cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 464 Documents
Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Media Informasi Nadhifa Fitri Utami; Nova Yuliati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.692 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3334

Abstract

Abstract. Urban 106.3 FM Bandung utilizes Instagram social media as a medium of information throught the @urbanbandung Instagram account. The rapid development of the media today is assisted by the existence of technology which has recently influenced various things. The presence of social media is used to make it easier for someone to exchange information, communicate and other activities. Therefor, Urban Radio makes good use of Instagram’s social media through the content it presents. This study aims to find out how to plan, interact, chracteristics and also the reasons for using social media Instagram Urban 106.3 FM Bandung. The theory in this research is Martini’s New Media Theory. This research method uses constructivism paradigm, wualitative method with case study approach. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that content planning on Instagram Urban Radio Bandung begins with determining a major theme, seeking information and then creating a content planner. After that, the content is packaged and shared on Instagram social media. Then, how to build interaction with followers through Instagram content, namely by sharing content such as Sundanese dictionary memes that bridge an interaction and create and share content that relates to the people of Bandung. With the various content they have, Urban Radio Bandung has its own characteristics of content which is really Bandung, where the content provided is packaged according to the atmosphere of the Bandung people. Then, the reason why Urban Radio Bandung uses Instagram as its information medium is because Instagram is still the most widely used social media by most people, has a wide reach, is easy to advertise, is easy to manage the existing community, and has a positive impact. large and has complete features in it making it easier to use. Abstrak. Urban 106.3 FM Bandung memanfaatkan media sosial Instagram sebagai media informasinya melalui akun Instagram @urbanbandung. Pesatnya perkembangan media saat ini dibantu dengan adanya teknologi yang membuat akhir-akhir ini mempengaruhi berbagai hal. Hadirnya media sosial ini, digunakan agar mempermudah seorang untuk bertukar informasi, berkomunikasi dan kegiatan lainnya. Maka dari itu Urban Radio memanfaatkan media sosial Instagram dengan baik melalui konten yang disajikannya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, interaksi, karakteristik dan juga alasan menggunakan media sosial Instagram Urban 106.3 FM Bandung. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu New Media Theory dari Martini. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan paradigma konstruktivisme, metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa perencanaan konten di instagram Urban Radio Bandung diawali dengan menentukan tema besar, mencari informasi lalu membuat content planner. Setelah itu, konten dikemas dan dibagikan ke dalam media sosial instagram. Lalu, cara membangun interaksi dengan pengikut melalui konten instagram yaitu dengan cara membagikan konten seperti meme kamus Sunda yang menjadi jembatan suatu interaksi serta membuat dan membagikan konten yang relate sama orang Bandung. Dengan adanya berbagai konten yang dimiliki, Urban Radio Bandung memiliki karakteristik kontennya sendiri yang Bandung banget, dimana konten yang diberikan dikemas sesuai suasana orang Bandung. Lalu, alas an Urban Radio Bandung menggunakan instagram sebagai media informasinya karena instagram sampai saat ini masih menjadi media sosial yang paling banyak digunakan oleh kebanyakan orang, memiliki jangkauan yang luas, mudah untuk melakukan iklan, mudah untuk memanage komunitas yang ada, adanya dampak positif yang besar dan memiliki fitur yang legkap didalamnya menjadikan lebih mudah untuk digunakan.
Peran PR dalam Mengembangkan Pariwisata melalui Instagram @Disparciamis Irgham Khairil Gifary; Sophia Novita
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.609 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3383

