cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2024)" : 25 Documents clear
HUBUNGAN KONSUMSI KOPI DENGAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA PSKPS FKIK ULM Kartika, Dinda Amalia; Muthmainah, Noor; Heriyani, Farida; Asnawati, Asnawati; Nursantari, Widya
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12362

Abstract

Abstract: Coffee is one of the stimulant drinks that is widely favored by people from various circles in the world. Caffeine in coffee is believed to be able to make people who consume it awake. Students with high activity, consume coffee as a drink that helps in doing their tasks by resisting sleepiness at night. The aim of this study was to analyze the relationship between coffee consumption and sleep quality in FKIK ULM PSKPS students. The research method used was analytical observational with a cross-sectional research design. The proportional stratified random sampling method was used in sampling with 84 respondents who fulfilled the inclusion criteria. The results showed that PSKPS FKIK ULM students who consumed coffee in both light (35,7%) and moderate (64,3%) categories had good sleep quality (8,3%) and poor sleep quality (91,7%). The Fisher Exact test results showed no significant relationship between coffee consumption and sleep quality (p-value=0,696). Keywords: Coffee Consumption, Sleep Quality, Medical students. Abstrak: Kopi merupakan salah satu minuman stimulan yang banyak digemari masyarakat berbagai kalangan di dunia. Kafein pada kopi dipercaya mampu membuat orang yang mengonsumsinya menjadi terjaga. Mahasiswa dengan kegiatannya yang cukup tinggi, mengonsumsi kopi sebagai minuman yang membantu dalam mengerjakan tugas-tugasnya dengan menahan rasa kantuk di malam hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya hubungan konsumsi kopi dengan kualitas tidur pada mahasiswa PSKPS FKIK ULM. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode proportional stratified random sampling dengan 84 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa PSKPS FKIK ULM yang mengonsumsi kopi baik kategori ringan (35,7%) maupun sedang (64,3%) memiliki kualitas tidur yang baik (8,3 %) dan kualitas  tidur buruk (91,7%). Hasil uji Fisher Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara konsumsi kopi dengan kualitas tidur (p-value=0,696). Kata-kata kunci: Konsumsi kopi, Kualitas tidur, Mahasiswa kedokteran.
HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI PROTEIN, ZAT BESI, DAN ASAM FOLAT DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA MAHASISWI PSKPS FAKULTAS KEDOKTERAN ULM Annisa, Rizkya; Skripsiana, Nika Sterina; Muthmainah, Noor; Juhairina, Juhairina; Heriyani, Farida
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12406

Abstract

Abstract: Anemia is a condition characterized by a low concentration of erythrocytes or hemoglobin (Hb). Hb below the normal value according to the WHO hemoglobin cutoff, <12 g/dl for women who arenot pregnant. According to data from Banjarmasin City. Health Department 2019, the prevalence of anemia in adolescent girls is 25.7%. Anemia is caused by many factors, including low levels of protein, iron and folic. acid entering the body. The purpose of this study was to determine the relationship comsumption levels of protein, iron and folic acid with the anemia incidence in PSKPS female students Faculty of Medicine ULM. This study used an analytical observational method. with a cross sectional approach. The sample for this research consisted of 76 female students from PSKPS Faculty of Medicine ULM, classes of 2020, 2021 and 2022. The sampling technique used proportional stratified. random sampling. The data analysis used was the chi square and fisher analysis test. The results showed that 32.9% of female students were anemia and 67.1% were not anemia, 22.4% of inadequate protein consumption level and 77.6% of adequate protein consumption level, 39.5% of inadequate iron consumption level and 60.5% of adequate iron consumption level, 56.6% of inadequate folic acid consumption level and 43.4% of adequate folica acid consumption level. The results of the chi square test analysis showed that there was a relationship between the level of protein consumption and anemia (p<0.001), the level of iron consumption and anemia (p<0.001.), and the level of folic acid consumption and anemia (p<0.001.) in PSKPS female students Faculty of Medicine ULM Keywords: the consumption. level of protein, the consumption. level of iron, the consumption. level. of folic acid, anemia Abstrak: Anemia adalah suatu. kondisi yang ditandai. dengan rendahnya konsentrasi eritrosit atau hemoglobin. (Hb) di bawah dari nilai normalnya sesuai cut off hemoglobin menurut WHO, yaitu <12 g/dl untuk wanita usia subur yang tidak hamil. Menurut data Dinas.Kesehatan Kota Banjarmasin.tahun 2019, prevalensi anemia pada remaja putri adalah 25,7%. Anemia disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya adalah rendahnya tingkat konsumsi protein, zat besi, dan asam folat yang masuk ke dalam tubuh. Tujuan.penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat konsumsi. protein, zat besi, dan asam folat dengan kejadian anemia pada mahasiswi PSKPS Fakultas Kedokteran ULM. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 76 orang dari mahasiswi PSKPS Fakultas Kedokteran ULM angkatan 2020, 2021, dan 2022. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan proportional stratified random sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji analisis chi square dan fisher. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswi yang mengalami anemia 32,9% dan tidak anemia 67,1%, tingkat konsumsi protein kurang sebanyak 22,4% dan cukup sebanyak 77,6%, tingkat konsumsi zat besi kurang sebanyak 39,5% dan cukup sebanyak 60,5%, tingkat konsumsi asam folat kurang sebanyak 56,6% dan cukup sebanyak 43,4%. Hasil analisis uji chi square menunjukkan terdapat hubungan tingkat konsumsi protein dengan anemia (p<0,001), tingkat konsumsi zat besi dengan anemia (p<0,001), dan tingkat konsumsi asam folat dengan anemia (p<0,001) pada mahasiswi PSKPS Fakultas Kedokteran ULM. Kata-kata kunci:         tingkat konsumsi. protein, tingkat konsumsi zat. besi, tingkat. konsumsi asam. folat, anemia
PERBEDAAN KADAR UREUM DAN KREATININ PADA PREEKLAMPSIA DAN PREEKLAMPSIA BERAT Annisa, Haima; Yuseran, Hariadi; Hendriyono, Fransiskus Xaverius; Abimanyu, Bambang; Devi, Wivina Riza
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12379

