cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 465 Documents
Strategi Public Relations PT. Pos Indonesia (Persero) dalam Mempertahankan Reputasi di Era Digital: Studi Kasus PT. Pos Indonesia Arsya Elan Bramantya; M.E. Fuady
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.7134

Abstract

Abstract. Human civilization has experienced a very long journey along with the development of the cognitive abilities of the human race from time to time. One of the developments of civilization experienced by humans is internet technology. Along with the rapid development of internet technology, courier and logistics companies use the internet to survive in the midst of onslaught of competition between companies in the digital era. One of them is a State-Owned Enterprise (BUMN), PT. Pos Indonesia (Persero). Therefore, Pos Indonesia carries out various transformations to be able to compete with its competitors in order to survive in this digital era. Using theories and concepts of communication, public relations, public relations strategy and reputation. The method used in this research is a qualitative method with a case study approach. Collecting data using interviews, observations, and literature studies. The results of this study indicate that the PR strategy used is to implement four stages of PR, namely defining the problem, planning and programming, taking actions and communicating and evaluating. Then the communication is executed using the PESO model Keywords: Communication, Public Relations Strategy, Public Relations, Reputation. Abstrak. Peradaban manusia telah mengalami perjalanan yang sangat panjang seiring dengan berkembangnya kemampuan kognitif ras manusia dari masa ke masa. Salah satu perkembangan peradaban yang dialami oleh manusia adalah teknologi internet. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi internet, perusahaan kurir dan logistik memanfaatkan internet agar tetap bisa bertahan di tengah gempuran persaingan antar perusahaan di era digital. Salah satunya adalah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT. Pos Indonesia (Persero). Oleh karena itu, Pos Indonesia melakukan berbagai transformasi untuk bisa bersaing dengan para kompetitornya agar bisa tetap survive di era serba digital ini. Menggunakan teori dan konsep komunikasi, public relations, strategi public relations dan reputasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan kajian Pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan strategi PR yang digunakan adalah mengimplementasi empat tahapan PR yakni defining the problem, planning and programming, taking actions and communicating serta evaluating. Kemudian komunikasi yang dijalankan menggunakan bauran PESO model. Kata kunci: Komunikasi, Public Relations, Strategi Public Relations, Reputasi.
Strategi Pemanfaatan Media Sosial Instagram Feeds Pemerintah Kota Cirebon Dhewo Djakti Abriantoro; Wiki Angga Wiksana
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.7200

Abstract

Abstract. The Regional Government of Cirebon City, as one of the cities in West Java, has made Cirebon a "smart city", so in line with this, the use and use of social media is important in communicating and disseminating information to the public as well as feedback from the community to local government. Instagram @pemdakotacrb every time he spreads information, he always creates creative content and with communication that makes people interested in seeing this information. The purpose of this research is to find out how the social media utilization strategy of the Cirebon city government is Instagram feeds. With qualitative research methods using a case study approach. Data collection techniques used are interviews, observation, and literature studies, the internet, and documentation. The results of the study show (1) The content management process carried out by the Regional Government of Cirebon City through the Instagram account @pemdakotacrb has several stages, including preparing content and posting content. (2) The reason the Cirebon City Government uses Instagram is because Instagram social media is flexible, interactive and has many features that can be utilized to make it easier to interact with its followers (3) Posting Instagram feeds that have visual themes and colors according to the color of the logo they have, the color – the color has no special meaning in posting Instagram feeds, but the color is used based on the existing logo, so that their identity can be seen by comparing the color of the logo of the Cirebon City Government itself, but in this logo the choice of colors in the logo definitely has its own meaning. Abstrak. Pemerintah Daerah Kota Cirebon sebagai salah satu kota di Jawa Barat yang menjadikan Cirebon “smart city” maka sejalan dengan hal tersebut penggunaan dan pemanfaatan media sosial menjadi hal penting dalam berkomunikasi dan menyebarkan informasi bagi masyarakat begitu juga umpan balik dari masyarakat terhadap pemerintah daerah. Instagram @pemdakotacrb setiap menyebarkan informasi selalu membuat konten yang kreatif dan dengan komunikasi yang membuat masyarakat tertarik melihat informasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pemanfaatan media sosial instagram feeds pemerintah kota cirebon. Dengan metode penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi kepustakaan, internet, dan dokumentasi.. Hasil penelitian menunjukan (1) Proses pengelolaan konten yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kota Cirebon melalui akun Instagram @pemdakotacrb memiliki beberapa tahapan, di antaranya yaitu mempersiapkan konten dan memposting konten. (2) Alasan Pemerintah Daerah Kota Cirebon menggunakan Instagram yaitu karena media sosial instragram fleksible, interaktif dan banyak fitur yang bisa dimanfaatkan yang memudahkan berinteraksi dengan followersnya (3) Postingan feeds Instagram yang mempunyai tema visual dan warna sesuai dengan warna logo yang mereka miliki, warna – warna itu tidak ada makna khusus dalam postingan feeds Instagram namun warna tersebut digunakan berdasarkan logo yang ada, agar identitas mereka terlihat dengan membranding warna logo dari Pemda Kota Cirebon itu sendiri, namun dalam logo tersebut pemilihan warna dalam logo pasti memiliki makna tersendiri.
Personal Branding Content Creator di Media Sosial Tiktok Muhammad Dimas Chandra Purnama Dimas; Kiki Zakiah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.7463