Abstract

Abstract. Public relations is closely related to an agency or organization, the role of public relations is also crucial in the development of some agency or organization. This method of study employs qualitative methods with case studies that aim to get a comprehensive and comprehensive picture based on the circumstances of the case. In addition to the research used to obtain in-depth interviews. Literature study, and observation Research on the role of homework in developing tourism through instagram shows that homework is essential to managing the content and programs that will be posted. Abstrak. Public relations sangat berkaitan erat dengan suatu lembaga atau organisasi, peran dari public relations juga sangatlah krusial dalam pengembangan suuatu lembaga atau organisasi. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif serta mendalam berdasarkan situasi dari kasus yang diteliti. Selain itu penelitian yang digunakan untuk memperoleh berupa wawancara mendalam, studi kepustakaan, dan observasi. Hasil dari penelitian mengenai peran PR dalam mengembangkan pariwisata melalui instagram menunjukan bahwa peran PR sangat krusial dalam mengelola konten dan program yang akan di posting.
Digital Marketing Kanoko Coffee dalam meningkatkan Brand Image Ladita Trivira Putri Sjahrina; Riza Hernawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.61 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3422

Abstract

Abstract. Kanoko Coffee utilizes Instagram social media as digital marketing to increase their brandawareness. The development of today’s media is assisted by the existence of technology which makes this end affect various things. The emergence of social media can make it easier for someone to access information and communicate for daily activities. For that reason, kanoko coffee uses social media as digital marketing very well through its daily content. This study aims to determine how the influence of kanoko coffee’s digital marketing in increasing brandawareness on daily content. The theory used in this research is constructivism theory, marketing theory, new media, digital marketing, digital marketing pr and image. This research methos uses constructivism paradigm, qualitive method with a case study approach. Data collection techniques used are observation and interviews. Abstrak. Kanoko Coffee memanfaaatkan media sosial Instagram sebagai digital marketing untuk meningkatkan brandimage mereka. Berkembangnya media saat ini dibantu dengan adanya teknologi yang membuat akhir ini mempengaruhi berbagai hal. Munculnya media sosial dapat mempermudah seseorang dalam mengakses informasi, bertukar informasi dan berkomunikasi untuk kegiatan sehari- hari. Ma dari itu Kanoko Coffee memanfaatkan media sosial sebagai digital marketing dengan sangat baik melalui daily kontennya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh digital marketing Kanoko Coffee dalam meningkatkan brandimage pada daily konten. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori konstruktivisme, new media, pemasaran digital, digital marketing, digital marketing pr dan image. Metode penelitian ini menggunakan peradigma konstruktivisme, metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara.
Strategi Marketing Public Relations Lemia Project dalam Mempertahankan Eksistensi di masa Pandemi Covid-19: Studi kasus cinematic wedding foto dan video di Lemia Project Nasrul Suryaman; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.889 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3428

Abstract

Abstract. Lemia Project has a wedding concept that has a high art style, this is evidenced by one of his works, a blurry photo which is his trademark. The concept owned by the Lemia Project is the cinematic concept, this concept is the concept of a wedding photo and video that looks like a film. The pandemic has made all business people spin their brains so that they can continue to run their business during the pandemic, some of them even closed forever because they went bankrupt and couldn't do much. However, the Lemia Project is still producing works in the Wedding Photography business. Therefore, the author is interested in conducting research on the Lemia Project's marketing public relations strategy in increasing existence during the covid19 pandemic. The method used in this research is qualitative with a case study approach. Data collection techniques by interview, observation, documentation, and literature study. The research subjects in this study were the Marketing Lemia Project and the Director of the Lemia Project. Meanwhile, the supporting resource person is an expert who is directly related to the concept of cinematic wedding, namely Videographer Lemia. The results of this study indicate that the strategy of using the cinematic wedding concept used by Lemia is collaborating with other vendors and being active on social media. The reason Lemia Project uses the concept of a cinematic wedding is as a corporate identity by creating a campaign or article published online on its social media. The process of making the concept of a cinematic wedding video and photo lemia project starts from the introduction of the client, the production process, editing, review/evaluation, uploading content on social media. Abstrak. Lemia Project memiliki konsep wedding yang memiliki gaya seni yang tinggi, hal tersebut dibuktikan dengan salah satu hasil karyanya foto bluring yang menjadi ciri khasnya. Konsep yang dimiliki oleh Lemia Project yaitu konsep cinematic, konsep ini merupakan konsep wedding foto dan video yang terlihat seperti sebuah karya film. Pandemi membuat semua pelaku bisnis berputar otak agar tetap bisa bertahan menjalankan bisnisnya selama pandemi berlangsung, bahkan dari mereka ada yang hingga tutup selamanya karena mengalami kebangkrutan dan tidak bisa berbuat banyak. Tetapi Lemia Project hingga saat ini masih terus menghasilkan karya-karyanya di bisnis Wedding Photography. Maka dari itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang strategi marketing public relations Lemia Project dalam meningkatkan eksistensi dimasa pandemi covid19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Subjek penelitian dalam penelitian ini ialah Marketing Lemia Project dan Direktur Lemia Project. Sedangkan untuk narasumber pendukung ialah seorang ahli yang berkaitan langsung dengan konsep cinematic wedding yaitu Videografer Lemia. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi menggunakan konsep cinematic wedding yang digunakan Lemia yaitu bekerja sama dengan vendor lain dan aktif di media sosial. Alasan Lemia Project menggunakan konsep cinematic wedding yaitu sebagai identitas perusahaan dengan cara membuat sebuah campaign atau artikel yang dimuat online di media sosialnya. Proses pembuatan konsep cinematic wedding video dan foto lemia project dimulai dari perkenalan klien, proses produksi, editing, review/evaluasi, upload konten di media sosialnya.
Penerapan Komunikasi Antarpribadi Barista Contou Coffee Bandung dengan Konsumen dalam Membangun Brand Value M. Arif Dhifan Surahman; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.099 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3434

