cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsp@unisba.ac.id
Phone
+6289691247094
Journal Mail Official
bcsp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28282116     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsp.v2i2
Core Subject : Health, Science,
Bandung Conference Series: Pharmacy (BCSP) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Farmasi dengan ruang lingkup Airlock system Kanker, Alcohol, Antelmintik, Antigastritis drugs, Antioksidan, Artemia franciscana, Ascaris suum, Cacing babi (Ascaris suum Goeze), Contact Bioautography TLC, Daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers), Daun kelor (Moringa oleifera Lam), Diabetes mellitus, DPPH Flavonoid, Fenilpropanolamin, Fermentasi, Flavonoid, Flavonol,Iles-iles, Isolasi, Lichen, Malassezia furfur, Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), Obat antidiabetes (OAD) Propionibacterium acnes, Obat tradisional, Parkia Speciosa Antibakteri, Pektin, Propionibacterium Acnes, Pseudoefedrin, Saccharomyces Cerevisiae, Spektrofotometri uv sinar tampak, Staphylococcus epidermidis, uji aktivitas antibakteri, Uji sitotoksik, Usnea baileyi. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 412 Documents
Potensi Tumbuhan Jintan Hitam (Nigella sativa Linn.) sebagai Antihiperlipidemia Lyan Nurlianti Lutfiah; Yani Lukmayani; Livia Syafnir
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13513

Abstract

Abstract. Black cumin (Nigella sativa Linn.) is a plant that is useful as an antihyperlipidemic agent. Hyperlipidemia is a major risk factor for atherosclerosis. The research method used in this literature review is a literature search online databases. The results of the literature search indicate that black cumin has the potential as an antihyperlipidemic with the administration of extracts and essential oils. Absolute ethanol solvent and a mixture of methanol and distilled water are the best solvents. Between extracts and essential oils, extracts are proen to be more effective than essential oils. The antihyperlipidemic activity of black cumin (Nigella sativa Linn.) is influenced by the presence of compounds that function as antihyperlipidemic agents, specifically the terpenoid compound group and the active compound thymoquinone.Abstrak. Jintan hitam (Nigella sativa Linn.) merupakan salah satu tumbuhan yang bermanfaat sebagai antihiperlipidemia. Hiperlipidemia merupakan faktor risiko utama terjadinya aterosklerosis. Metode penelitian yang digunakan pada kajian pustaka ini adalah penelusuran pustaka melalui database online. Hasil penelusuran pustaka menunjukkan bahwa jintan hitam memiliki potensi sebagai antihiperlipidemia dengan pemberian ekstrak dan minyak atsiri. Pelarut etanol absolut serta campuran metanol dan aquadest merupakan pelarut yang terbaik. Antara ekstrak dengan minyak atsiri membuktikan bahwa ekstrak lebih efektif dibandingkan dengan minyak atsiri. Aktivitas antihiperlipidemia dari jintan hitam (Nigella sativa Linn.) dipengaruhi oleh adanya kandungan senyawa yang berfungsi sebagai agen antihiperlipidemia yaitu golongan senyawa terpenoid serta adanya senyawa aktif thymoquinone.
Efektivitas Amlodipin Secara Tunggal terhadap Pasien PROLANIS di UPTD Puskesmas Ciamis Jasmine Sekar Galuh Putri; Suwendar; Bambang Tri Laksono
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13549

