cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2 (2022)" : 7 Documents clear
EFEKTIFITAS TERAPI PSIKOEDUKASI dan GUIDED IMAGERY TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS BANGUNTAPAN I Pipin Nurhayati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v17i2.348

Abstract

Prevalensi penyakit tidak menular mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2013, antara lain kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus dan hipertensi. Berdasarkan pemeriksaan gula darah, diabetes melitus naik dari 6,9% menjadi 8,5%. Salah satu upaya untuk menurunkan kadar gula darah adalah melalui terapi modalitas psikoedukasi dan guided imagery Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi psikoedukasi dan guided imagery terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Penelitian ini merupakan penelitian true eksperiment dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien penderita diabetes melitus di wilayah Puskesmas Banguntapan I Bantul. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik consecutive sampling 40 orang yang dibagi 2 yaitu kelompok psikoedukasi 20 orang dan kelompok guided imagery 20 orang. Analisis data menggunakan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar gula darah sebelum dilakukan terapi psikoedukasi adalah 214,85 dengan standar deviasi 30,85 sedangkan setelah dilakukan  terapi psikoedukasi rata-rata kadar gula darah responden adalah 168,15 dengan standar deviasi 22,61. Rata-rata kadar gula darah sebelum dilakukan terapi guided imagery adalah 248,00 dengan standar deviasi 25,51 sedangkan setelah dilakukan  terapi guided imagery rata-rata kadar gula darah responden adalah 157,10 dengan standar deviasi 22,90. Hasil uji t test didapatkan kelompok guided imagery mempunyai nilai t test mempunyai nilai t  test lebih besar 17,344 dibandingkan kelompok psikoedukasi. Kesimpulannya pemberian guided imagery lebih efektif dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 dari pada pemberian psikoedukasi. Kata kunci : kadar gula darah, psikoedukasi, guided imagery  
PENGARUH KELAS EDUKASI MP-ASI 4 BINTANG TERHADAP ASUPAN PROTEIN DAN KERAGAMAN PANGAN PADA BALITA USIA 6-59 BULAN Delima Citra Dewi Gunawan; Vio Nita; Novi Indrayan; Farida Arintasari; Septriana Septriana; Intan Ariani
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.18 KB) | DOI: 10.35842/mr.v17i2.751

Abstract

Background : Nutrition education is a process that can influence people's decisions to improve a child's diet, a balanced diet and diet to meet adequate intake according to a child's need. Objective: To determine effect of education class about 4 star MP-ASI on protein intake and food diversity. Methods : Quasi experiment research design with a pre-post test two group design. The research location in Bokoharjo village, with the number of respondents are 15 children in each group. Data analysis was used the McNemar test. Results : Typical protein intake prior to education in both groups were 80% good and 20% sufficient category. After intervention, protein intake in control groups is 80% more and 20% sufficient. Whereas the case group is 93.3% over and 6.7% sufficient. Food diversity before the education given to kontrol groups was 80% in a good and 20% in sufficient category. Whereas the case group is 53.3% good and 46.7% sufficient. After education,food diversity in the control group was 66.7%in a good and 33.3% in sufficient category. Whereas the case group was 80% good and 20% sufficient category. Protein intake in control groups  p-value= 0.453 and for control groups has p-value= 0.063. Food diversity in control groups acquired p-value= 0.625 and for case groups p-value= 0.019. Conclusion : There was an effect of education class about 4 star MP-ASI on food diversity but not on protein intake. Keywords: Education class; Protein intake; Food diversity.
FENOMENA SELEBGRAM, CITRA TUBUH DAN PERILAKU MAKAN PADA REMAJA PUTRI DI YOGYAKARTA Fera Nofiartika; Tri Mei Khasana; Ellina Martha Artanti
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.204 KB) | DOI: 10.35842/mr.v17i2.765

