelayanan pajak. nilai eigenvalues sebesar 22.777, yang merupakan nilai tertinggi dibanding faktor – faktor yang lainya. Artinya keputusan Wajib Pajak yang paling dominan terdiri atas indikator kualitas pelayanan pajak yang responsiv, transparansi dan adil. Temuan peneliatian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi kantor pelayanan pajak lainnya untuk dapat meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak dalam membayar pajak.
Analisis Minat UMKM Kota Bandung terhadap Model Penerimaan Teknologi E-Commerce Fatma Yulyana Fasa Nasution; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11412

Abstract

Abstract. UMKM are a pillar of the economy in Indonesia. In 2018, the number of UMKM in Indonesia reached 99.99% of all businesses in Indonesia and contributed 57.3% of the total Gross Domestic Product. This shows that UMKM are the drivers of the economy and make a significant contribution to the Indonesian economy. UMKM are also labor-intensive businesses, so they are able to absorb labor so that they greatly help the government to overcome the number of unemployment in Indonesia. The purpose of the study was to identify and analyze the factors that determine the interest of Bandung City UMKM in the e-commerce technology acceptance model.This research uses a quantitative approach with a field survey type. The data used are secondary data from the publication of the Central Bureau of Statistics and primary data obtained from questionnaires. The population in the study were all UMKM in Bandung City, totaling 4,077 units, while the sample was 98 people who were taken randomly. The data were analyzed using descriptive statistics.The results of the analysis show that the factors that determine the interest of UMKM in Bandung City in the e-commerce technology acceptance model are factors of interest, benefits, and convenience of e-commerce technology. The perceived ease of use factor is identified as the factor that most strongly determines the interest of UMKM in adopting e-commerce technology. This finding has important implications in promoting and expanding the acceptance of Ecommerce technology among UMKM in Bandung City. Abstrak. UMKM merupakan pilar perekonomian di Indonesia. Tahun 2018, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 99,99% dari total seluruh bisnis yang ada di Indonesia dan memberikan sumbangan 57,3% dari total Pendapatan Domestik Bruto. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM merupakan penggerak perekonomian Dan memberikan kontribusi signifikan dalam perekonomian Indonesia. UMKM juga merupakan usaha padat karya, sehingga mampu menyerap tenaga kerja dan sangat membantu pemerintah untuk mengatasi jumlah pengangguran di Indonesia. Tujuan dari penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis factor-faktor yang menentukan minat UMKM Kota Bandung terhadap model penerimaan teknologi ecommerce. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis survey lapangan. Data yang digunakan adalah data sekunder dari publikasi Badan Pusat Statistik dan data primer yang diperoleh dari kuesioner Populasi dalam penelitian adalah seluruh UMKM yang ada di Kota Bandung yang berjumlah 4.077unit sedangkan sampelnya sebanyak 98 orang yang diambil secara random sampling. Pengukuran variabel menggunakan skala likert dan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa factor yang menentukan minat UMKM Di Kota Bandung terhadap Model penerimaan teknologi e-commerce adalah factor ketertarikan, kemanfaatan dan kemudahan dari teknologi e-commerce. Faktor persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) teridentifikasi sebagai faktor yang paling kuat menentukan minat UMKM dalam mengadopsi teknologi Ecommerce. Temuan ini memiliki implikasi penting yaitu UMKM akan menggunakan ecommerce dalam memasarkan produknya karena tingkat kemudahan menggunakan vitur-vitur dari ecommerce yang ada selama ini.
Pengaruh CAR, FDR dan BOPO terhadap NPF di BCA Syariah Periode 2013 - 2022 Yasni Gustini; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11554

