cover
Contact Name
Hartono
Contact Email
hartono@umko.ac.id
Phone
+6281930056716
Journal Mail Official
agrimals@umko.ac.id
Editorial Address
Lantai II Gedung Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Kotabumi Jln. Hasan Kepala Ratu No. 1052 Sindangsari Kotabumi Lampung Utara
Location
Kab. lampung utara,
Lampung
INDONESIA
Journal of Agriculture and Animal Science
ISSN : 28296419     EISSN : 28086481     DOI : https://doi.org/10.47637/agrimals.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Journal Agrimals scientific periodical publication on Agricultural, Agribusiness, Agricultural SocioEconomics and Animals Science issue as a media for information dissemination of research result for lecturer, researcher and practitioner. 
Articles 78 Documents
EFISIENSI PERFORMANS REPRODUKSI SAPI PERAH RAKYAT DI KECAMATAN KOTABUMI, KABUPATEN LAMPUNG UTARA Dian Lestari
AgriMalS Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.419 KB) | DOI: 10.47637/agrimals.v2i2.614

Abstract

Abstrak: Sapi perah adalah salah satu hewan ternak penghasil susu terbanyak dibandingkan dengan kambing, domba dan kerbau. Saat ini Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara juga telah menggerakkan kelompok-kelompok ternak untuk ikut meningkatkan populasi sapi perah. Namun performa reproduksi sapi perah rakyat di Kotabumi masih belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi performans reproduksi sapi perah rakyat di Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. Metode yang dilakukan yakni survei lapangan dengan menggunakan teknik wawancara dak kuisioner. Jenis sapi perah yang digunakan adalah sapi FH betina yang telah beranak lebih dari dua kali sebanyak 21 ekor. Variabel yang diamati yakni days open (DO), calving interval (CI), dan service per conception (S/C). Hasil penelitian menunjukkan rataan CI sebesar 14,4± 0,5, DO sebesar 154,5 ± 61,4, dan S/C sebesar 3,0± 0,5. Tingginya nilai tersebut menunjukkan efisiensi reproduksi sapi perah di Kecamatan Kotabumi masih rendah. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi efisiensi reproduksi sapi perah di Kecamatan Kotabumi yakni umur kawin pertama, kesalahan dalam deteksi birahi, kurangnya bobot badan, dan faktor lingkungan.
STATUS KESEHATAN REPRODUKSI SAPI PERAH DI KOPERASI SERBA USAHA (KSU) TANDANGSARI, KECAMATAN TANJUNGSARI, KABUPATEN SUMEDANG, JAWA BARAT Indryana Marshella; Woki Bilyaro; Dian Lestari
AgriMalS Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.265 KB) | DOI: 10.47637/agrimals.v2i2.618

Abstract

Abstrak: Jenis sapi yang paling umum dipelihara untuk produksi susu di Indonesia adalah sapi perah. Di Koperasi Serbaguna (KSU) Tandangsari, Kecamatan Tanjungsari, Jawa Barat, sapi perah merupakan salah satu tanaman yang ditanam di sana. Karena menghasilkan susu, peternakan sapi perah di KSU Tandangsari merupakan salah satu komoditas ternak yang potensial. Daerah ini kini mendukung perekonomian daerah Sumedang dan memasok sebagian kebutuhan susu nasional. Pendekatan studi kasus digunakan untuk melakukan penelitian. Di Koperasi Serbaguna (KSU) Tandangsari di Kecamatan Tanjungsari Jawa Barat dilakukan pengambilan sampel dan data. Data diperoleh dengan cara observasi dan pendataan kuisioner. Pengisian kuisioner dilakukan dengan cara wawancara secara langsung. Adapun parameter yang diamati yakni layanan inseminasi buatan, pemeriksaan kebuntingan, penanganan post-partus, dan gangguan reproduksi. Skor S/C dan CR di KSU Tandangsari sebesar 2,4 dan 40% merupakan nilai yang perlu ditingkatkan, dan kasus repeat breeder sering terjadi di KSU Tandangsari. Sistem pelayanan inseminasi buatan (IB), PKB, dan gangguan reproduksi dilakukan melalui telepon, pesan singkat (SMS), atau dengan menempatkan kartu pada posko yang disediakan.
ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN DAN KESEJAHTERAAN PETANI UBI KAYU DI KECAMATAN BUMI NABUNG KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Feby Musti Ariska
AgriMalS Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.517 KB)

