cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsp@unisba.ac.id
Phone
+6289691247094
Journal Mail Official
bcsp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28282116     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsp.v2i2
Core Subject : Health, Science,
Bandung Conference Series: Pharmacy (BCSP) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Farmasi dengan ruang lingkup Airlock system Kanker, Alcohol, Antelmintik, Antigastritis drugs, Antioksidan, Artemia franciscana, Ascaris suum, Cacing babi (Ascaris suum Goeze), Contact Bioautography TLC, Daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers), Daun kelor (Moringa oleifera Lam), Diabetes mellitus, DPPH Flavonoid, Fenilpropanolamin, Fermentasi, Flavonoid, Flavonol,Iles-iles, Isolasi, Lichen, Malassezia furfur, Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), Obat antidiabetes (OAD) Propionibacterium acnes, Obat tradisional, Parkia Speciosa Antibakteri, Pektin, Propionibacterium Acnes, Pseudoefedrin, Saccharomyces Cerevisiae, Spektrofotometri uv sinar tampak, Staphylococcus epidermidis, uji aktivitas antibakteri, Uji sitotoksik, Usnea baileyi. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 412 Documents
Formula Serum Wajah Anti-jerawat Berbasis Nanoemulsi Mengandung Kombinasi Asam Salisilat dan Minyak Biji Bunga Matahari (Helianthus anuuss L.) Aisyah Nurul Fitri; Sani Ega Priani; Mentari Luthfika Dewi
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9518

Abstract

Abstract. Salicylic acid and sunflower seed oil (Helianthus annuus L.) contains phenolic compounds that can act as antibacterial that can inhibit acne-causing bacteria. One of the bacteria that causes acne is Propionibacterium acnes. This study aims to obtain a nanoemulsion-based face serum preparation formula of salicylic acid and sunflower seed oil that meets good characteristics and stability and determines the antibacterial activity of nanoemulsion preparations made from salicylic acid and sunflower seed oil against P. acnes. The nanoemulsion preparation was prepared with optimization of 1% salicylic acid with variations of sunflower seed oil and Smix (surfactant and cosurfactant) with a ratio (1:10;1:11;1:12;1:13;1:14; 1:15) where the ratio of Smix is 1:1. Based on the results of the study, it can be concluded that the optimum formula of nanoemulsion combination of salicylic acid and and sunflower seed oil was obtained at a concentration of 1% salicylic acid, 4% sunflower seed oil, tween 80 30%, and PEG 400 30%. The preparation meets the requirements including organoleptis, homogeneity, viscosity, percent transmittance, globular size, polydispersity index, and good stability. A nanoemulsion-based face serum preparation of salicylic acid and sunflower seed oil without the addition of TEA has a very strong antibacterial activity of 25.6 ± 0.12 mm. Abstrak. Asam salisilat dan minyak biji bunga matahari (Helianthus annuus L.) mengandung senyawa fenolik yang dapat berperan sebagai antibakteri yang dapat menghambat bakteri penyebab jerawat. Salah satu bakteri penyebab jerawat yaitu Propionibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula sediaan serum wajah berbasis nanoemulsi kombinasi asam salisilat dan minyak biji bunga matahari yang memenuhi karakteristik dan stabilitas yang baik dan menentukan aktivitas antibakteri sediaan nanoemulsi berbahan asam salisilat dan minyak biji bunga matahari terhadap P. acnes. Sediaan nanoemulsi dibuat dengan optimasi 1% asam salisilat dengan variasi minyak biji bunga matahari dan Smix (surfaktan dan kosurfaktan) dengan perbandingan (1:10;1:11;1:12;1:13;1:14;1:15) dimana perbandingan Smix yaitu 1:1. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa formula optimum nanoemulsi kombinasi asam salisilat dan dan minyak biji bunga matahari diperoleh pada konsentrasi asam salisilat 1%, minyak biji bunga matahari 4%, tween 80 30%, dan PEG 400 30%. Sediaan tersebut memenuhi persyaratan meliputi organoleptis, homogenitas, viskositas, persen transmitan, ukuran globul, indeks polidispersitas, dan stabilitas yang baik. Sediaan serum wajah berbasis nanoemulsi kombinasi asam salisilat dan minyak biji bunga matahari tanpa penambahan TEA memiliki aktivitas antibakteri sangat kuat yaitu 25,6 ± 0,12 mm.
Uji Efektivitas Antelmintik Tunggal dan Kombinasi Ekstrak Etanol Umbi Wortel (Daucus carota L.) dan Daun Kemangi (Ocimum americanum L.) Terhadap Cacing Gelang Babi Dewasa (Ascaris suum Goeze.) dan Telur Cacing Gelang Babi Secara In Vitro Annisa Rahmawati Annisa Rahmawati; Suwendar; Lanny Mulqie
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9524

