cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 465 Documents
Hubungan Pembelajaran Online melalui Media Baru dengan Sikap Belajar Mahasiswa Unisba Astri Febriyanti; Nova Yuliati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9357

Abstract

Abstract. At this time the use of internet-based technology in the world of education is not something that is considered taboo or strange. With the emergence of problems in the community, especially in the world of education, education providers take steps in the form of policies that limit learning activities. Learning activities are usually carried out face-to-face but in the current pandemic situation when everyone is required to limit meeting one another, face-to-face learning and teaching activities cannot be carried out temporarily. This applies to all levels of education. In this research, the method used is quantitative method. The research data was collected through the distribution of questionnaires according to a sample of 100 respondents taken by using probability sampling technique. The theory used is the theory of online learning. The results of this research can be the value of the correlation 0.500 that is categorized as moderate. With the results of the study there is a relationship between online learning through new media with the attitude of student learning unisba. Abstrak. Pada saat ini penggunaan teknologi berbasis internet dalam dunia Pendidikan bukan merupakan hal yang di anggap tabu atau asing. Dengan munculnya permasalahan di tengah-tengah masyarakat terutama dalam dunia Pendidikan, para penyelenggara Pendidikan mengambil Langkah berupa kebijakan yg isinya membatasi aktivitas pembelajaran, kegiatan pembelajaran di lakukan secara tatap muka namun di situasi pandemi saat ini di mana setiap orang di haruskan membatasi pertemuan satu dan yang lainnya membuat kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka tidak bisa di lakukan untuk sementara, hal ini berlaku untuk seluruh tingkatan Pendidikan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Data penelitian di himpun melalui penyebaran angket sesuai dengan sampel 100 responden yang di ambil dengan Teknik probability sampling. Dengan teori yang di gunakan yaitu teori pembelajaran online. Hasil dari penelitian ini di dapat nilai korelasi 0.500 yang artinya dikategorikan sedang. Dengan hasil penelitian terdapat hubungan antara pembelajaran online melalui media baru dengan sikap belajar mahasiswa unisba.
Komodifikasi Kecantikan Warna Kulit Raisa Qisthy Hermawan Putri; Santi Indra Astuti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9358

Abstract

Abstract. Advertising is one of the means of conveying information/messages. In its dissemination, advertisements do various ways to be attractive to the audience, many advertisements raise feminism in order to attract audience interest in the products being marketed. One of the advertisements that can be studied regarding this issue is Citra's 2022 edition of ‘Ragam Cantik Indonesia Citra’. In contrast to the existing beauty standards in Indonesia, in some scenes in the advertisement, it shows the depiction of women who have diversity in the interpretation of a woman's beauty. This is in line with Indonesian society which has a diversity of ethnicity, culture, race, and religion. This research uses a qualitative research method with a critical paradigm using Sara Mills' critical discourse analysis model. This research aims to find out how the subject and object are positioned, and to find out how the reader/viewer positions himself. In addition, this research aims to find out how the media commoditizes women's skin color in Citra's 2022 edition of ‘Ragam Cantik Indonesia Citra’ advertisement. The result of this research is commodification. The commodification that occurs in this advertisement is that women and the concept of beauty become something that has a commodity and is used for marketing and economic benefits in order to gain profits. The diversity of skin color is raised by Citra as a means to increase the allure of their products in order to reach a wider and more diverse market. Abstrak. Iklan merupakan salah satu sarana penyampaian informasi/pesan. Dalam penyebar luasannya, iklan melakukan berbagai cara untuk dapat menarik bagi khalayak, banyak iklan yang mengangkat feminisme agar dapat menarik minat audiens terhadap produk yang dipasarkan. Salah satu iklan yang dapat dikaji menyangkut permasalah ini adalah iklan Citra edisi ‘Ragam Cantik Indonesia Citra’ tahun 2022. Berbeda dengan standar kecantikan yang ada di Indonesia, dalam beberapa adegan di iklan tersebut menampilkan penggambaran perempuan yang memiliki keragaman dalam penafsiran kecantikan seorang perempuan. Hal tersebut selaras dengan masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman suku, budaya, ras, dan agama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma kritis menggunakan model analisis wacana kritis Sara Mills. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana posisi subjek dan objek, serta mengetahui bagaimana pembaca/penonton memposisikan dirinya. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana media melakukan komodifikasi terhadap warna kulit wanita pada iklan Citra ‘Edisi Ragam Cantik Indonesia Citra’ tahun 2022. Hasil dari penelitian ini adalah terjadinya komodifikasi. Komodifikasi yang terjadi di dalam iklan ini yaitu terlihat bahwa perempuan dan konsep kecantikan menjadi sesuatu yang memiliki komoditas dan dimanfaatkan untuk pemasaran dan keuntungan dari segi ekonomi guna meraih keuntungan. Keberagaman warna kulit ini diangkat Citra menjadi sarana untuk meningkatkan daya pikat produk mereka agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan beragam.
Peran PR PT. Pegadaian (Persero) Kanwil X Bandung dalam Program Corporate Social Responsibility Safa Camila Rahma Nur Annisa Priono; Sophia Novita
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9363

