cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Landasan-Landasan Metodologis Pendidikan Akhlak pada Buku Mendidik Anak Bersama Nabi ﷺ Karya Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid Riski Amilia; Sobar Al Ghazal; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.716 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2420

Abstract

Abstract. Children in late adolescence at the age of 12-19 years experience psychological maturity, meaning that children are able to control attitudes and behavior to do good with self-awareness. Meanwhile, data on deviations in behavior from children to their late teens shows that their attitudes and behavior are uncontrollable. Moral education can be carried out by paying attention to the educational component in the form of moral education methods because the right educational method can affect the success of the process and the achievement of goals. Based on this, the researcher chose the book by Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid entitled Mendidik Anak Bersama Nabi ﷺ to find a method of moral education that can be applied in moral education. This study uses a qualitative approach, a type of library research with content analysis techniques that emphasize scientific analysis of the message content of a communication. This study aims to determine the types of moral education methods and the factors that influence the selection of educational methods according to Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid. . The results of this study indicate that the types of moral education methods according to Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid are: faith-building methods, habituation methods, advice methods, good exemplary methods, social methods, motivational methods, story methods, and methods of giving lessons or punishments that educate. The factors for choosing the method of moral education according to Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid are: educators, students, the situation and conditions of ongoing education. Abstrak. Anak pada masa remaja akhir di usia 12-19 tahun mengalami kematangan kejiwaan, artinya anak mampu mengendalikan sikap dan perilaku untuk berbuat baik dengan kesadaran diri sendiri. Sementara itu, data penyimpangan perilaku anak hingga remaja akhir menunjukkan tidak terkendalinya sikap dan perilaku mereka. Pendidikan akhlak dapat dilakukan dengan memperhatikan komponen pendidikan berupa metode pendidikan akhlak karena metode pendidikan yang tepat dapat mempengaruhi keberhasila proses dan pencapaian tujuan. Berdasarkan hal tersebut peneliti memilih buku karya Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid yang berjudul Mendidik Anak Bersama Nabi ﷺ untuk menemukan metode pendidikan akhlak yang dapat diterapkan dalam pendidikan akhlak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian kepustakaan dengan teknik analisis isi yang menekankan pada analisis ilmiah tentang isi pesan suatu komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis metode pendidikan akhlak dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode pendidikan menurut Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis-jenis metode pendidikan akhlak menurut Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid adalah: metode pembinaan akidah, metode pembiasaan, metode nasihat, metode teladan yang baik, metode sosial kemasyarakatan, metode motivasi, metode kisah, dan metode pemberian pelajaran atau hukuman yang mendidik. Adapun faktor-faktor pemilihan metode pendidikan akhlak menurut Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid adalah: pendidik, anak didik, situasi dan kondisi berlangsungnya pendidikan.
Efektifitas Model Pembelajran Inqury Tipe Pictorial Riddle dalam Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih pada Siswa XI Madrasah Aliyah Darul Qolam Kab. Bandung Reni Mulyani; Aep Saepudin; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.663 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2422