Abstract

Abstract. Helminthiasis, predominantly caused by worm eggs entering the body through the digestive tract via soil transmission, continues to exhibit a high prevalence. This study aimed to assess the efficacy of a single anthelmintic, comprising the ethanol extract of carrot tubers and basil leaves, as well as their combination, against adult pig roundworms and their eggs. Additionally, the research aimed to identify the effective concentration of the ethanol extracts to induce anthelmintic effects and determine the LC50 value in the single-test setup. The experimental laboratory method was adopted for this research, divided into three distinct groups. The first group involved the ethanol extract test of carrot tubers and basil leaves with concentrations of 10%, 15%, 20% and 25%. The second group constituted a combination of extracts at 25% concentration each, alongside a comparison group involving pirantel pamoate and piperazin citrate for adult worms, and albendazole for worm eggs. Finnaly, the control group received Hank Salin solution and CMC-Na. The result revealed significant anthelmintic activity, with the highest rates of paralysis and death observed in the combination of 25% basil leaf extract and 25% concentration of carrot tubers, achieving 70% and 50% paralysis, respectively, with a spastic paralysis type. In the single-test setup, the LC50 values produced for ethanol extract of basil leaves and carrot tubers were 27.859% and 29.693 %, respectively. Anthelmintic activity on worm eggs exhibited the greatest percentage of inhibition at 60% for the combination of extracts at a concentration of 25%. In conclusion, the combination test extracts demonstrated superior efficacy compared to the single-test extracts, showcasing promise for potential therapeutic applications in combating hetminthiasis. Abstrak. Penyakit kecacingan mayoritas disebabkan oleh masuknya parasit dengan berupa telur cacing ke dalam tubuh melalui saluran pencernaan karena adanya penularan melalui tanah dan masih menduduki prevalensi yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui efektifitas antelmintik tunggal pada ekstrak etanol umbi wortel dan daun kemangi serta kombinasinya terhadap cacing gelang babi dewasa dan telurnya, mengetahui konsentrasi efektif dari ekstrak etanol umbi wortel dan daun kemangi sehingga mempunyai efek antelmintik terhadap cacing gelang babi dewasa dan telurnya serta mengetahui nilai LC50 pada pengujian tunggal ekstrak etanol umbi wortel dan daun kemangi. Metode penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium. Pengujian ini terbagi dalam 3 kelompok, yaitu kelompok uji ekstrak etanol umbi wortel dan daun kemangi dengan konsentrasi 10%, 15%, 20% dan 25% serta kombinasi ekstrak dengan konsentrasi masing-masing 25% dengan pembanding (pirantel pamoat dan piperazin sitrat untuk cacing dewasa, dan albendazole untuk telur cacing) serta kelompok kontrol (larutan Hank Salin dan CMC-Na). Hasil penelitian berupa aktivitas antelmintik dengan akumulasi paralisis dan kematian paling tinggi ditunjukkan oleh kombinasi ekstrak uji daun kemangi 25% dan umbi wortel konsentrasi 25% dengan persentase 70% dan 50% dengan tipe paralisis spastik serta nilai LC50 yang dihasilkan pada pengujian tunggal ekstrak etanol daun kemangi dan umbi wortel sebesar 27,859% dan 29,693%. Penelitian aktivitas antelmintik yang ditunjukkan telur cacing menunjukkan persentase inhibisi terbesar pada ekstrak uji kombinasi konsentrasi 25% sebesar 60%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak uji pada pengujian kombinasi lebih baik daripada pengujian tunggal.
Isolasi Senyawa Antioksidan Dari Daun Bidara Arab (Ziziphus spina-christi (L.) Desf.) Fransiska Yutari
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9525

