cover
Contact Name
Akhmad Habibullah
Contact Email
igj.upstegal@gmail.com
Phone
+6281272935113
Journal Mail Official
igj.upstegal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Halmahera No 1 Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal 52121
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Governance Journal (Kajian Politik-Pemerintahan)
ISSN : -     EISSN : 27211991     DOI : https://doi.org/10.24905/igj
Core Subject : Humanities, Social,
Good Governance; Decentralization and Regional Autonomy; Public Policy;Local Politic; Public Management and Governance; Resolution Conflict; General Election
Articles 64 Documents
Evaluasi Pelatihan Digital Marketing Pemerintah Kabupaten Sleman dalam Pemberdayaan UMKM di Tengah Krisis Pandemi Covid-19 Nita Aribah Hanif; Muhammad Eko Atmojo
INDONESIAN GOVERNANCE JOURNAL : KAJIAN POLITIK-PEMERINTAHAN Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.015 KB) | DOI: 10.24905/igj.5.1.2022.%p

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelatihan digital marketingyang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten dalam rangka memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai upaya dalam mendongkrak perekonomiannya di tengah Pandemic Covid-19. Masalah difokuskan pada sejauh mana pelatihan tersebut berdampak positif bagi UMKM. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori dari Daniel L. Stufflebeam (1973) yaitu teori evaluasi CIPP yang terdiri Context, Input, Process, dan Product. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara dan teknik dokumentasi kemudian dianalisis secara kualitatif dengan bantuan Nvivo12. Kajian ini menyimpulkan bahwa Dalam dimensi context, inisiatif penyelenggaraan pelatihan digital marketing yang dilakukan cukup menjawab problematika yang dihadapi UMKM terkait kesulitan pasar di tengah pandemic covid-19. Dalam dimensi input, yaitu ketersediaan sumber daya penunjang pelatihan ini, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman memiliki SDM, ketersediaan dana, serta sarana prasarana yang memadahi. Dalam dimensi process, menunjukan bahwa penyelenggaraan pelatihan digital marketing berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Kemudian dalam dimensi product, menunjukan bahwa pelatihan digital marketing yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Sleman belum efektif. Penyelenggaraan pelatihan digital marketing yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman belum sepenuhnya memenuhi teori evaluasi CIPP sebagaimana yang dikembangkan oleh Daniel L. Stufflebeam.
Model Optimalisasi Peran Perempuan dalam Pembangunan Desa Yuli Setyowati; Analius Giawa; Rema Marina
INDONESIAN GOVERNANCE JOURNAL : KAJIAN POLITIK-PEMERINTAHAN Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.271 KB) | DOI: 10.24905/igj.5.1.2022.%p

Abstract

Berdasarkan data BPS, Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) di Indonesia tahun 2019 sebesar 75,24 dan di tahun 2020 menunjukkan nilai 75,57, hal ini masih menunjukkan adanya ketimpangan gender. Kondisi ketimpangan gender juga terjadi di tingkat desa, dan terdapat lebih dari 75.000 desa yang tersebar di 34 provinsi Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran perempuan dalam pembangunan desa dan menemukan model yang relevan dengan kultur masyarakat untuk mengoptimalisasi peran perempuan di ruang-ruang publik yang tersedia. Penelitian ini dilakukan di Desa Dadapayu Semanu Gunung Kidul DIY, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara kolaboratif antara wawancara, observasi, Focus Group Disscussion (FGD), dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini dipilih secara purposif, terdiri dari Kepala Kalurahan Dadapayu, Perangkat Kalurahan, Ketua Program Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan para pegiat perempuan. Analisis data menggunakan model analisis interakstif yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu dengan melakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini adalah: 1) peran perempuan dalam pembangunan desa di Kalurahan Dadapayu tergolong baik dibuktikan dengan tingginya antusiasme dan partisipasi yang tinggi, namun belum didukung dengan adanya komitmen yang tinggi dari pemerintah desa dan tersedianya akses bagi perempuan untuk mengoptimalkan peran dalam pembangunan desa; 2) model optimalisasi peran perempuan dalam pembangunan desa meliputi beberapa dimensi yaitu: komitmen pemerintah desa, visi dan misi desa, kebijakan desa tentang perempuan, kepemimpinan kepala desa, aksesibilitas bagi perempuan melalui lembaga-lembaga desa, dan partisipasi perempuan.
Analisis Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa Proyek Hambalang Amin Sapto Saputro; Ulung Pribadi
INDONESIAN GOVERNANCE JOURNAL : KAJIAN POLITIK-PEMERINTAHAN Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.379 KB) | DOI: 10.24905/igj.5.1.2022.%p