Abstract

Abstract. One of the problems faced by the world of education is the weakness of the learning process. In the learning process, children are less encouraged to develop thinking skills. The learning process in the classroom is directed at the ability to memorize information, the child's brain is forced to remember and hoard various information it remembers to relate it to everyday life. As a result, when children graduate from school, they are theoretically smart, but they are poor in application. This thesis discusses the effectiveness of the pictorial riddle type inquiry learning model in improving students' critical thinking skills in fiqh subjects, with the aim of (1) knowing the students' abilities before implementing the pictorial riddle type inquiry learning model in improving students' critical thinking skills in fiqh subjects. at MA Darul Qolam Bandung?(2)To determine students' critical thinking skills after using the Pictorial Riddle-type inquiry learning model in Fiqh subjects at MA Darul Qolam Bandung?(3) To determine the effect of the Pictorial Riddle-type inquiry learning model on students' critical thinking skills in Fiqh subjects at MA Darul Qolam Bandung. The type of this research is experimental quantitative research with Control Group Design research design. The population in this study were all students of class XI MA Darul Qolam Kab. Bandung as many as 40 students. The sampling technique in this research is purposive sampling. The number of samples used was 19 students where in class XI MAB with 19 students selected as the experimental class taught by the pictorial riddle-type inquiry learning model and class XI MAA with 21 students selected as the control class taught by direct learning. The data collection technique was carried out using a test instrument in the form of multiple choice as many as 20. The data analysis technique was carried out using descriptive analysis techniques and inferential analysis techniques. The results obtained in the class using the pictorial riddle-type inqury learning model with an average value of 77. Student learning outcomes without using the pictorial riddle-type inqury learning model obtained an average value of 57. This indicates that there is a significant effect between the models. pictorial riddle-type inqury learning on critical thinking skills of class XI MA Darul Qolam students, Bandung Regency. This is supported by the results of the regression analysis obtained by the value of tcount17 > ttable 0.02. Abstrak. Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan adalah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, anak kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berfikir. Proses pembelajaran di dalam kelas diarahkan kemampuan untuk menghafal informasi,otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi yang diingatnya untuk menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Akibatnya, ketika anak lulus dari sekolah, mereka pintar secara teoritis, tetapi mereka miskin aplikasi. Skripsi ini membahas tentang efektifitas model pembelajaran inqury tipe pictorial riddle dalam meningkatkan kemapuan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran fiqih, dengan tujuan(1)Untuk mengetahui kemampuan peserta didik sebelum dilaksakanannya model pembelajaran inquiry tipe pictorial riddle dalam meningkatkan kemampuan berpikir keritis siswa pada mata pelajaran fiqih di MA Darul Qolam Bandung ?(2)Untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa setelah menggunakan model pembelajaran inquiry tipe Pictorial Riddle pada mata pelajaran Fiqih di MA Darul Qolam Bandung?(3) Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry tipe Pictorial Riddle terhadap kemampuan berpikir keritis siswa pada mata pelajaran Fiqih di MA Darul Qolam Bandung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain penelitian Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MA Darul Qolam Kab.Bandung sebanyak 40 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 19 siswa dimana pada kelas XI MAB dengan jumlah siswa 19 terpilih sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan model pembelajaran inqury tipe pictorial riddle dan kelas XI MAA dengan jumlah siswa 21 terpilih sebagai kelas kontrol diajar dengan pembelajaran langsung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes berbentuk pilhan ganda sebanyak 20. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial. Hasil penelitian yang diperoleh pada kelas yang menggunakan model pembelajaran inqury tipe pictorial riddle dengan nilai rata-rata 77. Hasil belajar siswa tanpa menggunakan model pembelajaran inqury tipe pictorial riddle diperoleh nilai rata-rata sebesar 57. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran inqury tipe pictorial riddle terhadap kemapuan berpikir kritis siswa kelas XI MA Darul Qolam Kab.Bandung. Hal ini didukung oleh hasil analisis regresi diperoleh nilai thitung17 >ttabel0,02.
Implementasi Metode Iqro’ dalam Pembelajaran Huruf Hijaiyah pada Anak Berkebutuhan Khusus (Tunarungu) Kelas VI Di SLB Negeri Cicendo Kota Bandung Irmana Abdu Al Jabar; Mujahid Rasyid; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.818 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2428