Abstract

Abstract. Prevalence of 25.8% among individuals aged over 18. This study aims to evaluate the effectiveness of amlodipine, administered either alone or in combination, in lowering blood pressure in hypertensive patients participating in the Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) at the UPTD Puskesmas Ciamis. The research method is observational and descriptive with a cross-sectional approach, and data were collected retrospectively using purposive sampling. The study showed that 5 mg of amlodipine effectively lowered blood pressure in 30 patients (52.63%) based on systolic blood pressure (SBP) measurements and in 24 patients (42.11%) based on diastolic blood pressure (DBP) reduction. Amlodipine 10 mg was effective in lowering blood pressure in 15 patients (88.24%) based on SBP measurements and in 10 patients (58.82%) based on DBP reduction. The effectiveness of achieving a single amlodipine blood pressure target showed that only a few patients reached the target. Abstrak. Hipertensi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, terlihat dari prevalensinya yang mencapai 25,8% pada penduduk berusia di atas 18 tahun. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas obat amlodipin yang diberikan secara tunggal untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi yang mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di UPTD Puskesmas Ciamis. Metode penelitian bersifat observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, data diambil secara retrospektif dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian menunjukkan bahwa amlodipine 5 mg efektif menurunkan tekanan darah pada 30 pasien (52,63%), berdasarkan pengukuran tekanan darah sistolik (TDS) dan 24 pasien (42,11%), berdasarkan penurunan tekanan darah diastolik (TDD). Amlodipine 10 mg efektif menurunkan tekanan darah pada 15 pasien (88,24%), berdasarkan pengukuran tekanan darah sistolik (TDS) dan 10 pasien (58,82%), berdasarkan penurunan tekanan darah diastolik (TDD). Efektivitas tercapainya target tekanan darah amlodipin tunggal menunjukkan hanya beberapa pasien saja yang mencapai target.
Kajian Pengembangan Sistem Nanostructured Lipid Carriers (NLC) untuk Vitamin A Fatimah Azzahra Sundaning Asih; Hanifa Rahma; Ratih Aryani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13595

Abstract

Abstract. Vitamin A is a fat-soluble vitamin that plays a crucial role in maintaining skin health, including enhancing elasticity, preventing lipid peroxidation, and acting as an antioxidant. However, Vitamin A has several limitations, such as low polarity, has a large particle size, high chemical instability, and photoinstability, which can lead to reduced effectiveness and potential irritation. To overcome these limitations, Vitamin A can be formulated into lipid-based nanocarrier systems such as Nanostructured Lipid Carriers (NLC). This study aims to review the formulation and characteristics of NLCs containing Vitamin A and its derivatives. The method used is a Systematic Literature Review (SLR), with articles sourced from reputable databases. The literature review shows that the formulation of NLCs containing Vitamin A is composed of solid lipids, liquid lipids, and non-ionic surfactants. The characterization reveals that the particle size of NLCs ranges from 129 to 762 nm, the polydispersity index (PDI) is less than 0.5, the zeta potential is within the range of -24.6 to -44.3 mV, and the entrapment efficiency is above 90%. Based on these results, NLCs containing Vitamin A exhibit good physical stability and have the potential to enhance the effectiveness of Vitamin A for topical applications. Abstrak. Vitamin A adalah vitamin yang larut dalam lemak dan berperan penting dalam pemeliharaan kesehatan kulit, termasuk meningkatkan elastisitas, mencegah peroksidasi lipid, dan berfungsi sebagai antioksidan. Namun, vitamin A memiliki beberapa keterbatasan, seperti polaritas yang rendah, ukuran partikel yang besar, ketidakstabilan kimia, dan fotoinstabilitas yang dapat menyebabkan penurunan efektivitas dan potensi iritasi. Untuk mengatasi keterbatasan ini, vitamin A dapat diformulasikan dalam sistem penghantaran nano berbasis lipid seperti Nanostructured Lipid Carriers (NLC). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji formulasi dan karakteristik NLC yang mengandung vitamin A dan turunannya. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan artikel yang diambil dari berbagai basis data bereputasi. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa formulasi NLC yang mengandung vitamin A dibuat dengan kombinasi lipid padat, lipid cair, dan surfaktan non-ionik. Karakterisasi menunjukkan ukuran partikel NLC berada dalam rentang 129 hingga 762 nm, polidispersitas indeks (PDI) kurang dari 0,5, zeta potensial dalam rentang -24,6 hingga -44,3 mV, dan efisiensi penjerapan di atas 90%. Berdasarkan hasil tersebut, NLC yang mengandung vitamin A menunjukkan stabilitas fisik yang baik dan berpotensi meningkatkan efektivitas vitamin A untuk aplikasi topikal.
Aktivitas Antidiabetes Tanaman Rosemary (Rosmarinus officinalis L.) Nola Nurmala; Yani Lukmayani; Livia Syafnir
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13616

