Bandung Conference Series: Economics Studies
Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data Envelopment Analysis. Demand, Efisiensi, Ekspektasi Inflasi, Era Digital UMKM, Etika bisnis islam, Faktor Penarik dan Migrasi Internasional, Faktor Pendorong, fathanah, FDR, Frontier Stokastik, Fungsi Produksi, Good Coorporate Governance (GCG), Hearing, Inflasi, IPM Maqashid syariah, istiqamah, Jumlah Uang Beredar, Kecukupan Modal, Konfeksi, Kualitas Aset, Lembaga Pengelola Zakat, Likuiditas. Mudharabah, NOM, NPF, Output Nasional, Nilai Tukar Jumlah, Penduduk Miskin, PAD, PDRB, Pegawai, Mudharabah, Pendayagunaan Zakat, Pengelola, Perspektif Masyarakat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Profitabilitas, Program Edukasi, Rentabilitas, RGEC, ROA, shiddiq, tabligh, Upah Minimum, Upah Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Mikro, Zakat. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
267 Documents
Pengaruh Tingkat Kesehatan, Tingkat Pengangguran dan Upah Minimum Provinsi terhadap Tingkat Kemiskinan di Wilayah Timur Indonesia Tahun 2012-2022
Muhammad Hafiz Lazuardi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11731
Abstract. One of the main development problems in developing countries is poverty. The main causes of poverty include very low health levels, lack of quality human resources due to lack of education and low minimum wage. The large and dense population in Eastern Indonesia is a challenge for the government to make human resources that in the future can have a positive or negative impact. Based on this, this study aims to determine the effect of health levels, unemployment rates and provincial minimum wages on poverty rates in Eastern Indonesia in 2012-2022. This research data is secondary data sourced from the Central Statistics Agency (BPS). The method used is regression with a panel of data covering three provinces in Eastern Indonesia. Parameter estimation of the data panel model using Fixed Effect Model (FEM). The results of the study showed that the level of health and the provincial minimum wage has a negative and significant effect on the poverty rate in Eastern Indonesia in 2012-2022, while the unemployment rate has a positive and significant effect on the poverty rate in Eastern Indonesia in 2012-2022. Abstrak. Salah satu masalah pembangunan utama di negara berkembang yakni kemiskinan. Penyebab utama kemiskinan diantaranya tingkat kesehatan yang sangat rendah, kurangnya kualitas sumber daya manusia yang diakibatkan kurangnya pendidikan dan upah minimum yang rendah. Banyak dan padatnya jumlah penduduk di Wilayah Timur Indonesia menjadi tantangan pemerintah untuk menjadikan sumber daya manusia yang kedepannya dapat berdampak positif atau negatif. Berdasarkan hal ini maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kesehatan, tingkat pengangguran dan upah minimum provinsi terhadap tingkat kemiskinan di Wilayah Timur Indonesia pada tahun 2012-2022. Data penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode yang digunakan adalah regresi dengan panel data meliputi tiga provinsi di Wilayah Timur Indonesia. Estimasi parameter model panel data menggunakan Fixed Effect Model (FEM). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesehatan dan upah minimum provinsi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Wilayah Timur Indonesia tahun 2012-2022, sedangkan tingkat pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Wilayah Timur Indonesia tahun 2012-2022.