Abstract

Tanaman bidara arab (Ziziphus spina-christi (L.) Desf.) diketahui mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, polifenol, saponin, triterpenoid dan tannin yang berpotensi sebagai antioksidan Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan isolasi senyawa yang bersifat antioksidan pada daun bidara arab melalui pengujian secara kualitatif dengan penyemprotan DPPH pada plat KLT. Daun bidara arab diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% menghasilkan rendemen 21,88%. Hasil fraksinasi didapatkan fraksi n-heksan, etil asetat dan metanol yang kemudian dipantau dengan KLT sehingga didapatkan fraksi terpilih. Fraksi terpilih disubfraksi dan dipantau digunakan eluen yaitu toluene:etil asetat (2:1). Isolasi dengan metode KLT preparatif menggunakan eluen n-heksan:etilasetat (1:2) dan didapatkan isolat pada Rf 0,57.
Modifikasi Kandungan Natrium Klorida Dalam Media Tumbuh Kultur Dunaliella salina Terhadap Pengaruh Aktivitas Antioksidan dan Kadar -Carotene Siti Romlah; Indra Topik Maulana; Yani Lukmayani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9527

Abstract

Dunaliella salina merupakan salah satu mikroalga hijau spesies chlorophyta. Karena kemampuan dari mikroalga Dunaliella salina yang beradaptasi diberbagai kondisi lingkungan yang ekstrim, hal ini menjadikan mikroalga Dunaliella salina sebagai kandidat baru bahan baku yang dapat dikembangkan. Selain kemampuannya beradaptasi, mikroalga Dunaliella salina memiliki berbagai komponen yang dapat dikembangkan dalam berbagai bidang salah satunya bidang kesehatan seperti antioksidan, antikanker, antivirus, antimikroba, dan lain sebagainya. Pada proses budidaya mikroalga Dunaliella salina terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dari mikroalga Dunaliella salina, salah satunya adalah salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan salinitas dalam media terhadap proses pertumbuhan mikroalga Dunaliella salina dan hasil jumlah panen biomassa yang dihasilkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan salinitas dalam media pertumbuhan kultur mikroalga Dunaliella salina dapat mempengaruhi hasil jumlah panen biomassa mikroalga Dunaliella salina yang dihasilkan.
Kajian Literatur Potensi Penerapan Teknologi Plasma pada Kain Tekstil mengandung Bahan Alam sebagai Peningkat Antimikroba Dara Azalea Wahdah; Gita Cahya Eka Darma; Fitrianti Darusman
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9529

Abstract

Abstract. The use of fabric is one of the obligations of every human being used for clothing. Among them are the use of underware such as undershirts and head coverings such as hijab cuffs. In the conditions of using these fabrics, humid conditions are often formed which facilitate microbial growth. There is a technology in the form of plasma that can make textile fabrics have increased antimicrobial properties from natural materials soaked in these textile fabrics. The materials are patchouli oil and lemon oil which were tested against Staphylococcus epidermidis bacteria. This study aims to determine the effect of the application of plasma technology on the antimicrobial properties of textile fabrics. The results obtained from the journals that have been analyzed, it is found that plasma technology can affect textile fabrics as evidenced by a reduction in weight, an increase in absorbency that can create a deposit of active substances so that the antimicrobial activity of active substances increases. The inhibition diameter obtained for lemon oil was 11.75 increasing to 13.53 and for patchouli oil was 11.25 to 13.05 mm. Keywords: Plasma technology, undershirt, hijab cuff, lemon oil, patchouli oil. Abstrak. Penggunaan kain menjadi salah satu kewajiban setiap manusia yang digunakan untuk pakaian. Diantaranya penggunaan underware seperti kaos dalam dan penutup kepala seperti manset hijab. Pada kondisi penggunaan kain tersebut sering terbentuk kondisi lembab yang memudahkan pertumbuhan mikroba. Terdapat teknologi berupa plasma yang dapat membuat kain tekstil memiliki sifat antimikroba yang meningkat dari bahan alam yang direndam pada kain tekstil tersebut. Bahan tersebut berupa minyak nilam dan minyak lemon yang diujikan terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teknologi plasma terhadap sifat antimikroba pada kain tekstil. Hasil penelitian yang diperoleh dari jurnal yang telah di analisis, didapatkan bahwa teknologi plasma dapat memengaruhi kain tekstil dengan dibuktikan adanya pengurangan bobot, peningkatan daya serap yang dapat membuat tempat deposit zat aktif sehingga aktivitas antimikroba zat aktif meningkat. Diameter hambat yang diperoleh untuk minyak lemon sebesar 11,75 meningkat menjadi 13,53 dan untuk minyak nilam sebesar 11,25 menjadi 13,05 mm. Kata Kunci: Teknologi plasma, kaos dalam, manset hijab, minyak lemon, minyak nilam.
Studi In Silico Inhibitor Enzim Asetilkolinesterase(AChE) Pada Gambir(Uncaria gambir Roxb.) Untuk Pengobatan Alzheimer Sonia Lovidi Rilatama
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9530