Abstract

Abstract. Based on field experience, the use of learning methods, especially PAI subjects at SLB Negeri Cicendo, Bandung City still uses conventional methods and students still have difficulty accepting learning, the number of educators is inadequate and has not implemented special hijaiyah letters for deaf children. This study aims to determine the implementation of the Iqro method in learning hijaiyah letters for children with special needs (deaf) in class VI students at SLB Negeri Cicendo, Bandung City. This type of research is field research with a qualitative approach. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation. The data analysis technique is in the form of triangulation in testing the credibility of the data. The results of this study in learning hijaiyah letters for children with special needs (deaf) grade VI at SLB Negeri Cicendo Bandung City using the iqro' method with a combination approach between oral methods and sign language, besides that in the process of applying the iqro' method the teacher uses individual strategies where teaching is done face to face. For learning infrastructure facilities are not sufficient to support the learning process. The use of the iqro' method on the hijaiyah letter material in deaf children has been quite effectively used considering the learning characteristics of deaf students and also from the evaluation of student learning. Abstrak. Berdasarkan pengalaman lapangan, penggunaan metode pembelajaran khususnya mata pelajaran PAI di SLB Negeri Cicendo Kota Bandung masih menggunakan metode konfensional dan siswa masih kesulitan dalam menerima pembelajaran, tenaga pendidik yang jumlahnya kurang memadai dan belum menerapkan huruf hijaiyah khusus bagi anak tunarungu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi metode iqro dalam pembelajaran huruf hijaiyah pada anak berkebutuhan khusus (tunarungu) pada siswa kelas VI di SLB Negeri Cicendo Kota Bandung. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa cara triangulasi dalam pengujian kredibilitas data. Hasil penelitian ini dalam pembelajaran huruf hijaiyah pada anak berkebutuhan khusus (tunarungu) kelas VI di SLB Negeri Cicendo Kota Bandung yaitu menggunakan metode iqro’ dengan pendekatan penggabungan antara metode oral dan juga bahasa isyarat, selain itu dalam proses penerapan metode iqro’ guru menggunakan strategi individual dimana pengajaran dilakukan secara face to face. Untuk sarana prasarana pembelajaran tidak cukup memadai untuk menunjang proses pembelajaran. Penggunaan metode iqro’ pada materi huruf hijaiyah pada anak tunarungu sudah cukup efektif digunakan mengingat karakteristik belajar siswa tunarungu dan juga dari evaluasi belajar siswa.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an melalui Program Sekolah Mengaji Shafira Nur Amalina Putri; Eko Surbiantoro; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.372 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.2531

Abstract

Abstract. In order to improve the reading and writing skills of the Qur’an through the school program for students in Elementary School, an effort is needed, especially here is the effort of PAI teachers. Because students at the elementary level there are still students who have not correctly read the Qur’an when school takes place. Kordon 02 Public Elementary School is one of the public elementary schools in the cimenyan sub-district which aims to enable students who are Muslims to read, write, and memorize the Qur’an. The results showed that: 1) planning of Al-Qur’an reading and writing learners through the school program, guided by the rules that have been set in the school program handbook; 2) the process of implementing Al-Qur’an reading and writing learning through the school program, referring to the stages that have been set in the school program; 3) supporting factors and inhibiting factors in learning the school program, parents who lack understanding of science and children play more often than students; 4) evaluation and results obtained through daily evaluation, evalution of iqro’ increase, and final evaluation. Abstrak. Dalam rangka meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an melalui program sekolah mengaji pada siswa di Sekolah Dasar, diperlukan upaya-upaya guru khususnya disini adalah upaya guru PAI. Karena siswa pada tingkat SD masih ada siswa yang belum benar membaca Al-Qur’annya ketika sekolah mengaji berlangsung. Sekolah Dasar Negeri Kordon 02 merupakan salah satu sekolah dasar negeri di kecamatan cimenyan yang memiliki tujuan agar para siswanya yang beragama Islam mampu membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) perencanaan pembelajaran baca tulis al-qur’an melalui program sekolah mengaji, berpedoman pada aturan-aturan yang telah ditetapkan buku panduan program sekolah mengaji; 2) proses pelaksanaan pembelajaran baca tulis al-qur’an melalui program sekolah mengaji, merujuk kepada tahapan-tahapan yang telah ditetapkan program sekolah mengaji; 3) faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pembelajaran program sekolah mengaji, orang tua yang kurang pemahaman tentang ilmu tajwid dan anak lebih sering bermain dibandingkan mengaji; 4) evaluasi dan hasil yang didapatkan yaitu melalui evaluasi harian, evaluasi kenaikan iqro’ dan evaluasi akhir.
Implementasi Pembinaan Karakter Keagamaan pada Anggota Karang Taruna Dusun Cisitu Desa Cisitu Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang tahun 2022 Fadhil Febrian Ependi; Dedih Surana; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.266 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.2681

