cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcses@unisba.ac.id
Phone
+6285776688054
Journal Mail Official
bcses@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Economics Studies
ISSN : -     EISSN : 28282558     DOI : https://doi.org/10.29313/bcses.v2i2
Core Subject : Economy,
Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data Envelopment Analysis. Demand, Efisiensi, Ekspektasi Inflasi, Era Digital UMKM, Etika bisnis islam, Faktor Penarik dan Migrasi Internasional, Faktor Pendorong, fathanah, FDR, Frontier Stokastik, Fungsi Produksi, Good Coorporate Governance (GCG), Hearing, Inflasi, IPM Maqashid syariah, istiqamah, Jumlah Uang Beredar, Kecukupan Modal, Konfeksi, Kualitas Aset, Lembaga Pengelola Zakat, Likuiditas. Mudharabah, NOM, NPF, Output Nasional, Nilai Tukar Jumlah, Penduduk Miskin, PAD, PDRB, Pegawai, Mudharabah, Pendayagunaan Zakat, Pengelola, Perspektif Masyarakat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Profitabilitas, Program Edukasi, Rentabilitas, RGEC, ROA, shiddiq, tabligh, Upah Minimum, Upah Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Mikro, Zakat. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 267 Documents
Analisis Faktor–Faktor yang Menentukan Preferensi Generasi Z terhadap Shopeepay di Kota Bandung Muhammad Wibi Afrizal; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.12487

Abstract

Abstract. The huge use of digital technology in Indonesia has had an impact on several trade sectorsonline ore-commerce. This can be seen from the existencefinancial technology (Fintech). It is the result of a combination of financial services and technology which ultimately changes conventional business models to modern ones and creates society prefer towards the progress of fintech. The aim of this research is to find out how to identify, analyze the dominant factors and determine Gen Z's preferences for Shopee pay in Bandung City. The method used in this research is descriptive quantitative. The data sources used in this research are primary and secondary data. The data collection technique is by distributing questionnaires to 100 respondents with a total of 30 statements. sampling techniques using techniquessnowball sampling The research results show that the factors that determine Gen Z's preference for Shopee Pay in Bandung City are environmental factors, psychology, payment methods. and the dominant factor that determines Gen Z's preference for Shopee pay in Bandung City, namely the payment method factor with the highest score of 332. The reason is that shopee pay is an e-wallet that provides many convenices and discounts in the form of discounts at the end of each year on the same date and month and vousher features in the from of free shipping and cashback when using shopee pay. Abstrak. Pemanfaatan teknologi digital di Indonesia yang sangat besar memberikan dampak bagi beberapa sektor perdagangan online atau e-commerce. Hal ini dapat dilihat dari adanya financial technology (Fintech). Merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis konvensional ke modern dan membuat masyarakat prefer terhadap kemajuan fintech.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi factor-faktor yang menentukan preferensi Gen-Z Kota Bandung terhadap shopee pay serta Faktor dominan yang menentukan preferensi Gen-Z Kota Bandung terhadap shopeepay.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu dengan penyebaran kuesioner pada 100 responden Gen di Kota Bandung dengan jumlah butir pernyataan sebanyak 30. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik snowball sampling dikarenakan populasi pengguna shopee pay belum diketahui. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor - faktor yang menentukan preferensi Gen Z terhadap shopee pay di Kota Bandung yaitu faktor lingkungan, pisikologi, metode pembayaran. Adapun faktor dominan yang menentukan preferensi Gen Z terhdap Shopee pay Kota Bandung adalah metode pembayaran dengan skor tertinggi sebesar 332 adapun alasannya Shopee Pay merupakan e - walet yang memberikan banyak kemudahan dan potongan harga berupa discount setiap akhir tahun yang tanggal dan bulannya sama dan fitur voucher berupa gratis ongkir dan cashback bila menggunakan pembayaran dengan shopee pay.
Pengembangan Desa Wisata Pengolahan Ikan dan Madu di Desa Citengah Kabupaten Sumedang Achmad Faqih; Endang Sutrisno
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12509