Abstract

The purpose of this study is to analyze the income level and welfare of cassava farmers in Bumi Nabung Ilir Village, Bumi Nabung District, Central Lampung Regency. Considering the fact that Bumi Nabung Ilir Village has the largest land area and cassava production in Bumi Nabung district, this location was carefully selected, but there are still many farmers classified as low income, About 997 households. Income analysis and welfare analysis are used as data analysis methods. The sample used in this study included 41 individuals of her who used a targeted sampling technique which is based on farmers owning land and farming experience. As a results, according to the BPS category, the income level of cassava farmers in Bumi Nabung Ilir Village was classified as medium income with a percentage of 46.34%. The income of cassava farming on the variable cost is Rp. 7,977,561/ha/MT and the income on the total cost is Rp. 7,639,467/ha/MT. The results of the study from 41 respondents can be concluded that the level of welfare is at a moderate level of welfare, namely with a score of 84
CURAHAN TENAGA KERJA PADA USAHATANI PADI ORGANIK DI PROVINSI LAMPUNG Sri Puji Lestari; Sri Handayani; Yuni Elmita Sari; Yeyen Ilmia Sari; Aji Setiya Bakti; Nyang Vania Ayuningtyas Harini
AgriMalS Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.382 KB)

Abstract

One form of sustainable farming system is organic farming. Indonesian people are starting to realize the importance of a healthy lifestyle that starts with healthy food, making the need and demand for organic agriculture increase. Organic rice is rice produced through rice cultivation without the use of chemical fertilizers and pesticides. Lampung Province is a province that has the potential to produce organic rice. The purpose of the study was to examine the labor outpouring of organic rice farmers in Lampung Province. The study was located in Beringin Kencana Village, Candipuro District, South Lampung Regency and Purwokencono Village, Sekampung Udik District, East Lampung Regency in July-August 2022. Sampling was carried out using the census method. The analytical method used is descriptive analysis. The results showed that the average labor force for organic rice farming was 184.11 HKP/Ha. The highest labor outpouring was in harvesting activities, which was 43.99 HKP/Ha or 24%. Then followed by planting activities as much as 21.36 HKP/Ha or 12%, and followed by land management activities as much as 18.66 HKP/Ha or 10%.
ANALISIS PENDAPATAN, DAYA SAING DAN DAMPAK KEBIJAKAN USAHA TANI LADA (Piper nigrum. L) DI KABUPATEN WAYKANAN radenusman r.adat; Wan Abas Zakaria; Dwi Haryono
AgriMalS Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract,This study aims to analyze income, analyze competitiveness and determine the impact of policies on income and competitiveness of pepper farming in Way Kanan Regency. The research was conducted in Way Kanan District, GunungLabuhan District and Kasui District. The location was chosen purposively with the consideration that the area is a pepper production center in Way Kanan Regency. Sampling of farmers was carried out using the census method with a total of 80 pepper farmers as respondents. The analytical tool used to analyze income, competitiveness and the impact of pepper farming policies in Way Kanan Regency uses the PAM method. The results of the analysis obtained from the research conducted are the highest private/financial income from the exploitation of black pepper in Way Kanan Regency in the 10th year of IDR 32,426,467.70/ha. The largest social/economic income in the 10th year of production is IDR 126,709,367.67/ha. Pepper farming in Way Kanan Regency has a competitive advantage and a comparative advantage with PCR (Private Cost Ratio) and DRCR (Domestic Resource Cost Ratio) values of 0.9392 and 0.4713, respectively, so it is feasible and profitable to cultivate. The fertilizer subsidy policy can increase the income and competitiveness of the pepper commodity in Way Kanan Regency. Keywords: Competitiveness, Income and Pepper.
CURAHAN TENAGA KERJA USAHATANI JAGUNG DI KAWASAN HUTAN LINDUNG REGISTER 38 GUNUNG BALAK Sri Puji Lestari; Aji Setiya Bakti; Yuni Elmita Sari; Yeyen Ilmia Sari; Nyang Vania Ayuningtyas Harini