Abstract

Abstract. Adolescence (the younger generation) is a period of transition from childhood to adulthood, where in the world they are being plagued by a very high sense of ego that really needs direction and guidance. Like those in Dusun Cisitu there are still some young people who spend their time doing things that are less useful, such as starting to try drugs and alcohol, fighting with parents, and lack of concern for others. Thus, through the Karang Taruna organization, it is hoped that they will be able to change the religious character, especially for Karang Taruna Dusun Cisitu members so that they are able to serve the community, and can realize the ideals of the nation and state. This study aims to determine the planning, implementation, evaluation, supporting and inhibiting factors of religious character building in members of Karang Taruna Dusun Cisitu Desa Cisitu Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang in 2022. The method used In this research is descriptive qualitative. Data collection technique; interviews, observations, and documentation. Data analysis technique; data reduction, data presentation, and verification/drawing conclusions. The results showed that the Karang Taruna activities had run optimally and the results obtained were quite satisfactory. This is evidenced by the gradual changes in adolescents. Hoperfully with the existence of Karang Taruna activities, it can change the youth’s personality for the better. Abstrak. Masa remaja (generasi muda) adalah masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa, dimana dalam dunia mereka sedang dirundung oleh rasa ego yang sangat tinggi yang sangat membutuhkan arahan dan bimbingan. Seperti yang ada di Dusun Cisitu masih ada sebagian pemuda yang menghabiskan waktunya untuk melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat seperti mulai mencoba narkoba dan minuman keras, pertengkaran melawan orang tua, dan kurangnya kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, melalui organisasi Karang Taruna diharapkan mampu merubah karakter keagamaan, terkhusus pada anggota Karang Taruna Dusun Cisitu sehingga mereka mampu mengabdi kepada masyarakat, serta dapat mewujudkan cita-cita bangsa dan negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, faktor pendukung dan penghambat pembinaan karakter keagamaan pada anggota Karang Taruna Dusun Cisitu tahun 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data; wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data; reduksi data, sajian data, dan verifikasi/penarikan/ penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan-kegiatan Karang Taruna sudah berjalan secara maksimal dan hasil yang diperoleh sudah cukup memuaskan. Hal ini dibuktikan dengan secara berangsur-angsurnya perubahan-perubahan pada diri remaja ke arah yang lebih baik dan juga rasa keagamaan yang semakin erat dalam diri remaja. Semoga dengan selalu adanya kegiatan-kegiatan Karang Taruna bisa mengubah pribadi remaja lebih baik lagi.
Konsep Demokrasi Pendidikan dalam Pemikiran John Dewey dan Muhammad Athiyah Al-Abrasyi Funny Lichandra; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.371 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.2772

Abstract

Abstract. This research has the purpose of this study is to determine: (1) the concept of education democracy from the point of view of John Dewey and Al-Abrasyi, (2) Comparison of the two educational figures with the perspective of different ideas about educational democracy. This research uses a qualitative approach with a literature study method, namely the biographical method. Data collection used library research regarding the concept of educational democracy by John Dewey and Al-Abrasyi. Data analysis was using an interactive model by collecting data, The results is: (1) in general, the education democracy initiated by John Dewey has the principle of freedom which wants to make learning a meaningful experience with active communication for both educators and students. Meanwhile, education democracy Muhammad Athiyah Al-Abrasyi explained that education is an obligation for every human being to get a proper education, besides that education should apply democratic principles, namely freedom, equality and equal opportunity in learning. (2) John Dewey's educational democracy is more focused on liberal arts which provides individual freedom and the need for democracy in learning activities. Meanwhile, according to Al-Abrasyi, with the existence of education democracy should be able to make humans have good morals in accordance with Islamic teachings. So concluded from this research that the educational democracy of these two figures has differences in both the learning process and its objectives, but both of them want to provide the best learning for the right to learn for every child. Abstrak. Penelitian ini memiliki tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) konsep demokrasi pendidikan dari sudut pandang John Dewey dan Al-Abrasyi, (2) Perbandingan dari kedua tokoh pendidikan dengan perspektif pemikiran yang berbeda mengenai demokrasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yaitu metode biografi. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan library research berkenaan konsep demokrasi pendidikan John Dewey dan Al-Abrasyi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) secara garis besar demokrasi pendidikan yang digagas oleh John Dewey ini memiliki prinsip kebebasan yang mana hendak menjadikan pembelajaran itu sebagai pengalaman yang bermakna bagi anak dengan adanya komunikasi aktif baik bagi pendidik maupun peserta didik. Sedangkan demokrasi pendidikan Muhammad Athiyah Al-Abrasyi ini menjelaskan bahwa pendidikan merupakan kewajiban untuk setiap manusia, selain itu pendidikan hendaknya menerapkan prinsip demokrasi yaitu kebebasan, persamaan dan kesempatan yang sama dalam pembelajaran. (2) Demokrasi pendidikan John Dewey lebih tertuju kepada liberal arts yang memberikan kebebasan individu dan perlu adanya demokrasi dalam kegiatan belajar. Sedangkan menurut Al-Abrasyi, dengan adanya demokrasi pendidikan hendaknya dapat menjadikan manusia memiliki akhlak yang baik sesuai dengan ajaran islam. Sehingga dapat disimpulan dari penelitian ini bahwa demokrasi pendidikan dari kedua tokoh ini memiliki perbedaan baik dari proses pembelajarannya maupun tujuannya, namun keduanya sama-sama hendak memberikan pembelajaran terbaik untuk hak belajar bagi setiap anak.
Implementasi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Kurikulum Terpadu di SMP Darul Hikam Integrated School Bandung Violin Arsy Zahran Rahadian; Aep Saepudin; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.843 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.2880