Abstract

Abstract. PT. Pegadaian (Persero) is a state-owned company engaged in the pawn business. In carrying out its corporate social responsibility, PT. Pegadaian (Persero) launched The Gade Clean and Gold program "Segregating Waste Saving Gold". Lack of public awareness of the environment, especially in waste management, is one of the factors causing the increasing amount of waste. With this program, PT. Pegadaian (Persero) seeks to improve environmental conditions and assist the government in managing waste, especially in the city of Bandung. This study uses a qualitative method with a case study approach. The purpose of this study is to determine the PR process in the CSR program The Gade Clean and Gold, the supporting and inhibiting factors of the CSR program The Gade Clean and Gold, and the reasons for PT. Pegadaian (Persero) Kanwil X Bandung chose The Gade Clean and Gold as a CSR program. The results of the research show that PR PT. Pegadaian (Persero) Kanwil X Bandung carries out a very important process in The Gade Clean and Gold program as a form of corporate concern and responsibility for the cleanliness of the surrounding environment by motivating and educating the public to sort and manage waste properly and correctly. The controlling factor is the amount of support from the community to the President of the Republic of Indonesia, while the inhibiting factor is that there are still some people who still lack concern for waste sorting. The reason for selecting the program is the mandatory program from the central Pawnshop and efforts to encourage change by helping the community and the Bandung City Government in overcoming waste problems. Abstrak. PT. Pegadaian (Persero) merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang usaha gadai. Dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaannya, PT. Pegadaian (Persero) meluncurkan program The Gade Clean and Gold “Memilah Sampah Menabung Emas”. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan terutama dalam pengelola sampah menjadi salah satu faktor penyebab jumlah sampah yang terus meningkat. Adanya program tersebut, PT. Pegadaian (Persero) berupaya untuk memperbaiki keadaan lingkungan hidup serta membantu pemerintah dalam mengelola sampah khususnya di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses PR dalam program CSR The Gade Clean and Gold, faktor pendukung dan penghambat dari program CSR The Gade Clean and Gold, serta alasan PT. Pegadaian (Persero) Kanwil X Bandung memilih The Gade Clean and Gold sebagai program CSR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PR PT. Pegadaian (Persero) Kanwil X Bandung melakukan proses yang sangat penting dalam program The Gade Clean and Gold sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab perusahaan terhadap kebersihan lingkungan sekitar dengan memotivasi dan mengedukasi masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah dengan dan benar. Faktor pendungnya yaitu banyaknya dukungan dari masyarakat hingga Presiden RI, sedangkan faktor penghambatnya yaitu masih terdapat beberapa masyarakat yang masih minim kepedulian terhadap pemilahan sampah. Alasan pemilihan program yaitu program wajib dari Pegadaian pusat serta upaya mendorong perubahan dengan membantu masyarakat dan Pemerintah Kota Bandung dalam mengatasi permasalahan sampah
Pola Komunikasi dalam Pelayanan Publik di Kota Bandung Rifqi Rossy Pratama; Tresna Wiwitan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9364

