cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsp@unisba.ac.id
Phone
+6289691247094
Journal Mail Official
bcsp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28282116     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsp.v2i2
Core Subject : Health, Science,
Bandung Conference Series: Pharmacy (BCSP) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Farmasi dengan ruang lingkup Airlock system Kanker, Alcohol, Antelmintik, Antigastritis drugs, Antioksidan, Artemia franciscana, Ascaris suum, Cacing babi (Ascaris suum Goeze), Contact Bioautography TLC, Daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers), Daun kelor (Moringa oleifera Lam), Diabetes mellitus, DPPH Flavonoid, Fenilpropanolamin, Fermentasi, Flavonoid, Flavonol,Iles-iles, Isolasi, Lichen, Malassezia furfur, Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), Obat antidiabetes (OAD) Propionibacterium acnes, Obat tradisional, Parkia Speciosa Antibakteri, Pektin, Propionibacterium Acnes, Pseudoefedrin, Saccharomyces Cerevisiae, Spektrofotometri uv sinar tampak, Staphylococcus epidermidis, uji aktivitas antibakteri, Uji sitotoksik, Usnea baileyi. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 412 Documents
Studi Literatur Pengembangan Liposom Sebagai Brain Targeting Drug Delivery System (BTDDS) Almirah Azis; Aulia Fikri Hidayat; Sani Ega Priani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i1.11611

Abstract

Abstract. The development of methods to improve drug delivery used in life-threatening diseases such as cancer and viral infections is urgently needed today. One alternative to drug delivery to the brain is to use a transport system or carrier designed to target drugs to the central nervous system with a system of vesicles in delivery, one of which is liposomes. The use of liposomes as drug carriers to the central nervous system (CNS) has become one of the most researched strategies for improving the treatment of brain diseases. The purpose of this study is to find out how the formulation and characteristics of liposome-based drug carrier systems that can increase drug penetration through the blood-brain barrier (BBB) and find out how the effect of liposome carrier system development on the penetration of several drugs through BBB. The research methodology to be used is Systematic Literarture Review (SLR). The inclusion criteria set in article screening include research articles related to the development of liposomes as brain-targeted drug carriers, research articles that have been published in the last 10 years (2014-2024), research articles that can be accessed (full text), and articles in English. The results showed that the formulation and characteristics of liposome-based drugs as drug delivery as a brain targeting drug delivery system (BTDDS) have a modified liposome membrane composition and the influence of the development of liposome carrier systems on the penetration of several drugs through BBB that liposomes can function as a new drug delivery system with low toxicity and good biocompatibility. Abstrak. Pengembangan metode untuk meningkatkan pemberian obat yang digunakan dalam penyakit yang mengancam jiwa seperti kanker dan infeksi virus sangat dibutuhkan saat ini. Salah satu alternatif penghantaran obat ke otak adalah dengan menggunakan sistem transportasi atau pembawa yang dirancang untuk menargetkan obat ke sistem saraf pusat dengan sistem vesikel dalam persalinan, salah satunya liposom. Penggunaan liposom sebagai pembawa obat ke sistem saraf pusat (SSP) telah menjadi salah satu strategi yang paling banyak diteliti untuk meningkatkan pengobatan penyakit otak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana formulasi dan karakteristik sistem pembawa obat berbasis liposom yang dapat meningkatkan penetrasi obat melalui sawar darah-otak (BBB) dan mengetahui bagaimana pengaruh pengembangan sistem pembawa liposom terhadap penetrasi beberapa obat melalui BBB. Metodologi penelitian yang akan digunakan adalah Systematic Literarture Review (SLR). Kriteria inklusi yang ditetapkan dalam article screening meliputi artikel penelitian terkait pengembangan liposom sebagai pembawa obat target otak, artikel penelitian yang telah dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir (2014-2024), artikel penelitian yang dapat diakses (full text), dan artikel dalam bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi dan karakteristik obat berbasis liposom sebagai drug delivery sebagai brain targeting drug delivery system (BTDDS) memiliki komposisi membran liposom yang dimodifikasi dan pengaruh pengembangan liposome carrier system terhadap penetrasi beberapa obat melalui BBB sehingga liposom dapat berfungsi sebagai sistem penghantaran obat baru dengan toksisitas rendah dan biokompatibilitas yang baik.
Studi Literatur Uji Aktivitas Antioksidan pada Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dengan Berbagai Metode Pengujian Ingka Mardiana Putri; Taufik Muhammad Fakih; Farendina Suarantika
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i1.11687