Abstract

Abstract. Citengah Village is an agricultural and agro-tourism area. One of the village's leading potentials is the tea and coffee plantation sector commodities. On average, each family head has land use rights of 0.5 hectares and the average annual production is 200 tons with a price per kg of Rp. 1,500. The tourism sector has potential that also needs to be developed into a regional tourist area. Because the location of the village only has a distance of approximately 8 km from the city center of Sumedang, and is supported by 15 potential tourist attractions. The method of writing the article used is descriptive qualitative, describing and explaining the state of development of Citengah Village through community participation in order to achieve an independent village, especially through agritourism. The results of the activities include training on village superior products such as honey jelly, honey milk candy, honey fried bread, and processed chips. In addition, stunting counseling and increasing community digital literacy through knowledge of the use of SmartWatch in the SIMURNI, WAKEPO, and JKN Mobile programs. Abstrak. Desa Citengah merupakan daerah agraris dan agrowisata. Salah satu potensi unggulan desa yakni komoditi sektor perkebunan teh dan kopi. Rata-rata setiap kepala keluarga memiliki hak guna usaha lahan 0,5 Ha dan produksi rata-rata setiap tahun sebanyak 200 ton dengan harga per kg Rp. 1.500. Sektor pariwisata memiliki potensi yang juga perlu dikembangkan menjadi kawasan wisata regional. Karena lokasi desa hanya memiliki jarak kurang lebih 8 km dari pusat kota Sumedang, dan didukung 15 obyek wisata potensial. Metode penulisan artikel yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, menggambarkan dan memaparkan keadaan pembangunan Desa Citengah melalui partisipasi masyarakat demi tercapainya desa yang mandiri, khususnya melalui agrowisata. Hasil kegiatan antara lain pelatihan produk unggulan desa berupa jelly madu, permen susu madu, roti goreng madu, dan olahan kripik. Selain itu, dilakukan penyuluhan stunting dan peningkatan literasi digital masyarakat melalui pengetahuan penggunaan SmartWatch dalam program SIMURNI, WAKEPO, dan JKN Mobile.
Inovasi Bentuk dan Kemasan Untuk Meningkatkan Nilai Tambah Produk Gula Aren di Desa Jemah Jatigede Sumedang Iis Marwan; Nia Rohayati
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12510

Abstract

Abstract. Jemah Village, located in Jatigede Sub-district, Sumedang Regency, has One Vilage One Product (OVOP) potential, especially for palm sugar products. Current obstacles include limited marketing, packaging still using coconut leaves with large sizes, and lack of awareness to create a brand. This community service activity is part of theKuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Type 3 which is held in Sumedang Regency. The innovation method used is design thinking on shape and packaging innovation to provide added value. The stages of design thinking consist of emphise, define, ideate, prototype, and test. In the early stages, efforts were made to empathize with users, in order to understand what is felt about the product with the current conditions. Then the innovation stage produces several solutions so that they can be applied to simple prototypes or product examples so that they can be tested directly on appropriate users. The results of the activity are in the form of designing an estimate of palm sugar production costs and proposing several innovations in shape and packaging. Abstrak. Desa Jemah yang terletak di Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang, memiliki potensi One Vilage One Product (OVOP) khususnya untuk produk gula aren. Kendala saat ini antara lain pemasaran masih terbatas, kemasan masih menggunakan daun kelapa dengan ukuran besar, dan kurangnya kesadaran untuk membuat merek. Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tipe 3 yang diselenggarakan di Kabupaten Sumedang. Metode inovasi yang digunakan adalah design thinking pada inovasi bentuk dan kemasan untuk meberikan nilai tambah. Tahapan design thinking terdiri dari empthise, define, ideate, prototype, dan test. Pada tahap awal, dilakukan upaya untuk berempati kepada pengguna, agar dapat memahami yang dirasakan terhadap produk dengan kondisi yang ada saat ini. Lalu tahapan inovasi menghasilkan beberapa solusi agar dapat diterapkan ke dalam purwarupa sederhana atau contoh produk sehingga dapat diujikan langsung kepada pengguna yang sesuai. Hasil kegiatan berupa perancangan estimasi biaya produksi gula aren dan usulan beberapa inovasi bentuk dan kemasan.
Potensi Ketahanan Pangan dalam Mendukung Penanganan Stunting di Desa Haurngombong Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang Ai Komariah; Lia Amalia; Edang Juliana
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12514