Abstract

Abstract. Contou Coffee is a coffee shop located on Jalan Taman Cempaka, Bandung City, which is around Jalan Riau. Unlike other coffee shops, Contou Coffee has a Barista who has a coffee championship certificate as a background, with a certificate that is owned by them, of course, each coffee product is actually served and felt to be of good quality at an affordable price, the application of Barista communication can also fairly always get the attention of consumers through the way and style of communication that is interactive and familiar with consumers and provide friendly service while the baristas are not from their own area but outside the city of Bandung. The purpose of this research is to find out and understand whether Barista's interpersonal communication techniques with consumers can increase brand value. This research was designed as a qualitative research using case study method. The process of collecting data in this study used interview instruments and participant observation which was carried out directly at Contou Coffee, Bandung. The validity of the research data was tested using a triangulation technique of data sources with the owner of Contou Coffee, and the Head of Marketing from Contou Coffee. Barista Contou Coffee explained that the barista Contou Coffee has applied interpersonal communication techniques. Barista Contou Coffee in implementing Service Excellence by means of polite and friendly communication such as always applying the SOP Contou Coffee which is to always smile, greet and greet all consumers regardless of the appearance of the consumer. The application of interpersonal communication is very necessary for Contou Coffee baristas in increasing brand value, because by applying interpersonal communication techniques the barista can have a connection with consumers, baristas and consumers will understand each other in terms of the needs and satisfaction of these consumers. Abstrak. Contou Coffee merupakan kedai kopi yang berlokasi di Jalan Taman Cempaka Kota Bandung yang berada disekitaran Jalan Riau. Berbeda dengan kedai kopi yang lainnya, Contou Coffee memiliki Barista yang dengan latar belakang memiliki sertifikat kejuaraan kopi, dengan sertifikat yang dimiliki oleh mereka tentunya secara aktual produk kopi setiap disajikan dan di rasakan memiliki mutu yang baik dengan harga yang terjangkau, penerapan komunikasi Barista juga dapat terbilang selalu mendapat perhatian konsumen melalui cara dan gaya komunikasinya yang interaktif dan akrab dengan konsumen serta memberikan pelayanan yang ramah sementara para barista tersebut bukan berasal dari daerah sendiri melainkan diluar Kota Bandung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memahami teknik komunikasi antar pribadi Barista dengan konsumen apakah dapat meningkatkan brand value. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen wawancara dan observasi partisipan yang dilaksanakan langsung di Contou Coffee, Bandung. Keabsahan data hasil penelitain diuji dengan menggunakan teknik triangulasi sumber data dengan narasumber pemilik dari Contou Coffee, dan Kepala pemasaran dari Contou Coffee. Barista Contou Coffee menjelaskan bahwa barista Contou Coffee sudah menerapkan teknik komunikasi antarpribadi. Barista Contou Coffee dalam menerapkan Service Excellence dengan cara berkomunikasi yang sopan dan ramah seperti selalu merapkan SOP Contou Coffee yaitu harus selalu senyum, salam dan sapa kepada seluruh konsumen tanpa memandang penampilan konsumen tersebut. Penerapan komunikasi antarpribadi sangat diperlukan untuk barista Contou Coffee dalam meningkatkan brand value, karena dengan menerapkan teknik komunikasi antarpribadi barista bisa memiliki koneksi dengan konsumen, barista dan konsumen akan saling memahami satu sama lain dari segi kebutuhan serta kepuasan konsumen tersebut.
Manajemen Krisis Objek Wisata Sari Ater dalam menghadapi Pandemi Covid-19 Nurhayati; Sophia Novita
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.185 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3452

