cover
Contact Name
Rani Nooraeni
Contact Email
raninoor@stis.ac.id
Phone
+6221-8191437
Journal Mail Official
semnas@stis.ac.id
Editorial Address
https://prosiding.stis.ac.id/index.php/semnasoffstat/about/contact
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Official Statistics
prosiding seminar ini bertujuan untuk menghasilkan berbagai pemikiran solutif, inovatif, dan adaptif terkait isu, strategi, dan metode yang memanfaatkan official statistics
Articles 729 Documents
DAMPAK PERTUMBUHAN EKONOMI MITRA DAGANG TERHADAP NILAI EKSPOR INDONESIA Ghani Rahman Aziz; Ariful Romadhon
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.095 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.618

Abstract

Pandemi Covid-19 telah menjadi kekhawatiran bagi negara-negara di seluruh dunia terutama dampak yang kemungkinan timbul ke pertumbuhan ekonomi negaranya. Banyaknya negara-negara yang telah resmi mengumumkan mengalami resesi atau kontraksi ekonomi telah menjadi kekhawatiran khususnya bagi pemerintah Indonesia. Hal ini karena Indonesia menerapkan perekonomian terbuka tidak terlepas dari keterikatan pada kegiatan ekspor-impor dengan negara-negara mitra dagang. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar -5,32% pada kuartal kedua tahun 2020 menjadi peringatan dini bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang tepat agar Indonesia tidak ikut terjebak dalam jurang resesi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengaruh pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang terhadap nilai ekspor Indonesia dengan periode waktu semester 1 tahun 2019 (normal era) dan 2020 (new normal era) sebagai variabel indikator menggunakan metode regresi linear berganda dengan efek interaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang berpengaruh signifikan terhadap nilai ekspor Indonesia dan nilai ekspor Indonesia pada periode new normal era lebih tinggi secara persentase dibandingkan pada periode normal era. Adanya pengaruh pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang terhadap nilai ekspor Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah Indonesia untuk merumuskan kebijakan yang tepat agar Indonesia tidak ikut terjerumus ke jurang resesi ekonomi. Di sisi lain, nilai ekspor Indonesia pada new normal era yang lebih tinggi dibandingkan pada normal era menjadi peluang dan kesempatan yang bisa dimanfaatkan pemerintah untuk membantu menyelamatkan perekonomian Indonesia dari jurang resesi ekonomi.
ANALISIS PENAWARAN DAN PERMINTAAN DAGING AYAM RAS DI INDONESIA TAHUN 1984-2017 Fahmi Yusuf Adiwijoyo; Dewi Purwanti
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.266 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.620

Abstract

Daging ayam ras merupakan salah satu sumber protein. Daging ayam ras merupakan protein yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Tingkat konsumsi daging ayam ras juga cenderung meningkat setiap tahunnya. Begitupula dengan produksi daging ayam ras Indonesia yang masih bisa memenuhi kebutuhan daging ayam ras bahkan mengalami surplus. Namun untuk harga domestik daging ayam ras Indonesia menunjukkan peningkatan harga setiap tahunnya. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran daging ayam ras Indonesia. Penelitian ini menggunakan model persamaan simultan dengan estimasi 2SLS. Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi daging ayam ras dipengaruhi signifikan oleh pendapatan perkapita, perubahan pertumbuhan harga domestik daging ayam ras, dan jumlah penduduk. Sedangkan produksi daging ayam ras dipengaruhi signifikan oleh perubahan pertumbuhan harga domestik daging ayam ras, populasi ayam ras, dan lag impor daging ayam ras. Hasil dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa daging ayam ras merupakan barang normal.
PENGARUH PARAMETER METEOROLOGI TERHADAP PENURUNAN KASUS COVID-19 DI DKI JAKARTA You Ari Faeni; Adina Astasia; Mukti Riadi
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.724 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.628

Abstract

Kasus positif covid-19 di Jakarta menunjukkan tren yang terus meningkat. Beberapa studi menyatakan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi penyebaran penyakit menular (covid-19) adalah parameter meteorologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter meteorologi terhadap pertambahan kasus covid-19 di DKI Jakarta. Variabel respon pada penelitian ini adalah pertambahan kasus covid-19 di DKI Jakarta, sementara variabel prediktornya adalah data parameter meteorologi harian dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang meliputi kelembapan rata-rata, temperatur rata-rata, temperatur maksimum, temperatur minimum, dan lamanya penyinaran matahari. Metode Generalized Additive Model (GAM) digunakan dalam penelitian ini karena varibel respon berdistribusi tidak normal. Penelitian ini berkesimpulan bahwa variabel temperatur dan kelembapan udara berpengaruh negatif terhadap fluktuasi kasus covid-19 di Jakarta. Semakin meningkat temperatur (rata-rata dan maksimum) maupun kelembapan udara maka semakin sedikit pertambahan kasus covid-19 di Jakarta, begitu juga sebaliknya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk menekan pertambahan kasus covid-19 di Indonesia.
KETIMPANGAN PENDIDIKAN DI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2019 DAN DETERMINANNYA Dewi Cahaya Fitri; Yaya Setiadi
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.802 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.629