Abstract

Abstract. Indonesia ranks 4th as the largest contributor to stunting after India, Nigeria, and Pakistan. Stunting is a major threat to the quality of Indonesian society. Not only does it interfere with physical growth, children also experience impaired brain development that will affect their abilities and achievements. Therefore, attention is needed by many parties to efforts to overcome stunting. The location of the targeted village in this activity is Haurngombong village, Pamulihan District, Sumedang Regency. The method of activity is in the form of observation and direct interviews in the field and counseling. The goal is to dig deeper into stunting conditions in the village, so that preventive measures can be determined, especially those based on food security. Abstrak. Indonesia menempati urutan ke-4 sebagai negara penyumbang stunting terbesar setelah India, Nigeria, dan Pakistan. stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas masyarakat Indonesia. Bukan hanya mengganggu pertumbuhan fisik, anak-anak juga mengalami gangguan perkembangan otak yang akan memengaruhi kemampuan dan prestasi mereka. Oleh karena itu, diperlukan perhatian oleh banyak pihak terhadap upaya penanangan stunting. Lokasi desa yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini adalah desa Haurngombong Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Metode kegiatan berupa observasi dan wawancara langsung di lapangan dan penyuluhan. Tujuannya untuk menggali lebih dalam kondisi stunting di desa tersebut, agar bisa ditentukan langkah pencegahannya khususnya yang berbasis ketahanan pangan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Sampah Organik untuk Menghasilkan Pakan Ternak di Desa Situraja Utara Sumedang Azhar Affandi; Eddy Jusuf; Asep Dedy Sutrisno; Dindin Abdurohim BS; Win Hendrawan
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12515

Abstract

Abstract. Waste management problems are still in the spotlight, one of which is at the waste management site in Situraja Utara Village, Situraja District, Sumedang Regency. Among others, waste is mixed and has not been sorted, people's behavior of burning waste, and lack of garbage cans. The community service team empowers the community in terms of waste management, especially organic waste. Social and economic approaches are carried out in order to shape the motivation and environmental awareness of the community. This activity aims to encourage the manufacture of superior village products, through processing waste into fish or livestock feed with bioconversion methods. The results of activities are in the form of assistance in making products to setting marketing targets. The potential of waste management site in Situraja Utara village to produce economically valuable products must be encouraged to be sustainable. Abstrak. Permasalahan pengelolaan sampah masih menjadi sorotan, salah satunya di Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) di Desa Situraja Utara Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang. Antara lain sampah tercampur dan belum dilakukan pemilahan, perilaku masyarakat kebiasaan membakar sampah, dan kurangnya tong sampah. Tim pengabdian masyarakat melakukan pemberdayaan masyarakat salam pengelolaan sampah khususnya sampah organik. Pendekatan secara sosial dan ekonomi dilakukan agar membentuk motivasi dan kesadaran lingkungan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan mendorong pembuatan produk unggulan desa, melalui pengolahan sampah menjadi pakan ikan atau ternak dengan metode biokonversi. Hasil kegiatan berupa pendampingan pembuatan produk sampai dengan menetapkan target pemasaran. Potensi TPS Situraja Utara untuk menghasilkan produk bernilai ekonomis harus didorong agar berkelanjutan.
Adopsi Ekonomi Sirkular Menuju ‘Zero Poverty’ di Desa Margamukti Kabupaten Sumedang Atih Rohaeti Dariah; Hilwati Hindersah; M. Samsuri; A. Harits Nu’man; Darman Puja Kurniawan; Neng Dewi Himayasari; Nadya Safitri
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12516