Abstract

Abstract. NPF (Non-Performing Financing) is a ratio of non-performing financing that shows the proportion of non-performing financing to total financing disbursed by Islamic banking. The aspects that cause non-performing financing can be factors from the bank, customers, and parties outside the bank. The aspects that come from the bank are Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), and Operating Costs to Operating Income (BOPO). Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) Is there a relationship between CAR to NPF? (2) Is there a relationship between FDR to NPF? (3) Is there a relationship between BOPO to NPF. Researchers used a descriptive analysis technique method using a quantitative approach. The population selected in this study was BCA Syariah in 2013-2022. With the sampling technique, namely Purposive Sampling obtained from the annual report of BCA Syariah. The data collection techniques used in this research are documentation and literature study. The data analysis technique used in this research is the Rank Spearman correlation analysis technique. The results of this study are: There is a positive relationship between CAR and BOPO to NPF with non-performing financing which is in the strong/high category and between FDR to NPF with non-performing financing which is in the low category. Abstrak. NPF (Non-Performing Financing) merupakan rasio pembiayaan bermasalah yang menunjukkan proporsi pembiayaan bermasalah terhadap total pembiayaan yang disalurkan oleh perbankan syariah. Aspek-aspek yang menyebabkan terjadinya pembiayaan bermasalah bisa faktor dari bank, nasabah, dan pihak diluar bank. Adapun aspek yang berasal dari bank adalah Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Apakah terdapat hubungan antara CAR terhadap NPF? (2) Apakah terdapat hubungan antara FDR terhadap NPF? (3) Apakah terdapat hubungan antara BOPO terhadap NPF?. Peneliti menggunakan metode teknik analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah BCA Syariah tahun 2013-2022. Dengan teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling diperoleh dari laporan tahunan BCA Syariah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan studi pustaka. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknis analisis korelasi Rank Spearman. Hasil dari penelitian ini adalah: Terdapat hubungan positif antara CAR dan BOPO terhadap NPF dengan pembiayaan bermasalah yang termasuk kategori kuat/tinggi dan antara FDR terhadap NPF dengan pembiayaan bermasalah yang termasuk kategori rendah.
Analisis Penggunaan Sibakul Jogja dalam Upaya Penguatan UMKM Melalui Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) Erta Apriliana; Asnita Frida Sebayang
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11585

Abstract

Abstract. Sibakul Jogja is a digital transformation innovation that focuses on assistance and training for cooperatives and SMEs in utilizing digital technology for business development. In the era of digitalization, MSMEs must make the best use of digital technology in running their business. Sibakul Jogja has many benefits, such as expanding markets and developing businesses more quickly. During the three years of using Sibakul Jogja, no one has analyzed and evaluated the Sibakul Jogja platform for strengthening MSMEs. Based on this phenomenon, the focus of the problem formulation that will be studied and answered in detail in this research is how to accept the use of Sibakul Jogja for the development of MSMEs. Researchers use a quantitative descriptive research type using an approach Technology Acceptance Model (TAM). The population selected in this study were MSMEs registered in Sibakul Jogja, totaling 408 respondents. The sampling technique was using the Slovin formula calculation a total research sample of 80 students. The data collection technique used in this research is a questionnaire. The data analysis technique is descriptive statistical analysis. The results of this research are: (1) The perception of convenience variable, the perception of usefulness variable, and the interest in using variable have very good acceptance. The attitude to use variable and the actual use variable have good acceptance. (2) The perceived usefulness variable received the highest because Sibakul Jogja has many benefits that can be obtained by MSMEs DIY. Abstrak. Sibakul Jogja merupakan inovasi transformasi digital yang berfokus kepada pendampingan dan pelatihan bagi koperasi dan UKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan usahanya. Di era digitalisasi, pelaku UMKM harus memanfaatkan teknologi digital sebaik mungkin dalam menjalankan bisnisnya. Sibakul Jogja memiliki banyak manfaat seperti memperluas pasar dan mengembangkan usaha dengan lebih cepat. Selama tiga tahun penggunaan Sibakul Jogja belum ada yang menganalisis dan mengevaluasi platform Sibakul Jogja untuk penguatan UMKM. Berdasarkan fenomena tersebut, maka yang menjadi fokus rumusan masalah yang akan dikaji dan dijawab dengan rinci dalam penelitian ini mengenai bagaimana penerimaan penggunaan Sibakul jogja untuk pengembangan UMKM. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah pelaku UMKM yang terdaftar Sibakul Jogja sebanyak 408 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan perhitungan rumus slovin sehingga sampel penelitian sebanyak 80 siswa. Teknik pengumpulan data adalah kuesioner. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis statistik deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Variabel persepsi kemudahan, variabel persepsi kemanfaatan, dan variabel minat menggunakan memiliki penerimaan yang sangat baik. Variabel sikap menggunakan dan variabel penggunaan yang sesungguhnya memiliki penerimaan yang baik. (2) Variabel persepsi kemanfaatan penerimaannya paling tinggi dikarenakan Sibakul Jogja memiliki banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan oleh pelaku UMKM DIY.
Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan UMKM Coffee Shop di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau Adi kurniawan; Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11700

