cover
Contact Name
Rohmayanti
Contact Email
bnur@unimma.ac.id
Phone
+6282226870730
Journal Mail Official
bnur@unimma.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang Jln. Mayjend Bambang Soegeng KM.5, Sumberrejo, Kec. Mertoyudan, Kab. Magelang, Jawa Tengah (56172) Telp/Fax: (0293) 32694
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Borobudur Nursing Review
ISSN : -     EISSN : 27770788     DOI : 10.31603/bnur
Core Subject : Health,
Aim Borobudur Nursing Review (BNUR) provides a forum for scholars in nursing field to share their works and research about health care delivery, organization, management, workforce, policy, and research method that relevant to nursing. BNUR aims to support evidence based that can be enriched the practice and policy in nursing field by publishing research, review, critical discussion, and case report of the highest standard. Scope Borobudur Nursing Review will accept articles that focus on medical-surgical nursing, maternity nursing, pediatric nursing, psychiatric nursing, emergency nursing, nursing management, community nursing, gerontology nursing/aged care, palliative care nursing, critical nursing, and holistic nursing. Reports of original work, research, policy papers, reviews, and insightful opinion that related to nursing studies will be published in this journal.
Articles 71 Documents
Aplikasi akupresure (thaicong acupoint) dengan resiko perfusi jaringan cerebral tidak efektif pada Hipertensi Suraya, Lutvia Tika; Margono, Margono; Masithoh, Robiul Fitri
Borobudur Nursing Review Vol 2 No 1 (2022): Borobudur Nursing Review Vol 2 No 1 (January-June 2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.5411

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah kondisi dimana tekanan darah melebihi batas normal, hipertensi dapat dialamii setiap orang dan disebut silent killer, hipertensi menyebabkan ketidaknyamanan fisik, seperti pusing, nyerii tengkuk, kelelahan yang dapat mengganggu aktivitas. Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan cara pengobatan non farmakologi, salah satunya dengan aplikasi akupresur titik thaicong .Tujuan:Penelitian inii bertujuan untuk mengetahui keefektivan aplikasi akupresur titik thaicong dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode:metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan studi kasus, dengan teknik sampling yaitu purposive sampling. Sampel yang diambil adalah pasien lansia usia 60 tahun yang mengalami hipertensi dan tidak mengonsumsi obat anti hipertensi secara rutin. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi akupresur titik thaicong dapat menurunkan tekanan darah dalam waktu 14 hari dengan 6 kali pertemuan 2 hari sekali. Kesimpulan:Aplikasi akupresur titik thaicong dapat merangsang gelombang saraf sehingga mampu melancarkan tekanan darah dan menurunkan tekanan darah.
Penerapan mirror therapy untuk kekuatan otot lansia dengan stroke non hemoragik di keluarga Aryati, Dwi; Priyanto, Sigit; Priyo, Priyo
Borobudur Nursing Review Vol 1 No 2 (2021): Borobudur Nursing Review Vol 1 No 2 (July-December 2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.5414

Abstract

Latar Belakang : Sreoke iskemik (stroke non hemoragik) adalah kehilangan fungsi otak yang disebabkan oleh sumpai darah ke otak yang terhenti karena adanya thrombus dan embolus sehingga dapat menyebabkan mobilisasi terganggu dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari. Pengobatan yang digunakan untuk untuk mengembalikan anggota gerak yaitu dengan memberikan terapi cermin. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik dalam pemenuhan kebutuhan mobilitas fisik. Metode : Merode yang digunakan adalah pendekatan studi kasus atau purposing sample. Subjek studi kasus ini diambil dari satu pasien lansia dengan stroke non hemoragik yang mengalami kelemahan pada otot sebagian tubuh pasien. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan metode observasi partisipasif, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Hasil : Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pengelolaan asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik dalam pemenuhan kebutuhan mobilitas fisik yang dilakukan didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan derajat kekuatan otot setelah dilakukan penerapan pemberian terapi cermin. Kesimpulan : Terapi cermin merupakan bentuk rehabilitasi yang mengandalkan bayangan motorik, dimana cermin akan memberikan stimulus visual yang akan cendrung ditiru oleh Sebagian tubuh yang mengalami kelemahan otot. Setelah dilakukan tindakan penerapan terapi cermin selama 7 hari dengan 5 kali kunjungan dipagi hari selama 15 menit selama 2 sesi klien mengalami peningkatan kekuatan otot dari skala 3 ke skala 4. Kesimpulannya terapi cermin cukup efektif untuk meningkatkan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke non hemoragik.
Aplikasi aromaterapi lemon pada ibu hamil trimester 1 dengan emesis gravidarum Widiarta, Yuditya; Rahayu, Heni Setyowati Esti; Rohmayanti, Rohmayanti
Borobudur Nursing Review Vol 2 No 1 (2022): Borobudur Nursing Review Vol 2 No 1 (January-June 2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.5421