Abstract

Abstract: Preeclampsia is pregnancy disorder (>20 weeks) characterized by hypertension with or without proteinuria. Failure trophoblast invasion in preeclampsia results impaired spiral artery remodeling, hypoxia, placental ischemia, endothelial dysfunction and kidney dysfunction. Kidney dysfunction cause urea and creatinine increase. This research aims determine the difference in urea and creatinine of preeclampsia versus severe preeclampsia at RSUD Ulin Banjarmasin 2020-2022. Analytical observational, retrospective cross-sectional. There were 60 preeclampsia and severe preeclampsia subjects at RSUD Ulin 2020-2022 according inclusion and exclusion criteria, non-probability sampling. Research results for median preeclampsia urea 13.0 mg/dL, minimum value 5.0 mg/dL, maximum value 75.0 mg/dL and median severe preeclampsia 30 mg/dL, minimum value 9.0 mg/dL, maximum value 100 mg/dL. Median preeclampsia creatinine 0.6 mg/dL, minimum value 0.14, maximum value 1.51 mg/dL and mean severe preeclampsia 1.0 mg/dL, standard deviation 0.41 mg/dL. There is significant difference in urea and creatinine in preeclampsia and severe preeclampsia, p=0.000 and p=0.001. Keywords: preeclampsia, severe preeclampsia, ureum, creatinine, RSUD Ulin Banjarmasin. Abstrak: Preeklampsia merupakan kelainan kehamilan (>20 minggu) ditandai hipertensi dengan atau tanpa proteinuria. Gagalnya invasi trofoblas pada preeklampsia mengakibatkan gangguan remodeling arteri spiralis, hipoksia, iskemia plasenta, disfungsi endotel dan berakhir pada disfungsi ginjal. Gangguan ginjal menyebabkan ureum dan kreatinin meningkat. Tujuan penelitian mengetahui perbedaan ureum dan kreatinin preeklampsia terhadap preeklampsia berat di RSUD Ulin Banjarmasin 2020-2022. Metode observasional analitik studi cross sectional retrospektif. Terdapat 60 subjek preeklampsia dan preeklampsia berat di RSUD Ulin Banjarmasin 2020-2022 sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, teknik non-probability sampling. Hasil penelitian ureum preeklampsia median 13,0 mg/dL, nilai minimum 5,0 mg/dL, nilai maksimum 75,0 mg/dL dan preeklampsia berat median 30 mg/dL, nilai minimum 9,0 mg/dL, nilai maksimum 100 mg/dL. Kreatinin preeklampsia median 0,6 mg/dL, nilai minimum 0,14, nilai maksimum 1,51 mg/dL dan preeklampsia berat rerata 1,0 mg/dL, simpang baku 0,41 mg/dL. Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna ureum dan kreatinin pada preeklampsia dan preeklampsia berat, nilai p=0,000 dan p=0,001. Kata-kata kunci: preeklampsia, preeklampsia berat, ureum, kreatinin, RSUD Ulin Banjarmasin
PENGARUH MUSIK PANTING TERHADAP STRES PADA MAHASISWA PSKPS FK ULM ANGKATAN 2019 Ridho, Anisa Rifka; Khairiah, Siti; Noor, Meitria Syahadatina; Noorsifa, Noorsifa; Fujiati, Fujiati
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12358