AgriMalS Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penduduk yang bermukim di Kawasan Hutan Lindung Register 38 Gunung Balak melakukan kegiatan usahatani jagung, yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Usahatani jagung merupakan usahatani yang bersifat musiman yang berkaitan erat dengan penggunaan tenaga kerja yang insentif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji curahan tenaga kerja petanu jagung di Kawasan Hutan Lindung Register 38 Gunung Balak. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 43 orang petani yang berlokasi di Desa Sadar Sriwijaya Kecamatan Sribawono, Lampung Timur. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara menggunakan kuesioner. Tabulasi data menggunakan Program Microsoft Excel kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan curahan tenaga kerja rata-rata usahatani jagung adalah 70,75 HKP/Ha. Curahan tenaga kerja tertinggi yaitu pada kegiatan panen yaitu sebanyak 23,94 HKP/Ha atau 33,84%. Selanjutnya diikuti oleh kegiatan pengolahan lahan yaitu sebanyak 17,10 HKP/Ha atau 24,17 %. Penggunaan TKLK lebih tinggi dibandingkan TKDK disebabkan oleh adanya kegiatan yang butuh waktu pengerjaan yang cepat serta tenaga yang lebih banyak, seperti pengolahan lahan dan pemanenan.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA TANAM AGRONIKA PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata sturt) dewantara Rio; Refki Sanjaya
AgriMalS Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Sweet corn production at the Indonesian farmer level is still very low. The low production is due to the many obstacles faced in the cultivation of sweet corn, including low soil fertility. The tendency of farmers to currently use inorganic fertilizers. The negative effect of using inorganic fertilizers is that the physical condition of the soil becomes worse, crop yields decrease from previous results. An alternative to overcome this negative effect is by using organic fertilizers. This fertilizer tends to increase the amount of water that can be held in the soil. in the soil and available to plants, as well as a source of energy for micro-organisms. The aim is to determine the effectiveness of the use of agronomic fertilizers on the growth of sweet corn, and to determine the level of effectiveness of the use of agronic fertilizers. This study consisted of using agronic fertilizers with different dosage levels. The observed plant growth parameters were plant height, number of leaves, and stem diameter, while the observed production parameters were stover weight, firm weight and non-husked weight. Data analysis. Parameter data obtained were analyzed statistically with 95% variance then continued with Duncan's test at 5% level. The results of the application of agronomic fertilizer types and dose levels of 2.4 Kg per plot, 4.8 Kg per plot, 7.2 Kg per plot, on sweet corn plants showed the highest growth and production with a better dose level of 7.2 per plot. Keywords: Dosage, Sweet Corn, Growth, Organic Fertilizer, Productio
HUBUNGAN FUNGSI DAUN PADA PENINGKATAN BERAT TANDAN BEBERAPA GENERASI PISANG CAVENDISH VERIETAS GALL (Musa acuminata cavendish) DI LAMPUNG TIMUR Refki Sanjaya
AgriMalS Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang merupakan salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Perkebunan pisang banyak terdapat di Provinsi Lampung, tepatnya di Kabupaten Lampung Timur, dengan salah satu produk unggulannya yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia yaitu Pisang Cavendish. Namun, produksi pisang Cavendish masih menghadapi berbagai kendala seperti serangan hama dan penyakit serta rendahnya produktivitas tanaman. Penyakit sigatoka merupakan salah satu penyakit pisang Cavendish yang disebabkan oleh jamur Mycosphaerella musicola. Upaya yang sering dilakukan oleh petani Lampung Timur dalam mengurangi penyebaran jamur tersebut dengan cara membuang daun yang terserang. Proses pembuangan daun ini berdampak pada jumlah daun yang tersisa pada tanaman semakin rendah atau sering dikenal dengan no function leaf (NFL), sehingga diduga proses pengisian buah tidak optimal. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan mengamati persentase NFL dan berat tandan buah pada berbagai generasi tanaman pisang Cavendish (Plantcrop, R1, R2 dan R3). Pengamatan dilakukan selama 3 bulan pada tandan buah tanaman pisang Cavendish siap panen (umur 10 minggu setelah pembuangan jantung) di areal (blok) dengan luasan masing-masing generasi 0.25 ha. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji korelasi dan uji regresi dengan taraf 5% untuk mengetahui besarnya hubungan fungsi daun dan berat tandan buah pisang cavendish. Hasil penelitian menunjukan bahwa Persentase no function leaf (NFL), memiliki hubungan erat negative terhadap berat tandan buah pisang Cavendish dan setiap peningkatan 1% no function leaf (NFL), akan menurunkan 0.25 kg berat tandan buah pisang Cavendish pada setiap generasi.