Abstract

Abstract. Rapid infrastructure development in the city of Bandung also has an impact on increasing the community's need for quality public services. This public service does not only include one. Public services must develop over time, therefore public services require a new innovation. This involves adopting digital technologies and redesigning business processes, products and services to make more effective use of these technologies. Patterns of effective and transparent communication between the government and the community can increase community participation in the development process and accelerate the resolution of related problems. The purpose of this study is to find out the communication patterns carried out by the Cipta Karya, Construction Development and Spatial Planning Offices in public services in the city of Bandung through the Si Petruk application. The theory used in this research is the new media theory. This study used a quantitative method, a descriptive analysis study with data collection techniques through the interview method. The subjects in this study were Cipta Karya, Construction Development and Spatial Planning Offices in public service in the city of Bandung. The results of this study indicate that in Si Petruk's application, several types of communication patterns are used, namely primary communication patterns, secondary communication patterns and circular communication patterns. Where in every communication pattern it is adjusted and maximized in the application so that people don't feel difficult when using it and feel helped Abstrak. Pembangunan infrastruktur yang pesat di Kota Bandung juga berdampak pada meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pelayanan publik yang berkualitas. Pelayanan publik ini tidak hanya mencakup satu. Pelayanan publik harus berkembang seiring berjalannya waktu, maka dari itu pelayanan publik membutuhkan suatu inovasi yang baru. Ini melibatkan mengadopsi teknologi digital dan merancang kembali proses bisnis, produk, dan layanan untuk memanfaatkan teknologi ini secara lebih efektif. Pola komunikasi yang efektif dan transparan antara pemerintah dan masyarakat dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan serta mempercepat penyelesaian permasalahan yang terkait. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola komunikasi yang dilakukan oleh Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang dalam pelayanan publik di kota Bandung melalui aplikasi Si Petruk. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori media baru. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif, studi deskriptif analisis dengan teknik pengumpulan data melalui metode wawancara. Subjek dalam penelitian ini yaitu IT Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang dalam pelayanan publik di kota Bandung. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dalam apliasi Si Petruk menggunakan bebrapa jenis pola komunikasi, yaitu pola komunikasi primer, pola komunikasi sekunder dan pola komunikasi sirkuler. Dimana didalam setiap pola komunikasi disesuaikan dan dimaksimalkan dalam aplikasi tersebut agar masyarakat dalam menggunakannnya tidak merasakan kesulitan dan mersa terbantu.
Pola Komunikasi Manajemen Konflik di House of We Kala: Studi Kasus pada Owner Muda di House of We Kala Rafly Hermansyah; Dadan Mulyana
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9368

Abstract

Abstract. This research is motivated by the phenomenon of conflict that occurs in a company due to differences in backgrounds owned by each individual who is in a company, both cultural differences, religion, and even age differences. Therefore, the pattern of communication carried out by young owners in managing conflicts that occur in the company is the main focus of this research in an effort to deal with conflicts that occur. This study aims to describe the communication patterns carried out by young owners in managing conflicts that occur in the company. In this study, researchers used a qualitative research method with a case study approach. This study uses data collection techniques through interviews, observation, documentation, and literature review. In this study it was found that the star communication pattern is a communication pattern applied by the owner of the House of We Kala in managing work groups of older employees and in dealing with conflicts that occur in the company. In addition, cultural factors, age differences, language limitations, and lack of information become obstacles in dealing with a conflict that occurs. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi pada fenomena konflik yang terjadi pada sebuah perusahaan karena perbedaan latar belakang yang dimiliki oleh pada setiap individu yang berada di sebuah perusahaan, baik perbedaan budaya, agama, bahkan perbedaan usia. Oleh karena itu, pola komunikasi yang dilakukan oleh owner berusia muda dalam melakukan manajemen konflik yang terjadi di perusahaan menjadi fokus utama penelitian ini dalam upaya menangani konflik yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi yang dilakukan oleh owner berusia muda dalam melakukan manajemen konflik terhadap konflik yang terjadi di perusahaan. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan kajian pustaka. Pada penelitian ini ditemukan bahwa pola komunikasi bintang merupakan pola komunikasi yang diterapkan oleh owner House of We Kala dalam mengatur kelompok kerja karyawan yang usianya lebih tua serta dalam menangani konflik yang terjadi di perusahaan. Selain itu, faktor budaya, perbedaan usia, keterbatasan bahasa, dan kurangnya informasi menjadi penghambat dalam menangani sebuah konflik yang terjadi.
Strategi Komunikasi Pemerintah Kota Bandung dalam Sosialisasi Protokol 5M sebagai Bentuk Pencegahan Covid-19 Galuh Galuh Anggarani; Moh Subur Drajat, Drs., M.SI
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9372