Pengaruh Pengguna Telepon Seluler, Fasilitas Kesehatan dan Sanitasi terhadap Kemiskinan di Indonesia Tahun 2010-2022
Maura Shifa Salsa Nabilla;
Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11786
Abstract. Poverty is a complex and multidimensional problem because it is related to inadequacy in various aspects of life, including access to economic, social, cultural, political, access to health, education, and an adequate environment. The purpose of this study is to determine the influence and magnitude of the influence of mobile phone users, health and sanitation facilities on poverty in Indonesia. The data used in this study is secondary, namely time series from 2010 to 2022. The data processing technique in this study uses Ordinary Least Square (OLS). The analysis tool is E-views 12. The data in this study was obtained from the Central Bureau of Statistics, Ministry of Health, related scientific articles, books, and websites relevant to the discussion. From the results of the model estimation, there are two variables that partially affect poverty in Indonesia, namely mobile phone users and health facilities at a confidence level of 1%. This means that increasing cellular phone service facilities and adding health facilities can reduce poverty rates in Indonesia. Meanwhile, the sanitation variable has no partial effect on poverty in Indonesia, because it has a probability value greater than 0.05. The large variation of independent variables, namely cellular telephone services, health facilities and sanitation against poverty in Indonesia is 89.49% and the rest (10.51%) is due to variations in other variables that are not included in the estimation model. Abstrak. Kemiskinan merupakan permasalahan yang memiliki banyak aspek dan pelik karena mencakup keterbatasan dalam semua aspek kehidupan, seperti ekonomi, sosial, budaya, politik, akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan lingkungan yang layak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dan luasnya dampak penggunaan telepon seluler, layanan kesehatan, dan fasilitas sanitasi terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu time series dengan rentang waktu tahun 2010 hingga tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengolahan data Ordinary Least Square (OLS). Alat analisisnya yaitu E-views 12. Data-data dalam penelitian ini didapatkan dari Badan Pusat Statistik, Kementrian Kesehatan, artikel ilmiah terkait, buku, dan website yang relevan dengan pembahasan. Dari hasil estimasi model ada dua variable yang secara parsial berpengaruh terhadap kemiskinan di Indonesia yaitu pengguna telepon seluler dan fasilitas kesehatan pada tingkat kepercayaan 1%. Artinya peningkatan fasilitas layanan telepon seluler dan penambahan fasilitas kesehatan dapat menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia. Sementara itu variable sanitasi secara parsial tidak berpengaruh terhadap kemiskinan di Indonesia, karena memiliki nilai probabilitas lebih besar dari 0.05. Adapun besarnya variasi variable independent yaitu layanan telpon seluler, fasilitas kesehatan dan sanitasi terhadap kemiskinan di Indonesia adalah sebesar 89,49% dan sisanya (10,51%) karena variasi variable lain yang tidak dimasukkan dalam model estimasi.
Pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka, Tingkat Angka Partisipasi Kerja dan Jumlah Penduduk Miskin terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Tahun 2013-2022
Wisnu Dwi Andriyanto;
Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11823
Abstract. Indonesia is one of the countries that has been able to record positive economic growth amidst global uncertainty. Although not the highest in ASEAN, Indonesia's economic growth throughout 2022 is quite high among other countries in the ASEAN region. The research objective is to analyze how much influence the Open Unemployment Rate, Labor Force Participation Rate and Number of Poor Population have on Economic Growth in Indonesia in 2013 – 2022.This research method uses a descriptive analysis method and a type of verification research. The data used is secondary data which includes data on the open unemployment rate, labor force participation rate, the number of poor people and economic growth which are sourced from various editions of Indonesian statistics. Data is processed using ols with the help of eviews version 12.The results of the study show that the variables that partially influence Indonesia's economic growth are the open unemployment rate and the number of poor people. Meanwhile, the level of work participation rate partially does not affect Indonesia's economic growth. This means that to increase economic growth, the government must reduce the open unemployment rate and encourage more labor-intensive economic sectors so that they can absorb a large number of workers. On the other hand, the work participation rate has no effect on economic growth because the work participation rate in Indonesia is still relatively low, namely at 68 percent. In other words, there are still 32 percent of the population who are not working or are looking for work. Abstrak. Indonesia salah satu negara yang mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif di tengah ketidakpastian global. Meskipun bukan yang tertinggi di ASEAN, tetapi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2022 cukup tinggi di antara negara-negara lainnya di kawasan asean. Tujuan penelitian untuk menganalisis seberapa besar pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Jumlah Penduduk Miskin terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia pada tahun 2013 – 2022. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis deskriftif dsn jenis penelitian verifikatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang meliputi data tingkat pengangguran terbuka, tingkat partisipasi angkatan kerja, jumlah penduduk miskin dan pertumbuhan ekonomi yang bersumber dari statistic Indonesia berbagai edisi. Data diolah menggunakan ols dengan bantuan eviews versi 12. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa variable yang secara parsial berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah tingkat pengangguran terbuka dan jumlah penduduk miskin. Sementara tingkat angka partisipasi kerja secara parsial tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Artinya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi maka pemerintah harus menurunkan angka pengangguran terbuka serta mendorong sector-sektor ekonomi yang lebih padat kerja sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja. Di sisi lain angka paetisipasi kerja tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi karena tingkat partisipasi kerja di Indonesia masih relative rendah yaitu di angka 68 persen. Dengan kata lain masih ada 32 persen penduduk yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan.