PENGARUH KUNYIT DAN CABAI DALAM PAKAN YANG MENGANDUNG MINYAK JELANTAH TERHADAP MALONDIALDEHYDE DARAH BROILER Tisa Kamilah Mulhimah; Dian Lestari; Woki Bilyaro; jhonatan Anugrah Lase
AgriMalS Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji gambaran kadar malondialdehyde acid (MDA) darah ayam broiler yang diberi tepung kunyit dan cabai merah dalam pakan yang mengandung minyak jelantah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2x3 dengan 3 ulangan, faktor pertama pemberian tepung kunyit (0% dan 0,016%) dan faktor kedua pemberian tepung cabai merah (0%, 0,5%, dan 0,75%). Total ayam yang digunakan sebanyak 180 ekor. Peubah yang diamati yaitu bobot badan, mortalitas, dan malondialdehyde acid (MDA) dalam serum darah. Data yang diperoleh dianalisis ragam (ANOVA) dan Tukey. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas antioksidan dan ada interaksi antara tepung kunyit dan cabai merah. Pemberian tepung kunyit 0,016% dan tepung cabai merah 0,75% menghasilkan kadar MDA dalam serum darah lebih rendah dari kontrol. Rendahnya MDA dalam serum darah ayam broiler yang diberi tepung kunyit dan tepung cabai merah menunjukkan adanya aktivitas antioksidan yang mempengaruhi kadar MDA.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TUMBUH DAN DOSIS PUPUK MAJEMUK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO Tandaditya Ariefandra Airlangga; Yonathan Parapasan
AgriMalS Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract (Inggris): Cocoa plantation areas in Lampung mostly owned by farmers who use limited technology, so a new breakthrough is needed, focusing in rejuvenation activities on unproductive cocoa land which requires a large supply of quality cocoa seeds. A good growing media are needed combined with the technology to improve and maintain optimum conditions for seedling growth. The aim of this research is to obtain the optimal composition of growing media and NPK fertilizer for the growth of cocoa seedlings in order to obtain good quality cocoa seedlings. This research was carried out in Lampung State Polytechnic (Polinela) cocoa nursery with ultisol soil type in November 2022-March 2023 using a Randomized Block Design with 2 factors. First factor consists of 5 treatments of planting media composition. Second factor consists of 3 treatments of NPK fertilizer doses. The results showed that the composition of the growing media consisting of 4 parts of soil: 4 parts of organic fertilizer (K4), and 4 parts of soil: 3 parts of organic fertilizer (K3) produced the best seed height, number of leaves and stem diameter of cocoa seedlings compared to the other treatment. The best NPK fertilizer dose is 12 g/polybag. There was no interaction between the application of growth media composition and the dosage of compound NPK fertilizer. Keywords: Cocoa, Ultisol, Fertilizer Abstrak (Indonesia) : Areal tanaman kakao di Lampung sebagian besar merupakan milik petani yang diusahakan dengan teknologi terbatas, sehingga diperlukan terobosan baru yaitu memfokuskan kegiatan peremajaan pada lahan kakao yang tidak produktif yang membutuhkan persediaan bibit kakao berkualitas dan dalam jumlah banyak sehingga diperlukan bahan tanam unggul dipadukan dengan teknologi tepat guna sehingga mampu meningkatkan dan mempertahankan kondisi optimum pertumbuhan bibit,. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan komposisi media tumbuh dan dosis pupuk NPK majemuk yang optimal bagi pertumbuhan bibit kakao agar diperoleh bibit kakao yang berkualitas baik. Penelitian ini dilaksanakan di kebun pembibitan kakao Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dengan jenis tanah ultisol pada bulan November 2022-Maret 2023 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor I terdiri dari 5 perlakuan komposisi media tanam. Faktor II terdiri dari 3 perlakuan dosis pupuk NPK majemuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tumbuh yang terdiri atas 4 bagian tanah : 4 bagian pupuk organik (K4), dan 4 bagian tanah : 3 bagian pupuk organik (K3) menghasilkan tinggi bibit, jumlah dauh dan diameter batang bibit kakao yang terbaik dibanding dengan perlakuan lainnya. Dosis pupuk NPK yang terbaik adalah 12 g/polybag. Tidak ada interaksi antara aplikasi komposisi media tumbuh dan dosis pupuk NPK majemuk. Kata Kunci: kakao, ultisol, pupuk