Abstract

Latar belakang: Kehamilan merupakan proses yang alamiah dari seorang wanita. Namun selama kunjungan antenatal mungkin ibu hamil akan mengeluh bahwa dia mengalami ketidaknyamanan. Mual dan muntah adalah gejala yang wajar dan sering didapatkan pada kehamilan trimester 1, rasa mual yang menimbulkan ketidaknyamanan dapat diatasi dengan cara non farmakologi yaitu dengan aplikasi aromaterapi lemon.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk aplikasi aromaterapi lemon pada ibu hamil trimester 1 dengan emesis gravidarum. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dengan metode pengambilan sample yaitu purposive sampling. Sample yang diambil dalam penelitian ini adalah seorang ibu hamil dengan mual muntah sedang dengan skor 16, data diambil dengan menggunakan metode observasi partisipasif, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Setelah dikumpulkan data yang ada dianalisis dengan menggunakan domain analisis. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aromaterapi lemon pada responden dapat mengurangi mual muntah yang terjadi pada ibu hamil trimester 1 dari skor 16 ke-7 dalam waktu 6 hari intervensi. Kesimpulan: Aromaterapi lemon dapat menurunkan mual muntah pada ibu hamil trimester 1. Saran: Oleh karena itu aromaetrapi lemon dapat digunakan untuk menurunkan mual muntah pada ibu hamil trimester 1 dengan tingkat sedang hingga rendah.
Inovasi sleep hygiene terhadap kualitas tidur pada pasien diabetes melitus type 2 Khoiriyah, Amanatul; Masithoh, Robiul Fitri; Kamal, Sodiq
Borobudur Nursing Review Vol 1 No 2 (2021): Borobudur Nursing Review Vol 1 No 2 (July-December 2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.5431

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan kondisi dimana kadar gula darah diatas normal. Apabila keadaan ini tidak ditangani maka gula darah terus naik sehingga menyebabkan komplikasi. Kulitas tidur menjadi salah satu faktor yang perlu diperbaiki guna membantu kadar gula darah agar tetap sabil. Apabila kualitas tidur berkurang maka terjadi pengeluaran hormon kortisol yang berlebih sehingga meningkatkan kadar gula dalam darah. Maka dari itu perlu dilakukan tindakan dengan memperbaiki kualitas tidur dengan menggunakan teknik non farmakologi yaitu penerapan inovasi Sleep Hygiene. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan inovasi Sleep Hygiene terhadap kualitas tidur pada pasien Diabetes Melitus type 2. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu studi kasus dengan teknik purposive sampling. Sempel yang digunakan adalah seorang pasien perempuan umur 64 tahun dengan kualitas tidur buruk. Data sampel diambil dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kualitas tidur dinilai dengan menggunakan instrumen penilaian PSQI (Pitsburg Sleep Quality Index) . Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan inovasi Sleep Hygiene kualitas tidur koresponden meningkat dengan keterangan nilai kualitas tidur buruk (skor 15) menjadi kualitas tidur cukup (skor 6). Kesimpulan: Sleep Hygiene dapat diaplikasikan untuk meningkatkan kualitas tidur seseorang.
Aplikasi Pendidikan Kesehatan Terhadap Stimulasi Perkembangan Pada Remaja Ekaputri, Santika Indriyani; Astuti, Retna Tri; Pinilih, Sambodo Sriadi
Borobudur Nursing Review Vol 1 No 2 (2021): Borobudur Nursing Review Vol 1 No 2 (July-December 2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.5434

