cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Implementasi Visi Misi Sekolah dalam Mewujudkan Siswa Berkarakter Religius di SMP Islam Terpadu Baitul Anshor Boarding School Cimahi Usamah Almujahid; Asep Dudi Suhardini; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.042 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.1905

Abstract

Abstract. Student delinquency that is occurs today is the background of this research. Bullying, drug abuse, promiscuity, brawls between students, and other student delinquency are examples of cases that often occur. The development of student behavior is related to the process of implementing activities in schools (Laure, et al., 2020). Therefore, this study looks at how the implementation of the school's vision and mission in realizing students with a religious character. This study aims to determine the planning carried out by the school, find out how the implementation of Islamic boarding school activities and find out how the evaluation is carried out on Islamic boarding school activities in implementing the vision and mission to realize students with a religious character.The research method used in this research is descriptive with survey methods and qualitative approaches. The types of data used are primary and secondary data. Sources of data were obtained from resource persons, namely the Head of School, Head of Islamic Boarding School, Deputy Head of Curriculum, Deputy Head of Student Affairs, Foster Brother, and Teachers. The data collection techniques used in this study were interviews, observations, and direct documentation at the Baitul Anshor Integrated Islamic Junior High School Cimahi.The results showed that by implementing the intracurricular and co-curricular programs in a sustainable and structured manner, the school's vision and mission could be implemented to realize students with religious character at the Baitul Anshor Integrated Islamic Junior High School Cimahi. Abstrak. Kenakalan remaja yang marak terjadi dewasa ini menjadi latar belakang penelitian ini. Bullying, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, tawuran antar pelajar, dan kenakalan remaja lainnya menjadi contoh kasus yang sering terjadi. Perkembangan perilaku siswa memiliki keterkaitan dengan proses pelaksanaan kegiatan di sekolah (Laure, et al., 2020). Oleh karena itu, pada penelitian ini melihat bagaimana implementasi visi dan misi sekolah dalam mewujudkan siswa berkarakter religius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan yang dilakukan oleh sekolah, mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan kepesantrenan dan mengetahui bagaimana evaluasi yang dilakukan terhadap kegiatan kepesantrenan dalam mengimplementasikan visi dan misi untuk mewujudkan siswa berkarakter religius. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei dan pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Sumber data diperoleh dari narasumber yaitu Kepala Sekolah, Kepala Kepesantrenan, Wakil Kepala Bidang kurikulum, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Kaka Asuh dan Guru. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi secara langsung di SMP Islam terpadu Baitul Anshor Boarding School Cimahi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan melaksanakan program intrakulikuler dan kokulikuler secara berkelanjutan dan terstruktur dapat mengimplementasikan visi dan misi sekolah untuk mewujudkan siswa berkarakter religius di SMP Islam terpadu Baitul Anshor Boarding School Cimahi.
Pemanfaatan Aplikasi Microsoft Teams sebagai Media Pembelajaran Daring dalam Program Tahfidz Siswa Kelas 6 Sekolah Dasar Islam Terpadu Assaidiyah Irennisa Aulia Firdaus; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.946 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2010

