cover
Contact Name
Fatmawati
Contact Email
fatma.n2n@gmail.com
Phone
+6281269803666
Journal Mail Official
jurnal@akimal.ac.id
Editorial Address
Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe Jl. Alkalali No. 09 hagu Selatan, Banda Sakti, Kota Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Akimal
ISSN : 26150573     EISSN : 29633338     DOI : https://doi.org/10.58435/jka.v1i2
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Akimal is a scientific journal which Published by Nursing Academic of Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe. The editors welcome scientific articles relevant to National and International medical nursing and health issues. This journal accepts submissions from all countries and Indonesia. The journal is published twice a year. This journal is expected to be a medium of interaction for people interested in the world of health, including health service organizations, health services departments, relevant government agencies, the drug industry, health insurance, health researchers, and related sciences teachers, scientists who are interested in the application of science in the health sector. The Journal contents can be articles that are relevant to clinical and social health issues in the form of research articles, literature review articles, or field report articles . The topics of interenst include but are not limited to: Gerontik Nursing Surgical Mesdical Nursing Disaster and Emergency Nursing Mental Nursing General/Service Public Health Health Education and Promotion Health Management Disease Prevention Maternity and Child care Neonatology Health and Social Behavior Nutrition and Health Food Safety Hygiene Food technology related to Disease Prevention and Rehabilitation Environmental Health
Articles 135 Documents
ANALISIS MULTIVARIAT FAKTOR PENGETAHUAN, SIKAP, BUDAYA, DAN MOTIVASI TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI PRANIKAH UNTUK MENCEGAH STUNTING Sunarsih, Tri
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.237

Abstract

Latar Belakang penelitian ini bahwa stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang perlu dicegah sejak masa prakonsepsi. Kesehatan reproduksi pranikah berperan penting dalam mempersiapkan kehamilan yang sehat, namun faktor pengetahuan, sikap, budaya, dan motivasi sering dianalisis secara terpisah sehingga belum memberikan gambaran yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengetahuan, sikap, budaya, dan motivasi terhadap kesehatan reproduksi pranikah pada calon pengantin menggunakan analisis multivariat. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional dilakukan di KUA Kabupaten Kulon Progo. Sampel sebanyak 260 responden dipilih menggunakan proportionate random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian yaitu seluruh variabel independen signifikan pada model awal (p<0,001). Namun, pada analisis multivariat hanya pengetahuan yang berpengaruh signifikan (p<0,001; OR=3,130). Variabel sikap, budaya, dan motivasi tidak signifikan (p>0,05), meskipun menunjukkan kecenderungan positif. Model menjelaskan 52,9% variasi (Nagelkerke R²=0,529). Kesimpulan penelitian ini bahwa pengetahuan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi kesehatan reproduksi pranikah. Peningkatan edukasi kesehatan reproduksi pada calon pengantin diperlukan untuk meningkatkan kesiapan prakonsepsi dan mendukung pencegahan stunting.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI ANAK (TODDLER) DI DESA PULO GISA KECAMATAN GANDAPURA KABUPATEN BIREUEN Bukhari; Fatna, Nesa
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.239

Abstract

Status gizi anak usia toddler sangat dipengaruhi oleh pola makan yang diberikan keluarga, meliputi frekuensi makan, jumlah makanan, dan variasi makanan. Pengetahuan keluarga yang baik mengenai pola makan sehat berperan penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak sesuai tahap pertumbuhan dan perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga tentang pola makan dengan status gizi anak usia toddler di Desa Pulo Gisa Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 35 keluarga yang memiliki anak usia toddler dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan pola makan yang terdiri dari 16 pertanyaan mencakup frekuensi makan, jumlah makanan, dan variasi makanan, serta penilaian status gizi anak. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga memiliki pengetahuan tentang pola makan dalam kategori tinggi yaitu 54,3%. Pada subvariabel frekuensi makan dan jumlah makanan, masing-masing sebanyak 60% responden berada pada kategori tinggi, sedangkan pada subvariabel variasi makanan sebanyak 51,4% responden berada pada kategori tinggi. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan keluarga tentang pola makan dengan status gizi anak usia toddler dengan nilai p = 0,002. Selain itu, terdapat hubungan antara pengetahuan keluarga mengenai frekuensi makan dengan status gizi anak dengan nilai p = 0,005, jumlah makanan dengan nilai p = 0,002, dan variasi makanan dengan nilai p = 0,001. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan keluarga tentang pola makan berhubungan dengan status gizi anak usia toddler. Diharapkan tenaga kesehatan, khususnya perawat komunitas dan keluarga, dapat meningkatkan penyuluhan serta promosi kesehatan tentang pola makan sehat untuk mendukung status gizi anak secara optimal.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT KULIT DENGAN KEPATUHAN BEROBAT: STUDI CROSS-SECTIONAL DI POLI KULIT RUMAH SAKIT MULIA RAYA Annadya Sarah; Wafiq Akmal
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.259