Abstract

Abstract. Tourism is one of the largest contributors to the country's foreign exchange. Tourism is also an activity that people do to fill their spare time. West Java is a province that is rich in tourist attractions, one of which is Sari Ater. Sari Ater is a popular tourist destination in West Java. Sari Ater is a tourist spot for natural hot spring baths and other facilities such as resorts, restaurants, white water rafting and others. In 2020 there was an outbreak of an infectious disease called the corona virus or Covid-19. The pandemic that occurred in various countries had a negative impact on all aspects, including tourism. resulted in a crisis experienced by tourism actors Sari Ater did not expect. The closure and the current situation resulted in a decrease in tourist visits to Sari Ater which also affected other aspects. This research was conducted to find out how Sari Crisis Management After facing the Covid-19 Pandemic. The research method used is a case study. Data collection techniques in this study are interviews, observation, literature study and documentation. The result of this research is that the crisis management carried out by Sari Ater includes three stages, namely: the Emergency Response Stage, the Recovery Stage and the Normalization Stage. In this case, Public Relations has a role, namely to publish promotional programs that have been designed through social media, as well as to socialize with agencies related to the company and carry out CSR programs. Abstrak. Pariwisata menjadi salah satu sektor penyumbang terbesar bagi devisa negara. Pariwisata juga menjadi aktivitas yang dilakukan orang-orang untuk mengisi waktu luang. Jawa barat merupakan salah satu provinsi yang kaya akan tempat wisata salah satunya Sari Ater. Sari Ater menjadi wisata populer di Jawa Barat. Sari Ater merupakan tempat wisata berendam air panas alami serta fasilitas lainnya seperti resort, restoran, rafting dan yang lainnya. Pada tahun 2020 muncul sebuah wabah penyakit menular yang disebut corona virus atau Covid-19. Pandemi yang terjadi di berbagai negara ini membawa dampak negatif terhadap segala aspek termasuk pariwisata. Akibatnya terjadi krisis yang dialami pelaku wisata tak terkecuali Sari Ater. Penutupan serta pembatasan yang berlaku menjadikan turunnya kunjungan wisatawan terhadap Sari Ater yang berakibat pula kepada aspek lainnya. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana Manajemen Krisis Sari Ater menghadapi Pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan ialah studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah wawancara, observasi, studi kepustakaan dan dokumentasi . Hasil dari penelitian ini adalah manajemen krisis yang dilakukan oleh Sari Ater meliputi tiga tahap yaitu : Tahap Tanggap Darurat, Tahap Pemulihan dan Tahap Normalisasi. Dalam hal ini Humas memiliki peran yaitu mempublikasikan program promosi yang telah dirancang melalui media sosial, serta melakukan sosialisasi komunikasi dengan instansi-intansi terkait perusahaan serta melakukan program CSR.
Digital Marketing Public Relations Lorong Temu Coffee and Eatery di masa Pandemik Covid-19 Regista Nurul Adriati; Tresna Wititan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.309 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3477