Abstract

The issue of equitable education is one of the issues that needs to be taken seriously. This is in line with the fourth objective of the SDGs (Sustainable Development Goals) which proposes education in 2030, ensuring that all females and males complete free, equal and quality primary and secondary education, which leads to relevant learning outcomes and effective. Equitable education is related to educational inequality in an area. Inequality in education is one of the problems that must be resolved because, as stated in the UUD 1945 Pasal 31 that every citizen has the right to education. Unfortunately, the fulfillment of educational equality has still not been fully realised. This is shown by the high of Mean Years of Shooling (MYS) in Kendari which exceeds all MYS in districts/cities of DKI Jakarta which are not followed by other districts in Sulawesi Tenggara. This study aims to determine the description of educational inequality in Sulawesi Tenggara as measured by the 2019 Gini Coefficient of Education and its determinants with multiple linear regression methods. The results showed that the Literacy Rate significantly influenced Gini Coefficient of Education while the percentage of poor population and the percentage of the education budget did not significantly influence Gini Coefficient of Education in Sulawesi Tenggara 2019.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENYERAPAN TENAGA KERJA IBS PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2019 Adinda Haya Shafira; Krismanti Tri Wahyuni
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.868 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.633

Abstract

The success of a country's economic development is determined by its human resources, but a large population does not always guarantee the success of development, and can even become a burden for the sustainability of development if it cannot be utilized optimally. Apart from having a role as the main sector in economic development, the industrial sector also has the potential to absorb a large number of workers. However, the fact is that East Java Province has not been able to fulfill this, where the absorption of labor in the industrial sector is still behind compared to the agricultural and trade sectors even though the industrial sector is the leading sector and the largest contributor to GRDP of East Java Province. The purpose of this study is to identify, describe, and analyze the factors that affect the employment of large and medium industries in East Java Province in 2019. The method used is multiple linear regression analysis (RLB). The results of the analysis show that at least one independent variable has a significant effect on the absorption of labor in the large and medium industrial sector in East Java Province in 2019. Partially, the variable number of companies and GRDP has a significant and positive effect on employment in the large and medium industrial sector in East Java Province in 2019. 2019. Meanwhile, the UMK variable does not have a significant effect on the absorption of labor in the large and medium industrial sector in East Java Province in 2019, because the increase in wages is a burden for the company.
RE-INVENTING GINI RASIO DATA PENGELUARAN (KONSUMSI): KETIMPANGAN HARGA (GINI BIAS) ATAU KETIMPANGAN KESEJAHTERAAN (GINI RIIL) Hermanto Hermanto; Dyah Pembayun Indrijatmiko
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.34 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.634

