cover
Contact Name
Hermansyah
Contact Email
jurnal.alqisthi@gmail.com
Phone
+6285255868284
Journal Mail Official
jurnal.alqisthi@gmail.com
Editorial Address
Jln. Teuku Umar No.8 Kelurahan Biringere Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai
Location
Kab. sinjai,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JAQ
ISSN : 23016876     EISSN : 27154750     DOI : https://doi.org/10.47030
Core Subject : Humanities, Social,
Al Qisthi: Jurnal Sosial dan Politik menerima artikel dari hasil penelitian (original research article) dan artikel telaah (review article) dari para akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang ilmu sosial dan politik, yang fokus dan ruang lingkupnya meliputi kajian: Ilmu Pemerintahan; Ilmu Politik Kebijakan Publik; Administrasi Publik; Manajemen Publik; Administrasi Pembangunan; Pembangunan Daerah.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "VOLUME 11 NOMOR 1, 2021" : 6 Documents clear
KONTRIBUSI PROGRAM AGROPOLITAN BERBASIS JAGUNG TERHADAP KONDISI EKONOMI PETANI JAGUNG DI PROVINSI GORONTALO MOCHAMMAD SAKIR
Al Qisthi Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 11 NOMOR 1, 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.079 KB) | DOI: 10.47030/aq.v11i1.87

Abstract

Program agropolitan jagung merupakan upaya kemandirian lokal pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mengurangi ketergantungan pada daerah lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur kontribusi program agropolitan berbasis jagung terhadap kondisi ekonomi petani jagung di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain survey dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui wawancara dengan para petani. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan t- test untuk menguji perbedaan nilai rata-rata kondisi ekonomi petani jagung tahun 2007 dan tahun 2020 dari program agropolitan berbasis jagung. Adapun responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah petani jagung yang mengikuti program agropolitan berbasis jagung tahun 2007 sampai 2020, dan merupakan petani pemilik lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program agropolitan berbasis jagung di Provinsi Gorontalo berkontribusi terhadap kondisi ekonomi petani jagung, berupa peningkatan luas kepemilikan lahan, produksi jagung dan pendapatan petani jagung, namun hasil penelitian juga menunjukkan adanya ketergantungan sebagian besar petani pada pedagang pengumpul atau tengkulak, yang merupakan suatu kondisi yang ingin dihilangkan oleh teori ketergantungan.
TRANSPARANSI PENYALURAN BANTUAN COVID-19 DALAM PERSPEKTIF PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR DINAS SOSIAL KEBUPATEN SIDENRENG RAPPANG ERFINA ERFINA; FITRIANI BAHARUDDIN; LUKMAN LUKMAN
Al Qisthi Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 11 NOMOR 1, 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.565 KB) | DOI: 10.47030/aq.v11i1.88