Abstract

Abstrack. This research is about how to use a digital application for learning tahfidzul Qur'an, as a result of the outbreak of the covid-19 virus and causing human activities around the world to turn completely digital and online. This includes the tahfidz class at an Islamic boarding school by utilizing the team's application Microsoft as an online learning tool. On this basis, this research focuses on "Utilization of the Microsoft Teams Application as an Online Learning Media in the Tahfidz Program for Class 6 Students of SDIT Assaidiyah"The aims of this study are: First, to find out the tahfidz learning method using the Microsoft Teams application. Second, to find out the level of student memorization when using the Microsoft Teams application. Third, to find out the obstacles in using the Microsoft Teams application in the tahfidzul Qur'an program. This research was conducted using qualitative methods through field research with the research subject being a tahfidz Qur'an teacher at SDIT Assaidiyah and the object of the research was a class 6 student at SDIT Assaidiyah. The results of this study are: First, the teaching method used is the Tilawatil and murajaah methods, using the ros tone of Qory Imam from Kuwait Mishary Rashid Alafasy. Technical learning by opening Microsoft Teams and then inviting students and everything goes like the face-to-face learning process. Second, the use of the Microsoft Teams application for memorization classes according to the students did not significantly increase their memorization level, with details of the four students interviewed, only one person considered the use of the Microsoft Teams application to increase their memorization rapidly. Even so, the use of the application Microsoft Teams makes it easier for the teacher to supervise and the level of students' memorization progress. Currently, the majority of students' memorization from class 6 of SDIT Assaidiyah is in juz 30 and 29. Third, the main problem experienced when using the application of Microsoft Teams is the slow network and causes communication between students and teachers to be hampered, so students prefer tahfidz classes to be held face-to-face rather than online. But for online applications, students prefer to use WhatsApp for their application media when depositing their memorization with the teacher. Abstrak. Penelitian ini tentang bagaimana pemanfaatan sebuah aplikasi digital untuk sebuah pembelajaran tahfidzul qur’an, sebagai dampak dari merebaknya virus covid-19 dan menyebabkan aktivitas manusia di seluruh dunia berubah menjadi serba digital dan daring. Termasuk dalam hal kelas tahfidz pada sebuah pesantren dengan memanfaatkan aplikasi Microsoft teams sebagai sarana pembelajaran daring. Atas dasar itu penelitian ini berfokus pada “Pemanfaatan Aplikasi Microsoft Teams Sebagai Media Pembelajaran Daring Dalam Program Tahfidz Siswa Kelas 6 Sekolah Dasar Islam Terpadu Assaidiyah.”Tujuan penelitian ini adalah: Pertama, Untuk mengetahui metode pembelajaran tahfidz dengan menggunakan aplikasi Microsoft Teams. Kedua, Untuk mengetahui tingkat hafalan siswa ketika memakai aplikasi Microsoft Teams. Ketiga, Untuk mengetahui hambatan dalam pemanfaatan aplikasi Microsoft Teams pada program tahfidzul qur’an. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif melalui penelitian lapangan dengan subjek penelitian adalah guru tahfidz qur’an SDIT Assaidiyah dan objek penelitiannya adalah siswa kelas 6 SDIT Assaidiyah. Hasil Penelitian ini adalah: Pertama, Metode pengajaran yang digunakan adalah metode tilawatil dan murajaah, dengan menggunakan nada ros dari Qory Imam asal Kuwait Mishary Rashid Alafasy. Teknis pembelajaran dengan membuka microsoft teams kemudian mengundang peserta didik dan semua berjalan seperti dengan proses membelajaran tatap muka. Kedua, Penggunaan aplikasi microsoft teams untuk kelas hapalan menurut para siswa tidak terlalu membuat tingkat hapalan mereka meningkat pesat, dengan rincian dari empat siswa yang diwawancarai, hanya satu orang yang menganggap penggunaan aplikasi microsoft teams membuat hapalannya meningkat pesat. Meskipun begitu, penggunaan aplikasi Microsoft Teams membuat pihak guru lebih gampang dalam melakukan pengawasan dan tingkat kemajuan hapalan para siswa. Saat ini mayoritas hapalan para siswa dari kelas 6 SDIT Assaidiyah ada di juz 30 dan juz 29. Ketiga, Masalah utama yang dialami Ketika menggunakan aplikasi Microsoft Teams adalah jaringan yang lambat dan menyebabkan komunikasi antara siswa dan guru terhambat, sehingga siswa lebih menginginkan kelas tahfidz diadakan secara langsung melalui tatap muka dibandingkan daring. Tetapi untuk aplikasi daring para siswa lebih menyarankan untuk menggunakan WhatsApp untuk media aplikasi mereka ketika menyetorkan hapalannya kepada guru.
Kegiatan Ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa di MAN 2 Kota Sukabumi Parida; Asep Dudi; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.896 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2044