Abstract

Latar belakang: Remaja merupakan masa peralihan dari masa kanank- kanak menuju masa dewasa, dimana ditandai dengan perubahan fisik, psikoseksual, moral, spiritual, psikososial, kreativitas, emosi, bahasa, dan bakat. Sehingga diperlukannya pendidikan kesehatan stimulasi perkembangan pada remaja diharapkan, remaja yang belum mancapai perkembangan dapat mecapai tugas perkembanga. Penulis membahas pengaruh pendidikan kesehatan terhadap stimulasi perkembangan pada remaja terhadap perkembangan biologis atau fisik, psikoseksual, moral, spiritual, psikososial, kreativitas, emosi, bahasa, dan bakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aplikasi pendidikan kesehatan terhadap stimulasi perkembangan pada remaja. Metode: Penulis menggunakan metode diskriptif dimana menentukan masalah melalui data, fakta, dan fenomena yang ada di masyarakat, serta penulis menggunakan format pengkajian asuhakan keperawatan jiwa sehat, kusioner perkembangan remaja untuk melangsungka tindakan asuhan keperawatan. Sampel yang penulis gunakan adalah remaja usia 12- 18 tahun, dengan kriterian utama remaja yang belum mencapai tugas perkembangan dari sembilan aspek perkembangan remaja. Data penelitian diambil dengan menggunakan metode observasi partisipatif wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan kemampuan perkembangan meningkat secara bermakna setelah mendapatkan pendidikan stimulasi perkembangan pada remaja setelah 6 kali melakukan kunjungan. Kesimpulan: aplikasi pendidikan kesehatan terhadap remaja ini baik digunakan karena setelah dilakukan aplikasi pendidikan stimulasi perkembangan remaja, remaja dapat meningkatkan perkembangan yang belum tercapai.
Aplikasi teknik terapi musik klasik untuk mengurangi kecemasan pada ibu menyusui yang pernah terpapar covid-19 Fajriyani, Safrina; Rahayu, Heni Setyowati Esti; Wijayanti, Kartika
Borobudur Nursing Review Vol 2 No 1 (2022): Borobudur Nursing Review Vol 2 No 1 (January-June 2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.5435

Abstract

Latar Belakang: ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan terbaik bagi bayi. Semua nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi sudah terkandung dalam ASI, produksi ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik secara langsung misalnya perilaku menyusui, psikologis ibu, ataupun yang tidak langsung, misalnya sosial kultur dan bayi, yang akan berpengaruh terhadap psikologis sehingga perubahan peran seorang ibu memperlukan adaptasi yang harus dijalani. Faktor-faktor yang mempengaruhi semakin memperburuk pemberian ASI saat ini dikarenakan adanya kecemasan dialami oleh ibu menyusui dan adanya pemikiran atau pengetahuan ibu akan menularkan virus covid-19 kepada bayinya melalui ASI pada masa pandemi seperti sekarang ini. Kecemasan pada ibu menyusui tersebut harus diatasi agar tidak memepengaruhi produksi ASI. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengaplikasikan teknik teapi musik klasik untuk mengurangi kecemasan pada ibu menyusui yang pernah terpapar covid-19. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan metode pengambilan sample yaitu purposive sampling. Sample yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seorang ibu menyusui berumur 21 tahun yang mengalami kecemasan tingkat berat. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan metode observasi partisipatif. wawancara tidak terstruktur, dan dokumnetasi yang kemudian di analisa. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi teknik terapi musik klasik dapat menurunkan kecemasan pada ibu menyusui yang pernah terpapar covid-19 dari skala kecemasan berat menjadi ringan setelah di lakukan intervensi 6 kali pertemuan. Kesimpulan: Terapi musik klasik dapat mengurangi kecemasan pada ibu menyusui yang pernah terpapar covid-19 dari skala berat menjadi ringan.
Penerapan teknik swedish massage untuk menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 Wintika, Zsal Zsa Zara; Nugroho, Sri Hananto Ponco; Margono, Margono
Borobudur Nursing Review Vol 1 No 2 (2021): Borobudur Nursing Review Vol 1 No 2 (July-December 2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.5439