Abstract

Abstract. Branding is often known as the activities carried out by companies in introducing their products. As the Times develop, branding is no longer only done by companies but can also be done by individuals or commonly called Personal Branding. Personal branding can be done by anyone, one of which is done by content creators. Content creators use Tiktok social media as a medium to build and shape personal branding. Personal branding is a strong and clear image that exists in the mind of someone about yourself, the three important aspects of personal brand is your own, promises and relationships. Researchers use qualitative research methods with a case study approach. Researchers collect, process, and systematically analyze factual data about Tiktok content creator Personal Branding obtained from Alwi fahry, so that they can draw conclusions that are relevant to Alwi fahry's Personal Branding, by conducting interviews, observations, and literature studies. From the results of research that has been done, the researchers obtained a form of personal branding conducted by Alwi fahry in self-branding conducted. Among them are personal branding, the meaning of personal branding, and the use of Tiktok in building personal branding. Abstrak. Branding sering kali dikenal sebagai kegiatan yang dilakukan perusahaan dalam mengenalkan produknya. Seiring berkembangnya zaman, branding tidak lagi hanya dilakukan oleh perusahaan saja melainkan bisa juga dilakukan oleh perorangan atau biasa disebut dengan Personal Branding. Personal branding dapat dilakukan oleh siapapun, salah satunya dilakukan oleh content creator. Content creator memanfaatkan media sosial Tiktok sebagai media untuk membangun dan membentuk personal branding. Personal branding adalah image yang kuat dan jelas yang ada di benak seseorang mengenai diri sendiri, tiga aspek penting personal brand tersebut adalah anda sendiri, janji dan hubungan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis secara sistematis data faktual mengenai Personal Branding content creator Tiktok yang diperoleh dari Alwi fahry, sehingga dapat mengambil kesimpulan yang relevan dengan Personal Branding yang dilakukan Alwi fahry, dengan cara melakukan wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti memperoleh bentuk personal branding yang dilakukan oleh Alwi fahry dalam branding diri yang dilakukan. Di antaranya adalah personal branding yang dilakukan, makna personal branding, dan penggunaan Tiktok dalam membangun personal branding.
Strategi Komunikasi Pemasaran Lembaga Kursus Indira Reihan Putri; Aning Sofyan Sadikin
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.7465