Abstract

Abstract. Diabetes is a chronic disease characterized by increased blood glucose levels in the body because the pancreas is unable to produce insulin or the body is unable to use insulin optimally. Plants that have antidiabetic activity are rosemary plants (Rosmarinus officinalis L.) which come from the Lamiaceae tribe and the Rosmarinus clan. The purpose of this literature search is to identify how the potential of rosemary plants (Rosmarinus officinalis L.) in overcoming diabetes mellitus. The method used is a literature search by searching for articles that have been published in national and international journals through electronic data such as Google Scholar, PubMed, Science Direct, Springer, and Scopus. The results of the literature search showed that leaf extracts and herb extracts of rosemary plants have antidiabetic activity by reducing blood glucose levels and increasing insulin levels. Then, the active compound in rosemary that has potential as an antidiabetic is rosmarinic acid. Abstrak. Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dalam tubuh karena pankreas tidak mampu menghasilkan insulin atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara optimal. Tanaman yang memiliki aktivitas antidiabetes yaitu tanaman rosemary (Rosmarinus officinalis L.) yang berasal dari suku Lamiaceae dan marga Rosmarinus. Tujuan dari penelusuran pustaka ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana potensi tanaman rosemary (Rosmarinus officinalis L.) dalam mengatasi penyakit diabetes melitus. Metode yang digunakan adalah penelusuran pustaka dengan mencari artikel yang telah diterbitkan dalam jurnal nasional maupun internasional melalui data elektronik seperti Google Scholar, PubMed, Science Direct, Springer, dan Scopus. Hasil dari penelusuran pustaka menunjukkan bahwa ekstrak daun dan ekstrak herba tanaman rosemary memiliki aktivitas antidiabetes dengan cara menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan kadar insulin. Kemudian, senyawa aktif dalam rosemary yang berpotensi sebagai antidiabetes adalah asam rosmarinat.
Uji Sitotoksik Air Diaktivasi Plasma (ADP) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Haikal Zaidani Dawamma; Gita Cahya Eka Darma; Valentinus Galih Vidia Putra
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13634

Abstract

Abstract. Plasma is the 4th form of matter after solid, liquid and gas, which is an ionized gas. This ionization converts the neutral molecules of the gas into negative and positive ions (active species). Active gas species that have the ability to treat cancer that is currently being developed in the world is Cold Activated Plasma (CAP) based treatment by producing Reactive Oxygen Nitrogen Species (RONS) which has the advantage of practically not using chemical or radioactive drugs. The study aims to prove the anticancer potential of Air Activated Plasma (ADP) using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. The cold plasma used was created from the Incandescent Plasma Reactor with a voltage of 30 kV, the electrode distance from the test sample was 1.5 cm and the treatment time was 10, 15 and 20 minutes. Tests were carried out in triplicate using the ratio between BSLT media (Seawater) and ADP at the test time for 24 hours was 1:1, 1:2 and 1:3. The average results obtained for the percentage of shrimp larvae mortality were 10 minutes (43%, 50%, 70%), 15 minutes (73%, 73%, 97%) and 20 minutes (77%, 83% and 97%). Plasma-activated water (using Amidis) was shown to have potential as an anticancer. Abstrak. Plasma adalah wujud zat ke-4 setelah padat, cair dan gas yaitu suatu gas yang terionsasi. Ionisasi ini mengkonversi molekul netral gas menjadi ion negatif dan positif (spesi aktif). Spesi aktif gas yang memiliki kemampuan untuk terapi kanker yang tengah masiv dikembangkan saat ini di dunia adalah pengobatan berbasis Cold Activated Plasma (CAP) dengan menghasilkan Reactive Oxygen Nitrogen Species (RONS) yang memiliki keunggulan yaitu praktis tidak menggunakan obat kimiawi atau radioaktif. Penelitian bertujuan untuk membuktikan potensi antikanker dari Air yang Diaktivasi Plasma (ADP) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Plasma dingin (cold plasma) yang digunakan tercipta dari Reaktor Plasma Pijar Lucutan Korona bersumber tegangan 30 kV, jarak elektroda dengan sampel uji adalah 1,5 cm serta waktu treatments 10, 15 dan 20 menit. Pengujian dilakukan secara triplo menggunakan rasio antara media BSLT (Air Laut) dengan ADP pada waktu pengujian selama 24 jam adalah 1:1, 1:2 dan 1:3. Rataan hasil yang diperoleh untuk persentase kematian larva udang adalah 10 menit (43%, 50%, 70%), 15 menit (73%, 73%, 97%) dan 20 menit (77%, 83% dan 97%). Air (menggunakan Amidis) yang diaktivasi plasma terbukti memiliki potensi sebagai antikanker.
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Buah Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) D.C) pada Mencit Jantan Galur Swiss Webster sebagai Antidiabetes yang Diinduksi dengan Aloksan Wafda Shofia; Fetri Lestari; Lanny Mulqie
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13647

