cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung C - Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : 26560615     DOI : -
Core Subject : Education,
Konferensi ini diadakan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta untuk mewadai ide-ide baru dalam bidang Penelitian Matematika.
Articles 373 Documents
Analisis K-Means Cluster untuk Pengelompokan Kabupaten /Kota di Jawa Barat berdasarkan Indikator Masyarakat Soemartini, S; Supartini, Enny
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2017: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.988 KB)

Abstract

Analisis kluster merupakan salah satu metode Multivariat yang bertujuan untuk mengelompokkan objek berdasarkan kemiripan atau tidaknya berdasarkan karakteristiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan 27 Kab/Kota di Jawa Barat berdasarkan indikator kesejahteraan Rakyat dan untuk mendapatkan prioritas dalam program-program pembangunan dari pemerintah agar tepat sasaran, yang sangat tergantung pada ketepatan pengidentifikasian target group dan target area . Dengan menggunakan K-Means yang merupakan salah satu metode pengklasteran yang paling banyak digunakan sebagai alternative metoda klaster, Hal ini dikarenakan memiliki ketepatan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan metode Hirarki. Metoda K –Means dapat digunakan untuk menjelaskan algorima dalam penentuan suatu objek ke dalam klaster tertentu berdasarkan rataan terdekat dan mudah diimplementasikan dan berdasarkan hasil, kluster pertama terdiri 8 Kab/kota,dan kluster kedua terdiri dari 19 Kab/kota dengan nilai CCR sebesar 96.3 % dan APER sebesar 3,7 % ini menunjukkan bahwa klasifikasi yang terbentuk memiliki tingkat ketepatan yang sangat tinggi juga merupakan pengklasteran secara partitioning yang memisahkan ke dalam kelompok yang berbeda.
Sektor Ekonomi dan Pendapatan Rumah Tangga Pedesaan di Provinsi Jawa Tengah (Analisa Sistem Neraca Sosial Ekonomi) Subanti, Sri; Kurniati, Edy Dwi; Hartatik, H; Yuniarti, Dini; Hakim, Arif Rahman
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2017: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.056 KB)

Abstract

Paper ini bertujuan untuk mengetahui peran sektor ekonomi terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga pedesaan di provinsi Jawa Tengah. Paper ini menggunakan data Sistem Neraca Sosial Ekonomi Provinsi (SNSE) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2004. Sektor ekonomi dalam paper ini terbagi menjadi 6 sektor sesuai deskripsi yang terdapat dalam data SNSE. Analisa dalam paper ini menggunakan pengganda neraca atau account multiplier. Temuan paper ini, (1) sektor keuangan, real estate, dan jasa berkonstribusi paling besar dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga di pedesaan; (2) sektor pertambangan, industri pengolahan kecuali makanan, listrik, gas, dan air minum berkonstribusi paling kecil dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga di pedesaan; dan (3) hanya sektor pertanian tanaman lain, kehutanan, dan perburuan yang konstribusinya terhadap peningkatan rumah tangga pedesaan berpendapatan rendah lebih kecil dibandingkan rumah tangga pedesaan berpendapatan tinggi. Rekomendasi paper ini adalah pemerintah dapat terus mendorong perkembangan sektor keuangan, real estate, dan jasa agar dapat lebih berperan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga pedesaan khususnya bagi rumah tangga dengan pendapatan rendah.
Klasifikasi Curah Hujan Berdasarkan Data Satelit Mtstat dengan Metode Bayesian Zulhanif, Z; Jaya, I Gede Nyoman Mindra
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2017: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.124 KB)

Abstract

Metode Bayesian Klasifikasi merupakan metode pengklasifikasian probabilistik berdasarkan berdasarkan teorema Bayes. Metode ini mengasumsikan bahwa keberadaan (atau ketidaberadaan) dari atribut tertentu dari suatu kelas adalah tidak terkait dengan keberadaan (atau ketidaberadaan) dari setiap atribut lain baik pada kelas yang sama maupun yang berbeda. Klasifikasi Bayes menganggap semua atribut berkontribusi secara independent untuk mengklasisfikasikan suatu pengamatan kedalam suatu kelas tertentu. Pada makalah ini akan diterapkan motode bayes dalam pengklasifikasikan curah hujan berdasarkan intesitas curah hujan adapun hasil penelitian ini adalah model klasifikasi curah hujan yang akan dipergunakan dalam memprediksi klasifikasi curah hujan.
Hubungan Konsep Ruang Ume Kbubu Desa Kaenbaun Kabupaten Timor Tengah Utara dengan Konsep Geometri Amsikan, Stanislaus; Nahak, Selestina
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2017: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.841 KB)