Abstract

Artikel ini ini membahas dominasi aktor yang terlibat dalam korupsi proyek pengadaan untuk proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional Nasional (P3SON) di hambalang, yang melibatkan Andi Mallarangeng sebagai Kementerian Pemuda dan Olahraga pada saat itu. Secara metodologis, ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan keputusan Mahkamah Agung No. 2427 K / Pid.sus / 2014 sebagai basis data. Untuk mempertajam analisis, peneliti menggunakan Crosstab Query pada aplikasi Nvivo 12 plus. Penelitian ini menemukan bahwa adanya tiga aktor yang paling dominan dalam kasus hambalang ini. Andi Mallarangeng sebagai Kementerian Pemuda dan Olahraga, kemudian Wafid Muharram sebagai Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga dan juga KSO Adhi-Wika sebagai pihak yang mengusulkan untuk memenangkan lelang proyek Hambambalang.
Upaya Non-Government Organization (NGO) dalam Pencegahan Korupsi di Daerah Irwan Abdu Nugraha; Isna Laily Arofati; Dwian Hartomi Akta Padma Eldo
INDONESIAN GOVERNANCE JOURNAL : KAJIAN POLITIK-PEMERINTAHAN Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.158 KB) | DOI: 10.24905/igj.5.1.2022.%p

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Non-Government Organization (NGO) dalam pencegahan korupsi ditingkat Daerah. Penelitian ini berfokus kepada NGO Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) yang ada di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. GMPK merupakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang pencegahan dan pemberantasan korupsi mulai dari tingkat pusat sampai saat sekarang ini sudah tersebar di daerah-daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa teknik observasi, wawancara dengan stakeholder, dan telaah dokumendan sumber referensi untuk mendapatkan data yang mendalam darinarasumber. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa peran organisasi GMPKdalam melakukan pencegahan korupsi dilakukan dengan beberapa kegiatan yaitu pendidikan anti korupsi untuk segala kelompok usia, rencana GMPK ikut serta dalam mengawasi dana desa, serta pendampingan dalam pelaporan kasuskorupsi. Meskipun dalam melaksanakan perannya dalam pencegahan korupsi organisasi GMPK belum maksimal, namun dengan adanya organisasi GMPKcukup membantu pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam melakukanpencegahan korupsi dilingkungannya.
Collaborative Governance dalam Pengembangan Kampung Majapahit Sebagai Desa Wisata di Desa Bejijong Kecamtan Trowulan Kabupaten Mojokerto Dynda Safitri Vandayani; Agus Widiyarta
INDONESIAN GOVERNANCE JOURNAL : KAJIAN POLITIK-PEMERINTAHAN Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.544 KB) | DOI: 10.24905/igj.5.1.2022.%p

Abstract

Pembangunan dan pengembangan potensi desa berbasis wisata pedesaan atau desa wisata saat ini menjadi daya tarik tersendiri di Indonesia. Salah satunya yaitu pengembangan Kampung Majapahit sebagai Desa Wisata di Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Dengan mengusung Konsep desa one village multiproduct, desa wisata ini menawarkan beragam produk wisata. Dengan konsep tersebut pula Desa Wisata Majapahit Bejijong terpilih menjadi 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis collaborative governance dalam pengembangan Desa Wisata di Kampung Majapahit Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini dianalisis menggunakan model collaborative governance dari Ansell and Gash yang memiliki empat variable yaitu kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaborasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode observasi dan wawancara dalampengumpulan data. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa model kolaborasi pengembangan Kampung Majapahit sebagai Desa Wisata di Desa Bejijong melibatkan beberapa pihak, diantaranya Pemerintah Desa Bejijong, Pemerintah Kabupaten Mojokerto, masyarakat, dan pihak swasta yaitu dari Yayasan Lumbini Buddha Parini Bana. Dalam penelitian ini juga dijelaskan bahwa proses kolaborasi telah dilaksanakan dengan baik meskipun masih ada beberapa kekurangan dan kendala, namun hal tersebut dapat diatasi dengan baik dan tidak mengganggu proses kolaborasi.
Implikasi Belanja Modal dan E-Government Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah di Bangka Belitung dan Sumatera Selatan Ibnu Hamzami Ulfi; Nunuy Nur Afiah; Sri Mulyani
INDONESIAN GOVERNANCE JOURNAL : KAJIAN POLITIK-PEMERINTAHAN Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.661 KB) | DOI: 10.24905/igj.5.2.2022.70-83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh belanja modal dan implementasi e-government terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. Populasi dalam penelitian ini adalah pemerintah daerah di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan pengambilan sampel purposive dan waktu pengamatan selama 3 tahun, yang menghasilkan 45 data observasional. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi data panel dengan pendekatan random effect model (REM). Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa belanja modal secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan yang diukur dengan rasio independensi. Pelaksanaan e-government berpengaruh positif dan berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan. Kemudian belanja modal dan pelaksanaan e-government secara bersamaan berpengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja keuangan
Analisis Collaborative Governance dalam Penyelenggaraan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Sungai Rambutan Retno Susilowati; Khairunnas Khairunnas; Rahmat Rafinzar; Maudy Noor Fadhlia
INDONESIAN GOVERNANCE JOURNAL : KAJIAN POLITIK-PEMERINTAHAN Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.669 KB) | DOI: 10.24905/igj.5.2.2022.96-111