Abstract

Introduction: Diabetes Mellitus is a chronic disease characterized by blood glucose levels exceeding normal limits. Diabetes Mellitus is a disease whose prevalence continues to increase in the world, both in developed and developing countries. Treatment of Diabetes Mellitus efforts to reduce blood sugar levels can be done by pharmacological and non-pharmacological methods. The pharmacological method can use drugs such as insulin and examples of non-pharmacological therapy to lower blood glucose levels can use Swedish massage because this massage technique can make the body feel relaxed and reduce stress thereby increasing adrenal hormones that stimulate insulin secretion. Objective : This application aims to determine the effectiveness of Swedish Massage to reduce blood glucose levels in Gelangan. Methods: The method used in this application is a case study applied to one patient suffering from type 2 Diabetes Mellitus. By doing the initial method of assessment. Results: There was a decrease in blood glucose levels in the sample with clients with type 2 Diabetes Mellitus at the age of 52 years with an average decrease of 50 mg/dL during the implementation of the Swedish massage twelve times using vaseline. Conclusion: Swedish Massage therapy can reduce blood glucose levels using vaseline. Suggestion: Therefore Swedish Massage can be applied to people with Diabetes Mellitus to help stabilize blood glucose levels. Keywords: Diabetes Mellitus, Swedish Massage, Blood Glucose
Terapi SEFT (spiritual emosional freedom technique) pada remaja dalam upaya peningkatan kualitas tidur pada kasus insomnia Fitriana, Nurinda; Wardani, Septi; Nugroho, Sri Hananto Ponco
Borobudur Nursing Review Vol 2 No 1 (2022): Borobudur Nursing Review Vol 2 No 1 (January-June 2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.5443

Abstract

Latar belakang: Insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang paling sering dijumpai dan dialami oleh remaja karena berbagai faktor salah satunya perubahan gaya hidup. Insomnia sering terjadi pada remaja dikarenakan penggunaan media elektronik secara instens yang berakibat padakualitas tidur. Insomnia menyebabkan beberapa masalah antara lain rentan mengalami masalah kesehatan fisik, gangguan memori dan gangguan perkembangan lainnya. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan cara terapi nonfarmakologi Spiritual emotional freedom technique (SEFT). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi SEFT terhadap upaya pengingkatan kualitas tidur pada remaja dengan kasus insomnia. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitiain ini adalah studi kasus yaitu dengan Teknik purposive sampling yakni dengan cara observasi, pengumpulan data, analisis informasi yang didapat, hingga menjadi laporan hasil yang dibahas secara mendalam dimana satuan penelitian adalah kasus tunggal dengan sampel yang diambil seorang remaja pria usia 15 tahun yang mengalami gangguan tidur insomnia. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa terapi SEFT dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur pada remaja dengan insomnia. Setelah pemberian terapi SEFT selama 3 hari didapatkan peningkatan kualitas tidur dibuktikan berdasarkan skor PSQI pre test sebesar 12 dan post test 4. Kesimpulan: Terapi SEFT dapat di gunakan untuk meningkatkan kualitas tidur pada remaja dengan gangguan tidur insomnia sebab membuat pernafasan serta denyut jantung menjadi teratur dan stabil kemudian melancarkan sirkulasi darah yang mengalir kedalam tubuh dan akan berada dalam keadaan rileks. Selanjutnya meningkatkan ketenangan pasien sehingga stimulus ke RAS menurun dan BSR mengambil alih dan menyebabkan tidur.
Self efficacy ibu dalam upaya pencegahan ISPA pada balita di Danurejo Mertoyudan Mufikha, Bintang Fauzia; Mareta, Reni; Kamal, Sodiq
Borobudur Nursing Review Vol 1 No 2 (2021): Borobudur Nursing Review Vol 1 No 2 (July-December 2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.5448