Abstract

Abstract. English translation. The circular economy has become a business model trend in responding to environmental problems and towards sustainable business. Community service activities are carried out in Margamukti Village, Sumedang Regency by carrying out the concept of circular economy. The typology of Margamukti Village area located on the outskirts of the capital city of Sumedang, is rice fields where the function of space is dominated for agricultural land. The Margamukti Village Government has tried to adopt the circular economy concept contained in the Margamukti Village Circular Economy Innovation Profile document. This article will discuss how the adoption of a circular economy that can optimize the potential of the leading economy while creating employment opportunities and reducing poverty, which will be outlined in a more structured plan document and put forward a buttom-up approach. There are four methods in this activity, namely, content analysis, deductive method, focus group discussion, and mentoring process. Some analysis of the results of activities includes proposals to identify the entrepreneurial potential of farmer groups. In the profile document, there is also no monitoring of evaluation, no duration of time and no achievement indicators. This means that profile documents need to be refined by accommodating all findings from the results of this service into a roadmap. Abstrak. Ekonomi sirkular telah menjadi trend model bisnis dalam merespon masalah lingkungan hidup dan menuju bisnis berkelanjutan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Margamukti Kabupaten Sumedang dengan mengusung konsep ekonomi sirkular. Tipologi wilayah Desa Margamukti yang terletak di pinggiran Ibu Kota Sumedang adalah persawahan dimana fungsi ruang didominasi untuk lahan pertanian. Pemerintah Desa Margamukti sudah mencoba mengadopsi konsep ekonomi sirkular yang tertuang dalam dokumen Profil Inovasi Sirkular Ekonomi Desa Margamukti. Artikel ini akan membahas bagaimana adopsi ekonomi sirkular yang dapat mengoptimalkan potensi ekonomi unggulan sekaligus menciptakan kesempatan kerja dan menurunkan kemiskinan, yang akan dituangkan dalam dokumen rencana yang lebih terstruktur dan mengedepankan pendekatan buttom-up. Terdapat empat metode dalam kegiatan ini yakni, content analysis, metode deduktif, diskusi kelompok terfokus, dan proses pendampingan. Beberapa analisis hasil kegiatan antara lain berupa usulan untuk identifikasi potensi kewirausahaan kelompok peternak. Dalam dokumen profil juga tidak terdapat bagaimana monitoring evaluasi, tidak ada durasi waktu dan tidak ada indikator capaian. Artinya dokumen profil perlu disempurnakan dengan mengakomodir seluruh temuan dari hasil pengabdian ini ke dalam sebuah roadmap.
Upaya Penanggulangan Stunting Melalui Pengembangan Usaha Mikro Pangan di Desa Cileles Kecamata Jatinangor Kabupaten Sumedang Dede Kardaya; Mohamad Ali Fulazzaky
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12517

Abstract

Abstract. The existence of food MSMEs is very supportive in efforts to overcome stunting through improving and improving nutritional status by providing food sources of energy, protein, vitamins and minerals. Cileles Village, located in Jatinangor District, Sumedang Regency, is a village designated as a place for the implementation of community service programs for LLDIKTI region IV universities in micro business development. Therefore, Djuanda University, through the Independent College Program Gotong Royong Membangun Desa LLDIKTI Region IV in 2023 carried out Community Service in Cileles Village, Jatinangor District, Sumedang Regency for 4 months. The data collected were tabulated, classified, and analyzed descriptively. Determination of stunting toddlers using the Child Anthropometric Standard Index indicator. The results of the data analysis showed that there was greater growth or weight gain relative to growth or height gain so that the body mass index was high in children aged 1-12 months. There were 16 very short children and 57 children classified as short. There are 3 malnourished children and 4 children at risk of overnutrition. It is concluded that stunting prevention efforts in Cileles Village, Jatinagor Subdistrict, Sumedang Regency can be implemented by providing nutritious food sources of energy, protein, vitamins, and minerals through food UMKM available for both pregnant women and children under five. Abstrak. Keberadaan UMKM makanan sangat mendukung dalam upaya penanggulangan stunting melalui perbaikan dan peningkatan status gizi dengan pengadaan makanan sumber energi, protein, vitamin, dan mineral. Desa Cileles yang terletak di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang merupakan desa yang ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat perguruan tinggi LLDIKTI wilayah IV dalam pengembangan usaha mikro. Oleh karena itu, Universitas Djuanda, melalui Program Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa LLDIKTI Wilayah IV tahun 2023 melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Cileles Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang selama 4 bulan. Data yang berhasil dihimpun, ditabulasi, diklasifikasikan, dan dianalisis secara deskriptif. Penentuan balita stunting menggunakan indikator Indeks Standar Antropometri Anak. Hasil dari analisis data memperlihatkan terjadi pertumbuhan atau pertambahan bobot badan yang lebih besar relatif terhadap pertumbuhan atau pertambahan tinggi badan sehingga indeks masssa tubuhnya tinggi pada anak kisaran umur 1 – 12 bulan. Ada 16 anak yang sangat pendek dan 57 anak tergolong pendek . Anak yang kurang gizi ada 3 orang dan 4 anak berisiko gizi lebih. Disimpulkan bahwa Upaya penanggulangan stunting di Desa Cileles Kecamatan Jatinagor Kabupaten Sumedang dapat dilaksanakan dengan penyediaan makanan bergizi sumber energi, protein, vitamin, dan mineral melalui UMKM makanan yang tersedia baik bagi ibu hamil maupun anak balita.
Pengelolaan Sampah Terintegrasi Ketahanan Pangan di Desa Sukasari Kabupaten Sumedang Retno Dwi Marwati; Yosep Nurdjaman Alamasyah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12518