Abstract

Abstract: Stress is a physical and psychological reaction that arises when individuals are faced with something threatening or when they are subjected to high pressure or demands. Stress can be prevented and overcome by listening to music. One of the music found in South Kalimantan is panting music which is instrumental music and according to research can reduce stress more quickly. This study aims to analyze the effect of panting music on stress. This research is a quasi-experimental study with the one group pretest-post test design method. Subjects in this study amounted to 30 people, determined by the theory of Gay and Diehl, with a correction factor of 20%. Research subjects were selected using simple random sampling method. Stress measurement was carried out using the PSS-10 questionnaire and the average before treatment was 21.3±7.022 and the average after treatment was 15.75±4.391. The analysis was carried out using the paired t test to obtain a value of p=0.000 so that it can be concluded that panting music has a significant effect on reducing stress in research subjects. Keywords: stress, PSS-10, music, panting Abstrak: Stres adalah merupakan suatu reaksi fisik dan psikis yang ditimbulkan apabila individu dihadapkan pada sesuatu yang mengancam atau ketika mendapatkan tekanan maupun tuntutan yang tinggi. Stres dapat dicegah dan ditanggulangi dengan mendengarkan musik. Salah satu musik yang terdapat di Kalimantan Selatan adalah musik panting yang merupakan musik instrumental dan menurut penelitian dapat menurunkan stres lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh musik panting terhadap stres. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan metode one group pretest- post test design. Subjek pada penelitian ini berjumlah 30 orang, yang ditetapkan dengan teori Gay dan Diehl, dengan faktor koreksi 20%. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan metode simple random sampling. Pengukuran stres dilakukan dengan menggunakan kuesioner PSS-10 dan didapatkan rata-rata sebelum perlakuan 21,3±7,022 dan rata-rata setelah perlakuan 15,75±4,391. Analisis yang dilakukan dengan uji t berpasangan mendapatkan nilai p=0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa musik panting memiliki pengaruh yang bermakna terhadap penurunan stres pada subjek penelitian. Kata-kata kunci: stres, PSS-10, musik, panting
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KECEPATAN BERJALAN PADA LANSIA DI PPRSLU BUDI SEJAHTERA BANJARBARU Firdaus, Muhammad Rizqi; Cahyawati, Wiwit Agung Sri Nur; Yasmina, Alfi; Noor, Zairin; Wahyuni, Wahyuni
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12401

Abstract

Abstract: The walking speed is one of the indicators of the fitness in the elderly. One of the factors that influence walking speed is the Body Mass Index (BMI). This study aimed to determine the relationship between BMI and walking speed in the elderly. This cross-sectional study involved 40 elderly individuals living in PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru who met the inclusion criteria. Data on walking speed were collected using the 4 Meters Walk Test. The relationship between BMI and walking speed was analyzed using Pearson correlation. The mean BMI was 23.4±4.6 kg/m2, the average walking speed was 0.44±0.18 m/s, and no elderlies with normal walking speed were found. There was a negative, moderate, and significant relationship between BMI and walking speed in elderly individuals with normal BMI (r = -0.528; p = 0.014), but no significant relationships were found in underweight and overweight-obese BMI categories (underweight: r = 0.387; p = 0.520; overweight-obese: r = -0.342; p = 0.231). In conclusion, there is a significant relationship between normal BMI and walking speed in the elderly living in PPRSLU Budi Sejahtera. Keywords: walking speed, body mass index, 4 Meters Walk Test, elderly Abstrak: Kecepatan berjalan merupakan salah satu tolok ukur kebugaran lansia. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecepatan berjalan adalah indeks massa tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan IMT dengan kecepatan berjalan lansia. Penelitian cross sectional ini melibatkan 40 lansia di PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru sesuai kriteria inklusi. Pengambilan data kecepatan berjalan menggunakan 4 Meters Walk Test. Hubungan IMT dan kecepatan berjalan dianalisis dengan uji Pearson correlation. Didapatkan rerata IMT sebesar 23,4±4,6 kg/m2, sedangkan kecepatan berjalan adalah 0,44±0,18 m/s dan tidak ada yang mempunyai kecepatan berjalan normal. Terdapat hubungan negatif, moderat, dan bermakna antara IMT dengan kecepatan berjalan lansia dengan IMT normal (r = -0,528; p = 0,014), tetapi tidak terdapat pada IMT underweight dan overweight-obese (underweight: r = 0,387; p = 0,520; overweight-obese: r = -0,342; p = 0,231). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara IMT normal dengan kecepatan berjalan pada lansia di PPRSLU Budi Sejahtera. Kata-kata kunci: kecepatan berjalan, indeks massa tubuh, 4 meters walk test, lansia
HUBUNGAN KEJENUHAN DAN JARAK KE FASILITAS KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN KONTROL Luthfiana, Evie Noor; Heriyani, Farida; Al Audhah, Nelly
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12369