Abstract

Abstract. Telang flower (Clitoria ternatea L.) is one plant with a source of antioxidants. Test antioxidant activity with test methods on eagle flowers is very diverse so that the levels of antioxidants can inhibit free radicals. This literature study aims to determine the extraction method with the type of solvent that can be used to test the level of antioxidant activity in telang flower extract. To determine the level of antioxidant activity of striped flower extract with test methods and to determine the content of phenol compounds that act as antioxidants in striped flower extract. This study used the method of literature study of structured article review. Data collection was conducted using Google Scholar, Science Direct and Pubmed databases with the keywords "Clitoria ternatea" AND "Antioxidant" and "Activity. Based on the research that has been done, the extraction method of eagle flowers uses maceration, fractionation, infusion, sokhletation, and reflux methods with types of nonpolar solvents (n-hexane), semipolar solvents (ethyl acetate) and polar solvents, namely (aquadest, aquabidest, deionized water, ethanol, methanol and hydrogen rich water). Test methods to determine the level of antioxidant activity in telang flower extract include: DPPH, FRAP, ABTS, CUPRAC, ORAC, HRSA and SRSA. Phenol compounds such as flavonoid derivatives, phenol acids and anthocyanins include: flavones (rutin); flavonols (kaempferol, quercetin and myrisetin); flavanols (epicatechin and catechins); flavanone (naringenin); phenol acids (benzoic acid and cinnamic acid) and anthocyanins (ternatin). Abstrak. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan salah satu tanaman dengan sumber antioksidan. Uji aktivitas antioksidan dengan berbagai metode pengujian pada bunga telang sangat beragam sehingga kadar antioksidan tersebut dapat menghambat radikal bebas. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui metode ekstraksi dengan jenis pelarut yang dapat digunakan untuk menguji kadar aktivitas antioksidan pada ekstrak bunga telang dengan berbagai metode pengujian dan kandungan senyawa fenol yang berperan sebagai antioksidan pada ekstrak bunga telang. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur review artikel terstruktur. Pengumpulan data dilakukan menggunakan basis data Google Scholar, Science Direct dan Pubmed dengan kata kunci “Clitoria ternatea” AND “Antioxidant”and “Activity. Berdasarkan penelusuran yang telah dilakukan, metode ekstraksi bunga telang menggunakan metode maserasi, fraksinasi, infusa, sokhletasi, dan refluks dengan jenis pelarut non polar (n-heksana), pelarut semipolar (etil asetat) dan pelarut polar (aquadest, aquabidest, air deionisasi, etanol, metanol dan hydrogen rich water). Metode pengujian untuk mengetahui kadar aktivitas antioksidan pada ekstrak bunga telang antara lain: DPPH, FRAP, ABTS, CUPRAC, ORAC, HRSA dan SRSA. Senyawa fenol seperti turunan flavonoid, asam fenol dan antosianin antara lain: flavon (rutin); flavonol (kaempferol, quersetin dan mirisetin); flavanol (epikatekin dan katekin); flavanon (naringenin); asam fenol (asam benzoat dan asam sinamat) dan antosianin (ternatin).
Studi Pustaka Reaksi Obat yang Merugikan pada Terapi Covid-19 Riri karima; Fetri Lestari; Suwendar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i1.11706

