cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsp@unisba.ac.id
Phone
+6289691247094
Journal Mail Official
bcsp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28282116     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsp.v2i2
Core Subject : Health, Science,
Bandung Conference Series: Pharmacy (BCSP) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Farmasi dengan ruang lingkup Airlock system Kanker, Alcohol, Antelmintik, Antigastritis drugs, Antioksidan, Artemia franciscana, Ascaris suum, Cacing babi (Ascaris suum Goeze), Contact Bioautography TLC, Daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers), Daun kelor (Moringa oleifera Lam), Diabetes mellitus, DPPH Flavonoid, Fenilpropanolamin, Fermentasi, Flavonoid, Flavonol,Iles-iles, Isolasi, Lichen, Malassezia furfur, Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), Obat antidiabetes (OAD) Propionibacterium acnes, Obat tradisional, Parkia Speciosa Antibakteri, Pektin, Propionibacterium Acnes, Pseudoefedrin, Saccharomyces Cerevisiae, Spektrofotometri uv sinar tampak, Staphylococcus epidermidis, uji aktivitas antibakteri, Uji sitotoksik, Usnea baileyi. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 412 Documents
Pengujian Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Teh Putih (Camellia sinensis L.) dengan Metode DPPH Raidah Amirah Balqis Rosidin; Suwendar; Gita Cahya Eka Darma A.
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13058

Abstract

Abstract. White tea leaves (Camellia sinensis L.) contain catechin compounds, especially Epigallocathecin-Gallate compounds which are thought to have potential as antioxidants. This study aims to determine the antioxidant activity provided by ethanol extract of white tea leaves. White tea leaf extract was obtained by maceration method using 96% ethanol solvent. Antioxidant activity test was conducted using DPPH method by looking at IC50 value to determine its antioxidant strength. From the results of the study, the IC50 value of white tea leaf ethanol extract was 1.14 ± 0.26 ppm which indicates that white tea leaves have very strong antioxidant strength. Abstrak. Daun teh putih (Camellia sinensis L.) mengandung senyawa katekin terutama senyawa Epigallocathecin-Gallate yang diduga memiliki potensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang diberikan oleh ekstrak etanol daun teh putih. Ekstrak daun teh putih diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH dengan melihat nilai IC50 untuk mengetahui kekuatan antioksidan nya. Dari hasil penelitian didapat nilai IC50 ekstrak etanol daun teh putih sebesar 1,14 ± 0,26 ppm yang menandakan bahwa daun teh putih memiliki kekuatan antioksidan yang sangat kuat.
Formulasi Pelembab Stick Mengandung Minyak Biji Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) Diani Elza Fitria Siti Nurjani; Gita Cahya Eka Darma; Hanifa Rahma
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13380

Abstract

Abstract. Indonesia is a tropical country with stronger ultraviolet radiation intensity. The prevalence of dry skin in Indonesia reaches 50-80%, so for normal skin function, the moisture content in the stratum corneum should be more than 10%, as loss of moisture can cause dry, scaly, and cracked skin. Dry skin is a condition where the skin loses moisture and is unable to retain water properly. Sunflower seed oil contains oleic acid which can address dry skin by filling the gaps between corneocyte layers, thereby preventing water evaporation from the skin. This study aims to determine characterizing sunflower seed oil and what concentration of sunflower seed oil can be used as a moisturizer. Stick moisturizers are used by applying so that they will not dirty hands, facilitate use, are more practical, easy to carry, and relatively stable. Moisturizing sticks containing sunflower seed oil with concentrations of 3, 6, 9, 12, and 15% underwent physical evaluations including organoleptic assessment, homogeneity, pH, melting point, stability and irritation. Abstrak. Indonesia merupakan negara iklim tropis dengan intensitas radiasi ultra violet yang lebih kuat. Prevalensi kulit kering di Indonesia mencapai 50-80% sehingga agar fungsi kulit normal kadar air pada stratum korneum harus lebih dari 10% karena hilangnya kelembaban dapat mmebuat kulit menjadi kering, bersisik dan tampak pecah-pecah. Kulit kering adalah kondisi di mana kulit kehilangan kelembaban dan tidak mampu menahan air dengan baik. Minyak biji bunga matahari mengandung asam oleat yang mampu mengatasi kulit kering dengan mengisi ruang antara lapisan korneosit sehingga mampu mencegah terjadinya penguapan air pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi minyak biji bunga matahari dan berapa konsentrasi minyak biji bunga matahari yang dapat digunakan sebagai pelembab. Pelembab stick digunakan dengan cara dioleskan sehingga tidak akan mengotori tangan, memudahkan penggunaan, lebih praktis, mudah dibawa, dan relatif stabil. Pelembab stick mengandung minyak biji bunga matahari dengan variasi konsentrasi 3, 6, 9, 12, dan 15% dilakukan evaluasi fisik meliputi organoleptis, homogenitas, pH, titik leleh, stabilitas dan iritasi.
Kajian Formulasi Etosom sebagai Sistem Penghantaran Agen Sitotoksik dalam Pengobatan Kanker Kulit Nadya Lutfiah; Sani Ega Priani; Hanifa Rahma
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13437