Pengaruh Dana Desa, Upah Minimum, dan Pengangguran terhadap Pengentasan Kemiskinan Ekonomi di 18 Kabupaten Provinsi Jawa Barat
Muhammad Ilham;
Ade Yunita Mafruhat
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11826
Abstract. Poverty is a problem in various regions, be it villages, cities, and even countries. Policy after policy has been launched in order to eliminate poverty in the region, be it the village fund programme, the increase in minimum wage, and the reduction of unemployment. Therefore, this study aims to analyse how the influence of village funds, minimum wages and unemployment on poverty alleviation in 18 districts in West Java Province. This research uses descriptive quantitative methods using secondary data in the form of panel data. The secondary data has been processed and published by relevant institutions related to this research, Panel data, which is characterised by cross-sectional and time-series dimensions, is used to improve data quality and quantity. This study found that the village fund variable has no significant effect on poverty with a significance value of (0.113 > 0.05), the drinking wage variable shows that it has a significant effect on poverty with a value of (0.000 < 0.05), the unemployment variable shows that it has no significant effect on poverty with a significance value of (0.692 > 0.05), Based on the results of the F (simultaneous) test in the study using the panel data regression test, it can be concluded that simultaneously or together the variables of village funds, minimum wages, and unemployment have a significant effect on the poverty variable in 18 districts of West Java Province in 2015-2022. Abstrak. Kemiskinan menjadi permasalahan diberbagai daerah baik itu desa, kota, bahkan negara sekalipun. Kebijakan demi kebijakan telah diluncurkan demi menghilangkan kemiskinan di daerah, baik itu dengan ada program dana desa, Kenaikan Upah Minimum, dan Pengurangan Pengangguran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh dana desa, upah minimum dan Pengangguran terhadap pengentasan kemiskinan di 18 Kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder berupa data panel. Data sekunder tersebut telah diolah dan dipublikasikan oleh lembaga-lembaga terkait yang berhubungan dengan penelitian ini, Data panel, yang dicirikan oleh dimensi cross-sectional dan time-series, digunakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas data. Penelitian ini menemukan bahwa variable dana desa tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai signifikansi (0,113 > 0,05), variable upah minum menunjukkan bahwa berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai (0,000 < 0,05), variable pengangguran menunjukkan bahwa tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai signifikansi (0,692 > 0,05), dan Berdasarkan hasil uji F (simultan) pada penelitian dengan menggunakan uji regresi data panel, dapat disimpulkan bahwa secara simultan atau bersama-sama variabel dana desa, upah minimum, dan pengangguran berpengaruh signifikan terhadap variabel kemisinan di 18 Kabupaten Provinsi Jawa barat tahun 2015-2022.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dana Pihak Ketiga pada Bank Umum Syariah di Indonesia Tahun 2010-2022
Nurul Jannah;
Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11857