Abstract

Abstract. Coronavirus Disease 2019 or Covid-19 is a new disease that can cause respiratory problems and pneumonia. This disease is caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) infection. Adverse Drug Reaction (ADR) is defined as the body's response to a drug that is detrimental or dangerous and undesirable that occurs at normal doses used in humans. The aim of this literature study is to provide information to the public and researchers on Covid-19 therapy based on literature studies including the types of ADR that occur and the drugs that cause them. The data used in this research is secondary data. Secondary data is data obtained not from direct observation, but the data is obtained from the results of research conducted by previous researchers. The secondary data sources in question are in the form of literature reviews and primary or original scientific reports contained in articles or journals that have been taken from Google Scholar, Science Direct, Pubmed regarding the undesirable effects of Covid-19 drugs. Based on a study of ten articles in 2020- 2023, it is known that ADR occurred from Covid-19 therapy caused by Covid-19 therapy drugs with reactions in the form of hyperbilirubination, hyperkalemia, increased transminase, liver dysfunction, angioedema and urticaria, and a higher increase in serum creatinine. Abstrak. Corona virus Disease 2019 atau Covid-19 adalah penyakit baru yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan radang paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Adverse Drug Reaction (ADR) didefinisikan sebagai respon tubuh terhadap obat yang bersifat merugikan atau berbahaya dan tidak diinginkan yang terjadi pada dosis normal yang digunakan pada manusia. tujuan dari studi literatur ini adalah bahan informasi pada masyarakat dan peneliti pada terapi Covid-19 berdasarkan studi literatur mencakup jenis ADR yang terjadi dan obat penyebabnya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder merupakan data yang diperoleh bukan dari pengamatan langsung, akan tetapi data tersebut diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti-peneliti terdahulu. Sumber data sekunder yang dimaksud berupa literatur review dan laporan ilmiah primer atau asli yang terdapat di dalam artikel atau jurnal yang sudah diambil dari google scholar, science direct, pubmed berkenaan dengan efek yang tidak diinginkan pada obat Covid-19. Berdasarkan kajian dari sepuluh artikel tahun 2020-2023, diketahui bahwa terjadi ADR dari terapi Covid-19 yang disebabkan oleh obat terapi Covid-19 dengan reaksi berupa Hiperbilirubin, Hiperkalemia, Peningkatan transminase, Disfungsi hati, Angioedema dan urtikaria, dan Peningkatan kreatinin serum lebih tinggi.
Gambaran Penggunaan Obat Tradisional pada Masyarakat Sindangsari Rw 11 Kel. Cipadung Kulon Kec. Panyileukan Desi Anom Sari; Umi Yuniarni; Lanny Mulqie
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i1.11909

Abstract

Abstract. This research aims to obtain information about the use of traditional medicine in the community of Sindangsari RW 11 Kel. Cipadung Kulon, District The discussion about the use of traditional medicine includes the types, methods of use and indications found in traditional medicine. Traditional medicines originating from plants, animals, minerals, extract preparations (galenic) or mixtures of these materials which have been used for generations for treatment in accordance with the norms applicable in society. Traditional medicine is still very popular with the public, one of the reasons traditional medicine is still in great demand is that the effects of traditional medicine are more economical and easy to obtain. The method used in the research is a qualitative method, this method is used in the form of direct interaction with objects to obtain survey data on knowledge and use of traditional medicine in the Sindangsari RW 11 Kel. Cipadung Kulon, District. Panyileukan. From the results of data collection using a structured questionnaire distributed using a questionnaire sheet, 24 respondents were obtained. In this study, the respondents with the highest number of samples were 11 people with high school education (45.83%), based on the occupation of the people who use it the most, namely Housewives (50%), 18 people (75%) know the term traditional medicine. 22 people (91.67%) mostly used traditional medicines and the reason people used traditional medicines compared to generic medicines was because of the small side effects, namely 13 people (54.17%). Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi gambaran penggunaan obat tradisional pada masyarakat Sindangsari RW 11 Kel. Cipadung Kulon, Kec. Panyileukan mengenai penggunaan obat tradisional meliputi jenis, cara penggunaan serta indikasi yang terdapat pada obat tradisional. Obat tradisional yang berasal dari tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun dapat digunakan untuk pengobatan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Pengobatan tradisional masih sangat diminati oleh masyarakat, salah satu alasan obat tradisional masih banyak diminati yaitu efek obat tradisional lebih ekonomis dan mudah didapatkan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif, penggunaaan metode ini dalam bentuk interaksi langsung dengan objek untuk memperoleh data survey pengetahuan dan penggunaan obat tradisional di masyarakat Sindangsari RW 11 Kel. Cipadung Kulon, Kec. PanyileukanDari hasil pengumpulan data dengan kuisioner terstruktur yang disebar menggunakan lembar kuisioner didapatkan responden sebanyak 24 orang. Penelitian ini responden yang paling banyak menjadi sampel adalah pendidikan SMA berjumlah 11 orang (45,83%), berdasarkan pekerjaan masyarakat yang banyak menggunakan yaitu Ibu Rumah Tangga sebanyak (50%), masyarakat mengetahui istilah obat tradisional sebanyak 18 orang (75%), responden banyak menggunakan obat tradisional sebanyak 22 orang (91,67%) dan alasan masyarakat menggunakan obat tradisonal dibandingkan dengan obat generic karena efek samping yang kecil yaitu sebanyak 13 orang (54,17%).
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Sirsak (Annona Muricata L.) terhadap Staphylococcus Epidermidis Siti Zainab; Ratu Choesrina; Siti Hazar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i1.11910