Abstract

Abstract. Diabetes is a disease that occurs when the pancreas does not produce enough insulin, this disease is characterized by high blood glucose levels. This study aims to determine the effectiveness of ethanol extract of kecipir fruit (Psophocarpus Tetragonolobus (L.) D.C) on reducing blood glucose levels in male Swiss Webster mice induced using alloxan. Mice were divided into 6 groups including negative group (Na-CMC 1%), positive control group (induced alloxan), comparison group (Glibenclamide 0.65mg/kgBB), and test extracts (250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB, and 1000 mg/KgBB). Blood glucose levels were measured on the 7th and 14th days. Then the data were analyzed using Kruskal-Wallis test and Man-Whitney follow-up test. The results showed that ethanol extract of kecipir fruit contains metabolite compounds such as flavonoids, polyphenols, and steroids. Giving ethanol extract of kecipir fruit in doses of 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB, and 1000 mg/KgBB has an impact on reducing blood glucose levels with a value of p<0.05. Abstrak. Diabetes merupakan penyakit yang terjadi ketika pankreas tidak memproduksi cukup insulin, penyakit ini ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol buah kecipir (Psophocarpus Tetragonolobus (L.) D.C) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit jantan Galur Swiss Webster yang diinduksi menggunakan aloksan. Mencit dibagi menjadi 6 kelompok diantaranya kelompok negatif (Na-CMC 1%), kelompok kontrol positif (diinduksi aloksan) kelompok pembanding (Glibenklamid 0,65mg/kgBB), dan ekstrak uji (250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB, dan 1000 mg/KgBB). Kadar Glukosa darah diukur pada pada hari ke-7 dan ke-14. Kemudian data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji lanjutan Man-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah kecipir mengandung golongan senyawa metabolit seperti flavonoid, polifenol, dan steroid. Pemberian ekstrak etanol buah kecipir dosis 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB, dan 1000 mg/KgBB terdapat dampak terhadap penurunan kadar glukosa darah dengan nilai p<0,05.
Sistem Penghantaran Nanostructured Lipid Carrier (NLC) Mengandung Senyawa Antioksidan N. Resa Nurul Pazrian; Hanifa Rahma; Gita Cahya Eka Darma
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13648

Abstract

Abstract. Free radicals are unstable atoms or molecules with a high level of reactivity caused by the existence of one or more unpaired electrons in their outermost structure. Antioxidants are required to reduce free radical activity because antioxidant compounds can donate electrons to stabilise free radicals. However, because antioxidants are rapidly hydrolyzed and have low stability, the use of the relatively new "lipid-based delivery system" technology can protect and preserve antioxidant stability. Lipid carriers can boost antioxidant penetration in the skin, providing adequate activity, due to their capacity to precisely control the release of drugs or active substances on the target. Systematics Literature Review (SLR) reviewed publications from reliable databases that carried out the exclusion and inclusion criteria. The research found several studies on antioxidant chemicals were included in NLC systems. The NLC system formulation comprises both solid and liquid lipids that have been stabilised using surfactants. The creation of the NLC system has demonstrated that it is still capable of providing antioxidant activity for active chemicals, as seen by the IC50 values. Abstrak. Radikal bebas adalah atom atau molekul yang tidak stabil dan memiliki tingkat reaktivitas tinggi karena memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan pada kulit terluarnya sehingga diperlukan antioksidan untuk dapat meredam aktivitas radikal bebas, karena senyawa antioksidan dapat mendonorkan elektronnya untuk menstabilkan radikal bebas. Namun antioksidan mudah terhidrolisis dan memiliki stabilitas yang buruk sehingga dilakukan Penerapan teknologi “sistem penghantaran berbasis lipid” yang relatif baru dapat melindungi dan menjaga stabilitas antioksidan. Pembawa lipid dapat meningkatkan penetrasi antioksidan pada kulit, sehingga aktivitas yang diinginkan dapat terjamin, karena kemampuannya dalam mengontrol pelepasan obat atau senyawa aktif secara tepat pada target. Kajian dilakukan dengan Systematics Literature Review (SLR) terhadap artikel yang diperoleh pada database bereputasi yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi. Hasil kajian menunjukan banyak penelitian senyawa antioksidan yang dikembangkan kedalam sistem NLC. Formulasi sistem NLC menggunakan solid lipid dan likuid lipid yang distabilkan dengan penambahan surfaktan. Pengembangan sistem NLC terbukti masih dapat memberikan aktivitas antioksidan senyawa aktif dilihat dari nilai IC50.
Uji Aktivitas Antelmintik Ekstrak Etanol Kulit Buah Petai Cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) terhadap Ascaris suum Goeze secara In Vitro Najwa Khalisha Putri; Siti Hazar; Umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13679