Abstract

Abstract: Hypertension is a condition of disruption of the circulatory system which causes an increase in blood pressure to above normal values or ≥140/90 mmHg. The highest prevalence of hypertension was in Hulu Sungai Tengah Regency with 18,581 cases. The aim of this research is to analyze the relationship between saturation and distance to health facilities with compliance with control of hypertension sufferers at the Kubur Jawa Community Health Center, Hulu Sungai Tengah Regency. This research is an analytical observational study with a cross sectional approach and simple random sampling technique. The population in this study were the general polyclinic hypertension patients in Kubur Jawa Community Health Center. The results showed that saturation are 62.2% and distance from home are 58.9% with low control compliance of 63.3%. The statistical results showed that the value of p = 0.001 for the relationship between the saturation of hypertension sufferers and compliance with control and the value of p = 0.001 for the relationship between distance to health facilities and control compliance. The conclusion of this study is that there is a relationship between saturation and distance to health facilities with control compliance of hypertension patients at the Kubur Jawa Community Health Center, Hulu Sungai Tengah Regency Keywords: Saturation, distance to health facilities, control compliance Abstrak: Hipertensi merupakan kondisi terganggunya sistem peredaran darah yang berakibat meningkatnya tekanan darah hingga melebihi batas normal atau ≥140/90 mmHg. Prevalensi hipertensi tertinggi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebanyak 18.581 kasus. Penelitian dilakukan dengan tujuan yaitu menganalisis hubungan kejenuhan dan jarak ke fasilitas kesehatan dengan kepatuhan kontrol penderita hipertensi di Puskesmas Kubur Jawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik simple random sampling. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi di poliklinik umum/dewasa Puskesmas Kubur Jawa. Hasil penelitian menunjukkan kejenuhan 62,2% dan jarak rumah yang jauh 58,9% dengan kepatuhan kontrol yang rendah 63,3%. Hasil statistik didapatkan nilai p = 0,001, hubungan kejenuhan penderita hipertensi dengan kepatuhan kontrol dan nilai p = 0,001 hubungan jarak ke fasilitas kesehatan dengan kepatuhan kontrol. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan kejenuhan dan jarak ke fasilitas kesehatan dengan kepatuhan kontrol penderita hipertensi di Puskesmas Kubur Jawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kata-kata kunci: Kejenuhan, jarak ke fasilitas kesehatan, kepatuhan kontrol.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN KONTROL Septiana, Selfea; Heriyani, Farida; Al Audhah, Nelly
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12408