Abstract

Abstrak. Pada tahun 2019, ditemukan 7,7 juta kematian di seluruh dunia yang disebabkan oleh infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi bakteri juga merupakan penyakit yang sering ditemukan pada masyarakat di Indonesia. Indonesia dikenal sebagai sumber berbagai tumbuhan obat, salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antibakteri adalah kulit buah sirsak (Annona muricata L.). Kulit buah sirsak merupakan bagian yang tidak digunakan oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia sehingga dapat dijadikan inovasi terbaru sebagai alternatif antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol kulit buah sirsak (Annona muricata L.) dan menentukan nilai kesetaraan ekstrak etanol kulit buah sirsak terhadap klindamisin. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh diuji terhadap Staphylococcus epidermidis. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar cara sumuran menggunakan media TSA. Konsentrasi ekstrak uji yang digunakan adalah 15%, 20%, 25% dan 30%. Hasil pengujian menunjukan bahwa ekstrak etanol kulit buah sirsak (Annona muricata L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi ekstrak uji sebesar 15%. Aktivitas antibakteri 1 gram ekstrak etanol kulit buah sirsak setara dengan 0,00765 mg Klindamisin. Abstract. In 2019, it was found that 7.7 million deaths worldwide were caused by infections caused by bacteria. Bacterial infection is a disease that is often found in people in Indonesia. Indonesia is known as a source of various medicinal plants, one of the plants that has potential as an antibacterial is the soursop fruit peel (Annona muricata L.). Soursop fruit peel is a part that is not used by most people in Indonesia so that it can be used as the latest innovation as an antibacterial alternative. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of the ethanol extract of soursop fruit peel (Annona muricata L.) and determine the equivalence value of the ethanol extract of soursop fruit peel to clindamycin. Extraction was carried out by maceration method using ethanol 96%. The extracts tested were tested against Staphylococcus epidermidis. Testing for antibacterial activity was carried out by the agar diffusion method used TSA media. The concentration of the test extract used was the concentration of 15%, 20%, 25% and 30%. The test results showed that the ethanol extract of soursop fruit peel (Annona muricata L.) had antibacterial activity against Staphylococcus epidermidis with extract concentration of 15%. The antibacterial activity of 1 gram of soursop peel ethanol extract is equivalent to 0,00765 mg clindamycin.
Penelusuran Pustaka Potensi Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Murbei (Morus alba L.) dengan Metode DPPH Muhamad Joddy Hernady; Yani Lukmayani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i1.11929

Abstract

Abstract. Antioxidants are compounds that can help humans protect their bodies from free radical attacks. The mulberry tree (Morus alba L.) has antioxidant activity that can be seen from the IC50 value. This research utilizes the Systematic Literature Review (SLR) method to collect and analyze research results related to the antioxidant activity of the mulberry tree (Morus alba L.), and to determine the group of secondary metabolite compounds that play a role in antioxidant activity. The plant part used in this research is the leaf, and different extraction methods and antioxidant activity tests using the DPPH method were used. The highest antioxidant activity was produced by the maseration method with an ethanol solvent with an IC50 range of 0.7668 - 57.122 µg/mL. The chemical compounds found in the mulberry tree (Morus alba L.) include flavonoids, phenolates, alkaloids, glycosides, terpenoids, tannins, and saponins. The compound group suspected of playing a role in antioxidant activity in mulberry leaves (Morus alba L.) is the flavonoid group. Abstrak. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat membantu manusia melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Tanaman murbei (Morus alba L.) memiliki aktivitas antioksidan yang dapat dilihat dari nilai IC50. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis hasil-hasil penelitian terkait aktivitas antioksidan dari tanaman murbei (Morus alba L.) dan mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang berperan dalam aktivitas antioksidan. Bagian tanaman yang digunakan yaitu bagian daun. Dengan menggunakan metode ekstraksi yang berbeda-beda dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Aktivitas antioksidan yang paling tinggi dihasilkan dengan oleh metode maserasi dengan pelarut etanol dengan rentang nilai IC50 sebesar 0,7668 – 57,122 µg/mL dan senyawa kimia yang terdapat pada tanaman murbei (Morus alba L.) yaitu senyawa flavonoid, fenolat, alkaloid, glikosida, terpenoid, tannin dan saponin. Senyawa yang diduga berperan dalam aktivitas antioksidan pada daun murbei (Morus alba L.) yaitu golongan senyawa flavonoid.
Kajian Pustaka terhadap Potensi dan Pengembangan Sediaan Farmasi Ekstrak Etanol Daun Saga (Abrus Precatorius L) sebagai Antibakteri Muhammad Andrian Hidayat
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i1.11968