Abstract

Abstract. Waste is the remains of an item or product that is no longer used. anymore. However, this waste can also be recycled into something that can be useful for human life. useful for human life. If waste is not managed properly, then this waste will become a problem for human life, because this waste can cause the growth of diseases that will attack the human body. can cause the growth of diseases that will attack humans, besides that, this waste will also cause unpleasant odors in our environment. This is certainly a problem for the community environment, because if the local authorities and the community do not move to find a solution, then this is a problem. local officials and the community do not move to find a solution in handling waste, then the threat of disease for the community is already waste, then the threat of disease for the community is in sight. As what happened in Sukasari Village, Sukasari Sub-district, Sumedang Regency. Household garbage that continues to accumulate every day, if there is no serious handling from the village government, then the threat of disease for the community is at hand. serious handling from the village government, then it will become a sharp a sharp bullet to the Public Health of Sukasari village. One of the treatments that must be done by officials and residents is how the garbage can be managed properly, for example recycled so that it becomes a useful product for the life of the village. a product that is useful for the community's life and increases food security for the community. food security for the community. Data collection, both sourced from the results of analysis of KKN students, then information from Sukasari village cadres, and Sukasari villagers. Sukasari villagers, used as data with descriptive analysis method, to realize food security-based waste management for the community. to realize waste management based on food security for community welfare. Abstrak. Sampah adalah sisa-sisa sebuah barang atau produk yang sudah tidak digunakan lagi. Akan tetapi sampah ini juga bisa didaur ulang menjadi sesuatu yang dapat bermanfaat untuk kehidupan manusia. Apabila sampah tidak dikelola dengan baik, maka sampah ini akan menjadi masalah buat kehidupan manusia, karena sampah ini dapat menyebabkan tumbuhnya penyakit yang akan menyerang kepada manusia, selain itu juga sampah ini akan menyebabkan bau yang tidak sedap di lingkungan kita. Hal ini tentunya menjadi masalah bagi lingkungan masyarakat, sebab apabila aparat setempat dan Masyarakat tidak bergerak untuk mencari solusi dalam penanganan sampah, maka ancaman penyakit bagi Masyarakat sudah di depan mata. Seperti halnya yang terjadi di Desa Sukasari Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang. Sampah-sampah rumah tangga yang setiap hari terus menumpuk, apabila tidak ada penanganan yang serius dari pemerintah desa, maka hal tersebut akan menjadi peluru tajam terhadap Kesehatan Masyarakat desa Sukasari. Salah satu penanganan yang mesti dilakukan oleh aparat dan warga yakni bagaimana caranya sampahsampah tersebut bisa dikelola dengan baik, misalnya didaur ulang sehingga menjadi sebuah produk yang bermanfaat bagi kehidupupan Masyarakat dan meningkatkan ketahanan pangan bagi masyarakat. Pengumpulan data, baik bersumber dari hasil Analisa para mahasiswa KKN, kemudian informasi dari para kader desa Sukasari, dan warga desa Sukasari, dijadikan sebagai data dengan metode deskriptif analisis, untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang berbasis ketahanan pangan bagi kesejahteraan Masyarakat.
Penyuluhuan Budi Daya Ternak Sapi Strategi Alternatif Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di Desa Pawenang Kecamatan Jati Nunggal Kabupaten Sumedang Endang Komara; Hanafiah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12519