Abstract

Abstract. This study will discuss "Islamic Spiritual Extracurricular Activities (Rohis) in Formation of Students' Religious Character at MAN 2 Sukabumi City". This study uses qualitative methods using qualitative descriptive. Collecting data through observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that: Planning for Islamic Spiritual (Rohis) extracurricular activities in the formation of students' religious character is carried out through (1) Provision of religious knowledge first (2) Through exemplary (3) Through habituation (4) Through coaching (5) Through MABIT (Night of Bina and Taqwa). The spiritual extracurricular activities in the formation of students' religious character are contained in (1) Habituation of Duha and Dzhur prayers in congregation (2) Morning recitations (3) NGABARIS (Ngaji Together with Rohis) (4) Tahfidz Quran (5) Dauroh Al-Quran (6) Study Muslimah (7) Recitation of Mawlid, Ratib, Dhikr and Sholawat (8) Filling in madding with Islamic themes (9) Muhadhoroh (10) Tadzkiroh (11) Monthly Majlis (12) Mahabbah Pilgrimage (13) Tadabur Alam (14) Archery (15) Mabit (16) Commemoration of Islamic Holidays. And the evaluation of spiritual activities at MAN 2 Sukabumi City is included in the evaluation of the work program. In the extracurricular Rohis at MAN 2 Sukabumi City, there is an evaluation in terms of assessment. The assessment includes process assessment and activity result assessment Abstrak. Penelitian ini akan membahas “Kegiatan Ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) Dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa Di MAN 2 Kota Sukabumi”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Perencanaan kegiatan ekstakurikuler Rohani Islam (Rohis) dalam pembentukan karakter religius siswa dilakukan melalui (1) Pembekalan ilmu agama terlebih dahulu (2) Melalui keteladanan (3) Melalui pembiasaan (4) Melalui pembinan (5) Melalui MABIT (Malam Bina dan Taqwa). Adapun Kegiatan Ekstakurikuler Rohis dalam pembentukan karakter religius siswa terdapat dalam (1) Pembiasaan Shalat Duha dan Dzhur berjamaah (2) Tilawah pagi (3) NGABARIS (Ngaji Bareng Rohis) (4) Tahfidz Quran (5) Dauroh Al-Quran (6) Kajian Muslimah (7) Pembacaan Maulid, Ratib, Dzikir dan Sholawat (8) Mengisi madding dengan tema Islami (9) Muhadhoroh (10) Tadzkiroh (11) Majlis Bulanan (12) Ziarah Mahabbah (13) Tadabur Alam (14) Panahan (15) Mabit (16) Peringatan Hari Besar Islam. Dan evaluasi kegiatan rohis di MAN 2 Kota Sukabumi termasuk kedalam evaluasi program kerja. Dalam ekstakurikuler Rohis di MAN 2 Kota Sukabumi terdapat evaluasi dari sisi penilain. Penilaian tersebut mencakup penilaian proses dan penilaian hasil kegiatan.
Implikasi Pendidikan dari Q.S An-Nisa Ayat 1 tentang Silaturahim terhadap Pendidikan Sosial Sri Wulandari; Aep Saepudin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.359 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2077