Abstract

Abstract. Natural medicine preparations in Indonesia play an important role in people's lifestyles, the saga leaf plant (Abrus precatorius L) is reused as a natural medicine. Saga leaves themselves have antibacterial activity because they contain compounds such as alkaloids, flavonoids and saponins. The use of saga leaves in society is considered less effective and does not correspond to the dose that can be accepted by the body, so it is being developed in pharmaceutical dosage forms such as gel, hydrogel patch and toothpaste. A 1% concentration in the gel preparation has an inhibitory power of 26.00 mm on S.aureus bacteria, a 0.4% hydrogel patch concentration has an inhibitory power of 2.98 mm on S.aureus bacteria, and a 10% concentration in the toothpaste preparation has an inhibitory power of 7.08 mm in S.mutans bacteria. Meanwhile, the ethanol extract of saga leaves with a concentration of 0.25% has an inhibitory power of 9 mm on S.aureus bacteria, a concentration of 0.5% saga leaf ethanol extract has an inhibitory power of 11 mm on E.coli bacteria, a concentration of 0.625% ethanol extract on S.pneumonia bacteria. has a resistance of 1.7mm. The results show that saga leaf extract in pharmaceutical dosage form and in extract form has antibacterial activity. Abstrak. Sediaan obat bahan alam di Indonesia berperan penting dalam pola kehidupan masyarakat, tanaman daun saga (Abrus precatorius L) dimanfaatkan kembali sebagai obat bahan alam. Daun saga sendiri mempunyai aktivitas sebagai antibakteri karena mengandung senyawa seperti alkaloid, flavonoid, dan saponin. Pemanfaatan daun saga dalam masyarakat dinilai kurang efektif dan tidak sesuai dosis yang dapat diterima oleh tubuh sehingga dilakukan pengembangan dalam bentuk sediaan farmasi seperti gel, patch hidrogel dan pasta gigi. Konsentrasi 1% pada sediaan gel memiliki daya hambat 26.00 mm pada bakteri S.aureus, konsentrasi patch hidrogel 0,4% memiliki daya hambat 2.98 mm pada bakteri S.aureus, dan konsentrasi 10% pada sediaan pasta gigi memiliki daya hambat 7,08 mm pada bakteri S.mutans. Sedangkan ekstrak etanol daun saga dengan konsentrasi 0.25% memiliki daya hambat 9 mm pada bakteri S.aureus, konsentrasi ekstrak etanol daun saga 0,5% memiliki daya hambat 11 mm pada bakteri e.coli, konsentrasi ekstrak etanol 0,625% pada bakteri S.pneumonia memiliki daya hambat 1,7mm. Hasil menunjukan bahwa ekstrak daun saga dalam bentuk sediaan faramasi dan dalam bentuk ekstrak memiliki aktivitas antibakteri.
Penulusuran Pustaka Potensi Tanaman Alpukat (Persea americana Mill) Sebagai Alternatif Bahan Alam Untuk Perawatan Rambut dan Kulit Kepala Muhammad Geusan Andika Dwi Legawa; Kiki Mulkiya Y; Yani Lukmayani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i1.12035