Abstract

Abstract. Alzheimer's is an age-related neurodegenerative disease. The acetylcholinesterase receptor (AChE) is an enzyme that degrades the neurotransmitter acetylcholine and plays an important role in the regulation of neurotransmission at synapses in all areas of the nervous system. Gambir (Uncaria gambir Roxb.) is used empirically for the treatment of senile dementia but the mechanism is not known, so further research is needed. This study aims to prove in silico that the flavonoid compounds in gambier have the potential as a therapy for Alzheimer's treatment. In this study, identification of the physicochemical properties of flavonoid compounds in gambier was carried out using the website swis www.swissadme.com. Then perform geometry optimization using Gauss View software version 5.0.8 and Gaussian version 09. After that, proceed with the docking simulation of the test compound against the test receptor (AChE) which has been separated from its natural ligand and has also been validated using the MGLTools 1.5.6 software which is equipped with Autodock Tools version 4.2. Based on the results of the study, the docking results of the gallocatechin compound had a better affinity among the other four test compounds of the flavonoid class because the results of the binding free energy and inhibition constants were lower. The result of the free bond energy (ΔG) obtained by the gallocatechin test compound was -6.58 kcal/mol and the result of the inhibition constant (Ki) was 14.93µM. the results of the prediction of the toxicity of the gallocatechin compound are not classified as toxic compounds because they are in the toxicity class 6 which is classified as the safest class, so that the gallocatechin compound is safe to use. So the conclusion of this study is that the gallocatechin test compound has the potential as a safe candidate for Alzheimer's treatment therapy. Keywords: Alzheimers, AChE, Gambir, Flavonoids, In Silico Abstrak. Alzheimer adalah suatu penyakit neurodegeneratif yang berkaitan dengan usia. Reseptor asetilkolinesterase (AChE) merupakan suatu enzim yang mendegradasi neurotransmitter asetilkolin dan berperan penting untuk regulasi neurotransmisi pada sinapsis di semua area sistem saraf. Gambir (Uncaria gambir Roxb.) digunkan secara empiris untuk pengobatan pikun namun mekanismenya belum diketahui sehingga dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara in silico senyawa flavonoid pada gambir berpotensi sebagai terapi pengobatan alzheimer. Dalam penelitian ini dilakukan identifikasi sifat fisikokimia terhadap senyawa golongan flavonoid pada gambir menggunakan website www.swissadme.com. Kemudian melakukan optimasi geometri menggunakan software Gauss View versi 5.0.8 dan Gaussian versi 09. Setelah itu dilanjutkan tahap melakukan simulasi docking senyawa uji terhadap reseptor uji (AChE) yang telah dipisahkan dari ligan alaminya dan juga telah divalidasi menggunkan software MGLTools 1.5.6 yang dilengkapi Autodock Tools versi 4.2. Berdasarkan hasil penelitian, hasil docking senyawa gallocatechin memiliki afinitas yang lebih baik diantara keempat senyawa uji golongan flavonoid lainnya karena hasil energi bebas ikatan dan konstanta inhibisi yang diperoleh lebih kecil. Hasil energi ikatan bebas (ΔG) yang diperoleh senyawa uji gallocatechin yaitu sebesar -6,58 kcal/mol dan hasil dari konstanta inhibisi (Ki) yaitu sebesar 14,93µM. hasil prediksi toksisitas senyawa gallocatechin tidak tergolong senyawa yang toksik karena berada pada kelas toksisitas 6 yang tergolong kelas paling aman, sehingga senyawa gallocatechin aman digunakan. Maka kesimpulan dari penelitian ini yaitu senyawa uji gallocatechin berpotensi sebagai kandidat terapi pengobatan alzheimer yang aman. Kata Kunci: Alzheimer, AChE, Gambir, In Silico
Uji Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Etanol dan Fraksi Daun Cincau Hijau Rambat (Cyclea barbata Miers) Terhadap Larva Artemia fransiscana Kellogg dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Salma Alfiyah
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9533