Abstract

Abstract. By 2021, the entire world has been hit by the COVID-19 pandemic, including Cianjur Regency. As a result, all community activities are diverted into the virtual world. Facing such conditions, business actors must be able to adapt to these conditions and maintain their brand awareness. Lorong Temu, a cafe and restaurant located in the heart of Cianjur District, has adapted to those condition by maximizing the work of Digital Marketing Public Relations (DMPR) ahead of the pandemic. This study aims to explain how the process of planning and implementing DMPR work in Lorong Temu, and optimizing Instagram social media in the performance of the DMPR. This study uses a qualitative descriptive method based on data collection in the form of literature review and interviews. In this study, the authors interviewed Lorong Temu CEO and CMO, Nazer Vikran and Alvi Khoirunnisa and DMPR practitioners who worked with Lorong Temu, namely representatives from Pop Creative Labs, Alya Novinda and Isni Suci. In addition, the author also analyzes the optimized social media content, namely the @lorongtemu Instagram account. The theory used in this study is the Excellence Theory by Gruning & Hunt (1984). Based on the results of this research conducted by the author, the DMPR work planning process in Lorong Temu was carried out after going through an intense dialogue between Lorong Temu and Pop Creative Labs. Based on the dialogue, Lorong Temu and Pop Creative prepared various DMPR agendas. Starting from scheduling Instagram content, publishing various creative content, to organizing the Lorong Temu Birthday event which held on September 10, 2021. Through optimizing the event's campaign through Instagram, Lorong Temu and Pop Creative labs have been proven to be able to carry out DMPR activities effectively and efficiently. Abstrak. Menjelang tahun 2021, seluruh dunia telah dilanda pandemi covid-19 tak terkecuali Kabupaten Cianjur. Akibatnya, segala kegiatan masyarakat dialihkan ke dalam dunia virtual. Menghadapi kondisi demikian, pelaku usaha harus bisa beradaptasi dengan kondisi tersebut dan mempertahankan agar brand awareness di masyarakat turut meningkat. Lorong Temu, sebuah kafe dan resto yang berada di jantung Kecamatan Cianjur melakukan adaptasi dengan memaksimalkan kerja Digital Marketing Public Relations (DMPR) menjelang pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana proses perencanaan dan penerapan kerja DMPR di Lorong Temu, dan optimalisasi media sosial Instagram dalam kinerja DMPR tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Excellence Theory oleh Gruning & Hunt (1984). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berdasarkan pada pengumpulan data berupa sudi pustaka dan wawancara. Dalam penelitian ini, penulis mewawancarai CEO dan CMO Lorong Temu, Nazer Vikran dan Alvi Khoirunnisa serta praktisi DMPR yang bekerja sama dengan Lorong Temu yakni perwakilan dari Pop Creative Labs, Alya Novinda dan Isni Suci. Selain itu, penulis juga melakukan analisa terhadap konten media sosial yang dioptimalkan yakni akun Instagram @lorongtemu. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, proses perencanaan kerja DMPR di Lorong Temu dilakukan setelah melalui dialog yang intens antara pihak Lorong Temu dan Pop Creative Labs. Berdasarkan dialog tersebut, pihak Lorong Temu dan Pop Creative menyusun berbagai agenda DMPR. Mulai dari penyusunan jadwal konten Instagram, publikasi berbagai konetn kreatif, hingga penyelenggaraan event Hari Ulang Tahun (HUT) Lorong Temu yang dilaksanakan pada 10 September 2021. Lewat optimalisasi kampanye event tersebut melalui Instagram, Lorong Temu dan Pop Creaive labs telah terbukti mampu menjalankan kegiatan DMPR secara efektif dan efisien. Kata Kunci : Campaign, Digital Marketing Public Relations, Media Sosial
Pola Komunikasi Organisasi Departemen Modern Channel PT.CCEP Indonesia pada Masa Pandemi Covid-19 dalam Melakukan Pemasaran Produk Alifia Tashanty; Dadan Mulyana
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.152 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3524