Abstract

Abstract Avocado (Persea americana) is a plant that is commonly found in Indonesia. Avocados are also known for their health benefits, for lowering cholesterol, preventing cancer, heart disease and liver disorders. There is also research that proves that the use of the avocado plant has the potential to be used for healthy hair and scalp. The aim of this research is to conduct a literature search regarding the potential of the avocado plant which can be used as an alternative ingredient in hair and scalp care. From the literature search carried out, it can be concluded that the Avocado plant (Persea americana Mill) has the potential to be used as an alternative natural ingredient for hair and scalp care. Compounds that play a role in hair care and growth are oleic acid and biotin. Meanwhile, as anti-dandruff, the compounds used are secondary metabolite compounds such as alkaloid, flavonoid, tannin, dan saponin. Abstrak Alpukat (Persea americana) adalah tanaman yang umum didapat di Indonesia. Alpukat pun terkenal akan manfaatnya untuk kesehatan, yaitu dapat menurunkan kolesterol, mencegah kanker, penyakit jantung, dan juga gangguan hati. Terdapat juga penelitian yang membuktikan bahwa penggunaan tanaman alpukat memiliki potensi untuk digunakan dalam kesehatan rambut dan kulit kepala. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan penelusuran pustaka mengenai potensi tanaman alpukat yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan dalam perawatan rambut dan kulit kepala dan untuk mengetahui senyawa apakah yang memiliki potensi untuk perawatan rambut dan kulit kepala. Dari penelusuran pustaka yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tanaman Alpukat (Persea americana Mill) memiliki potensi digunakan sebagai alternatif bahan alam untuk perawatan rambut dan kulit kepala. Senyawa yang berperan dalam perawatan dan pertumbuhan rambut adalah asam oleat dan biotin. Sedangkan sebagai antiketombe, senyawa yang digunakan adalah senyawa metabolit sekunder , yaitu alkaloid, flavonoid, tannin, dan saponin.
Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak Herba Floss Flower (Ageratum Houstonianum Mill.) Terhadap Pertumbuhan Malassezia Furfur dan Tricophyton Mentagrophytes Iqlima Khairunnisa Tanjung; Lanny Mulqie
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i1.12077

Abstract

Abstract. Fungal growth on the surface of the skin that occurs due to fungal infections can be treated by using antifungals. However, the use of synthetic antifungals carries the risk of causing resistance, so alternative antifungals from natural ingredients are increasingly in demand, one of which is from weed plants such as floss flower. This study aims to see the antifungal activity of floss flower extract at concentrations of 5%, 10%, 20%, 40%, 60% and 80% against Malassezia furfur and Tricophyton mentagrophytes, the methods that uses in this research are well diffusion method. The conclusion from this research showed that floss flower extract have antifungal activity against Malassezia furfur and Tricophyton mentagrophytes. Abstrak. Pertumbuhan jamur di permukaan kulit yang terjadi akibat infeksi jamur dapat diatasi dengan menggunakan antifungi. Akan tetapi, penggunaan antifungi sintetik beresiko menimbulkan resistensi, sehingga alternatif antifungi dari bahan alam semakin diminati, salah satunya dari tanaman gulma seperti tumbuhan floss flower. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya aktivitas antifungi dari ekstrak floss flower pada konsentrasi 5%, 10%, 20%, 40%, 60% dan 80% terhadap jamur Malassezia furfur dan Tricophyton mentagrophytes dan metode yang digunakan adalah metode difusi sumuran agar. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan ekstrak floss flower memiliki aktivitas antifungi terhadap Malassezia furfur dan Tricophyton mentagrophytes.
Pengujian Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Terhadap Staphylococcus Aureus Ima Sukmawati; Kiki Mulkiya Yuliawati
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i1.12175

Abstract

Abstract. Red dragon fruit peel has the potential to produce pharmacological activity with its various contents, including phenolic compounds, flavonoids, polyphenols and has benefits, one of which is antibacterial. This research aims to determine the potential antibacterial activity of red dragon fruit peel against Staphylococcus aureus bacteria through the inhibition zone produced and to determine the secondary metabolite compounds contained in red dragon fruit peel. The extraction method was the digestion method with 96% ethanol solvent. And the antibacterial testing method used is the agar well diffusion method. The sample concentrations used were 12.5%, 25% and 50% with the comparison compound Phytochemical screening result showed that of red dragon fruit peel contain of alkaloids, flavonoids and saponins. Abstrak. Kulit buah naga merah mempunyai potensi untuk menghasilkan aktivitas farmakologi dengan berbagai kandungan yang dimilikinya, antara lain senyawa fenolik, flavonoid, polifenol dan mempunyai manfaat salah satunya adalah sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antibakteri kulit buah naga merah terhadap bakteri Staphylococcus aureus melalui zona hambat yang dihasilkan serta mengetahui senyawa metabolit sekunde yang terkandung di dalam kulit buah naga merah. Metode ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode digesti dengan pelarut etanol 96%. Dan metode pengujian antibakteri yang digunakan adalah metode difusi agar sumuran. Konsentrasi sampel yang digunakan 12,5%,25% dan 50% dengan senyawa pembanding adalah amoksilin dengan konsentrasi 0,2%. Diameter zona hambat yang dihasilkan sebesar 28,3 mm pada konsentrasi 50%. Hasil skrining fitokimia kulit buah naga merah menunjukan adanya senyawa alkaloid, flavonoid dan saponin