Abstract

Abstract. Difficulty in socializing with someone has an impact on being a quiet person, shy, difficult to control himself and likes to withdraw from group activities. This social behavior is caused by the first external factors in the family environment in the form of the relationship between parents and their children, how to educate, and the atmosphere in the house. As social beings who need each other, it is necessary to establish good relations with humans through friendship in order to understand their social environment. This study aims to (1) find out the opinion of the commentators regarding Q.S An-Nisa verse 1, (2) find out the essence contained in Q.S. An-Nisa verse 1, (3) Knowing the opinion of experts regarding social education, (4) Understanding of educational implications of Q.S An-Nisa verse 1 regarding friendship on social education. In this study, the author uses a qualitative approach with library research techniques using descriptive analysis and the tahlili method, by interpreting the existing data. The object of this research is interpretation. The results of this study can be concluded that the essence contained in QS An-Nisa paragraph 1 (1) piety as a basis for doing friendship, (2) silarurahim values that must be fostered in social education, (3) quality social education starts with the nuclear family, and (4) The establishment of social education by maintaining kinship ties and the rights of relatives and prohibiting breaking them. The educational implications of QS An-Nisa verse 1 (1) (1) Taaruf, (2) Tafahum, and (3) Ta’awun. Abstrak. Kesulitan dalam bersosialisasi terhadap seseorang berdampak menjadi pribadi yang pendiam, pemalu, sulit untuk mengontrol diri dan suka menarik diri dari kegiatan-kegiatan kelompok. Perilaku sosial ini disebabkan oleh faktor eksternal yang pertama ada pada lingkungan keluarga berupa hubungan orang tua dengan anaknya, cara mendidik, dan suasana dalam rumah. Sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain, maka perlu menjalin hubungan baik dengan manusia melalui silaturahim agar memahami lingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pendapat para mufasir mengenai Q.S An-Nisa ayat 1, (2) Mengetahui esensi yang terkandung dalam Q.S. An-Nisa ayat 1, (3) Mengetahui pendapat para ahli mengenai pendidikan sosial, (4) Memahami implikasi pendidikan dari Q.S An-Nisa ayat 1 tentang silaturahim terhadap pendidikan sosial. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik library research menggunakan deskriptif analisis dan metode tahlili, dengan cara menafsirkan data yang ada. Objek yang dijadikan penelitian ini adalah tafsir. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Esensi yang terkandung dalam Q.S An-Nisa ayat 1 (1) Takwa sebagai landasan dalam melakukan silaturrahim, (2) Nilai-nilai silarurahim yang harus dibina dalam pendidikan sosial, (3) Pendidikan sosial yang berkualitas dimulai keluarga inti, dan (4) Terbentuknya pendidikan sosial dengan cara memelihara ikatan kekerabatan dan hak kerabat serta melarang untuk memutuskannya. Adapun Implikasi pendidikan dari Q.S An-Nisa ayat 1 (1) Taaruf, (2) Tafahum, dan (3) Ta’awun.
Pengaruh antara Minat Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Hybrid Learning pada Mata Pelajaran PAI Kelas IX di SMPN 1 Majalaya Ira Nurhaeti; Aep Saepuddin; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.143 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2122

Abstract

Abstract. Interest in learning is the tendency to always pay attention and remember something continuously. While student achievement is the result of the value achieved by students in the learning process, namely the value of student learning outcomes in PAI subjects, which aims to lead students to better know and understand the procedures relating to the change of a Muslim. The method used in this research is a quantitative approach method. Data collection techniques in this study used a questionnaire (questionnaire) and documentation studies. This quantitative research uses a simple linear regression analysis method. The results of this study generally indicate that the average learning interest of class IX students has a good interest in learning about Islamic religious education subjects or 68.96%. Based on the value of learning achievement at the end of the semester assessment shows that most students get a sufficient score or 43.10%. From the research results of hypothesis testing, the regression coefficient of X against Y is 0.142. This means, the variable interest in learning contributes 14.2% to changes in learning outcomes variables while the remaining 85.2% is influenced by other variables outside the study. Thus, it can be concluded that interest in learning has a significant influence on student achievement through a hybrid learning model of learning in PAI subjects at SMPN 1 Majalaya. This shows that by using the hybrid learning model, interest in learning towards student achievement is good. Abstrak. Minat belajar merupakan kecenderungan untuk selalu memperhatikan dan mengingat sesuatu secara terus menerus. Sedangkan prestasi belajar siswa adalah hasil nilai yang siswa yang dicapai dalam proses pembelajaran yaitu nilai hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PAI, yang bertujuan untuk mengantarkan siswa agar lebih mengetahui dan memahami cara yang berkaitan dengan perubahan seorang muslim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner (angket) dan studi dokumentasi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa rata-rata minat belajar siswa kelas IX mempunyai minat belajar yang baik terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam atau sebersar 68,96%. Berdasarkan nilai prestasi belajar pada penilaian akhir semester menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memperoleh nilai yang cukup atau sebesar 43,10%. Dari hasil penelitian pengujian hipotesis, diperoleh koefisien regresi X terhadap Y sebesar 0,142. Hal ini berarti, variabel minat belajar memberikan kontribusi sebesar 14,2% bagi perubahan variabel hasil belajar sedangkan 85,2% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Minat Belajar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi Belajar Siswa melalui model pembelajaran hybrid learnng pada mata pelajaran PAI di SMPN 1 Majalaya. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran hybrid learning minat belajar terhadap prestasi belajar siswa baik.
Profil Pendidikan Berasrama pada Sekolah dan Madrasah Negeri Wahyu Fajar Faadhilah; Asep Dudi Suhardini; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.13 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2129