Abstract

Abstract. Skin cancer is a global health issues with a high incidence. Commonly used skin cancer treatments include chemotherapy, radiation therapy, cryotherapy, curettage, and electrocautery. However, these therapies face a number of issues related to cost, toxicity, and bioavailability, leading to reduced treatment efficacy and poor patient compliance. Ethosomes are present as a delivery system for cytotoxic agents in skin cancer treatment to overcome this problem and are the best treatment for skin cancer because the cytotoxic agents are delivered along with ethosome can penetrate deeper layers in the skin for systemic purposes. Etosomes can be used for long-term treatment purposes by controlling drug release and specifically acting on cancer cells, thereby minimizing drug side effects. This study aimed to analyze the ethos formulation as a delivery system for cytotoxic agents in the treatment of skin cancer. The research method used was a systematic literature review by searching for international articles from reputable publishers. The results of this study show that ethosomes can be formed using phospholipids, ethanol and water with or without added cholesterol and additional solvents. The most widely used phospholipids are phosphatidylcholine (0.5–5%), ethanol and up to 60% water. Phospholipid and ethanol concentrations in the ethosome system can influence vesicle size and %EE. Abstrak. Kanker kulit menjadi masalah kesehatan global dengan prevelensi yang tinggi. Metode pengobatan yang umum digunakan untuk kanker kulit diantaranya kemoterapi, terapi radiasi, krioterapi, kuretase dan elektrodesikasi. Namun, terapi tersebut dihadapkan pada beberapa masalah terkait biaya, toksisitas dan ketersediaan hayati, sehingga menyebabkan penurunan efektivitas terapi dan kepatuhan pasien yang buruk. Etosom hadir sebagai sistem penghantaran agen sitotoksik dalam pengobatan kanker kulit untuk mengatasi masalah tersebut dan sebagai terapi kanker kulit terbaik karena agen sitotoksik yang dihantarkan dengan etosom dapat berpenetrasi ke lapisan kulit lebih dalam untuk tujuan sistemik. Etosom dapat digunakan untuk terapi berkelanjutan dengan mengontrol pelepasan obat dan bekerja secara spesifik terhadap sel kanker, sehingga dapat meminimalisir efek samping obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formulasi etosom sebagai sistem penghantaran agen sitotoksik dalam pengobatan kanker kulit. Metode penelitian yang digunakan yaitu systematic literature review dengan cara mencari artikel internasional dari penerbit bereputasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa etosom dapat diformulasikan menggunakan fosfolipid, etanol dan air dengan ataupun tanpa penambahan kolesterol dan pelarut tambahan. Fosfolipid yang paling banyak digunakan adalah fosfatidilkolin (0,5-5%), etanol, dan air hingga 60%. Konsentrasi fosfolipid dan etanol dalam sistem etosom dapat mempengaruhi ukuran vesikel dan %EE.
Potensi Aktivitas Antikanker Payudara pada Daun Tumbuhan Marga Annona Riva Azzahra; Yani Lukmayani; Thyazen Abdo Alhakimi
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13441