Abstract

Abstract Introduction: Children under five are included in the vulnerable group, because when children are under five years old, the immunity of children are not yet fully mature, therefore children are susceptible to disease and infection, one of them is Upper Respiratory Tract Infection, therefore support group is needed in this case is parents especially mothers as the closest to the child to protect and avoid or Prevent the Upper Respiratory Tract Infection. Objective: This study describe mothers self-efficacy and prevention efforts for Upper Respiratory Tract Infection in Danurejo, Mertoyudan and knew the relationship between mothers self-efficacy and prevention of Upper Respiratory Tract Infection. Method: This research was a descriptive correlative study with a total sample of 216 respondents with sampling using Accidental Sampling technique. The Characteristics of respondents in this study were the average age of respondents 30-35 years with a mean of 31.25 years with the majority of high school education level. Some respondents were multiparous mothers (children over 1) with an income level of less than 1 million, with respondents coming from middle to lower economic circles. The profession of most respondents were housewives. Results: The results of this study, form the most respondents showed that mothers self efficacy in Danurejo, Mertoyudan was in the high category with a percentage of 71.8% and a low of 28.2%. In an effort of Prevent the Upper Respiratory Tract Infection in Danurejo, Mertoyudan show that none of the respondents had a low prevention effort for Upper Respiratory Infection, because as many as 165 or 74.4% belonged to the moderate category and 51 or 23.6% belonged to the high category. The results of the correlation test using the Spearman Rank obtained p value 0.000 <0.05 with a positive correlation value of 0.588 which indicated that the correlation between Self Efficacy and efforts to prevent Upper Respiratory Infection is significant with a positive correlation direction with moderate correlation strength.
Terapi aktivitas kelompok sosialisasi pada asuhan keperawatan klien dengan isolasi sosial Nandasari, Aulia Devi; Pinilih, Sambodo Sriadi; Amin, Muhammad Khoirul
Borobudur Nursing Review Vol 2 No 1 (2022): Borobudur Nursing Review Vol 2 No 1 (January-June 2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.5452

Abstract

Latar belakang: Isolasi sosial adalah keadaan dimana seseorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain disekitarrmya. Kemunduran fungsi sosial yang dialami seseorang di dalam diagnosa keperawatan isolasi sosial. Dari perilaku menarik diri, seseorang dapat menghindari interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan maupun komunikasi dengan orang lain. Dampak dari perilaku pasien isolasi sosial menunjukan dengan menarik diri, tidak ada kontak mata, asyik dengan pikiran sendiri, sedih, efek tumpul, perilaku bermusuhan, menyatakan perasaan sepi atau ditolak kesulitan membina hubungan di lingkungannya, menghindari orang lain, dan mengungkapkan perasaan tidak dimengerti orang lain. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk dapat mengaplikasikan terapi aktivitas kelompok sosialisasi pada asuhan keperawtan klien isolasi sosial. Metode: Studi ini adalah studi deskriptif. Populasi studi ini sebanyak 5 responden. Instrumen studi dengan menggunakan lembar kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat. Sampel dalam penelitian ini adalah klien isolasi sosial yang diambil secara purposive sampling berjumlah 5 orang. Hasil: Hasil univariat diketahui gambaran masalah isolasi sosial di salah satu ruang bangsal Antareja RSJ Prof.Dr.Soerodjo Magelang sebagian besar dengan masalah isolasi sosial yaitu 5 responden, mayoritas berumur 30-40 tahun, pendidikan terakhir mayoritas smp, mayoritas berjenis kelamin laki-laki. Dan dari hasil TAKS sesi 1-5 cukup efektif untuk diterapkan kepada klien dengan masalah isolasi sosial sesuai. Kesimpulan: Terapi aktivitas kelompok pada asuhan keperawatan klien isoslasi sosial. Saran: oleh karena itu terapi aktivitas kelompok sosialisasi cukup efektif diterapkan pada masalah isolasi sosial.