Abstract

Abstract. South Korean culture is rife in Indonesia. Starting frommovies, dramas, and music. Many people want to learn Koreanafter watching movies, dramas, music, even boy group and girlgroup concerts from South Korea. Taeyang Kulture is one of theforums for language course institutions in Bandung and alreadyhas 6,280 students. The research method used is qualitative. The constructivism paradigm and the case study approach involveTaeyang Kulture's internal parties and external parties attendingKorean language events at Taeyang Kulture and are associatedwith marketing communication and event category theory. Thisstudy aims to determine the marketing communication strategycarried out by Taeyang Kulture. The subjects of this study were Taeyang Kulture's internal parties and external parties such as visitors who took part in the event. Abstrak. Kebudayaan Korea Selatan sedang marak di Indonesia. Mulai dari film, drama, dan musiknya. Banyak orang yang ingin mempelajari bahasa korea setelah menonton film, drama, musik, bahkan konser boy group dan girl group asal Korea Selatan. Taeyang Kulture menjadi salah satu wadah lembaga kursus bahasa yang berada di Bandung dan sudah memiliki sebanyak 6.280 murid. Metode penelitian yang digunakan kualitatif. Paradigma konstruktivisme dan , pendekatan studi kasus yang melibatkan pihak internal Taeyang Kulture dan pihak eksternal pengunjung event bahasa korea di Taeyang Kulture serta dikaitkan dengan teori kategori event dan komunikasi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Taeyang Kulture. Subjek dari penelitian ini adalah pihak internal Taeyang Kulture dan pihak eksternal seperti pengunjung yang menikuti event tersebut.
Komunikasi Pemasaran Studio Foto melalui Media Sosial Instagram Alsa Marwah; Yeni Yuniati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.7468

Abstract

Abstract. A photo studio is a place used by a photographer using a digital camera to be able to produce a photo with the addition of several tools available in the room. in this era of globalization, business in the field of photography is growing rapidly, especially in the photo studio business in the city of Bandung. The emergence of technological sophistication makes business people able to interact and communicate easily, especially in marketing communication. The existence of technological developments encourages social media as a medium in carrying out marketing activities, one of which is on social media Instagram. Instagram is a gathering place for people to interact with each other online and to promote, market, and sell certain products more easily. This research aims to find out the marketing communication of "Paradox" photo studio through Instagram social media. This research uses qualitative research methods with a case study approach. The theoretical concept used in this research is IMC (Integrated Marketing Communication) theory. The data that the author gets in this research is by conducting interviews with informants, observation and documentation. The results showed that "Paradox" photo studio conducts marketing communication through Instagram social media to consumers and potential consumers by creating behind the scene video content through the Instagram reels feature, and also utilizing the Instagram ads feature. This is done by "Paradox" photo studio to be able to build a brand image while providing trust and creating a good relationship with "Paradox" consumers/followers. Abstrak. Studio foto merupakan tempat yang digunakan oleh seorang fotografer dengan menggunakan camera digital untuk dapat menghasilkan sebuah foto dengan tambahan beberapa alat bantu yang tersedia di dalam ruangan tersebut. di era globalisasi ini bisnis di bidang fotografi sedang berkembang pesat terutama pada bisnis studio foto di kota Bandung. Munculnya kecanggihan teknologi membuat pelaku usaha bisnis dapat melakukan interaksi dan komunikasi dengan mudah, terutama dalam melakukan komunikasi pemasaran. Adanya perkembangan teknologi mendorong media sosial sebagai media dalam melakukan aktivitas pemasaran, salah satunya pada media sosial instagram. Instagram merupakan tempat perkumpulan orang-orang untuk saling berinteraksi secara online serta untuk mempromosikan, memasarkan, serta menjual suatu produk tertentu dengan lebih mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi pemasaran “Paradox” studio foto melalui media sosial instagram. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori IMC (Integrated Marketing Communication). Data yang penulis dapat dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan wawancara kepada informan, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Paradox” studio foto melakukan komunikasi pemasaran melalui media sosial Instagram kepada konsumen maupun calon konsumen dengan membuat video konten behind the scene melalui fitur Instagram reels, dan juga memanfaatkan fitur Instagram ads. Hal tersebut dilakukan “Paradox” studio foto untuk dapat membangun brand image sekaligus memberikan kepercayaan serta terciptannya hubungan yang baik dengan konsumen/followers “Paradox”.
Komunikasi Pemasaran Produk Kasur di Media Sosial Tiktok Aryana Nurwigati; Yenni Yuniati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.7471