Abstract

Abstract. The city government Bandung in this has created strategy as a form of efforts to socialize protocol health in a manner 5M the purpose of the creation of strategy so as to be easily in understand and in obey by city people bandung. The strategy created the government of the city of Bandung in such a pandemic could minimize the spread of covid-19. The reason the government city of Bandung created a strategy on health socialization protocol with the concept of 5M, so that socialization of. applied right on targetBasically with strategy in operating budget will be more aware of the approach of emotional on the community as a target of socialization was. Research objectives to know emotional approach on strategic communication bandung in city government socialize protocol 5M as efforts to prevent covid-19, know strategy build good relations with the community in socialize protocol 5M as efforts to prevent covid-19, reason Bandung city government make the communications strategy in socialize protocol 5M as efforts to prevent covid-19. The research uses a qualitative methodology approach case study Robert K.Yin type 1 single cases analysis. Study could apply Data mining techniques such as using interviews, observation documentation, and the study literature available. This research has the main subject three speakers from the local administration Bandung on duty and responsibility to create a communications strategy in socialize protocol 5M as efforts to prevent covid-19. The theory used two way asymmetric.The research results: communications strategy the government of Bandung in socialize protocol 5M in efforts to prevent covid-19 in city of Bandung by creating, form of communication and aiming to resuscitate, means of communication the community to the dangers covid-19. Abstrak. Pemerintah Kota Bandung dalam hal ini telah menciptakan strategi sebagai bentuk upaya mensosialisasikan protokol kesehatan melalui cara 5 M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas) tujuan penciptaan strategi agar mudah di mengerti dan di taati oleh masyarakat Kota Bandung. Adanya strategi yang di ciptakan Pemkot Bandung dalam situasi pandemi dapat meminimalisir penyebaran covid-19. Alasan Pemerintah kota Bandung menciptakan strategi pada sosialisasi protokol kesehatan dengan konsep 5M, agar sosialiasi yang diterapkan tepat sasaran. Pada dasarnya dengan strategi secara operasionalnya akan lebih mengetahui pendekatan emosional pada masyarakat sebagai target sosialisasinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pendekatan emosional pada strategi komunikasi pemerintah Kota Bandung dalam mensosialisasikan protokol 5M sebagai upaya pencegahan covid-19, mengetahui strategi membangun hubungan baik dengan masyarakat dalam mensosialisasikan protokol 5M sebagai upaya pencegahan covid-19, mengetahui alasan pemerintah Kota Bandung membuat strategi komunikasi dalam mensosialisasikan protokol 5M sebagai upaya pencegahan covid-19. Penelitian menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus Robert K. Yin tipe 1 satu kasus satu analisis. Teknik pengambilan data berupa menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Penelitian ini memiliki subjek utama tiga narasumber dari Pemkot Bandung yang bertugas dan bertanggungjawab dalam menciptakan strategi komunikasi dalam mensosialisasikan protokol 5M sebagai upaya pencegahan covid-19. Teori yang digunakan two way asymmetric (asimetris dua arah). Hasil penelitian : Strategi komunikasi Pemkot Bandung dalam mensosialisasikan protokol 5 M dalam upaya pencegahan covid-19 menyebarluas di Kota bandung dengan menciptakan bentuk komunikasi, dan cara komunikasi bertujuan untuk menyadarkan, masyarakat akan bahaya covid-19.
Hubungan antara Kualitas Pelayanan Karyawan Penyandang Disabilitas dengan Kepuasan Konsumen Dea Nabila Fitri; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9374