Abstract. Third Party Funds (DPK) have an important role for banks, because third party funds are a source for banks in channeling financing to third parties as wellas for other asset allocations. This study aims to determine the effect of the numberof offices, profit sharing, inflation, and LPE on (DPK) at Islamic CommercialBanks in Indonesia in 2010-2022. The type of research used is descriptive quantitative with averification approach. The data used is secondary data, namely annual data from 2010-2022which consists of DPK, number of offices, and Profit Sharing of IslamicCommercial Banks as well as macroe-conomic variables, namely inflation and LPE.Secondary data was obtained from the official publication of the IndonesianFinancial Services and Statistics Authority website from the Central Bureau of Statistics. Data processing uses the Eviews program version 9.0 with the OrdinaryLeast Square (OLS) method. From the results of model estimation, the independent variables thatpartially affect DPK are the number of offices and profit sharing because theprobability value is less than 0.05 and 0.1. Meanwhile, LPE and inflation partiallyaffect DPK in Islamic Commercial Banks in Indonesia. However, together thenumber of offices, profit sharing, inflation and LPE have an effect on DPK atIslamic Commercial Banks in Indonesia. The results of the study show that thenumber of offices, profit sharing, inflation and LPE all have an effect on Third Party Funds (DPK) . The large variation in the variable number of offices, profit sharing,inflation and LPE on DPK was 77.09% while the rest was due to variations in othervariables not included in the study. Abstrak. Dana Pihak Ketiga (DPK) memiliki peranan penting bagi bank, karena dana pihak ketiga merupakan sumber bagi bank dalam menyalurkan pembiayaan kepadapihak ketiga serta untuk alokasi asset lainnya. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruhjumlah kantor, bagi hasil, inflasi, dan LPE terhadap (DPK)pada Bank Umum Syariah di Indonesia Tahun 2010-2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan verifikatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu datatahunan dari 2010-2022 yang terdiriatas DPK, jumlah kantor, dan Bagi Hasil Bank Umum Syariah serta variabel makroekonomi yaitu inflasi dan LPE. Data sekunder diperoleh dari publikasi resmi website Otoritas Jasa Keuangan dan Statistik Indonesia dari Badan Pusat Statistik. Pengolahan data menggunakan program Eviews versi 9.0 dengan metode ordinary Least Square (OLS). Dari hasil estimasi model, variabel independent yang secara parsialberpengaruh terhadap DPK adalah jumlah kantor dan bagi hasil karena nilaiprobabilitanya lebih kecil dari 0,05 dan 0,1. Sedangkan LPE dan inflasi secaraparsialberpengaruh terhadap DPK pada Bank Umum Syariahdi Indonesia. Namundemikian secara bersama-sama jumlah kantor, bagi hasil, inflasi dan LPE berpengaruh terhadap DPK pada Bank Umum Syariah di Indonesia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kantor, bagi hasil, inflasi dan LPE secarabersama-samaber pengaruh terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK). Adapun besarnyavariasi variabel jumlah kantor, bagi hasil, inflasi dan LPE terhadap DPK sebesar77,09% sedangkan sisanya karena variasi dari variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian.