Abstract

A Abstract. The development of technology and information that occurs in the present makes a lot of changes. In today's society, it is very easy to do activities without having to meet directly or face-to-face. One of the proofs that occur from the development of technology and information is in marketing activities. Social media is a new media that provides facilities to carry out all activities anytime and anywhere, so that social media becomes a platform used to carry out marketing activities. Marketing communication is a very important aspect in the success of economic activities, one of which is in marketing activities. The purpose of this research is to determine the application of marketing communications carried out by the INTHEBOX brand on TikTok social media, through the use of the Live Streaming feature in the TikTok application. This research uses qualitative methodology case study approach with IMC (Integrated Marketing Communication) theory. This research collecting data by observation, interviews and documentation. Abstrak. Perkembangan teknologi dan informasi yang terjadi di masa sekarang membuat banyak perubahan. Di masa sekarang masyarakat sangat mudah untuk melakukan aktivitas tanpa harus bertemu secara langsung atau tatap muka. Salah satu bukti yang terjadi dari perkembangan teknologi dan informasi yaitu pada kegiatan pemasaran. Media sosial merupakan media baru yang menyediakan fasilitas untuk melakukan segala aktivitas kapan pun dan dimana pun, sehingga media sosial menjadi sebuah media yang digunakan untuk melakukan kegiatan pemasaran. Komunikasi pemasaran menjadi aspek yang sangat penting dalam keberhasilan kegiatan ekonomi, salah satunya yaitu dalam kegiatan pemasaran. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan komunikasi pemasaran yang dilakukan brand INTHEBOX di media sosial TikTok, melalui pemanfaatan fitur Live Streaming yang ada di aplikasi TikTok. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif pendekatan studi kasus dengan teori IMC (Integrated Marketing Comunication). Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Kegiatan Public Relations dalam Mempertahankan Citra Perusahaan di Era Pandemi Covid-19: Studi Kualitatif dengan Pendekatan Studi Kasus Mengenai Kegiatan Public Relations Bumi Pancasona Sport Club Vicky Rizky Nurlestari; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.7483

Abstract

Abstract. When the Covid-19 pandemic occurred, an independent company engaged in the sports sector, namely Bumi Pancasona Sport Club, experienced a significant decrease in visitors due to a crisis of consumer confidence which affected the company's image. This study aims to describe Bumi Pancasona Sport Club's public relations activities in maintaining the company's image in the era of the co-19 pandemic. The method used is qualitative with a case study approach. This study uses data collection techniques through interviews, observation, literature review and documentation. The results of the study show that, 1) Communication built by PR Bumi Pancasona in maintaining the company's image in the era of the Covid-19 pandemic, namely by conducting external communications and communication, 2) Internal PR activities in maintaining the company's image in the era of the Covid-19 pandemic, namely by carrying out research on government policies, hold internal meetings, evaluate every activity that has been carried out and give awards for employee performance, 3) External PR activities in maintaining the company's image in the era of the Covid-19 pandemic, namely by holding promotions, 4) The reason for Bumi Pancasona is only use Instagram social media to publish all forms of information to the public in maintaining the company's image in the era of the co-19 pandemic because they view Instagram as an effective and efficient media, apart from that Instagram also tends to be more loved by young people and adults. Abstrak. Ketika pandemi covid-19 terjadi, perusahaan independen yang bergerak dalam sektor olahraga yaitu Bumi Pancasona Sport Club mengalami penurunan pengunjung secara signifikan akibat terjadinya krisis kepercayaan konsumen yang berimbas pada citra perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan public relations Bumi Pancasona Sport Club dalam mempertahankan citra perusahaan di era pandemi covid-19. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, kajian pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Komunikasi yang dibangun oleh PR Bumi Pancasona dalam mempertahankan citra perusahaan di era pandemi covid-19 yaitu dengan melakukan komunikasi dan komunikasi eksternal, 2) Kegiatan internal PR dalam mempertahankan citra perusahaan di era pandemi covid-19 yaitu dengan melakukan research mengenai kebijakan pemerintah, mengadakan internal meeting, mengadakan evaluasi setiap kegiatan yang telah dilaksanakan dan memberikan penghargaan atas prestasi kerja karyawan, 3) Kegiatan eksternal PR dalam mempertahankan citra perusahaan di era pandemi covid-19 yaitu dengan mengadakan promosi, 4) Alasan Bumi Pancasona hanya menggunakan media sosial Instagram untuk mempublikasikan segala bentuk informasi kepada publik dalam mempertahankan citra perusahaan di era pandemi covid-19 karena mereka memandang bahwa Instagram sebagai media yang efektif dan efisien, selain itu Instagram juga cenderung lebih digandrungi oleh anak muda dan orang dewasa.
Pola Komunikasi Mahasiswa dengan Dosen dalam Melakukan Diskusi pada Perkuliahan Melalui Website Farsha Ahdyra Islamia; Aning Sofyan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.7546