Abstract

Abstract. Breast cancer, also known as Carcinoma Mammae, refers to a malignant cell growth in the breast tissue in the form of an abnormal lump. Plants that have the potential to breast anticancer are plants from the Annona clan group. The purpose of this literature study is to find out and collect data on the potential breast anticancer activity of three Annona clan plants and find out the compounds that act as breast anticancer. This research uses the Systematic Literature Review (SLR) method. Article searches were conducted through online media. The results of the literature review show that the Annona clan plants, namely Annona muricata, Annona squamosa, and Annona reticulata have anticancer activity against MCF-7 breast cancer cell lines. The leaves of the three Annona clan plants have significant potential as breast anticancers. Breast anticancer activity in the leaves of three Annona clan plants is influenced by the content of compounds that act as breast anticancer agents such as annonaceous acetogenin. Abstrak. Kanker payudara yang juga dikenal sebagai Carcinoma Mammae yang merujuk pada suatu pertumbuhan sel ganas di dalam jaringan payudara berupa benjolan yang abnormal. Tanaman yang berpotensi sebagai antikanker payudara yaitu tanaman dari kelompok marga Annona. Tujuan dari studi literatur ini yaitu mengetahui serta mengumpulkan data potensi aktivitas antikanker payudara dari tiga tanaman marga Annona dan mengetahui senyawa yang berperan sebagai antikanker payudara. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) atau tinjauan pustaka sistematis. Pencarian artikel dilakukan melalui media online. Hasil dari pengkajian literatur dapat diketahui bahwa pada tumbuhan marga Annona yaitu Annona muricata, Annona squamosa, dan Annona reticulata memiliki aktivitas antikanker terhadap lini sel kanker payudara MCF-7. Bagian daun pada tiga tumbuhan marga Annona memiliki potensi sebagai antikanker payudara signifikan. Aktivitas antikanker payudara pada daun dari tiga tumbuhan marga Annona dipengaruhi oleh kandungan senyawa yang berperan sebagai agen antikanker payudara seperti annonaceous acetogenin.
Kajian Potensi Aktivitas Antibakteri Tanaman Genus Piper terhadap Bakteri Patogen Penyebab Infeksi Periodontal Siti Umniyyah Nabilah; Lanny Mulqie; Umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13442

Abstract

Abstract. Oral pathogenic bacteria collectively play a role in the formation of infections in the oral cavity through the accumulation of bacterial colonization. One way to control oral pathogenic bacteria is through mechanical therapy and chemical therapy using antibacterials. However, antibacterial resistance is a current global health threat. Using antibacterials from natural ingredients can be an alternative option. The aim of this research is to determine the potential of plants from the genus Piper as antibacterials against bacteria that cause periodontal infections Fusobacterium nucleatum and Porphyromonas gingivalis, as well as to identify the active compounds with antibacterial role. The research method used is a Systematic Literature Review (SLR). The results of the study showed that four plant species from the genus Piper have antibacterial potential against bacteria that cause periodontal infections namely, Piper betle L., Piper cubeba L., Piper marginatum Jacq, dan Piper nigrum L. Active compounds with role as antibacterials is 4-chromanol from Piper betle L., and (−)-cubebin from Piper cubeba L. Abstrak. Bakteri patogen rongga mulut secara kolektif berperan dalam pembentukan keadaan infeksi rongga mulut dengan akumulasi kolonisasi bakteri. Pengendalian bakteri patogen rongga mulut salah satunya dapat dilakukan dengan terapi mekanis dan dilakukan secara kimiawi dengan menggunakan antibakteri. Namun resistensi antibakteri merupakan ancaman kesehatan global saat ini. Penggunaan antibakteri dari bahan alam dapat menjadi pilihan alternatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi tanaman genus Piper sebagai antibakteri terhadap bakteri penyebab infeksi periodontal Fusobacterium nucleatum, dan Porphyromonas Gingivalis. Mengetahui senyawa aktif yang berperan sebagai antibakteri. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR). Didapatkan hasil kajian sejumlah 4 spesies tanaman dari genus Piper yang memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap bakteri penyebab infeksi periodontal yakni Piper betle L., Piper cubeba L., Piper marginatum Jacq, dan Piper nigrum L. Senyawa aktif yang berperan sebagai antibakteri yakni 4-chromanol dari Piper betle L. dan (−)-cubebin dari Piper cubeba L.
Metode Kokristal, Koamorf, Kompleks Inklusi, dan Dispersi Padat dalam Upaya Modifikasi Sifat Fisikokimia Zat Aktif Farmasi Nadya Azzahra; Fitrianti Darusman; Aulia Fikri Hidayat
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13451