Identifikasi Tingkat Literasi Halal dan Minat untuk Mengajukan Sertifikasi Halal pada UMKM Kuliner di Kota Bandung
Mila Adila;
Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11864
Abstract. MSMEs have a major role in economic development as seen from their contribution to GDP. MSMEs are included in the most consistent and continuous business sector. One of the MSME industries is the culinary sector. In Islam, all food, drinks that enter the human body pay great attention to their halal status, so that as Muslims we are obliged to consume halal food, drinks, recommended in the Al-Quran, As-sunnah, and the Law requires culinary MSMEs to be halal certified, based on the Bandung City MSME office, the culinary sector has the largest number. However, the facts in the field are that there are still many culinary MSMEs that are not halal certified. The purpose of this study is to identify halal literacy and the interest of MSMEs in the culinary sector in Bandung City in applying for halal certification. This research method is descriptive quantitative, using a Likert scale. The data used are primary and secondary data. The analysis was carried out quantitatively by scoring the results of respondents' answers using a rating scale. Based on the results of the study, it was found that food and beverage MSMEs in Bandung City have a very good level of halal literacy, both in terms of knowledge of halal and haram laws, awareness of using halal food and beverage ingredients, and understanding of the halal certification process. However, among the three aspects that show the best literacy is the level of knowledge with a total score of 316.7. In addition, it was also found that culinary MSME players in Bandung City are very interested in applying for halal certification as indicated by a score of 291. Abstrak. UMKM memiliki peran yang besar dalam pembangunan ekonomi dilihat dari kontribusi UMKM terhadap PDB. UMKM termasuk ke dalam sektor usaha yang paling konsisten dan kontinyu. Salah satu industri UMKM yaitu sektor kuliner. Dalam islam segala sesuatu makanan, minuman yang masuk kedalam tubuh manusia sangat memperhatikan status kehalalannya, sehingga sebagai umat muslim wajib mengkonsumsi makanan, minuman yang halal, dianjurkan dalam Al-Quran, As-sunnah, dan UU mewajibkan UMKM kuliner untuk bersertifikasi halal, berdasarkan dinas UMKM Kota Bandung sektor kuliner memiliki jumlah terbanyak. Namun fakta dilapangan masih banyak UMKM kuliner yang belum bersertifikasi halal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi literasi halal dan minat UMKM sektor kuliner di Kota Bandung dalam mengajukan sertifikasi halal. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan skala likert. Data yang digunakan merupakan data primer dan sekunder. Analisis dilakukan secara kuantitatif dengan skoring terhadap hasil jawaban responden menggunakan rating scale. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa UMKM makanan dan minuman di Kota Bandung memiliki tingkat literasi halal yang sangat baik, baik dari aspek pengetahuan tentang hukum halal dan haram, kesadaran menggunakan bahan makanan dan minuman halal, serta pemahaman tentang proses sertifikasi halal. Akan tetapi diantara dari ketiga aspek tersebut yang menunjukkan literasi paling baik adalah tingkat pengetahuan dengan total skor 316,7. Disamping itu juga ditemukan bahwa para pelaku UMKM kuliner di Kota Bandung sangat memiliki minat untuk mengajukan sertifikasi halal yang ditunjukkan oleh skor 291.
Pengaruh Upah Minimum Provinsi, Pertumbuhan Ekonomi, Dan Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Tingkat Pengangguran Di Provinsi Banten Tahun 2008-2022
Taufik Asri;
Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11868
Abstract. The island of Java has the highest open unemployment rate in Indonesia due to its dense population and being the center of government, education center and industrial center, so competition in finding work is very tight. The province that has made a large contribution to the open unemployment rate for twelve consecutive years in Indonesia is Banten Province. This research was written to analyze how much influence the minimum wage, economic growth and human development index have in Banten Province in 2008-2022. The type of research carried out was quantitative descriptive, the data collection technique used in this research was documentation study, the data used in this research used secondary data, and the analysis model used in this research was multiple linear regression with the eviews12 program. The results of the research show that the provincial minimum wage partially has a significant effect on the unemployment rate in Banten Province with a prob value of 0.0036 < 0.05 and a coefficient of – 7.788013. Partial economic growth has a significant effect on the unemployment rate in Banten Province with a probability value of 0.0399 < 0.05 and a coefficient of – 0.403049. The partial human development index does not have a significant effect on the unemployment rate in Banten Province with a probability figure of 0.39 > 0.05. Then the provincial minimum wage, economic growth and human development index simultaneously have a significant effect on the unemployment rate in Banten Province with a prob value of (0.000699) < 0.05. Abstrak. Pulau Jawa memiliki tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Indonesia yang disebabkan oleh jumlah penduduk yang padat serta menjadi pusat pemerintahan, pusat pendidikan, dan pusat industri, sehingga kompetisi dalam mencari pekerjaan sangat ketat. Provinsi yang memberikan kontribusi besar dalam tingkat pengangguran terbuka selama dua belas tahun berturut-turut di Indonesia yaitu Provinsi Banten. Penelitian ini ditulis untuk menganalisis seberapa besar pengaruh upah minimum, pertumbuhan ekonomi, dan indeks pembangunan manusia di Provinsi Banten tahun 2008-2022. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif, teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi, data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder, dan model analaisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dengan program eviews12. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa upah minimum provinsi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran di Provinsi Banten dengan nilai prob 0.0036 < 0,05 dan koefisien sebesar – 7.788013. Pertumbuhan ekonomi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran di Provinsi Banten dengan nilai prob 0.0399 < 0,05 dan koefisien sebesar – 0.403049. Indeks pembangunan manusia secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran di Provinsi Banten dengan angka prob 0.39 > 0,05. Kemudian upah minimum provinsi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks pembangunan manusia secara simultan berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran di Provinsi Banten dengan nilai prob (0.000699) < 0,05.