Abstract

Abstract. Exictence of Islamic Education at school is not just about in fullfing of knowledge but it must be implemented in daily activities. Implantation of Islamic values in daily activities will not be able by Islamic teachers at school because limited time allocation. So optimization Islamic education at school must be implemented in integrated. Based on this phenomenon, the problem in this research is formulated as follows: (1) The planning of Islamic Education based on integrated curriculum ? (2)The implementation of Islamic Education based on integrated curriculum? (3) The evaluation of Islamic Education based on integrated curriculum? (4)The Supporting and obsctacle of Islamic Education based on integrated curriculum?. Researcher using correlational analysis technique using a quantitative approach. with qualitative descriptive method. This research was conducted at SMP Darul Hikam Integrated School Bandung. The data collection technique which used in this research are observation, interview and documentation. The data analysis processes are done through data collection, data reduction and conclusion.The results of this study are: The implementation of Islamic Education based on integrated curriculum at SMP Darul Hikam Integrated School is using integrated model by inserting special curriculum of Darul Hikam and integrated higher order thinking skills as implementetaion of Cambdrige international curriculum. Abstrak. Adanya mata pelajaran PAI bukan hanya sekedar dalam memenuhi aspek ilmu pengetahuan saja namun juga harus diterapkan dan ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari tidak akan dapat dilakukan oleh guru PAI semata karena alokasi waktu yang disediakan disekolah terbatas. Oleh karena itu optimalisasi Pendidikan Agama Islam mesti dilakukan secara terpadu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) perencanaan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis kurikulum terpadu, (2) pelaksanaan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis kurikulum terpadu, (3) evaluasi mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis kurikulum terpadu serta (4) faktor penunjang dan penghambat mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis kurikulum terpadu di SMP Darul Hikam Integrated School Bandung Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di SMP Darul Hikam Integrated School Bandung dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Impelementasi mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Darul Hikam Integrated School menggunakan model integrated dengan menyisipkan kurikulum khas sekolah dan juga mengintegrasikan higher order thinking skills sebagai bentuk implementasi dari kurikulum internasional Cambdrige.
Pola Asuh Orang Tua dalam Ibadah Sholat Lima Waktu Anak Usia 7-10 Tahun Tanti Sulastri; Sobar Al Ghazal; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.744 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.2930