Abstract

Abstract. The phenomenon of using the services of persons with disabilities at Café More is interesting to study because there tends to be a negative stigma for Café More. This research is important to examine because it can determine whether or not there is an influence of service quality of employees with disabilities on customer satisfaction. This study entitled "The Relationship Between Service Quality for Employees with Disabilities and Consumer Satisfaction". Using the theory presented by Tjiptono and Chandra, namely service quality as a form of effort in realizing the needs, desires of buyers, and the accuracy of delivery of these products in order to balance the expectations of buyers. The benefit of this research is to prove to entrepreneurs that there is a positive relationship between service quality and customer satisfaction. The method used in this study is a quantitative method with a quantitative approach, correlation studies and a positivistic paradigm. The population taken by the researchers were Cafe More consumers during November-December 2022. And the sample was taken to be used as respondents using a random random sampling technique. The data collection technique used in this study was through a questionnaire in the form of a Google form and conducting additional interviews to complete the data needed by the researcher. The results of this study are that there is a positive relationship between the service quality of employees with disabilities and customer satisfaction. So that there is no discrimination against employees with disabilities. Abstrak. Fenomena penggunaan pelayanan penyandang disabilitas pada Café More menjadi menarik untuk diteliti karena cenderung adanya stigma negatif untuk Café More. Penelitian ini penting untuk diteliti karena dapat mengetahui ada atau tidaknya pengaruh kualitas pelyanan karyawan penyandang disabilitas dengan kepuasan konsumen. Penelitian ini berjudul “Hubungan Antara kualitas Pelayan Karyawan Penyandang Disabilitas dengan Kepuasan Konsumen”. Mengunakan teori yang dipaparkan oleh Tjiptono dan Chandra yaitu kualitas pelayanan sebagai bentuk upaya dalam mewujudkan kebutuhan, keinginan pembeli, serta ketepatan penyampaian produk tersebut agar dapat mengimbangi harapan pembeli. Manfaat penelitian ini untuk membuktikan kepada para pengusaha bahwa terdapat hubungan yang positif antara hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif, studi korelasi dan paradigma positivistik. Populasi yang diambil oleh peneliti ialah konsumen Cafe More selama bulan November-Desember 2022. Dan menarik sample untuk dijadikan responden dengan Teknik random sampling acak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui kuesioner berupa Google form dan melakukan wawancara tambahan untuk melengkapi data yang dibutuhkan peneliti. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang positif antara kualitas pelayanan karyawan penyandang disabilitas dengan kepuasan konsumen. Sehingga tidak ada lagi destriminasi terhadap karyawan penyandang disabilitas.
Eksistensi Diri Mojang Jajaka di Instagram Alvin Andrianto Sukiman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9377