Pengaruh Inflasi, Nilai Output, dan Jumlah Industri terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Industri Mikro dan Kecil di Pulau Jawa Tahun 2017-2021
Intan Az Zahra;
Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11882
Abstract. Labor has an important role in economic development. However, it is a problem if the existing micro and small industrial sectors are not comparable to the workforce absorbed, this is because there are many factors that influence labor absorption, including inflation, output value, and number of industries. This research aims to find out how and how much influence inflation, output value, and number of industries have on the employment of micro and small industries on the island of Java in 2017-2021. This research is a type of research using a quantitative approach. The data used is secondary data for 6 provinces on the island of Java (DKI Jakarta, West Java, Central Java, Yogyakarta Special Region, East Java and Banten) in 2017-2021 taken through the Central Statistics Agency. The analysis used is panel data regression analysis with Random effect regression model, which is obtained based on the results of Chow test, Hausman test and Lagrange test. Data is processed using Eviews 10. The results show that inflation, output value, and the number of industries partially positively and significantly affect the employment of micro and small industries. However, changes in labour absorption in micro and small industries in the 6 provinces in Java Island are not very responsive to changes in inflation, output value, and number of industries. This is in accordance with the characteristics of labour in micro and small industries, many of which come from families. Abstrak. Tenaga kerja memiliki peranan penting dalam Pembangunan ekonomi. Akan tetapi menjadi masalah jika sektor industri mikro dan kecil yang ada tidak sebanding dengan tenaga kerja yang terserap, hal ini dikarenakan ada banyak faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja, di antaranya inflasi, nilai output, dan jumlah industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dan seberapa besar pengaruh inflasi, nilai output, dan jumlah industri terhadap penyerapan tenaga kerja industri mikro dan kecil di Pulau Jawa tahun 2017-2021. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder 6 provinsi di Pulau Jawa (DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur dan Banten) tahun 2017-2021 yang diambil melalui Badan Pusat Statistik. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan model regresi Random effect, yang diperoleh berdasarkan hasil uji Chow, uji Hausman dan uji Lagrange. Data diolah dengan menggunakan Eviews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi, nilai output, dan jumlah industri secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja industri mikro dan kecil. Akan tetapi perubahan penyerapan tenaga kerja di industri mikro dan kecil di 6 Provinsi yang ada di Pulau Jawa ini sangat tidak responsif terhadap perubahan tingkat inflasi, nilai output, dan jumlah industri. Ini sesuai dengan karakteristik tenaga kerja di industri mikro dan kecil yang banyak berasal dari keluarga.