Abstract

Abstract. A distinct Islamic Educationcan make someone's character to be a better one , thus will influence them to have a clear doctrine/lesson that can be implemented in their daily lives. As parents , it is a must to provide the best guidance in everything connected to religion. As parents should provide the best guidance or nurture in religious. In daily, many parents did not know how their children are doing worship, they ignore how important it is. Based on the case, the researcher interests to research about "Parenting in Five times worship for children age 7-10 years old" that on case Rt 02/06 Panyandaan Desa Mandalamekar. The purpose of this research is to find out the parenting style, the way and the factors that influence parents implemented five times worships in rt 02/06 Panyandaan Desa Mandalamekar. The methodology in this research is descriptive analysis and the type is case study. The data collection techniques are observation, interview, documentation, and prosessed by using data analysis technique by Milles and Hubermand's model.The results of this studied indicated that parents in this environment use 3 parenting styles, namely democratic parenting, permissive parenting and authoritarian parenting. Applied in 8 parents, namely, 6 families using democratic parenting, 2 parents using authoritarian parenting and a small number of parents using permissive parenting in certain circumstances. Abstrak. Pendidikan Islam yang tegas dapat membentuk karakter seseorang menjadi pribadi yang lebih lurus, karena hal itu akan memberi pengaruh seseorang untuk memiliki sifat ajaran yang tegas yang demikian nantinya dapat dimanfaatkan sebagai gaya hidup atau kebiasaan. Sebagai orang tua seharusnya memberikan bimbingan atau pengasuhan yang terbaik dalam hal keagamaan. Dalam kehidupan sehari-hari banyak orang tua yang belum mengetahui bagaimana anaknya dalam melaksanakan shalat, sebagian orang tua masih mengabaikan pentingnya memberikan pembinaan terhadap anaknya dalam ibadah shalat. Berdasarkan kondisi tersebut maka peneliti tertarik untuk meneliti mengenai “Pola Asuh Orang Tua dalam Ibadah Shalat Lima Waktu Anak Usia 7-10 Tahun “yang bertuju pada studi kasus di Lingkungan Rt 02/06 Panyandaan Desa Mandalamekar Kec. Cimenyan Kab. Bandung.” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola asuh orang tua, cara orang tua dan faktor yang mempengaruhi orang tua dalam shalat lima waktu di Lingkungan Rt 02/06 Panyandaan Desa Mandalamekar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode deskriptif analisis dengan jenis penelitian studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan diolah menggunakan teknik analisis data model Milles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua di lingkungan ini menggunakan 3 pola asuh, yaitu pola asuh demokratis, pola asuh permissif dan pola asuh otoriter. Diterapkan dalam 8 orang tua yaitu, 6 keluarga memakai pola asuh demokratis ,2 orang tua memakai pola asuh otoriter dan sebagian kecil orang tua memakai pola asuh permissif dalam keadaan tertentu.
Implikasi Pendidikan dari Novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi pada Pendidikan Moral Santi Susanti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.283 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.2983

Abstract

Abstract. Some of the moral education in today's society is no longer in accordance with the prevailing norms. In order for moral formation, education is needed. Morals will not be formed if no one provides education. With moral education, norms will be formed which are determined in the place where he was born. Education can be taught through formal educational institutions and non-formal education. In addition, education can be applied and instilled in various ways, one of which is by reading novels. By reading novels, it will increase the knowledge of readers, increase knowledge for readers, increase knowledge and order of language. This study aims to describe the values ​​of moral education contained in the novel Negeri 5 Menara, to describe the essence of moral value education from the novel Negeri 5 Menara, to describe the views of education experts on educational morals, and to describe the assessment of the basic education moral novels at Negeri 5 Menara towards PAI learning. In this research, it is a qualitative descriptive. The data were analyzed using a qualitative description technique, namely a research procedure by presenting the data in the form of an analysis of the results of moral values ​​in the novel Negeri 5 Menara. The results show that the form of moral values ​​contained in the novel Negeri 5 Menara includes: the form of moral values ​​has three types, namely the first form of moral values ​​in human relations with God has variants in the form of praying to God, belief, gratitude, trustworthiness, and sincerity. The form of moral values ​​in human relations with oneself has variants of unyielding, determination and hard work. While the form of moral values ​​in human relations with other humans is advice, respect for parents, motivation, honesty, friendship, sympathy, compassion, and empathy. Abstrak. Pendidikan moral yang berada dalam lingkungan masyarakat saat ini sebagian sudah tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Agar terbentuknya moral, diperlukan pendidikan. Moral tidak akan terbentuk jika tidak ada yang memberikan pendidikan. Dengan pendidikan moral akan terbentuk norma-norma yang sudah ditentukan di tempat ia dilahirkan. Pendidikan dapat diajarkan melalui lembaga pendidikan formal dan pendidikan nonformal. Selain itu Pendidikan dapat diterapkan dan ditanamkan dengan berbagi cara, salah satunya yaitu dengan membaca novel. Dengan membaca novel, hal itu akan menambah pengetahuan pada pembaca, berfikiran terbuka bagi para pembacanya, menambah kreativitas dan memperkaya tatanan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan nilai-nilai pendidikan moral yang terkandung dalam novel Negeri 5 Menara, mendeskripsikan esensi pendidikan nilai moral dari novel Negeri 5 Menara, dan mendeskripsi implikasi dari esensi nilai pendidikan moral novel Negeri 5 Menara terhadap pembelajaran PAI. Dalam peneliatian ini merupakan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu pendekatan deskriptif analisis, dan menggunakan metode penelitian kepustakaan (literatur). Hasil penelitian menunjukan wujud nilai moral yang terdapat dalam novel Negeri 5 Menara meliputi: wujud nilai moral memiliki tiga jenis yakni yang pertama wujud nilai moral dalam hubungan manusia dengan Tuhan memiliki varian yang berupa berdoa kepada Tuhan, keyakinan, bersyukur, tawakal, dan ikhlas. Wujud nilai moral dalam hubungan manusia dengan diri sendiri memiliki varian pantang menyerah, tekad dan kerja keras. Sedangkan wujud nilai moral dalam hubungan manusia dengan manusia lain terdapat nasihat, hormat kepada orang tua, motivasi, jujur, persahabatan, simpati, kasih sayang, dan empati.
Pembiasaan Membaca Asmaul Husna Menggunakan Metode Hanifida dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa Kelas 4 DTA Madrasah Al-Burhan Bandung Afifa Fauziyah Salsabila; Asep Dudi Suhardini; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.818 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3139