Abstract

Latar Belakang: Penyakit kulit masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang memiliki angka kejadian tinggi dan dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, serta kualitas hidup penderitanya. Keberhasilan pengobatan tidak hanya ditentukan oleh ketepatan diagnosis dan terapi, tetapi juga dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan pasien mengenai penyakit yang dideritanya sehingga dapat meningkatkan kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Tujuan: Menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang penyakit kulit dengan kepatuhan berobat pada pasien rawat jalan di Poli Kulit Rumah Sakit Mulia Raya. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Juni–Juli 2026 dengan melibatkan 82 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan kepatuhan berobat, kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (86,6%) dan termasuk kategori patuh berobat (70,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang penyakit kulit dengan kepatuhan berobat (χ² = 14,142; p < 0,001). Responden dengan tingkat pengetahuan yang lebih baik cenderung memiliki kepatuhan berobat yang lebih tinggi. Kesimpulan: Mayoritas pasien rawat jalan di Poli Kulit Rumah Sakit Mulia Raya Kabupaten Aceh Timur memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai penyakit kulit dan menunjukkan kepatuhan berobat yang baik. Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan tentang penyakit kulit dengan kepatuhan berobat, di mana pasien dengan tingkat pengetahuan yang baik cenderung memiliki kepatuhan berobat yang lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan pasien dapat menjadi salah satu upaya untuk mendukung kepatuhan berobat pada pasien penyakit kulit.
KARAKTERISTIK PASIEN TINDAKAN OPERASI DI RUMAH SAKIT MULIA RAYA: STUDI DESKRIPTIF RETROSPEKTIF Rijal Khairul; Wafiq Akmal
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.260

Abstract

Latar Belakang:Karakteristik pasien operasi penting untuk evaluasi pelayanan bedah dan anestesi serta menjadi dasar perencanaan sumber daya dan peningkatan mutu pelayanan perioperatif. Karakteristik pasien operasi di Rumah Sakit Mulia Raya belum pernah dilaporkan secara ilmiah. Tujuan:Mendeskripsikan karakteristik pasien yang menjalani tindakan operasi di Rumah Sakit Mulia Raya selama Juli 2026. Metode:Penelitian deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis dan register kamar operasi. Sampel ditentukan dengan total sampling terhadap seluruh pasien yang menjalani operasi selama Juli 2026 dan memenuhi kriteria inklusi. Variabel meliputi usia, jenis kelamin, bidang bedah, status operasi, klasifikasi status fisik American Society of Anesthesiologists (ASA), jenis anestesi, ruang pemulihan pascaoperasi, dan jenis operasi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, rerata, simpangan baku, median, dan rentang. Hasil:Sebanyak 24 pasien memenuhi kriteria penelitian. Rerata usia 39,4 ± 14,0 tahun dan 66,7% berjenis kelamin perempuan. Bidang bedah terbanyak adalah Obstetri dan Ginekologi (37,5%), dengan Sectio Caesarea sebagai jenis operasi terbanyak (33,3%). Sebagian besar pasien menjalani operasi elektif (95,8%), berstatus ASA I (95,8%), dan mendapatkan anestesi spinal (79,2%). Seluruh pasien menjalani observasi di Recovery Room sebelum dipindahkan ke ruang perawatan. Kesimpulan: Pasien operasi di Rumah Sakit Mulia Raya selama Juli 2026 didominasi perempuan usia dewasa, dengan pelayanan terbanyak dari bidang Obstetri dan Ginekologi. Mayoritas menjalani operasi elektif, berstatus ASA I, dan mendapatkan anestesi spinal. Temuan ini dapat menjadi data dasar untuk evaluasi dan pengembangan pelayanan bedah, anestesi, dan perioperatif.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DENGAN SELF-MANAGEMENT HIPERTENSI PADA LANSIA: STUDI CROSS-SECTIONAL DI ACEH UTARA Furqan Hidayatullah; Wafiq Akmal
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.261

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan kronis yang memerlukan keterlibatan aktif pasien dalam pengelolaannya melalui self-management. Karakteristik demografi, seperti umur, jenis kelamin, dan pekerjaan, diduga berkaitan dengan kemampuan individu dalam menjalankan pengobatan dan mempertahankan perilaku hidup sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan karakteristik demografi dengan self-management hipertensi pada lansia di Desa U Baroh, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 229 penderita hipertensi, dengan sampel 70 responden yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak berada pada kelompok umur 45–59 tahun, yaitu 41 responden (58,6%), dengan 32 responden (78,0%) memiliki self-management baik. Terdapat hubungan signifikan antara umur dengan self-management hipertensi (p=0,027). Proporsi self-management baik pada laki-laki sebesar 83,3% dan perempuan 52,9%, dengan hubungan signifikan antara jenis kelamin dan self-management (p=0,006). Responden yang tidak bekerja memiliki proporsi self-management baik tertinggi, yaitu 26 responden (83,9%), sedangkan self-management kurang paling banyak pada karyawan swasta (60,0%); pekerjaan berhubungan signifikan dengan self-management (p=0,041). Disimpulkan bahwa umur, jenis kelamin, dan pekerjaan berhubungan dengan self-management hipertensi. Edukasi dan pendampingan perlu mempertimbangkan karakteristik demografi agar sesuai dengan kebutuhan individu. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan pengelolaan hipertensi yang berorientasi pada karakteristik individu. Penyesuaian edukasi, pendampingan keluarga, dan pemantauan perilaku kesehatan berdasarkan karakteristik demografi dapat mendukung penerapan self-management secara berkelanjutan dan optimal pada penderita hipertensi di masyarakat. Penelitian lanjutan perlu mengkaji faktor lain yang berhubungan dengan self-management.