Abstract

Abstract. Social media has become the main tool for teenagers to interact and socialize. Almost all teenagers now use social media Instagram as their daily needs. In addition, many Instagram users are now using this social networking platform as a way to express and actualize themselves. Existence refers to the sign of human existence and only humans have the ability to exist. The purpose of this study was to find out the experience of self-existence of adolescents on Instagram social media, especially active teenagers on Instagram social media participants in Mojang Jajaka SMA Pasundan 1 Bandung. This study uses qualitative methods with a phenomenological approach to be able to describe a phenomenon based on individual experience. The data collection technique was carried out by in-depth interviews with research subjects, namely the participants of Mojang Jajaka SMA Pasundan 1 Bandung. This study uses the constructivism paradigm to be able to analyze the meaning of experience based on the perspective of the participants of Mojang Jajaka SMA Pasundan 1 Bandung. The results of this study indicate that the motive for building the self-existence of informants on Instagram is the need to find identity, for the experience of managing the self-existence of informants on Instagram, namely to gain new experiences, and the meaning obtained is the development of characteristics and the desire for recognition as part of their identity and existence. Abstrak. Media sosial telah menjadi alat utama remaja untuk berinteraksi dan sosialisasi. Hampir seluruh remaja kini menggunakan media sosial Instagram sebagai kebutuhannya sehari-hari. Selain itu, sekarang ini banyak pengguna Instagram yang menggunakan platform jejaring sosial ini sebagai cara untuk mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri mereka. Eksistensi merujuk pada tanda keberadaan manusia dan hanya manusia yang memiliki kemampuan untuk eksis. Tujuan dilakukan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman eksistensi diri remaja di media sosial Instagram khususnya pada remaja aktif media sosial Instagram peserta Mojang Jajaka SMA Pasundan 1 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk dapat mendeskripsikan suatu fenomena berdasarkan pengalaman individu. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada subjek penelitian, yaitu para peserta Mojang Jajaka SMA Pasundan 1 Bandung. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme untuk dapat menganalisis makna dari pengalaman berdasarkan sudut pandang peserta Mojang Jajaka SMA Pasundan 1 Bandung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa motif membangun eksistensi diri para informan di instagram adalah kebutuhan untuk mencari identitas, untuk pengalaman mengelola eksistensi diri para informan di instagram yaitu untuk memperoleh pengalaman baru, dan makna yang diperoleh ialah pengembangan ciri khas dan keinginan akan pengakuan sebagai bagian dari identitas dan keberadaan mereka
Peran Duta Wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara: (Studi Kasus dalam Kegiatan Sosialisasi Sadar Wisata pada Siswa SMA) Achmad Fahreza
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9381

Abstract

Abstract. As an archipelago that has a lot of diversity, Indonesia has diverse characteristics. However, awareness of the tourism sector in Indonesia is still not fully massive, lack of enthusiasm from the community underlies the lack of concern for the potential of Indonesia through this tourism phenomenon. Including in Kutai Kartanegara Regency as part of the archipelago's capital city, which requires synergy between the Kutai Kartanegara Tourism Office Government so that it still exists and is not eroded by developments with the role of Tourism Ambassadors as an organization that is able to help the younger generation, especially high school students as the next tourism actors to be more aware of regional potential through Tourism Awareness Socialization activities. In Organizational Communication, of course, cooperation and synergy are the keys to achieving a goal with various stages initiated. In this research, the researcher wants to focus on the Role of the Kutai Kartanegara Tourism Ambassador in Tourism Awareness Socialization Activities for High School Students. Based on the above, the researcher aims to find out how the role of the Kutai Kartanegara Tourism Ambassador in synergy with the government to increase awareness of regional tourism potential. This research will be conducted using qualitative methods with a case study approach and with a constructivism paradigm. Researchers consider it important to conduct scientific research in the form of a thesis "The Role of Tourism Ambassadors in Kutai Kartanegara Regency (Case Study in Tourism Awareness Socialization Activities for High School Students)" Until the end of this research, it was found that the roles of Duta Wisata include the roles of Public Relations, Expert Prescriber, Communication Facilitator, and Problem Solver. They also serve as role models and work partners of the Tourism Office in the Tourism Awareness Socialization activities. Abstrak. Sebagai negara kepulauan yang memiliki banyak keanekaragaman membuat Indonesia memiliki ciri khas yang juga beragam. Namun kesadaran sektor pariwisata di Indonesia masih belum sepenuhnya masif, antusiasme yang kurang dari masyarakat mendasari kurangnya kepedulian atas potensi yang dimiliki Indonesia melalui fenomena pariwisata ini. Termasuk di Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai wilayah bagian dari Ibu Kota Negara Nusantara, yang mengharuskan adanya sinergitas antar Pemerintah Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara agar tetap eksis dan tidak tergerus perkembangan bersama peranan Duta Wisata sebagai organisasi yang mampu membantu generasi muda khususnya Siswa SMA sebagai pelaku pariwisata selanjutnya untuk lebih sadar akan potensi daerah melalui kegiatan Sosialisasi Sadar Wisata. Dalam Komunikasi Organisasi tentu kerja sama dan sinergitas menjadi kunci dalam mencapai suatu tujuan dengan berbagai tahapan-tahapan yang digagas. Pada riset ini peneliti hendak fokus terhadap Peran Duta Wisata Kutai Kartanegara dalam Kegiatan Sosialisasi Sadar Wisata pada Siswa SMA. Berdasarkan hal di atas, peneliti bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Duta Wisata Kutai Kartanegara dalam sinerginya bersama pemerintah untuk meningkatkan kesadaran potensi wisata daerah. Penelitian ini akan dilakukan memakai metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta dengan paradigma konstruktivisme. Peneliti menganggap penting untuk melakukan penelitian ilmiah dalam bentuk skripsi “Peran Duta Wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Studi Kasus dalam Kegiatan Sosialisasi Sadar Wisata pada Siswa SMA)”. Hingga akhirnya dalam penelitian ini ditemukan bahwa peran dari Duta Wisata meliputi peran Public Relations, Expert Prescriber, Communication Facilitator, dan Problem Solver, kemudian berperan sebagai role model, serta mitra kerja Dinas Pariwisata dalam kegiatan Sosialisasi Sadar Wisata.
Komunikasi Interpersonal Barista Coffee Shop Alya Nurulaeni; Aning Sofyan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9387