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui transparansi penyaluran bantuan Covid-19 dan faktor-faktor yang memengaruhi transparansi penyaluran bantuan Covid-19 di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sidenreng Rappang. Tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan satu variabel. Populasi pada penelitian ini ialah keseluruhan masyarakat penerima bantuan Covid-19 sebesar 11.348 dengan menggunakan teknik nonprobability sampling yaitu Sampling Insidental dengan ukuran sampel didapat sebesar 99 berdasarkan rumus Slovin. Observasi, kuisioner dan wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan dengan teknik analisis data menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistic 21. Hasil penelitian ini adalah penerapan indikator transparansi dalam penyaluran bantuan Covid-19 di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sidenreng Rappang berdasarkan hasil rekapitulasi variabel transpransi berada pada kategori baik dengan persentase 77%. Adapun faktor yang memengaruhi transparansi penyaluran bantuan Covid-19 yaitu faktor kesiapan kelembagaan dan komitmen para aktor berpengaruh sebesar 35,2%, faktor kriteria calon penerima berpengaruh sebesar 12,3%, faktor partisipasi masyarakat berpengaruh sebesar 11,2%, faktor mekanisme penyaluran berpengaruh sebesar 25%, dan faktor data sasaran yang tumpang tindih berpengaruh sebesar 12,9%.
MALPRAKTIK CALON LEGISLATIF PENGUSAHA DALAM PEMILIHAN LEGISLATIF DPR-RI TAHUN 2019 Irwan Tongari; Nur Iman Subono; Ariasa Hadibroto Supit
Al Qisthi Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 11 NOMOR 1, 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.696 KB) | DOI: 10.47030/aq.v11i1.89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa secara spesifik, strategi oknum calon legislatif yang berlatar belakang pengusaha dalam memenangkan kursi DPR RI pada masa bakti 2014-2019, dimana penyelenggaraan pemilihan umum di berbagai negara yang menjalankan sistem demokrasi perwakilan seperti di Indonesia hampir selalu disertai hadirnya berbagai pelanggaran. Pemilihan umum untuk memilih 575 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dilakukan setiap 5 tahun sekali di 80 daerah pemilihan (dapil) dalam 34 provinsi di seluruh Indonesia. Pemilihan umum ini pada tahun 2019 diikuti oleh 7.968 orang calon anggota legislatif dari 20 partai politik dengan berbagai macam latar belakang, mulai dari politisi partai politik, aktivis LSM maupun ormas, kalangan intelektual hingga kalangan pengusaha. Dalam ikhtiarnya untuk dapat memenangkan Pemilihan Umum, banyak perilaku malpraktik yang dilakukan oknum calon legislatif dengan latar belakang pengusaha. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan dalam bentuk kata-kata, gambar, dan bukan numerik. Penelitian yang merupakan studi kasus ini berupaya untuk melakukan eksplorasi secara mendalam terhadap program, kejadian, proses, aktivitas, terhadap pengalaman pribadi peneliti dalam mengikuti Pemilihan Umum Legislatif tahun 2019 Daerah Pemilihan Sumatera Selatan 1 . Penelitian ini digunakan untuk mengetahui bagaimana strategicalon legislatif DPR-RI pada pemilihan umum 2019 untuk memenangkan pemilihan, baik secara legal maupun illegal berupa praktik kecurangan yang dapat dilakukan oleh caleg berkekuatan logistik besar. Hasil penelitian menunjukan adanya korelasi yang kuat antara kekuatan logistik calon legislatif berlatar belakang pengusaha dengan tingkat kemenangan.
PENERAPAN BANTUAN PANGAN NON TUNAI DI KELURAHAN SAMAENRE KECAMATAN SINJAI TENGAH Syamsuddin Syamsuddin; Jusniaty Jusniaty
Al Qisthi Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 11 NOMOR 1, 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.892 KB) | DOI: 10.47030/aq.v11i1.90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Penerapan Bantuan Pangan Non Tunai yang diberikan kepada masyarakat di Kelurahan Samaenre Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai dimana diketahui bahwa Program bantuan sosial pangan yang sebelumnya merupakan Subsidi Rastra mulai ditransformasikan menjadi bantuan pangan non tunai (BPNT) pada 2017 di 44 kota terpilih, salah satunya di Kabupaten Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan. Tahap pertama pendistribusian KKS di 9 kecamatan pada tanggal 15-21 November 2018 dan tahap kedua pada tanggal 17-23 Desember 2018, dan untuk penyaluran komoditi di Kelurahan Samaenre Kecamatan Sinjai Tengah pada tanggal 2 Desember 2019. Saat ini, data penerima BPNT pada Agustus 2020 sebanyak 20.525 kepala keluarga (kk) di Kabupaten Sinjai, sedangkan di Kecamatan Sinjai Tengah itu sendiri terdiri dari Kelurahan dan beberaapa desa diantaranya Kelurahan Samaenre sebanyak 182 KK, Desa Baru sebanyak 211 KK, Desa Bonto sebnayak 214 KK, Desa Gantarang sebanyak 289 KK, Desa Kanrung sebanyak 343 KK, Desa Kompang sebanyak 361 KK, Desa Mattunreng Tellue sebanyak 191 KK, Desa Pattongko sebanyak 483 KK, Desa Saohiring sebanyak 302 KK, Desa Saotanre sebanyak 219 KK,dan Desa Saotengnga sebanyak 329 KK data tersebut berdasarkan data yang telah di input oleh Dinas Sosial di bulan Agustus 2020. Penelitian ini menggunakan tipe deskriptif kualitatif yang dimaksudkan untuk memberikan gambaran dan uraian yang jelas secara keseluruhan dari permasalahan yang ada mengenai penerapan bantuan pangan non tunai untuk mengentaskan kemiskinan. Informan yang digunakan yakni Koordinator Daerah Bantuan Pangan Non Tunai/ Program Sembako Dinas Sosial, Sekertaris Lurah, Tenaga Kesejahteran Sosial Kecamatan Dinas Sosial, Pemilik E- Warung/ Agen Penyaluran Komoditi Kelurahan Samaenre, serta masyarakat Sasaran atau penerima bantuan bahan pangan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Penerapan Bantuan Pangan Non Tunai yang di laksanakan di Kelurahan Samaenre, telah berjalan efektif. Namun Pihak Kelurahan dan Dinas Sosial perlu mengadakan perekapan ulang data masyarakat miskin di Kelurahan Samaenre.
PEMETAAN JEJARING STAKEHOLDER DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA LOKAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE SOCIAL NETWORK ANALYSIS (SNA) Muhlis Hafel; Julfi Jamil; Mohbir Umasugi; Milwan Milwan; Anfas Anfas
Al Qisthi Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 11 NOMOR 1, 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.962 KB) | DOI: 10.47030/aq.v11i1.91