Abstract

Masyarakat Desa Kaenbaun memiliki rumah adat yang disebut ume kbubu. Ume kbubu adalah bangunan rumah adat berbentuk bulat dengan atap terbuat dari alang-alang yang hampir menyentuh tanah. Ume kbubu yang ada di Desa Kaenbaun terdiri dari empat jenis yaitu ume kbubu dapur keluarga, ume kbubu anak laki-laki pertama, ume kbubu orang tua, dan ume kbubu induk suku. Dalam peneltian ini hanya meninjau ume kbubu induk suku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan konsep ruang ume kbubu dengan konsep geometri pada pembelajaran matematika di sekolah dasar dan menengah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ruang ume kbubu memiliki hubungan dengan pembelajaran konsep geometri dasar yang dipelajari di sekolah dasar dan sekolah menengah, seperti pengenalan bentuk bangun datar dan bangun ruang, yaitu lingkaran, kerucut, dan selinder atau tabung.
Analisis Kestabilan Bebas Penyakit Model Epidemi CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) pada Tanaman Jeruk dengan Fungsi Respon Holling Tipe II Padilah, Tesa Nur; Fauji, Najmudin
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2017: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.077 KB)

Abstract

Jeruk merupakan komoditas buah-buahan penting di Indonesia. Namun, usaha peningkatan produksi jeruk masih mengalami hambatan, salah satunya akibat penyakit CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration). Penyakit CVPD dapat ditemukan pada semua jenis jeruk di Indonesia. Bagian tanaman yang terserang parah biasanya mengering secara perlahan-lahan kemudian mati, sedangkan serangan ringan mengakibatkan pertumbuhannya terhambat. Penyebaran penyakit CPVD pada jeruk dapat dimodelkan dalam suatu model matematis yaitu model epidemi antara tanaman jeruk sebagai inang dengan serangga Diaphorina Citri (kutu loncat) sebagai hama (vektor). Pada model ini, respon pemangsaan mengikuti fungsi respon Holling Tipe II. Analisis model dilakukan dengan menganalisis kestabilan titik ekuilibrium bebas penyakit dan angka rasio reproduksi dasar. Model ini memiliki satu titik ekuilibrium bebas penyakit. Analisis perilaku model menunjukkan bahwa jika nilai angka rasio reproduksi dasar kurang dari satu, maka titik ekuilibrium tersebut bersifat stabil asimtotik lokal. Ini berarti, untuk jangka waktu tertentu populasi akan bebas dari penyakit. Simulasi model dengan menggunakan software Maple 13 sejalan dengan analisis perilaku model. Berdasarkan angka rasio reproduksi dasar diperoleh bahwa pengendalian yang dapat dilakukan agar populasi bebas dari penyakit CVPD diantaranya dengan pemusnahan tanaman sakit, penggunaan pestisida yang dapat mengendalikan populasi vektor, dan pengadaan bibit jeruk bebas penyakit.
Profil Provinsi di Indonesia Berdasarkan Sarana Pelayanan Kesehatan Menggunakan Analisis Korespondensi Purwandari, Titi; Hidayat, Yuyun
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2017: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.309 KB)

Abstract

Program Lingkungan Sehat bertujuan untuk mewujudkan mutu lingkungan hidup yang sehat melalui pengembangan sistem kesehatan wilayah. Kesehatan lingkungan merupakan suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dengan lingkungan dan untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan provinsi provinsi di Indonesia berdasarkan sarana pelayanan kesehatan , hal ini dapat memberikan informasi dan rekomendasi kepada pemerintah Indonesia dalam membuat kebijakan kebijakan di sektor kesehatan . Data yang digunakan bersumber dari Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil analisis menggunakan analisis korespondensi diperoleh peta pengelompokan 34 provinsi provinsi di Indonesia berdasarkan 9 variabel sarana pelayanan kesehatan dan peta yang dihasilkan dapat memberi informasi mengenai profil provinsi provinsi di Indonesia dan peta dua dimensi yang dihasilkan dapat mewakili informasi pengelompokan provinsi provinsi di Indonesia berdasarkan indikator sarana pelayanan kesehatan sebesar 79,4 %.
Pemodelan Ketertinggalan Daerah di Indonesia Menggunakan Analisis Diskriminan Purwandari, Titi; Hidayat, Yuyun
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2017: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.298 KB)

Abstract

Kemajuan pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat di Indonesia tidak selalu sama dan merata, hal ini mengakibatkan adanya kesenjangan antar wilayah. Pembangunan daerah tertinggal merupakan upaya terencana untuk mengubah suatu daerah yang dihuni oleh komunitas dengan berbagai permasalahan sosial ekonomi dan keterbatasan fisik, menjadi daerah yang maju dengan komunitas berkualitas hidup sama atau tidak jauh tertinggal dibandingkan dengan masyarakat Indonesia lainnya. Berdasarkan hal tersebut di atas, diperlukan program pembangunan daerah tertinggal yang lebih difokuskan pada percepatan pembangunan di daerah yang kondisi sosial, budaya, ekonomi, keuangan daerah, aksesibilitas, serta ketersediaan infrastruktur masih tertinggal dibanding dengan daerah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sejumlah variabel pengamatan terhadap penetapan daerah tertinggal dan daerah tidak tertinggal di Indonesia. Kegunaan dari penelitian ini adalah memberi rekomendasi kepada instansi terkait dalam membuat kebijakan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang dikumpulkan Badan Pusat Statistik. Metode yang digunakan adalah analisis diskriminan. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa terdapat 2 variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap pengklasifikasian daerah tertinggal atau tidak tertinggal dengan ketepatan pengklasifikasian sebesar 87.8 %.
Hubungan Motif Kain Tenun Masyarakat Suku Dawan – Timor dengan Matematika Sekolah Deda, Yohanis Ndapa; Disnawati, Hermina
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2017: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.196 KB)