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi kondisi Demografi Desa Sungai Rambutan yang heterogen dan merupakan kawasan Kota Terpadu Mandiri dan sebagai desa pusat pengembangan dan riset di Ogan Ilir. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyelenggaraan musrenbangdes dalam perspektif collaborative governance dan menggambarkan model aksi kolaborasi yang dapat diterapkan dalam penyelenggaraan Musrenbangdes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan Wawancara mendalam dengan key informan, observasi, dan tinjauan pustaka. Selanjutnya data yang diperoleh dari hasil wawancara diolah dengan menggunakan Software NVIVO 12 Plus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan Musrenbangdes di Desa Sungai Rambutan belum maksimal. Minimnya sosialisasi dan pengetahuan terkait musrenbangdes berdampak terhadap rendahnya partisipasi masyarakat dan tidak terselenggaranya serap aspirasi dalam bentuk musyawarah bertingkat dari level dusun. Selain itu penyelenggaraan musrenbangdes di Desa Sungai Rambutan juga terkendala ketersediaan anggaran dalam mengakomodir mayoritas usulan pembangunan fisik yang membutuhkan anggaran yang besar. Melalui Penelitian ini peneliti memberikan rekomendasi model tindakan kolaborasi dalam pelaksanaan musrenbangdes yang melibatkan akademisi dan pihak swasta sebagai bentuk pemecahan masalah.
Upaya Pemerintah Desa Dalam Optimalisasi Komunikasi Pemberdayaan Keluarga Menuju Desa Layak Anak Yuli Setyowati; Fadjarini Sulistyowati; Habib Muhsin
INDONESIAN GOVERNANCE JOURNAL : KAJIAN POLITIK-PEMERINTAHAN Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.039 KB) | DOI: 10.24905/igj.5.2.2022.112-128

Abstract

Pemerintah Desa Gilangharjo berusaha mencapai target Desa Layak Anak sesuai target Pemerintah Kabupaten Bantul tahun 2024 menjadi Kabupaten Layak Anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya-upaya komunikasi pemberdayaan keluarga dalam mewujudkan Desa Layak Anak. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, FGD, observasi, dan dokumentasi. Informan berjumlah 19 orang yang dipilih secara purposive sesuai dengan tujuan penelitian. Kesimpulan yang didapat menjelaskan bahwa upaya-upaya komunikasi pemberdayaan keluarga dalam rangka mewujudkan desa layak anak meliputi: komunikasi pemberdayaan di bidang kesehatan, komunikasi pemberdayaan keluarga di bidang pendidikan melalui program Karang Taruna Mengajar, komunikasi pemberdayaan keluarga di bidang hukum, komunikasi pemberdayaan melalui Forum Anak, dan komunikasi pemberdayaan melalui peningkatan keterampilan membatik. Upaya ini sangat didukung oleh pihak Pemerintah Desa yang diwujudkan dalam komitmen pemerintah desa melalui penerbitan Surat Keputusan tentang Desa Layak Anak, keterlibatan lembaga-lembaga masyarakat, dunia usaha dan media massa dalam pemenuhan hak anak, serta kolaborasi antar berbagai komponen desa.
EVALUATION OF LOCAL GOVERNMENT CAPACITY IN SUPPORTING SMART GOVERNMENT ASPECTS (SAMARINDA CITY CASE STUDY) Rizky Arif Nugroho; Andi Atikah Melinda Septiana
INDONESIAN GOVERNANCE JOURNAL : KAJIAN POLITIK-PEMERINTAHAN Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/igj.6.1.2023.37-44

Abstract

Samarinda City, according to Samarinda Long Term Planning, was directed to be a sustainable city with a smart city as its foundation. The plan was in line with the Movement to 100 Smart Cities in Indonesia. Therefore, Samarinda City compiled Masterplan of Samarinda Smart City 2017-2002 to support the movement. The local government’s capacity to support the smart government concept had to be addressed by evaluating variables for enhancing the capacity using the scoring method. As stated in the Internal Affair Minister’s presentation on Smart City Development, the sample populations are government bodies. Regarding scoring analysis using each collected respondent response, Samarinda City scored point accounted for 2.1 meaning MEDIUM.
LOCAL GOVERNMENT'S ROLE IN RAISING TOURISM INCOME: A CASE STUDY IN MASAWAH VILLAGE, PANGANDARAN Muhammad Gustira Triawan; Dede Sri Kartini; Iyep Saefulrahman; Naufal Rizky Albarkah; Shofi Siti Solihah; Naufaldy Rizkiansyah; Qothrunnada Qothrunnada
INDONESIAN GOVERNANCE JOURNAL : KAJIAN POLITIK-PEMERINTAHAN Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/igj.6.1.2023.45-59

Abstract

The tourism sector is used by the Indonesian government because it is considered one of the sources of income, one of which is the Masawah Village, Pangandaran. However, the formulation of policies and their execution to increase income must be appropriate. So, a study was conducted with a descriptive-qualitative method to find out the factual conditions in Masawah Village, Pangandaran. Then, a field study was carried out using an interview method with stakeholders from both the government and the community. This method is considered suitable for use because the data collected is focused on actual problems through the processes of collecting, compiling, processing, and drawing conclusions accompanied by objective results. In this study, it was found that when determining policy goals, attention must be paid to people's aspirations and their needs. Furthermore, it was also found that the utilization of tourism's potential to increase regional income has not been maximized.