Abstract

Abstract. It has been more than two years that Indonesia has faced Covid-19, so that the entire order of life has adapted to new conditions, one of which is all the activities of the company PT. Coca Cola Europacific Partners underwent several changes. such as online-based work, social restrictions and doing work at home, or commonly known as WFH (Work from Home). One of the departments at the company PT. Coca Cola Europacific Partners Lampung Operation whose main activity is to market products, namely the Modern Channel Department, throughout 2021 this department has always been the highest marketing department in the entire Sumatra area even though it is facing the Covid-19 pandemic. Therefore, the purpose of this research is to find out the communication process, communication patterns, and organizational communication barriers, and why the Modern Channel Department of PT. Coca Cola EuroPacific Partners Lampung Operation can be the highest marketing all over Sumatra during this Covid-19 Pandemic. Abstrak. Sudah lebih dari dua tahun Indonesia menghadapi Covid-19, sehingga seluruh tatanan kehidupan beradaptasi dengan keaadaan baru, salah satunya segala kegiatan perusahaan PT. Coca Cola Europacific Partners mengalami beberapa perubahan. seperti pekerjaan yang berbasis daring, adanya pembatasan sosial dan melakukan pekerjaan di rumah masing-masing, atau biasa disebut dengan WFH (Work from Home). Salah satu Departemen pada perusahaan PT. Coca Cola Europacific Partners Lampung Operation yang kegiatan utama nya memasarkan produk yaitu Departemen Modern Channel, sepanjang tahun 2021 Departemen ini selalu menjadi pemasaran tertinggi diseluruh area Sumatera walaupun sedang menghadapi pandemi Covid-19. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui proses komunikasi, pola komunikasi, dan hambatan – hambatan komunikasi organisasi, serta mengapa Departemen Modern Channel PT. Coca Cola EuroPacific Partners Lampung Operation dapat menjadi pemasaran tertinggi diseluruh Sumatera pada masa Pandemi Covid-19.
Aktivitas komunikasi Branding yang di lakukan oleh manajemen “Kopi Lain Hati Sukabumi Erni Nurapriani; M Subur Drajat
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.922 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3557

Abstract

Abstract. Kopi Lain Hati is one of the newcomer coffee shops in the coffee world. Of course, this does not escape the various kinds of competition between companies, therefore Kopi Lain Hati does branding that is different from the others, namely by using Public Figures and doing Branding as often as possible through social media. The reason the researchers conducted research on the Branding of Kopi Lain Hati is because with the incessant Branding of Kopi Lain Hati , up to now it has opened 500 branches in Indonesia. The purpose of this study was to determine the branding activities carried out by Kopi Lain Hati management. The author uses a qualitative method with a case study approach that will be investigated using the constructivism paradigm. conducting in-depth interviews with employees and managers of Kopi Lain Hati Sukabumi, the author uses documentation as a form of triagulation. The results of Kopi Lain Hati's research carried out business policies, cooperation policies, policies for determining audiences and policies for using social media. The implementation is the implementation of message processing in managing Branding, the implementation of processing Branding using public figures and the implementation of Branding by creating new ideas. The reason is to improve the company's image to the public and to fight competition. Abstrak. Kopi Lain Hati adalah salah satu kedai kopi pendatang baru dalam dunia perkopian. Tentunya hal ini tidak luput dari berbagai macam persaingan antar perusahaan, maka dari itu Kopi Lain Hati melakukan Branding yang berbeda dari yang lain yaitu dengan menggunakan Publik Figur dan melakukn Branding sesering mungkin melalui media sosial. Alasan peneliti melakukan penelitian terhadap Branding Kopi Lain Hati yaitu karena dengan gencaran Brandingnya Kopi Lain Hati hingga saat ini sudah membuka 500 cabang di Indonesia Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas branding yang dilakukan manajemen kopi lain hati. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang akan diteliti dengan menggunakan paradigma konstruktivisme. melakukan wawancara mendalam kepada karyawan dan manajer Kopi Lain Hati Sukabumi, penulis menggunakan dokumentasi sebagai bentuk triagulasi. Hasil dari penelitian Kopi Lain Hati melakukan kebijakan bisnis,kebijakan kerja sama,kebijakan penentuan khalayak dan kebijakan penggunaan media sosial. Implementasi nya yaitu implementasi pengolahan pesan dalam mengelola Branding, implementasi mengolah Branding menggunakan public figure dan implementasi Branding dengan menciptakan ide baru. Alasannya untuk meningkatkan citra perusahaan terhadap masyarakat dan untuk melawan persaingan.
Perilaku Komunikasi dan Delinkuensi Mahasiswa dalam Keluarga Broken Home: (Studi fenomenologi pada Mahasiswa Unisba yang mengalami keluarga broken home) Naditha Rizkya Hantoro; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.124 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3566