Abstract

Indeks gini menjadi salah satu sasaran pokok kinerja kabinet Presiden Jokowi, tertuang dalam RPJMN 2015-2019 dan RPJMN 2020-2024. Untuk memenuhi indikator indeks gini tersebut, digunakan data pengeluaran bersumber Susenas sebagai pendekatan dari data pendapatan. Hal ini sesuai rekomendasi United Nations pada negara-negara yang pencatatan keuangannya masih rendah. Data pengeluaran yang digunakan dalam Susenas selama ini mencatat konsumsi makanan dan bukan makanan pada rumah tangga. Sementara kita ketahui bersama dengan ciri Indonesia sebagai negara kepulauan, faktor luasnya dan hambatan geografis, menjadi salah satu kendala distribusi pasokan kebutuhan masyarakat. Sehingga besaran rupiah yang sama, belum tentu dapat dibelanjakan dengan jumlah yang sama antar wilayah di Indonesia. Kondisi hasil bias karena disparitas ini akan terjadi jika menggunakan hasil data pengeluaran Susenas secara langsung seperti berlaku selama ini. Bias terutama karena indeks gini digunakan untuk melihat kondisi ketimpangan kesejahteraan di masyarakat. Untuk itu maka perlu dilakukan upaya mengurangi dampak bias disparitas terutama harga pada data pengeluaran Susenas. Agar diperoleh hasil indeks gini yang menggambarkan kondisi ketimpangan kesejahteraan di masyarakat sebenarnya. Metode yang digunakan untuk mengurangi bias dari data pengeluaran Susenas ini yaitu dengan melakukan konversi data pengeluaran Susenas ke dalam satuan yang seragam kemampuan daya belinya di semua wilayah, dimana disparitas terjadi. Beberapa opsi pilihan sebagai konversi dilakukan, namun pilihan akhir pada garis kemiskinan (GK). Pilihan GK sebagai konversi data pengeluaran Susenas, dikarenakan keterbandingan waktu, bundle consumption, bebas nilai serta kontinu. GK sendiri merupakan pendekatan kebutuhan dasar (basic needs approach). Sehingga konversi data pengeluaran dengan GK akan relevan di semua strata kesejahteraan, karena baik GK maupun data pengeluaran dari konsumsi berlaku hukum yang sama. Selain pembuktian secara teoritis GK sebagai konversi daya beli yang sama untuk pengeluaran Susenas dalam mengukur ketimpangan kesejahteraan. Dari hasil kajian ini diperkenalkan sebuah nilai berupa koefisien bias gini (KBG) yang dihasilkan dari data pengeluaran. Yaitu perbandingan antara indeks gini yang selama ini dikeluarkan secara resmi (tanpa konversi ke GK) dengan indeks gini data pengeluaran yang sudah dikonversi dengan GK. Dimana jika nilai KBG bernilai kurang dari 1, maka faktor deviasi harga lebih rendah dibandingkan ketimpangan kesejahteraan yang sebenarnya. Jika nilai KBG bernilai 1 atau lebih, maka indeks gini pengeluaran yang dihasilkan lebih dominan karena deviasi harga antar wilayah belum mencerminkan ketimpangan kesejahteraan. Kemungkinan perbedaan bentuk kurva antara data pengeluaran Susenas dan data pengeluaran konversi GK Susenas, seperti dalam Gambar 1. Kurva warna biru gambar kurva untuk pengeluaran Susenas tanpa konversi. Kurva hijau dan kurva merah merupakan gambaran data pengeluaran konversi GK Susenas. Kurva hijau akan memberi hasil KBG kurang dari 1, sedangkan kurva merah akan memberi hasil KBG lebih dari 1. Kurva merah menunjukkan secara riil terjadi ketimpangan kesejahteraan di masyarakat. Kurva hijau menunjukkan bahwa secara riil tidak terjadi ketimpangan di masyarakat, nilai ketimpangan yang terjadi lebih disebabkan karena terjadi deviasi harga. Secara empiris dengan menggunakan data pengeluaran Susenas Maret Jawa Timur 2015-2019 diperoleh bahwa ketimpangan (indeks gini) secara riil di Jawa Timur lebih rendah dibandingkan indeks gini yang dihitung secara langsung dari data pengeluaran, seperti terlihat pada Tabel 1. Ini menunjukkan bahwa ketimpangan yang terjadi di Jawa Timur dikarenakan adanya deviasi harga di masyarakat. Kondisi ini sangat dimungkinkan mengingat sebaran wilayah di Jawa Timur yang cukup luas. Serta terdapat empat wilayah di Jawa Timur terpisah daratan dengan 34 wilayah lainnya. Namun gap deviasi harga ini semakin menurun pada periode 2015-2019, perbedaan indeks gini antara konsumsi perkapita dan konsumsi perkapita riil (konversi GK) semakin sempit. Berdasarkan kajian ini maka perlu kehati-hatian dalam menafsirkan hasil indeks gini dari data pengeluaran (konsumsi). Terutama jika digunakan untuk melihat ketimpangan kesejahteraan masyarakat. Hasil kajian baik teoritis maupun empiris, menunjukkan bahwa ada faktor deviasi harga sebagai akibat penggunaan data konsumsi. Dengan menggunakan konversi terlebih dahulu dengan nilai garis kemiskinan, maka data pengeluaran akan lebih riil mencerminkan kemampuan daya beli masyarakat. Sehingga akan memberi hasil indeks gini yang lebih riil, mencerminkan ketimpangan kesejahteraan masyarakat.
NOWCASTING TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL MENGGUNAKAN GOOGLE TRENDS Ika Ayuningtyas; Ika Wirawati
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.147 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.636