Dampak Program Revitalisasi Pasar Terhadap Kesejahteraan Para Pedagang di Pasar Sehat Soreang Kabupaten Bandung
Muhamad Naufal;
Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i1.12145
Abstract. The existence of the Bandung Regency soreang healthy market has an important role in the local economy. However, as time goes by, this market faces various challenges such as poor infrastructure conditions and a decline in consumer appeal. Therefore, the government's role is to issue a market revitalization program as an effort to improve the conditions and welfare of traders. This research aims to answer the question about the impact of the traditional market revitalization program on the welfare of traders at the Sorang Healthy Market, Bandung Regency. The method used is descriptive quantitative, the sampling technique uses Purposive Sampling technique, the data collection technique uses questionnaires, interviews and documentation. Based on the research results it was found that the revitalization program had an impact on some traders, seen in the indicators of consumer satisfaction and physical market facilities, while in the indicators income and number of visitors have not had an optimal impact on welfare. Abstrak. Keberadaan pasar sehat soreang Kabupaten Bandung memiliki peran penting dalam perekonomian lokal. Namun, seiring berjalannya waktu, pasar ini menghadapi berbagai tantangan seperti kondisi infrastruktur yang buruk hingga penurunan daya tarik konsumen. Oleh karena itu peran pemerintah adalah mengeluarkan program revitalisasi pasar sebagai upaya untuk meningkatkan kondisi dan kesejahteraan pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana dampak program revitalisasi pasar tradisional terhadap kesejahteraan para pedagang di pasar sehat soreang Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling, teknik dalam pengumpulan data menggunakan kuisioner, wawancara dan dokumentasi Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa program revitalisasi berdampak pada sebagian pedagang, dilihat pada indikator kepuasan konsumen dan fasilitas fisik pasar, sedangkan pada indikator pendapatan dan jumlah pengunjung belum berdampak optimal terhadap Kesejahteraan.
Pengaruh Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia dan Upah Minimum Provinsi terhadap Kemiskinan Ekstrem di 34 Provinsi Indonesia Tahun 2021-2022
Diynna Rahmawati;
Asnita Frida Sebayang
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i1.12233
Abstract. Extreme Poverty is a condition of the inability of the community to meet basic needs, namely food, clean water, proper sanitation, health, housing, education and access to information on income and social services. Someone is categorized as extreme poor if the cost of their daily needs is below the extreme poverty line. This study aims to determine the effect of Population, Human Development Index and Provincial Minimum Wage on Extreme Poverty in 34 Provinces of Indonesia. The analysis method used in this study is regression of panel data with a Random Effect Model (REM) approach. Cross-section effect results obtained, there are two provinces that have the highest effect value, namely West Java Province of 267.1881 and East Java Province of 193.0410. The results of the analysis obtained, it can be seen that the variable Number of Population has a positive and significant effect on the variable of Extreme Poverty in 34 Provinces of Indonesia, and the variables of the Human Development Index and Provincial Minimum Wage have a negative and significant effect on the variable of Extreme Poverty in 34 Provinces of Indonesia. Abstrak. Kemiskinan Ekstrem adalah kondisi ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, yaitu makanan, air bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan dan akses informasi terhadap pendapatan dan layanan sosial. Seseorang dikategorikan miskin ekstrem jika biaya kebutuhan hidup sehari-harinya berada di bawah garis kemiskinan esktrem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia dan Upah Minimum Provinsi terhadap Kemiskinan Ekstrem di 34 Provinsi Indonesia. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM). Hasil Cross-section effect yang diperoleh, terdapat dua Provinsi yang memiliki nilai effect tertinggi yaitu Provinsi Jawa Barat sebesar 267.1881 dan Provinsi Jawa Timur sebesar 193.0410. Hasil analisis yang diperoleh, dapat diketahui bahwa variabel Jumlah Penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kemiskinan Ekstrem di 34 Provinsi Indonesia, serta variabel Indeks Pembangunan Manusia dan Upah Minimum Provinsi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel Kemiskinan Ekstrem di 34 Provinsi Indonesia.