Abstract

Abstract. Helminthiasis is an infection caused by parasitic intestinal worms from the intestinal nematoda group that can be transmitted through soil. This infection is also known as Soil Transmitted Helminths (STH). One of the plants that can be used as an alternative treatment for worm infections is the peel of Chinese petai fruit (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit). This study aims to investigate and evaluate the effects of ethanol extract from the peel of Chinese petai fruit (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) as an anthelmintic against Ascaris suum Goeze in vitro. Testing was conducted on male and female pig roundworms as well as worm eggs. The subjects were divided into five test groups: the control group was given 0.9% NaCl, the test groups were given ethanol extract of Chinese petai fruit peel at concentrations of 1.25%, 2.5%, and 5%, the comparison group for worms was given 0.2% pyrantel pamoate, and for eggs, 0.12% albendazole. The parameters for observing anthelmintic activity in adult pig roundworms were paralysis and death of the worms, while the parameters for observing anthelmintic activity in worm eggs were the number of fertile eggs and the percentage of inhibition. The results of the tests on adult worms and worm eggs showed that 5% ethanol extract of Chinese petai fruit peel had the strongest anthelmintic activity with a spastic paralysis type and had an inhibition percentage of 73,3% on worm eggs. Abstrak. Kecacingan adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh cacing parasit usus dari kelompok nematoda usus yang dapat ditularkan melalui tanah. Infeksi ini juga dikenal sebagai Soil Transmitted Helminths (STH). Salah satu tanaman yang dapat dijadikan sebagai pengobatan alternatif infeksi cacing, yaitu kulit buah petai cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menilai efek ekstrak etanol kulit buah petai cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) sebagai antelmintik terhadap Ascaris suum Goeze secara in vitro. Pengujian dilakukan terhadap cacing gelang babi jantan dan betina juga telur cacing. Yang dibagi kedalam lima kelompok uji yaitu kelompok kontrol diberi NaCl 0,9%, kelompok uji diberi sediaan ekstrak etanol kulit buah petai cina dengan konsentrasi 1,25%, 2,5%, 5%, kelompok pembanding untuk cacing diberi pirantel pamoat 0,2% dan untuk telur diberi albendazol 0,12%. Parameter pengamatan uji aktivitas antelmintik pada cacing gelang babi dewasa yaitu paralisis dan kematian pada cacing, sedangkan parameter pengamatan uji aktivitas antelmintik pada telur cacing itu jumlah telur fertil dan (%) inhibisi. Hasil pengujian pada cacing dewasa dan telur cacing menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah petai cina 5% memiliki aktivitas antelmintik paling kuat dengan tipe paralisis spastik untuk cacing, serta memiliki persen inhibisi 73,3% pada telur cacing.
Potensi Aktivitas Antidiabetes Daun Salam (Syzygium polyanthum Wight) Fuzi Sugiarti Putri; Thayazen Abdo Hizam AlHakimi; Yani Lukmayani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13820