Abstract

Motif kain tenun masyarakat suku dawan merupakan motif warisan nenek moyang yang terus dilestarikan. Dalam makalah ini hanya membahas tiga motif kain tenun, yaitu Motif Buna, Motif Sotis, dan Motif Futus. Motif kain tenun pada masyarakat suku dawan dapat berfungsi sebagai pengenal asal-usul seseorang yang mengenakan kain tenun tersebut. Kain tenun biasanya digunakan pada ritus-ritus adat, penjemputan tamu, dan acara kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan ketiga motif kain tenun dengan konsep matematika sekolah dasar dan menengah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Motif Buna, Motif Sotis, dan Motif Futus memiliki hubungan dengan pembelajaran konsep geometri yang dipelajari di sekolah dasar dan sekolah menengah, seperti pengenalan konsep segi empat , garis lurus, dan konsep pencerminan.
Analisis Perubahan Kelompok Berdasarkan Indikator Kesejahteraan Rakyat Tahun 2010-2015 di Provinsi Jawa Tengah Rukini, R
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2017: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.413 KB)

Abstract

Pembangunan wilayah yang strategis dan berkualitas menjadi harapan di setiap daerah. Perlu disadari bahwa arah dan tujuan pembangunan nasional mengisyaratkan bahwa segala usaha dan kegiatan pembangunan harus dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat, dan hasil-hasil yang dicapai harus dapat dinikmati merata. Beberapa kabupaten/kota memiliki karakteristik yang sama dan berbeda-beda.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik kabupaten/kota dan untuk mengetahui perubahan hasil pengelompokan kabupaten/kota berdasarkan indikator kesejahteraan rakyat pada tahun 2010 dan 2015 di Provinsi Jawa Tengah. Analisis yang digunakan yaitu statistika deskriptif, analisis biplot dan analisis cluster. Hasil analisis biplot dalam penelitian ini memberikan penyajian yang cukup baik yaitu sebesar 91,6 persen di tahun 2010 dan 92,8 persen di tahun 2015 dari total keragaman data yang sebenarnya. Dalam kurun enam tahun telah terjadi perubahan karakteristik kabupaten/kota, hal ini terlihat pada perubahan posisi antar kabupaten/kota, kuadran maupun perubahan kelompok kabupaten/kota berdasarkan indikator kesejahteraan rakyat tahun 2010 dan 2015.
Pola Keterkaitan Spasial Berdasarkan Produksi Pajale (Padi Jagung Kedelai) di Kabupaten Grobogan Tahun 2015 Rukini, R
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2017: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.559 KB)

Abstract

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya, kebutuhan masyarakat terhadap bahan makanan padi, jagung dan kedele (pajale) juga terus mengalami peningkatan. Kementerian Pertanian lewat Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus PAJALE) yang diluncurkan April 2015 terus digulirkan. Pelaksanaan upsus di Provinsi Jawa Tengah dilakukan di 5 Kabupaten yang merupakan sentra produksi pajale yaitu Kabupaten Grobogan, Sragen, Karanganyar, Boyolali dan Kabupaten Blora. Sentra produksi pajale di 5 kabupaten tersebut merupakan wilayah yang berdekatan. Hal ini dimungkinkan karena faktor kedekatan antar wilayah yang dimungkinkan ada pengaruhnya. Penelitian ini ingin mencoba memberikan gambaran pola penyebaran produksi pajale menurut kecamatan di Kabupaten Grobogan melalui metode pendekatan spasial. Mengetahui fenomena keterkaitan wilayah berdasarkan produksi pajale yang ditunjukkan dalam pola korelasi spasialnya. Penentuan hubungan antara keterkaitan wilayah digunakan metode Indeks Moran. Hasil analisis keterkaitan dan pola spasial kecamatan di Kabupaten Grobogan berdasarkan produksi pajale, diperoleh nilai indeks moran 0,0837138 untuk produksi padi, nilai indeks moran untuk produksi jagung sebesar 0,303074 dan 0,225627 merupakan nilai indeks moran untuk produksi kedelai. Nilai indeks moran di kisaran 0 <I ≤ 1 menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif tetapi korelasi kecil dan indeks ini memiliki pola spasial yang menggerombol (clustered)