Abstract

Latar Belakang: Selebgram atau selebriti instagram kerap membagikan figur tubuh ideal yang mereka miliki sehingga muncul istilah “body goals”. Remaja putri sangat mudah terpengaruh oleh bentuk tubuh selebgram yang mereka lihat di media sosial. Ketertarikan terhadap tampilan fisik tersebut dapat memicu adanya perbandingan penampilan yang dapat menyebabkan ketidakpuasan terhadap citra tubuh. Terpaan informasi yang disampaikan oleh selebgram melalui media sosial tersebut juga dapat menimbulkan masalah dalam pemilihan makanan yang menyebabkan perubahan perilaku makan seseorang.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara terpaan akun selebgram dengan citra tubuh dan perilaku makan pada remaja putri di Yogyakarta.Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini sebanyak 227 remaja putri berusia 15-24 tahun yang bersekolah tingkat SMA/SMK di Kota Yogyakarta. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi square.Hasil: Dari penelitian ini diketahui bahwa sebanyak 44,1% responden sering mendapat terpaan akun selebgram, cukup banyak responden (45,8%) yang memiliki citra tubuh yang kurang baik dan 50,7% responden memiliki perilaku makan yang kurang baik. Terdapat hubungan antara terpaan akun instagram dengan citra tubuh (p value 0,006) dan perilaku makan (p value 0,014) remaja di Kota Yogyakarta.Kesimpulan: Citra tubuh dan perilaku makan remaja putri di Kota Yogyakarta berkaitan dengan intensitas terpaan akun selebgram.
PICKY EATER, ASUPAN MAKAN, DAN STATUS GIZI PADA ANAK PRASEKOLAH Carissa Cerdasari; Juin Hadisuyitno; Endang Sutjiati; Rany Adelina
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v17i2.645

Abstract

Latar belakang: Picky eater dapat menyebabkan asupan makan tidak mencukupi kebutuhan. Apabila berlangsung lama, maka dapat mempengaruhi status gizi. Berat badan anak dapat menjadi kurang, dan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangannya. Tujuan: untuk menganalisis hubungan picky eater  dengan asupan makan dan status gizi pada anak prasekolah. Metode: Sejumlah 139 anak usia 3-5 tahun dari 12 posyandu di Kota Malang diikutkan dalam penelitian cross-sectional ini menggunakan purpossive sampling. Status picky eater ditentukan berdasarkan Children’s Eating Behaviour Questionnaire (CEBQ), sedangkan asupan makan (energi, protein, seng) dikumpulkan menggunakan food recall 3x24 jam. Status gizi ditentukan menggunakan parameter BB/U. Perbedaan status gizi pada anak berdasarkan status picky eater dianalisa menggunakan uji Kolmogorov Smirnov, sedangkan perbedaan asupan makan diuji menggunakan uji Mann-Whitney.  Hasil: Sebanyak 12,2% anak mengalami picky eater dan 1,4% anak mengalami gizi buruk. Tidak ada perbedaan asupan makan dan status gizi pada anak picky eater dengan yang tidak picky eater (p>0,05). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan yang bermakna pada asupan makan dan status gizi antara anak picky eater dengan yang tidak. Meskipun demikian, terdapat kecenderungan anak picky eater memiliki status gizi yang lebih kurang disbanding anak yang tidak picky eater
AKTIVITAS FISIK TERHADAP IMT SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19 Puji Lestari; Nabila Nabila
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.662 KB) | DOI: 10.35842/mr.v17i2.607

Abstract

Latar Belakang : World Health Organization (WHO) menetapkan Corona Virus Diseases (Covid-19) menjadi status pandemi global (WHO, 2020b). Pencegahan transmisi Covid-19, pemerintah Indonesia memberlakukan pembatasan kegiatan diluar ruangan yang berpotensi menimbulkan transmisi Covid-19 yaitu, menerapkan Work From Home (WFH), pembelajaran daring, yang dapat menyebabkan penurunan aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang turun akan mengakibatkan perubahan IMT seseorang, (Zata, LN and Fatahillah, 2020).Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara aktivitas fisik dan IMT yang dilakukan sebelum dan selama pandemi Covid-19. Metode Penelitian : Penelitian ini, menggunakan desain cross sectional. Populasi mahasiswa berstatus aktif jurusan Gizi, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Responden yang diambil berjumlah 83 orang, untuk mendapatkan sampel tersebut, dilakukan metode random sampling.Hasil : Hasil penelitian ini Jenis kelamin perempuan (89,2%). Angkatan 2018 (47,0%). Tinggal dengan orang tua (86,7%). IMT sebelum pandemi Covid-19 normal (74,7%). IMT selama Covid-19 normal (69,9%), penurunan IMT normal (4,8%). Aktivitas fisik rendah (80,7%).Berdasarkan uji Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan (P=0,019). Kesimpulan : Dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara perubahan IMT dan aktivitas fisik yang dilakukan mahasiswa gizi UIN Walisongo Semarang, saat sebelum dan berlangsungnya pandemi Covid-19.
PERAN RADIO DALAM PENYEBARAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA LANSIA TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PEMIARSA RADIO LOKAL DI YOGYAKARTA J. Nugrahaningtyas Wahjuning Utami; Chici Riansih; Githa Andriani
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.183 KB) | DOI: 10.35842/mr.v17i2.711