Abstract

Abstract. Modification of the physicochemical properties of active pharmaceutical ingredients is an important step in enhancing the solubility and bioavailability of drugs. Several modifications that can be implemented include cocrystals, coamorphous systems, inclusion complexes, and solid dispersions. Cocrystals involve the formation of new crystals with the active ingredient and a coformer, which can improve solubility and stability. Coamorphous systems are amorphous systems that utilize a mixture of the active ingredient with a coformer to enhance solubility. Inclusion complexes use host molecules like cyclodextrins to encapsulate the active ingredient, thereby increasing its stability and solubility. Solid dispersions involve the distribution of the active ingredient in a polymer matrix to enhance solubility and dissolution rate. These modifications of the physicochemical properties of active pharmaceutical ingredients will improve the solubility and bioavailability of drugs in the body. Abstrak. Modifikasi sifat fisikokimia zat aktif farmasi merupakan langkah penting dalam meningkatkan kelarutan dan bioavalabilitas obat. Beberapa modifikasi sifat fisikokimia yang dapat dilakukan adalah kokristal, koamorf, kompleks inklusi, dan dispersi padat. Kokristal melibatkan pembentukan kristal baru dengan zat aktif dan koformer yang dapat meningkatkan kelarutan dan stabilitas. Koamorf adalah sistem amorf yang memanfaatkan campuran zat aktif dengan koformer untuk memperbaiki kelarutan. Kompleks inklusi menggunakan molekul host seperti siklodekstrin untuk mengenkapsulasi zat aktif, meningkatkan stabilitas dan solubilitasnya. Dispersi padat melibatkan distribusi zat aktif dalam matriks polimer untuk meningkatkan kelarutan dan laju disolusi. Modifikasi sifat fisikokimia zat aktif farmasi ini akan meningkatkan kelarutan dan bioavalabilitas obat di dalam tubuh.
Pola Peresepan Obat pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan Periode 2022-2023 Syahirah Anissa Arief; Fetri Lestari; Bambang Tri Laksono
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13452

Abstract

Abstract. Chronic renal failure is a disease that gradually damages kidney function and has a high mortality rate. Damage to the kidneys will reduce the production of the hormone erythropoietin, which causes anemia. Anemia is caused by erythropoetin deficiency, in addition to other factors such as iron deficiency, shortened erythrocyte lifespan, inflammation, and infection. Anemia is associated with increased mortality and decreased health-related quality of life. This study aims to determine the pattern of drug prescription given to patients at Al Ihsan Hospital for the period 2022-2023. This study used descriptive observational method by collecting data retrospectively from medical records of patients diagnosed with chronic renal failure and anemia. The conclusion of this study found that the use of a combination of 5 drugs was most widely used by ggk patients at Al Ihsan Hospital. The combination of 5 drugs consists of epoetin alfa + vitamin B12 + folic acid + sodium bicarbonate + calcium lactate. Abstrak. Gagal ginjal kronis adalah salah satu penyakit yang bertahap merusak fungsi ginjal dan memiliki angka kematian tinggi. Kerusakan pada ginjal akan mengurangi produksi hormon eritropoietin, yang menyebabkan anemia. Anemia disebabkan oleh defisiensi eritropoetin, selain itu factor-faktor lain seperti defisiensi besi, umur eritrosit yang memendek, inflamasi, dan infeksi. Anemia dikaitkan dengan peningkatan mortalitas dan penurunan kualitas hidup terkait kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola perespan obat yang diberikan pada pasien ggk RSUD Al Ihsan Periode 2022-2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan mengumpulkan data secara retrospektif dari rekam medis pasien yang diagnosa gagal ginjal kronis dan anemia. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa penggunaan kombinasi 5 obat paling banyak digunakan oleh pasien ggk di RSUD Al Ihsan. Kombinasi 5 obat terdiri dari epoetin alfa + vitamin B12 + asam folat + natrium bikarbonat + kalsium laktat.
Pola Peresepan Obat pada Manajemen Pasien Rheumatoid Arthritis di Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan Kabupaten Bandung Periode 2023 Alya Fauziah Zahra; Umi Yuniarni; Bambang Tri Laksono
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13454