Abstract

Abstract. The phenomenon of divorce in Indonesia is increasing, this is certainly very bad for children. Children will be the victims who are most harmed. This phenomenon is commonly known as Broken Home. This study aims to determine the communication behavior and delinquency behavior of Unisba students as individuals who experience a broken home family, to determine the student's motives for doing this behavior and to determine the meaning of family communication and its relation to communication behavior and delinquency behavior. This research uses qualitative research methods and a phenomenological study approach with constructivism paradigm. Research data were collected through in-depth interviews, observation and literature study. The informants consist of 5 students, namely Unisba students who have a broken home family background. Data analysis was carried out according to the phenomenological study. The results showed that the broken home family background made the informants perform poor communication behaviors, including: introvert, afraid to express their feelings, difficult to trust, not confident, easily anxious, easily angry. In addition, they also engage in delinquent behavior including fighting and behaving rudely their parents, running away, hurting themselves, premarital sex, smoking, nightclubs, and drinking alcoholic beverages. There are two motives behind them doing this behavior, namely because of motive (motive for conditions and family life, a picture of a father figure), and in order to motive (as a place of escape). The research subjects interpret family communication as a form of affection, attention and care, emotional support, moral education, and can maintain family harmony. Abstrak. Fenomena perceraian di Indonesia semakin meningkat, hal ini tentunya sangat berakibat buruk kepada anak. Anak akan menjadi korban yang paling dirugikan. Fenomena ini biasa dikenal dengan istilah Broken Home (keluarga yang tidak utuh atau harmonis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku komunikasi dan perilaku delinkuensi yang dilakukan mahasiswa Unisba sebagai individu yang mengalami keluarga broken home, untuk mengetahui motif mahasiswa melakukan perilaku tersebut dan untuk mengetahui makna komunikasi keluarga dan kaitannya terhadap perilaku komunikasi dan perilaku delinkuesi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi fenomenologi dengan paradigma konstruktivisme. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan studi kepustakaan. Informan terdiri dari 5 yaitu mahasiwa Unisba yang memiliki latar belakang keluarga broken home. Analisis data dilakukan sesuai dengan studi fenomenologi. Hasil penelitian menunjukan latar belakang keluarga broken home membuat informan melakukan perilaku komunikasi yang buruk, diantaranya: pendiam dan tertutup, takut mengekspresikan perasannya kepada orang lain, sulit percaya kepada orang lain, tidak percaya diri, mudah cemas dan takut, serta mudah marah. Selain itu mereka juga melakukan perilaku delinkuensi diantaranya suka melawan dan berperilaku kasar kepada orang tua, suka melarikan diri, menyakiti diri sendiri, seks pranikah, merokok, pergi ke kelab malam, dan minum-minuman beralkohol. Ada dua motif yang melatarbelakangi mereka melakukan perilaku tersebut, yaitu because of motive (motif kondisi dan kehidupan keluarga, gambaran figur seorang ayah), dan in order to motive (sebagai tempat pelarian). Para subjek penelitian memaknai komunikasi keluarga sebagai bentuk kasih sayang, sebagai bentuk perhatian dan kepedulian, sebagai bentuk dukungan emosional dan didikan moral, serta dapat menjaga keharmonisan keluarga.

Page 11 of 47 | Total Record : 464