Abstract

Abstract: Hypertension is an increase in blood pressure above normal, systolic ≥140 mmHg and diastolic ≥90 mmHg. Hypertension is a chronic disease that requires long-term treatment and must be controlled regularly to avoid complications. Family support is needed so that hypertension sufferers have regular blood pressure checks at health facilities. This study aims to determine the relationship between family support and compliance with the control of hypertension sufferers at the Kubur Jawa Community Health Center, Hulu Sungai Tengah Regency. This research is an analytical observational study with a cross-sectional approach. The research population was hypertension sufferers who visited the general polyclinic of the Kubur Jawa Community Health Center with a total of 90 research subjects selected using a simple random sampling technique. Data analysis used the chi-square test. The research results showed that 62% of control compliance was low and 52% of family support was not good with a p-value = 0.001. The research conclusion is that there is a relationship between family support and compliance with the control of hypertension sufferers at the Kubur Jawa Community Health Center, Hulu Sungai Tengah Regency. Keywords: hypertension, control compliance, family support Abstrak: Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah di atas normal, sistolik ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan jangka panjang dalam proses pengobatan dan harus di kontrol rutin agar tidak terjadi komplikasi. Dukungan keluarga diperlukan agar penderita hipertensi melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin di fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol penderita hipertensi di Puskesmas Kubur Jawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah penderita hipertensi di poliklinik umum Puskesmas Kubur Jawa dengan total subjek penelitian 90 orang dipilih dengan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 62% kepatuhan kontrol rendah dan sebanyak 52% dukungan keluarga tidak baik dengan hasil p-value = 0,001. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol penderita hipertensi di Puskesmas Kubur Jawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kata-kata kunci: hipertensi, kepatuhan kontrol, dukungan keluarga
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN FRAILTY PADA LANSIA DI PPRSLU BUDI SEJAHTERA BANJARBARU Ansharullah, M Rifky; Cahyawati, Wiwit Agung Sri Nur; Yasmina, Alfi; Noor, Zairin; Wahyuni, Wahyuni
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12380

Abstract

Abstract: Frailty is a sign of physiological and functional vulnerability in the elderly. One of the risk factors for frailty is BMI. This study aimed to determine the relationship between BMI and frailty in the elderly, using cross-sectional method. The research subjects were elderliesliving in PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru, using total sampling method according to the inclusion and exclusion criteria. The independent variable was BMI and the dependent variable was frailty. Frailty was measured by physical frailty phenotype. The relationship between BMI and frailty was analyzed using the logistic regression test. A total of 40 elderlies were included; most were women with an average age of 69.8 ± 8.6 years and an average BMI of 23.4 ± 4.6 kg/m2. There were no robust/fit elderlies. Elderlies with underweight and normal BMI tended to be frail, while elderlies with overweight and obese BMI tended to be pre-frail. Increasing BMI was associated with a lower incidence of frailty compared with the pre-frail incidence, but this relationship was not significant (OR 0.53, 95%CI = 0.24-1.17). The conclusion of this research is that there is no significant relationship between BMI and frailty in the elderlies living in PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru. Keywords: frailty, body mass index, elderly, physical frailty phenotype. Abstrak: Frailty merupakan tanda kerentanan fisiologis dan fungsional pada lansia. Salah satu faktor risiko frailty adalah IMT. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan IMT dengan frailty pada lansia, dengan metode cross-sectional. Subjek penelitian yaitu lansia di PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru, menggunakan metode total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel bebas adalah IMT dan variabel terikatnya frailty. Frailty diukur dengan physical frailty phenotype. Hubungan IMT dan frailty dianalisis dengan uji logistic regression. Sebanyak 40 lansia diinklusi; sebagian besar perempuan dengan rerata usia 69,8±8,6 tahun dan rerata IMT 23,4±4,6 kg/m2. Tidak didapatkan lansia yang robust/fit. Lansia dengan IMT underweight dan normal cenderung frail, sedangkan lansia IMT overweight dan obesitas cenderung pre-frail. Peningkatan IMT berhubungan dengan kejadian frailty yang lebih rendah dibanding kejadian pre-frail, namun hubungan ini tidak bermakna (OR 0,53, 95%CI = 0,24-1,17). Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan frailty pada lansia di PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru. Kata-kata kunci: frailty, indeks massa tubuh, lansia, physical frailty phenotype
HUBUNGAN ANTARA LAMA SIKLUS MENSTRUASI DAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MAHASISWA PSKPS ULM Anisa, Anisa; Huldani, Huldani; Biworo, Agung
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12359