Abstract

Abstract. Coffee shops, which are one part of MSMEs that experience an increasing trend in Indonesia and have contributed to providing many job opportunities and increasing state income, are one of the efforts in poverty alleviation in Indonesia for the development of the MSME sector. And in an effort to develop coffee shops that have increased in trend, there is an uneven problem of representation between fellow coffee shop MSME business actors due to competitive competition in businesses that are experiencing an increase in this trend which makes coffee shop business actors in Pangkalan Kerinci compete to increase income so that it is necessary to examine the factors that influence it. To measure how much influence each independent variable has on the dependent variable (income) of this study, the researchers used the multiple linear regression method, while the software used was E-views 10. The population used is 22 coffee shops in Pangkalan Kerinci, Pelalawan Regency, Riau Province. Then, the variables used in this study are dependent variables, namely income and independent variables, namely capital, labor, sales volume, business location. The results showed that the independent variables (capital, labor, sales volume, business location) had an effect simultaneously (F test) on the dependent variable (income) with an f-statistic probability of 0.000 at an alpha of 5%. And partially (t test), variable X1 (capital), X2 (labor), D1 (business location) has a significant effect on Y (income), while variable X3 (sales volume) has no effect on Y (income). Abstrak. coffee shop yang merupakan salah satu bagian dari UMKM yang mengalami peningkatan tren di Indonesia dan memiliki kontribusi dalam menyediakan banyak kesempatan kerja dan menambah pendapatan negara yang merupakan salah satu upaya dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia atas pengembangan terhadap sektor UMKM. Dan dalam upaya pengembangan coffee shop yang mengalami peningkatan tren tersebut terdapat permasalahan pendpatan yang tidak merata antar sesama pelaku usaha UMKM coffee shop dikarnakan adanya persaingan yang kompetitif dalam usaha yang sedang mengalami peningkatan tren ini yang membuat para pelaku usaha coffee shop di Pangkalan Kerinci berkompetisi untuk meningkatkan pendapatan sehingga perlu diteliti faktor yang mempengaruhinya. Untuk mengukur seberapa besar pengaruh dari masing – masing variabel independen terhadap variabel dependen (pendapatan) penelitian ini, maka peneliti menggunakan metode regresi linear berganda, sementara software yang digunakan adalah E-views 10. Populasi yang digunakan adalah 22 coffee shop yang ada di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Kemudian, variabel yang digunakan pada penelitian ini ada variabel dependen yaitu pendapatan dan variabel independent yaitu modal, tenaga kerja, volume penjualan, lokasi usaha. Hasil penelitian menunjukkan variabel independen (modal, tenaga kerja, volume penjualan, lokasi usaha) berpengaruh secara serempak (uji F) terhadap variabel dependen (pendapatan) dengan probabilitas f-statistic sebesar 0.000 pada alpha sebesar 5%. Dan secara parsial (uji t), variabel X1 (modal), X2 (tenaga kerja), D1 (lokasi usaha) berpengaruh signifikan terhadap Y (pendapatan), sedangkan variabel X3 (volume penjualan) tidak berpengaruh terhadap Y (pendapatan).