Abstract

Pemerintah Kota Ternate, Pemerintah Kota Tidore Kepulaun dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat membangun suatu kerjasama dalam pengelolaan sumberaya lokal dibidang pertanian, Perikanan dan kelauatan serta Pariwisata dengan melibatkan sejumlah stakeholder dengan tujuan untuk membentuk pola hubungan dan jejaring yang efektif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumen yang behubungan dengan fokus penelitian. Teknik analisis data menggunakan Metode Social Network Analysis (SNA) yang dijelaskan secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada jejaring stakeholder terdapat beberapa aktor yang memiliki peran dalam pengelolaan sumberadaya lokal namun masih didominasi unsur pemerintah. Sementara pada nilai degree centrality untuk mengukur tingkat popularitas, nilai closeness centrality untuk mengukur tingkat kedekatan suatu stakholders dan nilai betweness centrality untuk melihat gambaran dominasi stakeholder dinyatakan bawah stakeholders Bappeda Kota Ternate, Bappeda Kota Tidore Kepulauan dan Bappeda Halmahera Barat menjadi stakeholder dominan sementara para petani, nelayan dan pekerja wisata dan pengusaha belum memiliki peran dan dominasi yang maksimal dalam pengelolaan sumberdaya lokal.
ANALISIS INOVASI LAYANAN SELULER PETERNAKAN TERINTEGRASI (LASAPI) DI KABUPATEN SINJAI Muhammad Lutfi; Umar Congge; Hermansyah Hermansyah
Al Qisthi Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 11 NOMOR 1, 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.01 KB) | DOI: 10.47030/aq.v11i1.92

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan inovasi pemerintah daerah dalam pelayanan publik di Kabupaten Sinjai melalui program Layanan Seluler Peternakan Terintegrasi (LA SAPI) di Kabupaten Sinjai. Menjadi menarik diteliti, mengingat inovasi ini dilakukan dengan menjadikan peternak sebagai obyek layanan dengan menggunakan media seluler. Layanan LA SAPI dilakukan dalam rangka memudahkan peternak dan masyarakat umum untuk berinteraksi dan membangun komunikasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai tanpa mengganggu aktivitas keseharian mereka. Untuk memahami bagaimana inovasi berdampak pada kebutuhan masyarakat, dalam penelitian ini menggunakan 6 (enam) kriteria untuk mengukur keberhasilan suatu produk inovasi, yakni: dampak, kemitraan, keberlanjutan, kepemimpinan dan pemberdayaan masyarakat, kesetaraan gender dan pengecualian sosial, serta inovasi dalam konteks lokal dan dapat ditransfer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Untuk pengumpulan data penelitian, diperoleh melalui wawancara mendalam, pemanfaatan data-data sekunder (dokumen), dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebuah produk inovasi tidak mesti membutuhkan anggaran/dana yang besar, tetapi yang utama adalah melibatkan warga dalam program tersebut serta nilai kemanfaatan bagi masyarakat dari produk inovasi tersebut. Selain itu, keberlangsungan inovasi tersebut penting untuk dijaga dan dapat ditransfer di tempat lain, agar dapat dirasakan oleh semua pihak secara terus menerus.

Page 1 of 1 | Total Record : 6