cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2022)" : 6 Documents clear
PRETESTING PEDOMAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN CORONAVIRUS DISEASE (COVID-19) REVISI KE- 4 PADA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS Rizna Notarianti; Annisa Nurhidayati; Ghifari Andini Mukti; Marita Pratami; Susi Hartati Fatah; Hadi Pratomo
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.151 KB) | DOI: 10.35842/mr.v17i1.319

Abstract

Latar Belakang: Pada akhir 2019, virus Corona baru diidentifikasi sebagai penyebab sekelompok kasus pneumonia dan virus ini menyebar dengan cepat. Kemenkes RI mengeluarkan pedoman yang ditujukan bagi petugas kesehatan sebagai acuan dalam melakukan kesiapsiagaan menghadapi pandemik COVID-19. Tujuan: menilai persepsi (daya tarik, pemahaman, penerimaan, keterlibatan, keyakinan) tenaga kesehatan di Puskesmas terhadap Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan yang dipilih adalah tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas pedesaan dan perkotaan. Informan diambil sebanyak 8 orang yang berprofesi sebagai kepala Puskesmas, bidan, petugas surveilens dan analis kesehatan. Hasil: Dari aspek daya tarik dan pemahaman secara keseluruhan informan mengatakan pedoman ini cukup menarik. Semua informan menyatakan bahwa setiap bab dalam pedoman dapat diterima. Pedoman ini dinilai sangat bermanfaat bagi tenaga kesehatan serta dapat dijadikan acuan dalam memberikan pelayanan di Puskesmas. Informan menyatakan bahwa pedoman ini ditujukan bagi tenaga kesehatan. Informasi dalam pedoman dipersepsikan dapat dipercaya serta meyakinkan. Kesimpulan: Persepsi tenaga kesehatan secara umum cukup baik dalam aspek daya tarik, pemahaman, penerimaan, keterlibatan individu dan keyakinan. Agar sesuai dengan perkembangan situasi saat ini, pedoman ini perlu diperbaharui. Disarankan juga menggunakan tata bahasa yang lebih teknis dan praktis, serta ada butir-butir, diagram/alur/bagan sehingga tidak menggunakan terlalu banyak kata-kata.[A1]  [A1]Udah dikurangi jadi 200 kata
KEJADIAN STUNTING MASA PANDEMI COVID-19 Feni Sulistyawati; Ni Putu Widarini
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.772 KB) | DOI: 10.35842/mr.v17i1.587

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kependudukan. Hampir seperempat balita di seluruh dunia mengalami kejadian stunting dan diprediksi akan mengalami peningkatan kasus pada masa pandemi covid-19. Dalam perkembangannya stunting seringkali terjadi pada negara berkembang salah satunya Indonesia. Tujuan studi literatur ini untuk mengetahui dampak pandemi covid-19 terhadap kejadian stunting. Hasil yang diperoleh yakni pandemi covid mempengaruhi peningkatan terhadap kejadian stunting sehingga menghambat pencapaian bonus demografi. Data statistik menunjukkan kejadian stunting mengalami penurunan kasus dari tahun 2000 sampai tahun 2019 dan sedikit terjadi peningkatan pada tahun 2020 serta diprediksi akan terus melonjak akibat dampak dari pandemi. Diperlukan upaya penanggulangan baik secara langsung maupun tidak langsung berbasis teknologi, penguatan kebijakan dan berbagai sektor pendukung yang sesuai dengan kondisi pandemi covid-19 sehingga bonus demografi bisa tecapai pada tahun 2035.
STUDI ANALISIS PERAN LANSIA DALAM MENDAMPINGI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL PADA REMAJA PUTRI DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Jacoba Nugrahaningtyas Wahjuning Utami; Tutik Astuti
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.698 KB) | DOI: 10.35842/mr.v17i1.519

Abstract

The elderly group (elderly) will be expected to increase from year to year. One of the government's strategies is to increase the active participation of the elderly population. So do not be surprised if childcare is done by grandparents who are elderly still found in Indonesia. In 2020, there will be a decrease in cases of violence against women. But this decline occurred in the pandemic period that allows complaint services to be online, causing complaints not to occur because the victim chooses to tell the family or choose to be silent.Purpose of Research: to find out the presdisposition factors of the elderly accompanying victims of sexual violence in adolescents in the form of family relationships, attitudes and trigger factorsMethodology: This type of research is done descriptively and uses qualitative analysis.Conclusion: There is no relationship between the elderly and adolescent victims of sexual violence, and emotional bonding with the victim that makes the elderly moved to accompany. Predisposing factors in kinship, education and elderly attitudes will influence the decision to accompany adolescent victims of sexual violence.            
INTERVENSI REBT (RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY) GUNA PEMULIHAN DIRI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP KUALITAS HIDUP HIDUP REMAJA PUTRI DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Tutik Astuti; Jacoba Nugrahaningtyas; Giyawati Yulilania Okinarum
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.987 KB) | DOI: 10.35842/mr.v17i1.750

