cover
Contact Name
Yusuf Siswantara
Contact Email
sapientia.humana@unpar.ac.id
Phone
+6282116321889
Journal Mail Official
sapientia.humana@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No.94, Hegarmanah, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40141
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sapientia Humana : Jurnal Sosial Humaniora
ISSN : 28078756     EISSN : 28078616     DOI : https://doi.org/10.26593/jsh.v2i02.6199
Core Subject : Humanities,
The SAPIENTIA HUMANA Scientific Journal publisher opinion articles and research articles on values and humanity. Methods and themes can vary but should cover the following topics, including: Education, Philosophy and Theology, Applied Ethics, Pancasila and Citizenship, History-Anthropology-Sociology, Environment, Media and Technology, Law, Literature, Aesthetics.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 01 (2025)" : 12 Documents clear
THE URGENCY OF REROOTING THE SHAME IN THE LIVES OF INDONESIAN POLITICIANS: An Ethical Philosophical Analysis Karwayu, Andreas; Karwayu , Andreas
Sapientia Humana: Jurnal Sosial Humaniora Vol 5 No 01 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jsh.v5i01.9254

Abstract

Shame is often ignored in Indonesian political discourse even though it is important in controlling the practical morality of politics and building public trust. Through library research methods, this article explores the relationship between shame, ethics and contemporary Indonesian political praxis. The view of this article is that shame, as an ability among various aspects of human emotion that shapes human behavior, has disappeared from the lives of Indonesian politicians. Shame, as a moral catalyst and also embedded in national culture, is ignored in the lives of politicians. This is proven by various forms of unethical behavior in Indonesian political life, which ultimately harms Indonesia's rational and moral democratic order. Indonesia's political landscape is now filled with intrigue, ambition and dishonesty, manifesting in corruption, collusion, nepotism, patronage, policies that are detrimental to the people and oligarchic spirit. Based on various sources of ethical theory and political phenomena in Indonesia, this article emphasizes that shame needs to be immediately rooted again, in a constructive direction. This can be achieved through ethics-based political education, electoral system reform, strengthening the role of the media, and implementing strict sanctions.  
Polarisasi Politik dalam Pemilu 2024: Pro dan Kontra Prabowo sebagai Presiden dalam bayang-bayang 1997/1998 Tadja, Seraphim Virgine; Seraphim Virgine Tadja; M. Asif Nur Fauzi
Sapientia Humana: Jurnal Sosial Humaniora Vol 5 No 01 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/z32tg022

Abstract

Indonesia’s 2024 presidential election marks a critical juncture in the country’s democratic development, characterized by increasing political polarization. Prabowo Subianto’s renewed candidacy has triggered intense public debate between supporters and critics. This polarization stems not only from ideological and political identity differences but is also reinforced by social media dynamics and lingering public memory of the 1997/1998 reform era, where Prabowo remains a controversial figure. This paper aims to analyze the causes of political polarization in the context of Prabowo’s candidacy, evaluate the arguments for and against him, and examine how historical narratives shape public perception. Employing a qualitative-descriptive method through literature review, the study finds that issues of human rights, militaristic leadership style, and political communication strategies significantly shape public opinion. While some reject Prabowo due to unresolved historical trauma, others see his transformation and leadership experience as valuable assets. This study concludes that political education and neutral media play a vital role in mitigating polarization and reinforcing the foundations of democracy.
The Power of Religion in Indonesia’s Public Sphere Discourses – A Philosophical Perspective Doweng Bolo, Andreas; Borgias, Fransiskus
Sapientia Humana: Jurnal Sosial Humaniora Vol 5 No 01 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jsh.v5i01.9548

Abstract

Makalah ini merupakan kajian tentang pembentukan dan praktik agama diskursif dalam ranah publik Indonesia. Agama merupakan salah satu dimensi fundamental dalam struktur politik Indonesia. Oleh karena itu, agama perlu direfleksikan secara rasional dan terbuka agar tidak terjebak pada pandangan eksklusif yang dapat mengarah pada fundamentalisme dan radikalisme. Filsafat telah menjadi mitra dalam diskusi agama sejak Era Yunani, diperkuat pada Abad Pertengahan, diperdebatkan pada Era Modern, dan mengalami proses redefinisi pada Era Postmodern. Eksplorasi kekuasaan agama dalam teks dan konteks Indonesia dimulai pada masa transisi dari Sukarno ke Suharto (1960–1998) hingga situasi terkini (1998–2023). Dalam dinamika tersebut, kekuasaan agama tampak mendominasi pola pikir dan tindakan masyarakat.
Pancasila sebagai Landasan Filosofis Hukum Negara Indonesia: Refleksi di tengah Carut-marut Permasalahan Hukum di Indonesia Sihombing, Edy Syahputra; Sutarno, Alfonsus; Sitepu, Robertus Reno
Sapientia Humana: Jurnal Sosial Humaniora Vol 5 No 01 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jsh.v5i01.9560