Abstract

Abstract. The background of this research is that there are public schools in Bandung which have dormitories for SMA Negeri X Cisarua and MA Negeri 1 Bandung, this study aims to determine the profile of boarding education in the Student Development Dormitory of SMA Negeri X Cisarua and Al-Muraby Integrated Islamic Boarding School, MA Negeri 1 City. Bandung, as well as to find out the education system and the comparison of the two schools. The approach used is a qualitative approach with a descriptive analytical research type with a case study method of multi-case type. The results of the research on the profile of boarding education in the Student Development Dormitory of SMA Negeri X Cisarua and the Al-Muraby Integrated Islamic Boarding School MA Negeri 1 Bandung already have their respective standards in accordance with eight National Education Standards covering graduate competency standards, content standards, process standards, educational assessment standards , standards for teaching and educational staff, standards for infrastructure, management standards, and financing standards. The difference between the two institutions based on these eight standards is that the Student Development Dormitory of SMA Negeri X Cisarua is not part of the school because it is directly owned by the West Java Provincial Government, while the Al-Muraby Integrated Islamic Boarding School, MA Negeri 1 Bandung City, becomes a single unit with the madrasa, so that facilities and infrastructure are integrated. And the research findings are that boarding schools are more supportive of religious knowledge, school materials, student independence, and student discipline. Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh terdapat sekolah negeri di Bandung yang memiliki asrama SMA Negeri X Cisarua dan MA Negeri 1 Kota Bandung, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pendidikan berasrama di Asrama Bina Siswa SMA Negeri X Cisarua dan Pesantren Terpadu Al-Muraby MA Negeri 1 Kota Bandung, serta untuk mengetahui sistem pendidikan dan perbandingan dari dua sekolah tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitik dengan metode studi kasus tipe multi kasus. Hasil penelitian profil pendidikan berasrama di Asrama Bina Siswa SMA Negeri X Cisarua dan Pesantren Terpadu Al-Muraby MA Negeri 1 Kota Bandung sudah memiliki standarnya masing-masing sesuai dengan delapan Standar Nasional Pendidikan meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar tenaga pendidik dan kependidikan, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan. Perbedaan dua lembaga tersebut berdasarkan delapan standar tadi adalah Asrama Bina Siswa SMA Negeri X Cisarua itu bukan merupakan bagian dari sekolah karena dipegang langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sedangkan Pesantren Terpadu Al-Muraby MA Negeri 1 Kota Bandung itu menjadi satu kesatuan dengan madrasah, sehingga sarana dan prasarananyapun menyatu. Dan penemuan penelitian adalah sekolah diasrama itu lebih menunjang ilmu agama, materi-materi di sekolah, kemandirian siswa, dan kedisiplinan siswa.
Pendidikaan Keluarga tentang Komitmen Beragama dalam QS. Al-Baqarah Ayat 31-33 Siti Nurparikah; Enoh Nuroni; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.835 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2130