Abstract

Rentannya kasus kekerasan seksual mewarnai Kabupaten Gunungkidul sepanjang awal tahun 2020. Berdasarkan data dari DP3AKBPMD (Dinas Pemberdayaan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, total 145  kasus dilaporkan pada tahu 2020. Factor pemicu terjadinya kekerasan seksual pada umumnya budaya patriarkhi, tidak ada pemahaman terhadap undang – Undang perlindungan anak dan hak anak, posisi anak dalam keluarga yang direndahkan dan anak tidak mengetahui tentang kekerasan seksual sera pengaruh kemajuan informasi dan tehnologi. Dampak secara umum korban adalah anak mudah curiga atau takut bertemu dengan orang asing yang belum dikenalnya, anak menjadi tertutup, bicara pelan, apatis atau anak bisa mengalami gangguan fisik seperti gejala keputihan atau keluar cairan berbau, bahkan anak merasa malu atau minder, anak mudah marah dan mengalami Stockholm syndrome.Tujuan: untuk kelompok intervensi yang mendapatkan therapy REBT dan dikontrol dengan pemberian konseling biasa, juga untuk mengetahui peningkatan kualitas hidup remaja putri yang telah dilakukan REBT di kabupaten Gunungkidul. Metode Penelitian :  yang digunakan kuanlitatif menggunakan pretest-posttest control group design sementara untuk penelitian kualitatif menggunakan strategi case study. Pengambilan sampel kuantitatif dilakukan secara acak dengan blok permutasi, sedangkan untuk sampel kualitatif menggunakan tehnik indep interviuw. Kelompok intervensi mendapatkan therapy REBT dan dikontrol dengan pemberian konseling. Subjek penelitian adalah remaja putri korban kekerasan seksual di Kabupaten Gunungkidul sebanyak 4 informan yang berasal dari DP3AKBPMB. Hasil : Penelitian REBT (Rational Emotive Behavior Therapy) guna pemulihan diri korban kekerasan seksual terhadap kualitas hidup remaja putri di Kabupaten Gunungkidul. Informan kunci dalam penelitian ini adalah remaja putri yang mengalami kekerasan seksual sejumlah 4 orang (A1 – A4). Informan utama dalam penelitian ini adalah keluarga atau anggota keluarga remaja putri korban kekerasan seksual sejumlah 4 orang (B1 – B4). Informan pendukung dalam penelitian ini adalah seorang psikolog klinis yang memberikan layanan konseling pada korban kekerasan seksual remaja putri sejumlah 1 orang (C1). Kesimpulan : Pada kasus kekerasan seksual pada remaja ini menimbulkan trauma psikologis pada korban, sehingga perlu pendampingan penyedia layanan serta peningkatan kesadaran keluarga dan masyarakat
SIFAT FISIK DAN KADAR PROKSIMAT SNACK BAR DENGAN PENAMBAHAN WORTEL (DAUCUS CARROTA L) DAN SALAK PONDOH (SALACCA EDULIS REINW) SEBAGAI ALTERNATIF CEMILAN ANAK SEKOLAH Apriatun Hasanah; Farissa Fatimah; Tri Mei Khasana
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.089 KB) | DOI: 10.35842/mr.v17i1.641

Abstract

Physical properties and proximate content of snack bar with addition carrot (daucus carrota l) and snake fruit (salacca edulis reinw) as alternative school children snacksBackground: Elementary school children aged 5-12 years are very vulnerable to nutritional problems because of the increased need for nutrients for optimal growth and development. The prevalence of underweight nutritional status in elementary school children aged 5-12 years is 6.8%. Judging from the proportion of the population aged 5, the level of fruit and vegetable consumption in the lower category is 95.5%. An alternative product development is needed to support the growth and development of school children from local food containing micronutrients, macronutrients, vitamins and minerals, namely by utilizing fruits, vegetables and nuts which are high in nutrients and formulated in the form of snack bars. Objective: This research aimed to assess the effect of variation adding carrot and snake fruit in snack bar on physical properties and proximate content. Methods: This was is true experiment with Completely Randomized Design (CRD) which consistd of 3 treatment adding carrot and snake fruit is 40%:60%, 50%:50%, 60%:40%. This research was conducted in the dietetic and culinary laboratory of Universitas Respati Yogyakarta, the proximate content test in the laboratory of Chemix Pratama Banguntapan Bantul. The data were analyzed by using One Way Anova, if there are differences continued with least significant Different (LSD). Results: The snack bar has a dark brown color in formulation A, brown in formulation B, light brown in formulation C, very sweet taste in formulation A, sweet in formulation B, Slightly sweet in formulation C, smell a peanut butter flavor and soft texture in formulation A, slightly soft texture on formulation B, hard texture on formulation C. Snack bar C have the highest water content (17,28%), ash content (2,72%) and fat content (18,12%). The highest protein content (6,37%) and the highest crude content (24,09%) in Snack bar B. The highest carbohydrate content (42,84%) in snack bar A. Conclusion: There is an effect of adding carrot and snake fruit in making snack bar on physical properties. There is an effect of adding carrot and snake fruit in making snack bar on proximate content.
PERBEDAAN PENGETAHUAN KELUARGA TERHADAP PENGETAHUAN PREHOSPITAL STROKE KELUARGA Wa Ode Nur Isnah Sabriyati; Silvia Malasari
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.877 KB) | DOI: 10.35842/mr.v17i1.446

Abstract

The high death rate makes the stroke as the second leading cause of death globally after heart disease. The biggest factor for the delay in prehospital stroke management is the lack of knowledge. Cost-effective case handling will be optimal if the emergency handling cases are well organized and well-prepared. Online health education during the COVID-19 pandemic is the right choice to increase family understanding regarding prehospital stroke which leads to the optimization of prompt and precise emergency services. Objective: To determine the effect of online method health education on family stroke prehospital knowledge in Makassar city. Methods: The study was a quasy experiment using two group pretest-posttest design with a control group design. The sample was the community in the working area of the public health center in Makassar, amounting to 15 samples from the intervention group as same with the control group based on the rule of thumb using accidental sampling technique. Result: The mean change in the intervention group was 2.067 and the control group was -0.2. The difference test after treatment was 0.018 (p <0.05). Conclusion: There was an effect of online method health education after intervention.

Page 1 of 1 | Total Record : 6