Abstract

Tulisan ini adalah respon kritis dan reflektif terhadap situasi implementasi hukum di Indonesia yang cenderung digunakan demi kepentingan politik partisan. Pancasila sebagai nilai filosofis dan ideologi negara Indonesia tentu menjadi dasar dan sumber nilai pelaksanaan hukum, namun dalam beberapa kasus yang terjadi belakangan ini, prinsip tersebut tampak terkikis. Fenomena tersebut tampak dalam hukum yang cenderung digunakan sebagai fungsi instrumentalisasi dan pragmatis untuk mengalahkan lawan politik atau juga melanggengkan dominasi kekuasaan. Fenomena tersebut berpotensi menciptakan apatisme masyarakat terhadap proses penegakan hukum sehingga kehilangan kepercayaan terhadap aparat penegak hukum. Tulisan ini dikaji dengan menggunakan pendekatan filosofis, mengkaji aspek yuridis normatif dengan analisis dan respon terhadap kebijakan dan keputusan hukum, dan pendekatan kritis dengan mempertimbangkan dimensi historis, ideologis, dan sosiologis dalam struktur hukum Indonesia Melalui studi literatur. Penelitian ini penting untuk memperluas wawasan literasi dan diskusi mengenai evaluasi ideologis dalam praktik hukum Indonesia khususnya yang berkaitan dengan nilai Pancasila. Selain itu, untuk memperluas wawasan demi menegaskan marwah nilai hukum yang mempunyai ruh dan integritas dalam nilai Pancasila.
Honour Atau Horor: Representasi Tubuh Perempuan Dalam Sinema Indonesia Sutarno, Alfonsus; Kurniasih, Kurniasih; Mulyana, Topik
Sapientia Humana: Jurnal Sosial Humaniora Vol 5 No 01 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jsh.v5i01.9565

Abstract

Artikel ini mengkaji representasi tubuh perempuan dalam tiga sinema horor Indonesia karya Joko Anwar, yaitu Pengabdi Setan (2017), Perempuan Tanah Jahanam (2019), dan Ratu Ilmu Hitam (2019) yang menempatkan tubuh perempuan dalam dimensi honour (pesona) dan horor (teror). Dalam perspektif fenomenologi agama (Eliade, Otto), teori monstrous feminine (Creed), dan maternal horror (Winda), artikel ini mendeskripsikan bagaimana tubuh perempuan berperan sebagai hierofani yang memunculkan mysterium tremendum et fascinans, simbol pengorbanan, manifestasi kekuatan gaib, dan representasi ambivalensi dalam kosmologi Jawa. Kajian tekstual dan sinematografi mengungkapkan dialektika antara patriarki, trauma kolektif, dan resistensi. Relevansi kajian ini terletak pada kontribusinya pada studi gender dan kultur di Indonesia, di mana narasi horor dalam sinema Indonesia merefleksikan dan membentuk persepsi publik mengenai jati diri perempuan. Tubuh perempuan ditarik dalam dua kutub paradoksal, antara yang sakral dan profan; antara honour dan horor.
Membaca Pemikiran Victor Frankl Dalam Konflik Timor Leste Saputro, JH Fandi Gilar; Rahayu, Tri
Sapientia Humana: Jurnal Sosial Humaniora Vol 5 No 01 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jsh.v5i01.9578

Abstract

Tulisan ini berupaya menggali relevansi pemikiran Viktor E. Frankl, khususnya logoterapi dan pencarian makna dalam penderitaan, terhadap konflik dan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Timor Leste. Dengan pendekatan filosofis-eksistensial, penelitian ini membaca ulang pengalaman kolektif masyarakat Timor Leste, baik dalam masa pendudukan maupun pasca-kemerdekaan, melalui pemikiran Frankl, yang menekankan bahwa manusia tetap memiliki kebebasan batin untuk memberi makna pada penderitaannya. Konflik Timor Leste tidak hanya menyisakan luka sejarah, tetapi juga menyimpan potensi untuk penemuan makna eksistensial di tengah keterpurukan. Dengan merujuk pada prinsip-prinsip logoterapi, tulisan ini menunjukkan bagaimana individu dan komunitas di Timor Leste dapat mengubah penderitaan menjadi kekuatan batin, dan trauma menjadi kekuatan transformatif dalam membangun rekonsiliasi dan kemanusiaan. Studi ini berkontribusi pada pemahaman lintas-disiplin antara psikologi eksistensial dan studi konflik, serta menawarkan pendekatan spiritual-humanistik dalam merawat luka bangsa.
THE URGENCY OF REROOTING THE SHAME IN THE LIVES OF INDONESIAN POLITICIANS: An Ethical Philosophical Analysis Karwayu, Andreas; Karwayu , Andreas
Sapientia Humana: Jurnal Sosial Humaniora Vol 5 No 01 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jsh.v5i01.9254