Abstract

Abstract. Rheumatoid arthritis is a chronic inflammatory autoimmune disease characterized by symmetrical swelling of the joints. The treatment of rheumatoid arthritis aims to reduce or eliminate pain, reduce inflammation, inhibit or stop joint damage, and prevent systemic complications. This study aims to determine the pattern of drug prescribing in rheumatoid arthritis patients at Al Ihsan Regional General Hospital for the period 2023. This research is observational with retrospective data collection using a purposive sampling method, and samples were taken according to inclusion criteria. Rheumatoid arthritis drug administration data were analyzed descriptively to get a picture of prescribing patterns in the treatment of rheumatoid arthritis. The results of the study of 81 rheumatoid arthritis patients showed that the most widely used prescription pattern for managing rheumatoid arthritis treatment is a combination of two corticosteroid drugs and NSAIDs, with a percentage of 31%. Abstrak. Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun inflamasi kronis yang ditandai dengan pembengkakan sendi secara simetris. Pengobatan pada rheumatoid arthritis bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri, mengurangi inflamasi, serta menghambat atau menghentikan kerusakan sendi dan mencegah komplikasi sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan obat pada pasien rheumatoid arthritis di Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan Periode 2023. Penelitian ini bersifat observasional dengan pengambilan data secara retrospektif menggunakan metode purposive sampling dan sampel yang diambil sesuai dengan kriteria inklusi. Data pemberian obat rheumatoid arthritis dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan gambaran pola peresepan pada pengobatan rheumatoid arthritis. Hasil penelitian terhadap 81 pasien rheumatoid arthritis menunjukkan bahwa pola peresepan yang paling banyak digunakan untuk manajemen pengobatan rheumatoid arthritis adalah kombinasi 2 obat kortikosteroid dan OAINS dengan persentase sebesar 31%.
Kajian Formulasi Sediaan Gel Mata In Situ Termosensitif untuk Pengobatan Glaukoma Ratri Putri Chairunnisa; Sani Ega Priani; Dina Mulyanti
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13470

Abstract

Abstract. The main treatment for glaucoma is conventional eye drops. However, these drops have limitations such as short contact time, which can result in uncontrolled intraocular pressure. To improve the effectiveness of treatment, preparations that increase contact time are needed. One preparation that can be used to overcome the weaknesses of eye drop preparations is in situ thermosensitive eye gel. The research method used to assess this is a systematic literature review of leading national and international journals from various databases. The study literature results showed that a combination polymer poloxamer 407 (15,5-24,25%)-poloxamer 188 (1,5-5%) and poloxamer 407 (16-20%)-HPMC (0,15-1%) is an optimum polymer used for in situ thermosensitive eye gel preparations. Abstrak. Sediaan tetes mata konvensional merupakan pilihan pengobatan utama untuk glaukoma. Namun, tetes mata memiliki kelemahan seperti waktu kontak yang singkat, sehingga dapat mengakibatkan tekanan intraokular tidak terkendali secara signifikan. Oleh karena itu, diperlukan sediaan yang dapat meningkatkan waktu kontak sehingga efek terapi dapat tercapai. Salah satu sediaan yang dapat digunakan untuk mengatasi kelemahan sediaan obat tetes mata adalah gel mata in situ termosensitif. Metode penelitian yang digunakan yaitu systematic literature review berdasarkan jurnal nasional dan internasional yang berasal dari data base bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kombinasi poloxamer 407 (15,5-24,25%)-poloxamer 188 (1,5-5%) serta poloxamer 407 (16-20%)-HPMC (0,15-1%) merupakan kombinasi polimer yang optimum untuk sediaan gel mata in situ termosensitif. Berdasarkan hasil ini, sediaan gel mata termosensitif in situ dapat menjadi pilihan yang layak untuk pengobatan glaukoma.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Teh Putih (Camellia sinensis L.) terhadap Cutibacterium acnes Sifa Tamhaz; Sani Ega Priani; Anan Suparman
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13490

Abstract

Abstract. White tea (Camellia sinensis L.) is known to have high amounts of polyphenol content which has antibacterial activity. The aim of the research is to determine the antibacterial activity of white tea extract against acne-causing bacteria, Cutibacterium acnes. White tea extract was obtained by extraction with reflux method and ethanol 70%. Antibacterial activity test was conducted against C. acnes in concentrations of 0,025%, 0,05%, 0,1%, 0,2%, 0,4%, 0,8%, and 1,6% with agar well diffusion method. The results showed that MIC of white tea against C. acnes was 0,05% with inhibition zone 9,02 mm ± 1,01 and moderate antibacterial activity. Abstrak. Teh putih (Camelilia sinensis L.) diketahui memiliki kandungan polifenol dalam jumlah tinggi yang diketahui bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak teh putih terhadap bakteri penyebab jerawat, yaitu Cutibacterium acnes. Ekstrak teh putih didapatkan dengan ekstraksi menggunakan metode refluks dan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan terhadap C. acnes dalam konsentrasi 0,025%, 0,05%, 0,1%, 0,2%, 0,4%, 0,8%, dan 1,6% dengan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak teh putih memiliki KHM terhadap C. acnes sebesar 0,05% dengan diameter zona hambat 9,02 mm ± 1,01 dan aktivitas antibakteri sedang.