Abstract

Perkembangan penggunaan internet di Indonesia berkembang sangat pesat. Seiring dengan hal tersebut, semakin banyak orang yang memanfaatkan mesin pencari di internet. Salah satu yang paling banyak dimanfaatkan adalah Google Search dengan menggunakan kata kunci. Intensitas pencarian dengan berbagai kata kunci tersebut menghasilkan data yang berjumlah besar (big data) yang kemudian disajikan dalam bentuk Indeks Google Trends. Informasi pada indeks GT ini diprediksi memiliki korelasi dengan aktivitas saat ini sehingga dapat membantu dalam memprediksi rilis data berikutnya. Indeks GT ini sangat membantu dalam memprediksi masa kini yang sering disebut nowcasting. Penulis menggunakan data TPK hotel di Indonesia dan Indeks GT dengan kata kunci “hotel” selama periode Januari 2011- Juni 2020 yang kemudian diolah menggunakan metode analisis time series regression dan ARIMAX. Dari hasil pengolahan diperoleh ukuran keakuratan untuk masing-masing metode menggunakan RMSE dan MAPE. Metode ARIMAX memiliki nilai RMSE dan MAPE terkecil jika dibandingkan metode time series regression. Selanjutnya dilakukan prediksi masa kini (nowcasting) untuk TPK bulan Juli dan Agustus 2020 masing-masing sebesar 24,16 persen dan 24,49 persen.
PENYUSUNAN INDEKS KESADARAN POLITIK DI KALANGAN MAHASISWA Nabilla Fathasya Arom; Risni Julaeni Yuhan
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.844 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.639

Abstract

As agents of change, students are required to have good political awareness. With good political awareness, students have an awareness of their position in a state life order which further strengthens the country's democratic system. So far political awareness has been measured through the level of election participation and Indonesia's democratic index (IDI) specifically aspects of political rights. The measurement is an indirect measurement that sometimes results in different levels of political awareness. Therefore we need a special index to measure one's level of political awareness. Therefore through the study in Polytechnic of Statistics STIS this research aims to describe the variables that affect the level of political awareness of a person and explain the general description of the political awareness level of Polytechnic of Statistics STIS students using the political awareness index (PWI). PWI measurement uses a questionnaire consisting of 36 question covering cognitive, affective, and psychomotor dimentions. Data was collected on June 4th, 2020 with unit of analysis of 140 samples of Polytechnic of Statistics STISstudents taken using the Stratified Circular Systematic Sampling method. The analysis found that political awareness of Polytechnic of Statistics STIS students was in the medium category with each dimention namely cognitive, affective, and psychomotor belong to the category of high, low and high.
PEMODELAN JUMLAH KASUS COVID-19 DI JAWA BARAT MENGGUNAKAN GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION Ilham Faishal Mahdy
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.119 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.642

Abstract

Pada akhir tahun 2019, terjadi fenomena virus yang mematikan yang disebut dengan Covid-19. Pemerintah Indonesia menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam upaya menekan penyebaran Covid-19. Dalam prakteknya, masih terjadi pelanggaran terhadap PSBB yang dilakukan masyarakat, salah satu penyebabnya adalah kesenjangan ekonomi. Dalam penelitian ini terfokus pada pemodelan jumlah kasus Covid-19 di Provinsi Jawa Barat menggunakan Geographically Weighted Regression (GWR), yang merupakan pengembangan dari regresi linier bersifat lokal antar wilayah observasi. Adapun faktor yang dianggap mempengaruhi penyebaran Covid-19 adalah kepadatan penduduk, persentase kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, persentase rumah tangga dengan sanitasi layak, dan persentase rumah tangga dengan sumber air minum layak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran Covid-19 di sebagian besar wilayah Provinsi Jawa Barat dipengaruhi oleh persentase kemiskinan.
ANALISIS DAMPAK COVID-19 BAGI UMKM DI JAWA TIMUR Aisyah Aminy; Kartika Fithriasari
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.328 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.646

Abstract

The covid-19 pandemic that is currently happening has had an impact on various sectors. At the global economic level, the covid-19 pandemic has very significant impact on the domestic economy where this condition has been seen in the economic growth of East Java which grew by 3,04 percent in the first quarter, far from the average in the same period which was 5 percent. This condition is also experienced by micro, small and medium enterprises (MSMEs) in East Java. The slowdown in economic growth in East Java due to covid-19 has had a major impact on MSMEs, where from 2016 until 2018 MSMEs contributed more than 50 percent to the East Java economy. Therefore, research is needed on the impact of covid-19 for MESMEs in East Java so that policy steps can be taken in determining empowerment program recommendations during a pandemic. The data collection method was carried using an online survey of MSME players in East Java in various sectors by means of nonprobability sampling. From the survey results obtained 31.183 data where there are 4 (four) main sectors affected, namely the processing industry, the provision of accommodation and food and drink, trade, as well as agriculture, forestry and fisheries. Furthermore, the identification of problems with affected MSMEs was carried out, where 48 percent experienced problems with sales. This is because there are several policies taken by the Government, namely Large-Scale Social Restrictions (PSBB), Work From Home (WFH), and School From Home (SFH), causing changes in community mobility as indicated by the decreasing community mobility index. Therefore, the recommendation that can be given is online marketing assistance for MSMEs and financing access facilities.