Abstract

Shame is often ignored in Indonesian political discourse even though it is important in controlling the practical morality of politics and building public trust. Through library research methods, this article explores the relationship between shame, ethics and contemporary Indonesian political praxis. The view of this article is that shame, as an ability among various aspects of human emotion that shapes human behavior, has disappeared from the lives of Indonesian politicians. Shame, as a moral catalyst and also embedded in national culture, is ignored in the lives of politicians. This is proven by various forms of unethical behavior in Indonesian political life, which ultimately harms Indonesia's rational and moral democratic order. Indonesia's political landscape is now filled with intrigue, ambition and dishonesty, manifesting in corruption, collusion, nepotism, patronage, policies that are detrimental to the people and oligarchic spirit. Based on various sources of ethical theory and political phenomena in Indonesia, this article emphasizes that shame needs to be immediately rooted again, in a constructive direction. This can be achieved through ethics-based political education, electoral system reform, strengthening the role of the media, and implementing strict sanctions.  
Polarisasi Politik dalam Pemilu 2024: Pro dan Kontra Prabowo sebagai Presiden dalam bayang-bayang 1997/1998 Tadja, Seraphim Virgine; Seraphim Virgine Tadja; M. Asif Nur Fauzi
Sapientia Humana: Jurnal Sosial Humaniora Vol 5 No 01 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/z32tg022

Abstract

Indonesia’s 2024 presidential election marks a critical juncture in the country’s democratic development, characterized by increasing political polarization. Prabowo Subianto’s renewed candidacy has triggered intense public debate between supporters and critics. This polarization stems not only from ideological and political identity differences but is also reinforced by social media dynamics and lingering public memory of the 1997/1998 reform era, where Prabowo remains a controversial figure. This paper aims to analyze the causes of political polarization in the context of Prabowo’s candidacy, evaluate the arguments for and against him, and examine how historical narratives shape public perception. Employing a qualitative-descriptive method through literature review, the study finds that issues of human rights, militaristic leadership style, and political communication strategies significantly shape public opinion. While some reject Prabowo due to unresolved historical trauma, others see his transformation and leadership experience as valuable assets. This study concludes that political education and neutral media play a vital role in mitigating polarization and reinforcing the foundations of democracy.
The Power of Religion in Indonesia’s Public Sphere Discourses – A Philosophical Perspective Doweng Bolo, Andreas; Borgias, Fransiskus
Sapientia Humana: Jurnal Sosial Humaniora Vol 5 No 01 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jsh.v5i01.9548

Abstract

Makalah ini merupakan kajian tentang pembentukan dan praktik agama diskursif dalam ranah publik Indonesia. Agama merupakan salah satu dimensi fundamental dalam struktur politik Indonesia. Oleh karena itu, agama perlu direfleksikan secara rasional dan terbuka agar tidak terjebak pada pandangan eksklusif yang dapat mengarah pada fundamentalisme dan radikalisme. Filsafat telah menjadi mitra dalam diskusi agama sejak Era Yunani, diperkuat pada Abad Pertengahan, diperdebatkan pada Era Modern, dan mengalami proses redefinisi pada Era Postmodern. Eksplorasi kekuasaan agama dalam teks dan konteks Indonesia dimulai pada masa transisi dari Sukarno ke Suharto (1960–1998) hingga situasi terkini (1998–2023). Dalam dinamika tersebut, kekuasaan agama tampak mendominasi pola pikir dan tindakan masyarakat.
Pancasila sebagai Landasan Filosofis Hukum Negara Indonesia: Refleksi di tengah Carut-marut Permasalahan Hukum di Indonesia Sihombing, Edy Syahputra; Sutarno, Alfonsus; Sitepu, Robertus Reno
Sapientia Humana: Jurnal Sosial Humaniora Vol 5 No 01 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jsh.v5i01.9560

Abstract

Tulisan ini adalah respon kritis dan reflektif terhadap situasi implementasi hukum di Indonesia yang cenderung digunakan demi kepentingan politik partisan. Pancasila sebagai nilai filosofis dan ideologi negara Indonesia tentu menjadi dasar dan sumber nilai pelaksanaan hukum, namun dalam beberapa kasus yang terjadi belakangan ini, prinsip tersebut tampak terkikis. Fenomena tersebut tampak dalam hukum yang cenderung digunakan sebagai fungsi instrumentalisasi dan pragmatis untuk mengalahkan lawan politik atau juga melanggengkan dominasi kekuasaan. Fenomena tersebut berpotensi menciptakan apatisme masyarakat terhadap proses penegakan hukum sehingga kehilangan kepercayaan terhadap aparat penegak hukum. Tulisan ini dikaji dengan menggunakan pendekatan filosofis, mengkaji aspek yuridis normatif dengan analisis dan respon terhadap kebijakan dan keputusan hukum, dan pendekatan kritis dengan mempertimbangkan dimensi historis, ideologis, dan sosiologis dalam struktur hukum Indonesia Melalui studi literatur. Penelitian ini penting untuk memperluas wawasan literasi dan diskusi mengenai evaluasi ideologis dalam praktik hukum Indonesia khususnya yang berkaitan dengan nilai Pancasila. Selain itu, untuk memperluas wawasan demi menegaskan marwah nilai hukum yang mempunyai ruh dan integritas dalam nilai Pancasila.

Page 1 of 2 | Total Record : 12