Abstract

Abstract. The role of the family is crucial in the spiritual education of the child because the family is the first education for his children, especially the parents. The role of parents, therefore, is to provide a good education, which can strengthen their faith and their morals and thus strengthen their religious commitment. The purpose of this study is to know: (1). The opinion of the mufascists as to the content of qs. Al-baqarah verse 31-33, (2). Al-baqarah verse 31-33, (3). Religious commitment based on expert opinion, (4). Al-baqarah 31-33. The method used is the study of literature with a descriptive, qualitative approach. The results of this research reveal that within qs. Al-baqarah verse 31-33 explains that god is the source of learning, including that which is on the earth earth entirely, god created as the source of learning for man to understand and master. In essence it is the generosity of god, the facility which god has given us to learn in order for man to understand so that man can manage the earth. Even so, parents have been given facilities by god almighty to teach their children according to islamic Islam, primarily as a child's spiritual education to strengthen his religious commitment. Abstrak. Peran keluarga sangatlah penting dalam pendidikan spiritual anak karena keluarga merupakan pendidikan pertama bagi anak-anaknya terutama orang tua. Oleh karena itu, peran orang tua yaitu memberikan pendidikan yang baik, yang dapat memperkuat keimanannya dan akhlaknya sehingga kuat pula komitmen beragamanya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1). pendapat para mufassir mengenai isi kandungan QS. Al-Baqarah ayat 31-33, (2). esensi pada QS. Al-Baqarah ayat 31-33, (3). komitmen beragama berdasarkan pendapat para ahli, (4). implikasi pendidikan yang terkandung dalam QS. Al-Baqarah ayat 31-33. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif analisis. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa di dalam QS. Al-Baqarah ayat 31-33 menjelaskan bahwa Allah Swt adalah sumber ilmu, termasuk apa yang ada di muka bumi ini seluruhnya Allah ciptakan sebagai sumber ilmu agar manusia memahami dan menguasainya. Pada hakikatnya hal tersebut adalah kemurahan Allah, fasilitas yang diberikan oleh Allah Swt untuk di pelajari agar manusia memiliki pemahaman sehingga manusia bisa mengelola bumi. Begitu pun dengan orang tua telah diberikan fasilitas oleh Allah Swt sehingga dapat mengajarkan anak-anaknya sesuai dengan syari’at Islam terutama yaitu pendidikan spiritual anak agar semakin kuat komitmen beragamanya.
Hubungan Tingkat Kemampuan Memory Al-Qur'an dengan Prestasi Belajar Siswa pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP IMI Tasdiqul Qur’an Bandung Riyan Andriyana; Aep Saepudin; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.666 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2156