Abstract

Abstrak: Kanker merupakan penyakit karena adanya pertumbuhan sel-sel abnormal yang dapat disebabkan karena pola hidup, genetik, dan lingkungan. Salah satu pengobatan kanker yaitu kemoterapi, namun efek samping yang terjadi masih menjadi kekhawatiran karena dapat menyerang sel-sel normal. Oleh karena itu, dilakukan penelitian obat antikanker yang berasal dari tanaman. Daun cincau hijau rambat (Cyclea barbata Miers) diketahui mengandung senyawa alkaloid dan flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antikanker. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui karakteristik daun cincau hijau rambat dari parameter standar dan skrining fitokimia serta mengetahui aktivitas sitotoksik dari ekstrak dan fraksinya (air, etil asetat, dan n-heksana). Pengujian yang dilakukan adalah dengan mengamati aktivitas sitotoksik menggunakan metode Brine shrimp lethality test (BSLT) terhadap larva Artemia fransiscana Kellogg. Hasil yang diperoleh berupa nilai LC50 berdasarkan analisis probit. Daun cincau hijau rambat menunjukkan adanya aktivitas sitotoksik dengan perolehan nilai LC50 ekstrak, fraksi air, fraksi etil asetat, dan fraksi n-heksan berturut-turut yaitu 292,898 ppm ; 372,296 ppm ; 392,556 ppm ; dan 613,835 ppm yang mana masing-masing ekstrak dan fraksi telah masuk kedalam kriteria toksik. Dengan demikian daun cincau hijau rambat memiliki potensi dan dapat diteliti lebih lanjut sebagai antikanker. Abstract: Cancer is a disease caused by the growth of abnormal cells that can be caused by lifestyle, genetics, and the environment. One of the treatments for cancer is chemotherapy, but the side effects that occur are still a concern because they can attack normal cells. Therefore, research was conducted on anticancer drugs derived from plants. The leaves of green grass jelly (Cyclea barbata Miers) are known to contain alkaloid and flavonoid compounds that have anticancer activity. The purpose of this study was to determine the characteristics of green grass jelly leaves from standard parameters and phytochemical screening and to determine the cytotoxic activity of extracts and their fractions (water, ethyl acetate, and n-hexane). The test was conducted by observing the cytotoxic activity using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) against Artemia fransiscana Kellogg. larvae. The results obtained were LC50 values based on probit analysis. Green grass jelly leaves showed cytotoxic activity with the acquisition of LC50 values of extracts, water fractions, ethyl acetate fractions, and n-hexane fractions respectively 292.898 ppm; 372.296 ppm; 392.556 ppm; and 613.835 ppm which each extract and fraction has entered into toxic criteria. Thus, green grass jelly leaves have potential and can be further studied as anticancer.
Uji Intreaksi Cycloviolacin O14 dan Cycloviolacin Vy1 sebagai Protein Peptida untuk Anti-Covid-19 terhadap Protease Sars-Cov, Sars-Cov-2 (Yh-53) Secara Insilico Muhamad Akbar Dirgana; Taufik Muhammad Fakih; Bambang Tri Laksono
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i1.11363