Abstract

Abstract: Menstrual cycle can affected blood glucose levels. Every woman has a different length of menstrual cycle, generally due to variations in the follicular phase of the cycle. In the follicular phase the hormone estrogen is higher than in the luteal phase. The hormone estrogen can increase insulin sensitivity and reduce levels of blood glucose. This research aims to explain the relationship between the length of the menstrual cycle and blood glucose levels in PSKPS ULM students class 2020-2022. This research use an analytical observational method with a cross sectional approach using purposive sampling techniques. Research subjects were asked to fill out a research question and answer sheet via Google form. There were 32 PSKPS ULM students who met the inclusion and exclusion criteria and had their blood glucose levels measured. Data analysis used the Spearman correlation statistical test. The results of data analysis showed that there was no significant relationship between the length of the menstrual cycle and blood glucose levels in PSKPS ULM students. (r=-0.091, p=0.622) Keywords: length of menstrual cycle, blood glucose, PSKPS ULM students. Abstrak: Siklus menstruasi dapat mempengaruhi kadar glukosa darah. Lama siklus menstruasi setiap wanita berbeda-beda, umumnya terjadi karena variasi pada fase folikuler siklus. Pada fase folikuler hormon estrogen lebih tinggi dibandingkan pada fase luteal. Hormon estrogen dapat membuat kadar glukosa darah meningkat karena pengaruhnya terhadap peningkatan sensitivitas insulin. Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan antara lama siklus menstruasi dan kadar glukosa darah pada mahasiswa PSKPS ULM angkatan 2020-2022. Metode observasi analitik cross sectional digunakan dalam penelitian ini. Pemilihan subjek penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling Subjek penelitian diminta untuk mengisi lembar tanya jawab penelitian melalui google form. Terdapat 32 orang mahasiswa PSKPS ULM yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dan melakukan pengukuran kadar glukosa darah. Uji statistik korelasi Spearman’s digunakan untuk menganalisis data pada penelitian ini. Kesimpulan dari hasil analisis didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama siklus menstruasi dan kadar glukosa darah pada mahasiswa PSKPS ULM.  (r=-0,091, p=0,622) Kata-kata kunci: lama siklus menstruasi, glukosa darah, mahasiswa PSKPS ULM
HUBUNGAN GAYA BELAJAR TERHADAP NILAI UJIAN PRAKTIKUM ANATOMI MAHASISWA PSKPS FKIK ULM ANGKATAN 2022 Maula, Nirma Nikmatul; Nurikhwan, Pandji Winata; Illiandri, Oski
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12402

Abstract

Abstract: Information management in the learning process is influenced by learning style. Practical activities can support understanding of learning theory, for example anatomy practicum. The aim of this study was to determine the relationship between learning styles, especially the VARK method, and anatomy practicum exam scores in medical students. This research uses an analytical observational research design with a cross-sectional approach. The sample was PSKPS FKIK ULM medical student class of 2022. Learning styles were obtained using the VARK questionnaire and collecting anatomy practical exam scores. Statistical analysis of the chi-square test in SPSS software to test the relationship between categorical variables. The results showed that among the 159 participants, 35.2% had a unimodal learning style and 64.8% had a multimodal learning style. As many as 96.2% of participants had a kinesthetic learning style, while 3.8% did not. The overall pass rate for the anatomy practicum exam was above 50%, with the highest pass rates observed among samples with multimodal and kinesthetic learning styles. Hypothesis testing using the Fisher test showed that there was a significant relationship between kinesthetic learning style and anatomy practical exam scores (p=0.008). In conclusion, this study shows a relationship between kinesthetic learning style and anatomy practical exam scores in medical students. Keywords: learning style, VARK, anatomy practicum, academic performance. Abstrak: Pengelolaan informasi pada proses pembelajaran dipengaruhi oleh gaya belajar. Kegiatan praktikum dapat menunjang pemahaman teori pembelajaran, misalnya praktikum anatomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya belajar, khususnya metode VARK, dan nilai ujian praktikum anatomi pada mahasiswa kedokteran. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampelnya adalah mahasiswa kedokteran PSKPS FKIK ULM angkatan 2022. Gaya belajar didapatkan dengan menggunakan kuesioner VARK dan pengumpulan nilai ujian praktikum anatomi. Analisis statistik uji chi-square pada software SPSS untuk menguji hubungan antar variabel kategorikal. Hasilnya menunjukkan bahwa di antara 159 peserta, 35,2% memiliki gaya belajar unimodal dan 64,8% memiliki gaya belajar multimodal. Sebanyak 96,2% peserta memiliki gaya belajar kinestetik, sedangkan 3,8% tidak. Tingkat kelulusan keseluruhan untuk ujian praktikum anatomi di atas 50%, dengan tingkat kelulusan tertinggi diamati di antara sampel yang memiliki gaya belajar multimodal dan gaya belajar dengan kinestetik. Uji hipotesis menggunakan uji fisher menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gaya belajar kinestetik dengan nilai ujian praktikum anatomi (p=0,008). Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan hubungan antara gaya belajar kinestetik dan nilai ujian praktikum anatomi pada mahasiswa kedokteran. Kata-kata kunci: gaya belajar, VARK, praktikum antomi, capaian prestasi

Page 1 of 3 | Total Record : 25