Abstract

Abstract. Memorizing the Qur’an is an attempt to stick in the memories and hearts of verses memorized. So in an effort to emorize the necessary high concentrations memorizing can survive well. Habits of a penghafal in concentrate will certainly affect teh ability to learn, so that when the more a person memorize it will affect their ability to learn. A high learning ability will make high academic achievement as well. The purpose of this study was to : (1) determine the level of empirical data Qur’an memorization ability student at SMP IMI Tasdiqul Qur’an Bandung, (2) determine the student achivement in the subjects of Mathematics Islamic Education in SMP IMI Tasdiqul Qur’an Bandung, (3) determine the relationship between the level of ability to memorize the Qur’an and the learning achievement in the subject of Islamic Education students SMP IMI Tasdiqul Qur’an Bandung. To achieve the above objective, quantitative approach was used with the type of correlational research. The data were collected by using questionnaires and documentation then analyzed using pearson product moment correaltion. Furthemore, to determine how much the relationship activities recitation of the Qur’an to the learning achievement of Islamic education using correlation test of determination. The results of the study show that : (1) The application of Al Qur’an memorization of students in Bandung SMP IMI Tasdiqul Qur’an based on the results of the questionnaire is quiti good, students can master the latters, master the tajwid reading, and fluency in the memorization of the Qur’an. (2) The learning achivement of students in Islamic Education subjects after participating in Al Qur’an memorization activities is in the good category. (3) The relationship between the level of memorization of the Qur’an and the learning achievement of students in the subjects of Islamic Education in SMP IMI Tasdiqul Qur’an Bandung with the result of interpretation classified as moderate ot sufficient. There is a contribution of the level of Al Qur’an memorization ability to Islamic Education Learning achievement of 41,7% while 58,3% is determined by other factors. Abstrak. Menghafal Al-Qur’an merupakan upaya untuk melekat dalam ingatan dan hati terhadap ayat-ayat yang dihafal. Sehingga dalam upaya menghafal diperlukan konsentrasi tinggi agar hafalan dapat bertahan dengan baik. Kebiasaan seorang penghafal dalam berkonsentrasi tentunya akan mempengaruhi kemampuan belajarnya, sehingga semakin seseorang menghafal akan mempengaruhi kemampuan belajarnya. Kemampuan belajar yang tinggi akan menghasilkan prestasi akademik yang tinggi pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) mengetahui tingkat data empiris kemampuan menghafal Al-Qur'an siswa di SMP IMI Tasdiqul Qur'an Bandung, (2) mengetahui prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Matematika Pendidikan Agama Islam di SMP IMI Tasdiqul Qur'an Bandung, (3) mengetahui hubungan antara tingkat kemampuan menghafal Al-Qur'an dengan prestasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa SMP IMI Tasdiqul Qur'an Bandung. Untuk mencapai tujuan di atas digunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan korelasi product moment pearson. Selanjutnya untuk mengetahui seberapa besar hubungan kegiatan tajwid terhadap prestasi belajar PAI menggunakan uji korelasi determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Penerapan hafalan Al Qur'an siswa di SMP IMI Tasdiqul Qur'an Bandung berdasarkan hasil angket cukup baik, siswa dapat menguasai yang terakhir, menguasai bacaan tajwid , dan kelancaran dalam menghafal Al-Qur'an. (2) Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam setelah mengikuti kegiatan menghafal Al Qur’an berada pada kategori baik. (3) Hubungan antara tingkat hafalan Al-Qur’an dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP IMI Tasdiqul Qur’an Bandung dengan hasil tafsir tergolong sedang atau cukup. Terdapat kontribusi tingkat kemampuan menghafal Al Qur’an terhadap prestasi belajar PAI sebesar 41,7% sedangkan 58,3% ditentukan oleh faktor lain.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Kedisiplinan Anak dalam Pengamalan Ibadah Sholat Fardhu Fiska Maharani; Dedih Surana; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.978 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2159

Abstract

Abstract. This research is based on the many phenomena in society about the lack of discipline in children in practicing fardhu prayers, so parents are obliged to provide an ideal parenting pattern to discipline children in their prayers, because parents have a very important role to provide understanding to children as the main provision. This study aims to determine the parenting pattern of parents, the discipline of children in the practice of praying fardhu prayers, and looking for the influence of parenting patterns on children's discipline in the practice of praying fardhu prayers. The method used in this study is a quantitative, descriptive research method. The sample technique taken by the author is purposive sampling, namely respondents for mothers and children aged 10-12 years with a total of 62 people. Based on the results of the study that parenting patterns are in the high category which is at intervals of 3,41-4,20, children's discipline in practicing fardhu prayer is included in the high criteria which is at intervals of 3,41-4,20. parenting style variables have a significant effect on children's discipline in practicing fardhu prayers. This statement is supported by the results of the t-test calculation with the tcount value greater than ttable and the sig value of the parenting style variable for children in the practice of praying fardhu prayer is less than 0.05. This shows that Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that the parenting style variable has a significant effect on children in practicing fardhu prayers. Abstrak. Penelitian ini didasari atas banyaknya fenomena di masyarakat tentang kurangnya kedisiplinan anak dalam pengamalan ibadah sholat fardhu, sehingga orang tua wajib memberikan pola asuh yang ideal untuk mendisplinkan anak dalam ibadah sholatnya, karena orang tua memiliki peran yang sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada anak sebagai bekal utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orang tua, kedisiplinan anak dalam pengamalam ibadah sholat fardhu, dan mencari besar pengaruh pola asuh orang tua terhadap kedisiplinan anak dalam pengamalan ibadah sholat fardhu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif, deskriptif. Teknik sampel yang diambil penulis adalah purposive sampling, yaitu responden untuk ibu dan anak yang memiliki rentan usia 10 hingga 12 tahun dengan jumlah keseluruhan yaitu 62 orang. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pola asuh orang tua berada pada kategori baik yang berada pada interval 3,41-4,20, kedisiplinan anak dalam pengamalan ibadah sholat fardhu masuk pada kriteria baik karena interval 3,41-4,20. variabel pola asuh orang tua berpengaruh signifikan terhadap anak dalam kedisiplinan ibadah sholat fardhu. Pernyataan ini didukung dari hasil perhitungan uji t dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel serta nilai sig variabel pola asuh orang tua terhadap anak dalam pengamalan ibadah sholat fardhu lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, artinya variabel pola asuh orang tua berpengaruh signifikan terhadap kedisiplinan anak dalam mengamalan ibadah sholat fardhu.
Implikasi Pedidikan dari Quran Surat Ar-Ra’d Ayat 11 tentang Perubahan terhadap Upaya Pendidikan dalam Mengembangkan Potensi Manusia Risanaldi Dwi Fajri; U. Saepudin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.036 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2161