Abstract

Abstract. The problem of increasing the Human Development Index in Pawenang Village, Jatinunggal District, Sumedang Regency is still faced with various obstacles including the disparity in accessibility of education, disparity in healthy living, and disparity in income per capita for a decent life that is not yet evenly distributed. One of the alternative strategies to boost these problems is the need for counseling which aims to refresh as well as to share problems, knowledge, experiences, and solutions related to cattle cultivation, both related to feed management (Feeding), breeding / breeding (Breeding) and Maintenance Management. The method used was Seminar-shaped counseling delivered to 50 (fifty) farmers at the Pawenang Village Hall whose participants were mostly sheep, goat and cattle farmers. This activity is expected to be an inspiration and solution towards increasing per capita income, increasing Expected Years of Schooling (HLS) and Average Years of Schooling (RLS), as well as increasing life expectancy and healthy living in Pawenang Village, Jatinunggal District, Sumedang Regency. Abstrak. Permasalaham peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di Desa Pawenang Kecamatan Jatinunggal Kabipaten Sumedang masih dihadapkan kepada berbagai kendala diantaranya masih adanya dispariritas aksesibilitas pendidikan, disparitas hidup sehat, dan disparitas pendapatan perkapita untuk hidup layak yang belum merata. Salah satu trategi alternative untuk mendongkrak masalah tersebut perlu adanya penyuluhan yang bertujuan dalam rangka penyegaran kembali sekaligus untuk berbagi masalah, pengetahuan, pengalaman, dan solusia berkaitan Budi Daya Ternak sapi, baik berkaitan dengan pengelolaan pakan (Feeding), pengembang biakan/pembibitan (Breeding) maupun Manajemen Pemeliharaan. Metode yang digunakan berupa Penyuluhan berbentuk Seminar yang disampaikan kepada 50 (lima puluh) peternak di Balai Desa Pawenang yang pesertanya mayoritas sebagai peternak domba, kambing dan peternak sapi. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan solusi menuju peningkatan pendapatan perkapita, peningkatan Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS), serta peningkatan harapan hidup dan hidup sehat di Desa Pawenang Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang.
Pengolahan Sampah dengan Alat Pembakar Sampah Tanpa Asap (APSTA) di Desa Ganeas Kabupaten Sumedang Etih Hartati; Waluyo; Bali Widodo
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12520

Abstract

Abstract. One of the tridarma of higher education is community service. This article presents community service activities in Ganeas Village, Ganeas District, Sumedang Regency, West Java Province. The activities carried out in the form of counseling for the people of Ganeas Village were attended by mothers and fathers. The counseling material is in the form of an explanation of what waste is, types of waste, waste management objectives, waste reduction, handling, waste processing, smokeless waste burner (APSTA). The method of designing a smokeless waste burning device uses the assembly method of a smokeless waste burner. Tool assembly is putting together all the components that have been prepared and measured according to calculations so that they become a single unit of equipment that is ready to be operated. The use of APSTA is the right solution because with this tool there is no smoke that pollutes the environment. APSTA consists of components of a waste burning furnace equipped with a door to enter the garbage and ash collection room, motor, chimney, blower, water storage tank. The counseling was attended by about 45 women and 10 men. The results of this activity are the availability of APSTA technology, increasing community knowledge about APSTA and handling waste in Ganeas Village. Abstrak. Salah satu tridarma pergurian tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. Artikel ini menyajikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, di Desa Ganeas Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan bagi masyarakat Desa Ganeas yang dihadiri oleh ibu-ibu dan bapak-bapak. Adapun materi penyuluhan berupa penjelasan tentang apa sampah itu, jenisnya sampah, tujuan pengelolaan sampah, pengurangan, penanganan, pengolahan sampah, alat pembakar sampah tanpa asap (APSTA). Metode perancangan alat pembakaran sampah tanpa asap menggunakan metode perakitan alat pembakar sampah tanpa asap. Perakitan alat adalah menyatukan seluruh komponen-komponen yang sudah disiapkan dan diukur sesuai perhitungan sehingga menjadi satu kesatuan alat yang siap untuk dioperasikan. Penggunaan APSTA adalah solusi tepat karena dengan alat tersebut tidak ada asap yang mencemari lingkungan. APSTA ini terdiri atas komponen-komponen tungku pembakar sampah yang dilengkapi dengan pintu untuk masuk sampah serta ruang penampung abu, motor, cerobong asap, blower, tangki penampung air. Penyuluhan dihadiri sekitar 45 ibu-ibu dan 10 bapak-bapak. Hasil dari kegiatan ini adalah tersedianya teknologi APSTA, meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang APSTA dan tertanganinya sampah di Desa Ganeas.