Abstract

Abstract. Since the emergence of the pandemic, communication and lectures conducted by students and lecturers have been limited, so all lecture discussion activities must be carried out in each other’s house. However, with the development of new media and nowadays increasingly sophisticated technology, the learning system can also be carried out asynchronously where lecturers can use e-learning media for the learning process. It's the same with the Unisba campus which carries out learning through e-learning on the website ekuliah.unisba.ac.id. With an online learning system, there are also communication patterns that occur in lecture discussions via websites between students and lecturers. So the researchers want to dig deeper into the communication patterns of students and lecturers through e-classes. The purpose of conducting this research is to find out the motives, experiences, and meanings of e-class users in conducting lecture discussions. The results of this study are the motives of communicators in using e-college as a means of discussion, namely tending to formal/instrumental communication motives and social communication motives, the results of experience show positive values obtained by lecturers or students, namely the existence of flexible learning time, and for negative values that are obtained are linear communication patterns, language barriers, and technical constraints. Then the meaning of the communication patterns that occur between students and lecturers are secondary communication patterns and circular communication patterns that make this meaningful and also linear communication patterns that make communication meaningless. The method used in this study is a qualitative method with a phenomenological study approach which is also supported by the CMC (Computer Mediated Communication) theoretical concept. Abstrak. Semenjak munculnya pandemi komunikasi dan pembelajaran perkuliahan yang dilakukan oleh mahasiswa maupun dosen terbatas sehingga harus dilaksanakan seluruh kegiatan diskusi perkuliahan di rumah masing-masing. Namun dengan adanya perkembangan media baru dan teknologi zaman sekarang yang sudah semakin canggih maka sistem belajar dapat dilakukan secara asynchronous dimana dosen dapat menggunakan media e-learning untuk proses pembelajaran. Sama dengan kampus Unisba yang melaksanakan pembelajaran melalui website ekuliah.unisba.ac.id. Dengan adanya sistem pembelajaran secara daring maka ada pula pola komunikasi yang terjadi di dalam diskusi perkuliahan melalui website antara mahasiswa dengan dosen. Maka peneliti ingin menggali lebih dalam lagi terkait pola komunikasi mahasiswa dengan dosen melalui e-kuliah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana motif, pengalaman, dan juga makna dari para pengguna e-kuliah dalam melakukan diskusi perkuliahan. Hasil dari penelitian ini adalah motif pelaku komunikasi dalam menggunakan e-kuliah sebagai sarana diskusi yaitu cenderung kepada motif komunikasi formal/instrumental dan motif komunikasi sosial, hasil pengalaman terdapat nilai positif diperoleh dosen atau mahasiswa yaitu adanya waktu pembelajaran yang fleksibel, dan untuk nilai negatif yang diperoleh adalah pola komunikasi linear, kendala bahasa, dan kendala teknis. Lalu makna dari pola komunikasi yang terjadi antara mahasiswa dengan dosen adalah pola komunikasi sekunder dan pola komunikasi sirkular yang menjadikan ini bermakna dan juga pola komunikasi linear yang menjadikan komunikasi tidak bermakna. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi yang didukung juga oleh konsep teori CMC (Computer Mediated Communication).
Pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi terhadap Kinerja Karyawan Saskia Tulail; Yulianti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.7575