Abstract

Abstrak. Using antimicrobial peptides (AMPs) as a therapy for a disease is a strategy that is widely developed in the health world. This is because AMPs are specific to a molecule or pathogen where in the research conducted by (Mustafa et al., 2019) they have conducted research on 37 peptides included in antimicrobial peptides (AMPs) and targeted the MERS-COV spike protein in silico. Therefore, the purpose of this study is to compare the ability of antimicrobial peptides (AMPs) from cycloviolacin vy1 and cycloviolacin 014 on the target ligand YH-53 that binds to Mpro found in SARS-COV-2 and SARS-COV, also in this study will study the interaction between cycloviolacin vy1 and cycloviolacin 014 against the YH-53 ligand using the HDOCK algorithm, which then the interaction will be observed with the help of Discovery Studiovisualizer 2021 software. Based on molecular docking data between the two AMPs against the two YH-53 ligands found in SARS-COV-2 and SARS-COV, the best results are shown in cycloviolacyn O14 which binds to the YH-53 ligand in SARS-COV with a docking score of -223.41 Kj/mol while in SARS-COV-2 the value produced is -217.29 Kj/mol. And for cycloviolacyn vy1 got a result of -203.20 Kj/mol in SARS-COV-2 and -185.67 in SARS-COV. Thus, AMPs cycloviolacyn O14 is predicted to have the potential as an inhibitor to bind to the YH-53 ligand in SARS-COV-2 and SARS-COV. Abstrak. Mengunakan antimicrobial peptida (AMPs) sebagai terapi suatu penyakit merupakan salah satu strategi yang banyak di kembangkan pada dunia Kesehatan. Hal ini di karenakan AMPs bersifat spesifik terhadap suatu molekul ataupun patogen dimana pada penelitian yang di lakukan oleh (Mustafa et al., 2019) telah melakukan penelitian terhadap 37 peptide yeng termasuk pada antimicrobial peptide (AMPs) dan menargetkan spike protein MERS-COV secara insilico. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan kemampuan antimicrobial peptide (AMPs) dari cycloviolacin vy1 dan cycloviolacin 014 pada target ligand YH-53 yang berikatan dengan Mpro yang terdapat pada SARS-COV-2 dan SARS-COV, juga dalam penelitian ini akan mempelajari interaksi antara cycloviolacin vy1 dan cycloviolacin 014 terhadap ligand YH-53 dengan mengunakan algoritma HDOCK, yang kemudian interaksi akan di amati dengan bantuan software Discovery Studiovisualizer 2021. berdasarkan data penambatan molekuler antara kedua AMPs terhadap kedua ligan YH-53 yang terdapat pada SARS-COV-2 dan SARS-COV hasil paling baik di tunjukan pada cycloviolacyn O14 yang berikatan dengan ligan YH-53 pada SARS-COV dengan docking score sebesar -223.41 Kj/mol sedangkan pada SARS-COV-2 nilai yang di hasilkan adalah sebesar -217.29 Kj/mol. Dan untuk cycloviolacyn vy1 mendapatkan hasil sebesar -203.20 Kj/mol pada SARS-COV-2 dan -185.67 pada SARS-COV. Dengan demikian AMPs cycloviolacyn O14 di prediksi memiliki potensi sebagai inhibitor untuk berikatan pada ligand YH-53 pada SARS-COV-2 dan SARS-COV.
Kajian Pustaka Potensi Beberapa Tumbuhan Famili Fabaceae sebagai Antiinflamasi Andri Nopriansyah; Sri Peni Fitrianingsih; Lanny Mulqie
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i1.11380