Abstract

Latar belakang : Radio merupakan salah satu media elektronik yang digunakan dalam kegiatan penyiaran program promosi kesehatan. Upaya promosi kesehatan merupakan upaya pembelajaran kepada masyarakat. Proses pembelajaran diharapkan akan meningkatkan pengetahuan kesehatan terutama kesehatan reproduksi menjadi sangat penting untuk segala golongan usia termasuk pada lansia. Tujuan: untuk menganalisis peran radio dalam menyebarkan pengetahuan kesehatan reproduksi pada lansia terhadap tingkat pengetahuan pengakses radio lokal di Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah mixed method dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi adalah semua pemiarsa pengakses program kesehatan reproduksi lansia di Rejobuntung Yogyakarta (radio lokal) sebanyak 41 responden dan 2 informan Sampel pendekatan kuantitatif sebanyak 41 responden dengan teknik sampling yang digunakan total sampling. Sampel kualitatif terdiri dari 2 responden pengakses radio rejobuntung, 1 responden host radio  dan 1 orang manajer. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan populasi seluruh pemiarsa yang mengakses program kesehatan reproduksi di Radio Retjobuntung di Yogyakarta pada bulan Januari-Maret 2020. Analisis data menggunakan uji korelasi Chi Square dan analisis kualitatif Hasil : hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengakses siaran radio kesehatan reproduksi lansia memiliki pengetahuan cukup 22 responden (53,7%). Nilai yang signifikan dengan (p-value 0.000) (p<0.05) berarti ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan tingkat pengetahuan pengakses siaran kesehatan reproduksi di radio Retjobuntung Yogyakarta. Analisis kulitatif yang didapat adalah media radio memudahkan menyebarkan  informasi kesehatan/promosi kesehatan. Radio juga mampu memberikan manfaat yang sangat luas. Keunggulannya mencapai efisiensi ruang sehingga mampu menghasilkan informasi dalam waktu yang singkat. Kesimpulan tingkat pendidikan sangat berhubungan dengan pengetahuan kesehatan reproduksi, semakin tinggi pendidikan yang diperoleh semakin tinggi pula tingkat pengetahuan. Selain itu topik kesehatan secara umum yang di akses di media massa radio adalah sama baik pendidikan, jenis kelamin, dan segala kelompok usia. Kata kunci: Kesehatan Reproduksi, Lansia, Radio
USIA, STADIUM DAN VITAMIN A DENGAN KADAR GLUTATHIONE (GSH) PADA PASIEN KANKER PAYUDARA Marisa Elfina
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v17i2.538

Abstract

Latar belakang: Kanker  merupakan  salah  satu  penyebab  kematian  utama  di  dunia. Kanker payudara  meningkatan  stres oksidatif  sehingga dapat memicu kerusakan jaringan  dan dapat dicegah oleh senyawa  yang  bersifat  antioksidan.  GSH  merupakan  antioksidan endogen yang dapat menetralkan  dan juga mencegah kerusakan akibat stres oksidatif. Penyebab radikal bebas diantaranya usia dan stadium.  Vitamin A merupakan  antioksidan  eksogen  yang  dapat menghambat radikal bebas dan memutuskan reaksi rantai radikal. Tujuan: Untuk menganalisis  hubungan  usia, stadium, dan vitamin A  dengan  kadar  GSH  pada  pasien kanker payudara. Metode: Jenis  penelitian  adalah  observasional  analitik  dengan  desain  cross  sectional. Teknik  sampling  menggunakan  konsekutif  sampling.  Subjek  penelitian  sebanyak  39 orang  pasien  kanker  payudara  rawat  jalan  di  RSUD  Dr  Moewardi  Surakarta  yang mendapatkan  kemoterapi.  Penelitian  dilakukan  dengan  teknik  wawancara  (food  recall dan  FFQ),  pengukuran  kadar  GSH  dengan  ELISA  kit.  Analisis  data  menggunakan korelasi Spearman. Hasil: Subjek penelitian memiliki usia 32-57 tahun dengan stadium kanker II dan III, memiliki rerata asupan vitamin A  (412,3±52,75 µg) dan  kadar  GSH  (7,10±6,56  ng/ml). Kesimpulan: Ada hubungan usia dan asupan vitamin A dengan kadar GSH pada pasien kanker payudara. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7