Abstract

Abstract. Organizations must ensure the creation of an organizational communication climate that can support employee performance effectively in order to achieve optimal organizational goals. As observed by researchers, the purpose of this study was to determine the effect of the organizational communication climate of De.u Coffee Bandung on employee performance. The theory used by the author is the theory of human relations which emphasizes that interpersonal communication influences individual behavior by building a friendly work atmosphere that provides support and motivation at work. This study uses a quantitative method with a descriptive study approach. The entire population of De.u Coffee Bandung employees as many as 32 people were taken as samples. Data was collected through a questionnaire using a Likert scale. Validity and reliability tests were carried out using the SPSS application with the Cronbach test technique. The results showed that there was a positive and significant influence of the organizational communication climate at De.u Coffee Bandung on employee performance. Aspects of internal relations, internal communication, and superiors' openness on the motivational dimension are the most prominent. It is proved that the coefficient of determination is 91.7% indicating a high level of influence. Abstrak. Organisasi harus memastikan terciptanya iklim komunikasi organisasi yang dapat mendukung kinerja karyawan dengan efektif agar mencapai tujuan organisasi yang optimal. Sebagaimana yang diamati oleh peneliti, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari iklim komunikasi organisasi De.u Coffee Bandung terhadap kinerja karyawan. Teori yang digunakan oleh penulis ialah teori human relations yang menekankan bahwa komunikasi interpersonal mempengaruhi perilaku individu dengan membangun suasana kerja yang akrab memberikan dukungan dan motivasi dalam bekerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Seluruh populasi karyawan De.u Coffee Bandung sebanyak 32 orang diambil sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan menggunakan skala Likert. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan menggunakan aplikasi SPSS dengan teknik uji cronbach. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan dari iklim komunikasi organisasi di De.u Coffee Bandung terhadap kinerja karyawan. Aspek hubungan internal, komunikasi internal, dan keterbukaan atasan pada dimensi motivasi menjadi yang paling menonjol. Dibuktikan nilai koefisien determinasi sebesar 91,7% menunjukkan tingkat pengaruh yang tinggi.
Pengelolaan Media Sosial dalam Penyebaran Informasi oleh Humas Pemerintahan Nabila Rahmaniya; Neni Yulianita
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.7577

Abstract

Abstract. In accordance with Presidential Instruction No. 9 of 2015 and PERMAN RB No. 83 of 2012, public relations for government agencies must convey public information through social media. Seeing this, Bandung City Public Relations tried to enforce the policy. Based on the statement above, it can be seen that the purpose of this research is to (1) describe the process of packaging information on government public relations social media; (2) Describe the management of social media by government public relations in loading information from the public; (3) Describe the management of institutional messages by government public relations with the public; (4) Analyze the need to build public opinion through social media. The subjects of this research are employees who are involved in social media management. This study uses a constructivist paradigm, qualitative methods, and The Circular Model for Social Communication. The results of this study are the process of packaging information on Bandung City Public Relations social media consisting of monitoring issues, agenda setting, production, and post-production. Regarding the loading of information from the public, Public Relations of the City of Bandung provides access for the people of the City of Bandung to provide information with a percentage of 20%. In managing institutional messages, Bandung City Public Relations coordinates with OPD, the manager of LAPOR! in 151 sub-districts and 30 sub-districts, and SKPD in Bandung City. Meanwhile, to build public opinion, Bandung City Public Relations partnered with 200 journalist. Abstrak. Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2015 dan PERMAN RB No. 83 Tahun 2012, humas instansi pemerintahan harus menyampaikan informasi publik melalui media sosial. Melihat hal ini, Humas Kota Bandung mencoba untuk meemberlakukan kebijakan tersebut. Berdasarkan pernyataan di atas, dapat diketahui bahwa tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan proses pengemasan informasi pada media sosial humas pemerintahan; (2) Mendeskripsikan pengelolaan media sosial oleh humas pemerintahan dalam memuat informasi dari publiknya; (3) Mendeskripsikan pengelolaan pesan lembaga oleh humas pemerintahan dengan publiknya; (4) Menganalisis diperlukannya membangun opini publik melalui media sosial. Subjek penelitian ini adalah pegawai yang terlibat dalam pengelolaan media sosial. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis, metode kualitatif, dan The Circular Model for Social Communication. Hasil penelitian ini adalah proses pengemasan informasi pada media sosial Humas Kota Bandung terdiri dari monitoring isu, agenda setting, produksi, dan pascaproduksi. Terkait pemuatan informasi dari publiknya, Humas Kota Bandung memberikan akses bagi masyarakat Kota Bandung untuk memberikan informasinya dengan persentase sebesar 20%. Dalam pengelolaan pesan lembaga, Humas Kota Bandung berkoordinasi dengan OPD, pengelola LAPOR! di 151 kecamatan dan 30 kelurahan, dan SKPD Kota Bandung. Sedangkan, untuk membangun opini publik, Humas Kota Bandung bermitra dengan 200 wartawan.