Abstract

ABSTRACT : Inflammation is a natural response of the body to infection or tissue damage, characterized by symptoms such as heat, redness, swelling, pain, and impaired function. Traditional anti-inflammatory drugs are often derived from plants. The Fabaceae family has been found to have potential anti-inflammatory properties. A systematic literature review was conducted to explore the anti-inflammatory activity of various plants from the Fabaceae family. The scientific articles were searched for in databases such as Google Scholar, Science Direct, ProQuest, SpringerLink, and PubMed. The selected articles underwent several stages of analysis to ensure accuracy and relevance. The assessment focused on plants from the Fabaceae subfamily, including Caesalpinoideae, Mimosoideae, and Faboideae, considering the plant parts used and the presence of compound groups with anti-inflammatory potential. The analysis of 22 scientific articles showed that 21 plants belonging to the Fabaceae family demonstrated anti-inflammatory properties, with the leaves being the most frequently utilized part. This is due to the presence of various compound groups, such as flavonoids and phenolics. ABSTRAK : Inflamasi ialah proses tubuh untuk merespon infeksi atau kerusakan jaringan yang ditandai kalor, rubor, tumor, dolor, dan gangguan fungsi. Pada pengobatan inflamasi, Penggunaan obat inflamasi berasal dari tumbuhan menjadi pilihan alternatif seperti dari tumbuhan famili fabaceae. Fabaceae termasuk golongan tumbuhan famili terbesar dan diduga memiliki aktivitas farmokologis terutama antiinflamasi. Maka dilakukan penelitian mengenai potensi aktivitas antiinflamasi dari beberapa tumbuhan famili Fabaceae dengan metode systematic literature review. Pencarian data artikel ilmiah dari database yaitu Google Scholar, Science Direct, ProQuest, SpringerLink, dan PubMed. Hasil pencarian data digunakan sebagai data sekunder dan dilakukan beberapa tahapan seperti seleksi, ekstraksi dan analisis, sehingga didapatkan hasil data berupa artikel ilmiah yang akurat dan relavan. Kemudian dilakukan pengkajian mengenai beberapa tumbuhan sub famili Fabaceae (Caesalpinoideae, Mimosoideae dan Faboideae), bagian tumbuhan yang digunakan serta kandungan golongan senyawa yang berpotensi memiliki aktivitas antiinflamasi dari tumbuhan famili Fabaceae. Hasil data eligible sebanyak 22 artikel ilmiah dan menunjukan hasil pengkajian bahwa dari 21 tumbuhan famili Fabaceae memiliki aktivitas antiinflamasi. Bagian tumbuhan yang banyak digunakan untuk menentukan aktivitas antiinflamasi ialah bagian daun dan kandungan golongan senyawa banyak diidentifikasi yaitu flavonoid dan phenol.
Rasionalitas Penggunaan Obat Antidepresan pada Pasien Depresi di Poli Jiwa RSUD Kota Banjar Arpilla Almanda; Umi Yuniarni; Sri Peni Fitrianingsih
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i1.11567

Abstract

Abstract. Depression is a psychiatric illness that causes sufferers to feel sad for a long time and causes weight loss, decreased interest or interest in pleasurable activities and even sufferers have suicidal thoughts. This study aims to determine the rationality of using antidepressant drugs in depressed patients at the Mental Poly of Banjar City Hospital for the October-December 2022 period based on the right indications, right drugs, right patients, and right doses based on Guidline Pharmacotherapy Principles &; Practice. The research method used is descriptive and non-experimental by collecting data in the form of medical records of outpatient depression patients retrospectively. Medical record data used in the form of patient identity which includes patient name, age, gender, diagnosis, and type of drug used during the treatment period. Then the data obtained are analyzed for rationality. Based on the results of research conducted rationally using antidepressant drugs in depressed patients, the right percentage of indications was obtained 100%, the right drug 100%, the right patient 100%, and the right dose 94.67%. Abstrak. Depresi merupakan penyakit kejiwaan yang menyebabkan penderita merasakan sedih dengan waktu lama dan menyebabkan penurunan berat badan, mengalami penurunan minat atau ketertarikan terhadap kegiatan-kegiatan yang menyenangkan dan bahkan penderita memiliki keinginan untuk bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerasionalan penggunaan obat antidepresan pada pasien depresi di Poli Jiwa RSUD Kota Banjar Periode Oktober-Desember 2022 berdasarkan tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien, dan tepat dosis berdasarkan Guidline Pharmacotherapy Principles & Practice. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dan bersifat non eksperimental dengan cara pengumpulan data berupa rekam medik pasien depresi rawat jalan secara retrospektif. Data rekam medik yang digunakan berupa identitas pasien yang meliputi nama pasien, usia, jenis kelamin, diagnose, dan jenis obat yang digunakan selama masa pengobatan. Kemudian data yang diperoleh dianalisis kerasionalannya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kerasionalan penggunaan obat antidepresan pada pasien depresi diperoleh persentase tepat indikasi 100%, tepat obat 100%, tepat pasien 100%, dan tepat dosis 94,67%.