Abstract

Abstract. Diabetes mellitus is a metabolic disease that has symptoms of hyperglycemia that occurs because the pancreas cannot secrete insulin, there is a disturbance in insulin action, or both. The bay plant (Syzygium polyanthum Wight.) is a woody plant that is usually utilized for its leaves. Bay leaves are used as a spice or traditional medicinal herb. Usually this plant is used as a treatment for hypertension, diabetes mellitus, gout, diarrhea and ulcers. This study uses a systematic literature review method regarding the potential antidiabetic activity of leaves conducted in vitro or in vivo. Secondary data used in this study are national or international articles found in Science Direct, Google Scholar and Pubmed. The stages carried out in this study are by searching and retrieving articles or journals (identification), selecting articles or journals (screening), eligibility of articles or journals (eligibility) and search results and data (included). The results of the literature search show that bay leaves have potential as antidiabetics. Bay leaves contain secondary metabolites of flavonoids, tannins, alkaloids, saponins and terpenoids. Abstrak. Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik yang memiliki gejala hiperglikemia yang terjadi karena pankreas tidak dapat mensekresi insulin, adanya gangguan kerja insulin, ataupun keduanya. Tanaman salam (Syzygium polyanthum Wight.) adalah tanaman berkayu yang biasanya dimanfaatkan bagian daunnya. Daun salam digunakan sebagai bumbu masakan atau ramuan obat tradisional. Biasanya tanaman ini digunakan sebagai pengobatan hipertensi, diabetes melitus, asam urat, diare dan maag. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review mengenai potensi aktivitas antidiabetes daun dilakukan secara in vitro ataupun in vivo. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah artikel nasional atau internasional yang terdapat di Science Direct, Google Scholar dan Pubmed. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan melakukan pencarian dan dan pengambilan artikel atau jurnal (identification), pemilihan artikel atau jurnal (screening), kelayakan artikel atau jurnal (eligibility) dan hasil pencarian dan data (included). Hasil penelusuran pustaka menunjukkan bahwa daun salam memiliki potensi sebagai antidiabetes. Daun salam mengandung metabolit sekunder golongan flavonoid, tanin, alkaloid, saponin dan terpenoid.
Pengembangan Komik Digital sebagai Media Edukasi Sediaan Obat Oral pada Kelas 4 dan 5 SDN 075 Jatayu Bandung Iis Rosita; Fetri lestari; umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13861

Abstract

Abstract. Children are a vulnerable group when it comes to health issues, including the use of oral medications, which requires accurate understanding. Additionally, children’s lack of knowledge about the types of drugs they are given can also be a factor affecting compliance. Proper education about oral medications in children is essential to ensure safe and effective drug use. This study aims to develop a digital comic as an educational medium for oral medications. The research follows an experimental method, focusing on the development of a digital comic as an educational tool for oral medications. Research instruments include survey analysis, expert reviews covering various aspects, post-test evaluations, and questionnaires related to the digital comic. The study subjects consist of 189 students from grades 4 and 5 at SDN 075 Jatayu Bandung. The research results show that the post-test scores in the experimental group were higher, with an average score of 90.63 compared to the control group’s score of 74.84. The Mann-Whitney test also indicates significance <0.05, meaning that education through digital comics has an impact on students’ knowledge and attitudes. The evaluation of the digital comic obtained a percentage score of 89.2%, which means that the comic falls into the category of “Very Good” according to respondent assessments. This high rating confirms that the developed digital comic successfully delivers engaging and beneficial content to students. Abstrak. Anak-anak adalah kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan, termasuk penggunaan obat-obatan oral yang memerlukan pemahaman yang tepat. Selain itu, kurangnya pengetahuan anak tentang jenis obat yang diberikan juga dapat menjadi faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan. Pendidikan yang baik tentang obat oral pada anak-anak sangat penting untuk memastikan penggunaan obat yang aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan pengembangan berupa komik digital sebagai media edukasi mengenai obat oral. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan fokus pada pengembangan komik digital sebagai alat edukasi mengenai obat oral. Instrumen penelitian terdiri dari analisis survei, expert review dari berbagai aspek post-test dan kuesioner mengenai eveluasi komik digital. Subjek penelitian ini adalah populasi peserta didik di SDN 075 Jatayu Bandung kelas 4 dan 5 berjumlah 189 siswa. Hasil penelitian menunjukkan nilai post-test pada kelompok uji lebih besar dengan rata – rata nilai 90,63 dibandingkan nilai kelompok kontrol yaitu 74,84. Dan pada uji man – whithney menunjukkan nilai signifikasi <0,05 dimana, pemberian edukasi melalui komik digital ada pengaruh terhadap pengetahuan dan sikap pada siswa dan siswi. Dan pada Evaluasi komik digital memperoleh nilai persentase sebesar 89,2% yang artinya komik tersebut termasuk dalam kategori “Sangat Baik” menurut penilaian responden. Penilaian yang tinggi ini mengonfirmasi bahwa komik digital yang dikembangkan berhasil dalam menghadirkan konten yang menarik dan bermanfaat bagi siswa.