Abstract

Abstract. Currently, the coffee shop business is one of the businesses that is mushrooming throughout Indonesia, because coffee shops are considered a gathering place that is in great demand today by all types of people. NAMA Coffee is one of the MSME-based coffee shops in Cimahi City that has survived from 2018 to the present. In the development of this increasingly diverse coffee shop business, of course, NAMA Coffee must have uniqueness and distinctiveness so that it is remembered and remembered by consumers, one way is to improve, or add to the quality of service to consumers by conducting interpersonal communication interactions carried out by NAMA Coffee baristas to consumers. The research used a qualitative method with a case study approach, interpersonal communication theory. The results of this study are the interpersonal communication of NAMA Coffee baristas to consumers by describing the interpersonal communication process of NAMA Coffee baristas to consumers, barriers to interpersonal communication of NAMA Coffee baristas to consumers when interacting, and the purpose of NAMA Coffee baristas implementing interpersonal communication to consumers in running a business in a coffee shop. Interpersonal communication interactions carried out by baristas can change the concept of "buyers" to "customers" because of the closeness and familiarity that occurs with consumers, so NAMA Coffee is expected to achieve and meet predetermined targets. Abstrak. Saat ini bisnis coffee shop merupakan salah satu bisnis yang tengah menjamur diseluruh penjuru Indonesia, karena coffee shop dinilai sebagai tempat berkumpul yang amat diminati pada zaman ini oleh semua jenis kalangan. NAMA Coffee merupakan salah satu coffee shop berbasis UMKM di Kota Cimahi yang masih bertahan dari 2018 hingga saat ini. Dalam perkembangan bisnis coffee shop yang semakin beragam ini, tentunya membuat NAMA Coffee harus memiliki keunikan dan kekhasan agar dikenang dan diingat oleh konsumen, salah satu caranya yaitu memperbaiki, maupun menambahkan kualitas pelayanan terhadap konsumen dengan melakukan interaksi komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh barista NAMA Coffee kepada konsumen. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, teori komunikasi interpersonal. Hasil dari penelitian ini adalah komunikasi interpersonal barista NAMA Coffee kepada konsumen dengan memaparkan proses komunikasi interpersonal barista NAMA Coffee kepada konsumen, hambatan komunikasi interpersonal barista NAMA Coffee kepada konsumen ketika berinteraksi, dan tujuan barista NAMA Coffee menerapkan komunikasi interpersonal kepada konsumen dalam menjalakan bisnis di coffee shop. Interaksi komunikasi interpersonal yang dilakukan barista dapat merubah konsep “pembeli” menjadi “pelanggan” karena adanya kedekatan dan keakraban yang terjadi dengan konsumen, dengan begitu NAMA Coffee diharapkan dapat mencapai dan memenuhi target yang telah ditentukan.