Abstract

Abstrak. Perkembangan zaman tidak selalu membawa dampak yang positif, ada dampak negatif yang ditimbulkan salah satu contohnya adalah kerusakan moral yang terjadi dalam lingkungan pendidikan. Kerusakan moral ini dapat dilihat dari permasalahan yang bisa ditemui mulai dari sekolah dasar, dimana beberapa masalah diantaranya berbohong, sopan santun yang kurang, kasar dalam berbicara dan yang paling mengkhawatirkan adalah siswa sekolah dasar sudah aktif mengakses situs porno. Untuk mengatasi masalah tersebut, Madrasah Al-Burhan menggunakan pembiasaan Asmaul Husna menggunakan metode Hanifida sehingga memudahkan madrasah dalam pembentukan karakter religius siswa. Seseorang yang mempercayai Asmaul Husna akan terus berupaya untuk meneladani sifat-sifat tersebut dan menumbuhkan sikap optimism seseorang dalam kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan karakter religius, pembiasaan asmaul husna juga hubungan antara asmaul husna dan karakter religius di kelas 4 DTA Madrasah Al-Burhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif studi kasus. Dalam mengumpulkan data, peneliti mengunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan melalui reduksi, penyajian data, triangulasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa kegiatan pembiasaan asmaul husna yang dilaksanakan secara rutin tersebut telah membawa perubahan terhadap karakter religious siswa. Abstract. The development of the times does not always bring a positive impact, there is a negative impact caused, one example is the moral damage that occurs in the educational environment. This moral damage can be seen from the problems that can be found starting from elementary school, where some of the problems include lying, lack of manners, rude speech and the most worrying thing is that elementary school students are already actively accessing pornographic sites. To overcome this problem, Madrasah Al-Burhan uses Asmaul Husna's habituation using the Hanifida method, making it easier for madrasas to form students' religious character. Someone who believes in Asmaul Husna will continue to strive to emulate these qualities and foster a person's optimism in life. This study aims to determine the formation of religious character, habituation of Asmaul Husna as well as the relationship between Asmaul Husna and religious character in 4th grade DTA Madrasah Al-Burhan. The method used in this research is a qualitative case study method. In collecting data, the researcher used observation, interview and documentation studies. The analysis technique used is through reduction, data presentation, triangulation and drawing conclusions. The results of this study generally indicate that the habituation of Asmaul Husna which is carried out regularly has brought changes to the religious character of students.

Page 4 of 38 | Total Record : 374