Abstract

Abstract. Education in general has a very important task for human life, namely increasing the potential of humans, ranging from the potential of reason to attitudes and behavior, with the aim of improving the quality of human life and preparing every human individual in his obligations as part of society, by establishing relationships between each other. In other words, the relationship between humans is also the goal of education. Education which acts as an effort to increase human potential in order to prepare for a better life in social life should be questioned about its sincerity in carrying out this role, due to the fact that young people tend to have individualistic traits, this is due to gadgets and the implementation of bold education. students become individualistic This study was conducted to find out the interpretation of Qur’an surah Rad verse 11 and its education value contained in the verse as well as its implications towards the educational efforts in increasing human potential. This study used a qualitative approach with descriptive methods. The technique of collecting data in this study used the Library Research. The data analysis technique used is by collecting rough data, presenting the data and then providing conclusions. The research results obtained are: (1) according to the word of God in the Qur’an surah Shad verse 29 that every verse in the Qur’an must have lessons in it (2) therefore it is implied in the Qur’an Surah Rad verse 11 about the concept of changes that occur in humans, towards educational efforts in increasing human potential, it can be ascertained that the role of education here is only to try to increase human potential, not to change it, because the one who has the right to change it is the will of the individual himself and God. Abstrak. Pendidikan secara umum memiliki tugas yang sangat penting bagi kehidupan manusia, yaitu meningkatkan potensi yang dimiliki manusia, mulai dari potensi akal sampai kepada sikap dan perilaku, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup manusia dan menyiapkan tiapp individu manusia dalam menjalani kewajibannya sebagai bagian dari Masyarakat, dengan menjalin hubungan antar sesama. Dengan kata lain hubungan antar manusia pun merupakan tujuan dari Pendidikan. Pendidikan yang berperan sebagai upaya dalam meningkatkan potensi manusia guna menyiapkan kehidupan yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat ini patut dipertanyakan kesungguhannya dalam menjalankan peran tersebut, karena faktanya pemuda-pemuda cenderung memiliki sifat individualis, hal ini disebabkan karena gadget serta terlaksananya pendidikan secara daring pun menjadi hal yang menyebabkan para siswa menjadi memiliki sifat individualis Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu isi kandungan ayat Quran surat Rad ayat 11 dan nilai pendidikan yang terkandung didalam ayat terkait serta implikasinya terhadap upaya pendidikan dalam meningkatkan potensi manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik Penelitian Pustaka. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan pengumpulan data, penyajian data kemudian menganalis dan memberikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapatkan adalah: (1) sesuai dengan firman Allah dalam Quran surat Shad ayat 29 bahwa setiap ayat di dalam al-Quran pasti terdapat pembelajaran bagi indiviu yang membaca dan memikirkannya (2) oleh karena itu terdapat implikasi dari Quran surat Rad ayat 11 tentang konsep perubahan yang terjadi pada manusia ini terhadap upaya pendidikan dalam meningkatkan potensi manusia, maka dapat dipastikan bahwa peran pendidikan disini hanya sampai kepada berupaya meningkatkan potensi manusia, tidak sampai mengubahnya, karena yang berhak mengubahnya adalah kehendak individu itu sendiri dan Allah.

Page 2 of 38 | Total Record : 374